Ciptakan Gaya Melukis yang Bikin Kamu Stand Out : Temukan Ciri Khasmu Sekarang !

Gaya Melukis

Prolite – Pernah nggak sih kamu melihat sebuah lukisan dan langsung tahu siapa pelukisnya hanya dari gaya dan ciri khasnya? Nah, itulah kekuatan dari sebuah ciri khas dalam karya seni lukis.

Memiliki gaya melukis yang unik dan berbeda itu penting banget buat seorang seniman, karena itulah yang membuat karyamu diingat dan dikenali.

Tapi, gimana sih caranya menemukan dan mengembangkan ciri khas dalam melukis? Tenang, dalam artikel ini, kita akan bahas cara membangun gaya melukis yang keren dan pastinya “kamu banget”!

Membangun Gaya Melukis : Menemukan Ciri Khas dalam Karya Seni

Ilustrasi – Art Therapy South Africa

Setiap seniman pasti punya keinginan buat menciptakan karya yang mencerminkan kepribadiannya.

Tapi, untuk mencapai itu, kamu perlu menemukan ciri khas yang membuat karyamu beda dari yang lain.

Ini adalah langkah penting untuk membangun identitas artistik yang kuat dan dikenal banyak orang.

Ciri khas dalam melukis bisa muncul dari berbagai elemen seperti warna, garis, tekstur, subjek, atau bahkan suasana yang diciptakan dalam karya. Ini adalah proses yang nggak instan, tapi worth it banget buat dijalanin.

Tips untuk Menemukan dan Mengembangkan Gaya Melukis 

Ilustrasi seseorang yang sedang melukis di kanvas – ist

Gaya melukis yang unik itu nggak bisa langsung muncul begitu aja. Butuh eksplorasi, waktu, dan banyak trial and error.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu coba buat menemukan dan mengembangkan gaya melukis pribadimu:

  • Eksplorasi Berbagai Teknik
    Jangan takut buat coba berbagai teknik melukis. Mulai dari teknik kuas, palet pisau, sampai teknik lukis jari sekalipun. Setiap teknik punya karakteristik tersendiri yang bisa kamu kembangkan jadi ciri khas. Cobalah untuk tidak hanya terpaku pada satu teknik, tapi berani bereksperimen dengan berbagai alat dan metode.
  • Pelajari Karya Seniman Lain
    Lihat dan pelajari karya seniman lain yang kamu kagumi. Coba pahami apa yang membuat karya mereka unik. Tapi ingat, jangan langsung meniru, ya! Jadikan ini sebagai inspirasi untuk menemukan elemen yang kamu suka dan kembangkan menjadi versi “kamu” sendiri.
  • Kenali Warna yang Paling “Kamu Banget”
    Warna adalah elemen penting dalam sebuah lukisan. Coba temukan palet warna yang paling “kamu banget”. Apakah kamu lebih suka warna-warna yang cerah dan ceria, atau mungkin warna-warna gelap dan dramatis? Warna ini bisa jadi salah satu ciri khasmu yang membuat karyamu langsung dikenali.
  • Temukan Subjek Favoritmu
    Apakah kamu suka melukis pemandangan, potret, atau mungkin objek abstrak? Temukan subjek yang paling kamu sukai dan kembangkan itu sebagai bagian dari gaya melukismu. Jangan takut untuk mencoba berbagai subjek sampai kamu menemukan yang paling cocok dengan dirimu.
  • Latihan dan Konsistensi
    Setelah menemukan elemen-elemen yang kamu suka, latihanlah secara konsisten. Latihan yang terus-menerus akan membantu mengasah gaya melukismu dan membuatnya semakin kuat. Konsistensi juga penting buat membentuk ciri khas yang jelas dalam karya-karyamu.

Bagaimana Bereksperimen dengan Berbagai Teknik dan Subjek untuk Membentuk Identitas Artistik

Ilustrasi eksplorasi seni lukis – Freepik

Mencari gaya melukis yang unik adalah tentang bereksperimen dan menemukan kombinasi yang pas antara teknik dan subjek.

