Hari Jadi Kota Bandung ke-213, Simak Beberapa Agendanya

Logo Hari Jadi Kota Bandung ke-213 (Pemkot Bandung).

Hari Jadi Kota Bandung ke-213, Simak Beberapa Agendanya

BANDUNG, Prolite – Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-213 yang akan berlangsung pada puncaknya yakni tanggal 25 September 2023.

HJKB ke-213 mengusung tema “Bersatu dalam Kolaborasi Wujudkan Bandung Unggul”.

Beragam rangkaian untuk menyambut Hari jadi Kota Bandung sudah berlangsung sejak tanggal 16 September 2023 lalu.

Hingga nanti puncaknya pada tanggal 25 September 2023, berbagai macam acara nanti akan diselenggarakan untuk memeriahkan cara tersebut.

Rangkaian acara pun ini akan berkolaborasi dengan beberapa pihak hingga sektor terkecil dalam tatanan Rukun Warga (RW).

Berikut ini beberapa agenda yang akan berlangsung untuk menyambut Hari Jadi Kota Bandung ke-213:

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Agenda HUT ke-213 Kota Bandung
Dalam Surat Edaran Nomor 135-Setda/2023, masyarakat diimbau untuk mengibarkan Bendera Merah Putih satu tiang penuh mulai tanggal 1-29 September 2023 secara serentak di lingkungan perkantoran, instansi, di tempat-tempat strategis dan di halaman rumah masing-masing.

  1. Bebersih Bandung

Acara ini akan dilaksanakan pada 16 September 2023 serempak yang dilakukan di Alun-alun Bandung dan tiap RW se-Kota Bandung, 30 Kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, rumah sakit, dan perkantoran/perusahaan.

  1. Kota Bandung Berbagi

Agar lebih bahagia dan berkah menyambut HJKB, Pemkot Bandung akan berbagi dengan sejumlah pihak di Pendopo Wali Kota Bandung pada Selasa, 19 September 2023 pukul WIB.

  1. Ziarah Makam Pendiri Kota Bandung

Pada HJKB tahun di hari Rabu, 20 September 2023 pukul WIB, Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna bersama para kepala OPD akan berziarah ke beberapa titik lokasi makam, antara lain Makam Wiranata Kusumah II, Makam Karang Anyar, Makam Baleendah, dan Makam Demang Timbanganteun dan Makam Dalem Gordah.

  1. Doa Bersama Jelang HJKB

Dalam rangkaian HJKB ke-213, Pemkot Bandung mengajak masyarakat untuk berdoa bersama agar Kota Bandung selalu dilimpahi keberkahan dan kemakmuran.
Acara ini dilaksanakan pada Jumat, 22 September 2023 pukul WIB secara hibrid.

  1. Penyiaran Pidato Wali Kota Bandung

Tepat pada H-1 perayaan HJKB, Wali Kota Bandung akan menyampaikan sambutan dan arahannya untuk seluruh masyarakat Kota Bandung.
Rencananya, video pidato Wali Kota Bandung ditayangkan secara serentak pada Minggu, 24 September 2023 pukul WIB.

  1. Upacara Peringatan HJKB 213

Acara Puncak peringatan HJKB pun dimulai dengan Upacara Peringatan yang dilaksanakan Senin, 25 September 2023 pukul WIB di Plaza Balai Kota Bandung.
Upacara ini juga bisa warga Bandung laksanakan di kecamatan masing-masing.

  1. Sidang Paripurna HJKB 213

Dilaksanakan pada Senin, 25 September 2023 pukul WIB.




Bambang Tirtoyuliono Ditetapkan Sebagai Pj Wali Kota Bandung, Simak Profil dan Rekam Jejak

Bambang Tirtoyuliono Ditetapkan Sebagai Pj Wali Kota Bandung (dok Pemkot Bandung).

Bambang Tirtoyuliono Ditetapkan Sebagai Pj Wali Kota Bandung, Simak Profil dan Rekam Jejak

BANDUNG, Prolite – Bambang Tirtoyuliono resmi ditunjuk Menteri Dalam Negeri sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor Tahun 2023 tentang Penetapan Penjabat Wali Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Tanggal 7 September 2023.

Rencananya, Pelantikan Bambang Tirtoyuliono sebagai Pj Wali Kota Bandung akan dilaksanakan pada Rabu, 20 September 2023 mendatang.

