Krisis Sampah di Depan Mata, Wali Kota Bandung Dorong Perubahan dari Rumah Tangga

Krisis Sampah di Depan Mata, Wali Kota Bandung Dorong Perubahan dari Rumah Tangga (Jabarprov).

Krisis Sampah di Depan Mata, Wali Kota Bandung Dorong Perubahan dari Rumah Tangga

Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan paling krusial yang saat ini dihadapi Kota Bandung.

Ia menyebut kondisi saat ini sebagai momen penentuan dalam upaya menyelamatkan kota dari krisis sampah yang kian mengkhawatirkan.

Farhan mengungkapkan, saat ini Kota Bandung terjadi pengurangan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti.

Namun demikian, Pemerintah Kota Bandung memilih tidak menunggu keputusan tersebut dan langsung mengambil langkah antisipatif.

Langkah utama yang ditekankan adalah edukasi pemilahan sejak dari tingkat rumah tangga.

Sebanyak petugas akan direkrut dan ditempatkan di setiap RW untuk mendukung pengelolaan dan pemilahan secara berkelanjutan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

“Paradigma lama harus kita ubah. Sampah tidak cukup hanya diangkut, tetapi harus habis dan diolah hari itu juga,” ujar Wali Kota di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, selama ini pengelolaan sampah terlalu berfokus pada pengangkutan, sehingga masyarakat cenderung merasa cukup dengan membayar retribusi.

Pola pikir tersebut, menurutnya, sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Pemilahan adalah langkah paling sederhana, namun paling menentukan.

Ia memberikan contoh sederhana bagaimana satu jenis makanan dapat menghasilkan beberapa jenis yang seharusnya dipisahkan sejak awal.

Ia mengakui bahwa perubahan ini tidak mudah dan tidak akan memberikan hasil instan.

Namun ia yakin perubahan paradigma merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.

“Ini bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Ini pekerjaan peradaban,” ujarnya.

Melalui kolaborasi lintas wilayah, lintas OPD, dan partisipasi aktif masyarakat, Wali Kota optimistis Kota Bandung mampu keluar dari krisis dan membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.




14 Ton Kabel Udara di Jalan Buahbatu Clear, Selanjutnya: Ruas Moh Toha dan Kopo

14 Ton Kabel Udara di Jalan Buahbatu Clear (dok Humas Kota Bandung).

14 Ton Kabel Udara di Jalan Buahbatu Clear, Selanjutnya: Ruas Moh Toha dan Kopo

Prolite – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terus bebenah kabel udara untuk penampilan Kota Bandung agar lebih terlihat lebih indah.

Kita semua tau bahwa banyaknya kabel-kabel yang membentang di jalan suka menjadi salah satu faktor kecelakaan karena tersangkut kendaraan.

Bukan hanya itu banyaknya kabel udara yang terpasang di sepanjang jalan utama juga membuat tampilan  jalanan menjadi tidak rapih.

Beberapa waktu lalu Muhammad Farhan meraphkan kabel udara di sepanjang Jalan Buahbatu Kota Bandung.

Sekitar 14 ton kabel udara di sepanjang Jalan Buahbatu yang sudah diturunkan kini telah dibersihkan pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Humas Kota Bandung
Humas Kota Bandung

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Mahyudin mengatakan, pembersihan kabel di Jalan Buahbatu merupakan bagian dari rangkaian proses panjang yang dilakukan bersama para operator yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (A]jatel).

“Proses ini tidak instan. Sebelumnya kami melakukan normalisasi dan pembersihan jalur ducting, penurunan kabel, pengaktifan jaringan, hingga pengguntingan kabel udara dan pemotongan tiang. Saat ini sisa kabel dan potongan tiang ditransitkan sementara untuk kemudian diangkut,” ujar Mahyudin.

Ia menambahkan, percepatan pengangkutan dilakukan dengan mengerahkan seluruh kendaraan dan peralatan yang tersedia.

Hal ini dilakukan agar area bawah jalan juga bersih dan nyaman, tidak menyisakan tumpukan kabel.

