Pemkot Bekasi Terima Piagam Predikat Kepatuhan Pelayanan Publik 2022

Piagam Kepatuhan Pelayanan Publik

KOTA BEKASI, Prolite – Kedatangan tim dari Ombudsman RI untuk menyerahkan hasil rekapitulasi penilaian penyelenggaraan penilaian kepatuhan pelayanan publik Pemerintah Daerah Tahun 2022 langsung diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto di ruang kerjanya.

Didampingi oleh Asisten Pemerintahan, Lintong Dianto, Kepala Dinas Kesehatan, Tanti Rohilawaty, Kepala DPMPTSP, Dicky Irawan, Kepala Disdukcapil, Taufik Rahman, Sekretaris Dinas Pendidikan, Deded Kusmayadi, Kepala Bagian Organisasi, Lusi dan Kepala Bagian Humas, Amsiyah.

Tim Ombudsman RI dihadiri oleh Dedi Irsan sebagai Kepala Perwakilan, Dika Arlita sebagai Kepala Asisten Pencegahan
Tessa Khairiah, Staff Kesetjenan dan Luthfi Akbar, Staff Kesetjenan.

Baca Juga : Ombudsman RI Berikan Penghargaan Untuk Jabar dan 5 Pemda

Disebutkan hasil dari rekapitulasi penilaian tersebut yang dilakukan observasi dari Bulan Agustus – November 2022, mengenai penilaian untuk Pemerintah Kota Bekasi unit layanan ada 7 Perangkat Daerah diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Puskesmas Karang Kitri, Dinas Pendidikan, Puskesmas Jatibening, Dinas Sosial dan Dinas PMPTSP.

Telah dilakukan observasi dengan total nilai kepatuhan sebesar 83,18 dengan kategori B dan opini Kualitas Tinggi, piagam penghargaan diserahkan kepada Plt. Wali Kota Bekasi dari tim

Dijelaskan oleh Dedi Irsan tujuannya sebagai bentuk inovasi pengawasan pelayanan publik, pada tahun 2022, Ombudsman melakukan penyempurnaan penilaian penyelenggaraan pelayanan publik, pada tahun ini penilaian diperluas kepada pengukuran kompetensi penyelenggara, pemenuhan sarana dan prasarana, standar pelayanan serta pengelolaan pengaduan.

Baca Juga : HUT Kota Bekasi, Gelar Lomba Video Dokumenter Tingkat SMP

Semua komponen tersebut menjadi penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik tahun ini. Dengan demikian penilaian tersebut diharapkan dapat menjadi lebih komprehesif dalam menakar mutu pelayanan publik.

Plt. Wali Kota Bekasi mengungkapkan rasa bangga karena langsung menerima penghargaan ini, dan akan semakin semangat dalam menjadikan pelayanan publik sebagai pelayanan yang sangat prima.

Ia juga memerintahkan kepada para kepala perangkat daerah agar terus mengembangkan sebuah inovasi dalam pelayanan publik dan tidak hanya kepala perangkat daerah saja yang tau akan tetapi sampai tingkatan staf bisa menjabarkan.(rls/red)




Komponen Masyarakat Anugerahi Dada Rosada Jadi Bapak Bandung

Dada Rosada- Bapak Bandung

BANDUNG, Prolite – Ratusan masyarakat tergabung dalam komponen masyarakat Kota Bandung dari mulai forum RW, ulama, akademisi, club motor dan mobil, hingga mantan anggota dewan serta mantan kepala dinas mendeklarasikan mantan Wali Kota Bandung periode 2003-2013 Dada Rosada menjadi “Bapak Bandung”.

Salah seorang yang menyetujui adalah Rektor Universitas Islam Nusantara, Obsatar Sinaga. Dia mengaku heran warga Bandung memiliki kepala daerah tapi setiap keluhan selalu ditujukan kepada Dada Rosada kendati dia sudah tak menjabat wali kota bahkan saat Dada berada di LP Sukamiskin gara-gara tersandung kasus suap hakim.