Di kalangan Pemprov Jawa Barat (Jabar), nama Bambang Tirtoyulino sudah tidak asing. Ia merupakan Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jabar sejak 2021.

Bambang lahir di Bandung, 10 Juli 1966. Ia memiliki dua orang anak yakni Dheannaz Tirtoputri dan Clarissa Marela Putri dari pasangan Linda Nurani Hapsah.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Ia menyelesaikan sekolah di SMAN 5 Bandung (1986), lalu melanjutkan studi S1 Teknik Geologi, Institut Teknologi Bandung (1992) dan S2 Manajemen Sumber Daya Manusia, Sekolah Tinggi Manajemen IMMI, Jakarta (2010).

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Selama menjadi Aparatur Sipil Negara, Bambang telah menorehkan banyak prestasi, salah satunya adalah Penghargaan Satya Lencana, Karya Satya 20 tahun dari Presiden Joko Widodo.

Sebelum menjadi Kepala DBMPR, Bambang Tirtoyuliono juga sempat ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jabar pada tahun 2020-2021.

Ia juga pernah menjabat Penjabat Sementara (Pjs) Kabupaten Indramayu pada 2020 lalu.

Jauh sebelum itu, Bambang pernah menjabat sebagai Kepala Subbagian Pertambangan Pada Bagian Pertambangan dan Energi Biro Bina Produksi Sekretariat Daerah (2003), Kepala Subbagian Kehutanan Pada Bagian Bina Kehutanan dan Perkebunan Biro Bina Produksi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat (2009) dan Sekretaris Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jawa Barat (2012).

Ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat (2015), Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat (2016) dan Kepala Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat (2019).

Bambang juga sempat memiliki posisi yang cukup mentereng di PT Migas Hulu Jabar ONWJ, yakni sebagai Komisaris.

Sebagai informasi, dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor Tahun 2023 disebutkan Pj Wali Kota Bandung yang akan menjabat paling lama satu tahun terhitung sejak tanggal pelantikan.




Pemkot Targetkan 2 Hari Bereskan Ratusan Ton Sampah di TPS Taman Cibeunying

Pemkot Bandung membereskan tumpukan sampah di TPS Taman Cibeunying mulai diangkut dengan loader (dok Pemkot Bandung).

Pemkot Targetkan 2 Hari Bereskan Ratusan Ton Sampah di TPS Taman Cibeunying

BANDUNG, Prolite – Pemkot Bandung membereskan tumpukan sampah di TPS Taman Cibeunying mulai diangkut dengan loader, Rabu 20 September 2023. Sampah-sampah tersebut dimasukkan ke dalam truk dengan kapasitas 12 kubik atau mampu menampung 6 ton sampah.

Sekretaris Daerah Pemkot Bandung, Ema Sumarna mengaku prihatin dengan kondisi di TPS Taman Cibeunying yang sudah terlalu lama menumpuk.

“Saya minta maksimal dua hari selesai untuk menjadi prioritas dibuang ke TPA Sarimukti. Mungkin sudah sampai 20 hari menumpuk. Ini tidak boleh sebetulnya,” ungkap Sekda Pemkot Bandung Ema.

Ia menargetkan, minimal 12 ton sampah harus bisa ditarik ke Sarimukti hari ini. Semua kendaraan akan dikerahkan, baik punya Pemkot Bandung atau hasil sewa.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Ema juga mengimbau agar masyarakat mulai sadar dengan kondisi kedaruratan sampah. Masyarakat perlu jadikan momentum ini untuk sadar dan membiasakan diri memilah sampah.

“Kalau yang organik itu semua sudah selesai di rumah tangga, berarti beban ke kita ini signifikan dampaknya. Sebab kalau dikumulatifkan rata-rata sekitar 60 persen merupakan sampah organik,” jelasnya.

“Kalau sekarang ini organik selesai di rumah atau di lingkungan berarti ke sini (TPS) hanya tinggal 40 persen yang anorganik. Anorganik kerja sama dengan pemulung. Sisanya (residu) diangkut ke TPA,” lanjut Ema.

Ia menambahkan, sampah yang menumpuk di pinggir jalan harus menjadi prioritas pengangkutan. Sembari aparat kewilayahan terus mengedukasi masyarakat untuk budayakan memilah sampah. Sebab ke depan tidak boleh ada sampah organik yang dibuang ke TPA.