Jangan takut buat keluar dari zona nyamanmu dan coba hal-hal baru. Misalnya, jika biasanya kamu melukis dengan cat minyak, cobalah sesekali menggunakan cat air atau cat akrilik.

Eksperimen dengan teknik seperti impasto untuk menciptakan tekstur yang berbeda atau coba teknik glazing untuk menghasilkan warna yang kaya dan mendalam.

Selain itu, jangan ragu untuk bereksperimen dengan subjek. Mungkin selama ini kamu suka melukis pemandangan, tapi cobalah untuk melukis potret atau bahkan abstrak.

Dengan bereksperimen, kamu bisa menemukan kombinasi teknik dan subjek yang benar-benar mencerminkan dirimu dan menciptakan identitas artistik yang kuat.

Ilustrasi seseorang yang sedang melukis di kanvas – Freepik

Menemukan dan mengembangkan ciri khas dalam melukis itu nggak bisa instan, tapi proses ini adalah bagian yang seru dari perjalananmu sebagai seniman.

Cobalah untuk selalu bereksperimen dan terbuka dengan hal-hal baru. Ingat, ciri khas itulah yang akan membuat karyamu diingat dan dikenali. Jadi, jangan takut buat jadi diri sendiri dalam setiap goresan kuasmu!

Yuk, mulai eksplorasi dan temukan ciri khas dalam karya senimu sekarang juga!

Semoga artikel ini bisa menginspirasimu buat terus berkarya dan menemukan gaya melukis yang “kamu banget”! Keep painting and be creative! 🎨




Jajar Wanci, de Braga by Artotel Ajak Ke Masa Anak-Anak

jajar wanci - de Braga by Artotel

Jajar Wanci, de Braga by Artotel Ajak Ke Masa Anak-Anak

BANDUNG, Prolite – Jajar wanci merupakan sebuah galeri karya para seniman lokal Kota Bandung yang dipajang memenuhi dinding tembok hotel de Braga by Artotel Kota Bandung.

Pemeran Jajar wanci bertema ‘realitas paralel dalam masa’ itu ingin mengajak para penikmat seni untuk kembali mengingat ingat masa indah dalam hidupnya dimasa lalu ataupun masa kini untuk dikenang nanti.

“Manakala orang jadul membayangkan masa depan dengan cara saya sendiri, yaitu melalui garis si anak-anak maka gambar ini gamblang orang jadul membayangkan manusia masa depan pasti tinggal bersama planet di bulan, mars, dan lainya semudah naik tangga atau lainnya,” jelas salah seorang seniman, Richard Liem disela memperlihatkan satu karya miliknya di galeri Jajar Wanci.

jajar wanci - de Braga by Artotel

Richad juga menyampaikan ia lebih suka bentuk melingkar karena seolah ia tengah membayangkan hidupnya dikeliling galaksi.

“Anak-anak ini memakai medium yang ringan dan simple, jadi karya saya ini lebih ke kangen masa anak anak. Memang masa anak itu ada aturan juga tapi gak sebanyak dan seribet orang dewasa, misal bangun telat dimarahi ya udah. Tapi orang dewasa kerja jadi telat, dicari bos, dimarahi dipotong gaji, peringatan itu menjadi beban. Makanya saya pengen satu aspek berkarya sebebas itu,” jelasnya.

Sementara itu disampaikan Marketing Communications Manager de Braga by Artotel Juwita Agatari, bahwa sebenarnya pameran seni itu memang selalu dilakukan pihak hotel bahkan tahun sebelumnya satu dua bulan sekali berganti karya seni, kali ini Jajar wanci.

Dan untuk tahun ini tiga bulan sekali karena de Braga by Artotel mengusung konsep lifestyle dan art maka itu, pemeran ini bagian untuk mengapresiasi dari seniman-seniman lokal dari masing-masing kota.

