Kepala Basarnas Resmi Perpanjang Pencarian Korban Longsor Cisarua Hingga Sepekan Kedepan, 60 Bodypack Ditemukan

Ilustrasi Basarnas resmi perpanjang pencarian korban longsor Cisarua (net).

Kepala Basarnas Resmi Perpanjang Pencarian Korban Longsor Cisarua Hingga Sepekan Kedepan, 60 Bodypack Ditemukan

BANDUNG, Prolite – Hingga sore ini, Basarnas gabungan berhasil menemukan 5 kantong jenazah, dengan rincian sebagai berikut, 2 bodypack di Worksite A1, 2 bodypack di Worksite A2 dan 1 bodypack di Worksite A3. engan demikian, total korban yang berhasil dievakuasi hingga sore ini berjumlah 60 bodypack, dan jumlah korban yang masih dalam pencarian diperkirakan sebanyak ±20 jiwa.

Seluruh korban yang ditemukan langsung dievakuasi dan diserahkan ke Posko DVI untuk dilakukan proses identifikasi secara profesional dan terintegrasi. Berdasarkan update DVI terakhir per tanggal 29 Januari 2026 pukul WIB, sebanyak 44 korban telah berhasil teridentifikasi dari 45 bodypack yang diterima sebelumnya. Kepala Basarnas secara resmi memperpanjang pencarian dengan menyesuaikan masa tanggap darurat yang sudah di tetapkan oleh SK Bupati Bandung Barat selama 7 hari kedepan hingga tanggal 6 Februari 2026.

Kompas
Kompas

Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan pendekatan adaptif terhadap dinamika cuaca dan kondisi lapangan, dengan fokus pada area-area yang memiliki potensi tinggi berdasarkan tren penemuan dan hasil pemetaan teknis, serta tetap menjadikan keselamatan personel sebagai prioritas utama.

Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan, baik Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh masyarakat yang terus memberikan dukungan dalam operasi kemanusiaan ini.




Tim SAR Gabungan Sempat Terus Berupaya Pencarian Korban Longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat

Tim SAR Gabungan Sempat Terus Berupaya Pencarian Korban Longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat  (dok).

Tim SAR Gabungan Sempat Terus Berupaya Pencarian Korban Longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat

KAB BANDUNG BARAT, Prolite – Demi kepentingan evaluasi dan keselamatan personel di lapangan, Tim SAR gabungan menghentikan sementara proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat

Penghentian dilakukan pada pukul WIB hari pertama operasi. Kepala Kantor SAR (Kakansar) Bandung, Ade Dian Permana membenarkan penghentian pencarian sementara dilakukan setelah seluruh unsur yang terlibat melakukan evaluasi bersama.

“Selanjutnya kami lakukan evaluasi dari seluruh pihak yang ada di lokasi longsor, baik dari pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun rekan-rekan relawan. Jadi untuk sementara pencarian kita hentikan, ” ujar Ade di posko darurat Desa Pasirlangu, Sabtu, (24/1/2026) malam.

Selama proses evakuasi hari pertama, tim SAR gabungan berhasil menemukan sembilan korban. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya ditemukan dalam kondisi potongan tubuh dan langsung dievakuasi ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Hingga sore tadi, tim DVI masih terus melakukan proses identifikasi terhadap korban yang ditemukan,” jelas Ade.

Berdasarkan data awal, jumlah korban yang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian semula mencapai 84 orang. Namun, dengan ditemukannya tiga korban pada sore hari, jumlah korban yang masih tertimbun material longsor kini menjadi 81 orang.

Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak. Berdasarkan laporan sementara dari aparat desa, tercatat sebanyak 30 rumah terdampak dari total 34 kepala keluarga.

Rencananya, proses pencarian korban akan kembali dilanjutkan pada Minggu, 25 Januari 2026 pagi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan di lokasi longsor.

Sementara itu Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan di penampungan kurang lebih ada 400 jiwa, mereka membutuhkan obat-obatan, kasur, dan selimut.

“Untuk trauma healing kami akan segera turun untuk menghibur anak-anak dan semuanya kemudian kebutuhan tadi kita dengar juga akan kita lengkapi,” jelas Rudi.

Rudi pun menyampaikan evakuasi harus dihentikan sementara karena dikhawatirkan ada longsor susulan, terlebih hasil asesmen tanah longsor itu berlumpur dan air dengan kedalaman sekitar lima meter yang artinya cukup berbahaya.

