Peduli Warga Lingkungan, WEGE dan de Braga by Artotel Berikan Pelatihan 34 Milenial Tata Kelola Hotel

Pelatihan perhotelan de braga by artotel 2

Peduli Warga Lingkungan, WEGE dan de Braga by Artotel Berikan Pelatihan 34 Milenial Tata Kelola Hotel

BANDUNG, Prolite – Kepedulian Corporate Social Responsibility (CSR) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA) dan de Braga by Artotel kepada masyarakat Braga, dengan mengadakan pelatihan tata kelola hotel.

Selama ini perusahaan yang berdiri terkadang melupakan warga sekitar atau ada istilah perusahaan maju tapi warganya terpinggirkan, sehingga sering kali terjadi salah paham.

Untuk menghindari dan meminimalisir anggapan tersebut ‘de Braga by Artotel’ mengadakan pelatihan tata kelola hotel. Pelatihan diberikan kepada 34 anak anak remaja notabene warga jalan Braga yang masih sekolah atau lulus SMA/SMK.

Pelatihan itu merupakan bentuk keberlanjutan (sustainibility) dari program kepedulian (Corporate Social Responsibility (CSR)) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA) kepada masyarakat Braga.

Pelatihan perhotelan de braga by artotel 3

Head of PR and CSR PT WEGE Firlan, berharap program ini berkelanjutan dan nantinya berdampak positif bagi perusahaan juga masyarakat.

“Kita bikin seperti ini dari sisi pemberdayaannya ada, knowledge dan skill nya kemudian membuka kecamatan menemukan talent – talent baru di bidang perhotelan hospitallity, mereka nantinya akan masuk ke perhotelan, mungkin gak di de Braga by Artotel mungkin di sekitaran sini,” jelas Firlan usai pelatihan digelar di Meetspace AB lantai 2 de Braga by Artotel Kota Bandung, Minggu (9/7/2023).

“Dengan seperti itu, kita merubah mindset mereka ya bahwa bisnis perhotelan ini menarik, mereka sudah punya skill, basic yang nanti bisa ditingkatkan lagi di level berikutnya,” ujarnya.

Program ini, kata dia berkelanjutan, seperti sudah dilakukan tahun 2019 lalu revitalisasi gang Cikapundung, teras braga dan co-working space.

“Kami terus bina teras Braga lalu dikelola secara mandiri bahkan sampai mereka mendirikan koperasi sehingga bisnis teras Braga bisa berjalan. Program ini juga bisa berdampak bagi perusahaan dan masyarakat sehingga menimbulkan efek yang terus menerus ya jadi gak sesaat ini doang,” harapnya.

Pelatihan perhotelan de braga by artotel

Untuk kemudian dimasa depan kata Firlan, keinginan mereka dibidang perhotelan akan terwujud. Pihaknya sendiri memberikan stimulus dan membuat sistemnya, supaya nanti sesuai harapan.

Masih kata Firlan, setelah pelatihan, para peserta terus didampingi bahkan diajak bila ada even.

“Kedepan misal over okupansi, kita bisa memberdayakan mereka, karena mereka sudah punya basic, istilahnya magang lah. Kita punya tahapannya sampai mereka bisa berkarir di sini atau menciptakan talent -talent baru. Apalagi menurut Disbudpar 40% kontribusi pendapatan di Kota Bandung itu dari pariwisata dan sangat besar berbisnis di hospitallity ini,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama Agil Ahnaf (19) warga RW 08, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung mengaku antusias mengikuti pelatihan ini.

Bahkan dia berharap ke depan bila ada lowongan kerja di de Braga by Artotel, dia bisa masuk menjadi karyawannya.

“Saya baru tahu ada ternyata ada lomba housekeeping, harus bisa dibawah 5 menit, itu cepat dan keren. Dan ternyata dibalik tamu tidur ini ada hal tidak mudah dan seribet itu, ada hal yang harus dipatuhi, displin, pakaian, rambut,” ujar lulusan 2021 SMK itu.

“Alhamdulilah juga kita warga diikutsertakan jadi peserta ini ya. Harapannya nanti ada recruitment, kita diterima. Jangan yang jauh aja nanti malah jadi terlambat kerja. Warga juga kan ada SDM yang mumpuni apalagi kalau dilatih dulu, daripada yang jauh datang telat terus,” ujar Agil yang juga mengaku sudah dua bulan putus kontrak kerja di sebuah distro baju.