31 Siswa Pendaftar PPDB ke SMAN 3 dan SMAN 5 Didiskualifikasi

31 siswa PPDB ke SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung didiskualifikasi (pemkotbandung).

31 Siswa Pendaftar PPDB ke SMAN 3 dan SMAN 5 Didiskualifikasi

Prolite – Penerimaan siswa melalui jalur Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun 2024 masih banyak masalah di dalamnya.

Ada banyak masalah yang di rasakan untuk orang tua siswa peserta didik baru, dari mulainya susahnya jalur zonasi hingga erornya system.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Pendidikan membatalkan kelulusan 31 siswa atau calon peserta didik (CPD) pada PPDB 2024.

Pembatalan calon peserta didik baru dikarenakan adanya aturan domisili yang di langar oleh calon peserta didik baru.

Adapun 31 siswa yang dianulir kelulusannya tersebut merupakan CPD yang mendaftar ke SMAN 3 Bandung (25 CPD) dan SMAN 5 Bandung (6 CPD).

Tribun Jabar
Tribun Jabar

Dikutip dari detikJabar, tim verifikasi lapangan menemukan 31 siswa atau orang tua tidak berdomisili di alamat sesuai kartu keluarga sehingga hal tersebut telah melanggar Peraturan Gubernur Nomor 9 tahun 2024. Mereka merupakan calon siswa yang mendaftar ke SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung.

Berdasarkan Peraturan Gubernur tersebut yang dipertegas dengan Surat Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani orang tua CPD serta surat Ombudsman Nomor T/237/ tanggal 13 Juni 2024 perihal Temuan dan Saran Penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru Jawa Barat Tahap 1, maka rapat Dewan Guru memutuskan status diterima CPD dimaksud didiskualifikasi menjadi tidak diterima.

Kuota PPDB Tahap 1/Zonasi yang terdampak perubahan status calon peserta didik baru dilimpahkan ke Jalur Prestasi Rapor PPDB Tahap 2.

Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin menegaskan pihaknya sangat serius menegakkan aturan dalam PPDB 2024. Walaupun sudah dinyatakan lulus namun terbukti ada pelanggaran pihaknya masih bisa menganulir keputusan tersebut.




Kolaborasi Pemprov dan PWI Jabar Sukses Selenggarakan UKW di 8 Daerah

PWI Jabar

Kolaborasi Pemprov dan PWI Jabar Sukses Selenggarakan UKW di 8 Daerah

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Jabar) mencatat rekor dalam penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan peserta terbanyak di Indonesia dalam kurun waktu 8 bulan.

Program yang digagas oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini berhasil menjaring sebanyak 648 peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Dari 648 peserta UKW itu yang kompeten sebanyak 483 orang. Sedangkan sisanya belum kompeten.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dsikominfo) Jabar, DR. IKa Mardiah dalam keterangan pers, Kamis (31/8) menyebut program UKW merupakan bagian dari upaya Pemprov Jawa Barat mewujudkan Jawa Barat Juara di sektor sumber daya manusia (SDM).

“Pemprov Jabar ingin berkontribusi meningkatan kualitas wartawan lewat penyelenggaraan UKW bagi wartawan,” kata Ika.

Atas pencapaian ini, Pemprov Jabar mendapat penghargaan dari PWI Pusat pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Medan beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Diskominfo atas kolaborasi yang telah tercipta selama ini. Ini menunjukan kerja sama pentahelix memang sangat dibutuhkan untuk membangun Jawa Barat.

“Terima kasih Gubernur Jabar dan Diskominfo. Kolaborasi ini juga telah menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” ujar Hilman.

Hilman berharap, kolaborasi ini bisa terus berlanjut sehingga pembangunan sumber daya manusia di Jabar akan semakin juara.

Sedangkan Penanggung Jawab UKW PWI Jabar, Ahmad Syukri mengungkapkan, tingkat kelulusan dari pelaksanaan road show UKW mencapai 87 persen.

Ia merinci, dari titik pertama hingga ke delapan tercatat sebanyak 648 orang pendaftar. Namun yang mengikuti ujian hanya 550 orang, karena 98 orang peserta mengundurkan diri. Para peserta yang mengikuti UKW terdiri dari jenjang muda, madya dan utama.

” Jika dihitung, tingkat kelulusan mencapai 87 persen,” katanya.

Ia berharap, dengan bertambahnya ratusan wartawan yang kompeten di Jabar dapat berimbas kepada meningkatnya profesionalisme wartawan.

Sehingga, kata dia, akan berimbas pula terhadap meningkatkan kualitas jurnalistik yang dihasilkan wartawan.

“Jika wartawan semakin profesional, maka bisa membantu menangkal berita-berita hoaks di masyarakat,” bebernya.

Ke depan, sambungnya, program ini terus akan berlanjut setiap tahunnya, sebagaimana komitmen Pemprov Jabar dalam meningkatkan kompetensi wartawan.

“Tahun depan mudah-mudahan dapat kita akan gelar lagi. Mengingat animo dari peserta masih tinggi,” tutupnya.




Ridwan Kamil Ramaikan MPLS di SMKN 12 Bandung, Bagi-bagi Topi hingga Ponsel Gratis !

Ridwan Kamil

BANDUNG, Prolite – Senin (17/07/2023), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau langsung kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 12 Bandung, Jalan Pajajaran, Kota Bandung.

Dalam kunjungannya, Kang Emil, panggilan akrab untuk Gubernur, tidak datang sendiri ke sekolah tersebut, melainkan didampingi oleh istri tercintanya, Atalia Praratya Ridwan Kamil, serta beberapa pejabat dari Pemprov Jabar.

Pukul WIB, Kang Emil memasuki lapangan tempat MPLS berlangsung dan disambut dengan antusiasme oleh ratusan siswa yang berhasil lolos untuk melanjutkan pendidikan di sekolah penerbangan tersebut.

Setelah memberikan sambutan, Kang Emil melanjutkan bercengkrama dengan para siswa, ia pun menjanjikan hadiah sepeda dan handphone sambil melemparkan beberapa pertanyaan.

Sambil memberikan hadiah, Kang Emil juga terlihat memberikan topi berwarna kuning yang bertuliskan “RK” kepada para siswa.

Potret Ridwan Kamil Saat Bercengkrama Bersama Siswa/i SMKN 12 Bandung

Ridwan Kamil
Foto : Ist

Para siswa yang berada di lapangan sekolah tersebut sangat antusias dan berebut untuk mendapatkan topi dari Gubernur Jawa Barat tersebut.

Kang Emil, dengan penuh canda, mengatakan kepada salah satu siswa yang mendapatkan topi, “Kalau pas di jalan ditilang polisi, pakai topi ini.”

Tidak hanya itu, Kang Emil juga memberikan tiga unit sepeda dan handphone kepada beberapa siswa dengan tantangan yang berbeda. Siswa yang menerima sepeda menceritakan tentang perilaku baik yang dilakukan selama perjalanan menuju sekolah.

Sementara itu, siswa lain yang juga mendapatkan sepeda harus menyelesaikan tantangan dari Kang Emil untuk melakukan push up sebanyak 75 kali. Kemudian, siswa yang mampu membaca ayat suci Al-Quran diberikan handphone oleh Kang Emil.

Hingga saat ini, Kang Emil masih terus memantau kegiatan MPLS di sekolah tersebut sebelum melanjutkan agenda selanjutnya di Pendopo Gedung Pakuan Bandung.