DAM Serahkan Bantuan Ambulance untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan di Subang

PT Daya Adicipta Motora, diwakili oleh Bapak Demmy Firmansyah, menyerahkan 1 unit ambulans Toyota Rangga kepada Bapak Dadang Karwana, Direktur BUMDes Al Kahfi, Desa Sukasari – Subang. Bantuan ini menjadi wujud nyata nilai Compassion dan komitmen DAM terhadap pelayanan kesehatan masyarakat (dok Honda).

DAM Serahkan Bantuan Ambulance untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan di Subang

SUBANG, Polite – PT Daya Adicipta Motora (DAM), Main Dealer Sepeda Motor dan Suku Cadang Honda di wilayah Jawa Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Pada 16 Mei 2025, DAM menyerahkan satu unit ambulance Toyota Rangga kepada BUMDes Al Kahfi yang berlokasi di Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.

Bantuan ambulance tersebut diserahkan secara langsung oleh Promotion Department Head DAM, Demmy Firmansyah, dan diterima oleh Direktur BUMDes Al Kahfi, Dadang Karwana. Diharapkan, kehadiran ambulans ini dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang lebih cepat dan responsif, terutama dalam situasi darurat.

dok Honda
dok Honda

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung penanganan kesehatan yang lebih cepat dan tepat. Kegiatan ini merupakan salah satu cara kami untuk terus terlibat dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar, sesuai dengan semangat kami untuk tumbuh dan maju bersama masyarakat,” ujar Demmy Firmansyah saat prosesi penyerahan.

dok Honda
dok Honda

Kegiatan CSR ini menjadi bagian dari komitmen DAM dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis otomotif, DAM juga secara konsisten berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi terhadap kebutuhan sosial.

Program ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat. DAM meyakini bahwa setiap bentuk kontribusi, sekecil apapun, dapat membawa dampak positif dan menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar.

Dengan semangat “Sinergi Bagi Negeri”, DAM terus berupaya memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui berbagai program yang relevan dan berkelanjutan, sejalan dengan visinya untuk menjadi perusahaan yang memberikan kontribusi positif bagi bangsa.




Kecelakaan Maut Bus SMK Lingga Kencana Depok Menewaskan 11 Orang

Kondisi bus yang mengalami kecelakaan maut di Ciater Subang (Istimewa).

Kecelakaan Maut Bus SMK Lingga Kencana Depok Menewaskan 11 Orang

Prolite – Kecelakaan maut bus yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok, Jawa Barat alami rem blong di Ciater Subang.

Bus yang dikendarai oleh Sadira diduga alami rem blong saat melintas di Ciater Subang pada Sabtu 11 Mei 2024 malam kemarin.

Kejadian bermula saat rombongan siswa SMK Lingga Kencana yang melaksanakan perpisahan dari sekolah.

Saat perjalanan sang supir sudah merasa ada yang bermasalah pada rem busnya, menurut keterangan supir dirinya sudah meminta montir untuk mengecek dan memperbaiki rem saat sedang beristirahat di rumah makan.

Usai montir memeriksa dan memperbaiki rem tersebut, sopir melanjutkan lagi perjalanan karena di rasa bus sudah layak jalan.

“Ya pada saat itu saya sudah, dari atas juga sudah disetel rem, gitu,” ujarnya dikutip CNN Indonesia TV di RSUD Subang, Jawa Barat.

Namun ketika bus melalui jalanan menurun yang berada di kawasan Ciater, sang supir merasakan ada yang aneh pada remnya kembali.

Saat itu ia merasa angina rem sudah habis hingga akhirnya mengakibatkan rem tidak berfungsi atau rem blong.

Bahkan menurut kesaksian supir dirinya sudah mencoba mencari jalur penyelamat atau jalur alternative untuk bisa mengurangi kecepatan pada bus tersebut.

Akan tetapi pada jalur tersebut tidak ada jalur kosong untuk bisa digunakan mengurangi kecepatan bus.

“Saat itu saya kelabakan untuk (mencari jalur) penyelamat, jalur alternatif tidak ada. Akhirnya saya inisiatif (banting kanan),” tuturnya.

“Bagaimana kalau diterusin otomatis banyak mobil yang habis. Akhirnya saya buanglah ke kanan,” imbuhnya.

Ia juga mengaku sempat berencana memindahkan penumpang apabila kondisi kendaraan semakin memburuk. Hanya saja, rencana tersebut urung terlaksana lantaran kecelakaan maut lebih dahulu terjadi.

Akibat rem blong tersebut kecelakaan tidak bisa dihindari bus menabrak lima kendaraan yakni bus Trans Putera Fajar bernomor polisi AD-7524-OG, mobil Daihatsu Feroza di lajur Subang arah Bandung, serta tiga motor.

Kecelakaan maut tersebut menewaskan 11 orang diantaranya 9 pelajar SMK Lingga Kencana Depok, satu orang guru dan seorang pengendara sepeda motor yang merupakan warga Subang.