Ketahui Fungsi dan Ragam Jenis Knee Protector untuk Bikers

Ketahui Fungsi dan Ragam Jenis Knee Protector untuk Bikers (dok).

Ketahui Fungsi dan Ragam Jenis Knee Protector untuk Bikers

Prolite – Sejalan dengan semangat #Cari_Aman yang selalu digaungkan oleh komunitas Honda, keselamatan berkendara adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Selain helm dan jaket, ada satu riding gear yang sering terlupakan namun memiliki peran sangat krusial, yaitu knee protector atau pelindung lutut.

Lalu, mengapa riding gear yang satu ini begitu penting? Karena lutut merupakan salah satu titik pertama yang paling sering mengalami benturan saat pengendara terjatuh atau mengalami kecelakaan. Oleh sebab itu, memahami fungsi serta jenis knee protector menjadi hal yang wajib bagi setiap pengendara.

Perlu diketahui, fungsi utama knee protector adalah meredam energi benturan sekaligus mencegah abrasi atau luka gesek pada area lutut dan tulang kering. Secara anatomi, lutut terdiri dari tempurung, sendi, serta ligamen yang sangat kompleks dan rentan cedera. Tanpa perlindungan yang memadai, benturan keras dengan aspal dapat menyebabkan patah tempurung lutut hingga kerusakan sendi permanen.

Tak hanya melindungi tulang, knee protector berkualitas juga dirancang untuk menjaga posisi kaki tetap stabil saat terjadi gesekan di jalan. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko cedera ligamen akibat kaki tertekuk atau terpelintir secara paksa.

Tidak semua knee protector diciptakan sama. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis aktivitas berkendara agar tetap nyaman sekaligus memberikan proteksi maksimal. Berikut beberapa jenis knee protector yang perlu Brosis ketahui:

1. Knee Guard (Protektor Eksternal)
Jenis ini paling umum digunakan oleh bikers. Biasanya terdiri dari dua hingga tiga lapisan plastik keras (hard shell) yang dihubungkan dengan engsel atau kain elastis, serta dipasang di luar celana menggunakan tali velcro.

Knee guard sangat cocok untuk touring jarak jauh. Desainnya yang kokoh mampu memberikan perlindungan maksimal dari benturan batu kerikil maupun gesekan aspal. Selain itu, protektor ini juga praktis karena mudah dilepas dan dipasang saat pengendara beristirahat.

2. Knee Protector Internal
Pelindung jenis ini umumnya berbentuk bantalan fleksibel yang akan mengeras saat menerima benturan, seperti material D3O atau CE Level 1/2. Protektor ini diselipkan ke dalam kantong khusus pada celana riding atau jeans khusus motor.
Sangat ideal untuk daily riding. Karena posisinya berada di dalam celana, tampilannya lebih kasual dan tidak mencolok, cocok bagi pekerja kantoran maupun mahasiswa yang ingin tetap aman tanpa mengorbankan estetika.

3. Knee Slider
Berbeda dari pelindung benturan, knee slider biasanya terbuat dari plastik keras atau keramik dengan permukaan licin dan terpasang pada racing suit.

Komponen ini dirancang khusus untuk trackday di sirkuit. Fungsinya bukan untuk meredam benturan saat jatuh, melainkan sebagai titik tumpu atau indikator ketika pengendara melakukan cornering ekstrim hingga lutut menyentuh aspal.

4. Knee Brace
Ini merupakan level tertinggi perlindungan lutut. Knee brace memiliki rangka kaku yang umumnya terbuat dari serat karbon atau aluminium, berfungsi membungkus kaki untuk mencegah lutut berputar atau bergeser secara tidak alami.

Jenis ini banyak digunakan oleh pengendara off-road, motocross, atau mereka yang memiliki riwayat cedera ligamen namun tetap ingin aktif berkendara.

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma, menjelaskan, “Menggunakan knee protector bukan berarti kita mengharapkan kecelakaan terjadi, melainkan sebagai bentuk persiapan diri agar risiko cedera dapat diminimalisir.”

“Pastikan memilih jenis knee protector yang sesuai dengan kebutuhan pelindung internal untuk gaya hidup urban, dan pelindung eksternal yang lebih kokoh untuk perjalanan jarak jauh,” ujar Ludhy.