“Insyaallah minggu kedua Januari ini sudah beres. Karena perlu percepatan, maka proses pengangkutan dilakukan tanpa henti sejak malam,” katanya.

Sementara itu, Ketua Apjatel Jawa Barat, Yudiana Arifin, menyampaikan bahwa penataan kabel di Jalan Buahbatu mencakup area sepanjang sekitar 3,4 kilometer di sisi kiri dan kanan jalan.

“Jumlah tiang yang ditertibkan di ruas Jalan Buahbatu mencapai sekitar 700 sampai 800 tiang, bahkan mendekati tiang. Sementara jumlah kabel udara yang diturunkan sebanyak 30 jalur dengan total berat kurang lebih 14 ton,” jelas Yudiana.

Ia menyebutkan, sebagian dari kabel seberat 14 ton tersebut saat ini berada di titik transit dengan berat sekitar 1,4 ton, dan seluruhnya diupayakan dapat diangkut dalam satu hari.

“Pengangkutan sudah dimulai sejak pukul WIB tadi malam dan terus berjalan sampai sekarang,” ujarnya.

Setelah penataan kabel di Jalan Buahbatu rampung, Pemkot Bandung bersama Apjatel akan melanjutkan penertiban kabel udara ke ruas jalan lain.

Adapun setelah Jalan Buahbatu, penataan akan dilanjutkan ke Jalan Mohammad Toha dan Jalan Kopo.

Pemerintah Kota Bandung telah memastikan, proses penurunan kabel udara di Jalan Buahbatu telah selesai dan kini tinggal tahap pembersihan akhir.




Wali Kota Bandung Tetapkan Tujuh Belas Ruas Jalan Prioritas

Wali Kota Bandung Tetapkan Tujuh Belas Ruas Jalan Prioritas (Jabarprov).

Wali Kota Bandung Tetapkan Tujuh Belas Ruas Jalan Prioritas

Prolite – Pemerintah Kota Bandung menetapkan tujuh belas ruas jalan prioritas untuk ditata pada tahun 2026 guna meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan keteraturan mobilitas warga, kebijakan ini disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat pelantikan RT dan RW Kelurahan Sekeloa (7/1/2026).

Kebijakan tersebut menjawab persoalan kualitas jalan dan ruang publik di tengah keterbatasan anggaran serta luas wilayah Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan Kota ini memiliki lebih dari kilometer ruas jalan kota, belum termasuk jalan provinsi dan nasional, sehingga penentuan prioritas menjadi langkah paling realistis.

“Tidak mungkin semuanya kita benahi sekaligus. Kita harus memilih prioritas,” ujar Farhan.

RRI
RRI

Penataan difokuskan pada tujuh belas ruas strategis yang dinilai memberi dampak visual dan fungsional terbesar bagi aktivitas harian masyarakat.

Menurut Farhan, pembenahan terbatas namun terukur ini mampu menciptakan efek berantai terhadap wajah kota dan kualitas layanan publik.

“Cukup tujuh belas ruas dulu, kalau beres, dampaknya akan terasa ke seluruh kota,” katanya.

Program ini menyasar peningkatan keselamatan pengguna jalan, kelancaran lalu lintas, serta kenyamanan pejalan kaki dan warga sekitar.

Tahap awal penataan dilakukan di kawasan permukiman sebelum menyentuh koridor utama kota agar manfaatnya langsung dirasakan warga.

Langkah tersebut diharapkan membantu mengurangi keluhan kerusakan jalan lingkungan, meningkatkan akses layanan, serta mendukung aktivitas ekonomi lokal.

“Ini soal pilihan, dan kami memilih yang paling berdampak untuk warga,” jelas Farhan.




Sampah Diprediksi Kembali Menumpuk, Wali Kota Bandung Ajak Warga Terlibat Aktif dari Hulu

Masalah sampah di Kota Bandung (Jabarprov).

Sampah Diprediksi Kembali Menumpuk, Wali Kota Bandung Ajak Warga Terlibat Aktif dari Hulu

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengakui adanya risiko serius terkait pengelolaan sampah mulai 12 Januari 2026, menyusul pengurangan kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti.

