Dalam 3 Tahun, Sepanjang 274 Kilometer Jaringan Telekomunikasi Bakal Ducting

jaringan telekomunikasi di-ducting

Dalam 3 Tahun, Sepanjang 274 Kilometer Jaringan Telekomunikasi Bakal Ducting

BANDUNG, Prolite – Sepanjang 274 km jaringan operator telekomunikasi di 148 ruas jalan atau dengan panjang jalan 137 km di Kota Bandung dalam 3 tahun ini bakal diturunkan ke bawah tanah (gorong-gorong (ducting)) atau ke lubang kabel (manhole).

Untuk itu secara resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memulai proyek Penyelenggaraan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) di Jalan Merdeka, Jumat (21/6/2024).

Dalam penyelenggaraan Proyek IPT ini Pemkot Bandung bekerja sama dengan PT. Bandung Infra Investama (BII) dan PT. Jaringan Pintar Bersama (JPB).

Plh. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menyampaikan, proyek ini merupakan bagian dari visi Kota Bandung.

“Proyek ini adalah bagian dari visi besar Kota Bandung untuk menjadi kota yang unggul dan nyaman, kami berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang akan menjadi akselerator pencapaian visi ini,” imbuhnya.

Hikmat mengapresiasi dukungan dari semua pihak yang terlibat dalam proyek ini.

“Kami mengundang seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan proyek ini. Setiap masukan dan saran sangat kami hargai untuk mewujudkan Bandung yang lebih baik,” ungkap Hikmat.

“Tahun ini kita akan menyasar 9 ruas jalan diantaranya Jalan Merdeka, Jalan Perintis Kemerdekaan, Suniaraja, Lembong, Viaduct, Tamblong, Veteran, Banceuy, dan Kebon Jukut,” terangnya.

Dengan dimulainya proyek ini, Kota Bandung diharapkan semakin nyaman dan menarik bagi warganya serta pengunjung dari luar kota.

Ditambahkan, Asisten Perekonimian dan Pembangunan Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq, pihaknya memohon maaf kepada masyarakat bila nanti terjadi hambatan lalu lintas selama proses pembangunan IPT ini.

“Mohon maaf dalam waktu kedepan akan ada gangguan aktivitas di jalan utama, Pihak penyelengara tadi bilang tidak akan lebih dari 3 hari dan mudah mudahan tidak lebih lama,” tutur Eric.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT. BII, Asep Wawan Darmawan menjelaskan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi akan berlangsung selama tiga tahun hingga Mei 2027.

“Ini adalah langkah besar untuk mengurangi kabel udara di kota ini, memperindah estetika kota, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan jaringan telekomunikasi,” jelas Asep.

Asep menyampaikan, proyek infrastruktur ini akan mendukung penempatan perangkat telekomunikasi, mempercepat transformasi Kota Bandung menuju Smart City, dan meningkatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“PT BII dan JPB akan bekerja sama dengan Pemkot untuk memastikan proyek ini berjalan lancar dan sesuai jadwal,” jelas Asep.

Merujuk PP No 46 Tahun 2021 tentang Postelsiar, infrastruktur pasif telekomunikasi merupakan bangunan di atas dan bawah tanah sebagai sarana penunjang menempatkan perangkat telekomunikasi. Beberapa contoh di antaranya gorong-gorong (ducting), menara, tiang, lubang kabel (manhole), dan terowongan (tunnel).




Judi Online Marak, Sekda Harap Tak Ada Pelajar dan ASN

Ilustrasi judi online (acehonline.co).

Plh Sekda Berharap Tidak Ada Pelajar dan ASN Kena Judi Online

BANDUNG, Prolite – Marak pemberitaan judi online (Judol) sudah merambah semua lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat mampu, tidak mampu, mahasiswa, aparat keamanan, hingga pejabat.

Mirisnya lagi ditemukan juga para pemain judol adalah anak-anak sekolah.

Menanggapi itu, Pelaksanaan Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengaku pengawasan terhadap anak-anak bukan hanya di sekolah namun juga di luar sekolah.