Terakhir, selalu lengkapi diri dengan riding gear yang aman dan nyaman, jangan lupa berdoa, serta lakukan pengecekan kendaraan sebelum berkendara. Pastikan sepeda motor selalu dalam kondisi prima agar setiap perjalanan terasa lebih aman, nyaman, dan tentunya tetap #Cari_Aman sampai tujuan.




Tips Beristirahat yang Tepat Saat Perjalanan Jauh dengan Sepeda Motor

Tips Beristirahat yang Tepat Saat Perjalanan Jauh dengan Sepeda Motor (dok).

Tips Beristirahat yang Tepat Saat Perjalanan Jauh dengan Sepeda Motor

Prolite – Perjalanan jarak jauh dengan sepeda motor membutuhkan kondisi fisik yang prima dan konsentrasi penuh. Salah satu faktor penting yang kerap diabaikan adalah waktu dan cara beristirahat yang tepat. Padahal, jika pengendara mengalami kelelahan dapat menurunkan fokus, memperlambat refleks, dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Oleh karena itu, pengendara disarankan untuk tidak memaksakan diri dan memahami sinyal tubuh selama berkendara. Sebagai langkah awal untuk menjaga kondisi tetap optimal, pengendara perlu menerapkan pola istirahat yang teratur selama perjalanan, di antaranya:

1. Istirahat Setiap 2 Jam atau 100 Km

Idealnya, pengendara melakukan istirahat setiap 2 jam berkendara atau setelah menempuh jarak sekitar 100 km. Hal ini penting untuk memberi waktu tubuh memulihkan energi dan menjaga konsentrasi tetap optimal saat melanjutkan perjalanan.

2. Segera Berhenti Saat Mulai Lelah atau Mengantuk

Jangan menunggu kelelahan berlebihan. Tanda-tanda seperti sering menguap, mata terasa berat, pandangan mulai kabur, atau sulit fokus merupakan sinyal bahwa tubuh membutuhkan istirahat. Manfaatkan rest area, SPBU, atau tempat aman lainnya untuk berhenti sejenak.

3. Lakukan Peregangan Ringan

Saat beristirahat, lakukan peregangan sederhana pada area leher, bahu, tangan, punggung, dan kaki. Peregangan membantu melancarkan aliran darah, mengurangi rasa pegal, serta membuat tubuh kembali lebih segar sebelum melanjutkan perjalanan.

4. Perhatikan Asupan Makanan dan Minuman

Pilih makanan ringan dan bergizi. Hindari konsumsi makanan tinggi lemak dan karbohidrat berlebih karena dapat memicu rasa kantuk. Pastikan juga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup.

5. Batasi Waktu Istirahat Secukupnya

Waktu istirahat yang ideal berkisar antara 10–20 menit. Istirahat terlalu lama justru dapat membuat tubuh terasa lemas dan menurunkan kesiapan saat kembali berkendara.

6. Pastikan Tubuh Kembali Siap Berkendara

Sebelum melanjutkan perjalanan, pastikan kondisi tubuh sudah kembali segar, pikiran fokus, dan emosi stabil. Jika rasa mengantuk masih terasa, sebaiknya perpanjang waktu istirahat demi keselamatan.

Sejalan dengan hal tersebut, Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, menyampaikan, “Berkendara jarak jauh bukan tentang seberapa cepat sampai tujuan, tetapi bagaimana pengendara bisa sampai dengan selamat. Istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga konsentrasi dan keselamatan di jalan.”

Dengan memahami pentingnya istirahat yang tepat, pengendara dapat menjaga fokus, refleks, dan kendali selama perjalanan jauh. Selalu #Cari_Aman, dengarkan sinyal tubuh, dan utamakan keselamatan di setiap perjalanan.




Lampu Indikator Aki Menyala, Ini yang Harus Dilakukan Pengendara

Lampu Indikator Aki Menyala, Ini yang Harus Dilakukan Pengendara (dok Honda).