“Budayakan loseda (lodong sesa dapur), sehingga sampah organik selesai di rumah tangga. Di rumah ibadah juga harus sudah disiapkan pengolahan sampahnya,” tegasnya.

Ema menyebutkan, saat ini Kota Bandung mendapat kuota ritase sampah ke Sarimukti. Jumlah itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Oleh karena itu, TPS-TPS pun perlu dijaga dengan ketat agar masyarakat tidak membuang sampah langsung ke sana.

“Harus ada petugas yang bantu jaga di sini (TPS). Harus dijaga 24 jam. Atau di jam-jam kritis masyarakat buang sampah, di sana kita langsung bergerak untuk mengamankan TPS,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan lahan di daerah Sumedang untuk dijadikan TPA sampah Kota Bandung.

“Selain itu, hari ini atas arahan dari Sekda Provinsi Jawa Barat, tim kita sedang ke Kabupaten Sumedang untuk melihat lokasi di daerah Cijeruk. Ada lahan di Kecamatan Tanjungsari, sekitar Cadas Pangeran yang mudah-mudahan bisa membantu penanganan sampah di Kota Bandung,” harapnya.

Ia mengatakan, Sarimukti akan tetap dimaksimalkan. Namun, jika masih ada sampah yang belum bisa diangkut, maka akan digeser ke lahan di Cijeruk dan Pamulihan.

“Mudah-mudahan lahan di sana benar-benar siap. Jaraknya juga hanya 44 km kalau dari Kota Bandung,” katanya.

Upaya lainnya adalah memanfaatkan lahan di Gedebage untuk dijadikan TPS sementara. Menurutnya, secara logika, lahan di sana sangat luas dan jauh dari pemukiman penduduk. Sehingga lingkungan masyarakat tidak akan terkontaminasi bau.

“Semoga bisa mengurai permasalahan darurat sampah di Kota Bandung. Sekarang ini sudah ada 50-an TPS yang sudah kembali normal. Ritase kita sudah di atas 200 rit,” imbuhnya. (din)**




Pasar Murah Digelar Pemkot Bandung di 30 Kecamatan

Pemkot Bandung gelar pasar murah di 30 Kecamatan di Kota Bandung (dok Pemkot Bandung).

Pasar Murah Digelar Pemkot Bandung di 30 Kecamatan

BANDUNG, Prolite – Harga beras melambung tinggi, Pemkot Bandung menggelar pasar murah serentak di 30 Kecamatan dan di mulai di Kecamatan Coblong.

Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan Pemkot menggelar pasar murah guna menstabilkan harga beras saat ini melambung.

“Pemkot hadir di dukung oleh BI, Bulog Jabar, Bulog Kota, di dukung juga oleh BPS, kami bersama-sama untuk melakukan operasi pasar murah ini, khususnya komoditi beras medium dan minyak goreng, dan alhamdulillah harganya pun sangat spesial dari harga yang biasa beras medium itu hari ini kita jual dan minyak yang HET nya kita jual dan ini tentunya sangat membantu warga masyarakat,” jelas Ema, Selasa (19/9/2023).

Kata Ema, selain di Kecamatan Coblong, dan hari ini di laksanakan di tiga Kecamatan Sukasari, dan Kecamatan Rancasari.

Ditambahkan Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Elly Wasliah menyampaikan bahwa oprasi pasar beras medium di Kota Bandung dimulai dari 19 September sampai dengan 10 Oktober.

Beras yang dijual tersebut kata Elly, dari Bulog cabang Bandung disediakan 10 ton tetapi melihat antusias masyarakat antreanya cukup panjang sehingga Bulog Jabar menyiapkan tambahan sekitar 5 ton hari ini.

“Syaratnya warga KTP Kota Bandung dan alamat Kecamatan setempat jadi hanya untuk Kecamatan Coblong. Untuk diluar Kecamatan Coblong kami tidak izinkan karena nanti ada gilirannya,. Jadi, untuk yang diluar Kecamatan Coblong nanti harus melihat kapan pelaksanaan OP di masing-masing Kecamatan karna untuk Coblong saja sudah membludak,” ujarnya.

Masih kata dia, selain beras ada juga minyak ‘Kita’ yang dijual Rp di bawah HET atau Rp. di siapkan oleh Bulog untuk kemasan 1 liter.