Artinya selain para pendidik juga orang tua dan masyarakat harus saling mengawasi.

“Kalau namanya sedang belajar pasti dikelas dan disekolah, mesti diawasi itu kalau anak berada diluar sekolah. Peran masyarakat dan orang tua yang harus mengawasi. Kalau disekolah itu pasti tertib anak-anak taat pada azaz pada aturan sekolah, jadi ya semua masyarakat Bandung mari jaga diri kita dari hal keburukan,” imbuh Hikmat usai acara Infrastruktur Pasif Telekomunikasi di Jalan Merdeka, Jumat (21/6/2024).

Lantas bagaimana jika ditemukan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi pemain judol, Hikmat mengaku sampai
hari ini belum ada laporan seperti itu.

“Semua ada teguran, teguran lisan 1,2,3, dan dilihat kasusnya seperti apa. Nanti meningkat sanksi seperti apa, yang pasti belum ada kejadian dan mudah-mudahan tidak kejadian ya,” harapnya.




Sekda Kota Bandung: Friday Car Free Harus Dipermanenkan

friday car free

Friday Car Free Program Yang Bagus Dipermanenkan

BANDUNG, Prolite – Pelaksanaan harian Sekertaris Daerah ( Plh Sekda) Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengklaim program Friday Car Free atau Jumat Bebas Kendaraan adalah program yang bagus sehingga harus dipermanenkan.

“Insyaallah kalau program bagus pasti dilanjutkan, walaupun tidak bagus juga program ini dievaluasi lagi, setiap minggu juga kita evaluasi,” ujar Hikmat usai acara Infrastruktur Pasif Telekomunikasi di Jalan Merdeka, Jumat (21/6/2024).

Alasannya kata Hikmat, sudah berapa kali Jumat sudah tidak ada kendaraan didalam kantor balaikota.

“Jadi pada intinya bahwa wilayah balaikota harus low carbon lah kira-kira seperti itu,” ucapnya singkat.




11 Ribu Hewan Kurban di Kota Bandung Sudah Diperiksa

hewan kurban - ilustrasi

Pastikan Kesehatan dan Kelaikan, DKPP Telah Periksa Hewan Kurban

BANDUNG, Prolite – Sebanyak lebih dari hewan kurban telah diperiksa oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung dari 196 lokasi penjualan hewan kurban.

Tim melakukan pemeriksaan antemortem untuk memastikan kesehatan dan kelaikan hewan kurban.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefullah mengatakan hewan yang akan labeli kalung sehat dan layak berisi barcode yang bisa dipindai melalui aplikasi e-Selamat.

“Barcode tersebut berisi data hewan kurban untuk memudahkan masyarakat kota Bandung untuk mencari hewan kurban. Satu hewan, satu barcode kita lengkapi dengan foto hewannya,” kata Wilsandi saat menjadi narasumber Bandung Menjawab di Balai Kota, Kamis 13 Juni 2024.

Dari struktur telah diperiksa, kata dia, domba yang paling tinggi sekitar ekor, sapi ekor dan kambing hanya 150 ekor

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan hewan yang terjangkit penyakit menular hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan penyakit menular lainnya. Hanya ditemukan hewan yang mengalami sakit akibat adaptasi dalam perjalanan.

“Untuk kesehatan kita periksa semua apakah ada penyakit. Alhamdulillah belum ditemukan penyakit yang berdampak luas, hanya penyakit karena perjalanan,” ujarnya.

“Hewan yang sakit dan telah dilakukan perawatan akan diperiksa lagi. Kalau misalnya kondisi membaik dan sudah sehat kita labeli kalung,” imbuhnya.

Ia menyebut hewan yang sakit akan dipisahkan untuk proses pengobatan. Bagi hewan yang tidak layak secara syariah direkomendasikan untuk dikembalikan ke daerah asal.

Proses pemeriksaan hewan ini telah berjalan sejak 28 Mei 2024 hingga 19 Juni 2024 mendatang.

