Tim SAR Gabungan Sempat Terus Berupaya Pencarian Korban Longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat

Tim SAR Gabungan Sempat Terus Berupaya Pencarian Korban Longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat  (dok).

Tim SAR Gabungan Sempat Terus Berupaya Pencarian Korban Longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat

KAB BANDUNG BARAT, Prolite – Demi kepentingan evaluasi dan keselamatan personel di lapangan, Tim SAR gabungan menghentikan sementara proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat

Penghentian dilakukan pada pukul WIB hari pertama operasi. Kepala Kantor SAR (Kakansar) Bandung, Ade Dian Permana membenarkan penghentian pencarian sementara dilakukan setelah seluruh unsur yang terlibat melakukan evaluasi bersama.

“Selanjutnya kami lakukan evaluasi dari seluruh pihak yang ada di lokasi longsor, baik dari pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun rekan-rekan relawan. Jadi untuk sementara pencarian kita hentikan, ” ujar Ade di posko darurat Desa Pasirlangu, Sabtu, (24/1/2026) malam.

Selama proses evakuasi hari pertama, tim SAR gabungan berhasil menemukan sembilan korban. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya ditemukan dalam kondisi potongan tubuh dan langsung dievakuasi ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Hingga sore tadi, tim DVI masih terus melakukan proses identifikasi terhadap korban yang ditemukan,” jelas Ade.

Berdasarkan data awal, jumlah korban yang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian semula mencapai 84 orang. Namun, dengan ditemukannya tiga korban pada sore hari, jumlah korban yang masih tertimbun material longsor kini menjadi 81 orang.

Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak. Berdasarkan laporan sementara dari aparat desa, tercatat sebanyak 30 rumah terdampak dari total 34 kepala keluarga.

Rencananya, proses pencarian korban akan kembali dilanjutkan pada Minggu, 25 Januari 2026 pagi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan di lokasi longsor.

Sementara itu Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan di penampungan kurang lebih ada 400 jiwa, mereka membutuhkan obat-obatan, kasur, dan selimut.

“Untuk trauma healing kami akan segera turun untuk menghibur anak-anak dan semuanya kemudian kebutuhan tadi kita dengar juga akan kita lengkapi,” jelas Rudi.

Rudi pun menyampaikan evakuasi harus dihentikan sementara karena dikhawatirkan ada longsor susulan, terlebih hasil asesmen tanah longsor itu berlumpur dan air dengan kedalaman sekitar lima meter yang artinya cukup berbahaya.

“Kami telah menerima sepuluh kantong jenazah, lima sudah teridentifikasi dan sudah dikembalikan ke pihak keluarga, lima lagi dalam proses identifikasi,” tandasnya.




16 Korban Longsor Berhasil Ditemukan, Polri Berikan Program Trauma Healing

Pencarian korban longsor terus dilakukan (Humas Polri).

16 Korban Longsor Berhasil Ditemukan, Polri Berikan Program Trauma Healing

Prolite – Pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Kabupaten Cilacap masih terus dilakukan hingga hari ini.

Tim SAR, Polisi, TNI dan masih banyak lainnya berusaha untuk bisa menemukan semua korban yang tertumbun longsor.

Bencana longsor yang terjadi pada Kamis 13 November 2025 mengakibatkan lebih dari 20 orang tertimbun tanah.

Hingga hari ke lima dilakukan pencarian 16 orang berhasil ditemukan meski dalam keadaan tidak bernyawa sedangkan 7 orang lagi masih dalam pencarian hingga hari ini.

Dalam hal ini tim Polri memberikan pelayanan kesehatan yang terus di perkuat sepanjang operasi pencarian korban.

Petugas medis Polri bekerja di dua titik sekaligus: RSUD Majenang sebagai pusat rujukan dan pos pelayanan kesehatan lapangan dekat lokasi longsor.

Di RSUD Majenang, pemeriksaan lanjutan diberikan kepada korban luka, termasuk penanganan cedera pada ekstremitas, perawatan luka sobek, serta penanganan pernapasan bagi warga yang mengalami inhalasi debu.

Sementara itu, di posko lapangan, petugas memberikan perawatan cepat bagi warga yang mengalami kelelahan, syok ringan, hipotermia, hingga serangan panik. Polri juga menempatkan personel khusus untuk mengawal warga lanjut usia dan anak-anak yang mengalami stres fisik akibat perubahan lingkungan pengungsian.

Untuk mengurangi antrian, jalur pasien dibagi menjadi tiga: pemeriksaan cepat, tindakan ringan, dan rujukan langsung. Hal ini membuat warga dapat menerima bantuan medis tanpa penundaan, terutama pada jam-jam awal evakuasi di pagi hari.

Pelayanan psikologis melalui program trauma healing turut diperluas cakupannya. Polri mengerahkan 15 personel Tim Trauma Healing Ro SDM Polda Jateng, dibantu konselor Polresta Cilacap serta relawan psikososial yang sudah terbiasa menangani bencana alam.

Tim ini tidak hanya berfokus pada keluarga korban yang menunggu di RSUD Majenang, tetapi juga melakukan pendekatan dari tenda ke tenda untuk memetakan kondisi emosional warga selamat.

Pendekatan ini penting untuk menjangkau warga yang enggan bercerita namun menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis. Untuk anak-anak, tim menyediakan aktivitas pendampingan seperti permainan terarah, sesi mewarnai, dan dukungan emosional sederhana agar mereka mampu kembali merasa aman.

Hingga malam sebelumnya, sebanyak 48 warga telah menerima layanan aktif, dengan beberapa keluarga menjalani sesi konseling lanjutan untuk membantu mereka menghadapi kehilangan.

Dalam mendukung pencarian, Polri menurunkan total 155 personel—125 dari Polresta Cilacap dan 30 dari Brimob—yang bekerja dalam pola bergilir agar stamina petugas tetap stabil.

Kapolresta Cilacap menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan memastikan bahwa seluruh kekuatan Polri akan terus bekerja bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan hingga seluruh korban ditemukan. Masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhi area tebing rawan runtuhan, dan mematuhi setiap arahan petugas demi keselamatan bersama.