Pengurangan tersebut berpotensi menyisakan sekitar 200 ton sampah per hari yang harus ditangani di dalam kota.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, kondisi ini disampaikan secara terbuka agar masyarakat memahami tantangan yang dihadapi pemerintah.

“Kita tidak ingin menutup-nutupi. Risiko itu ada dan harus kita hadapi bersama,” ujarnya di Balai Kota Bandung.

Jabarprov
Jabarprov

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung akan segera meluncurkan program Gaslah, yakni petugas pemilah dan pengolah yang ditempatkan di setiap RW.

Dari total RW, masing-masing akan memiliki petugas yang bertugas melakukan edukasi dan pendampingan langsung kepada warga.

“Petugas ini bekerja door to door. Tujuan utamanya memastikan pemilahan dari sumbernya,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot akan menambah jumlah penyapu jalan dan memperkuat program kebersihan lainnya, sehingga total petugas yang dibiayai pemerintah diperkirakan mencapai hingga orang.

Pemkot juga berupaya meningkatkan kapasitas pengolahan berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) hingga lima kali lipat, serta mengoptimalkan teknologi biodigester dan insinerator dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

“Tumpukan sampah seperti yang terjadi beberapa bulan lalu mudah-mudahan tidak terulang. Tapi kuncinya satu, partisipasi masyarakat,” ucap Farhan.




Pemkot Bandung Larang Warga Nyalakan Petasan dan Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026

Ilustrasi Pemkot Bandung Larang Menyalakan Kembang Api (Instagram @mulkisalman).

Pemkot Bandung Larang Warga Nyalakan Petasan dan Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengeluarkan larangan kepada masyarakat Kota Bandung untuk tidak menyalakan petasan dan kembang api saat perayaan Malam Tahun Baru 2026.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkot Bandung ini bertujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta ketenangan masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, larangan tersebut akan diiringi dengan pengawasan ketat di lapangan.

“Kota Bandung melarang menyalakan kembang api dan petasan di malam Tahun Baru. Patroli keliling akan dilakukan mulai besok. Bagi pelanggar akan dikenakan sanksi Tindak Pidana Ringan,” tegas Farhan.

Humas Pemkot Bandung
Humas Pemkot Bandung

Ia mengatakan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada larangan petasan, tetapi juga pada penertiban parkir liar yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan dan kerawanan.
Sebanyak 17 ruas jalan menjadi fokus pengawasan rawan parkir liar dan potensi gangguan ketertiban.

“Sama seperti parkir liar, ini kita jaga setiap malam. Semua demi kenyamanan dan keselamatan warga,” tambahnya.

Selain penegakan aturan, Farhan mengimbau masyarakat untuk menyambut Tahun Baru dengan sikap yang lebih bijak dan penuh empati, khususnya terhadap saudara-saudara di Sumatra yang tengah menghadapi musibah bencana.

Farhan menuturkan, kewaspadaan akan terus diutamakan,Meski tidak menggelar perayaan besar, aparat tetap disiagakan untuk menjaga setiap titik keramaian agar malam pergantian tahun berlangsung aman dan kondusif.

Dengan kebersamaan dan kesadaran bersama, Kota Bandung diharapkan dapat memasuki tahun 2026 dengan aman, damai, dan penuh harapan.




TOK! UMK Bandung Naik 5,68 Persen atau Rp 4.737.678 Berlaku Mulai Januari 2026

Ilustrasi UMK Kota Bandung mulai Januari 2026 (Tribunnews).

TOK! UMK Bandung Naik 5,68 Persen atau Rp Berlaku Mulai Januari 2026

Prolite – Tok! Upah Minimum Kota (UMK) Bandung yang di usulkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot Bandung) sudah di disahkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Sebelumnya Pemkot Bandung mengusulkan untuk kenaikan UMK Kota Bandung pada 2026 mendatang.

Kenaikan Upah Minumum Kota Bandung diusulkan 5,68 persen atau setara dengan Rp dan usulan tersebut sudah di setujui oleh Gubernur Jawa Barat.