Ia mengimbau masyarakat yang akan membeli hewan kurban untuk lebih selektif dengan memilih hewan yang telah diperiksa dan dilabeli barcode oleh DKPP Kota Bandung

Secara umum, kata dia, ciri-ciri hewan yang sehat yakni matanya bersih bersinar, area pembuangan tidak ada bercak menempel, kotorannya kering, tidak ada luka besar, secara fisik tidak cacat, dan tidak pincang.

“Kami periksa semua. Kami ingin memberikan kemudahan dengan label e selamat. Mudah-mudahan dengan layanan yang diberikan bisa memberikan manfaat dalam memilih hewan yang tepat dari segi kesehatan dan kelayakannya,” kata dia.




Harga Komoditas Cenderung Stabil Jelang Idul Adha

Komoditas jelang idul adha

Belum Ada Kenaikan Harga Komoditas yang Signifikan

BANDUNG, Prolite – Pantauan harga sejumlah komoditas hingga Kamis (13/6/2024) kemarin, oleh Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung terbilang masih stabil.

Tidak ada lonjakan harga yang signifikan. Hanya beberapa komoditas mengalami kenaikan harga namun masih batas normal.

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Meiwan Kartiwa mengatakan, hingga Kamis kemarin monitoring harga di 7 pasar dibanding Kamis pekan lalu relatif stabil.

“Kalaupun ada kenaikan atau penurunan tidak signifikan,” ujarnya.

Untuk harga beras medium rata rata di 12 ribu -13 ribu dan harga premium 14 ribu-16 ribu termurah.

Cabe rawit merah naik di 40-50 atau rata-rata kenaikan 3 ribu. Untuk cabe merah keriting 41 naik 4 ribu, dari 51 ribu sekarang 55 ribu. Cabe merah tanjung pun naik 2 hingga 3 ribu. Bawang merah relatif turun 44 dari 45, bawang putih bawang bombay masih sama.

Sedang untuk daging sapi masih di 130 -140 ribu, daging ayam 36-40 ribu.

“Mudah-mudahan tetap stabil walau 3 hari lagi lebaran. Kalau naik tidak signifikan. Tetapi pengalaman tahun lalu, untuk Idul Adha itu tidak melonjak, dan stok aman masih tersedia,” tegasnya.




Hewan Kurban Mulai Diperiksa di 113 Titik Penjualan

dkpp - pemeriksaan hewan kurban

Cek Hewan Kurban di Aplikasi e Selamat

BANDUNG, Prolite – Jelang Idul Adha Pemkot Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan pemeriksaan kesehatan ke hewan kurban.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefulloh, mengatakan, hewan kurban yang ada di Kota Bandung harus sehat dan layak karenanya dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di 113 titik penjualan.

“Kita sudah dilapas resmi pada tanggal 28 Mei 2024. Sekarang tim bergerak mulai dari awal kordinasi kewilayahan kecamatan terkait lokasi prosedur dan sebagainya. Sekarang sudah banyak penjual,” kata Wili sapaan akrabnya, Jumat (7/6/2024).

Dari hasil awal pemeriksaan kata dia semua hewan kurban nyaris sehat namun belum layak disembelih karena usia belum cukup.

“Banyak belum masuk keusia, karenanya tidak kita kasih kalung. Ada juga beberapa ekor yang sakit karena perjalanan tapi bukan penyakit berbahaya mungkin karena perjalanan berdebu ke mata, ada juga sariawan kecil. Itu kita pisahkan dan diobati kalau sudah sehat bisa jual lagi,” ujarnya.

Dari 113 titik penjualan per hari kemarin jam 5 sore kata Wili, dari 46 penjual 2700 ekor hewan kurban sudah terperiksa dan penuhi syariat kurban.

Pihaknya masih tetap akan melakukan penyisiran hewan kurban ini sampai malam takbiran.

Kata dia tahun lalu ada 17 ribu yang diperiksa, dan tahun ini penyedian kalung sehat ada untuk 25 ribu ekor.

