Tragis ! Pengguna Sepeda Listrik Tewas Tertabrak Truk Sampah di Bandung

Sepeda Listrik

BANDUNG, Prolite – Husna Rahmawati, seorang pengendara sepeda listrik, meninggal dunia akibat tertabrak truk sampah di Jalan Ir. H Djuanda (Dago) pada Sabtu (5/8/2023).

Insiden ini terjadi sekitar pukul WIB. Setelah insiden tersebut, korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Kronologi Pengguna Sepeda Listrik Tertabrak Truk

Cr.

Menurut keterangan Kanit Gakkum Polrestabes Bandung, AKP Arief Saepul Haris, truk sampah dengan nomor polisi D 8429 UX yang dikemudikan oleh Juhana sedang dalam perjalanan dari arah utara menuju selatan.

Ketika tiba di lokasi kejadian, pengemudi truk tersebut diduga kehilangan konsentrasi sehingga menyebabkan tabrakan dengan kendaraan sepeda listrik.

“Menabrak kendaraan sepeda listrik yang dikendarai Aruna Sylviana Budiman (12 tahun) yang sedang melaju di depannya dengan membonceng korban, Husna Rahmawati (12 tahun). Korban penumpang yang dibonceng sepeda listrik meninggal dunia,” ucap dia saat dikonfirmasi, Sabtu (5/8/2023).

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa setelah kejadian tersebut, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin di Kota Bandung. Pihak berwenang saat ini masih aktif dalam proses penyelidikan terhadap insiden ini.

“Insiden ini masih dalam penanganan pihak kepolisian unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung,” ujar AKP Arief Saepul Haris

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya berhati-hati saat berkendara dan menjaga penggunaan kendaraan dengan kecepatan yang wajar. Selain itu, dia juga menekankan pentingnya patuh terhadap aturan lalu lintas yang berlaku.

“Kami mengimbau kepada warga Bandung untuk selalu mengemudikan kendaraan dengan kecepatan yang sesuai dan tetap berhati-hati serta waspada. Patuhi setiap peraturan lalu lintas dan pastikan kelengkapan surat-surat kendaraan Anda,” kata dia.




Insiden Memilukan di Bandung : Pengendara Motor Tewas Usai Hantam Pintu Mobil

Pengendara Motor

BANDUNG, Prolite – Nasib nahas menimpa Jaya Araofa Lase, seorang pengendara motor, yang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Jalan AH Nasution, Kota Bandung pada Selasa (25/7/2023).

Kecelakaan ini melibatkan motor Honda Revo D 6621 HD yang dikendarai oleh korban dan mobil pikap yang dikemudikan oleh seorang pria dengan inisial S.

Kronologi Pengendara Motor Hantam Pintu Mobil

Pengendara Motor
Ilustrasi:

Sebelum kejadian tragis itu terjadi, S berhenti di pinggir jalan karena ban kendaraannya bocor. Ketika hendak turun dari mobil, insiden memilukan tersebut pun terjadi pada pukul WIB.

Kecelakaan yang tidak disangka-sangka ini menyebabkan korban, Jaya Araofa Lase, mengalami tabrakan dengan pintu mobil box yang terbuka, dan mengakibatkan dirinya terjatuh di tengah jalan.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Arif Saepul Haris, memberikan keterangan mengenai peristiwa tersebut.

Dalam penjelasannya, AKP Arif Saepul Haris menyampaikan bahwa, “Saat pengemudinya hendak keluar dan membuka pintu, kemudian tertabrak oleh kendaraan sepeda motor Honda Revo yang dikendarai korban yang kemudian terjatuh,” demikian diungkapkan Arif dalam keterangan yang diterima detik jabar pada Selasa (25/7/2023).

Korban terkapar di jalan setelah menabrak pintu mobil box tersebut, dan akibat cedera yang dideritanya, korban segera dilarikan ke RS Ujungberung untuk mendapatkan perawatan medis.

Sayangnya, sebelum tiba di rumah sakit, nyawa pengendara motor tersebut tidak tertolong, dan ia kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat luka-lukanya akibat kecelakaan itu.

“Kejadian ini masih dalam penanganan pihak kepolisian Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung,” tambah AKP Arif Saepul Haris.