Lampu Indikator Aki Menyala, Ini yang Harus Dilakukan Pengendara

Prolite – Saat mendapati lampu indikator aki menyala pada panel meter sepeda motor, pemilik kendaraan tidak perlu langsung panik. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah melakukan pemeriksaan pada beberapa komponen kelistrikan untuk memastikan sumber permasalahannya.

Secara umum, ada dua kemungkinan penyebab indikator aki menyala. Pertama, arus listrik yang tidak stabil, dan kedua, kondisi aki yang mulai melemah. Arus listrik yang tidak stabil dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti mesin yang masih dalam kondisi dingin atau daya aki yang belum terisi secara optimal. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, bahkan pada sepeda motor dengan aki yang masih baru.

Namun, jika indikator aki menyala akibat kondisi aki yang sudah melemah, maka solusi terbaik adalah mengganti aki dengan yang baru agar performa kelistrikan kembali optimal.

Sebagian sepeda motor saat ini telah dilengkapi dengan digital panel meter yang mampu menampilkan informasi tegangan aki. Dalam kondisi normal, tegangan aki berada di kisaran 12,3 volt hingga 12,6 volt saat mesin dalam keadaan mati. Sementara itu, ketika mesin menyala, tegangan aki normalnya berada di rentang 13,7 volt hingga 14,2 volt.

Apabila tegangan aki berada di bawah 12,4 volt, aki perlu dilakukan pengisian ulang (cas) hingga kembali ke batas normal. Namun, jika setelah pengisian tegangan aki tetap berada di bawah angka tersebut, maka aki disarankan untuk segera diganti.

Selain indikator pada panel meter, terdapat beberapa tanda lain yang menunjukkan aki sepeda motor sudah waktunya diganti. Salah satunya adalah mesin yang sulit dihidupkan, terutama setelah sepeda motor tidak digunakan dalam jangka waktu lama. Kondisi ini menandakan daya simpan aki sudah menurun dan tidak mampu menyuplai listrik secara optimal.

Tanda berikutnya adalah starter elektrik yang tidak merespons atau hanya mengeluarkan bunyi “klik” saat ditekan. Hal ini menunjukkan aki tidak lagi mampu menyediakan daya listrik yang cukup untuk menyalakan mesin. Selain itu, suara klakson yang terdengar lebih kecil atau tidak nyaring juga menjadi indikasi bahwa aki sudah melemah, karena suplai daya listrik yang tidak maksimal.

Faktor usia pakai juga perlu diperhatikan. Umumnya, aki sepeda motor memiliki masa pakai sekitar dua tahun atau lebih, tergantung pada kualitas aki dan pola penggunaan kendaraan. Seiring bertambahnya usia, kemampuan aki dalam menyimpan dan menyalurkan daya listrik akan menurun.

Tanda lainnya yang kerap muncul adalah cahaya lampu utama sepeda motor yang terlihat redup. Kondisi ini menandakan suplai listrik dari aki sudah tidak optimal dan perlu segera diperiksa.

“Untuk menjaga seluruh komponen sepeda motor tetap dalam kondisi prima, lakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala di bengkel AHASS terdekat. Manfaatkan pula layanan kunjung AHASS serta booking service untuk mendapatkan pelayanan yang lebih praktis dan bebas antre,” ujar Ade Rohman selaku Sub Department Head Technical Training PT Daya Adicipta Motora.




Kesalahan Kecil Saat Berkendara yang Sering Menjadi Pemicu Kecelakaan

Kesalahan Kecil Saat Berkendara yang Sering Menjadi Pemicu Kecelakaan (dok Honda).

Kesalahan Kecil Saat Berkendara yang Sering Menjadi Pemicu Kecelakaan

Prolite – Banyak kecelakaan sepeda motor ternyata bukan disebabkan oleh kecepatan tinggi atau manuver berbahaya, melainkan berawal dari kebiasaan kecil yang kerap diabaikan pengendara. Hal-hal sepele ini dapat berubah menjadi risiko besar apabila tidak diperhatikan dengan baik.

Instruktur Safety Riding Center DAM, Ludhy Kusuma, menjelaskan bahwa perilaku pengendara sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan di jalan.

