Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota

Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani (dok).

Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota

Prolite – Kebahagiaan terpancar di Aula Kwarcab Kota Bandung, Jalan LLRE Martadinata, pada Sabtu, 22 November 2025, saat 105 siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani resmi diwisuda.

Selain itu, sebanyak 19 Duta Lansia Kota Bandung turut dikukuhkan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran lansia dalam pembangunan sosial di Kota Bandung.

Acara syukuran ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang membuka sambutannya dengan doa dan ungkapan syukur.

Ia menilai, kegiatan pemberdayaan lansia merupakan bagian dari teladan kebaikan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Pemkot Bandung
Pemkot Bandung

“Dasar dari setiap perbuatan baik adalah keimanan. Puncak keimanan itu adalah memberi manfaat bagi sesama manusia,” ujar Farhan.

Farhan mengatakan, kolaborasi lintas kelembagaan sangat dibutuhkan, mengingat isu lansia tidak bisa ditangani hanya oleh satu instansi.

“Ada empat kelompok rentan yang menjadi fokus kami: lansia, disabilitas, perempuan, dan anak-anak. Kalau kita bisa memberdayakan empat kelompok ini, maka masyarakat akan maju secara keseluruhan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyoroti pendekatan pembelajaran di Sekolah Lansia Bahagia, terutama pelatihan musik yang dianggapnya memiliki dampak positif besar bagi daya ingat dan kesehatan mental.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Banyak di antara kita yang baru belajar musik di usia senja, dan itu sangat mungkin dilakukan,” katanya.

Ia mengutip pesan seorang akademisi Universitas Indonesia, Dr. Bobby:
“Memberdayakan bukan memperkaya, tapi mengembalikan harkat dan martabat.”

Farhan juga menyinggung fenomena menurunnya kondisi fisik, emosi, dan daya ingat seiring bertambahnya usia.

Menurutnya, hal tersebut dapat diatasi melalui aktivitas positif, seperti yang dilakukan para siswa Sekolah Lansia Bahagia.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda 105 siswa dan pengukuhan 19 Duta Lansia Kota Bandung.

Para duta ini diharapkan menjadi motor penggerak inspiratif dalam komunitas masing-masing.

Acara berlangsung hangat, penuh keakraban, dan menjadi bukti bahwa Kota Bandung semakin serius mewujudkan diri sebagai kota ramah lansia, sekaligus kota yang mendorong warganya untuk terus berkarya sepanjang hayat.




Pemkot Bandung Bertahap Angkut 500 Meter Kubik Sampah di TPS Pasar Ciwastra

Pemkot Bandung Bertahap Angkut 500 Meter Kubik Sampah di TPS Pasar Ciwastra (dok).

Pemkot Bandung Bertahap Angkut 500 Meter Kubik Sampah di TPS Pasar Ciwastra

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus melakukan upaya penanganan sampah di berbagai titik, termasuk di TPS Pasar Ciwastra yang saat ini mengalami penumpukan hingga mencapai sekitar 500 meter kubik.

Kondisi ini terjadi akibat tingginya volume sampah masuk dibandingkan sampah yang dapat diangkut setiap harinya.

Kepala Zona Kordoba, Ade Saepudin menjelaskan, TPS Pasar Ciwastra sudah berada pada kondisi over kapasitas.

“Kawasan tersebut ini over kapasitas, bisa sampai 500 meter kubik. Sampah yang masuk ke TPS lebih banyak dari yang keluar karena adanya kuota pengangkutan,” jelasnya di TPS Ciwastra, Jumat 21 November 2025.

Berdasarkan pantauan Humas Kota Bandung, terdapat 4 armada truk tronton yang saat ini melakukan pengangkutan secara bertahap.

Setiap truk tronton mampu mengangkut 25–28 meter kubik sampah sekali jalan, sehingga proses penanganan membutuhkan waktu dan pengaturan ritme pengangkutan.

Ade menuturkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Peran serta masyarakat menjadi sangat penting.

“Kami mohon bantuan masyarakat. Jangan hanya mengandalkan pemerintah kota. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga, dari RT dan RW,” ujarnya.

“Pilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau dijual. Sisanya baru dibuang sebagai residu ke TPS,” imbuhnya.

