Tips Berkendara Aman Saat Menghadapi Kemacetan

Tips Berkendara Aman Saat Menghadapi Kemacetan (dok Honda).

Tips Berkendara Aman Saat Menghadapi Kemacetan

Prolite – Berkendara di jalan raya seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan. Selain kondisi jalan yang rusak, tergenang banjir, berlumpur, atau dipenuhi kerikil, pengendara juga kerap menghadapi situasi kemacetan terutama saat melakukan perjalanan jauh seperti musim mudik ke kampung halaman.

Kemacetan merupakan situasi yang tidak diinginkan oleh semua pengendara. Dalam kondisi ini, kita dituntut untuk tetap tenang dan mampu mengendalikan emosi, baik dalam pengoperasian sepeda motor maupun dalam menjaga etika berkendara.

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma, menyampaikan bahwa hal paling penting yang harus diperhatikan oleh pengendara adalah kesabaran dan kemampuan untuk mengontrol emosi saat berada di tengah kemacetan.

“Saat menghadapi kemacetan, kita harus selalu bijak dan memahami etika berkendara. Sebaiknya tidak terpancing emosi maupun memancing emosi pengendara lain. Misalnya, hindari membunyikan klakson secara berlebihan, jangan memotong antrian, dan tetap peduli terhadap keselamatan pengendara di sekitar kita,” jelasnya.

dok Honda
dok Honda

Bagi pengguna sepeda motor bebek atau sport yang menggunakan transmisi manual, berikut beberapa tips berkendara aman saat berada di tengah kemacetan:

Gunakan gas secara perlahan. Jangan menarik tuas gas secara spontan atau sekaligus, tetapi ayunkan secara perlahan agar motor melaju dengan halus.

Hati-hati dalam menggunakan rem. Saat berada dalam antrian, sebaiknya gunakan salah satu rem saja baik rem depan atau rem belakang atau bergantian. Pastikan juga jari tangan tidak menekan tuas rem secara bersamaan saat menarik gas, agar pergerakan motor tidak tertahan dan komponen rem serta sistem kelistrikan (seperti lampu rem) tetap awet.

Perhatikan penggunaan kopling. Hindari menekan kopling setengah-setengah secara terus-menerus karena dapat menyebabkan keausan pada komponen mesin.

  1. Posisi Berkendara yang Benar

Selain itu, penting juga untuk menjaga postur tubuh agar tetap rileks dan nyaman saat berkendara, terutama saat harus berlama-lama di jalan. Berikut 7 poin penting dalam postur berkendara yang benar:
Pandangan mata ke depan, untuk memprediksi potensi bahaya dengan memperhatikan pergerakan dan sinyal dari 3–4 kendaraan di depan.

2. Pundak tetap rileks, tidak kaku.

Sikut membentuk sudut, agar dapat meredam getaran dan gaya pegas saat akselerasi atau pengereman.
Tangan menggenggam stang dengan rileks, dan pastikan jari tidak menarik tuas rem atau kopling jika tidak digunakan.
Pinggul berada di tengah jok, posisi duduk tegak dan seimbang, tidak terlalu ke depan atau ke belakang.

Lutut atau betis menempel pada bodi motor. Untuk tipe matic dan cub, berada di dalam sayap motor; untuk tipe sport, menempel ringan pada tangki bensin untuk mengurangi resiko benturan dari samping atau depan.
Ujung kaki menghadap ke depan. Pastikan jempol kaki menyentuh ringan pada pedal rem dan pedal perseneling.

Selain menjaga emosi dan etika berkendara, jangan lupa untuk selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, seperti helm SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Ini adalah bagian penting dari upaya #Cari_Aman dalam setiap perjalanan, tak peduli jauh atau dekat, ramai atau sepi.




Perawatan Sepeda Motor Setelah Mudik Lebaran

Perawatan Sepeda Motor Setelah Mudik Lebaran (dok Honda).

Perawatan Sepeda Motor Setelah Mudik Lebaran

Prolite – Setelah menempuh perjalanan mudik menggunakan sepeda motor, baik dalam jarak pendek maupun jauh, penting bagi pemilik kendaraan untuk memastikan kondisi motornya tetap optimal agar siap digunakan kembali dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut Ade Rohman, Sub Department Head Technical Training PT Daya Adicipta Motora, perjalanan mudik seringkali membawa sepeda motor melalui berbagai kondisi jalan, seperti kemacetan panjang dan medan yang menantang. Oleh sebab itu, diperlukan pengecekan dan perawatan rutin agar performa kendaraan tetap terjaga. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi sepeda motor pasca mudik:

Membersihkan Sepeda Motor Saat perjalanan, motor dapat terkena lumpur, debu, dan kotoran akibat hujan atau jalanan yang basah. Kotoran yang menempel bisa menyebabkan karat, gesekan berlebih, atau merusak komponen tertentu. Untuk itu, segera cuci motor menggunakan air bertekanan guna menghilangkan kotoran. Gunakan sabun khusus, lalu keringkan dengan lap bersih. Jangan lupa melumasi bagian yang memerlukan pelumas agar tetap bekerja optimal.

dok Honda
dok Honda

Mengganti Oli Mesin Oli mesin perlu diganti secara berkala sesuai dengan batas waktu atau jarak tempuh yang telah ditentukan, umumnya setiap – km. Penggantian oli bertujuan untuk memastikan kinerja mesin tetap maksimal dan menghindari keausan berlebihan akibat penggunaan intensif selama perjalanan jauh.

