Seberapa Penting Vaksinasi Rabies untuk Hewan dan Manusia?

Rabies

Prolite – Awas, guys! Rabies masih mewabah, nih! Jadi, penting banget buat memberikan vaksin ke hewan peliharaan kamu. Nggak mau kan, hewan kesayangan kamu terkena penyakit yang berbahaya ini?

Kalian pada tahu nggak sih, ini tuh penyakit yang super bahaya? Kalo hewan peliharaan kamu sampe kena, bisa berabe deh ceritanya! Yuk, kita simak lebih lanjut, seberapa penting vaksinasi itu buat hewan peliharaan dan terutama untuk kamu sendiri!

Kenapa Rabies Itu Bisa Berbahaya?

istockphoto

Rabies itu salah satu penyakit zoonosis tertua yang bisa menular ke hewan-hewan lain dan bahkan manusia. Penyakitnya disebabkan oleh Lyssavirus yang suka serang saraf dan otak.

Penyakit ini menular ke hewan mamalia yang berdarah panas kayak anjing, kucing, kera, sapi, kerbau, dan lain-lain. Tapi, yang paling sering terkena itu anjing dan ada sekitar 90 persen kasusnya. Sisanya, ada juga kera dan kucing gitu.

Penyakit ini bisa ditularin ke manusia lewat gigitan, cakaran, dan jilatan pada kulit yang luka sama hewan yang udah terinfeksi. Ngeri banget ya kan?

Oleh Karena Itu, Vaksinasi Sangat Diperlukan!

1. Vaksinasi Untuk Hewan

istockphoto

Vaksinasi pada hewan itu penting banget buat melindungi hewan peliharaan kamu. Vaksin ini bekerja dengan mengajarkan sistem kekebalan tubuh hewan untuk melawan virus rabies. Jadi, kalo hewan kamu terkena gigitan binatang yang terinfeksi, sistem kekebalan tubuhnya udah otomatis siap melawan virusnya.

Banyak yang berpikir, “Ah, hewan gue kan di dalam rumah terus. Nggak bakal kenapa-kenapa deh!” Tapi, guys, jangan salah. Rabies itu penyakit yang mematikan dan bisa menyerang siapa aja, termasuk hewan yang nggak pernah keluar rumah sekalipun. Bahkan, hewan yang selalu di dalam rumah aja bisa terinfeksi kalo ada hewan liar atau hewan peliharaan tetangga yang terjangkit.

2. Vaksinasi Untuk Manusia

istockphoto

Selain untuk hewan peliharaan kamu, vaksin rabies juga bisa diberikan untuk kamu para pemilik hewan peliharaan. Kalo hewan kesayangan kamu terinfeksi, risiko penularannya ke kamu juga tinggi, terutama kalo kamu ada kontak langsung sama air liur hewan yang terinfeksi.

Vaksinasi diberikan untuk memberikan pencegahan terhadap penyakit ini. Tindakan ini bisa merangsang tubuh untuk membentuk antibodi, sehingga bisa melawan virus yang masuk ke tubuh.

Biasanya, butuh sekitar 7-10 hari buat tubuh kita bisa bikin perlindungan yang kuat dengan adanya antibodi. Jadi, kalau kita kena gigitan hewan yang terinfeksi, kita udah punya perlindungan yang mantap!

Ada Dua Jenis Vaksin Rabies Yang Digunakan Untuk Manusia

istockphoto

Ada vaksin jaringan saraf dan vaksin kultur sel. Tapi, WHO udah merekomendasikan penggantian vaksin jaringan saraf dengan vaksin kultur sel yang lebih aman dan efektif.

Di Amerika Serikat, mereka pake dua jenis vaksin rabies kultur sel yang umum, yaitu vaksin HDCV (Imovax) yang dibuat dari kultur sel diploid manusia, dan vaksin PCECV (RabAvert) yang dibuat dari kultur sel embrio ayam. Kedua vaksin ini dianggap aman dan dinilai efektif.

Sedangkan di Indonesia, lebih sering dipake dua pilihan vaksin berikut;

  • Vaksin rabies PrPP

Nah, vaksin ini diberikan buat pencegahan sebelum terpapar virus rabies. Biasanya, diberikan ke orang yang berisiko tinggi terpapar. PrPP booster juga direkomendasikan secara rutin buat pencegahan ekstra, terutama buat orang-orang yang pekerjaannya bikin mereka berisiko tinggi terpapar rabies.

