Revolusi Ekspor : Cadangan Devisa RI Menguat Rp900 Triliun dalam Sebulan!

Prolite – Dilansir dari , Potensi cadangan devisa Indonesia mengalami lonjakan signifikan sekitar Rp900 triliun setahun setelah pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2023.

Dalam perubahan tatanan ekspor hasil sumber daya alam (SDA), eksportir Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bebas dari kewajiban memarkir DHE (Devisa Hasil Ekspor) di dalam negeri.

Langkah ini diharapkan akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Keputusan pemerintah ini terbukti sukses dalam waktu singkat. Dalam satu bulan pasca-PP 36/2023, sebanyak 64 eksportir telah memarkir dolar hasil ekspor SDA senilai USD605 juta atau sekitar Rp9,2 triliun (menggunakan kurs per dolar AS).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. – Antara

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan perkembangan ini kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

“Saat ini, 64 eksportir telah bergabung dan total nilai DHE yang diparkir mencapai USD605 juta. Kami akan terus mendorong inisiatif ini bersama Kementerian Koordinator Perekonomian,” kata Perry Warjiyo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.

Langkah mengatur ulang penempatan Devisa Hasil Ekspor yang awalnya bebas di luar negeri dianggap sebagai lompatan besar dalam kebijakan ekonomi Indonesia.

Peraturan baru ini, seperti yang diungkapkan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mewajibkan eksportir untuk menempatkan minimal 30 persen DHE SDA di dalam negeri.

Tujuan utama adalah memperkuat cadangan devisa Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah dan ekonomi dalam menghadapi ketidakpastian global.

Langkah ini juga sesuai dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar tentang sumber daya alam, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Devisa
Ekspor Dunia – Digination

Hasil ekspor SDA yang mencakup sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan memiliki potensi besar, mencapai 203 miliar dolar AS pada tahun 2022.

Penempatan DHE SDA di dalam negeri diharapkan dapat menguatkan cadangan devisa Indonesia, yang menurut perkiraan Menteri Koordinator Airlangga, bahkan dapat mencapai 100 miliar dolar AS.

Pertambangan adalah sektor dengan nilai ekspor SDA tertinggi, mencapai 44 persen atau 129 miliar dolar AS. Batu bara menjadi kontributor terbesar dalam sektor ini, mencapai 36 persen dari total ekspor.

Perkebunan menduduki peringkat kedua dengan nilai 55,2 miliar dolar AS, di mana kelapa sawit menyumbang sebagian besar.

Sektor kehutanan dan perikanan juga memberikan kontribusi signifikan dengan nilai masing-masing sekitar 11,9 miliar dolar AS dan 6,9 miliar dolar AS.

Perlu dicatat bahwa kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor di dalam negeri tidak berlaku untuk eksportir dengan nilai ekspor di bawah 250 ribu dolar AS atau setara dengan Rp3,8 miliar.

Ilustrasi DHE – emitennews

Kebijakan ini umumnya menguntungkan eksportir UMKM yang memiliki nilai ekspor di bawah ambang batas tersebut.

Selain PP 36/2023, Kementerian Keuangan juga mengeluarkan dua regulasi lain yang berlaku sejak 1 Agustus 2023.

Pertama, Keputusan Menteri Keuangan nomor 272 tahun 2023 yang menambah jumlah pos tarif yang terkena kewajiban DHE sebanyak 260 pos, sehingga totalnya menjadi pos tarif.

Kedua, PMK 73/2023 yang mengatur penerapan dan pencabutan sanksi administratif atas pelanggaran ketentuan Devisa Hasil Ekspor.

Sanksi akan diberlakukan oleh Bea Cukai setelah menerima informasi dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan.

Eksportir yang merasa dihukum secara tidak adil dapat mengajukan keberatan, dan jika terbukti memenuhi kewajiban, sanksi administratif akan dicabut.




Angin Segar Perizinan Konser Musik Membuka Peluang Ekonomi Kreatif

Konser Musik

Prolite – Penyelenggaraan acara konser musik di Indonesia telah menjadi angin segar bagi industri hiburan dan ekonomi kreatif di tengah pandemi Covid-19 yang memukul industri ini sejak tahun 2020.

Perubahan signifikan dalam perizinan acara-acara besar telah mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya tarik wisata Indonesia.

Gelombang Konser Musik Internasional Menghantam Indonesia di 2023

Konser SMTOWN LIVE 2023 di Jakarta – Instagram @dyandraglobal dan @smtown

Sejak awal tahun ini, Indonesia telah menjadi tuan rumah berbagai konser musik internasional dan nasional di berbagai kota, termasuk Jakarta dan Surabaya.

Penyanyi terkenal Niki, yang meraih ketenaran lewat Indonesian Idol dan kini berkarier di Amerika Serikat, menggelar konsernya di JIEXPO Kemayoran.

Grup rock asal Jepang, One OK Rock, juga menghibur penggemar di Beach City International Stadium, Ancol.