Memeriksa Saringan Udara Filter udara berfungsi menyaring debu dan kotoran agar tidak masuk ke ruang bakar. Ada tiga jenis filter udara:
○Urethane foam: Bisa dicuci dan dilumasi kembali dengan oli setelah dibersihkan.
○ Dry paper: Dibersihkan menggunakan angin bertekanan dari dalam ke luar.
○ Viscous paper element: Harus diganti sesuai jadwal perawatan. Jika motor sering digunakan di daerah berdebu atau basah, lakukan pemeriksaan lebih sering. Penggantian filter udara disarankan setiap km agar motor tetap efisien dan hemat bahan bakar.

Memeriksa Cairan Radiator Radiator berperan penting dalam menjaga suhu mesin agar tetap stabil. Pastikan level cairan radiator tidak berada di bawah batas minimum. Jika perlu, tambahkan cairan pendingin (coolant) dan lakukan pengurasan setiap km untuk mencegah mesin dari overheating.

Pemeriksaan Busi Busi berperan dalam sistem pembakaran dan harus diperiksa secara rutin, setidaknya setiap km. Jika busi masih dalam kondisi baik, cukup dibersihkan. Namun, jika sudah aus atau telah mencapai batas pemakaian km, segera ganti dengan yang baru untuk menjaga efisiensi pembakaran.

Mengecek Sistem Rem Rem adalah bagian penting dalam keselamatan berkendara. Pastikan brake pad atau brake shoes tidak aus dan tetap dalam kondisi optimal. Periksa selang rem untuk jenis hidrolik serta kabel atau tuas rem untuk tipe mekanis. Jika terdapat kebocoran atau keausan pada komponen, segera lakukan penggantian agar sistem pengereman tetap responsif.

Memeriksa CVT pada Motor Matic Untuk pemilik motor matic, periksa komponen CVT (Continuously Variable Transmission) secara berkala. Jika CVT kotor atau terdapat keausan pada v-belt, bisa berdampak pada performa motor. Oleh karena itu, lakukan perawatan secara teratur untuk kenyamanan berkendara.

Pemeriksaan Ban dan Roda Pastikan tekanan angin ban sesuai standar dan periksa kondisi ban apakah ada keretakan atau benjolan. Selain itu, cek juga pelek untuk memastikan tidak ada kerusakan akibat benturan dengan trotoar atau jalan berlubang.

Merawat Gear Sprocket dan Rantai Untuk motor manual, rantai roda harus disetel agar tidak terlalu kencang atau terlalu longgar. Penyetelan yang tepat akan membantu mencegah keausan berlebih dan menjaga performa kendaraan tetap optimal.

Selain penyetelan, pelumasan rantai juga perlu dilakukan secara berkala agar tetap awet dan tidak cepat aus. Gunakan pelumas rantai khusus seperti AHM Chain Lube 70 ML (ACL70ML) atau produk sejenis untuk memastikan pelumasan yang optimal.

Melakukan pemeriksaan dan perawatan setelah perjalanan jauh sangat penting untuk menjaga keandalan sepeda motor. Agar lebih optimal, perawatan ini sebaiknya dilakukan di bengkel resmi atau AHASS guna memastikan motor tetap dalam kondisi prima.




Agar Motor Tak Bermasalah Meski Lama Tak Dipakai, Ikuti Tips Ini

Agar Motor Tak Bermasalah Meski Lama Tak Dipakai, Ikuti Tips Ini (dok Honda).

Agar Motor Tak Bermasalah Meski Lama Tak Dipakai, Ikuti Tips Ini

Prolite – Sepeda motor merupakan pilihan transportasi utama bagi banyak masyarakat Indonesia karena kepraktisannya. Kendaraan ini digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, seperti pergi bekerja, sekolah, atau berdagang, karena mampu menghindari kemacetan dengan lebih efisien.

Selain itu, sepeda motor lebih fleksibel untuk perjalanan jarak pendek, baik dalam kota maupun antar kota, terutama di daerah dengan jalan sempit. Banyak juga yang memanfaatkannya untuk mengangkut barang dagangan, menjadikannya alat transportasi yang ekonomis dan serbaguna.