  • Kedua, ada vaksin rabies PEP

Vaksin ini digunakan buat menghentikan perkembangan rabies setelah terpapar virusnya. Jadi, tujuannya buat melindungi tubuh setelah digigit hewan yang terinfeksi. PEP ini melibatkan suntikan antibodi terhadap virus rabies (HRIG) ke bagian yang terkena gigitan. Pemberian vaksin rabies ini dilakukan pada hari yang sama dengan terpaparnya virus, kemudian dosis vaksin tambahan diberikan pada hari ke-3, 7, dan 14.

Kapan Sebaiknya Vaksinasi Dilakukan?

istockphoto

Jadi, vaksin ini perlu diberikan buat orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit ini, dan juga buat hewan peliharaan kita.

Kalau buat hewan peliharaan, dosis pertama vaksinasi rabies biasanya diberikan waktu hewan itu masih di bawah 3 bulan. Kalo buat manusia, vaksinasi ini penting banget buat mereka yang punya hewan peliharaan atau kerja di sekitar hewan.

Jadi, hal ini nggak boleh dianggap remeh, ya! Kita harus serius melindungi diri kita dan hewan peliharaan kita dari penyakit-penyakit berbahaya seperti rabies.

Jangan lupa untuk rutin mengikuti jadwal vaksinasi hewan peliharaan kita sesuai dengan petunjuk dokter hewan. Sama halnya, kita juga harus memperhatikan rekomendasi vaksinasi yang diberikan oleh tenaga medis untuk kita sendiri.

Ingat, pencegahan itu lebih baik daripada mengobati. Vaksinasi adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kita serta hewan peliharaan kita dari penyakit yang berbahaya.

Jadi, yuk kita jaga kesehatan kita dan hewan peliharaan kita dengan memberikan vaksinasi yang tepat! 🐈🦮🐾




Paska Laporan, DKPP Gerak Cepat Vaksinasi Rabies

vaksinasi rabies

BANDUNG, Prolite – Hari ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian gerak cepat melakukan vaksinasi rabies hewan peliharan di wilayah Jl Samiaji Ujung Gg Saleh , 07/06, Kel Arjuna, Kec Cicendo, Kota Bandung Setelah sebelumnya satu ekor kucing diduga warga terkena virus rabies diboyong petugas,

Kabid Perternakan dan Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan (DKPP) Kota Bandung Wilsandi Saefulloh mengatakan vaksinasi rabies ini guna meminimalisir hewan terkena penyakit rabies.

“Sebenarnya, kami memang ada rencana juga vaksinasi masal tanggal 26 Juni 2023 namun disini didahulukan karena ada laporan kucing sakit kemarin,” jelas Wili sapaan akrabnya.

Masih kata Wili vaksinasi nanti akan dilakukan di beberapa titik tersebar di Kota Bandung.

“Nanti ada link yang harus diisi. Itu untuk pendataan hewan peliharan ada berapa banyak dan agar ketahuan tahun depan di vaksin ulang,” ucapnya.

Warga Jl Samiaji Ujung sendiri antusias pemberian vaksin tersebut. Pasalnya selain vaksin diberikan secara gratis, warga pun kini merasa tenang dan nyaman karena hewan kesayangan mereka sudah divaksin rabies.

“Ya cukup antusias untuk kegiatan vaksin tadi, walaupun dadakan tapi yang datang buat vaksin hewan peliharaan ternyata cukup banyak, malah ada yang tidak kebagian karena datang telat. Saya harap kegiatan vaksin ini diagendakan lagi, karena masih banyak binatang peliharaan yang belum di vaksin,” jelas Bene salah seorang warga sekaligus pemilik kucing bernama Chiro.

Sementara itu Ketua RT 07 Lina Marlina mengaku senang adanya vaksinasi rabies tersebut. Lina sangat berterima kasih kepada DKPP yang telah gerak cepat menanggapi laporan warga dan langsung melakukan vaksinasi rabies masal.

“Alhamdulillah sudah terlaksana vaksin untuk kucing di daerah kami, walaupun dengan perjuangan berat kucing-kucingnya pada ngamuk tapi terlaksana dengan baik, berkat petugas yang sigap dan bantuan selaku tuan rumah Bapak Bene. Kami haturkan banyak terima kasih. Mudah-mudahan ke depan kucing-kucing di daerah kami khususnya pada sehat,” ujarnya.

“Sekali lagi kami haturkan banyak terima kasih kepada DKPP yang gercep menindaklanjutin laporan warga, dan sudah memberikan Vaksin kepada kucing-kucing warga kami,” ucapnya lagi.

Sementara itu kucing yang diambil petugas Rabu lalu menurut Wili dan dokter hewan tidak mengarah pada virus rabies, kemungkinan karena salah makanan. Namun menjaga hal negatif, pihak DKPP masih melakukan observasi terhadap kucing bernama Poli itu.




