Satpol PP: Bentrokan PKL Dalem Kaum Karena Provokasi

Bentrokan PKL Dalem Kaum

Provokator Bentrokan PKL Dalem Kaum Berasal Dari Luar PKL

BANDUNG, Prolite – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Rasdian Setiadi menegaskan aksi bentrokan PKL di Dalem Kaum beberapa waktu lalu karena ada yang memprovokasi dari luar PKL.

Karenanya Satpol PP diploting di lokasi menjaga jangan sampai ada PKL beraktivitas jualan di sana.

“Ya itu kan ada yang ngompori, manas-manasin. Tapi sudah diamankan, provokatornya sudah diamankan polisi,” tegas Rasdian saat dihubungi wartawan.

Rasdian pun kembali menegaskan bahwa di sana tetap tidak boleh ada aktivitas walaupun nanti ke depan akan ada penataan.

Pasalnya Perda No 4 tahun 2011 masih menetapkan bahwa di sana tidak boleh ada aktivitas PKL.

“Kan perda lama bebas PKL, walau ada pembahasan revisi perda 4/2011 tentang penataan PKL salah satunya dalem kaum tapi kan masih pake yang lama. Sudah diberi solusi kan sudah dialihkan ke basement, ada yang ploting disitu agar tidak ada yang jualan lagi,” pungkasnya.




Penertiban, Cosplay Asia Afrika Dibagi Shift

cosplay asia afrika

Pemkot Bandung Reaktivasi Kawasan Alun-alun Bandung Termasuk Cosplay Asia Afrika

BANDUNG, Prolite – Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan saat ini tengah dilakukan penataan di sekitar alun-alun, kawasan Asia Afrika, Masjid Agung, kawasan jalan Palestina dan kawasan jalan Banceuy diantaranya di tugu Soekarno x lapas Banceuy dan mesjid Al Imtizaj di daerah tersebut.

“Nanti dilakukan reaktivasi tempat wisata. Ini diaktifkan lagi agar wisata tidak hanya di Asia Afrika saja tapi berpencar,” ujar Rasdian saat dihubungi, Selasa (28/5/2024).

Rasdian menegaskan bahwa di jalan Asia Afrika tidak boleh ada PKL sehingga basement yang akan dijadikan aktivitas jual beli.

Begitupun para cosplayer kata Rasdian akan ditata, disana nanti tidak diperkenankan semua cosplayer ada namun diatur atau dibagi shift.

“Cosplay juga ada penataan tidak serta merta seenaknya, nanti ditata dibina disbudpar. Kalau sudah didata berapa jumlahnya akan diatur dibagi shift tidak semua ngaburudul (hadir),” tandasnya.

Terdata ada 80 cosplayer disana, dengan 3 icon nya icon sosok hantu, icon sosok hero dan icon karakter film-film kartun.

“Dibuat komitmen, jadi kita tahu ada mereka dan tertata. Kalau melanggar ya ditindak, mereka itu harus tahu hak dan kewajibannya nanti diatur disbudpar,” pungkasnya.




Jalan Simpang Gedebage Selatan Menuju Masjid Raya Al-Jabbar Resmi Difungsikan

Peresmian Jalan Simpang Gedebage Selatan

Jalan Simpang Gedebage Selatan Menuju Masjid Raya Al-Jabbar Resmi Difungsikan

BANDUNG, Prolite – Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono bersama Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin meresmikan Jalan Simpang Gedebage Selatan menuju Masjid Raya Al-Jabbar, Kamis 16 Mei 2024.

Peresmian jalan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Bandung bersama Summarecon, Pemerintah Provinsi, BBWS, didukung oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Jalan Simpang Gedebage Selatan ini diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan Bandung Timur khususnya Gedebage.

Jalan ini menghubungkan Jalan Simpang Gedebage Selatan menuju Masjid Al Jabbar maupun ke beberapa destinasi lainnya seperti Mal Sumarecon, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) hingga Stasiun Kereta Cepat Tegalluar.

Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, Pemkot Bandung punya rencana besar untuk mengembangkan kawasan Timur Kota Bandung, salah satunya dengan membangun akses jalan yang lebih memadai.

Ia menyebut dengan animo masyarakat yang begitu tinggi menuju beberapa destinasi di kawasan Gedebage maka diperlukan akses jalan yang baik sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan

“Peresmian akses menuju kawasan Masjid Raya Al Jabbar menjadi penting karena sangat luar biasa animo masyarakat untuk menuju ke sana. Kemudian juga kita punya Tegalluar juga ada pusat perdagangan baru di Summarecon,” kata Bambang.

Ia berharap dengan difungsikan akses jalan baru ini bisa meningkatkan ekonomi dan indeks kebahagian masyarakat Kota Bandung.

“Mudah-mudahan dengan diresmikan akses menuju ke Al Jabbar atau menuju juga beberapa pusat-pusat kegiatan yang ada di Bandung timur indeks kebahagian masyarakat bisa naik,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, dengan hadirnya akses jalan menuju Masjid Raya Al Jabbar ini dapat mengurangi kemacetan di wilayah Gedebage.

Hadirnya berbagai destinasi di Gedebage satu sisi menjadikan pertumbuhan ekonomi baru dan dapat menjadi pusat pertumbuhan Kota Bandung yang baru di bagian timur.

“Saya apresiasi bentuk kolaborasi yang nyata antara Pemerintah Kota Bandung dengan perusahaan properti Summarecon. Terima kasih atas upaya seperti ini dan tentunya kami berharap ada tempat-tempat lain yang bisa disinergikan,” ujarnya.

Ia mengingatkan akses jalan yang baru ini harus dijaga dengan baik. Bey menyebut jangan sampai ada PKL yang berjualan di jalan tersebut karena dapat menimbulkan ketidaktertiban.

“Kalau ada pasar tumpah atau nanti misalnya pada saat Minggu ada yang mencoba berjualan mohon diberikan pengertian,” ungkapnya.




“Braga Beken” Braga Bebas Kendaraan Bakal Dipermanenkan

braga beken

“Braga Beken” Braga Bebas Kendaraan Bakal Dipermanenkan

BANDUNG, Prolite – Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono mengatakan, Braga Beken (Braga Bebas Kendaraan) akan diteruskan hingga nanti jadi permanen.

Namun memang pada pelaksanaan hari pertama Sabtu (4/4/2024) kemarin memang masih ada beberapa hal yang harus dievaluasi.

Beberapa hal yang masih harus diperhatikan adalah, kantong parkir, yang masih membingungkan pengunjung. Sehingga, meskipun beberapa kantor pemerintahan sudah ditunjuk sebagai kantong parkir tapi tetap kurang efektif.

“Masih perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi lebih gencar. Karena kita tidak tahu, apa kendala kantong parkir ini. Apa karena belum tersosialisasikan atau bagaimana” katanya.

Bambang menegaskan, untuk parkir terutama di lahan milik pemerintah selama pelaksanaan Braga Beken adalah gratis.

“Kalau ada yang meminta tarif parkir, laporkan kepada saya,” terang Bambang.

Hal lain yang juga dievaluasi adalah, kemacetan. Bambang mengakui memang ada kemacetan selama pelaksanaan Braga Beken, namun semua masih terkendali.

“Saya mendapatkan laporan dari Kapolrestabes yang menyatakan ada kemacetan memang tidak bisa dihindari ya. Tapi Alhamdulillah semua masih batas aman,” tegasnya.

Di sisi lain, Bambang menerima laporan ada pekerja rumah makan yang kerepotan mendistribusikan bahan makanan ke restorannya. Karena harus banyak memanggul bahan makanan.

“Itu juga hal yang harus dievaluasi,” terangnya.

Jika Braga Beken ini dinilai berhasil, maka Bambang mengatakan, tidak menutup kemungkinan hal ini akan diterapkan juga di tempat lain.




