Tips Aman Berkendara di Tengah Hujan Deras, Tetap #Cari_Aman di Jalan Raya

Tips Aman Berkendara di Tengah Hujan Deras (dok Honda).

Tips Aman Berkendara di Tengah Hujan Deras, Tetap #Cari_Aman di Jalan Raya

Prolite – Saat musim hujan, setiap pengendara dituntut untuk lebih waspada dan berhati-hati saat berada di jalan raya, terutama saat menggunakan sepeda motor. Jalanan licin tidak hanya berbahaya setelah hujan membasahi aspal, tetapi justru kondisi paling berisiko terjadi saat hujan baru mulai turun, ketika campuran air dan kotoran di jalan membuat permukaan menjadi licin.

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma, menjelaskan, “Berkendara di bawah guyuran hujan deras merupakan tantangan serius dan berisiko tinggi. Visibilitas yang menurun drastis serta kondisi jalan yang licin menuntut kewaspadaan ekstra. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi pengendara untuk menepi dan beristirahat di tempat yang aman hingga kondisi memungkinkan.”

Namun, jika terpaksa harus melanjutkan perjalanan karena tuntutan waktu atau alasan tertentu, berikut beberapa tips penting agar tetap #Cari_aman dan menjaga keselamatan diri serta pengguna jalan lainnya:

1. Prioritaskan Visibilitas

Pastikan dapat melihat dengan jelas dan mudah terlihat oleh pengendara lain. Nyalakan lampu utama (bukan hanya lampu senja) agar sepeda motor lebih mudah dikenali. Perlu diingat, meskipun sepeda motor dilengkapi lampu hazard, fitur tersebut tidak digunakan saat berkendara. Lampu hazard hanya diperuntukkan dalam kondisi darurat atau saat kendaraan berhenti.

2. Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman

Air hujan dapat mengurangi daya cengkram ban dan memperpanjang jarak pengereman. Oleh sebab itu, turunkan kecepatan jauh di bawah kondisi normal. Semakin pelan berkendara, semakin besar waktu yang dimiliki untuk bereaksi terhadap situasi tak terduga. Selain itu, lipatgandakan jarak aman dengan kendaraan di depan idealnya dua kali lebih jauh dibandingkan kondisi kering.

3. Waspadai Risiko Aquaplaning

Aquaplaning terjadi saat ban kehilangan kontak dengan permukaan jalan akibat lapisan air, sehingga kendaraan terasa melayang dan sulit dikendalikan. Jika hal ini terjadi, tetap tenang dan hindari pengereman mendadak. Kurangi kecepatan secara perlahan dan jaga kemudi tetap lurus hingga traksi ban kembali normal.

4. Hindari Genangan Air yang Tidak Diketahui Kedalamannya

Genangan air dapat menutupi lubang atau benda berbahaya di jalan. Jika memungkinkan, hindari genangan tersebut. Namun bila terpaksa melintas, lalui dengan kecepatan sangat rendah untuk meminimalkan risiko kehilangan kendali atau kerusakan mesin. Setelah melewatinya, tekan rem secara perlahan untuk membantu mengeringkan kampas rem.

5. Menepi Adalah Pilihan Terbaik Saat Kondisi Terlalu Berbahaya

Apabila hujan semakin deras dan membahayakan, segeralah menepi dan berhenti di lokasi yang aman, seperti area istirahat atau bahu jalan yang jauh dari arus lalu lintas. Nyalakan lampu hazard sebagai tanda bahwa sedang berhenti. Ingat, keselamatan selalu lebih penting daripada ketepatan waktu.

Dengan menerapkan tips di atas, risiko berkendara di tengah hujan deras dapat diminimalkan. Jangan lupa untuk selalu mengecek kondisi sepeda motor sebelum beraktivitas, terutama tekanan dan kondisi ban serta sistem pengereman. Lakukan perawatan rutin dan servis di bengkel AHASS agar sepeda motor selalu dalam kondisi prima.




Menikung dengan Aman, Perjalanan Jadi Lebih Nyaman

Menikung dengan Aman, Perjalanan Jadi Lebih Nyaman (dok Honda).

Menikung dengan Aman, Perjalanan Jadi Lebih Nyaman

Prolite – Banyak pengendara sepeda motor masih salah kaprah ketika melewati tikungan. Padahal, teknik yang kurang tepat saat menikung dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Untuk itu, Safety Riding Center memberikan edukasi mengenai cara aman mengendalikan motor di tikungan dengan menekankan penggunaan rem belakang sebagai kontrol utama.

Ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan pengendara saat menikung, di antaranya:

Arahkan pandangan dengan benar : Fokuskan pandangan pada titik paling jauh dari tikungan. Hal ini membantu pengendara membaca potensi bahaya maupun kondisi jalan yang akan dilalui.

Gunakan rem belakang dan kontrol gas : Saat motor berada dalam posisi miring, hindari penggunaan rem depan. Rem depan yang mendadak dapat membuat ban terkunci, motor kehilangan keseimbangan, dan berpotensi terjatuh.

Tetap fokus : Pastikan kondisi tubuh, konsentrasi, serta motor dalam keadaan prima sebelum berkendara.

Sesuaikan kecepatan dan sudut kemiringan : Jangan memaksakan menikung dengan kecepatan tinggi, terlebih bila belum mengenali kondisi jalan dan tikungan.

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma menjelaskan, Menikung bukan hanya soal kecepatan, tetapi bagaimana pengendara bisa tetap mengendalikan motornya dengan aman. Kesalahan kecil, seperti salah pengereman, dapat berakibat fatal.

“Harapannya, para pengendara dapat semakin memahami pentingnya teknik berkendara yang benar di tikungan sehingga risiko kecelakaan bisa diminimalkan. Karena pada akhirnya, menjaga keselamatan di jalan adalah prioritas utama. Selalu ingat untuk #Cari_Aman, agar perjalanan tetap menyenangkan dan kita bisa kembali ke rumah dengan selamat,” ujar Ludhy.