“Kami telah menerima sepuluh kantong jenazah, lima sudah teridentifikasi dan sudah dikembalikan ke pihak keluarga, lima lagi dalam proses identifikasi,” tandasnya.




Longsor Desa Cibeunying Kabupaten Cilacap, Update Korban 8 Meninggal dan 12 Masih dalam Pencarian

Longsor Desa Cibeunying Kabupaten Cilacap (detikcom).

Longsor Desa Cibeunying Kabupaten Cilacap, Update Korban 8 Meninggal dan 12 Masih dalam Pencarian

Prolite – Longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Majenang, Kabupaten Cilacap pada Kamis (13/11) karena adanya hujan dengan intensitas tinggi di wilayah sekitar.

Hal tersebut di ungkapkan Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto, menyampaikan bahwa pengamatan di Pos Hujan Majenang menunjukkan curah hujan cukup tinggi, yakni masing-masing 98,4 mm/hari dan 68 mm/hari pada 10–11 November 2025. Setelah itu, wilayah tersebut masih mengalami hujan ringan yang mempertahankan kondisi tanah tetap basah hingga akhirnya terjadi pergerakan tanah yang memicu longsor.

“Rangkaian hujan tersebut membuat kondisi tanah semakin basah dan lereng menjadi lebih rentan terhadap pergerakan,” ujar Guswanto di Jakarta, Sabtu (15/11).

Oleh karena itu hingga adanya pergeseran tanah dan mengakibatkan longsor di wilayah sekitar.

Pada pencarian hari ketiga tim SAR gabungan telah mengevakuasi 8 korban dalam kondisi meninggal dunia sedangkan untuk korban hilang mencapai 12 orang.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah, mengatakan bahwa rencana awal operasi SAR hari ini terbagi dalam dua sektor, yaitu sektor A dan sektor B. Namun, ada perubahan khusus pada salah satu titik pencarian.

“Di hari keempat rencananya kami melaksanakan operasi SAR di dua sektor yaitu A dan B. Namun ada perubahan, di mana di worksite A-3 tidak kami lakukan pencarian karena empat korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Abdullah, Minggu (16/11).

“Maka di hari keempat kami akan laksanakan pencarian di worksite A-1 dan A-2 lalu di worksite B-1 dan B-2,” jelasnya.

Untuk memperkuat upaya pencarian, tim yang sebelumnya bertugas di A-3 dialihkan ke sektor B.

“Tim SAR dari worksite A-3 akan kami geser ke worksite B-2,” tambah Abdullah.

Selain itu, menurut Abdullah jumlah alat yang bakal dikerahkan hari ini jumlahnya bertambah secara signifikan. Dari sebelumnya hanya 9 ekskavator menjadi 21.

Bukan hanya alat berat yang di turunkan untuk mencari namun tim SAR juga mengerahkan 17 alkon pompa air, 9 anjing pelacak hingga menambah personel mencapai 600 orang.




Pendaki Gunung Kerinci yang Jatuh di Shelter 3 Selamat Dievakuasi oleh Tim SAR

Gunung Kerinci

Prolite – Martinus, seorang pendaki berusia 31 tahun dari Jakarta, yang terjebak di Gunung Kerinci, akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan.

Tim tersebut terdiri dari Basarnas, Pos SAR Kerinci, Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), anggota Organisasi Mapala, serta juga melibatkan partisipasi warga setempat.

Proses Penyelamatan Pendaki Gunung Kerinci oleh Tim SAR

Tim SAR saat akan memulai proses evakuasi – Cr. beritasatu

Setelah menerima informasi awal pada Hari Jumat, 18 Agustus 2023, Tim SAR Gabungan memutuskan untuk bergerak menuju lokasi kejadian yang terletak di Shelter 3.

Pergi pada siang hari dengan kondisi cuaca hujan ringan, mereka melibatkan diri dalam misi penyelamatan.

Setelah menjalani perjalanan selama kurang lebih 10 jam, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mencapai lokasi pada malam harinya.

Tanpa ragu, mereka segera mengambil langkah-langkah penanganan awal terhadap korban, Martinus, dengan tujuan untuk menstabilkan cederanya pada bagian kaki.

Pada dini hari tanggal 19 Agustus, korban, Martinus, segera dievakuasi dengan menggunakan tandu oleh Tim SAR Gabungan dari Shelter 3 menuju Posko R10.

Proses evakuasi dilakukan dalam cuaca yang penuh tantangan, dengan hujan deras yang membuat jalur menjadi licin dan berlumpur di lokasi.