1500 Perwakilan Buruh Bertemu Pemerintah dan Pengusaha

buruh

Diskusi Buruh, Pengusaha dan Pemerintah Demi Bandung Yang Kondusif

BANDUNG, Prolite – Pada pertemuan 1500 buruh se Kota Bandung dengan para pengusaha, pemerintah, dan stake holder. Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono menyampaikan bahwa pertemuan itu guna
upaya untuk bisa tuker pikiran.

Dengan demikian buruh bisa menyampaikan aspirasi di depan para pengusaha yang dilibatkan sehingga mencari titik temu.

“Bagaimana Kota Bandung bisa berjalan kondisif, aman ini tujuan kita seperti itu, diskusi seperti ini saya pikir ini hal baik bisa masing-masing mengevaluasi dan membuat sebuah rencana ke depannya tapi tetap punya koridor-koridor yang harus dipedomani,” jelasnya.

Terkait upah minimum kota (UMK) kata Bambang itu klasikel di mana peningkatan upah kemudian ada sebuah regulasi, daya pikir dan lainnya.

“Ini menurut saya kita cari formula yang efektif dan produktif dan soal upah itu kita punya hitungan setiap tahun ada penyesuaian sudah diatur peraturan pemerintah. Formula bagaimana tripartit pelaku usaha, serikat dan pemerintah produktif dan ideal tidak saling melemahkan satu lain cari win-win solution. Nah itu dia satu diantaranya sebuah aspirasi harus ada regulasi memayunginya supaya konsern tidak salah perda ada sedang ada revisi nanti di perwalkan,” tuturnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Andri Darusman bahwa pihaknya memang mengadakan peringatan mayday. Jika tahun lalu hanya pengurus saja, guna memfasilitasi aspirasi buruh pekerja.

“Beda dengan tahun lalu penyampaian aspirasi tidak di jalan, kalau di jalan kan ganggu lalu lintas. Tahun kemarin kemping tahun ini pengurus anggota sekitar 1500 serikat, kita ada kan disini tidak dijalan. Di sini ada tauhsyiah, hiburan, santunan, dan penyampaian aspirasi lebih baik ke depan, mudah-mudahan dengan kemasaan kegiatan ini menghibur refresh bagi buruh pekerja tingkatkan rasa dan pikiran hati kita meraih kesejahteraan,” harapnya.




Braga Free Vehicle Bakal Bikin Kota Bandung Lebih Nyaman

Braga Free Vehicle

Pj Wali Kota Optimis Braga Free Vehicle Buat Kota Bandung Lebih Nyaman

BANDUNG, Prolite – Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono meyakini penerapan kawasan Braga Bebas Kendaraan atau Braga Free Vehicle pada akhir pekan akan membuat suasana salah satu ikon Kota Bandung ini menjadi jauh lebih nyaman.

Ia menilai, Jalan Braga merupakan kawasan legendaris yang menjadi daya tarik wisatawan ke Kota Bandung. Namun, kondisi padat di kawasan Jalan Braga.

“Kita coba kembalikan legend dan heritage-nya Jalan Braga. Jadi siapapun yang ingin menikmati Jalan Braga ini bisa menikmati kawasan ini dengan maksimal,” ujar Bambang dalam Bandung Menjawab, Senin 29 April 2024.

Memasuki tahap awal implementasi, ia meyakini agenda ini pasti memiliki tantangan. Apalagi, Jalan Braga sudah dikenal dan sudah biasa dilintasi pengendara roda dua maupun empat selama 24 jam.

Meski begitu, Bambang menyebut Pemkot Bandung mencoba berbagai upaya untuk mereduksi dampak berjalannya Braga Free Vehicle, seperti dampak kemacetan ataupun lahan parkir di kawasan tersebut.

Kata Bambang, kantor-kantor pemerintahan di kawasan Braga bisa digunakan sebagai kantong parkir selama Braga Free Vehicle berlangsung.

Beberapa kantong parkir yang dipersiapkan, antara lain di kawasan Balaikota Bandung, Taman Dewi Sartika, Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Bank BJB, Bank Bandung, Basemen Alun-alun Bandung serta Kantor Pos Jalan Banceuy.