Ia mengatakan, tanpa pemilahan dari sumbernya, TPS mana pun akan terus kewalahan.

“Kalau semuanya langsung dibuang begitu saja, pemerintah kota akan tetap kewalahan. Kita harus ubah cara kelola sampah mulai dari rumah,” ucap Ade.

Pemkot Bandung mengajak seluruh warga untuk berkolaborasi menjaga kebersihan lingkungan dengan membiasakan pemilahan sampah, mengurangi sampah harian, dan mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat wilayah.




Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”

Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI (dok).

Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”

Prolite – Industri tekstil Indonesia kembali tampil sebagai pusat perhatian dalam seminar bertajuk Indonesia: Sustainable Sourcing Hub For Textile, Apparel, and Beyond yang digelar di Melbourne Australia, Kamis, 20 November 2025.

Seminar Ini menjadi penutup dari rangkaian Global Sourcing Expo (GSE) 2025 dan menghadirkan diskusi strategis mengenai peluang rantai pasok tekstil antara Indonesia dan Australia.

Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin menyebut, kesiapan pelaku industri kecil menengah (IKM) Kota Bandung untuk memperluas pasar ekspor, terutama melalui kemitraan manufaktur dengan pelaku industri kreatif Australia.

“Bandung secara historis merupakan jantung ekosistem tekstil dan garmen Indonesia, dari hulu hingga hilir,” ujar Ronny.

Menurutnya, peluang pasar Australia semakin terbuka melalui IA-CEPA, meningkatnya minat terhadap produksi etis, serta kebutuhan order skala kecil berkualitas tinggi.

Hal itu dinilai selaras dengan keunggulan IKM Bandung yang menguasai produksi kreatif, desain, pewarnaan alami, hingga small-batch premium untuk pasar internasional.

Pada sesi utama, Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono menyebut, Indonesia memiliki daya saing yang kuat dalam rantai pasok global.

Ia menjelaskan, nilai ekspor tekstil Indonesia meningkat dari USD 9,1 miliar pada 2020 menjadi sekitar USD 11 miliar pada 2024.

Meski menghadapi tantangan seperti tarif tinggi di pasar AS dan kompetisi produk murah impor, Indonesia tetap memiliki keunggulan berupa infrastruktur industri, tenaga terampil, dan kapasitas produksi besar. Kolaborasi dengan Australia dinilai penting untuk meningkatkan daya saing bersama.

Konsep “Designed in Australia, crafted in Indonesia” kemudian menjadi gagasan utama dalam diskusi. Menurut Dubes, Indonesia menawarkan efisiensi produksi dan pengalaman manufaktur, sementara Australia memiliki kekuatan pada kemampuan desain dan orientasi ekspor yang meningkat.

Dengan kerja sama ini, Australia dapat mengembangkan produk unggulan dengan biaya kompetitif, sementara Indonesia mendapatkan peningkatan nilai tambah pada kapasitas industrinya.

Potensi kolaborasi semakin relevan mengingat industri tekstil Australia menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2020, Australia mengekspor sekitar USD 230 juta produk tekstil, dan angka itu melonjak menjadi hampir USD 500 juta pada 2024.

“Peningkatan ini dapat menjadi titik temu, di mana kedua negara memperkuat daya saing bersama, bukan saling berkompetisi,” ujarnya.

Ia optimis, Indonesia–Australia dapat menciptakan model produksi masa depan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi kedua negara bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan penciptaan daya saing bersama di pasar global.

“Bekerja bersama bukan hanya akan meningkatkan efisiensi, tetapi juga menciptakan masa depan industri tekstil yang lebih kreatif, berkelanjutan, dan kuat secara global,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang buyer Australia, Ahmad Roesdy menilai, Indonesia menawarkan keseimbangan antara kapasitas produksi, kualitas, dan kepatuhan etis. Para pelaku industri Australia dinilai semakin membutuhkan mitra yang tidak hanya efisien, tetapi juga memiliki standar keberlanjutan.

“Kami melihat Indonesia bukan hanya pemasok, tetapi mitra strategis untuk membangun rantai pasok yang etis dan inovatif,” ujarnya.

Seminar tersebut menyimpulkan bahwa kerja sama Indonesia–Australia bukan lagi peluang, tetapi langkah strategis untuk membangun rantai pasok tekstil yang kompetitif, berkelanjutan, dan berorientasi ekspor.