“Jadi warga boleh beli dua bag beras dan 1 liter minyak kita. Tujuan kita lakukan operasi pasar pertama adalah untuk stabilkan harga beras medium kedua mengendalikan inflasi dan yang ketiga memberikan asksebilitas pada warga yang membutuhkan dengan harga yang lebih murah dan kami perkirakan mudah mudahan memang cuaca tidak bisa diprediksi ada cuaca faktor El Nino juga. Tapi stok aman hingga akhir tahun di kota Bandung,” tegas Elly.

Jelang natal, tahun baru, hari keagamaan, hingga libur nasional di pastikan stok beras aman di kota Bandung sampai akhir tahun.

“Bulog tadi menyampaikan ada 13 ribu ton, stok aman jadi tidak perlu khawatir berlebihan beli lah sesuai kebutuhan. Bukan sesuai dengan keinginan dan ini medium bukan untuk warga menengah ke atas tapi untuk menengah kebawah. Kalau untuk menengah keatas jatahnya bukan medium tapi premium,” tutupnya.




Transformasi Transportasi, Tahun 2024 Pemkot Bandung Konversi Angkot Jadi Mikrobus

Ema Sumarna mengonversi transportasi angkutan kota atau angkot menjadi mikrobus (dok Pemkot Bandung).

Transformasi Transportasi, Tahun 2024 Pemkot Bandung Konversi Angkot Jadi Mikrobus

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap mengonversi transportasi angkutan kota atau angkot menjadi mikrobus. Hal ini sebagai upaya menghadirkan transformasi di Kota Bandung yang nyaman dan aman.

Rencana tersebut juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung sebagai bagian dari perbaikan dan pembangunan infrastruktur.

“Persoalan besar kita di kota besar seperti ini adalah masalah kemacetan. Mudah-mudahan kita bisa mewujudkan transformasi transportasi,” kata Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Ema Sumarna saat peringatan Hari Perhubungan tingkat Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu 17 September 2023.

“Jadi nanti diganti dengan public transport yang jauh lebih representatif dari kenyamanan keamanan dan sopir sudah tidak ada lagi saling kejar-kejar setoran karena dia sudah dibayar oleh operator,” imbuhnya.

teras jabar
teras jabar

Menurut Ema, saat ini laju pertumbuhan kendaraan rata-rata Kota Bandung berada di atas 10 persen. Sedangkan pertumbuhan sarana prasarana penunjang perhubungan seperti jalan bergerak lambat.

Untuk itu, transformasi transportasi publik harus segera dilakukan.

Ema mengatakan transformasi angkutan baru diusulkan hadir di tahun 2024. Pemkot Bandung bekerja sama dengan koperasi-koperasi angkutan di Kota Bandung untuk menyelaraskan program ini.

Nantinya biaya operasional mikrobus akan disubsidi langsung oleh Pemkot Bandung sehingga operator tidak perlu lagi menunggu penumpang penuh dan hanya perlu mematuhi headway (waktu keberangkatan) yang ditetapkan.

“Kita sudah siap dengan subsidi itu. Mudah-mudahan nanti dengan dewan ini clear. Kita nanti menyubsidi para sopir angkot. Harapannya menjadi pegawai operator. Jadi mereka tidak terancam kehilangan pekerjaan. Bahkan ada kepastian dalam sisi pendapatan,” kata dia.

Ema berharap dengan hadirnya fasilitas transportasi publik yang nyaman dan aman dapat menarik minat masyarakat untuk beralih dari transportasi pribadi ke transportasi publik.

“Kalau public transport ini sudah benar artinya kita juga akan berpindah dengan sendirinya. Tanpa ada perubahan public transport, perilaku dipastikan tidak mau berubah. Kemacetan akan tetap hadir,” ujarnya. (rob)**




Warga RW 03 Cibangkong Panen Buruan Sae, Bantu Turunkan Angka Stunting di Kota Bandung

RW 03 Kelurahan Cibangkong sukses panen komoditas pangan Buruan Sae (Dok Pemkot Bandung).

Warga RW 03 Cibangkong Panen Buruan Sae, Bantu Turunkan Angka Stunting di Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Kelompok Tani Perkotaan Mandiri (KPM) RW 03 Kelurahan Cibangkong sukses panen komoditas pangan Buruan Sae, Rabu (13/9).