“Kecelakaan sering berawal dari kebiasaan kecil yang dianggap sepele. Jika pengendara lebih peka dan disiplin, banyak insiden dapat dicegah sejak awal. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus mengedukasi pengendara agar selalu mengutamakan ‘#Cari_Aman’,” ujar Ludhy.

dok Honda
dok Honda

Berikut kesalahan kecil yang paling sering menjadi pemicu kecelakaan:

1. Lupa Mematikan Lampu Sein
Lampu sein yang tidak dimatikan setelah berbelok dapat membuat pengendara lain salah memahami arah motor. Situasi ini sering berujung pada tabrakan, terutama di jalan ramai atau area persimpangan.

2. Terlalu Dekat dengan Kendaraan Besar
Berkendara terlalu dekat dengan bus atau truk membuat pengendara masuk ke area blindspot. Motor menjadi tidak terlihat sehingga risiko terserempet atau tertabrak meningkat tajam.

3. Menggunakan HP Saat Berkendara
Mengecek pesan, melihat notifikasi, atau sekadar melirik layar dapat mengalihkan fokus dan memperlambat refleks. Sekali saja perhatian terpecah, pengendara bisa kehilangan kendali dan memicu kecelakaan.

4. Terburu-buru Tanpa Memperhatikan Situasi Sekitar
Keinginan cepat sampai membuat sebagian pengendara mengambil keputusan berbahaya, seperti menyalip sembarangan atau memaksa masuk celah sempit. Perilaku terburu-buru menjadi salah satu penyebab utama insiden di jalan.

5. Mengabaikan Safety Check Sederhana
Hal kecil seperti tidak mengecek tekanan ban, kondisi rem, atau lampu kendaraan sering diabaikan. Padahal, ban kurang angin atau rem tidak pakem bisa menyebabkan motor oleng dan sulit dikendalikan.

Ludhy menambahkan, “Keselamatan bukan hanya soal keterampilan berkendara, tetapi juga soal kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Semakin disiplin kita terhadap hal-hal kecil, semakin besar peluang untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” ujarnya.




Waspada! Ini Ciri Kopling Sepeda Motor Aus dan Cara Perawatannya

kopling,

Waspadai Ciri Kinerja Kopling Tidak Optimal, Begini Cara Merawatnya

Prolite – Untuk sepeda motor berjenis sport maupun cub, sistem transmisinya berbeda dengan motor matik karena menggunakan kopling sebagai penghubung tenaga mesin ke transmisi. Dalam struktur mesin, sistem kopling terdiri dari beberapa komponen seperti tuas kopling, kabel kopling, hingga kampas kopling.

Sub Department Head Technical Training PT Daya Adicipta Motora, Ade Rohman menjelaskan, “Dari seluruh komponen tersebut, kampas kopling menjadi bagian paling vital sekaligus termasuk suku cadang fast moving. Fungsinya sangat penting sebagai pemutus dan penyalur tenaga mesin dari poros engkol ke transmisi. Jika kondisi kampas kopling mulai aus, proses penyaluran tenaga akan terganggu dan performa motor pun menurun.”

Dalam buku pedoman pemilik kendaraan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kondisi kopling setiap km atau setiap 12 bulan. Pemeriksaan ini tidak hanya menjaga performa mesin tetap optimal, tetapi juga membantu memastikan kondisi kampas kopling masih layak pakai.

Selain faktor usia pemakaian, gaya berkendara juga berpengaruh besar terhadap keawetan kampas kopling.

Ciri-ciri Kinerja Kopling Tidak Optimal atau Aus

Akselerasi Melemah

Saat kampas kopling aus, tenaga mesin tidak tersalur secara maksimal karena daya cengkeram kampas berkurang.

Akibatnya, mesin terasa kurang responsif di setiap posisi gigi.

Dalam kondisi ini, mesin dipaksa berputar lebih tinggi untuk menggerakkan motor. Dampaknya, motor sulit mencapai kecepatan maksimal dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Kopling Selip

Gejala lainnya bisa dirasakan saat perpindahan gigi. Motor terasa seperti kehilangan tenaga atau sering terjadi selip saat mengganti gigi. Kesulitan memindahkan gigi ke posisi netral juga bisa menjadi tanda bahwa kampas kopling mulai aus karena berkurangnya daya cengkeram pada plat gesek.