Kota Bandung menempatkan diri sebagai motor utama dalam misi tersebut, membawa industri kreatif lokal melangkah ke pasar global.




Wujudkan Zero Stunting, Pemkot Bandung Ajak Warga Mendukung Program Dashat

Ilustrasi Stunting (Instagram).

Wujudkan Zero Stunting, Pemkot Bandung Ajak Warga Mendukung Program Dashat

BANDUNG, Prolite – Permasalahan stunting memang sangat penting untuk di perhatikan dan di atasi pada suatu wilayah seperti di Kota Bandung.

Dalam hal ini Pemerintah Kota Bandung memastikan untuk seluruh anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Upaya ini dilakukan pemerintah melalui berbagai program yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Banyaknya program yang sudah dikeluarkan oleh Pemkot Bandung untuk mencegah stunting diantaranya Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, kesehatan anak harus menjadi gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Humas Kota Bandung
Humas Kota Bandung

“Kita semua tentu berharap anak-anak di Kota Bandung tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Pemerintah terus berupaya, tapi keberhasilan ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat,” jelasnya dikutip dari Humas Pemkot Bandung, Selasa (18/11).

Menurut Farhan, masyarakat dapat berperan mulai dari menjaga lingkungan, memanfaatkan hasil pangan dengan bijak, hingga ikut mendukung tersedianya dapur sehat di wilayah masing-masing.

“Lingkungan yang bersih, pengelolaan pangan yang baik, dan kebiasaan makan sehat adalah langkah sederhana yang punya dampak besar. Warga bisa mulai dari rumah masing-masing,” ucapnya.

Program Dashat berasal dari anggaran Pemkot Bandung dan diprioritaskan untuk mendukung Bayi di Bawah Dua Tahun (Baduta), balita, serta ibu hamil berisiko stunting.

Masa baduta sebagai periode emas atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.

Farhan menilai, keberlanjutan Dashat di tingkat kelurahan sangat penting untuk mencapai target kota.

“Harapan kami, setiap kelurahan yang memiliki Dashat bisa terus aktif mengolah dan menyediakan makanan sehat bagi keluarga berisiko stunting. Kalau kita konsisten, Bandung bisa menjadi Kota Zero New Stunting,” ujarnya.

Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat, Kota Bandung optimistis dapat menurunkan anak terdampak dan memastikan generasi masa depan tumbuh lebih sehat dan berkualitas.




Wali Kota Bandung Tekankan Penca Sebagai Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan

Wali Kota Bandung Tekankan Penca Sebagai Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan (Jabarprov).

Wali Kota Bandung Tekankan Penca Sebagai Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan

Prolite – Penca bagi masyarakat Sunda bukan hanya sekedar olahraga bela diri namun ini merupakan warisan yang perlu di lestarikan dan di kenalkan kepada kalangan anak-anak muda jaman sekarang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan, Festival Inovasi Penca Tradisi “Padungdung Jawara Bandung Utama” menjadi ruang penting untuk menjaga keberlanjutan penca sebagai identitas budaya Sunda, digelar di Teras Sunda Cibiru (16/11).

Warisan ini mengandung nilai kehormatan, kesederhanaan, kedisiplinan, keberanian, dan kehormatan yang perlu di lestarikan.

Ia menyampaikan penca merupakan kebanggaan yang hidup di komunitas, paguron, dan kampung budaya di Kota Bandung, serta memiliki filosofi yang membentuk karakter masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

Ia menilai festival tersebut mempertemukan tradisi dan inovasi tanpa menghilangkan jati diri penca.

“Inovasi bukan berarti meninggalkan akar budaya, justru melalui inovasi, ini menemukan cara baru untuk tetap hidup, dikenal, dan dicintai generasi muda,” tuturnya.

Ia menjelaskan tema “Padungdung Jawara Bandung Utama” membawa pesan perlunya “jawara-jawara baru” yang mengutamakan etika.

“Jawara sejati bukan hanya kuat fisiknya, tetapi juga mulia akhlaknya, jernih budinya, dan kokoh jati dirinya,” ucapnya.

Ia berharap nilai luhur dapat terus diwariskan kepada anak muda Bandung.

“Menjadi kuat itu penting, tetapi menjadi bermanfaat jauh lebih utama,” katanya.