“Antisipasi lonjakan, pemerikasaan terus kita optimalkan meski dari kuantitas menurun nun kan poluasi bertambah. Tahun ini pemeriksaan juga bertambah dari dokter Unpad, PHI Jabar 1, U Tel yang membuat aplikasi dan menginputnya sehingga lebih cepat,” pungkasnya.

Untuk mengecek hewan kurban sehat, layak atau tidak kata dia masyarakat tinggal scan barcode dibelakang kalung sehat atau unduh aplikasi e Selamat (Sehat, Layak, Makin Tenang) di playstore.

“Disitu terlihat status sehat dan layaknya hewan kurban bahkan foto hewannya tak kan sama, sehingga tidak bisa dipindah-pindah kalung sehatnya,” tegasnya

Wili pun mengingatkan aga masyarakat kota Bandung memilih hewan sehat dan layak dari yang sudah diperiksa atau sudah berkalung.

“Lebih baik sudah ada kalung periksa kesehatan fisik antimortem karene hewan itu dehat dan usia sesuai syari’at,” bebebrnya.

Masih kata Wili, sudah dua tahun ini penjual hewan tidak ada yang di trotoar pasalnya sudah ada surat edaran agar para penjual berkoordinasi dengan kewilayahan lurah, camat yang menentukan lokasi penjualan. Selain itu Satpol PP pun sudah komitmen apabila menemukan penjual hewan kurban di trotoar maka akan ditertibkan.

Sementara Vidi penjualan hewan kurban ‘Kabayan’ mengaku senang ada pemeriksaan hewan seperti itu dan gratis. Pasalnya, dengan dikalungi sehat, semakin membuat masyarakat percaya bahwa hewan yang dijualnya sehat.

Untuk harga sendiri kata Vidi, domba kelas A sekitar Rp 3,1 juta dan Rp 2,8 juta. Untuk domba super 1 Rp 4,3 juta, super 2 Rp 3,9 juta, dan super 3 Rp 3,5 juta. Di lokasinya terdapat 49 ekor domba dan 17 ekor sapi.




Korban Pipa Pecah Terima Bantuan Sembako Pemkot Bandung

Pemkot Bandung Kirim Bantuan Sembako ke Korban Pipa Pecah

BANDUNG, Prolite – Pj Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Hikmat Ginanjar menyampaikan keprihatinannya terhadap kejadian pipa pecah dan meledak serta longsor di jalan Maleer Utara RT 01 Kelurahan Maleer dan RT 02 RW 05 Kelurahan Cibangkong Kecamatan Batununggal Rabu (5/5/2024) kemarin.

“Pertama tentu saja pemerintah Kota Bandung ikut perhatian dengan kejadian ini dan ini juga kejadian di luar dugaan maka sudah barang tentu kita semua mencoba membuat police lane dan Insya Allah secara teknis nanti mereka akan menyelesaikan dan harapan dari Pak RW tadi untuk menyegerakan yang di sepanjang sungai itu,” ujar Hikmat di lokasi.

Pemkot melalui Dinas Sosial kata Hikmat, sudah mensupport bantuan sembako dan lain-lain untuk keperluan warga di wilayah tersebut khususnya yang terdampak pipa pecah.

“Dan laporan dari aparat kewilayahan, melalui pa camat juga Ibu Lurah, ada 95 warga terdampak. Insya Allah ini juga menjadi perhatian. Kebutuhan air bersih nanti PDAM juga akan persiapkan tanki. Saya kira itu langkah-langkah yang diperlukan untuk jangka pendek saat ini,” tandasnya.

Terkait kerusakan bangunan yang terdampak pipa pecah sendiri kata Hikmat, berkat kesigapan aparat kewilayahan juga RW, RT l, para tokoh dan masyarakat yang bergerak bersama sebagian besar sudah selesai, sudah bersih dan mereka sudah bisa beraktivitas kembali. Sedang untuk bangunan yang rusak akan jadi perhatian.