“Jadi kalau misal di Jogja mereka mengambil seniman Jogja, di Bali pun seniman bali dan itu pun terlihat di kamar-kamar kita semua backdrop-nya lukisan kamar karya seniman lokal jadi semua bukan kita ngambil dari internet kemudian printing atau poster-poster biasa, tapi memang karya seni handcrafted entah itu digital atau gambar secara house,” jelasnya.

jajar wanci - de Braga by Artotel

Pameran berlangsung tiga bulan terbuka untuk umum secara gratis itu memajang 13 karya dilukis 6 seniman lokal.

“Namun tidak menutup kemungkinan bahkan kita sering seniman tunggal atau pameran tunggal. Warga mana pun boleh datang gratis menikmati karya bisa pula membeli karya. Ya kami tahu galeri lain berbayar tapi di sini tidak,” ucapnya.

Juwita berharap adanya pameran ini semoga Kota Bandung terus menjadi kota yang mengharumkan Indonesia dengan berbagai geliat karyanya, jadi kalau lihat sendiri tidak hanya seniman lulus S-3 atau mendunia.

“Tapi kesempatan orang ingin berkarya tapi belum bisa masuk galeri, kita berikan kesempatan itu. Selama karya masuk Artotel walaupun anak kecil tidak apa-apa, kita pernah juga menampilkan karya seni anak-anak saat pengungsi timur Tengah,” ujarnya.

Masih kata Juwita, adanya pameran ini menjadi daya ketertarikan semua warga untuk datang ke pabrik tersebut.

“Serasa keep coming back, setiap karya selalu ditunggu, bahkan ada yang dibeli,” paparnya.




Djoko Pekik Maestro Seni Lukis Tanah Air, Telah Berpulang : Dunia Kesenian Berduka

Djoko Pekik

YOGYAKARTA, Prolite – Kabar duka datang dari dunia seni lukis Indonesia. Djoko Pekik, seorang maestro seni lukis Indonesia, telah berpulang pada usia 86 tahun pada Sabtu pagi, 12 Agustus 2023.

Djoko Pekik meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah mengalami kondisi tubuh yang panas.

Djoko Pekik Sudah Lama Mempersiapkan Pemakamannya

Cr. medcom

Anak ketiga Djoko Pekik, Inten Lugutlateng, mengungkapkan bahwa sang ayah akan dimakamkan di Kompleks Makam Seniman Imogiri, Kabupaten Bantul, pada Minggu, 13 Agustus 2023.

Inten menjelaskan bahwa permintaan untuk dimakamkan di sana telah disiapkan oleh Djoko Pekik sendiri beberapa tahun yang lalu.

Jenazah Djoko Pekik akan diistirahatkan di kediamannya di Sembungan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Dalam prosesi pemakaman tersebut, keluarga akan menggunakan mobil ambulans untuk membawa jenazah melintasi beberapa titik yang biasa dilalui oleh Djoko Pekik.

Dijelaskan bahwa salah satu rute yang akan dilewati adalah Jalan Malioboro. Bagi almarhum, Malioboro memiliki makna khusus, sehingga keluarga telah meminta pengemudi mobil ambulans untuk melewati Malioboro tanpa memedulikan kemacetan atau kendala lainnya.

Kedekatan Djoko Pekik dengan Jalan Malioboro tercermin dalam kesukaannya untuk melintasi area tersebut dengan menyaksikan cahaya lampu-lampu di sepanjang Malioboro.

Selain itu, jenazah juga akan singgah sejenak di rumah pertama Djoko Pekik di kawasan Wirobrajan, Kota Yogyakarta.

Inten, anggota keluarga, menjelaskan bahwa rumah di Wirobrajan memiliki makna sejarah sebagai tempat awal perjalanan keluarga bersama sang ayah.