Ia menyebut festival ini dapat menjadi gerbang lahirnya program pelestarian budaya yang lebih besar.

“Penca diharapkan dapat hadir di sekolah, ruang publik, hingga ruang digital sehingga semakin dekat dengan keseharian masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kota Bandung, kata Farhan, berkomitmen merawat budaya lokal termasuk tradisi sebagai identitas yang harus dijaga.

“Kita ingin Bandung tetap menjadi kota kreatif tanpa kehilangan akar tradisinya,” jelasnya.

Ia menegaskan silaturahmi antar paguron, generasi, dan pencinta seni budaya menjadi energi penting bagi keberlangsungan tradisi.

“Budaya bertahan bukan hanya karena diajarkan, tetapi karena diamalkan, dicintai, dan diwariskan dengan kebahagiaan,” imbuhnya.




Gelar Final Piala Presiden Bulutangkis 2025, Bukti Kota Bandung Pabrik Juara

Gelar Final Piala Presiden Bulutangkis 2025 (dok).

Gelar Final Piala Presiden Bulutangkis 2025, Bukti Kota Bandung Pabrik Juara

Prolite – Kota Bandung kembali menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi. Kali ini, Final Piala Presiden Bulutangkis 2025 digelar di GOR Kota Bandung, Jalan Jakarta, 12 – 15 November 2025.

Atas hal tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas terselenggaranya final turnamen ini di Kota Bandung.

Menurutnya, atmosfer dan sejarah bulutangkis di Bandung menjadi energi besar bagi para atlet muda.

“Kota Bandung selalu melahirkan juara. Di tempat ini, banyak anak muda dan para pelatih sudah merasakan bagaimana lapangan-lapangan di Bandung menjadi tempat lahirnya juara dunia,” tutur Farhan.

Ia juga memberikan selamat kepada seluruh atlet yang telah berjuang, baik yang menang maupun yang belum mendapatkan hasil terbaik.

“Selamat kepada para pemenang di kejuaraan Piala Presiden. Terima kasih kepada para pelatih dan keluarga yang sudah serius mendukung putra-putrinya. Fokuslah terus menjadi atlet terbaik di Indonesia, dan insyaallah suatu hari menjadi yang terbaik di dunia,” kata Farhan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) karena Bandung dipercaya menjadi kota terakhir dalam rangkaian penyelenggaraan Piala Presiden.

“Ini membuktikan Bandung layak diberi kepercayaan dan motivasi untuk terus membangun stadion serta fasilitas bulutangkis yang lebih baik,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, yang juga legenda bulutangkis Indonesia, turut hadir dan berbagi pengalaman.

“Dulu saya latihan di sini sebelum masuk Pelatnas. Latihan malam hari, bertanding di lapangan yang sederhana. Pagi sampai siang sekolah, sore sampai malam latihan. Tidak ada yang instan dalam olahraga,” ujar Taufik.

Ia menuturkan, fasilitas dan kompetisi penting, tetapi yang menentukan adalah proses latihan sehari-hari.

“Kemenpora memfasilitasi pertandingan, tapi yang menentukan masa depan adalah latihan konsisten. Untuk yang juara jangan cepat puas. Untuk yang kalah jangan kecil hati, latihan lagi dan terus semangat,” pesannya.

Taufik berharap, lahir bibit-bibit baru yang ke depan dapat memperkuat Pelatnas.

“Olahraga itu regenerasi terus. Saya tunggu ada yang berlatih di Pelatnas dan jadi yang terbaik di sana. Sistem pembinaan dan kompetisi yang baik adalah kunci generasi emas bulutangkis Indonesia,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Sri Wahyuni menjelaskan, Piala Presiden Bulutangkis 2025 digelar di 17 regional di seluruh Indonesia.

“Beberapa di antaranya Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, hingga Papua,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, total ada peserta yang mengikuti turnamen dari seluruh Indonesia. Penyelenggaraan final di Bandung berjalan lancar karena kolaborasi antarunit di lingkungan Kemenpora.

“Peserta merasa nyaman. Alhamdulillah, berkat gotong royong antar unit, seluruh peserta yang mengikuti final di Bandung dapat menikmati fasilitas secara gratis,” tuturnya.




