Tragedi Siswa SMPN 26, Pemkot Bandung Tegaskan Perang Terhadap Perundungan

Ilustrasi penemuan mayat yang diketahui siswa SMPN 26 di lahan eks Kampung Gajah (net).

Tragedi Siswa SMPN 26, Pemkot Bandung Tegaskan Perang Terhadap Perundungan

Prolite – Dunia Pendidikan kembali berduka usai ditemukan mayat yang diketahui siswa SMPN 26 Bandung di kawasan eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (12/2).

Saat ditemukan di kawasan eks Kampung Gajah korban diketahui sudah meninggal beberapa hari yang lalu dan juga ditemukan luka tusuk di beberapa anggota tubuhnya.

Korban yang merupakan siswa SMPN 26 dilaporkan hilang sejak Senin 9 Februari 2026 sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena diduga berkaitan dengan praktik intimidasi dan perundungan yang telah berlangsung lama.

Aparat kepolisian saat ini masih menyelidiki kasus tersebut dan telah berhasil menangkap pelaku di Kabupaten Garut.

Menyikapi peristiwa itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memerintahkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Kepela Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk melakukan upaya perlindungan terhadap keluarga korban agar tidak terjadi stigmatisasi.

Selain menyampaikan perhatian, kepedulian, dan turut bela sungkawa, Pemkot Bandung melakukan kunjungan langsung kepada keluarga korban.

Awalnya, kunjungan dilakukan ke rumah tinggal korban di Bandung, karena korban diketahui tinggal bersama ayah dan kakeknya.

Namun karena pihak keluarga masih berada di Kabupaten Garut pasca pemakaman, kunjungan kemudian dilanjutkan ke rumah keluarga di Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, tepatnya di rumah nenek dari almarhumah ibu korban. Kunjungan tersebut juga melibatkan Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Dari informasi yang diperoleh pihak keluarga, korban berinisial ZAAQ sebelumnya menempuh pendidikan Sekolah Dasar di Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Saat bersekolah di SD tersebut, korban disebut sering mengalami perundungan oleh pelaku yang usianya lebih tua.

Karena kekhawatiran atas kondisi tersebut, keluarga kemudian memindahkan korban untuk melanjutkan pendidikan ke Kota Bandung dan bersekolah di SMPN 26 dengan harapan korban tidak lagi mengalami perundungan.

Namun faktanya, setelah korban pindah ke Kota Bandung, pelaku masih melakukan perundungan hingga akhirnya terjadi tindak kekerasan yang berujung pada pembunuhan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi praktik perundungan di Kota Bandung.

Ia menyampaikan bahwa setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman serta bermartabat.

“Perundungan dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi. Ini adalah tanggung jawab bersama orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk memastikan anak-anak kita terlindungi,” tegasnya.

Farhan mengatakan, bahwa tragedi yang dialami siswa SMPN 26 ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap kasus perundungan.

Ia mengajak seluruh satuan pendidikan di Kota Bandung untuk memperketat pengawasan, memperkuat pendidikan karakter, serta membuka ruang pengaduan yang aman bagi siswa.

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati menyatakan pascakejadian ini, pihaknya akan terus memantau kondisi keluarga korban dan menyiapkan pendampingan psikologis apabila diperlukan.

“Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan menyeluruh, tidak hanya kepada anak sebagai korban, tetapi juga kepada keluarga yang terdampak,” katanya, Senin (16/2).

Ia menuturkan, perundungan harus dihentikan karena membawa efek jangka panjang yang sangat berbahaya terhadap kehidupan dan masa depan anak.

Praktik perundungan, baik di satuan pendidikan maupun di luar lingkungan sekolah, berpotensi menimbulkan trauma mendalam hingga konsekuensi fatal.

Landasan perlindungan anak telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Regulasi tersebut menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi dalam bentuk apa pun.

Melihat masih banyaknya kasus perundungan yang terjadi, Uum menilai, perlunya peran aktif orang tua, masyarakat, dunia usaha, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menghentikan praktik tersebut.