“Wali Kota siapa ya, kok mengeluh dan minta apa-apa ke pak Dada. Saya akui selama ini pak Dada banyak jasanya sehingga bisa ada deklarasi ini,” jelas Prof Obi disela sambutannya, Kamis (9/3/2023).

Hal sama disampaikan beberapa tokoh lainya, diantaranya Ceu Popong, mantan Sekda Kota Bandung Edi Siswandi, Forum Umat Beragama, mantan anggota dewan, dan lainnya.

“Saya ingin mengajak masyarakat di Jabar khusus nya, buktikan Sunda itu ada dan bagus. Jadi mari kita bersama-sama mempunyai itikad sampai semua orang mengakui bahwa Sunda itu baik. Dan ini sudah dicontohkan Dada rosada,” ungkapnya.

Bahkan menurut isteri mantan Wali Kota Bandung Otje Djudjunan itu, bahwa Dada Rosada satu satunya wali kota yang selalu memberi uang setiap tahun kepada dirinya.

Sementara itu Dada Rosada menyampaikan kegiatan hari ini adalah saresehan penganugerahan untuk dada rosada tentang Bapak Bandung. Kata dia, Bapak Bandung ini disampaikan tokoh sunda seperti Ceu Popong dan lainnya.

“Jadi karena memang warga masyarakat yang datang terutama yang datang kerumah saya, mereka mengucapkan terimakasih kepada saya. Kebaikan saya itu, saya anggap kewajiban saya, sehingga akan menyampaikan penghargaan kepada saya dengan masing-masing pekerjaannya, lembaganya. Misal di pasar , akan menyampaikan dada rosada bapak pasar, kemudian di koperasi dada rosada bapak koperasi dan lain lain. Ada 28 penyampaian kepada saya. Tapi bersepakat juga masyarakat sehingga satu saja yaitu bapak bandung. Ditambah tokoh sunda,” ungkap Dada.

Kata Dada, penganugerahan itu bukan keinginanya ingin dihargai, dihormati.

Melaui penghargaan ini lanjutnya kalau masyarakat meminta tentu ia tidak bisa menolak.

“Saya berterima kasih karena kebaikan saya merupakan panggilan baik pribadi maupun saat menjabat wali kota dan kalau saja saya pernah masantren di Sukamiskin dan setelah pulang saya tidak akan pernah kapok melakukan kebaikan dan tidak akan berhenti melakukan kegiatan politik. Selama kegiatan politik itu memberikan kebaikan saya kenapa tidak dan saya akan lakukan itu. Saya Terima dengan senang hati dan saya mendoakan semua panjang umur sehat dan banyak rejeki,” tutupnya.(kai)

Baca Juga:

Yana: Pejabat Wajib Laporkan Harta Kekayaan dan Pajak

Ombudsman RI Berikan Penghargaan Untuk Jabar dan 5 Pemda

Peringati 60 Tahun, Tas Elizabeth Luncurkan Pop Up Store




Ombudsman RI Berikan Penghargaan Untuk Jabar dan 5 Pemda

Penghargaan Ombudsman RI

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 5 Pemerintah Daerah di Jawa Barat raih Kepatuhan tinggi dalam penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2022 (zona hijau) oleh Ombudsman RI. 5 pemda tersebut yakni Kab Cianjur, Kab. Ciamis, Kota Sukabumi, Kab. Sumedang dan Kota Bandung.

Di Tahun 2022, Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara melesat melakukan perubahan, sehingga mendapatkan kategori kepatuhan tertinggi dalam penilaian oleh Ombudsman RI dan memperoleh capaian indeks reformasi birokrasi kategori A dari Kemenpan RB.

Anggota Ombudsman RI, Dadan S Suharmawijaya menyampaikan bahwa melalui penilaian pelayanan publik, Ombudsman RI mendorong penyelenggara melakukan quality control untuk memastikan pelayanan publik telah sesuai dengan standar pelayanan.