Partisipasi Warga Jadi Tantangan Utama Pengelolaan Sampah di Kota Bandung

Partisipasi Warga Jadi Tantangan Utama Pengelolaan Sampah di Kota Bandung (dok).

Partisipasi Warga Jadi Tantangan Utama Pengelolaan Sampah di Kota Bandung

Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung saat ini bukan pada teknologi, melainkan pada partisipasi masyarakat.

“Tantangan saya sekarang ini dalam pengelolaan sampah bukan teknologi, tapi public participatory. Partisipasi masyarakat soal sampah itu masih sangat rendah,” ujar Farhan.

Hal tersebut disampaikan Farhan pada Talkshow INNOVIBES Vol. 3 dengan topik Circular Economy dan Masa Depan Kota Berkelanjutan di Innercourt ITB Innovation Park, Kawasan Summarecon Bandung, Kamis 13 November 2025.

Ia menyebut, dari RW yang ada di Kota Bandung, sejak program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan (Kang Pisman) diluncurkan sekitar tahun 2019 dan disusul oleh program Buruan Sae (Urban Farming), hanya sekitar 400 RW yang benar-benar menerapkan prinsip pengelolaan sampah dengan baik.

“Artinya masih ada lebih dari seribu RW yang belum disiplin dalam pengelolaan sampah. Padahal, kuncinya bukan di alat atau mesin, tapi di kesadaran warganya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung fenomena maraknya ketertarikan pada teknologi insinerator untuk mengolah sampah. Namun menurutnya, solusi utama tetap harus dimulai dari tingkat RW.

“Sekarang semua orang tergila-gila pada insinerator. Padahal, grand desain Kota Bandung adalah 30 persen sampah harus habis di RW. Harus habis di RW. Mau tidak mau, kita harus memastikan RW itu bisa mengolah sampah organik di wilayahnya masing-masing,” tutur Farhan.

Ia menjelaskan, sampah nonorganik yang tersisa bisa diolah menjadi bahan daur ulang seperti plastik, atau dimasukkan ke dalam Refuse Derived Fuel (RDF) bahan bakar alternatif dari residu sampah.

“Alhamdulillah di Cigondewah sudah ada industri pengolahan plastik yang besar. Tapi untuk RDF, produksi kita baru sekitar 10 ton. Kalau 60 ton, bisa terjadi tumpukan selama dua hari,” ungkapnya.

Farhan berharap masyarakat bisa lebih aktif dan konsisten dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, agar Kota Bandung benar-benar menuju kota yang bersih dan berkelanjutan.

“Kuncinya bukan di mesin mahal, tapi di kebiasaan kecil setiap hari. Kalau tiap RW bergerak, Bandung pasti bisa,” ucapnya.




Dorong Edukasi Sanitasi Lingkungan, Farhan Sebut Pentingnya Septic Tank Komunal

Dorong Edukasi Sanitasi Lingkungan, Farhan Sebut Pentingnya Septic Tank Komunal (dok).

Dorong Edukasi Sanitasi Lingkungan, Farhan Sebut Pentingnya Septic Tank Komunal

Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai septic tank komunal merupakan hal penting untuk menjaga sanitasi lingkungan Kota Bandung. Dengan septic tank komunal, warga tak lagi mencemari lingkungan dengan limbah domestik.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana Edisi ke-34 di Kelurahan Cibadak, Rabu 12 November 2025.

Dalam dialog bersama lurah, pengurus RW, dan perwakilan instansi, Farhan menyoroti masih adanya rumah di bantaran Sungai Citepus yang belum memiliki septic tank komunal.

Ia menyebut septic tank komunal tidak akan mencemari sumur di sekitar permukiman. Sebaliknya, fasilitas ini justru menjaga kebersihan sungai dan juga sumber air di lingkungan tersebut.

“Ini masalah edukasi. Kita harus jelaskan bahwa septic tank justru mencegah pencemaran, bukan sebaliknya. Sangat tidak masuk akal ketika menganggap bahwa buang kotoran ke sungai lebih bersih daripada septic tank komunal,” kata Farhan.

Ia menilai, kesadaran warga menjadi kunci utama dalam membangun lingkungan yang sehat.

Menurut Farhan, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga perlu memastikan pemahaman masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sanitasi aman.

