Farhan-Erwin Unggul di Quick Count

Farhan-Erwin - Quick Cout

Unggul Berdasarkan Hitung Cepat, Farhan-Erwin Pastikan Tetap Kawal Penghitungan Suara di KPU

BANDUNG, Prolite – Calon wali Kota Bandung dan Calon Wakil Walikota Bandung Farhan-Erwin bersyukur atas kemenangannya dalam Pilwalkot Bandung 2024 berdasarkan hitung cepat (quick count) dari sejumlah lembaga survei.

Menurutnya hasil ini tidak akan jauh berbeda dengan hasil resmi dari KPU Kota Bandung dalam beberapa waktu ke depan.

“Tren suara akan tetap bertahan. Sehingga kami bisa dikatakan pasangan calon yang unggul di Pilwalkot Bandung 2024,” kata Farhan dalam keterangan resminya terkait hasil hitung cepat Pilwalkot Bandung 2024, di Rumah Pemenangan Farhan-Erwin, di Jalan Bengawan, Kota Bandung, Rabu (27/11/2024).

Untuk menjaga kemenangannya itu, dia memastikan akan mengawal penghitungan suara di berbagai tingkatan hingga penetapan akhir di KPU Kota Bandung. “Secara struktural kita akan menjaga suara dan menjaga kemenangan kita sampai di penetapan akhir oleh KPU nanti,” katanya.

Lebih lanjut, Farhan-Erwin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama ini. Kemenangannya ini buah dari kerja keras dan pengorbanan baik dari partai pengusung, relawan, dan masyarakat umum lainnya.

“Kita syukuri hasil hari ini sebagai buah dari kerja keras, buah dari kerjasama, juga buah dari pengorbanan. Pengorbanan kita membawa maslahat,” katanya.

Dia juga memastikan bahwa semua pihak yang telah mendukungnya selama ini memiliki tujuan yang sama yaitu untuk masa depan Kota Bandung yang lebih baik. “Yang ada di sini bekerja bukan untuk Farhan dan Erwin, tapi untuk Kota Bandung. Untuk Bandung UTAMA, lebih penting dari Farhan-Erwin,” katanya.

Farhan pun mengucapkan terima kasih kepada KPU dan Bawaslu Kota Bandung yang sudah bekerja dengan baik selama pesta demokrasi ini. Menurutnya terbukti dari tingkat partisipasi pemilih yang relatif baik.

“Tingkat partisipasi mendekati 70%,” ucapnya. Saat ditanya terkait komunikasi dengan pasangan calon lain, dia menyebut hal itu telah dilakukannya.

Bahkan, Farhan memuji kandidat lain sebagai sosok yang telah mencerahkan warga Kota Bandung. “Dari tadi pagi kami sudah komunikasi, kami saling memberikan pujian. Sosok-sosok ini telah berani dalam kampanye, mengedukasi masyarakat dengan politik santun. Kami semua bersepakat, bagaimana pun juga kita mah dulur, tetap satu keluarga,” katanya.

Saat ditanya terkait langkah awalnya saat memimpin Kota Bandung nanti, Farhan memastikan dirinya bersama Erwin akan semaksimal mungkin dalam mewujudkan janji-janji kampanyenya. “Kita akan memulai janji-janji kampanye kita, itu mesti diidentifikasi dari sekarang. Supaya tidak ngarang, kita akan bekerja berdasarkan janji politik dan RPJMD,” katanya.

Di akhir pernyataan, Farhan tak lupa mengucapkan terima kasihnya kepada media yang telah bekerja dengan baik selama mengawal pesta demokrasi ini. Sebagai salah satu pilar demokrasi, menurutnya media telah mengedukasi masyarakat dalam berdemokrasi sehingga pilwalkot Bandung berjalan baik.

“Media telah menunjukkan profesionalismenya yang tinggi. Kita bisa menjaga sebagai salah satu di antara pilar demokrasi. InsyaAlloh pilkada di Kota Bandung menjadi salah satu yang terbaik karena minimnya kejadian (negatif),” katanya




Hasil Quick Count, Haru-Dhani: Kita Hormati, Tapi Proses Pilkada Belum Usai

haru-dhani - quick count

Hasil Quick Count, Haru-Dhani: Kita Hormati, Pilkada Belum Usai

BANDUNG, Prolite – Pasangan Calon (Paslon) Haru Suandharu – R. Dhani Wirianata menghormati hasil quick count sejumlah lembaga survei terkait Pilkada Kota Bandung. Tapi menurutnya pilkada masih belum usai.

Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers Rabu (27/11/2024) malam. Sebelum konferensi, pihaknya bersama jajaran tim pemenangan memang turut memantau quick count. Hasilnya memang belum seperti yang diharapkan.

Misalnya berdasarkan Lembaga Survei Kedai Kopi, pasangan – Erwin unggul di angka 45,61 persen. Sementara Haru – Dhani mendapat 35,57 persen.

Sedangkan dua paslon lain suaranya masih kalah jauh. Posisi ketiga ada pasangan Arfi – Yena hanya mendapat 11,85 persen. Lalu di posisi terbawah adalah pasangan Dandan – Arif dengan 7,19 persen. Quick count itu berdasarkan 97,20 persen data yang masuk.

Sedangkan menurut Charta Politika Indonesia, pasangan – Erwin meraih 44,31 persen di susul Haru-Dhani 36,82 persen, adapun Arfi-Yena mendapatkan 11,61 persen serta Dandan-Arif 7,25 persen.

Haru menuturkan, pihaknya menghormati hasil quick count tersebut.

“Kami hormati hasil quick count sebagai produk ilmiah,” jelasnya.

Namun Haru menegaskan bahwa proses pilkada masih belum usai. Ia masih optimis dengan hasil realcount atau hitung resmi dari KPU.

“Kami lanjutkan proses pilkada sampai tuntas. Saat ini para saksi juga masih ada yang belum pulang. Masih bekerja di TPS,” jelasnya.

Haru mengungkapkan, pihaknya juga tengah mengumpulkan sejumlah bukti – bukti dugaan pelanggaran dalam perhelatan pilkada. Itu juga menjadi bekal salah satu langkah perjuangan pilkada. Jika memang terbukti ada pelanggaran di masa tenang, termasuk praktik moneypolitik, pihaknya akan melaporkan hal tersebut untuk di tindak lanjuti.

Meski begitu Haru mengaskan, setiap pilkada akan ada hasil akhir dan pihaknya akan hormati hasil akhir tersebut.

“Kami bukan tipe orang yang tidak sportif. Kami akan terima keputusan. Tapi kami tidak terima jika ada pelanggaran di hari tenang,” sambungnya.

Sementara itu, Dhani menambahkan, hasil acuan pilkada adalah real count dari KPU. Nantinya data yang dimiliki para saksi di TPS juga akan menjadi bukti untuk disandingkan dengan hitungan KPU.

“Jika ada indikasi money politik kami akan merespon. Kami juga telah siap tim hukum,” jelasnya.