Takut Kucing Rabies, DKPP Respon Cepat Laporan Warga

Kucing Rabies

Selain Anjing, Hewan Lain Seperti Kucing, Kera, Kelelawar Juga Berpotensi Terkena Rabies

BANDUNG, Prolite – Warga RT 07 Jalan Samiaji Ujung Gg Saleh Kelurahan Arjuna sempat geger, gegara seekor kucing tampak sakit seolah bergejala rabies mengeluarkan air liur dan agresif terhadap manusia.

Salah seorang warga Benediktus SN (42) mengaku berawal saat pagi tadi Selasa (21/6/2023) keluar rumah mendapati kucing belang hitam abu berada dibawah kursi halaman rumahnya.

Hewan tersebut mengeram dan dari leher hingga perutnya basah kuyup akibat air liurnya mengalir terus.

“Kucingnya marah saat didekati, kami khawatir ini gejala rabies, di sini kan banyak anak kecil. Kucing ini milik tetangga saya bu Dedah,” jelas Bene seraya mengatakan langsung menghubungi DKPP.

Di tempat yang sama Kabid Perternakan dan Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan (DKPP) Kota Bandung, Wilsandi Saefulloh mengatakan untuk pengamanan pihaknya langsung membawa Hewan tersebut.

“Yang lapor baru ini, diharapkan masyarakat segera lapor ke kami untuk diberikan cepat tindakan. Bagusnya segera amankan dahulu masukan kandang lalu lapor agar secepatnya di identifikasi lalu nanti observasi seperti apa,” jelas Wili panggilan akrabnya.

Terkait gejala mengeluarkan air liur dan agresif kata Wili banyak kemungkinan, terlebih menurut pemilik kondisinya di pagi hari biasa saja.

“Beberapa jam baru kondisi seperti itu makanya kita observasi dulu. Beberapa gejala penyakit kasus itu bisa stres juga, nah observasi ini memastikan kondisinya. Kami berharap sekali keaktifan respon masyarakat agar bisa memperkecil kemungkinan dampak negatif dari penyebaran penyakit asal hewan, cepat lapor cepat teridentifikasi penyakitnya apa,” tegasnya.




Awas! Rabies Binatang Peliharaan, Segera Vaksin!

virus rabies

BANDUNG, Prolite – Viral di media sosial seorang anak asal Buleleng, Bali meninggal dunia disebabkan oleh gigitan anjing rabies pada anak tersebut.

Hal ini membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melakukan langkah langkah antisipasi penanganan virus rabies.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefuloh, mengimbau masyarakat Kota Bandung yang memiliki hewan peliharaan terutama kucing, anjing, musang, dan kera untuk segera di vaksin.

“Empat hewan itu potensi terbesar di Kota Bandung menularkan virus rabies.” ujar Wilsandi saat ditemui, Senin, (19/6/2023).

DKPP Kota Bandung sendiri sedang memasifkan pemberian vaksin kepada hewan peliharaan untuk meminimalisir tingkat penyebaran virus ini dari hewan ke manusia. Tak hanya hewan peliharaan, hewan liar pun turut dilakukan pemantauan dan vaksinasi.

“Kita sedang mengumpulkan data kepemilikan hewan peliharaan di setiap kelurahan khususnya pembawa rabies. Sehingga nanti awal Juli sudah bisa dilakukan dengan masif untuk seluruh kelurahan termasuk hewan liar,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses vaksinasi rabies kepada hewan, pihaknya menggandeng Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk mempercepat progres pemberian vaksin.

“Untuk tahun ini akan sediakan vial vaksin rabies, ini sudah berjalan, dan juga kita sedang meminta tambahan ke provinsi Jabar. Agar masyarakat tidak hanya vaksinasi di DKPP tapi bisa mendatangi tempat tertentu,” ujar Wilsandi.

Masih kata dia, hewan yang bergejala virus ini, di antaranya yaitu takut cahaya, kesulitan makan, takut air, cenderung agresif dan mengeluarkan air liur berlebihan.

Sehingga, jika pemilik hewan peliharaan menemui ciri tersebut segera menghubungi DKPP atau dokter hewan terdekat.

Tak hanya itu, Wilsandi mengingatkan jika ada masyarakat Kota Bandung yang mengalami gigitan hewan khususnya kucing, musang, anjing dan kera untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kita bersama Dinkes sudah membuat tim taktis kalau nanti tiba-tiba terjadi ada kasus langsung menanggapi. Termasuk kepada puskesmas agar respon cepat ketika ada kejadian, sehingga jika ada kasus gigitan akan diperiksa baik hewan maupun manusia yang digigit,” kata dia.