Akhirnya, setelah berjuang keras, pada pukul WIB, korban berhasil dievakuasi menuju Posko R10.

Pendaki Gunung Kerinci saat berhasil dievakuasi – Cr. jektvnews

Dari sana, korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulance menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Komandan Pos SAR Kerinci, Bambang Hermawan, mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang terlibat dalam proses evakuasi ini.

Dia berharap agar Tim SAR Gabungan selalu dapat menjaga kekompakan dan bekerja sama dengan baik dalam setiap pelaksanaan operasi SAR.

Kasi BB (Kepala Balai Besar) TNKS, Nurhamidi, juga mengonfirmasi kejadian ini. Saat ini, korban yang jatuh di shelter 3 masih dalam perawatan untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.




Salat Gaib untuk 8 Penambang Emas yang Terjebak pada Kedalaman 70 Meter

Operasi SAR terhadap 8 penambang emas yang terjebak sudah dihentikan, Tim SAR bersama keluarga korban melakuka salat gaib dan tabur bunga di lokasi (kompas.com).

Prolite – 8 penambang emas illegal yang berada di Banyumas harus terjebak di dalam lubang yang sempit dan juga minim oksigen sejak hari Selasa 25 Juli 2023 lalu.

Lokasi penambangan tersebut hanya cukup untuk dimasuki satu orang saja bahkan lubang tersebut sering penuh dengan air yang menguap sehingga penambang rentan untuk tenggelam.

Menurut penyelidikan lokasi penambangan tersebut ternyata illegal alis seharusnya tidak bosa beropersi. Namun kenyataannya masyarakat sekitar menggantungkan hidupny dengan pencaharaian sebagai penambang emas di tempat tersebut.

Lokasi penambangan yang terletak di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Posisi tambang yang sempit bak sumur kecil membuat siapa saja yang terjebak di dalam lubang akan susah untuk keluarnya.

Lakukan Penyelamatan Terhadap 8 Penambang Emas

Untuk menyelamatkan ke-8 penambang yang terjebak pada lubang tambang illegal tersebut mengerahkan Tim SAR untuk membantu melakukan pencarian.

Salah satu warga yang pernah menambang di tempat tersebut menyebutkan bahwa ukuran lebar lubang tersebut hanya cukup untuk satu orang.

Bahkan penambang harus berposisi tegak kala bermanuever di lubang vertikal tersebut.

Penyelamatan terhadap 8 penambang emas yang terjebak dalam lubang sempat terhenti karena terkendala dengan lubang yang terisi penuh air.

Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Czi Mohammad Andhy Kusuma di lokasi kejadian, Rabu (26/7/3023) malam harus memutar otak untuk menyelamatkan kedelapan penambang lantaran lubang penuh dengan air.

Andy menjelaskan pihaknya sudah melakukan penyedotan dengan menggunakan 37 pompa secara bergantian pada 26 lubang tambang agar air yang terdapat pada lubang bisa berkurang dan Tim SAR bisa melanjutkan pencarian lagi.

Koordinator lapangan Basarnas Cilacap Amin Riyanto melaporkan bahwa penambang kini terjebak di kedalaman 70 meter di bawah permukaan bumi.

Jika ditakar, posisi para penambang sudah mencapai perut bumi yang notabene minim oksigen dan pencahayaan.

Berikut Nama 8 Penambang Emas yang Terjebak Dalam Lubang

Portal Purwokerto
Portal Purwokerto

Cecep Suriyana, 29 tahun

Muhamad Rama A. Rohman, 38 tahun

Ajat, 29 tahun

Mad Kholis, 32 tahun

Marmumin, 32 tahun

Muhidin, 44 tahun

Jumadi, 33 tahun

Mulyadi, 40 tahun

Seluruh penambang tercatat sebagai warga Bogor.

Tim SAR dan Keluarga Korban 8 Penambang Emas Lakukan Salat Goib dan Tabur Bunga 

Setelah melakukan pencarian selama 7 hari tim SAR gabungan tidak mampu lagi untuk menjangkau lokasi korban yang berada pada kedalaman 70 meter.

Operasi SAR ditutup secara resmi oleh Kepala Basarnas Cilacap sekaligus juga SAR Mission Coordinator Adah Sudarsa.

Tim SAR bersama perwakilan seluruh keluarga korban yang terjebak pada lubang tambang emas yang berada di Ajibarang, Banyumas melakukan salat gaib.

Salat gaib dilakukan untuk mendoakan kepada semua korban yang terjebak pada lubang galian tambang emas illegal tersebut.