“Rumah di Wirobrajan ini adalah rumah bapak, tempat saya dan keluarga sejak saya kecil. Pada tahun 1994, bapak membangun rumah di Sembungan, dan hingga saat ini rumah itu masih berdiri. Namun, rumah di Wirobrajan memiliki makna yang sangat berarti bagi bapak,” ungkap Inten.

Selanjutnya, keluarga akan menyelenggarakan misa dengan melibatkan lingkungan dan keluarga di rumah duka di Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan. Selain itu, pada pagi hari Minggu, acara akan diadakan dengan partisipasi para seniman.

“Rencananya, pemakaman akan dilakukan besok siang, dimulai dari rumah menuju Makam Seniman di Imogiri,” tambahnya.

Djoko Pekik dalam Pandangan Keluarga

Djoko Pekik
Foto. kompas

Beliau bukan hanya seorang maestro seni lukis, tetapi juga merupakan sosok yang sangat penting dalam perjalanan hidup keluarganya.

Inten, salah satu anggota keluarga, menyebutnya sebagai seorang ayah yang baik dan penuh perhatian terhadap anak-anaknya.

Inten sering menemani sang ayah dalam berbagai acara, terutama acara-acara yang berkaitan dengan seni lukis.

Meskipun dalam kondisi kesehatan yang tidak sepenuhnya prima, beliau tetap berusaha untuk hadir dalam berbagai pameran seni.

Contohnya adalah kehadirannya dalam sebuah pameran di Magelang, Jawa Tengah. Namun, seiring berjalannya waktu, beliau mulai mengurangi intensitas berkaryanya.

“Beliau sudah beberapa saat tidak melukis lagi, karena sudah sulit untuk bergerak. Kondisinya sekarang seperti umumnya orang tua pada umumnya. Meskipun makanannya masih banyak, namun aktivitasnya sudah terbatas,” jelas Inten.

Djoko Pekik tidak hanya dikenang sebagai seorang seniman besar, tetapi juga sebagai seorang ayah yang penuh kasih dan pengorbanan bagi keluarganya.

Lukisan Berburu Celeng karya Djoko Pekik (1998)

Dedikasinya dalam seni dan kehidupan keluarga akan terus menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Djoko Pekik dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu seniman lukis ternama Indonesia dan telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan seni lukis di tanah air.

Karya-karyanya memiliki pengaruh yang kuat dalam perkembangan seni visual Indonesia.

Kepergian beliau merupakan kehilangan besar bagi dunia seni lukis Indonesia. Kami, segenap tim redaksi mengucapkan turut berbela sungkawa.




Yayat Hendayana Berpulang : Tanah Sunda Kehilangan Tokoh Budayawan dan Jurnalis Senior

Yayat Hendayana

BANDUNG, Prolite – Rabu, 26 Juli 2023, tanah sunda kehilangan seorang tokoh budayawan Kota Bandung sekaligus sorang wartawan senior, Yayat Hendayana.

Berita duka menyatakan bahwa beliau meninggal dunia pada usia 80 tahun. Sebelumnya, almarhum sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa hari sebelum berpulang.

Saat ini, jenazah Yayat Hendayana disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Buana Sari 1 No 6, Jalan Logam, Kota Bandung, sebelum akhirnya dikebumikan.

Plh Wali Kota Bandung, Ema Surmarna, turut menyampaikan belasungkawa atas kabar duka tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandung, saya turut berduka. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT,” ucap Ema.

Selain itu, Ema juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini.

Kehidupan dan Kiprah Yayat Hendayana Sebagai Seorang Budayawan dan Wartawan

Facebook Yayat Hendayana

Yayat Hendayana, seorang tokoh budayawan dan wartawan senior, dilahirkan di Bandung pada tanggal 7 Juni 1943.

Di masa mudanya, ia mengejar pendidikan di Akademi Teater dan Film Bandung pada tahun 1965. Selain itu, ia juga mengambil kuliah di bidang Sastra Sunda di Universitas Padjadjaran.