Dengan sudah di sahkan maka upah sebelumnya di tahun 2025 sebesar Rp dan di tahun 2026 berubah menjadi Rp .

Perubahan ini akan berlaku pada Januari 2026 mendatang, dan di perkuat dari keterangan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung.

“Iya, untuk UMK tahun 2026 sudah ditetapkan sesuai dengan rekomendasi dari Pak Wali, naiknya 5,68 persen, sekitar Rp 255 ribu,” jelasnya dikutip dari Tribunnews.

Usulan ini sesuai peraturan pemerintah (PP) yang sudah diteken Presiden Prabowo Subianto dengan formula kenaikan upah sebesar inflasi + pertumbuhan ekonomi x alfa dengan rentang 0,5-0,9, Kota Bandung memilih mengambil alfa 0,7.

“Hasil pleno juga sudah sepakat, kita satu pendapat baik pengusaha maupun pekerja, termasuk pemerintah, BPS, dan akademisi. Makanya, kita sepakat menetapkan kenaikannya 5,68 persen sesuai inflasi di Jawa Barat,” kata Andri.

Andri memastikan tidak akan ada pengusaha yang keberatan dengan penetapan kenaikan UMK Kota Bandung 2026. Sebab, semua pihak juga sudah sepakat dan menerima keputusan ini.

Setelah sudah ditetapkan maka semua perusahaan di Kota Bandung mulai Januari 2026 mendatang harus mematuhi peraturan kenaikan UMK yang sudah di sahkan tersebut.

“Mudah-mudahan semua perusahaan mengeluarkan upah bisa sesuai dengan UMK ini, berlaku Januari 2026 ini. Kalau sudah ditetapkan gubernur harus menaati sesuai dengan keputusan yang sudah dikeluarkan,” ucapnya.

Jabarprov
Jabarprov

Berikut Daftar perubahan Upah Minimum Kota di Jawa Barat:

  • Kota Bekasi 2026: ,93
  • Kabupaten Karawang 2026: ,34
  • Kabupaten Bekasi 2026:
  • Kabupaten Purwakarta2026:
  • Kabupaten Subang 2026:
  • Kota Depok 2026:
  • Kota Bogor 2026:
  • Kabupaten Bogor 2026:
  • Kabupaten Sukabumi 2026:
  • Kabupaten Cianjur 2026: ,18
  • Kota Sukabumi 2026:
  • Kota Bandung 2026:
  • Kota Cimahi 2026:
  • Kabupaten Bandung Barat 2026:
  • Kabupaten Sumedang 2026: ,36
  • Kabupaten Bandung 2026:
  • Kabupaten Indramayu 2026:
  • Kota Cirebon 2026:
  • Kabupaten Cirebon 2026: ,86
  • Kabupaten Majalengka 2026:
  • Kabupaten Kuningan 2026: ,27
  • Kota Tasikmalaya 2026:
  • Kabupaten Tasikmalaya 2026:
  • Kabupaten Garut 2026:
  • Kabupaten Ciamis 2026: ,46
  • Kabupaten Pangandaran 2026:
  • Kota Banjar 2026: ,09



Libur Nataru di Bandung: Parkir Liar dan Petasan Dilarang dan Teras Cihampelas Ditutup

Penertiban Parkir Liar selama libur Nataru 2026 (Humas Kota Bandung).

Libur Nataru di Bandung: Parkir Liar dan Petasan Dilarang dan Teras Cihampelas Ditutup

Prolite – Moment libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 menjadi moment bagi para wisatawan untuk momen liburan bersama keluarga ke Kota Bandung.

Lonjangan wisatawan yang ingin menikmati indahnya Kota Bandung dipastikan akan terjadi terutama di beberapa tempat wisata di tengah Kota Bandung.

Menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan pada pekan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan ruang publik.

Sejumlah langkah strategis disiapkan, mulai dari patroli tegas parkir liar, penegakan larangan petasan dan kembang api, pembukaan terbatas Alun-alun Bandung, hingga penutupan total Teras Cihampelas pada malam pergantian tahun.

