Zaina Peserta Didik Padepokan Daeng Udjo Berhasil Membawa Pulang Piala Juara 1

Zaina Firzanah Lautan Sachirman siswa dari sanggar Padepokan Daeng Udjo (PDU) raih juara 1 Trophy Gubernur Jawa Barat (dok Prolitenews).

Zaina Peserta Didik Padepokan Daeng Udjo Berhasil Membawa Pulang Piala Juara 1

Prolite – Anak didik Sanggar Padepokan Daeng Udjo (PDU) kembali membawa piala dalam event kejuaraan Trophy Gubernur Jawa Barat.

Event yang di selenggarakan pada hari Minggu (15/12) di Karawang PDU mengirimkan peserta didik terbaiknya.

Zaina Firzanah Lautan Sachirman satu-satunya peserta didik Sanggar Padepokan Daeng Udjo yang mengikuti Trophy Gubernur Jawa Barat di Karawang.

Event tingkat Jawa Barat ini melahirkan penari terbaik salah satunya Zaina Firzanah Lautan Sachirman.

dok Prolitenews
dok Prolitenews

Zaina berhasil pulang dengan membawa piala juara 1 dalam kategori 4-6 yang diselenggarakan oleh Gubernut Jawa Barat.

Bukan hanya juara 1 dalam kategori yang di ikuti oleh Zaina saja namun Zaina Firzanah Lautan Sachirman keluar menjadi juara umum.

dok Prolitenews
dok Prolitenews

Juara umum yang di dapatkan oleh Zaina karena dirinya berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dari semua kategori SMP dan SMA.

Event trophy GUBERNUR JAWA BARAT di ikuti oleh 47 peserta penari jaipong dari seluruh sanggar yang ada di Kota Bandung.

Sanggar Padepokan Daeng Udjo selalu melahirkan peserta didik terbaiknya untuk menaikan kembali kesenian sunda yakni tari jaipong.

Tari Jaipong adalah tarian tradisional yang berasal dari Jawa Barat dan merupakan salah satu identitas budaya penting di provinsi tersebut. Tarian ini memiliki ciri khas berupa gerakan yang energik, unik, dan sederhana.

 




Menarik , Lestarikan Seni Tari Jaipong Khas Sunda di Perbatasan Jawa Tengah

Kepala Bidang Kebudayan Disdikbud Kota Banjar, H.Tatang Heryanto menyerahan hadiah kepada juara seni tari jaipong di Lapangan Indoor Stadion Gelora Banjar Patroman, Minggu (19/11) (Kabarbanjar).

Menarik , Lestarikan Seni Tari Jaipong Khas Sunda di Perbatasan Jawa Tengah

Prolite – Tari jaipong yang terkenal sebagai seni tradisional khas Sunda, Jawa Barat kian tersingkir akibat kebebasan budaya asing yang terus merongrong generasi muda di Indonesia belakangan ini.

Kenyataan kebebasan budaya asing yang masuk Indonesia tersebut, sekaligus ancaman bagi seni budaya tradisional di Indonesia.

Oleh karena itu penting kita untuk memperkuat dan melestarian budaya tradisional di Indonesia, seperti tari jaipong kepada anak usia sekolah sejak dini.

Bersamaan momen memeriahkan semangat Hari Sunpah Pemuda dan Hari Pahlawan Tahun 2023, segenap elemen berkolaborasi menggelar Pasanggiri Jaipong Kreasi se-Jawa Barat Plus Terbuka tahun 2023 di Lapangan Indoor Stadion Gelora Banjar Patroman pada Minggu (19/11).

Kabarbanjar
Kabarbanjar

Pagelaran yang dipusatkan di Stadion Gelora Banjar Patroman wilayah Kecamatan Langensari, Kota Banjar ini, berhasil menarik perhatian puluhan para petandang jaipong perwakilan asal Kabupaten / Kota di Jabar.

Bahkan, ada juga penari jaipong yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah.

Kabarbanjar
Kabarbanjar

Untuk acara yang dibuka langsung oleh Kapala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, , mewakili Wali Kota Banjar, Uu Sukaesih yang saat itu berhalangan hadir.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Kebudayan Disdikbud Kota Banjar, Heryanto atau akrab dipanggil .

Menurutnya, saat itu terdata sedikitnya 95 peserta hadir dari perwakilan Kabupaten / Kota di Jawa Barat dan Cilacap, Jawa Tengah. Meliputi, peserta kategori usia dini (TK/PAUD), Sekolah Dasar Kelas 1 – 3, Sekolah Dasar Kelas 4 – 6, Remaja Tunggal dan kategori Remaja Rampak.

Kabarbanjar
Kabarbanjar

“Pasanggiri jaipong ini, merupakan salah satu solusi melestarikan seni tradisional. Kami apresiasi kolaborasi semua komponen untuk mencintai seni budaya bangsa Indonesia, yaitu jaipong ,” ucap .

Menurutnya, pagelaran Pasanggiri Jaipong khas Sunda diperbatasan Jabar ini, ternyata diminati petandang asal Cilacap Jateng.

Ini sebagai petunjuk seni tradisional sunda Jabar ini, digemari warga seniman asal Jateng juga selama ini.

“Kami apresiasi terhadap semuanya itu. Semoga saja tari jaipong semakin maju dan terkenal mendunia,” ucap .

Penilaian para patandang seni jaipong ini, dinilai para juri berkompeten. Seperti, saat itu hadir Rohendi Spd. (Kepala Bidang Pariwisata Provinsi Banten), Dayat S. Sn (Kepala dari Kabid Bapenda Kabupaten Sumedang), dan Datam (Ketua Prameswari Kota Bandung).

Terselengaranya even jaipong dengan kepesertaan Jabar-Jateng ini, dikatakan Ketua Panitia Pelaksana, Eman Sulaiman dan Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar, Ari Faturrohman, hasil kolaborasi Jaber Kota Banjar, Frontal, Bank Bjb, Polres dan Pemkot Banjar melalui Disdikbud Kota Banjar dan Bambang Hidayah Center (BHC).

Menurut Seorang tokoh Masyarakat Pencinta Seni Budaya Tradisional, Mantan Kepala BBWS Citanduy, Hidayah, pasanggiri Jaipong Kreasi ini sebagai upaya melestarikan budaya sunda, khususnya seni tari Jaipongan.

Selain itu, dikatakan , pasanggiri ini sebagai upaya meregenerasikan dan mengembangkan serta mengenalkan budaya tari Jaipongan di Langensari, Kota Banjar.

“Pasanggiri jaipong ini manjadi ajang lomba kreasi , inovasi dan Improvisasi dalam gerak tarian jaipong. Sekaligus memberi kesempatan kaum muda (milenial) supaya berani tampil dalam pasanggiri,” ucapnya.

Terpenting lainya, pasanggiri ini juga merupakan ajang silaturahmi, tukar pikiran, diskusi dan berbagi pengalaman diantara komunitas pencinta seni dalam mengembangkan seni budaya sunda umumnya dan jaipongan khususnya.

Terkait hadiran peserta dari luar Banjar, diharapkan ini menjadikan Kota Banjar sebagai kota tujuan. Kondisi ini secara otomatis, mendukung kemajuan ekonomi dan pelaku usaha di Kota Banjar.