Tragedi ini diharapkan menjadi momentum bersama untuk memperkuat sistem perlindungan anak dan memastikan tidak ada lagi anak yang menjadi korban perundungan berkepanjangan seperti siswa SMPN 26 Bandung.

 




Geger ! Penemuan Mayat Wanita Mengapung di Jembatan Cicabe

Ilustrasi mayat wanita (Katamedia).

Geger ! Penemuan Mayat Wanita Mengapung di Jembatan Cicabe

Prolite – Penemuan sosok mayat wanita yang membuat geger warga sekitar aliran sungai Cicabe yang berada di kawasan Cicaheum Kota Bandung.

Sosok perempuan yang di perkirakan sudah lanjut usia ini di temukan oleh warga sekitar pukul di kolong jembatan Cicabe.

Sosok mayat wanita ini di temukan mengenakan daster berwarna abu-abu, menurut keterangan warga sekitar merea tidak mengetahui sosok mayat yang mengapung di sungai tersebut.

Jenazah kini sudah dievakuasi oleh Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung.

Instagram Info Cimenyan
Instagram Info Cimenyan

“Kejadian jam 7-an sudah ramai warga menemukan mayat di kolong jembatan,” ujar anggota Linmas Jatihandap Rosmiati di lokasi kejadian.

Usai membuat geger warga sekitar dan warga yang melintas, mayat tersebut di evakuasi untuk mengetahui identitasnya.

Usai dilakukan penyelidikan melalui sidik jari korban diketahui mayat tersebut bernama Imas dengan usia 51 tahun.

Tidak ada ciri-ciri kekerasan baik benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban, hingga kini pihak kepolisian masih mencari tahu apa penyebab di balik penemuan mayat tersebut.

Kini jasad wanita tersebut sudah di bawa ke RSHS Kota Bandung untuk dilakukan penyelidikan terkait penyebab meninggalnya dan identitas pastinya.




Pelaku Pengecoran Mayat di KBB Diringkus Polisi

Tim Inafis mengevakuasi korban pembunuhan yang mayatnya dikubur di rumah di Kompleks Bumi Citra Indah 2 Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (Tribunjabar).

Pelaku Pengecoran Mayat di KBB Diringkus Polisi

Prolite – Kasus penemuan mayat pria warga kompleks Bumi Citra Indah 2 RT 06 RW 13 Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat sudah mendapatkan titik terang.

Mayat pria yang bernama Didi Hartanto (45) diduga dibunuh oleh pria berinisial I di rumah korban.

Korban dilaporkan hilang oleh keluarga pada 30 Maret 2024 lalu hingga akhirnya ditemukan pada 15 April 2024 malam.

Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan usai melakukan serangkaian penyelidikan, pihaknya langsung mengetahui terduga pelaku pembunuhan dan berhasil menagkap pelaku.

Tribun Jabar
Tribun Jabar

“Kami berhasil mengamankan seorang pria berinisial I yang diduga sebagai pelaku (pembunuhan terhadap Didi),” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan pelaku korban dianiaya hingga meninggal dunia, usai korban dipastikan meninggal dunia tersangka mengubur jasad korban.

Alasan pelaku mengubur korban dengan cara dicor di dalam rumah itu tujuannya untuk menghilangkan jejak karena kondisi kuburannya terlihat sangat rapih.

“Kemudian korban dikubur di rumahnya di belakang dan ditutup keramik (dicor),” kata Aldi saat ditemui di lokasi kejadian” jelasnya.

“Kuburannya sangat rapi sekali. Jadi setelah korban ini meninggal dunia, pelaku langsung menguburnya,” ucapnya.

Karena kerapihak pelaku keluarga yang sempat mencari korban ke rumah tersebut tidak menemukan tanda-tanda sama sekali.

Korban diketahui memang tinggal sendirian di rumah tersebut maka dari itu rumah dalam kondisi rapih dan bersih hingga keluarga tidak menyimpan kecurigaan sedikitpun.

Pelaku I melakukan aksinya dengan sangat rapih hingga susah keluarga menyadari bahwa korban sudah dicor di dalam rumah korban.