Ada kalanya sepeda motor tidak digunakan dalam jangka waktu lama, misalnya karena pemiliknya bepergian, memiliki kendaraan lain, atau alasan tertentu. Namun, jika dibiarkan terlalu lama tanpa perawatan, motor berisiko mengalami berbagai masalah. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan beberapa hal agar kondisi motor tetap prima saat akan digunakan kembali. Beberapa dampak yang mungkin terjadi jika sepeda motor tidak digunakan dalam waktu lama antara lain:

dok Honda
dok Honda

Sub Department Head Technical Training PT Daya Adicipta Motora, Ade Rohman menjelaskan, “Jika sepeda motor dibiarkan terlalu lama tanpa digunakan, berbagai masalah bisa muncul, seperti aki melemah karena tidak ada proses pengisian daya, bensin mengendap yang berisiko menyumbat sistem bahan bakar, serta oli yang mengental sehingga pelumasan mesin tidak optimal saat dinyalakan kembali. Selain itu, ban bisa kempes atau retak akibat lama tidak bergerak, komponen logam seperti rantai, cakram rem, dan knalpot rentan berkarat, serta adanya kemungkinan sarang tikus atau serangga yang dapat merusak kabel dan sistem kelistrikan.”

Untuk menghindari masalah tersebut, berikut beberapa tips yang dapat membantu menjaga kondisi motor saat tidak digunakan dalam waktu lama :

● Simpan di tempat yang tepat
Parkirkan motor di lokasi yang teduh dan terlindung dari sinar matahari langsung maupun hujan untuk mencegah kerusakan pada cat dan komponen. Gunakan cover motor agar terhindar dari debu, kotoran, dan kelembapan yang bisa mempercepat proses korosi.

● Perawatan aki (baterai)
Aki yang tidak terpakai dalam waktu lama bisa cepat tekor atau rusak. Untuk menghindarinya, cabut aki dan simpan di tempat yang kering dan sejuk, jauh dari sumber panas. Sebelum digunakan kembali, pastikan aki masih dalam kondisi baik dan terisi penuh dengan menggunakan charger aki jika diperlukan.

● Isi tangki bensin
Tangki bensin sebaiknya diisi penuh untuk mencegah terbentuknya kondensasi udara yang bisa menyebabkan karat di dalam tangki.

● Cek dan ganti oli jika perlu
Sebelum menyimpan motor dalam waktu lama, pastikan oli mesin masih dalam kondisi baik. Jika sudah mendekati waktu penggantian, sebaiknya ganti oli terlebih dahulu agar tidak terjadi pengendapan yang dapat mengganggu kinerja mesin.

● Periksa kondisi dan tekanan ban
Pastikan tekanan ban tetap dalam kondisi normal sesuai rekomendasi pabrik untuk mencegah perubahan bentuk atau kempes. Disarankan menggunakan standar tengah agar beban tidak bertumpu pada ban atau menambahkan alas di bawah ban untuk mengurangi tekanan langsung ke permukaan.

● Melumasi komponen yang bergerak dan berbahan logam
Oleskan pelumas pada rantai motor untuk mencegah karat dan menjaga fleksibilitasnya. Selain itu, komponen berbahan logam seperti baut, pegangan, dan bagian lain yang rentan berkarat juga sebaiknya diberikan pelumas agar tetap terlindungi.

Dengan perawatan yang tepat, sepeda motor tetap dalam kondisi prima meskipun tidak digunakan dalam waktu lama. Jika setelah penyimpanan ditemukan masalah yang tidak normal, segera lakukan pengecekan di bengkel resmi Honda atau AHASS untuk memastikan motor tetap aman dan nyaman digunakan.




Pengen Mudik Aman dan Nyaman Pakai Sepeda Motor? Ini Tipsnya…

Mudik Aman & Nyaman Ala Honda

Tips Mudik Aman dan Nyaman dengan Sepeda Motor Ala Honda

Prolite – Tips Mudik Aman dan Nyaman dengan Sepeda Motor. Mudik merupakan salah satu budaya yang sudah melekat pada masyarakat Indonesia. Berbagai kalangan melakukan tradisi ini dengan menggunakan beragam jenis kendaraan, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi.

Sepeda motor menjadi salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh pemudik setiap tahunnya. Kelebihan menggunakan sepeda motor untuk mudik antara lain biaya operasional yang lebih hemat serta fleksibilitas dalam memilih rute untuk menghindari kemacetan, sehingga perjalanan dapat menjadi lebih cepat dibandingkan dengan transportasi lainnya.

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma menjelaskan, “Namun, mudik menggunakan sepeda motor memiliki berbagai risiko, terutama dari segi keselamatan. Oleh karena itu, meskipun tidak dilarang, sangat disarankan agar pemudik mempertimbangkan opsi transportasi yang lebih aman.”

Jika tetap memilih menggunakan sepeda motor, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar perjalanan mudik aman dan nyaman.