“Memberdayakan masyarakat sebagai pengguna layanan adalah tingkatan tertinggi dalam konteks tata kelola pelayanan, tidak sekedar menginformasikan, konsultasi publik dan pelibatan dalam kolaborasi. Masyarakat sebagai pengawas eksternal pelayanan publik dalam beberapa kasus terakhir yang viral adalah bukti, bahwa pola komunikasi dan pelibatan masyarakat terutama dalam era digital adalah masa depan tata kelola,” ungkap Anggota Ombudsman RI.

Berdasarkan hasil penilaian Ombudsman RI tahun 2022, kompetensi pelaksana, pengawasan internal, penjaminan mutu, persepsi maladministrasi masyarakat, dan pengelolaan pengaduan adalah di antara standar pelayanan yang masih perlu diperbaiki oleh pemerintah daerah di Jawa Barat.

Perbaikan tata laksana layanan publik adalah rangkaian dalam implementasi reformasi birokrasi tematik. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, dihadapan seluruh perwakilan pemerintah daerah se Jawa Barat menyampaikan bahwa
keberhasilan reformasi birokrasi memerlukan perubahan mindset kinerja.

“Kinerja pemprov terkait pengentasan kemiskinan merupakan kinerja akumulatif kabupaten/kota sehingga diperlukan keterpaduan intervensi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam berbagai sumber daya sesuai wewenang masing-masing” ujar Sekda Provinsi Jawa Barat.

Salah satu cara mewujudkan reformasi birokrasi berdampak adalah dengan menyediakan pelayanan yang berkualitas. Asisten Deputi RB, Komarudin yang mewakili Kemenpan RB, mengungkap 4 fokus reformasi birokrasi tematik yaitu penanggulangan kemiskinan, kemudahan investasi, digitalisasi administrasi dan prioritas aktual presiden.

Ke depan, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pendampingan dan kolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mencapai pelayanan berkualitas kepada masyarakat sebagai wujud reformasi birokrasi.(rls/red)




Agnes Mo Sabet 2 Penghargaan Sekaligus

Prolite – Agnes Monica Muljoto atau biasa kita kenal dengan Agnes Mo artis sekaligus penyanyi dari Indonesia yang sudah go Internasional menadapatkan dua penghargaan dalam acara WPVR 2022 Year-End Pinnacle Awards.

Penyanyi kelahiran 36 tahun lalu itu memulai karirnya sejak kecil, bermula menjadi penyanyi di gereja di jakarta dan merilis album pertama pada tahun 2003 dan terus melambungkan namanya di industri music Indonesia hingga akhirnya karyanya bisa membawa hingga ke Internasional.

Sudah banyak penghargaan yang diterima oleh Agnes Monica baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dua penghargaan yang diraih Agnez Mo antara lain, solo terbaik (best solo artist) dan lagu R&B terbaik tahun ini (R&B song of the year) untuk “Patience”.

Sebelumnya, selain kategori artis solo terbaik dan lagu R&B terbaik tahun ini, Agnez Mo mendapatkan dua nominasi lain yaitu kategori artis R&B terbaik (best R&B artist) dan dan lagu terbaik tahun ini (song of the year).

Penyanyi berusia 36 tahun itu bersaing dengan nama-nama seperti Dua Lipa, Ed Sheeran, Harry Styles, dan Justin Bieber dalam kategori artis solo terbaik.

Dia juga bersaing dengan dengan Beyonce, Chris Brown ft. Wizkid, Doja Cat, serta Lizzo untuk kategori lagu R&B.

Tak lupa Agnes Mo juga mengucapkan terimakasih untuk semua yang sudah mensupportnya selama ini hingga kini dia dapat penghargaan artis solo terbaik dan Lagu R&B terbaik tahun ini, suatu kebanggan bisa mendapatkan 2 dari 4 nominasi.

“Terima kasih untuk semua, atas penghargaan yang saya dapat Artis Solo Terbaik dan Lagu R&B Terbaik Tahun Ini. Merupakan suatu kehormatan untuk dinominasikan di antara bintang-bintang ini, tetapi memenangkan 2 dari 4 nominasi adalah berkah”, tulis Agnes Mo di akun Instagram pribadinya. (*/ino)