Hingga kini pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan untuk mengtahui motif utama pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban.




Penemuan Mayat Pria Dicor Dalam Rumah di KBB

Ilustrasi penemuan mayat pria warga Bumi Citra Indah dicor di dalam rumah (Ist).

Penemuan Mayat Pria Dicor Dalam Rumah di KBB

KABUPATEN BANDUNG BARAT, Prolite – Warga Kabupaten Bandung Barat digegerkan dengan penemuan mayat yang dicor di dalam rumah warga Bumi Citra Indah RT 06 RW 13 Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Jawa Barat.

Penemuan mayat yang dicor di dalam rumah tersebut diketahui bernama Didi Hartanto (42) yang merupakan pemilik rumah di mana mayat tersebut ditemukan.

Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan mayat yang ditemukan terkubur di bawah lapisan keramik yang berada di ruang belakang rumah milik korban itu sendiri.

Awal mula penemuan mayat pria tersebut berawal dari laporan warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya pada 30 Maret 2024 lalu.

Tribun Jabar
Tribun Jabar

“Berangkat dari situ, kami membentuk tim investigasi yang juga di-backup oleh Ditkrimum Polda Jawa Barat untuk mencari tahu apakah hilang karena hal yang wajar atau tidak wajar,” kata Aldi dikutip dari .

Usai mendapatkan laporan, tim kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga mendapatkan adanya kejanggalan di kediaman korban.

Hingga akhirnya pihak kepolisian berhasil menemukan jasad korban yang terkubur di bawah lantai tersebut pada Senin 15 April 2024 malam kemarin.

Ada beberapa kejanggalan yang berhasil ditemukan pihak kepolisian diantaranya hilangnya beberapa barang berharga milik korban serta kondisi rumah yang dirasa tidak wajar.

Korban atas nama Didi akhirnya ditemukan di bawah lantai yang sudah dicor rapi lengkap dengan dipasang lapisan keramik di ruang bagian belakang rumah.

Usai jasad korban berhasil di evakuasi pihak kepolisian langsung melakukan autopsi untuk mengungkap apakah ada tanda-tanda kekerasan atau tidak.




Warga Digegerkan Oleh Penemuan Mayat Tergantung di Cibereum Pagi Ini

Mayat

BANDUNG, Prolite – Pagi ini, pada Jumat, 14 Juli 2023, ditemukan sesosok mayat tergantung di pohon yang berdekatan dengan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan Cibeureum – Cimindi.

Laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa jenazah tersebut ditemukan tergantung di dekat tangga JPO, dekat penerbit advent Indonesia. Akibat penemuan ini, lalu lintas di Jalan Cibeureum – Cimindi mengalami kemacetan karena banyak pengendara yang berhenti di tepi jalan.

Seorang penduduk yang melewati tempat kejadian, Kuswadi, mengatakan bahwa ia sempat melihat mayat tergantung di pohon  tersebut merupakan sosok pria yang menggunakan sepatu hitam, celana jeans abu-abu, dan jaket putih.

Potret Penemuan Mayat Di Cibereum

anonim

Kuswadi menyampaikan bahwa, “Kondisi jalan macet ke arah Bandung, ketika saya melintas di jembatan penyebrangan ada sosok mayat tergantung di pohon di samping jembatan penyebrangan setelah fly over Cimindi dekat penerbit advent Indonesia,”

Seperti yang sudah diberitakan oleh akun twitter @PRFMnews, saat ini, polisi telah tiba di lokasi untuk mengamankan situasi lalu lintas dan memulai evakuasi mayat yang tergantung di pohon dekat JPO tersebut.

Sebagian warganet berkomentar dengan mengeluhkan hal tersebut menjadi penyebab kemacetan pagi ini, namun tak sedikit pula yang berkomentar turut berbelasungkawa atas kejadian ini.

Sementara untuk saat ini, masih belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas jenazah tersebut. Masih menjadi pertanyaan apakah motif dari pria tersebut sehingga memutuskan untuk gantung diri atau ada hal lainnya yang berhubungan dengan kasus ini.