“Bandung ini menjadi salah satu kota tujuan utama wisata. Karena itu mari kita jaga bersama-sama sebagai tuan rumah yang baik, menerima wisatawan dengan sebaik-baiknya,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Kamis, 25 Desember 2025.

Humas Kota Bandung
Humas Kota Bandung

Ia mengimbau para wisatawan turut menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bandung agar dapat dinikmati bersama oleh warga dan pengunjung dari berbagai daerah.

Farhan menyampaikan, Alun-alun Kota Bandung telah kembali dibuka untuk masyarakat, meskipun operasionalnya belum sepenuhnya normal.

“Alun-alun sudah dibuka, tapi belum full. Kita buka secara bertahap sambil memastikan keamanannya,” jelasnya.

Pembukaan terbatas ini dilakukan untuk mengendalikan keramaian sekaligus menjaga fasilitas publik selama puncak arus wisata akhir tahun.

Salah satu fokus utama pengamanan Nataru adalah penertiban parkir liar, khususnya di kawasan wisata dan pusat keramaian. Pemkot Bandung akan menggelar patroli intensif selama satu pekan.

“Khusus seminggu ini, kita lakukan patroli parkir liar secara tegas,” kata Farhan.

Ia mencontohkan penindakan parkir liar di kawasan Braga yang telah dilakukan secara hukum oleh aparat kepolisian.

“Pelakunya langsung ditindak oleh Polsek setempat. Ini menunjukkan bahwa penegakan hukum berjalan sesuai aturan,” tambahnya.

Wali Kota Bandung kembali menegaskan, larangan menyalakan petasan dan kembang api sudah lama berlaku dan akan diawasi secara ketat pada malam Tahun Baru.

“Peraturannya sudah jelas, petasan dan kembang api tidak boleh dinyalakan,” ujarnya.

Pengawasan akan difokuskan pada titik-titik dengan potensi keramaian tinggi seperti kawasan pusat perbelanjaan dan ruang publik.

“Saya akan memastikan, terutama di lokasi yang paling ramai seperti Sumarecon Mall Bandung, tidak ada kembang api maupun petasan,” katanya.

Kawasan Pasupati juga disebut sebagai titik rawan yang mendapat perhatian khusus dalam pengamanan malam pergantian tahun.

Demi keselamatan masyarakat selama libur Nataru, Teras Cihampelas dipastikan akan ditutup total pada malam Tahun Baru. Penutupan dilakukan karena masih adanya kekhawatiran terhadap kekuatan struktur bangunan.

“Teras Cihampelas kita tutup total, tidak boleh ada aktivitas di sana pada malam tahun baru,” ujar Farhan.

Melalui berbagai langkah pengamanan tersebut, Farhan berharap seluruh rangkaian libur Natal dan Tahun Baru di Kota Bandung dapat berlangsung aman, tertib, dan menyenangkan.

“Kita ingin semua bisa merayakan liburan hingga tahun baru dengan aman, tentram, dan bahagia,” pungkasnya.




Dorong Green Tourism dan Mobilitas Nol Emisi untuk Mewujudkan Konsep Pariwisata Hijau

Dorong Green Tourism dan Mobilitas Nol Emisi untuk Mewujudkan Konsep Pariwisata Hijau (dok).

Dorong Green Tourism dan Mobilitas Nol Emisi untuk Mewujudkan Konsep Pariwisata Hijau

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat transformasi pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan green tourism.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri diskusi “Bandung Bersinar” di Pendopo Kota Bandung.

Farhan mengungkapkan, green tourism konsep pariwisata hijau merupakan inovasi yang untuk pertama kalinya secara serius diperkenalkan di Kota Bandung.

Menurutnya, aktivitas wisata tidak lagi cukup hanya menawarkan hiburan, tetapi harus memiliki nilai tambah, salah satunya dengan menekan dampak lingkungan.

“Green tourism menunjukkan, kegiatan berwisata harus diberi nilai tambah. Inilah esensi inovasi yang kami dorong di Kota Bandung,” ujar Farhan.

Farhan mengingatkan, sejak 2016, Kota Bandung telah diakui sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata utama di Indonesia.