Namun, konser paling besar tahun ini adalah SMTOWN, konser idola K-Pop yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Tidak hanya itu, konser Neek Deep Live dan De Poppin Rhythm Festival juga sukses digelar di Surabaya.

Dorong Ekonomi Kreatif: Pemerintah Indonesia Bekerja Sama dengan Industri Hiburan

Konser musik di GBK – idntimes

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah strategis untuk mendukung industri hiburan dan acara besar dengan memperbaiki perizinan.

Pada tanggal 11 September 2023, pemerintah memulai uji coba digitalisasi layanan perizinan penyelenggaraan acara.

Uji coba ini diterapkan pada konser berskala nasional (tanpa penampil asing) di enam venue terpilih, termasuk Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Convention Center (JCC), dan Ancol Beach City International Stadium (BCIS), serta beberapa lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja.

“Event ini adalah katalisator percepatan pemulihan ekonomi, sehingga kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu ini juga harus berdampak positif bagi perekonomian lokal dan penyediaan lapangan kerja,” kata Menparekraf.

Digitalisasi layanan perizinan acara yang diujicobakan telah menyederhanakan proses perizinan bagi penyelenggara acara.

Semua sistem antarinstansi telah terintegrasi, sehingga penyelenggara acara tidak perlu lagi mengurus izin secara terpisah di berbagai instansi.

Menparekraf juga menunjukkan bahwa gelaran acara atau MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition) memiliki dampak multidimensi yang signifikan.

Ia memberi contoh pengalaman Indonesia sebagai tuan rumah presidensi G20 tahun 2022, di mana aktivitas terkait G20 menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kontribusi terhadap produk domestik bruto, dan menguntungkan sektor UMKM.

Di samping manfaat ekonomi yang signifikan, konser-konser musik yang marak di Indonesia juga telah meningkatkan daya tarik wisata.

Ribuan penggemar dari dalam dan luar negeri telah memadati konser-konser ini, memberikan dorongan ekonomi untuk akomodasi, transportasi, dan ekonomi lokal di sekitar lokasi pertunjukan.

Dengan digitalisasi layanan perizinan yang lebih efisien dan dukungan pemerintah yang kuat, industri hiburan Indonesia berharap untuk terus berkembang, menghadirkan hiburan berkualitas bagi masyarakat, dan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di masa depan.




Mendukung Gaya Hidup Sehat: Penjualan Sepeda Melonjak Tinggi di Indonesia

Penjualan sepeda

Prolite – Lonjakan penjualan sepeda di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir sejalan dengan tren global di mana semakin banyak orang beralih ke sepeda sebagai alat transportasi yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Data Google Trends yang menunjukkan peningkatan minat masyarakat mencapai 300% dalam satu tahun terakhir, hal ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan manfaat kesehatan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Semakin banyak orang yang memilih sepeda sebagai sarana transportasi sehari-hari mereka karena berbagai alasan, seperti menghindari kerumunan di transportasi umum, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan kesehatan fisik.

Dampak Peningkatan Penjualan Sepeda Bagi Sektor Ekonomi di Indonesia

Ilustrasi penjualan sepeda – Cr. portalsepeda

Peningkatan penjualan sepeda ini juga telah mendukung pertumbuhan industri sepeda di Indonesia, dengan banyak orang mencari sepeda baru atau bahkan mulai bersepeda setelah lama tidak melakukannya.

Peningkatan minat masyarakat terhadap sepeda di Indonesia membawa berbagai manfaat, baik bagi ekonomi maupun lingkungan.

Faktor-faktor seperti harga yang terjangkau dan beragamnya jenis sepeda yang tersedia telah memicu pertumbuhan industri sepeda.

Pertumbuhan ini memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia, dengan proyeksi pertumbuhan hingga 10% pada tahun 2023.

Dampak Peningkatan Penjualan Sepeda Bagi Lingkungan Sekitar

Ilustrasi bersepeda dengan keluarga – Cr. citrasentulraya

Selain manfaat ekonomi, penggunaan sepeda sebagai alat transportasi juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan.

Sepeda adalah alat transportasi ramah lingkungan yang tidak menghasilkan emisi karbon atau polusi udara.

Dengan semakin banyak orang beralih ke sepeda, potensi pengurangan polusi udara dan kontribusi terhadap kualitas udara yang lebih baik menjadi nyata.

Pemerintah Indonesia juga memberikan dukungan yang penting untuk perkembangan industri sepeda, baik melalui insentif pajak maupun subsidi bagi pembelian sepeda oleh masyarakat.

Ini adalah langkah positif dalam mendorong masyarakat untuk beralih ke sepeda sebagai alternatif transportasi yang lebih berkelanjutan.

Dengan dukungan dari pemerintah dan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi akan manfaat sepeda, diharapkan tren peningkatan minat terhadap sepeda di Indonesia akan terus berlanjut, memberikan dampak positif yang lebih besar bagi lingkungan, kesehatan, dan ekonomi negara ini.