1. Batasi Jumlah Penumpang dan Barang Bawaan
Sepeda motor idealnya hanya digunakan oleh dua orang, yaitu pengendara dan satu orang pembonceng. Mengendarai sepeda motor dengan lebih dari dua orang sangat berisiko dan berbahaya. Selain itu, daya angkut barang juga terbatas. Jika barang bawaan tidak cukup disimpan di bagasi motor, pemudik dapat menggunakan tas gendong atau menambahkan boks tambahan seperti side box dan rear box.

Pastikan ukuran boks sesuai dengan kapasitas motor dan tidak mengganggu keseimbangan berkendara. Untuk boks samping, lebarnya tidak boleh melebihi stang kemudi atau spion, sementara boks belakang sebaiknya tidak lebih panjang dari 30 cm.

Jika membawa barang berlebih, cara terbaik adalah mengirimkannya terlebih dahulu menggunakan jasa ekspedisi sebelum mudik. Dengan begitu, beban motor tetap ringan dan lebih mudah dikendalikan, sehingga meningkatkan faktor keselamatan selama perjalanan.

2. Gunakan Perlengkapan Berkendara yang Lengkap dan Sesuai Standar
Saat mudik dengan sepeda motor, kenakan perlengkapan keselamatan standar. Gunakan helm SNI dengan pengait terkunci, jaket, celana panjang, serta sarung tangan untuk kenyamanan dan perlindungan. Pilih sepatu tertutup daripada sandal, dan gunakan jas hujan setelan agar mudik aman saat hujan.

3. Istirahat Secara Berkala
Berkendara dalam jarak jauh menggunakan sepeda motor dapat menyebabkan kelelahan yang meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, untuk perjalanan mudik aman, pemudik sebaiknya beristirahat setiap 2 jam sekali atau ketika mulai merasa lelah. Gunakan area istirahat yang aman seperti rest area, SPBU, atau tempat yang ramai untuk menghindari tindak kejahatan.

4. Periksa Kondisi Kendaraan Sebelum Berangkat
Agar mudik aman dan nyaman menggunakan sepeda motor, sebelumnya pastikan kendaraannya dalam kondisi prima. Periksa tekanan dan kondisi ban, pastikan rem depan dan belakang berfungsi dengan baik, serta pastikan oli mesin dalam jumlah yang cukup. Selain itu, cek juga lampu depan, belakang, dan lampu sein agar berfungsi optimal, serta pastikan klakson bekerja dengan baik sebagai alat komunikasi di jalan.

5. Patuhi Peraturan Lalu Lintas dan Berkendara dengan Bijak
Keselamatan adalah prioritas utama saat mudik dengan sepeda motor. Selalu patuhi peraturan lalu lintas, seperti tidak melawan arus, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Nyalakan lampu utama baik siang maupun malam untuk meningkatkan visibilitas, dan jangan memaksakan diri berkendara jika merasa mengantuk atau kelelahan demi perjalanan mudik aman dan nyaman.

Mudik menggunakan sepeda motor memang memiliki beberapa keuntungan, namun juga memiliki risiko yang tinggi. Jika memungkinkan, gunakan transportasi umum atau kendaraan yang lebih aman untuk perjalanan jauh. Namun, jika tetap memilih mudik dengan sepeda motor, pastikan untuk selalu menerapkan prinsip #Cari_Aman dengan berkendara secara bijak dan mengutamakan keselamatan diri serta pengguna jalan lainnya.




HDC 2025 Buka Kelas Baru Vario 160, Ajak Pecinta Balap Melesat di Sirkuit

HDC 2025

Prolite – Gelaran Honda Dream Cup (HDC 2025) yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat pecinta balap kembali digelar tahun ini di empat kota besar di Indonesia.

Mewadahi antusias pelaku dan pecinta kecepatan, HDC 2025 menjadi ‘pesta’ balap yang sarat dengan beragam sensasi aksi balap yang memberikan hiburan penuh adrenalin untuk berbagai kalangan terutama para pecinta balap. HDC 2025 hadir dengan kelas untuk motor-motor honda yang sudah teruji kencangnya, tak terkecuali Honda Vario 160.

Kencangnya skutik premium sporti Honda Vario 160 telah dibuktikan dalam sejumlah kelas eksebisi pada gelaran HDC 2024 hingga menjadi sajian yang menarik bagi pecinta balap matic. Selain itu semangat ketangguhan CBR series dengan dominasinya di arena balap Asia, turut dihadirkan dalam kelas sport HDC. Dimana CBR150R yang menjadi tunggangan para pebalap di kelas HDC 4 menjadi kelas yang dinanti dalam menaklukan lintasan balap.