Hasil panen dari Kebun KPM RW 03 ini diberikan kepada penerima manfaat yang berasal dari warga Kelurahan Cibangkong. Kegiatan ini berjalan atas swadaya masyarakat.

Bersamaan dengan panen, Pusat Pelayanan Pemberdayaan Perempuan (Puspel PP) Kelurahan Cibangkong meluncurkan program BUAS (Bantuan Untuk Anak Stunting). Program ini merupakan implementasi program Buruan Sae sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Pada panen perdananya ini, sebanyak 25 penerima manfaat hadir secara simbolis. Jumlah tersebut belum termasuk penerima manfaat yang tidak hadir ke Kebun KPM RW 03.

Novi Sulastri, warga RW 01 Kelurahan Cibangkong merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada Puspel PP Kelurahan Cibangkong atas manfaat yang diterimanya.

“Alhamdulillah dapat sayuran, dan ini ada makanan bergizi untuk anak. Tentunya ini sangat membantu ya, makanan bergizi sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang terkena stunting,” kata Novi.

Ia berharap, program ini dapat berjalan terus dan dapat menginspirasi wilayah lain untuk menjalankan program serupa.

Hal yang sama juga diungkapkan Yeni Rahmawati. Warga RW 11 Kelurahan Cibangkong ini merasa terbantu dengan program BUAS yang baru saja diluncurkan.

Menurutnya, makanan bergizi merupakan hal yang penting bagi semua orang. Apalagi bagi anak yang menderita stunting.

“Harapannya program ini bisa menjangkau lebih banyak lagi penerima manfaat,” kata Yeni.

Sementara itu, Ketua Puspel PP Kelurahan Cibangkong, Euis menyebut, beberapa komoditas pangan yang dipanen hari ini antara lain sosin, pakcoy, terong, kacang panjang, dan pepaya. Hasil panen ini dibagikan kepada masyarakat, khususnya diperuntukkan bagi anak-anak stunting.

Ia mengaku senang karena program Buruan Sae yang dimiliki Pemkot Bandung dapat diimprovisasi menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kami tentunya berharap dapat ikut berpartisipasi mendukung program-program yang ada di Pemerintah Kota Bandung, khususnya di Kelurahan Cibangkong,” katanya.

Euis juga berharap Program BUAS ini dapat membantu program Buruan Sae lebih bermanfaat dan bisa ditiru juga oleh masyarakat di wilayah lainnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar. Ia mengaku sangat senang dan bersyukur program Buruan Sae dapat diaplikasikan dan membantu banyak orang.

Kata Gin Gin, hari ini, Buruan Sae tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga saja, tetapi bisa saling membantu di level masyarakat yang membutuhkan manfaatnya.

“Buruan Sae kini tidak hanya bernilai pangan, tetapi bisa membantu masyarakat untuk membantu menekan angka stunting,” kata Gin Gin.

Ia berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Kata Gin Gin, dengan adanya manfaat luar biasa seperti ini, sudah waktunya setiap masyarakat punya kesadaran mengaplikasikan program Buruan Sae.

“Kita terus dorong masyarakat mengaplikasikan program ini. Karena manfaatnya bisa sama-sama kita lihat sendiri,” ujar Gin Gin.

Sebagai informasi, angka prevalensi stunting di Kota Bandung semakin turun tiap tahunnya. Per 7 Februari 2023, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bandung menyampaikan, prevalensi stunting di Kota Bandung di tahun 2022 turun 7 persen dibandingkan sebelumnya.

Pada 2021, prevalensi stunting Kota Bandung berada di angka 26,4 persen. Lalu di tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 19,4 persen.

Pemkot Bandung menargetkan prevalensi stunting di Kota Bandung bisa mencapai angka 14 persen pada 2023.(ray)**




Sambut HJKB ke-213, Ribuan Warga Turun ke Jalan Bebersih Bandung

Ribuan warga Kota Bandung turun ke jalan untuk Bebersih Bandung menyambut HJKB ke-213 (dok Pemkot Bandung).

Sambut HJKB ke-213, Ribuan Warga Turun ke Jalan Bebersih Bandung

BANDUNG, Prolite – Ribuan warga Kota Bandung turun ke jalan dalam acara Bebersih Bandung, Sabtu 16 September 2023. Bebersih Bandung tersebar di 30 kecamatan dan 151 kelurahan se-Kota Bandung.