Mesin Cepat Panas

Saat daya cengkeram kampas berkurang, gesekan antara kampas dan plat gesek meningkat sehingga menimbulkan panas berlebih.

Misalnya, dalam kondisi normal mesin bekerja di rpm untuk mencapai 60 km/jam, tetapi saat kampas kopling aus, mesin bisa harus berputar di rpm untuk kecepatan yang sama. Kondisi ini juga membuat putaran mesin terasa kasar saat motor dipacu pada kecepatan tinggi.

Selain itu, gaya berkendara agresif seperti sering menarik gas secara mendadak juga bisa mempercepat keausan kampas kopling.

Tips Merawat Kampas Kopling Motor

Pantau Kinerja Kopling

Jika terasa ada gejala selip atau mesin berputar tinggi tanpa tenaga yang sebanding di roda, segera lakukan pemeriksaan ke bengkel resmi AHASS untuk memastikan kondisi kampas kopling.

Perhatikan Perubahan Performa

Bila motor terasa berbeda dalam perpindahan gigi, muncul suara aneh, getaran, atau sulit memindahkan gigi, segera periksakan ke bengkel. Kemungkinan besar ada komponen kopling yang perlu diservis atau diganti.

Lakukan Perawatan Preventif

Ikuti jadwal perawatan yang disarankan oleh pabrikan Honda. Pemeriksaan rutin dapat mendeteksi sejak dini kondisi kampas kopling sebelum rusak parah.

Gunakan Suku Cadang Asli Honda

Saat melakukan penggantian, gunakan Honda Genuine Parts (HGP) yang telah teruji kualitas dan ketahanannya.

Dengan melakukan perawatan rutin dan menggunakan suku cadang asli, performa sepeda motor akan tetap optimal dan seluruh komponen mesin lebih awet. Jangan lupa, bawalah motor Anda ke bengkel AHASS terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh oleh mekanik terbaik Honda.




Waspadai Area Blindspot, Kunci Aman Berkendara di Jalan Raya

Waspadai Area Blindspot, Kunci Aman Berkendara di Jalan Raya (dok Honda).

Waspadai Area Blindspot, Kunci Aman Berkendara di Jalan Raya

Prolite – Banyak kecelakaan di jalan raya terjadi karena pengendara tidak menyadari adanya area blindspot, yaitu area di sekitar kendaraan yang tidak terlihat oleh pengemudi meskipun sudah menggunakan spion.

Blindspot merupakan area pandang yang tertutup oleh bodi kendaraan itu sendiri. Area ini dapat berada di sisi kanan, kiri, atau belakang kendaraan, bahkan di bagian depan untuk kendaraan besar seperti truk dan bus. Semakin besar ukuran kendaraan, maka semakin luas pula area blindspot yang dimilikinya.

“Pengendara motor sering kali tidak disadari kehadirannya oleh pengemudi kendaraan besar karena berada di area blindspot. Inilah yang membuat posisi tersebut sangat berbahaya,” ujar Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora.

Agar terhindar dari risiko tersebut, pengendara perlu memahami posisi aman dan cara berkendara yang tepat saat berada di sekitar kendaraan lain. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

Pahami posisi blindspot kendaraan lain.

Hindari berada terlalu dekat di sisi kanan, kiri, atau belakang kendaraan besar seperti truk, bus, atau mobil boks.

Semakin besar kendaraan, semakin luas blindspot-nya.

Selalu jaga jarak aman dan pastikan posisi kendaraanmu terlihat oleh pengemudi lain.

Sepeda motor juga memiliki blindspot.

Sebelum berpindah jalur, mendahului, atau masuk ke arus lalu lintas, biasakan untuk menengok ke belakang guna memastikan tidak ada kendaraan lain di posisi tersebut.

Hindari kesalahpahaman di jalan.

Tidak semua pengendara dapat melihatmu, terutama jika pandangan mereka tertutup spion atau pilar kendaraan.

Gunakan perlengkapan berkendara lengkap.

Helm, jaket, dan sarung tangan tidak hanya melindungi tubuh, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya #Cari_Aman di jalan.