“Kita harus turun menjelaskan langsung agar masyarakat mengerti dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.

Selain menyoroti sanitasi, Farhan juga membahas persoalan akses air bersih di kawasan padat penduduk.

Berdasarkan laporan PDAM, distribusi air di wilayah Cibadak masih dilakukan secara bergiliran dua hari sekali karena keterbatasan sumber air baku.

“Kota Bandung memang belum memiliki sumber air baku sendiri. Saat ini cakupan layanan PDAM baru sekitar 47 persen, dengan kebocoran mencapai 40 persen. Ini tantangan besar yang harus diatasi bersama,” kata Farhan.

Di hadapan para lurah dan pengurus RW, Farhan juga mengingatkan pentingnya peran warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Kegiatan Siskamling Siaga Bencana ini juga dimanfaatkan untuk meninjau berbagai isu sosial lainnya, mulai dari penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hingga pelaksanaan program Dapur Dahsat dan kepesertaan BPJS Kesehatan di tingkat RW.

Melalui forum Siskamling, Pemkot Bandung terus mendorong kolaborasi warga, perangkat daerah, dan mitra kerja dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan tangguh bencana.




Persib x Pemkot Bandung Hadirkan JAJAP: Cara Baru Nikmati Sejarah Klub Sambil Keliling Bandung dengan Bandros

Persib x Pemkot Bandung Hadirkan JAJAP (dok).

Persib x Pemkot Bandung Hadirkan JAJAP: Cara Baru Nikmati Sejarah Klub Sambil Keliling Bandung dengan Bandros

Prolite – Persib Bandung berkolaborasi dengan Pemkot Bandung meluncurkan program tur wisata edukasi baru bernama JAJAP, yang merupakan singkatan dari “Jalan-jalan Persib”.

Program ini mengajak Bobotoh dan masyarakat umum untuk menelusuri jejak sejarah klub kebanggaan Jawa Barat ini menggunakan bus ikonik Bandros.

Manager Business Development Persib, Ansyah menjelaskan, program yang diinisiasi oleh Wali Kota Bandung ini telah diluncurkan sejak 25 Oktober lalu. Antusiasme masyarakat pun dinilai sangat tinggi.

“Jajap itu jalan-jalan Persib yang bekerja sama dengan Dishub, tepatnya Bandros,” ujar Ansyah dalam wawancaranya.

Berbeda dengan rute Bandros biasa, tur JAJAP dirancang khusus untuk para penggemar sepak bola.

Menurut Ansyah, sekitar 70% dari konten perjalanan ini didedikasikan untuk menceritakan sejarah Persib.

“Dari mulai berdiri sampai di kejayaannya,” tambahnya.

Program ini beroperasi dengan jadwal keberangkatan setiap dua jam. Ansyah menegaskan bahwa bus akan tetap berangkat sesuai jadwal meskipun belum terisi penuh.

“Tapi tidak menutup kemungkinan jika sebelum jadwal keberangkatan sudah penuh, kita bisa langsung berangkat,” ucapnya.

Ansyah pun mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung dan mengenal lebih dalam sejarah klub kesayangan mereka.

Antusiasme ini juga dirasakan langsung oleh para pengunjung, salah satunya adalah Rifky. Ia mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya mengikuti JAJAP.

“Seru banget, kaya saya bisa lihat dimana aja sih titik bersejarah bagi bobotoh dan juga persib gitu,” ungkap Rifky.

“Harganya pun worth it ya buat pengalaman yang di dapet, sama tadi juga sambil liat-liat baju sama apparel persib di lantai 2 sekalian beli tiketnya juga gitu di sana,” imbuhnya.

Rifky juga menyampaikan harapannya untuk program ini ke depan.

“Semoga sih dibanyakin lagi ya busnya jadi bisa lebih rame lagi yang ikut jajap ini gitu. Pesannya sih buat semua bobotoh gitu harus nyoba pengalaman jajap ini gitu, karna kita bisa ketemu bobotoh lain plus nambah temen,” tuturnya.

Bagi warga Bandung dan wisatawan yang ingin merasakan pengalaman unik ini, berikut adalah informasi lengkap untuk mengikuti tur JAJAP:

  •   Operasional: Setiap hari pukul , , , & WIB (Kecuali PERSIBDAY)
    •    Tiket: per orang
    •    Pembelian Tiket: Kasir Persib Store (Graha Persib Lt.2), Jln. Sulanjana No. 17, Bandung.