Kegiatan Bebersih Bandung merupakan rangkaian menyambut HJKB ke-213 Kota Bandung (HJKB).

Kali ini Bebersih Bandung berpusat di Alun-alun Kota Bandung dan dipimpin oleh Pelaksana Harian Wali Kota Bandung Ema Sumarna.

Dalam sambutannya, Ema mengingatkan seluruh pihak untuk sama-sama menjaga semangat dan konsentrasi terhadap penanganan sampah.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Kita ingin melihat Kota Bandung jauh lebih baik dari hari kemarin. Kita harus mengubah secara bertahap mindset dan juga perilaku dalam menangani persoalan sampah di Kota Bandung. Pasanya, kalau terus dengan pola seperti ini maka kita sebetulnya sedang menunggu bom waktu,” ucap Ema.

Saat ini, dari 1566 RW sudah ada 234 RW yang menyatakan sebagai KBS atau Kawasan Bebas Sampah. Ema berharap, gerakan KBS ini terus bertambah.

“Jadi ini kita baru syukuri dan ingin terus seperti teori bola salju. Kita ingin menggelindingkan semangat dan lahirnya menghadirkan zero waste city,” katanya.

Bebersih Bandung diisi kegiatan pembersihan ruas jalan, drainase, pengecatan kerb dan gedung-gedung dari vandalisme.

Lebih lanjut, Ema menyebut acara ini mendapat atensi dari berbagai lapisan masyarakat terbukti dengan banyak warga yang hadir di seluruh Kecamatan di Kota Bandung.

Sebagai penutup, Ema berharap Bandung Bebersih tidak berhenti sebatas ajang seremonial saja. Namun juga bisa terus menjadi kegiatan yang berkesinambungan untuk menghadirkan Kota Bandung jauh lebih baik.

“Mudah-mudahan ini bisa jadi momentum yang bisa kita manfaatkan. Hari ini harus jauh lebih baik dari hari kemarin,” ujarnya.




Mencegah Penyebaran DBD Warga Ujungberung Ternak Nyamuk

Dinkes Kota Bandung menggelar On The Job Training Strategi dan Manajemen Implementasi Wolbachia untuk DBD di Kecamatan Ujungberung (dok Pemkot Bandung).

Mencegah Penyebaran DBD Warga Ujungberung Ternak Nyamuk

BANDUNG, Prolite – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menggelar On The Job Training Strategi dan Manajemen Implementasi Wolbachia untuk DBD di Kecamatan Ujungberung.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Bandung akan mengimplementasikan inovasi bakteri wolbachia ke dalam telur-telur nyamuk Aedes aegypti. Upaya ini baru akan diujicobakan di Kecamatan Ujungberung.

Selain itu, Kota Bandung juga disebut termasuk daerah endemis DBD dengan kasus cukup tinggi. Maka dari itu, Kementerian Kesehatan mengeluarkan keputusan, Kota Bandung merupakan 1 dari 5 kota pilot project untuk implementasi penanggulangan DBD dengan berbasis teknologi wolbachia.

Adapun implementasi teknologi wolbachia adalah penyuntikkan bakteri wolbachia kepada telur nyamuk Aedes aegypti, sehingga menetas menjadi nyamuk dewasa.

eljabar
eljabar

Jika nyamuk tersebut menggigit pengidap virus dengue, maka virus yang dihisap nyamuk akan mati dengan bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tersebut tidak akan bisa menyebarkan virus dengue lagi ke tubuh manusia.

Kecamatan Ujungberung terpilih sebagai pilot project karena termasuk dalam 10 kecamatan dengan kasus DBD terbanyak di Kota Bandung tahun 2022. Selain itu, Kepala UPT Puskesmas Ujungberung pun telah mendapat pelatihan mengenai inovasi wolbachia di Yogyakarta.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani menyampaikan implementasi bulan Oktober mendatang, pihaknya akan menitipkan telur nyamuk Aedes aegypti yang sudah disuntikkan wolbachia di dalam ember. Harapannya, nyamuk-nyamuk ini akan menggantikan nyamuk Aedes aegypti yang memiliki virus dengue.

Lalu, nyamuk-nyamuk tersebut bisa kawin dengan nyamuk lokal untuk menghasilkan nyamuk lain yang otomatis sudah memiliki bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tidak akan bisa menjadi perantara virus dengue lagi.