Pada kelas yang dilombakan, HDC membuka 10 kelas utama, yakni Sonic/GTR 150 Expert/Novice (HDC 1), Sonic/GTR150 Rookie U-16 (HDC 2), Sonic/GTR150 Beginner U-12 (HDC 3), CBR Pemula (HDC 4), Supermoto 150 standar pemula (HDC 5), Supermoto tune-up 180cc terbuka (HDC 6), Matic Standar s/d 130 Wanita (HDC 7), Matic Standar s/d 130 Pemula (HDC 8), Matic tune up s/d 130 terbuka (HDC 9), dan hadirnya satu kelas terbaru Vario 160 standar (HDC 10). Setiap kelas yang dilombakan menjadi wadah bagi pebalap-pebalap muda dalam menunjukan performanya sebagai talenta balap Tanah Air yang mumpuni. Pada lokasi penyelenggaraan HDC yang memiliki antusias pebalap tinggi atas minat tertentu akan difasilitasi dengan dibukanya kesempatan kelas baru.

HDC 2025

Tidak hanya sekedar menyuguhkan persaingan di lintasan balap, HDC 2025 juga memiliki rangkaian kegiatan yang semakin menarik. Dimulai dari HDC Tour di mana para siswa SMA/SMK sederajat akan mendapatkan sharing berbagai pengetahuan mengenai dunia balap. Tidak hanya itu, HDC 2025 juga mengajak serta komunitas sepeda motor Honda untuk melakukan turing atau city rolling menuju lokasi balap. Kemeriahan balap HDC 2025 juga akan diwarnai dengan berbagai booth pameran edukasi dari berbagai pendukung kegiatan HDC.

Pesta balap motor yang memiliki tajuk Satu Hati Indonesia Juara, Melesat Lebih Cepat! akan dimulai dari area Jawa Timur, yakni kota Malang, Jawa Timur pada 20 April 2025. Agenda balap one make race ini berlanjut ke kota Medan, Sumatera Utara pada 18 Mei 2025. Berlanjut ke pulau seribu sungai, Kalimantan, pelaksanaan HDC 2025 diselenggarakan di kota Samarinda, Kalimantan Timur pada 15 Juni 2025, dan akan berakhir pelaksanaanya di wilayah Sulawesi Selatan pada bulan Agustus 2025.

General Manager Marketing Planning & Analysis PT Astra Honda Motor (AHM) Andy Wijaya mengatakan AHM memiliki komitmen kuat untuk dapat melakukan aktivitas positif bersama masyarakat, salah satunya melalui kegiatan di lintasan balap. Selain itu, HDC 2025 juga berupaya mewujudkan impian masyarakat dari penjuru negeri yang ingin turut serta ataupun menyaksikan lebih dekat sensasi balap dari pebalap-pebalap idolanya.

“Kami ingin mengajak seluruh pecinta balap di Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam pesta balap Honda melalui kelas-kelas balap yang kompetitif. HDC menjadi arena dan wadah yang tepat bagi pecinta balap yang ingin merasakan kecepatan dan ketangguhan motor Honda miliknya. Melalui berbagai hiburan dan aktivitas yang digelar, kehadiran HDC juga menjadi ruang kebersamaan kami bersama masyarakat,” ujar Andy.

Berbagai informasi mengenai kegiatan HDC juga bisa dipantau melalui kanal sosial media Astra Honda Racing Team seperti YouTube Astra Honda Racing Team, Instagram @astrahondaracingteam, dan juga Facebook page Astra Honda Racing Team.




Pentingnya Memahami Isyarat Touring untuk Keselamatan di Jalan

Pentingnya Memahami Isyarat Touring untuk Keselamatan di Jalan (dok Honda).

Pentingnya Memahami Isyarat Touring untuk Keselamatan di Jalan

BANDUNG, Prolite – Touring bagi sebagian banyak orang mungkin hanya mengendarai sepeda motor jarak jauh untuk mengunjungi suatu tempat. Namun disamping itu, jika anda seorang biker yang sering touring mengunakan sepeda motor tentunya wajib mengetahui etika ketika sedang diperjalanan.

Pada dasarnya, kegiatan touring apalagi bersama komunitas sepeda motor merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan. Karena touring bisa menjadikan wadah bertukar informasi, bersilaturahmi bahkan menjadi sarana hiburan setelah melewati berbagai kesibukan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun ketika saat touring bersama bikers lainnya, biker wajib mengetahui beberapa hal seperti simbol atau sandi-sandi dalam touring grup. “Ada beberapa sandi dasar ketika berkendara yang aman jika para biker melakukan perjalanan lebih dari 1 motor atau grup, agar perjalanan aman dan nyaman serta tidak mengganggu pengguna jalan lain,” buka Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora.

Selain itu hal lain yang disarankan adalah untuk fokus dan tetap memberikan sandi-sandi aman berkendara di jalan raya. Ini berfungsi supaya anggota atau rekan kita saat konvoi bersama bisa menghindari jalan rusak atau berada di jalur yang benar.

