Menko Zulkifli Hasan Paparkan Program MGB di Hadapan Para Siswa Menuju Indonesia Emas 2045

Menko Zulkifli Hasan Paparkan Program MGB di Hadapan Para Siswa Menuju Indonesia Emas 2045 (Media Patriot).

Menko Zulkifli Hasan Paparkan Program MGB di Hadapan Para Siswa Menuju Indonesia Emas 2045

KAB BANDUNG, Prolite – Dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memaparkan keunggulan program unggulan Presiden Prabowo yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) di hadapan para siswa SMA dan SMK di Kabupaten Bandung.

Menurutnya, program MBG tersebut diantaranya bertujuan untuk membangun generasi sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045 dengan pemenuhan asupan makanan bergizi.

“Anak-anak Indonesia mesti pinter, mesti sehat. Enggak boleh kalah sama anak-anak Tiongkok, Korea, Singapura dan juga anak-anak Barat. Kuncinya yaitu ada di asupan makanan,” ujar Zulhas pada kegiatan bertema Menko Pangan ‘Goes to School’ itu.

Zulhas didampingi Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kang DS) dan pejabat lainnya, menyebut 20 tahun lalu, fisik dan kecerdasan orang Indonesia sama hebatnya dengan orang Jepang, Korea, Tiongkok hingga Singapura. Namun, saat ini Indonesia tertinggal karena mereka menginvestasikan banyak anggaran untuk memberi asupan makanan bergizi bagi rakyatnya.

“Kita lihat Singapura. Mereka enggak punya sumber daya alam seperti kita. Tapi mereka negara kaya. Kenapa? Karena orangnya pinter-pinter dan sehat. Kenapa pinter dan sehat? Karena makanannya bagus. Gizinya seimbang. Jadi asupan makanan bergizi ini penting. Pak Presiden Prabowo tahu permasalahan, dan tahu solusi. Makanya kebijakan Pak Presiden yaitu Makan Bergizi Gratis,” tambah Zulhas.

Menko Pangan juga berpesan kepada para siswa Kabupaten Bandung agar mereka bersungguh-sungguh dalam belajar dan meraih cita-cita. Terlebih, saat ini para siswa dapat menikmati berbagai kemudahan dan fasilitas memadai dalam mengenyam pendidikan termasuk dukungan MBG.

“Dulu saya sekolah jalan kaki 5 kilometer. Terus belum ada listrik. Sekolah juga bocor. Tapi alhamdulillah saya bisa jadi Menko. Pernah jadi Ketua MPR. Nah kalian juga bisa jadi apapun yang diinginkan asal bersungguh-sungguh dan berani. Kesuksesan ditentukan oleh kalian sendiri,” tegas Zulkifli Hasan.

Ia menegaskan melalui program unggulan Makan Bergizi Gratis ini, Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar anak-anak Indonesia memiliki fisik yang sehat dan kuat serta kecerdasan seperti negara-negara maju sebagai investasi menuju Indonesia Emas 2045.

Empat sekolah yang dikunjungi Zulhas yakni Madrasah Aliyah (MA) Al Mukhlis di Kecamatan Cangkuang, dan tiga sekolah di Kecamatan Soreang yakni SMK Negeri 1 Soreang, SMA Negeri 1 Soreang dan SMK Merdeka Soreang.




Makan Sehat, Anak Kuat, Warga Berdaya, Bandung Jadi Teladan Program Makan Bergizi Gratis

Makan Sehat, Anak Kuat, Warga Berdaya, Bandung Jadi Teladan Program Makan Bergizi Gratis (dok Pemkot Bandung).

Makan Sehat, Anak Kuat, Warga Berdaya, Bandung Jadi Teladan Program Makan Bergizi Gratis

KOTA BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menunjukkan komitmennya menghadirkan layanan pendidikan, makan sehat dan kesehatan yang berkualitas melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Diluncurkan secara nasional sejak Januari 2025, program ini menjadi salah satu prioritas utama di Kota Bandung. Fokusnya, tidak hanya pada kandungan gizi yang optimal, tetapi juga pada kebersihan, higienitas, dan keamanan pangan yang didistribusikan untuk anak-anak sekolah.

Program makan sehat MBG di Kota Bandung juga mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Pusat. Tenaga Ahli Komunikasi Kepresidenan, Adita Irawati menyampaikan bahwa skema pelaksanaan makan sehat MBG di Bandung menjadi contoh kolaborasi yang baik.

Selain memastikan makanan yang higienis dan aman, program ini dinilai berdampak ganda karena memberdayakan lebih dari 47 warga binaan untuk mengelola dapur MBG.

dok Provinsi Jawa Barat
dok Provinsi Jawa Barat

“Program MBG di Bandung bukan hanya meningkatkan gizi anak-anak, tapi juga memberdayakan lebih dari 47 warga binaan yang mengelola dapur MBG,” ujar Adita.

Hal ini diungkapkan Adita saat saat berkunjung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Arcamanik yang berlokasi di Lapas Kelas 1 Sukamiskin, serta ke SDN 101 Sukakarya.

Kunjungannya didampingi Tim Badan Gizi Nasional dan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin.

“Ini membuka peluang keterampilan baru bagi mereka setelah masa pembinaan. Skema seperti ini patut menjadi contoh yang bisa diterapkan di tempat lain,” imbuh Adita.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandung juga menerapkan pengawasan lintas sektor dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat.

Menurut Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, seluruh bahan makanan yang masuk ke dapur MBG dipastikan telah melalui proses pemeriksaan ketat dan uji kelayakan.

“Pengawasan ini kami lakukan secara menyeluruh, dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan di dapur, hingga distribusi ke sekolah. Kami ingin pastikan tidak ada celah yang mengganggu kualitas dan keamanan makanan anak-anak kita,” jelas Erwin.

“Kami pastikan makanan untuk anak-anak bukan hanya bergizi, tapi juga diproses di dapur yang bersih, sehat, dan higienis. Semua dapur MBG telah lolos uji kelayakan dan diawasi ketat, baik dari aspek kebersihan, keamanan, maupun kandungan gizinya,” tutur Erwin.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai mitra, Program MBG di Bandung diharapkan terus menjadi model inspiratif yang tidak hanya menyehatkan generasi muda, tapi juga menguatkan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.