“Telur-telur yang sudah disuntikkan wolbachia ini diproduksinya di lab entomologi atau lab serangga. Kota Bandung itu dapatnya dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Salatiga,” ungkapnya.

Ira menjelaskan, wolbachia sering ditemui dalam keseharian. Bakteri tersebut ada di dalam tubuh lalat buah, hewan-hewan kecil yang biasanya suka terbang di pisang atau buah-buahan.

“Di skema ini, nyamuk Aedes aegypti akan tetap ada untuk keseimbangan ekologis. Tapi dia sekarang sudah mengandung bakteri wolbachia supaya bisa menghentikan penyebaran virus dengue,” ucapnya.

Kota pertama yang mengimplementasikan inovasi ini adalah Yogyakarta. Dari penelitian dan implementasi wolbachia di sana, kasus DBD bisa turun sampai 70 persen.

Meski begitu, Ira mengatakan, implementasi wolbachia ini bukan berarti menggantikan seluruh upaya pencegahan DBD yang ada. Langkah-langkah sebelumnya akan tetap dijalankan, seperti 3M (menguras, menutup, dan mengubur), fogging sesuai indikasi, dan Gerakan Satu Rumah Satu Juru Jumantik.

Ke depannya, akan ada ember yang disebar se-Kota Bandung. Namun, untuk penyebarannya harus melihat dari peta udara dan satelit mengenai luas wilayah serta jumlah hunian. Sehingga tidak bisa disamaratakan jumlahnya tiap kecamatan.

Ira menuturkan, inovasi ini juga untuk mengurangi paparan kimia yang tidak sesuai indikasi. Sehingga lebih aman bagi lingkungan, masyarakat, juga secara ekonomis lebih murah. Sedangkan jika dibandingkan dengan fogging, lebih membutuhkan biaya untuk bensin dan obatnya.

“Kalau memang ini bisa diterapkan secara merata, harapannya angka kasus bisa turun karena virus dengue sudah tidak ada. Lalu, fogging juga bisa berkurang, sehingga dananya bisa dialihkan ke hal lain yang lebih penting,” imbuhnya.




Tampung 716 Meter Kubik Air, Kolam Retensi Ke-10 Hadir di Dian Permai

Kolam retensi ke-10 berada di Komplek Dian Permai RW 12 (dok Pemkot Bandung).

Tampung 716 Meter Kubik Air, Kolam Retensi Ke-10 Hadir di Dian Permai

BANDUNG, Prolite – Di tengah musim kemarau yang kering dan suhu ekstrem akibat dampak El Nino, Pemerintah Kota Bandung menghadirkan lagi kolam retensi di Babakan Ciparay.

Kolam yang berada di Babakan Ciparay ini berfungsi sebagai cadangan air di kala kemarau dan mengatasi genangan saat musim hujan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi memaparkan, lokasi kolam kali ini berada di Komplek Dian Permai RW 12. Dipilihnya kawasan ini karena memang sebelumnya masih kerap ada genangan saat musim hujan.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Lokasi kolam retensi di sini merupakan daerah yang rendah. Jadi, tepat untuk dibangun kolam retensi,” ungkap Didi saat meresmikan Kolam Retensi Dian Permai, Rabu 13 September 2023.

Kolam penyimpan cadangan air ini diharapkan tak hanya mengurangi genangan di RW 12, tapi juga bisa menyelesaikan masalah banjir di kawasan RW 09.

“Di sana memang dampaknya dari banjir di RW 12. Jadi kalau di RW 12 bisa dikurangi, maka dampak banjir di RW 09 itu otomatis berkurang juga,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kolam ini dikerjakan secara swakelola menggunakan alat berat DSDABM. Pengerjaannya dilakukan selama dua bulan dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp175 juta. Luas keseluruhan mencapai meter persegi.

“Lahan 179 meter perseginya digunakan untuk kolam. Daya tampungnya bisa mencapai 716 meter kubik. Di sekitarnya, kami tanami 75 pohon pelindung,” ujar Didi.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Eric M Attauriq menyebutkan, pembangunan di musim kemarau merupakan hal yang tepat.

“Momen musim kemarau saat ini tepat untuk bangun kolam retensi. Jangan sampai dibangun saat banjir melanda,” kata Eric.