Dengan memahami area blindspot, pengendara dapat lebih waspada terhadap pergerakan kendaraan di sekitarnya dan mampu mengantisipasi potensi bahaya lebih dini. Edukasi ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan serta menumbuhkan budaya berkendara yang aman dan tertib di masyarakat.

Karena di setiap perjalanan, #Cari_Aman dengan selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap dan memahami area blindspot agar tetap selamat sampai tujuan dan bisa terus menikmati hal-hal berharga dalam hidup.




Tips Aman Mendahului untuk Pengendara Motor, Jangan Asal Gas!

Tips Aman Mendahului untuk Pengendara Motor, Jangan Asal Gas (dok Honda).

Tips Aman Mendahului untuk Pengendara Motor, Jangan Asal Gas!

Prolite – Bagi pengendara sepeda motor, mendahului kendaraan lain di jalan memang jadi hal yang cukup umum dilakukan. Namun jangan salah, manuver ini termasuk salah satu yang paling berisiko jika tidak dilakukan dengan cara yang benar.

Banyak pengendara yang menganggap manuver ini sederhana, padahal dibutuhkan kewaspadaan tinggi serta pemahaman teknik yang benar agar tetap aman. Tanpa kesiapan dan perhitungan yang tepat, mendahului bisa memicu kecelakaan, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Berikut panduan langkah-langkah aman saat hendak menyalip kendaraan di depan :

Pastikan jalur lawan arah benar-benar kosong dan aman.
Jangan terburu-buru jika jarak pandang terbatas atau lalu lintas padat.

Hidupkan lampu sein kanan sebagai sinyal akan mendahului.
Ini memberi tanda kepada pengendara di depan maupun belakang.

Periksa kaca spion.
Pastikan tidak ada kendaraan lain yang juga hendak menyalip dari belakang.

Tambahkan kecepatan secara bertahap dan tetap kontrol kendaraan.
Jangan tiba-tiba gas penuh, pastikan motor tetap stabil.

Setelah berhasil mendahului, segera kembali ke jalur kiri dengan menyalakan sein kiri.
Jangan terlalu lama di jalur kanan karena bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

“Mendahului bukan soal ingin terlihat keren atau ingin cepat-cepat sampai. Pengendara harus tenang, memperhatikan kondisi sekitar, dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujar Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora.

Keselamatan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama pengguna jalan. Dengan memahami risiko dan menerapkan teknik berkendara yang benar, setiap perjalanan bisa menjadi lebih aman dan nyaman untuk semua. Semangat inilah yang ingin terus dibangun melalui gerakan #Cari_aman menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam setiap aktivitas berkendara.




Layanan Ban Motor FDR Makin Dekat Lewat EFO Service Car

Ban Motor FDR - EFO Service

Layanan Ban Motor FDR Makin Dekat Lewat EFO Service Car dari PT Prakasa Bahana Lestari

Prolite – PT Prakasa Bahana Lestari, Main Dealer resmi ban motor FDR untuk wilayah Jawa Barat Utara dan anak perusahaan dari Daya Group, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen melalui peluncuran inovatif bertajuk EFO Service Car.

EFO Service Car merupakan mobil layanan keliling yang dirancang khusus untuk memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan penggantian dan pemasangan ban motor langsung di lokasi, tanpa perlu datang ke bengkel.

Berangkat dari kebutuhan konsumen yang semakin dinamis serta tingginya aktivitas masyarakat Jawa Barat Utara, PT Prakasa Bahana Lestari menghadirkan solusi praktis dan efisien untuk perawatan ban kendaraan roda dua melalui layanan EFO Service Car. Layanan ini menghadirkan layanan unggulan mulai dari penjualan ban motor FDR, pemasangan dan penggantian ban menggunakan tire changer, hingga pengisian nitrogen semuanya dilakukan secara langsung di lokasi oleh mekanik profesional.

“EFO Service Car merupakan perwujudan komitmen kami untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan akan ban motor berkualitas bisa diakses dengan mudah dan nyaman, tanpa harus meninggalkan tempat kerja atau rumah,” ujar Rukana selaku Operational Department Head PT Prakasa Bahana Lestari.