Pemerintah pusat bahkan telah menetapkan turunan brand Wonderful Indonesia untuk Bandung dengan nama Stunning Bandung.

Namun hingga kini, branding tersebut dinilai belum optimal akibat tantangan komunikasi dan implementasi.

“Yang perlu kita jawab adalah, apa yang membuat orang benar-benar terpana melihat Bandung? Banyak faktornya, mulai dari arsitektur, kuliner, komunitas, hingga event. Tapi salah satu tantangan utama destinasi wisata adalah mobilitas,” katanya.

Menurut Farhan, tingginya aktivitas wisata selalu berbanding lurus dengan kemacetan.

Pemerintah bertanggung jawab menangani persoalan lalu lintas, namun partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk menekan dampak emisi.

“Kalaupun masih macet, emisinya harus minimum. Di sinilah peluang wisata berbasis zero emission,” tuturnya.

Farhan menyoroti besarnya jejak karbon yang dihasilkan sektor pariwisata, mulai dari transportasi wisatawan hingga operasional hotel.

Dengan konsep green tourism, Kota Bandung berupaya memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing.

“Semakin kecil jejak karbonnya, semakin tinggi nilai tambah wisatanya,” ujarnya.

Dalam pengembangan ekonomi daerah, Pemkot Bandung menerapkan strategi TTI (Tourism, Trading, Investment).

Pariwisata menjadi pintu masuk kedatangan wisatawan, yang kemudian mendorong aktivitas ekonomi melalui transaksi perdagangan.

“Wisata itu to see, to do, to buy. Ketika orang berbelanja dan beraktivitas, maka trading terjadi. Dari situlah investasi masuk,” jelas Farhan.

Dampaknya terlihat nyata. Sepanjang semester pertama 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 5,43 persen, di atas rata-rata nasional. Pada triwulan ketiga, pertumbuhan tercatat 5,26 persen.

Tingginya tingkat hunian hotel, terutama hotel berbintang, menunjukkan bahwa wisatawan yang datang memiliki daya beli tinggi.

Namun, Farhan mengingatkan adanya risiko ketimpangan ekonomi yang harus diantisipasi.

Dari hasil kunjungan ke sekitar 50 RW, Farhan menemukan adanya disparitas ekonomi yang perlu dijembatani.

Sektor pariwisata dinilai paling inklusif karena membuka peluang pendapatan bagi semua lapisan, mulai dari pemilik hotel hingga juru parkir.

“Pariwisata memberi kesempatan yang sama untuk mendapatkan penghasilan. Karena itu, berbagai jenis pariwisata terus kami kembangkan,” katanya.

Selain green tourism, Bandung juga mengembangkan education tourism dengan memanfaatkan banyaknya perguruan tinggi.

Mahasiswa dari berbagai daerah datang ke Bandung, membawa dampak ekonomi berantai bagi sektor perhotelan, transportasi, dan UMKM.

Di kesempatan itu, Farhan menjelaskan, program Bandung Bersinar menjadi bagian dari inovasi pariwisata, khususnya dalam mendukung mobilitas wisatawan yang pada 2025 ditargetkan mencapai 8,7 juta kunjungan.

“Jika jutaan wisatawan ini menggunakan kendaraan bebas emisi, dampaknya akan sangat baik bagi lingkungan,” ujarnya.

Pemkot Bandung, lanjut Farhan, berkolaborasi dengan PLN untuk memperbanyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Pemerintah memberikan kemudahan perizinan dan mendukung berbagai insentif sesuai kebijakan pusat.

SPKLU umumnya ditempatkan di area parkir pusat perbelanjaan dan ruang publik strategis.

Ke depan, ketersediaan fasilitas ini diharapkan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

Upaya green tourism ini untuk pengurangan emisi juga dilakukan melalui pengembangan angkot listrik sebagai sarana edukasi publik.

Pemkot Bandung bekerja sama dengan koperasi angkutan umum untuk melakukan peremajaan armada, sekaligus berkolaborasi dengan Dishub Jawa Barat agar angkot listrik menjadi feeder BRT.

“Angkot listrik itu nyaman pisan. Ini memberi sentuhan modern bagi Kota Bandung,” kata Farhan.

