Sakit Kepala Berkepanjangan, Apa Tidak Berbahaya? Kenali 5 Jenisnya

Ilustrasi sakit kepala (istimewa).

Sakit Kepala Berkepanjangan, Apa Tidak Berbahaya? Kenali 5 Jenisnya

Prolite – Sakit kepala sering dialami oleh banyak orang, namun bagai mana dengan sakit yang berkepanjangan apakah berbahaya? Simak penjelasannya berikut ini.

Kebanyakan orang mengatasi masalah sakit pada bagian kepala dengan meminum obat, namun ada bahaya di balik sakit yang berkepanjangan.

Pemeriksaan lebih lanjut perlu di lakukan ketika mengalami sakit yang terus menerus.

Sakit kepala berkepanjangan ini ditandai dengan sakit yang terjadi minimal 15 hari dalam satu bulan dan terjadi selama tiga bulan berturut-turut.

Kejadian sakit yang berkepanjangan bisa jadi kondisi tersebut menandai adanya keluhan kesehatan yang lebih serius.

Hal yang perlu diingat, sakit kepala berkepanjangan ini sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

istimewa
istimewa

  1. Migrain kronis.
  2. Sakit tegang kronis.
  3. Sakit yang timbul dan terjadi terus-menerus.
  4. Pusing berulang.
  5. Sakit karena peningkatan tekanan intrakranial (dipicu oleh tumor otak).

Namun yang perlu di waspadai ketika terasa sakit yang disertai dengan masalah penglihatan.

Bukan hanya itu sakit yang disertai dengan mual, muntah, pusing, kebingungan, atau bahkan hingga kehilangan kesadaran tersebut perlu secepatnya mendapatkan penanganan yang lebih oleh dokter.

Gejalanya semakin parah atau tidak membaik mesti telah mendapat perawatan atau mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter.

Nah, kesimpulanya pusing berkepanjangan yang tak kunjung membaik, bisa saja menandai adanya penyakit serius lainnya. Oleh sebab itu, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala pusing di atas. Nantinya dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk mendiagnosis dan mengetahui penyebab dari sakit kepala berkepanjangan.




Migrain Bukan Sakit Kepala Biasa: Kupas Tuntas Penyebab dan Solusinya!

Sakit Kepala

Prolite – Pernahkah Kamu merasa sakit kepala yang begitu hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari? Jika ya, mungkin kamu pernah mengalami migrain.

Meskipun sering dianggap sebagai sakit kepala biasa, migrain memiliki karakteristik yang unik dan kompleks. 

Mari kita bahas lebih dalam mengenai migrain, mulai dari definisi medis, gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Apa Itu Migrain?

Migrain atau sakit kepala – freepik

Migrain adalah jenis sakit kepala yang sering berulang dan dapat sangat mengganggu. Nyeri yang dirasakan biasanya berdenyut dan seringkali hanya terjadi pada satu sisi kepala. 

Selain nyeri kepala, migrain juga dapat disertai dengan berbagai gejala lain yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman.

Gejala dan Penyebab Migrain

Sakit Kepala
Ilustrasi pria yang sakit kepala – freepik

Gejala migrain sangat bervariasi pada setiap individu. Namun, secara umum, gejala yang sering muncul meliputi:

  • Nyeri kepala berdenyut: Ini adalah gejala yang paling khas dari migrain. Nyerinya bisa sangat hebat dan terasa berdenyut-denyut.
  • Sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan bau: Cahaya terang, suara bising, atau bau yang menyengat dapat memperparah rasa sakit kepala.
  • Mual dan muntah: Banyak penderita migrain mengalami mual dan muntah, terutama saat serangan migrain mencapai puncaknya.
  • Aura: Beberapa orang mengalami aura sebelum atau selama serangan migrain. Aura bisa berupa gangguan penglihatan, seperti melihat kilatan cahaya atau titik-titik, atau gangguan sensori lainnya.

Sampai saat ini, penyebab pasti migrain belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor diperkirakan dapat memicu terjadinya migrain, seperti:

  • Genetik: Migrain seringkali bersifat turun-temurun.
  • Hormon: Perubahan hormon pada wanita, seperti saat menstruasi, dapat memicu migrain.
  • Stres: Stres emosional atau fisik dapat menjadi pemicu migrain.
  • Makanan tertentu: Beberapa makanan, seperti cokelat, keju, atau makanan yang mengandung pengawet, dapat memicu migrain pada sebagian orang.
  • Kurang tidur: Pola tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko terjadinya migrain.

Cara Mengatasi Migrain

Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan migrain secara total, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi dan intensitas serangan migrain, antara lain:

  • Obat-obatan: Obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan nyeri kepala. Namun, untuk migrain yang parah, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan khusus.
  • Istirahat: Beristirahat di ruangan yang gelap dan tenang dapat membantu meredakan gejala migrain.
  • Kompres dingin: Mengompres bagian kepala yang sakit dengan kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa sakit.
  • Mengubah gaya hidup: Mengatur pola makan, tidur yang cukup, dan mengurangi stres dapat membantu mencegah terjadinya migrain.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang mengalami migrain dengan cara yang berbeda. 

Jika Kamu sering mengalami migrain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. 

Dengan penanganan yang tepat, Kamu bisa mengelola migrain dan tetap menjalani kehidupan yang nyaman dan produktif.