Ban Motor FDR

Sebagai Main Dealer resmi ban motor FDR di wilayah Sumedang, Karawang, Purwakarta, Subang, Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu, PT Prakasa Bahana Lestari tidak hanya fokus pada distribusi produk, tetapi juga menghadirkan layanan yang menyentuh langsung ke konsumen dan komunitas motor. Kehadiran EFO Service Car menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong penetrasi pasar sekaligus membangun loyalitas konsumen.

Dengan desain mobil yang sudah dilengkapi peralatan tire changer modern dan kompresor nitrogen, EFO Service Car dirancang untuk memberikan pengalaman servis yang cepat, aman, dan berkualitas. Mobil ini juga memungkinkan pelaksanaan berbagai aktivitas promosi langsung di lapangan, seperti open table di lingkungan komunitas, perkantoran, hingga pusat keramaian lainnya.

PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), sebagai produsen ban motor FDR dan bagian dari Astra Group, melalui kolaborasi dengan PT Prakasa Bahana Lestari, berharap agar kehadiran EFO Service Car dapat semakin mendekatkan produk FDR kepada masyarakat dan memperluas akses pelayanan ban motor berkualitas di daerah-daerah strategis.

EFO Service Car tidak hanya menjadi alat operasional, tetapi juga menjadi representasi nilai utama FDR yaitu menjadi ban andalan segala motor. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa industri otomotif pun dapat berinovasi dalam model distribusi dan layanan.

Dengan peluncuran EFO Service Car, PT Prakasa Bahana Lestari berharap dapat membangun standar baru dalam pelayanan purna jual ban motor di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan merk FDR sebagai merk pilihan utama pengguna kendaraan roda dua.

Bagi konsumen yang ingin memanfaatkan layanan EFO Service Car, PT Prakasa Bahana Lestari menyediakan akses pemesanan yang mudah melalui nomor WhatsApp resmi di 0851-8278-8569. Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar produk, promo, dan aktivitas FDR di wilayah Jawa Barat, masyarakat juga dapat mengikuti akun Instagram resmi di @fdrjawabarat.

Selain itu, berbagai produk ban FDR kini dapat dibeli secara online melalui marketplace resmi FDR Jawa Barat di TikTok Shop, Shopee, Tokopedia, dan Toco, guna menghadirkan pengalaman belanja yang lebih praktis dan terjangkau bagi konsumen.




Jangan Dilepas, Ini Fungsi Penting Pelindung Knalpot Sepeda Motor

Fungsi pelindung knalpot pada sepeda motor (dok Honda).

Jangan Dilepas, Ini Fungsi Penting Pelindung Knalpot Sepeda Motor

Prolite – Salah satu perbedaan mencolok antara sepeda motor keluaran terbaru dengan model lawas terletak pada bagian knalpot. Sepeda motor generasi terbaru tidak hanya dibekali teknologi canggih, tetapi juga dirancang lebih aman bagi pengendara—salah satunya dengan menyematkan muffler protector atau pelindung knalpot.

Berbeda dengan motor lawas yang belum dilengkapi komponen ini, muffler protector pada motor modern hadir dengan berbagai fungsi penting yang sering dianggap sepele. Berikut beberapa manfaat utamanya:

1. Pelindung Panas
Knalpot berfungsi untuk membuang gas sisa pembakaran, dan tentunya menghasilkan suhu tinggi. Jika kulit bersentuhan langsung dengan knalpot yang panas, bisa menyebabkan luka bakar. Untuk mencegah hal ini, motor-motor terbaru dari berbagai jenis—matic, bebek, hingga sport—sudah dibekali pelindung knalpot.

Biasanya terbuat dari plastik tahan panas atau logam ringan, pelindung ini mampu menghalangi panas langsung maupun radiasi panas agar tidak menyentuh kaki pengendara maupun pembonceng secara tidak sengaja.

2. Pelindung dari Debu dan Kotoran
Selain melindungi dari panas, pelindung knalpot juga membantu mencegah kotoran seperti debu, air, dan lumpur jalanan menempel langsung pada bagian silencer atau pipa knalpot. Hal ini tentu membuat knalpot lebih awet dan mudah dirawat. Karena terpasang menggunakan mur dan baut, komponen ini juga mudah dilepas dan dibersihkan secara menyeluruh.