Ia menambahkan, di tahun 2023 akan ada 3 kolam retensi yang dibangun, salah satunya di Dian Permai. Kemudian satu lagi kolam retensi di Bandung Inten Indah, Kelurahan Derwati. Lalu satu lagi di Margahayu, Kelurahan Sekejati.

Menurutnya, kolam retensi merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghadapi kemungkinan bencana akibat dari El Nino saat ini.

“El Nino sekarang menjadi periode terpanas yang akan berlangsung sampai pertengahan tahun 2024. Dengan ini kita sudah siap membuat kolam, sehingga pada saat bencana datang sudah bisa dicegah terlebih dahulu,” akunya.

Selain itu, dengan hadirnya kolam menampung air, fungsinya juga bisa dijadikan sebagai area publik dan spot wisata bagi warga sekitar. Di samping fungsi utamanya sebagai konservasi air dan cadangan air saat masa kritis.

“Kota Bandung sudah memiliki beberapa infrastruktur penangkap air tanah, antara lain lebih dari 20 sumur resapan dalam, 647 sumur resapan dangkal, dan lebih dari drumpori,” sebutnya.

Sedangkan Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi menilai, salah satu solusi penanganan banjir. Berdasarkan RPJMD 2018-2023, Pemkot menargetkan pembangunan 7 kolam retensi.

“Tapi realnya justru sudah ada 10 di Kota Bandung. Kami dari DPRD Kota Bandung memberikan apresiasi kepada Pemkot Bandung yang sudah mencapai target optimal bahkan melebihi dari kolam retensi ini. Mohon bisa memelihara yang sudah dibangun, sehingga kebermanfaatannya bisa lebih optimal,” harap Yudi.

Sebab, ia menjelaskan, tutupan lahan di Kota Bandung sudah lebih dari 80 persen. Sehingga, lahan yang tersisa harus benar-benar dioptimalkan dengan bijak.

“Kita kekurangan ruang untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur. Dengan memanfaatkan ruang-ruang yang dimiliki Pemkot Bandung, kita bisa optimalkan parkir air dengan baik. Soalnya sisa-sisa lahan ini punya kepentingan. Ada yang untuk perumahan, fasilitas umum, dan sosial,” lanjutnya.




Warga Gedebage Menolak Wilayahnya Dijadikan TPS

Warga Gedebage menolak wilayahnya dijadikan TPS sementara oleh Pemkot Bandung (Jabar Ekspres).

Warga Gedebage Menolak Wilayahnya Dijadikan TPS

BANDUNG, Prolite – Ada penolakan warga Gedebage karena diwilayahnya dijadikan tempat pembuangan sampah sementara (TPS), Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna kembali meyakinkan warga bahwa TPS itu bersifat sementara tidak selamanya.

Dan Ema meminta agar warga Gedebage mau berkorban sementara ini demi menangangi masalah sampah yang kian hari kian menumpuk hampir diseluruh titik jalan dan TPS.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Saya mohon masyarakat juga mau berkorban, ini kan karena kedaruratan. Kakau tidak ada TPS terus maunya gimana, kita pikirkan bahwa tiada hari tanpa memikirkan sampah. Tapi kita juga minta bagaimana masyarakat sadar selesaikan sampah organik di lingkungannya masing-masing dan yang residu diambil pemulung,” imbuh Ema di Balai Kota, Kamis (7/9/2023).

Pemilihan TPSS tersebut kata Ema, sudah disosialisasika ke beberapa tokoh masyarakat dan lokasinya pun jauh dari perkampungan serta lahan milik Pemkot.

Lanjut Ema saat ini sedang darurat sehingga jika tidak dibuang ke lokasi-lokasi tersebut bahaya. Sambil menunggu TPS pihaknya akan membeli 10 mesin pencacah sampah dan 2 loder.

TPA Sarimukti sendiri kata Ema di zona 2 dan 4 masih ada titik api. Sedang zona 1 dan 3 sudah padam. Karenanya Pemkot Bandung mendorong Pj Gubernur agar zona 1, zona 3, dan zona cadangan bisa dibuka secepatnya.

“Supaya sampah di Kota Bandung saat ini 7 8 ton belim terkirim bisa terselesaikan,” ucapnya seraya mengatakan siang ini pihaknya akan bertemu dengan Komandan Pusat Arteleri Medan, dengan harapan ada lahan bisa dijadikan TPS sementara.