Adapun parkir on street yang disiapkan antara lain di kawasan Viaduc, Jalan Cikapundung, serta Jalan Braga Pendek.

“Nanti juga akan diberlakukan rekayasa lalu lintas sedikit, untuk mengurai potensi antrean kendaraan,” terang Bambang.

Selain penataan parkir dan rekayasa lalu lintas, Pemkot Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) juga menyiapkan Bandung Tour on Bus (Bandros) sebagai salah satu angkutan yang bisa dimanfaatkan wisatawan yang menginap di hotel-hotel di kawasan Kota Bandung.

Nantinya akan ada tiga rute yang akan dilewati oleh Bandros antara lain:

1. Rute Dago – Jalan Braga, melintasi sepanjang Jalan Ir. H. Djuanda menuju Hotel Kedathon.
2. Rute Pasteur – Jalan Braga, melintasi Jalan Pasteur, lalu belok ke Jalan Cihampelas, Jalan Wastukancana, dan berakhir di kawasan Braga.
3. Rute TSM – Jalan Braga, melintasi Jalan Gatot Subroto, menuju Jalan Asia Afrika, dan berakhir di kawasan Braga.

“Kita coba menangkap para wisatawan yang ingin menikmati Kota Bandung lewat transportasi massal seperti Bandros,” terang Bambang.

Ia optimis, Braga Free Vehicle akan memberi dampak positif, khususnya bagi kenyamanan wisatawan dan juga citra positif Jalan Braga yang selama ini dikenal sebagai area ikonik di Kota Bandung.

“Kami akan terus lakukan evaluasi. Dan tentunya kami meyakini Braga Free Vehicle akan memberi dampak positif,” pungkasnya.

Sebagai informasi, penerapan Braga Free Vehicle mulai dilakukan pada 4—5 Mei 2024 mendatang. Secara teknis, nantinya kawasan Jalan Braga akan bebas kendaraan mulai hari Sabtu pukul WIB hingga Minggu malam pukul WIB.




Braga Free Vehicle, Akhir Pekan Jalan Braga Bakal Bebas Kendaraan

Braga Free Vehicle

Disbudpar: Braga Free Vehicle Dibikin Syahdu Nan Romantis

BANDUNG, Prolite – Braga Free Vehicle (BFV) atau Braga bebas kendaraan akan diujicoba akhir pekan ini. Pemkot Bandung disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono setiap akhir pekan yakni pada hari Sabtu dan Minggu direncanakan bakal menerapkan ujicoba bebas kendaraan di jalan Braga.

Selama pelaksanaan Braga Free Vehicle itu para pelaku seni Kota Bandung akan digandeng Dinas Budaya dan Pariwisata untuk membuat suasana Jalan Braga semakin syahdu dan romantis.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung Arief Saifuddin menyampaikan bahwa di jalan Braga itu bukan tempat hingar bingar sehingga tidak cocok jika diberikan alunan musik keras-keras.

“Tetapi yang pasti kita berharap wisatawan datang ke Bandung bisa menikmati jalan Braga ini. Nanti juga pemanis-pemanis seni yang soft bukan yang keras sehingga betul-betul Braga yang romantis yang syahdu,” ucap Arief usai mendampingi Pj Wali Kota pada acara Bandung Menjawab di Jalan Braga, Senin (29/4/2024).

Kata Arief musik atau seni yang akan hadir nanti saat menikmati sekeliling jalan Braga adalah musik yang jauh dari hingar bingar.

Bukan itu saja, akan ada juga tradisi seni kota Priangan yang juga ditampilkan, seperti tradisi seni sunda ataupun modern.

“Yang pasti betul-betul wisatawan jalan menikmati itu kena kesyahduannya ke romantisannya. Nanti sanggar seni binaan kita, bareng-bareng pemusik trotoar jalan Braga juga ikut meramaikan disini,” tegasnya.