“Hal ini dilakukan biasanya dilakukan oleh Road Captain yang merupakan pengendara sepeda motor yang memimpin perjalanan touring,” kata Ludhy. Tugas dari Road Captain adalah memberikan informasi kepada para anggota lainnya seperti untuk menghidupkan mesin, adanya jalan berlubang ketika diperjalanan, memberikan isyarat berbelok dan berhenti perlahan.

dok Honda
dok Honda

Berikut beberapa sandi atau isyarat dasar dalam berkendara grup yang perlu diperhatikan oleh seluruh anggota konvoi saat touring :

1. Menghidupkan Mesin
Road Captain memberikan sandi dengan cara mengangkat dan mengepalkan tangan kiri bersamaan dengan memutar jari telunjuk, hal ini mengisyaratkan kepada rombongan untuk menghidupkan sepeda motor nya.

2. Jalan Berlubang
Road Captain memberikan sandi dengan cara menurunkan tangan kiri yang menandakan bahwa ada jalan yang berlubang saat dilewati oleh rombongan.

dok Honda
dok Honda

3. Berbelok
Road Captain memberikan sandi dengan cara mengangkat tangan kiri lalu mengarahkan pada arah tujuan saat akan berbelok yang akan dituju oleh rombongan touring. Isyarat ini dilakukan sebelum berbelok.

4. Berhenti Perlahan
Road Captain memberikan sandi dengan mengepalkan tangan kiri-nya menandakan kita harus berhenti secara perlahan.

“Selain kita harus memahami sandi-sandi dalam perjalanan touring menggunakan sepeda motor. Pengendara juga wajib menggunakan Helm, Jaket, Sarung Tangan, dan Masker untuk selalu tetap #Cari_Aman saat berkendara,” tutup Ludhy.




Keselamatan Berkendara Motor di Berbagai Kondisi Cuaca

Keselamatan Berkendara Motor di Berbagai Kondisi Cuaca (dok Honda).

Keselamatan Berkendara Motor di Berbagai Kondisi Cuaca

Prolite – Sepeda motor merupakan alat transportasi yang praktis dan efisien, dapat digunakan kapan saja dan dalam berbagai kondisi cuaca. Namun, saat berkendara, pengendara harus selalu menyesuaikan dengan kondisi jalan demi keamanan dan kenyamanan agar selalu #Cari_Aman saat berkendara.

Saat berkendara di cuaca panas, penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan banyak minum air. Jika melakukan perjalanan jauh, sebaiknya beristirahat setiap dua jam untuk menghindari kelelahan. Sementara itu, saat hujan turun, pengendara masih dapat menggunakan sepeda motor, asalkan visibilitas tetap jelas dan tidak terhalang oleh hujan yang terlalu deras.

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma, menjelaskan, “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berkendara dalam hujan lebat. Kondisi jalan yang basah menjadi lebih licin dan berbahaya, terutama karena pasir dan kotoran di aspal yang terbawa oleh air hujan. Oleh karena itu, pastikan untuk mengurangi kecepatan agar lebih mudah mengantisipasi potensi bahaya. Saat melakukan pengereman mendadak, sebaiknya kurangi penggunaan rem depan dan lebih mengandalkan rem belakang untuk mencegah ban depan tergelincir.”

dok Honda
dok Honda

Selain itu, masalah lain yang sering muncul saat hujan lebat adalah embun yang menempel di visor helm akibat pernapasan. Untuk mengatasi hal ini, pengendara bisa menggunakan lapisan “anti fog” pada visor helm, yang berfungsi untuk mencegah terbentuknya embun. Jika tidak memungkinkan menggunakan anti fog, pengendara dapat mengatur cara bernapas, yaitu dengan menarik napas melalui hidung dan menghembuskannya melalui mulut ke arah bawah. Dengan begitu, udara hangat dari pernapasan tidak langsung mengenai visor dan mengurangi risiko penghalangan pandangan.

Tidak semua kondisi hujan dapat pengendara lalui dengan aman. Jika hujan terlalu deras disertai angin kencang, sebaiknya segera menepi dan mencari tempat berlindung yang aman. Pilihlah lokasi seperti bangunan rumah atau gedung di pinggir jalan, dan hindari berteduh di bawah pohon karena berisiko tersambar petir. Selain itu, jangan berlindung di terowongan, karena dapat mengganggu lalu lintas dan menyebabkan kemacetan.

Saat berkendara di tengah hujan, selalu gunakan jas hujan berwarna cerah dengan model setelan (jaket dan celana) untuk meningkatkan visibilitas dan kenyamanan. Hindari penggunaan jas hujan ponco, karena dapat berkibar terkena angin dan berisiko tersangkut di roda atau kendaraan lain. Selain itu, pastikan untuk selalu memakai perlengkapan berkendara yang lengkap, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu, agar tetap aman dan terlindungi selama perjalanan.




Tips Berkendara Sepeda Motor dengan Aman di Lalu Lintas Padat Perkotaan

Tips Berkendara Sepeda Motor dengan Aman di Lalu Lintas Padat Perkotaan (dok Honda).