“Ya, nanti PDAM secara teknis mungkin perbaiki itu semua. Untuk hal lain nanti secara teknis. Ya, memang harus ada, kontrol dan maintenance ya dalam segala hal juga bisa ada,” ujarnya lagim

Disinggung warga bergotong royong membersihkan, Hikmat mengaku bangga. Artinya masyarakat itu masih guyub dan kebersamaannya luar biasa.

“Saya kira ini kan cermin bagi kita bahwa di era global l ini sinergitas kolaborasi itu ternyata faktor pertama. Kalau dulu bahasanya gotong royong, sekarang ini sinergitas kolaborasi. Dan semua kolaborasi bagaimana meringankan beban saudara-saudaranya. Ini terpanggil dari hati sumber yang paling dalam,” pungkasnya.




Dorong Kinerja Bisnis, Perumda Pasar Juara Kota Bandung Terapkan Transformasi Digital di 37 Pasar

Perumda Pasar Juara Kota Bandung

Dorong Kinerja Bisnis, Perumda Pasar Juara Kota Bandung Terapkan Transformasi Digital di 37 Pasar

BANDUNG, Prolite – Untuk menaikan kelas Perumda Pasar Juara terus melakukan pembenahan salah satunya melalui penerapan QR Code Ruang Dagang guna peningkatkan potensi pendapatan dari retribusi serta penguatan database pedagang pasar.

Direktur Utama Perumda Pasar Juara, Pradana Aditya Wicaksana mengatakan penerapan teknologi informasi dan digitalisasi itu sejalan dengan visi transformasi Pasar Juara untuk Indonesia. Hal ini diakukan sebagai komitmen dalam mewujudkan dan mendorong kinerja berkelanjutan Perumda Pasar Juara melalui inovasi, pemanfaatan teknologi dan kolaborasi.

Kata dia, dengan memanfaatkan kekuatan teknologi, pasar dilengkapi dengan alat dan platform digital yang menyederhanakan operasional, meningkatkan transparansi, dan memperluas akses pasar.

QR Code Ruang Dagang sendiri akan memudahkan para pedagang dalam melakukan pembayaran retribusi kios dagang secara digital sehingga mendorong pendapatan Perumda Pasar Juara.

Selain itu, QR Code Ruang Dagang juga diharapkan akan meningkatkan pendapatan hingga 100 persen. Adapun realisasi pendapatan sebelum penerapan digitalisasi telah meningkat dari 14 persen menjadi 70 persen.

“Kami ingin membangun fundamental teknologi untuk Perumda Pasar Juara Kota Bandung, sebagai langkah awal transformasi tidak hanya terbatas pada penerapan kemajuan teknologi digital tetapi berlanjut pada infrastruktur fisik pasar. Hal ini didorong untuk menggabungkan kekuatan, memanfaatkan keahlian, dan berkontribusi dalam mewujudkan pasar yang lebih tangguh, inklusif, dan sejahtera bagi semua,” ujar Adit usai softlaunching Pasar Melek Teknologi, di Pasar Sederhana, Kota Bandung, Senin (3/6/2024).

Adit menjelaskan pihaknya melakukan digitalisasi pembayaran retribusi melalui QR Ruang Dagang secara bertahap di Unit Pasar Sederhana yang memiliki sekitar ruang dagang.

Kemudian akan dilanjutkan menyeluruh ke 37 Pasar di Kota Bandung yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Juara Kota Bandung dengan total sekitar ruang dagang.

“Dilakukan secara bertahap dan tertib, supaya pembenahan ini sesuai dengan kebutuhan dan sesuai harapan para stakeholders. Kami targetkan dapat diterapkan seluruhnya pada September tahun ini,” kata Adit.

Penerapan digitalisasi di Perumda Pasar Juara Kota Bandung ini, kata dia, kegiatan dalam rangka menyelaraskan dengan arah pembangunan Kota Bandung dan prestasi yang diraih Pemerintah Kota Bandung di masa kepemimpinan Pj. Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono yang berhasil mendapatkan Digital Government Award SPBE Summit 2024 melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Terbaik pada kategori Kota.

Menurutnya, penerapan digitalisasi di Pasar Sederhana merupakan langkah awal yang diharapkan akan menjadi fundamental untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan arah kebijakan pemerintah Kota Bandung.