Semifinal Piala Asia U-23 Indonesia vs Uzbekistan, Pemkot Bandung Gelar Nobar di Halaman Asprov PSSI Jabar

Indonesia vs Uzbekistan

Semifinal Piala Asia U-23 Indonesia vs Uzbekistan, Pemkot Bandung Gelar Nobar di Halaman Asprov PSSI Jabar

BANDUNG, Prolite – Pemkot Bandung akan menggelar Nonton Bareng (nobar) pertandingan semifinal Piala Asia U-23 antara Tim Nasional Indonesia vs Uzbekistan di Kantor dan Lapangan Sekretariat PSSI Asosiasi Provinsi Jawa Barat, Jalan Lodaya Nomor 20 Kota Bandung, Senin 29 April 2024 malam.

Indonesia vs Uzbekistan

“Ini adalah bentuk dukungan kepada para pemain Timnas Indonesia yang telah mencetak sejarah masuk ke babak Semifinal Piala Asia U-23,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, Eddy Marwoto.

Diperkirakan sekitar 500 sampai orang akan hadir. Eddy menyebut pelaksanaan nobar Indonesia vs Uzbekistan tersebut juga bekerja sama dengan Askot PSSI Kota Bandung, komunitas bobotoh, 36 persatuan sepakbola dibawah PSSI Kota Bandung dan insan olahraga kota Bandung.

“Kita juga mengundang juga beberapa legenda Persib dan akan ada komentator yakni mantan pemain Persib Bandung, Zaenal Arief yang akan memberikan ulasan terkait pertandingan,” ujarnya.

Eddy mengatakan, Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono juga menganjurkan kepada jajaran kewilayahan untuk melaksanakan nobar di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Sehingga akan menambah animo dan antusiasme masyarakat dalam mendukung Timnas Indonesia,” ungkapnya.

Selain di Asprov PSSI Jabar, ada juga sejumlah lokasi Nobar yang tersebar di Kota Bandung di antaranya di Lapangan Saparua dan Halaman Polrestabes Kota Bandung

Euforia dukungan yang begitu tinggi dalam mendukung Timnas sangat terasa. Untuk itu Eddy mengimbau kepada masyarakat yang melaksanakan Nobar untuk bersama menjaga ketertiban dan tidak melakukan aksi konvoi di jalan-jalan.

“Ini sejarah. Kita doakan semoga Timnas dapat menang melawan Uzbekistan dan lolos ke partai Final dan bisa menjuarai Piala Asia U-23,” harapnya.




Mei Mulai Diterapkan Braga Free Vehicle , Pj Wali Kota Bandung Minta Dukungan Masyarakat

Pj Wali Kota Bandung Minta Dukungan Masyarakat Soal Braga Free Vehicle mulai bulan Mei (Pemkot Bandung).

Mei Mulai Diterapkan Braga Free Vehicle , Pj Wali Kota Bandung Minta Dukungan Masyarakat

BANDUNG, Prolite – Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono meminta dukungan masyarakat terkait penerapan Braga Free Vehicle (BFH) atau Braga bebas kendaraan mulai Mei mendatang pada hari Sabtu dan Minggu selama 24 jam.

“Salah satu icon Kota Bandung adalah Braga. Jalan Braga ingin kita kembalikan lagi kepada fungsi awal. Insyaallah minggu depan (penerapannya). Mohon dukungan dari semuanya,” kata Bambang di Balai Kota Bandung, Jumat 26 April 2024.

Meskipun masih tahapan perencanaan, Bambang berharap pelaksaan Braga Free Vehicle atau Braga tanpa kendaraan ini mampu berjalan optimal.

“Di akhir pekan saja, mulai Mei pada Sabtu dan Minggu. Tolong media juga mengedukasi dan mempublikasikan secara proporsional kepada publik, bahwa ini bukan keinginan pemerintah kota tetapi keinginan semua,” ungkapnya.

Kota Bandung sebagai kota jasa dan pariwisata, Bambang berharap, BFH mampu menarik wisatawan ke Kota Bandung.