Tips Berkendara Sepeda Motor dengan Aman di Lalu Lintas Padat Perkotaan

Prolite – Bepergian ke mana pun lebih mudah dan ekonomis dengan menggunakan sepeda motor. Berbagai tempat dapat dijangkau dengan lebih fleksibel, terutama bagi pengendara yang sering beraktivitas di area perkotaan. Selain menggunakan riding gear yang lengkap, ada beberapa tips berkendara yang perlu diperhatikan agar tetap aman saat melintas di jalanan kota.

Perkotaan merupakan area dengan lalu lintas yang padat, di mana terdapat berbagai pengguna jalan seperti angkutan umum, pesepeda, pejalan kaki, serta kendaraan pribadi lainnya. Kepadatan lalu lintas ini menuntut pengendara untuk selalu fokus dan waspada saat berkendara. Salah satu cara untuk menjaga keselamatan adalah dengan mematuhi batas kecepatan yang telah ditetapkan dan dipasang oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Batas kecepatan tersebut telah disesuaikan dengan kondisi jalan guna memastikan kelancaran dan keamanan berkendara di area perkotaan.

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma menjelaskan, Berkendara dengan sepeda motor merupakan pilihan yang praktis dan ekonomis, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di perkotaan. Sepeda motor memudahkan akses ke berbagai tempat, namun penting untuk selalu memperhatikan keselamatan saat berkendara. Selain memastikan perlengkapan berkendara yang lengkap, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan agar tetap aman di jalan perkotaan.

Perkotaan merupakan wilayah dengan lalu lintas yang sangat padat. Banyaknya pengguna jalan seperti angkutan umum, pesepeda, pejalan kaki, dan kendaraan lainnya menuntut kita untuk selalu fokus dan waspada. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkendara dengan kecepatan yang sesuai dengan kondisi jalan dan mematuhi batas kecepatan yang tertera pada rambu-rambu lalu lintas yang dipasang oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Batas kecepatan yang ditetapkan sudah disesuaikan dengan kondisi jalan untuk memastikan kelancaran dan keamanan berkendara.

Kecepatan maksimal untuk sepeda motor 40 km/jam di area perkotaan memberikan keuntungan karena memperluas ruang lingkup penglihatan kita. Dengan kecepatan yang lebih rendah, kita bisa lebih mudah mengantisipasi potensi bahaya dan lebih cepat bereaksi terhadap situasi yang tidak terduga. Sebaliknya, semakin tinggi kecepatan yang kita tempuh, semakin sempit ruang lingkup penglihatan kita, sehingga memperbesar risiko kecelakaan.

Bahaya di jalanan perkotaan sangat beragam, mulai dari kendaraan yang berhenti mendadak, orang yang menyebrang, hingga kondisi lalu lintas yang tidak terduga. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan area sekitar dengan seksama. Hindari berkendara sambil menggunakan handphone atau terlalu lama berbicara dengan penumpang, karena aktivitas tersebut dapat mengurangi konsentrasi dan fokus kita saat berkendara.

“Kecelakaan dapat dicegah dengan kesiapan dan kewaspadaan. Tidak ada bahaya yang datang begitu saja jika pengendara selalu memperhatikan kondisi sekitar dan siap untuk bereaksi dengan tepat saat ada potensi bahaya. Selain itu, jangan lupa untuk selalu mengenakan helm dan jaket sebagai perlindungan diri, serta pastikan menggunakan riding gear lainnya seperti sarung tangan, celana panjang, dan sepatu untuk menjaga keselamatan,” ujar ” ujar Ludhy.

Selalu ingat, #Cari_Aman saat berkendara di jalanan perkotaan untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.




Pentingnya Penggunaan Lampu Sein yang Benar untuk Keselamatan Berkendara

Pentingnya Penggunaan Lampu Sein yang Benar untuk Keselamatan Berkendara (dok Honda).

Pentingnya Penggunaan Lampu Sein yang Benar untuk Keselamatan Berkendara

Prolite – Lampu sein merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor yang berfungsi sebagai alat komunikasi visual antar pengendara. Dengan menyalakan lampu sein, pengendara dapat memberi isyarat kepada pengguna jalan lain mengenai arah pergerakan kendaraan tanpa harus berbicara atau mengeluarkan suara. Penggunaan lampu sein yang benar tidak hanya membantu pengendara lain dalam mengantisipasi pergerakan kita, tetapi juga meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Sayangnya, masih banyak pengendara yang kurang memahami penggunaan lampu sein dengan tepat, seperti mengganti warnanya dengan warna lain. Standar warna lampu sein adalah oranye, karena warna ini lebih mudah dikenali dalam berbagai kondisi pencahayaan. Selain itu, warna oranye juga identik dengan tanda peringatan atau kewaspadaan, sehingga lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada pengendara lain.

dok Honda
dok Honda

Selain warna, ritme kedipan lampu sein juga telah dirancang khusus agar nyaman bagi mata dan tetap jelas terlihat oleh pengguna jalan lain. Jika kedipan terlalu cepat, meskipun lebih mencolok, bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan membingungkan pengendara lain. Sebaliknya, jika kedipannya terlalu lambat atau tidak berkedip sama sekali, fungsinya sebagai penanda arah pergerakan kendaraan menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, penting untuk memastikan lampu sein berfungsi dengan baik sesuai standar demi keselamatan bersama di jalan.

dok Honda
dok Honda

Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, menekankan bahwa penggunaan lampu sein yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Salah satu kesalahan umum adalah lupa mematikan lampu sein, sehingga arah yang ditunjukkan tidak sesuai dengan pergerakan sebenarnya. Oleh karena itu, pengendara harus selalu memperhatikan indikator kendaraan dan menggunakan lampu sein dengan benar.

