Eyang Titiek Puspa Tutup Usia, Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman

Prosesi pemakaman Eyang Titiek Puspa di TPU Tanah Kusir (kapanlagi.com).

Eyang Titiek Puspa Tutup Usia, Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman

Prolite – Legenda Musik Tanah Air Titiek Puspa atau yang akrab di sapa Eyang Titie meninggal pada usia 87 tahun pada Kamis (10/4) pukul di RS Medistra Jakarta Selatan.

Eyang Titiek diketahui sebelum tutup usia sempat dilarikan ke Rumah Sakit karena hilang kesadaran usai melakukan syuting di salah satu stasiun televisi swasta.

Usai di lakukan pemeriksaan Eyang Titiek di ketahui mengalami pecah pembuluh darah di otak.

Usai dilakukan perawatan insentif akhirnya Titiek Puspa menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis sore kemarin.

Diketahui Eyang Titiek dimakamkan pada Jumat 11 April 2025 pada WIB di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Isak tangis keluarga, kerabat hingga sahabat mengiringi pemakanan sang legendaris.

Ribuan pemakam ikut mengiringi pemakaman Eyang Titiek ke peristirahatan terakhirnya.

Iring-iringan jenazah Titiek Puspa sendiri tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul WIB. Setibanya di lokasi, proses membawa jenazah ke bibir pusara memang sempat tertunda, karena besarnya antusiasme masyarakat yang hadir.

“Supaya tertib, kita tahu semua cinta kepada Titiek Puspa beliau adalah seniman yang berguna bagi nusa dan bangsa, hari ini kita akan melalukan fardhu kifayah untuk memakamkan Titiek Puspa,” ujar salah satu pihak keluarga dengan pelantang suara.

Setelah cukup kondusif, pihak keluarga segera menandu keranda jenazah Titiek Puspa, untuk memulai prosesi pemakaman. Gema tahlil pun berkumandang dari para pelayat yang hadir.

“Yang turun ke liang lahat Mas Bondan, Dio, Tuma dan salah satu petugas,” ujar salah satu pihak keluarga.

Sejumlah pesohor terpantau turut hadir dalam prosesi pemakaman Eyang Titiek. Di antaranya Inul Daratista, Vina Panduwinata, Slamet Rahardjo, Dwi Andhika, Elly Sugigi, hingga Agum Gumelar.

Setelah jenazah tertutup dengan gundukan tanah merah, Bambang sebagai perwakilan keluarga mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peziarah yang turut mengantarkan almarhumah ke peristirahatan terakhir. Ia juga memohon doa untuk mendiang Titiek Puspa.

“Semoga Allah mengampuni segala dosanya, menerima amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisinya. Kami memohon apabila jemaah ada urusan terkait utang piutang dengan almarhumah, mohon hubungi pihak keluarga. Mohon dibukakan pintu maaf,” ucap Bambang.




Anugerah Ikon Pancasila dan Insan Pancasila 2023, Nama Titiek Puspa Curi Perhatian

anugerah ikon pancasila

Anugerah Ikon Pancasila dan Insan Pancasila 2023, Ada Titik Puspa

Prolite – Sebanyak 18 orang dan kelompok meraih Anugerah Ikon Pancasila dan Insan Pancasila oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Gedung Konferensi Asia Afrika (Gedung Merdeka KAA) Kota Bandung, Sabtu 9 September 2023.

Mereka meraih penghargaan pada kategori Ikon Prestasi Pancasila (5 orang) dan Insan Pancasila (13 orang).

Para peraih anugerah tersebut, antara lain: Latifah Nurahmi, , Ph.D. (Sains & Inovasi), Prof. Emil Salim (Kewirausahaan Sosial), Hj. Sudarwati/Titiek Puspa (Seni dan Budaya), Alissa Wahid (Lintas Iman), dan Ni Nengah Widiasih (olahraga) sebagai Ikon Prestasi Pancasila.

Lalu ada Taufiq Kamal, M. Alfatih Timur, Prof. . Muhammad Nurhuda, Tim Esport Evos, Dr. (H.C) Ignatius Jonan, S.E., M.A., Umi Waheeda, Putri Ariani, Waljinah, Ulil Abshar Abdalla, Dr. A. Elga J. Sarapung, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, ., Risa Damayanti dan Imron Rosadi yang menerima penghargaan pada kategori insan pancasila.

Anugerah Ikon Pancasila
Anugerah Ikon Pancasila dan Insan Pancasila di Gedung Konferensi Asia Afrika Kota Bandung.

Sebagai informasi, Anugerah Ikon Pancasila dan Insan Pancasila merupakan acara yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk mengapresiasi insan-insan yang menerapkan Pancasila sebagai upaya mencintai negara Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyebut, Pancasila merupakan hal penting yang mampu menyatukan Indonesia menjadi bangsa yang besar.

“Para ikon ini diharapkan menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari dalam menerapkan Pancasila dan mencintai Indonesia,” ujarnya.

Yudian juga menyebut, Kota Bandung dan Gedung Konferensi Asia Afrika sebagai tempat penyelenggaraan acara karena keduanya menjadi simbol semangat Pancasila lewat peristiwa Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

“68 tahun lalu, kita semarakkan semangat yang senada dengan Pancasila. Kita gaungkan solidaritas lewat Konferensi Asia Afrika,” katanya.

Yudian juga menyebut, kegiatan ini bukan semata-mata bersifat simbolis atau seremonial. Ia memastikan, BPIP akan senantiasa menjaga Pancasila selalu ada dalam sendi kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Sementara itu, Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan Republk Indonesia, Prakoso menyebut, BPIP sebagai badan yang membina ideologi Pancasila senantiasa mengapresiasi insan-insan tanah air yang menebarkan semangat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga peraih penghargaan ini dapat menginspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk lebih mencintai Pancasila,” katanya.

Sebagai informasi, Anugerah Ikon Pancasila dan Insan Pancasila pertama kali digelar pada 2017. Pada edisi keenamnya, kegiatan ini dihadiri sejumlah pimpinan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jabar dan Pemerintah Kota Bandung, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung, serta tamu undangan lainnya.

Selain penyematan anugerah, acara ini juga dirangkaikan dengan Kirab Pancasila di Jalan Asia Afrika mulai sekitar pukul WIB.