“Harapannya simpel saja, Kota Bandung ini kota jasa dan pariwisata. Apa sih yang mau dijual? Salah satu di antaranya untuk bisa menarik wisatawan dan juga untuk warga Kota Bandung. Semua bisa menikmati Jalan Braga yang akan kita uji cobakan di Jalan Braga panjang,” ungkapnya.

Menurutnya, penerapan tersebut telah melewati kajian yang komperhensif.

“Tentunya ini komprehensif, sudah kita perhitungkan. Termasuk kita persiapkan kantong-kantong parkir dan lainnya. Makanya tolong edukasi kepada publik secara proporsional, bahwa ini adalah keinginan semua,” ujarnya. (yan)**




Soal Parkir Liar, Dishub Minta Masyarakat Turut Andil

Dishub akan bertindak sesuai aturan perihal parkir liar (dok).

Soal Parkir Liar, Dishub Minta Masyarakat Turut Andil

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan akan terus menertibkan parkir liar. Termasuk terus mengedukasi petugas parkir agar bertindak sesuai aturan.

“Parkir liar itu bukan melulu salah pemerintah, tapi masyarakat juga harus paham. Harus bisa memilih dan milah (lokasi parkir). Jadi misalnya parkir di trotoar ngapain parkir di trotoar? kan trotoar itu bukan untuk parkir, tapi untuk pejalan kaki,” kata Plt. Kepala Dishub Kota Bandung, Asep Kuswara di Balai Kota Bandung, Jumat 19 April 2024.

Asep berharap, masyarakat juga memahami rambu lalu lintas. Misalnya jika rambu ada dilarang parkir maka tidak melanggarnya.

“Jadi bedakan parkir legal dengan parkir ilegal. Kalau parkir ilegal itu parkir yang notabene di tempat yang salah. Kalau parkir yang legal di tempat yang benar, tidak menghalang seluruh lintasan kendaraan,” beber Asep.

Asep menambahkan, petugas resmi pun memiliki seragam dan nama lengkap sebagai juru parkir di setiap penjuru lokasi parkir.

“Juru parkir ada name tag-nya, ada ciri terus ada karcis yang resmi, itu untuk mengetahui berapa jam dia pakai (memarkirkan kendaraan). Parkir itu ada zona pusat, zona penyangga dan zona pinggiran, itu untuk tarif layanan juga sesuai, baik mobil besar, kecil hingga motor,” jelas Asep.

“Saya berharap kepada masyarakat jangan sampai parkir yang salah. Jika parkir salah akan menimbulkan kemacetan itu yang menyebabkan pemborosan bahan bakar,” imbuhnya.

Perlu diketahui, tarif parkir di Kota Bandung diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 66 Tahun 2021.

Dalam Perwal disebutkan, salah satu prinsip penerapan besaran tarif ini memperhatikan zona parkir, yang terdiri atas zona parkir kawasan pusat kota, kawasan penyangga kota, dan zona parkir kawasan pinggiran kota.

Di zona parkir kawasan pusat kota, tarif untuk sepeda motor ditetapkan per jam, dengan ketentuan setiap satu jam berikutnya ditambah . Untuk kendaraan bermotor roda empat, roda tiga, sedan dan sejenisnya per jam dan setiap satu jam berikutnya ditambah .

Di zona parkir kawasan penyangga kota, untuk sepeda motor dikenakan per, dengan ketentuan setiap satu jam berikutnya ditambah . Untuk kendaraan bermotor roda empat, roda tiga, sedan dan sejenisnya per jam dan setiap satu jam berikutnya ditambah .

Sedangkan tarif untuk kendaraan bermotor angkutan barang jenis boks dan pikap di zona parkir kawasan pinggiran kota ditetapkan per jam dan setiap satu jam berikutnya ditambah . Ketentuannya sama untuk kendaraan bermotor roda empat, roda tiga, sedan, dan sejenisnya. Adapun untuk sepeda motor dikenakan tarif dan setiap satu jam berikutnya ditambah .