3. Peredam Benturan
Saat motor terjatuh, pelindung knalpot berfungsi sebagai lapisan pertama yang bersentuhan dengan aspal. Ini membantu meminimalkan kerusakan pada bagian utama knalpot. Karena terbuat dari bahan yang lebih ringan dan terjangkau, biaya penggantiannya pun lebih murah dibandingkan harus mengganti seluruh knalpot.

4. Menambah Estetika
Tak hanya fungsional, pelindung knalpot juga mempercantik tampilan motor. Desain knalpot terlihat lebih proporsional, sporty, dan modern. Bentuk dan warnanya pun seringkali disesuaikan dengan konsep desain motor secara keseluruhan.

Sub Department Head Technical Training PT Daya Adicipta Motora, Ade Rohman menjelaskan, “Merawat pelindung knalpot sangatlah mudah. Bersihkan secara rutin, terutama setelah terkena hujan atau melewati jalan berlumpur. Karena mudah dilepas, Anda bisa mencucinya secara menyeluruh, termasuk bagian dalamnya.”

“Jangan lupa, lakukan servis berkala di AHASS terdekat agar sepeda motor Anda dirawat oleh teknisi tersertifikasi dengan jaminan suku cadang asli. Gunakan juga layanan booking service untuk servis tanpa antri,” ujar Ade.




Tips Aman Duduk Berboncengan Di Sepeda Motor

berboncengan

Prolite – Tips Aman Duduk Berboncengan Di Sepeda Motor. Sepeda motor merupakan kendaraan yang sering digunakan untuk keperluan sehari-hari. Berbeda dengan kendaraan lain, sepeda motor umumnya memiliki dua tempat duduk, yaitu untuk pengendara dan penumpang. Karena itu, tidak jarang sepeda motor digunakan untuk berboncengan, baik untuk mengantar teman atau keluarga.

Berkendara berboncengan memerlukan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan dan keamanan. Selain memastikan kondisi sepeda motor tetap prima, pengendara juga harus memahami teknik berkendara yang baik dan benar agar perjalanan lebih nyaman dan aman di jalan raya.

Safety Riding Development Section Head PT. Daya Adicipta Motora (DAM), Ludhy Kusuma, menjelaskan bahwa berkendara berboncengan memiliki risiko yang sama bagi pengendara dan penumpang. Oleh karena itu, kedua belah pihak harus memperhatikan aspek keselamatan, salah satunya dengan menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.

Kapasitas yang disarankan untuk berkendara berboncengan adalah maksimal dua orang, yakni pengendara dan seorang penumpang. Pastikan penumpang dapat memegang tubuh pengendara untuk menjaga keseimbangan selama perjalanan.

berboncengan

Penumpang yang berboncengan juga perlu memperhatikan tiga hal terkait postur berkendara yang aman, yaitu :

Tangan berpegangan pada jaket pengemudi bagian pinggang.
Penumpang harus memegang pinggang pengendara, agar tubuh penumpang dapat mengikuti pergerakan sepeda motor dengan baik, terutama saat berbelok. Hindari berpegangan pada behel motor, karena hal ini dapat mengganggu keseimbangan sepeda motor dan meningkatkan risiko terguling saat pengendara melakukan manuver.

Ujung lutut menempel pada pinggul pengemudi
Lutut penumpang sebaiknya menempel atau berada dalam posisi menutup pada pinggul pengemudi. Jangan membuka lutut karena hal ini dapat membahayakan keseimbangan sepeda motor dan meningkatkan risiko terserempet oleh kendaraan lain.

Kedua kaki bertumpu pada pijakan kaki (footstep)
Penumpang harus memastikan bahwa kedua telapak kakinya selalu menempel pada pijakan kaki belakang sepeda motor. Jangan biarkan kaki menggantung karena bisa berisiko terkena rantai motor atau terserempet kendaraan lain.

Selain itu, sangat penting bagi pengendara dan penumpang untuk menghindari penggunaan gadget saat berkendara. Menggunakan ponsel dapat mengalihkan perhatian dan membahayakan keselamatan.

Untuk keselamatan bersama, pastikan untuk selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap dan #Cari_Aman setiap saat di jalan.