Melalui pembayaran digital, lanjut Adit, pihaknya merevolusi cara berbisnis, mendorong efisiensi, dan daya saing.

“Selain itu, penerapan digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional pasar dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, khususnya para pedagang,” kata Adit.

Sementara itu, Pakar Kebijakan Publik dari Unpad, Yogi Suprayogi Sugandi mengapresiasi upaya Perumda Pasar Juara menerapkan digitalisasi pembayaran retribusi pedagang pasar melalui QR Code Ruang Dagang.

Menurutnya, penerapan teknologi informasi sudah menjadi keharusan demi menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang serba digital.

Selain itu, dia juga berharap Perumda Pasar Juara terus konsisten melakukan transformasi digital serta gencar melakukan sosialisasi kepada para pedagang pasar.

“Sosialisasi kepada para pegang perlu 360 derajat, tidak bisa parsial karena penggunanya adalah pedagang. Yang dilakukan Perumda Pasar Juara sudah cukup baik, meski ada kendala tapi jangan jadi halangan tapi harus jadi tantangan. Saya yakin Pemkot Bandung akan mendukung karena kemaslahatannya sangat banyak,” kata Yogi.




Jumat Bebas Kendaraan Dievaluasi, Masih Banyak ASN Bawa Kendaraan

Jumat Bebas Kendaraan

Jumat Bebas Kendaraan Dievaluasi, Masih Banyak ASN Bawa Kendaraan

BANDUNG, Prolite – Program Friday Car Free atau Jumat Bebas kendaraan di lingkungan kantor pemerintah kota Bandung rupanya tak membuat para abdi negara ini melepas kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik.

Malah para ASN ini tetap membawa kendaraan namun tidak memarkir di kantor melainkan di bahu-bahu jalan sekitar balai kota.

Menanggapi itu Plh Sekretaris Daerah Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan bahwa pihaknya sudah menghimbau.

“Kami sebetulnya sudah mengimbau kepada aparatur sipil negara dan semua sebagai langkah antisipatif beberapa kendaraan shuttle di sudut kota untuk bisa membawa ASN ke balaikota. Saya kira nanti akan jadi bahan evaluasi setiap minggu yang menjadi kendala itu akan kita sesuaikan. Tentunya kita sering mengingatkan, mekanisme, menaati itu semua” jelas Hikmat.

Namun demikian kata Hikmat yang pasti saat ini kawasan balaikota tidak ada kendaraan dan bisa low carbon sehingga masyarakat bisa menikmati oksigen yang bagus.




Reaktivasi Taman Kota Bandung Harus Dilakukan Menyeluruh

Reaktivasi

Reaktivasi Taman Kota Bandung Harus Dilakukan Menyeluruh

BANDUNG, Prolite – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung Didi Ruswandi menyampaikan reaktivasi dan revitalisasi sejumlah taman dulu karena ada yang menganggap taman-taman itu pernah berjaya kemudian dikembalikan berjaya bahkan yang tidak punya potensi jadi berpotensi.

Karenanya beberapa waktu lalu Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung Bambang Tritoyuliono mengerucut pada mengoptimalisasikan sejumlah taman yang dulunya pernah optimal.

“Poin pertama Braga Beken itu penyemangat, berikutnya Bandung harus terus bergeliat di bidang ekonominya harus tetap menjadi daya tarik wisata, tidak downgrade dari segi ekonomi dan sebagainya, itu harapan Pak Pj,” ujar Didi saat diwawancarai salah satu radio swasta di Bandung.

Lanjutnya, Kota Bandung mempunyai banyak ruang keren yang aktivitasnya belum optimal.

“Alasan itu pula membuat pak Pj menilai bahwa ketika kota Bandung maju jangan terpusat atau tersentralisasi di satu tempat saja, tapi ingin terdistribusi di Bandung selatan, barat, hingga utara. Nah Utara ini teras Cikapundung yang akan kita reaktivasi,” tandasnya.