Farhan: West Java Festival Bukti Sinergi dan Inovasi Pariwisata Jawa Barat

Farhan: West Java Festival Bukti Sinergi dan Inovasi Pariwisata Jawa Barat (dok).

Farhan: West Java Festival Bukti Sinergi dan Inovasi Pariwisata Jawa Barat

Prolite – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut penyelenggaraan West Java Festival (WJF) 2025 menjadi bukti nyata sinergi antardaerah dan inovasi dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya di Jawa Barat.

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan penampilan atraksi budaya khas Sunda seperti seren taun dan Lais Kasepuhan Sinar Resmi.

Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah sukses menyelenggarakan festival tahunan tersebut.

“Kami mewakili seluruh kepala daerah se-Jawa Barat mengucapkan selamat datang kepada seluruh pengunjung dan peserta West Java Festival. Penyelenggaraan tahun ini luar biasa sukses” ujar Farhan pada pembukaan West Java Festival (WJF) 2025 di Kiara Artha Park, Minggu 9 November 2025.

“Mari kita berikan tepuk tangan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan seluruh pihak yang terlibat,” imbuhnya.

Farhan menuturkan, kesuksesan WJF 2025 tidak lepas dari dukungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang terus menguatkan visi pembangunan berbasis nilai-nilai kearifan lokal.

“Festival ini menunjukkan semangat cager, bager, bener, pinter, dan singer yang menjadi fondasi masyarakat Jawa Barat. WJF adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan kreativitas mampu menggerakkan ekonomi daerah sekaligus melestarikan budaya,” ujarnya.

Farhan juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI serta pihak swasta yang telah mendukung penyelenggaraan festival.

“Kehadiran semua pihak ini menunjukkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sebagai tuan rumah, Kota Bandung menjadi etalase yang memperlihatkan kekayaan budaya dan semangat inovasi Jawa Barat. Farhan memastikan, Bandung akan terus berkomitmen menjadi kota yang mendukung gelaran budaya dan ekonomi kreatif.

“Bandung bukan hanya tempat berlangsungnya acara, tetapi juga pusat energi kreatif Jawa Barat. Melalui festival ini, kita menunjukkan bahwa budaya dan inovasi bisa berjalan beriringan menuju kemajuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Akuntabilitas dan Hukum, Bambang Andika mengapresiasi keberhasilan Jawa Barat menghadirkan event berkelas nasional.

Ia menilai, tahun ini West Java Festival terpilih sebagai salah satu event unggulan Karisma Event Nusantara, program nasional yang mendukung event daerah berkualitas.

“West Java Festival adalah contoh bagaimana budaya dapat tampil modern tanpa kehilangan identitasnya. Ini bukti sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam membangun pariwisata berkelanjutan,” ujar Bambang.

Menurutnya, tema tahun ini, “Gapura Panca Waluya”, menggambarkan semangat harmoni antara budaya, kreativitas, dan keberlanjutan. Melalui kegiatan seperti Challenge Wellness Zone, Pawon Jawa Barat, Edu Cultural Showcase, hingga Skill & Performance Lawn, festival ini menghadirkan inovasi pariwisata yang ramah lingkungan dan inklusif.

Selain menjadi ajang budaya, WJF 2025 juga memberikan dampak langsung bagi sektor ekonomi kreatif.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis sertifikat Hak Merek, 321 Sertifikat Halal, 100 PT Perorangan, 5 HACCP, dan 17 Koperasi Sehat oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, di antaranya Wali Kota Cimahi, Bupati Bandung Barat, Wakil Wali Kota Sukabumi, dan Wakil Bupati Tasikmalaya, serta dua anggota DPD RI asal Jawa Barat.

Puncak festival ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan musisi nasional seperti The Changcuters, Kunto Aji, dan King Nassar, yang menambah semarak suasana malam di Kiara Artha Park.

Sebagai informasi, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8–9 November 2025, di Kiara Artha Park Bandung ini menghadirkan berbagai pertunjukan.

Festival diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung dan detikcom,  serta mendapat pengakuan nasional sebagai salah satu event terbaik Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).