Perjalanan pendidikan Yayat tidak hanya berhenti di dalam negeri. Ia mendapatkan kesempatan yang luar biasa ketika menerima beasiswa dari UNESCO untuk melanjutkan studi di International Institute of Journalism di Berlin, Jerman. Di sana, ia menimba ilmu dan pengalaman yang berharga dalam dunia jurnalisme internasional.

Selain aktif di dunia teater, Yayat Hendayana juga merupakan seorang penyair dan penulis cerita pendek yang berbakat. Karyanya yang penuh inspirasi sering dimuat di berbagai media terkemuka seperti Pikiran Rakyat, Budaya Jaya, Horison, Majalah Sunda, Mangle, dan Gondewa.

Pengakuan atas kualitas karyanya tidak hanya datang dari pembaca, tetapi juga dari Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBBS) yang memberikan penghargaan kepadanya pada tahun 1998.

Buku kumpulan sajak Sunda karyanya, antara lain, adalah “Katiga” (Kemarau, 1979), “Sasambat” (2005), dan “Doa Angkatan Kami”.

Tidak hanya berkarier sebagai penyair dan penulis, Yayat juga memiliki peran penting dalam dunia editorial. Ia pernah menjabat sebagai redaktur majalah Mangle dari tahun 1968 hingga 1972, redaktur Gondewa dari tahun 1972 hingga 1975, dan redaktur di Pikiran Rakyat.

Tak hanya berkiprah dalam dunia sastra dan jurnalisme, Yayat Hendayana juga terlibat aktif di berbagai organisasi dan bidang kebudayaan.

Ia merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesia dan terlibat dalam Pengurus Badan Pertimbangan Kebudayaan Jawa Barat. Selain itu, ia pernah menjadi anggota DPRD Kota Bandung dari tahun 1982 hingga 1987.

Kehidupan dan kiprah Yayat Hendayana sebagai seorang budayawan, wartawan, penyair, penulis, dan aktivis budaya memberikan sumbangan berarti bagi perkembangan seni dan budaya, serta jurnalisme di Indonesia.

Ia adalah sosok yang menginspirasi banyak orang dan warisan karyanya akan tetap dikenang dan diapresiasi oleh generasi-generasi mendatang. Kami, segenap tim redaksi mengucapkan turut berbela sungkawa.




Heboh ! Pemenang Piala Oscar Alan Arkin Meninggal Dunia Di Usia 89 Tahun

Alan Arkin

Pemenang Piala Oscar Alan Arkin Meninggal Dunia

Prolite – Pemenang Piala Oscar Pemeran Pendukung Pria Terbaik melalui film Little Miss Shunsine, Alan Arkin meninggal dunia di usia 89 Tahun.

Kabar kepergian sang aktor tersebut telah di konfirmasi oleh pihak perwakilan keluarga melalui ketiga anaknya, yakni Matthew, Adam dan Anthony dalam pernyataan resmi.

“Ayah kami pemilik bakat alam yang luar biasa, baik sebagai seniman maupun laki-laki. Seorang suami yang penuh kasih, ayah, sekaligus kakek buyut. Ia dikagumi dan akan sangat dirindukan,” ujar Adam dan para saudara kandung lainnya.

Jumat (30/06/2023) waktu AS, pihak keluarga belum menjelaskan detail penyebab meninggalnya Alan Arkin.
Kabar duka meninggalnya Alan tentunya mengguncangkan Hollywood.

Banyak pesohor melayangkan dukacita atas kepergian sang aktor pemenang Piala Oscar tersebut.

Melalui akun Instagram pribadinya, bintang film The Woman King dan Suicide Squad, Viola Davis mengungkapkan belasungkawa dengan mengenang perkataan Alan yang hingga kini membekas di benaknya.

“Saya tahu jika tidak bisa menggerakkan orang, saya tidak bisa menjadi seorang aktor ~Alan Arkin,” cuit Viola Davis sembari mengunggah cuplikan performa Alan dalam Little Miss Sunshine yang mengharukan.