“Selain itu, menyalakan lampu sein tidak boleh dilakukan secara mendadak. Sebelum berbelok atau berpindah jalur, sebaiknya lampu sein dinyalakan sekitar lima detik sebelumnya agar pengendara lain memiliki waktu untuk mengantisipasi pergerakan kita. Hal ini membantu mengurangi potensi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di jalan,” ujar Ludhy.

Lampu hazard juga merupakan bagian dari sistem lampu sein yang memiliki fungsi khusus, yaitu untuk memberi tanda dalam situasi darurat. Oleh karena itu, penggunaan lampu hazard sebaiknya hanya dilakukan dalam kondisi mendesak, seperti ketika kendaraan mengalami kerusakan di tengah jalan. Hindari penggunaan lampu hazard dalam situasi yang tidak sesuai, seperti saat berkendara dalam konvoi atau ketika hujan, karena dapat membingungkan pengendara lain.

Selalu bijak dalam menggunakan lampu sein, karena keselamatan adalah prioritas utama saat berkendara. Pastikan setiap isyarat yang kita berikan jelas dan sesuai dengan kondisi di jalan. Mari selalu #Cari_Aman saat naik motor dan jadilah pengendara yang bertanggung jawab.




Mekanisme Reaksi Berkendara, Kunci Aman di Jalan Raya

mekanisme reaksi berkendara

Mekanisme Reaksi Berkendara, Kunci Aman di Jalan Raya

Prolite – Saat berkendara sepeda motor, tanpa disadari kita terus menerus melakukan mekanisme reaksi yang berulang.

Ya, sepeda motor merupakan alat transportasi yang mudah digunakan dan sangat mudah dijumpai di Indonesia. Dengan kemampuan akomodasi yang praktis, sepeda motor menjadi pilihan utama masyarakat sebagai alat transportasi untuk bepergian ke berbagai tempat.

Mekanisme ini adalah serangkaian respons yang terjadi secara otomatis ketika kita menghadapi potensi bahaya di jalan raya.

Mekanisme reaksi pertama adalah proses identifikasi, yaitu mengamati dan memahami kondisi lalu lintas di depan kita. Banyaknya potensi bahaya di jalan raya menuntut kita untuk menentukan ancaman mana yang paling berpotensi menyebabkan kecelakaan. Dalam melakukan identifikasi ini, penting bagi kita untuk dapat memperkirakan dengan baik dan cepat apa yang mungkin terjadi di depan saat berkendara.

Mekanisme reaksi kedua adalah pengambilan keputusan. Ketika kita menghadapi bahaya di jalan, seperti pengendara lain yang tiba-tiba memotong jalur karena hendak berbelok ke kiri, kita harus segera menentukan tindakan yang tepat. Keputusan yang mungkin diambil bisa berupa melakukan pengereman, membunyikan klakson, menambah kecepatan, atau bahkan mengungkapkan ketidakpuasan. Keputusan ini dipengaruhi oleh kondisi emosi, pengalaman, dan kesehatan pengendara. Namun, yang terpenting adalah mengambil keputusan secara tepat dan cepat untuk menghindari kecelakaan.

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma menjelaskan, “Jika keputusan kita adalah melakukan pengereman, maka langkah selanjutnya adalah melakukan reaksi terhadap keputusan tersebut. Dalam hal ini, reaksi yang diperlukan adalah menutup gas dan menarik tuas rem depan dan belakang secara bersamaan. Mekanisme reaksi ini sangat penting karena tanpa reaksi yang baik, keputusan yang tepat sekalipun dapat menjadi sia-sia dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.”

mekanisme reaksi berkendara

“Mekanisme ini terus terjadi secara berulang setiap kali kita berkendara. Waktu yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi bahaya hingga melakukan reaksi sangat singkat, bahkan kurang dari satu detik. Semakin tinggi kecepatan sepeda motor yang kita kendarai, maka semakin sempit pula jarang pandang kita kedepan dan area sekitar sehingga membuat kita untuk semakin cepat dalam mengambil keputusan di dalam siklus mekanisme reaksi ini,” ujar Ludhy.

Selalu kenali potensi bahaya di jalan raya agar terhindar dari kecelakaan. Gunakan helm dan jaketmu setiap kali naik motor, serta selalu #Cari_Aman demi keselamatan saat berkendara.