Para petugas terus bekerja untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang diperlukan dalam penyelidikan lebih lanjut mengenai kecelakaan ini.

Penyelidikan yang sedang berlangsung diharapkan dapat membantu mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan dan memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi.

Dihimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.




Pria Asal Karanganyar Ditemukan Tewas di Perkebunan, Diduga Korban Pembunuhan

BANDUNG, Prolite – Kematian seorang pria warga Dusun Nglarangan, Karanganyar, masih menyimpan misteri yang belum terpecahkan. Namun, dugaan kuat mengarah pada kemungkinan hasil dari tindakan pembunuhan.

Egi Yoga Perdani (28), seorang pria dari Dusun Nglarangan, Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (14/7/2023) malam di Kertasari, Kabupaten Bandung.

Karanganyar
Foto : Kebakkramat

Kasus ini diduga hasil dari aksi pembunuhan dikarenakan korban ditemukan tak bernyawa di area semak-semak kawasan perkebunan di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Desi Purnomo, Kepala Dusun Nglarangan, yang mengaku mendapat informasi tersebut dari Polsek Kebakkramat. Desi menjelaskan bahwa pihak Polsek Kertasari melalui Polsek Kebakkramat melaporkan penemuan mayat dengan identitas korban.

Setelah menerima kabar tersebut, Desi segera menyampaikannya kepada pihak keluarga korban. Salah satu anggota keluarga korban mengecek dan mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut memang merupakan anggota keluarganya.

Desi menjelaskan bahwa “Rumah duka didatangi pihak kepolisian Kebakkramat mengkonfirmasi ada temuan mayat dengan membawa identitas Egi Yoga Perdani (28).”

Dikenal Sebagai Pemilik Rental Mobil di Wilayah Karanganyar

Menurut laporan dari Tribun Solo, sebelum kematiannya, korban dihubungi oleh seorang pria yang berencana untuk menyewa mobil milik korban pada hari Kamis (14/7/2023).

Pria yang menyewa tersebut diketahui berusia sekitar 50 tahun dan naik dari kawasan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menuju ke Semarang.

Korban, dengan mobil Toyota Avanza Veloze warna putih Nopol T 1765 LC, mengantarkan pria tersebut dari kawasan UNS Solo menuju Semarang. Perjalanan dimulai pada pukul WIB dan tiba di Semarang pada pukul WIB.

Setibanya di Semarang, penyewa mengajak korban untuk istirahat dan tidur di SPBU Nglorog pada malam Jumat (14/7/2023).

Sekitar pukul WIB, setelah teman penumpang tiba, korban dan dua orang penumpang melanjutkan perjalanan dari Semarang menuju Kabupaten Tegal.

Di Kabupaten Tegal, korban menjemput penumpang lain sehingga dalam mobil terisi 4 orang. Kemudian, mereka meminta korban untuk mengantarkan mereka ke Jakarta.

Selama perjalanan, korban terus memberikan kabar kepada adiknya. Namun, saat mereka mencapai Bulukamba, Kabupaten Brebes, korban memberikan kabar terakhir mengenai lokasi pada pukul WIB.

Setelah kejadian tersebut, korban hilang kontak dan tidak memberikan kabar sampai akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas.

Sementara itu, Kapolsek Kebakkramat, AKP Ridwan, mengonfirmasi kebenaran kabar bahwa salah seorang warga dari Kebakkramat ditemukan meninggal dunia di Kertasari, Kabupaten Bandung.

Dia menjelaskan bahwa kasus tersebut sedang ditangani oleh kepolisian setempat. “Benar, ada warga Kebakkramat yang meninggal dunia di Kertasari, Kabupaten Bandung,” ujar AKP Ridwan pada Minggu (16/7/2023).

Korban Dibawa Ke Rumah Duka

Foto :

Pada Minggu pagi (16/7/2023), jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Dukuh Nglarangan, Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.

Pukul WIB, saat jenazah tiba di rumah duka, ayah korban, Edi Sudarno, terlihat lemas dan penuh duka saat melihat jasad anaknya yang terbujur kaku.

Kehilangan yang dirasakan begitu berat sehingga sang ayah tidak mampu mengantar jenazah anaknya ke peristirahatan terakhir di TPU Ansto Loyo Eyang Umbul, Dusun Karang Kidul, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.




AR Pelaku Pemerkosa Tewas di Tangan 8 Tahanan Lain

Ilustrasi AR pelaku pemerkosa tewas.

AR Pelaku Pemerkosa Tewas di Tangan 8 Tahanan Lain

DEPOK, Prolite – AR (51) Pelaku pemerkosa terhadap anak kandungnya sendiri tewas di aniaya oleh rekan tahanannya.

Wakasat Reskrim Polres Metro Depok AKP Nirwan Pohan menjelaskan AR jebloskan ke tahanan atas pemerkosaan terhadap anak kandung.

Delapan pelaku penganiayaan AR hingga tewas (PMJNews).
Delapan pelaku penganiayaan AR hingga tewas (PMJNews).

Setelah ditahan di Polres Metro Depok para tahanan lain menanyakan kasus apa yang menjerat AR.

Setelah mengetahui kasus yang menjerat AR adalah pemerkosaan para pelaku naik pitam.

Menurut mereka pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur apa lagi korban memerkosa anak kandungnya sendiri merupakan hal yang tidak manusiawi.

“Pemicunya berawal karena si korban ini kasusnya adalah cabul terhadap anak kandung. Mungkin para pelaku ini kesal karena dilakukan terhadap anak kandung sendiri. Saat ditanya, kasusnya apa, pencabulan anak kandung sendiri, akhirnya itu menjadi pemicu para pelaku kesal terhadap korban,” kata Nirwan di Polres Depok, Senin (10/7).

Pelaku Pemerkosa di aniyaya oleh delapan pelaku yang berada dalam satu tahanan. Ke delapan pelaku menganiaya korban hingga tewas.

Tersangka di antaranya MD, EAN, FA, AN, AN, AN, MN, dan FNA. Korban sempat pingsan setelah dianiaya dan kemudian dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Dua Depok sebelum akhirnya dinyatakan tewas.

Meski awalnya tersangka tidak mengaku melakukan penganiayaan namun polisi berhasil melakukan penyelidikan dan di nyatakan pelaku pemerkosa AR tewas karena dianiaya oleh delapan tahanan lainnya.




Setelah Gagal Tampil Pada 6 Juli, Lee Sang Eun Ditemukan Tewas!

Lee Sang Eun ditemukan tewas.

Berusia 46 Tahun, Lee Sang Eun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

Prolite – Kabarduka datang dari dunia hiburan Korea Selatan, Penyanyi sopran Lee Sang Eun telah meninggal dunia tepat beberapa menit sebelum dirinya tampil di atas panggung.

Penyanyi berusia 46 tahun itu di temukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar mandi. Lee Sang Eun ditemukan pertama kali oleh seorang staf yang berada di tempat acara berlangsung.

Pihak polisi Korea Selatan menerima laporan dari staf setempat pada hari kamis 6 Juli 2023 sekitar pukul waktu setempat.

Setelah mendapatkan laporan atas tewasnya sang penyanyi polisi langsung melakukan penyelidikan atas kasus kematian yang dilaporkannya.

Lee Sang Eun ditemukan tewas di kamar mandi.
Lee Sang Eun ditemukan tewas di kamar mandi.

Menurut laporan dari staf yang menemukan ia curiga sang penyanyi tak kunjung keluar dari kamar mandi padahal sebentar lagi sudah harus naik ke atas panggung.

“Sudah waktunya bagi Lee Sang Eun untuk tampil di atas panggung, tetapi dia tidak berada di belakang panggung. Ketika saya melihat ke kamar mandi, saya menemukannya tergeletak di lantai,” kata staf acara tersebut mengutip Newsau.

Lee Sang Eun dikenal sebagai salah satu penyanyi sopran yang dicintai masyarakat. Ia lulus dari Seoul National University sebelum akhirnya mendapatkan gelar Master dari Mannes School of Music di New York.

Meski sang penyayi sempat dilarikan ke rumahsakit untuk mendapatkan pemeriksaan, namun ia sudah tidak bernyawa. Hingga kini masih misteri atas insiden meninggalnya sang penyanyi.

“Dia dijadwalkan untuk menampilkan Carmina Burana di Grand Hall of Gimcheon Culture and Art Center, sebagai bagian dari acara peringatan pertukaran budaya antara Inggris dan Honam,” tambah portal tersebut.