Dari sisi investasi, Farhan mengungkapkan meningkatnya minat investor membuka gerai kendaraan listrik di Bandung.

Salah satu merek bahkan berencana membuka showroom di Jalan Ir. H. Juanda.

“Potensi bisnis dan investasinya luar biasa,” ujarnya.




Pemkot Bandung: Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Stabilisasi Harga Pangan Jadi Prioritas

Operasi pasar perludilakukan jelang Natal dan Tahun Baru 2026 (HumasPemkot Bandung).

Pemkot Bandung: Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Stabilisasi Harga Pangan Jadi Prioritas

Prolite – Perayaan Natal dan tahun baru 2026 sebentar lagi harga bahan pokok dipasar tradisioanl di Kota Bandung perlu adanya pemantauan dari pemerintah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Bandung.

Kenaikan harga komoditas strategis, seperti cabai, menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Arahan ini disampaikan dalam apel pagi ASN Pemkot Bandung, Senin, 15 Desember 2025, melalui Plt Asisten Administrasi Umum/Kepala BKAD Kota Bandung, Agus Slamet Firdaus.

Farhan meminta Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta instansi terkait memastikan ketersediaan pasokan di pasar tradisional maupun modern.

Operasi pasar diminta diperkuat guna menekan lonjakan harga dan mencegah spekulasi.

“Stabilitas harga adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Pengendalian harga pangan dipandang sebagai bagian dari perlindungan sosial, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan langkah antisipatif ini, Pemkot Bandung berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan situasi ekonomi tetap kondusif menjelang akhir tahun.

 




Viral Video Hinaan untuk Suku Sunda dan Viking, Farhan Kita Serahkan Semua Kepolisi

Sosok Adimas Firdaus yang melontarkan hinaan kepada suku sunda dan viking club (Instagram).

Viral Video Hinaan untuk Suku Sunda dan Viking, Farhan Kita Serahkan Semua Kepolisi

Prolite – Beberapa waktu lalu warganet dihebohkan dengan video siaran langsung yang berisi hinaan kepada suku sunda dan hinaan kepada viking clup (nama pendukung klub sepak bola Persib).

YouTuber Adimas Firdaus, yang juga pemilik akun Instagram Resbob, dilaporkan ke Polda Jabar lantaran diduga menghina suku Sunda. Ucapan tersebut dilontarkan saat dirinya melakukan siaran langsung di dalam mobil.

Dalam potongan video singkat berisi hinaan tersebut di lontarkan dengan tegas tentang kebencencian dan ketidak sukaan terhadap suku sunda.

Instagram
Instagram

“Viking an***, Viking an***. Bonek Viking sama aja, tapi yang an*** hanya Viking,” kata kata Resbob.

Usai melontarkan kebencian untuk pendukung club sepak bola Viking dia juga melontarkan hinaan kepada suku sunda.

“Pokonya semua Sunda an***, semua orang Sunda an***,” imbuhnya.

Usai membuat resah semua suku sunda dan club viking Wali Kota Bandung Muhammad Farhan angkat bicara terkait masalah semua ini.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung penuh penegakan hukum dan meminta masyarakat untuk tidak terpancing provokasi.

Farhan menyebut, kasus penghinaan tersebut telah menjadi perhatian publik dan menyerahkan kepada penegakan hukum sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Masyarakat tidak perlu mengambil tindakan sendiri,” ujarnya.

Ia mengimbau, warga tidak boleh membalas dengan tindakan serupa maupun komentar yang dapat memperkeruh suasana.

Menurutnya, menjaga martabat bukan dengan kemarahan, tetapi dengan kedewasaan dalam bersikap.

“Orang Sunda punya karakter sopan, dan berbudaya. Jangan sampai kita ikut melakukan penghinaan. Tetap tenang, jangan terprovokasi,” ungkapnya.

Ia mengimbau agar masyarakat mempercayai proses hukum yang tengah berjalan.

“Biarkan aparat penegak hukum bekerja. Jangan ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas atau memicu kebencian,” ujarnya.

Farhan mengajak seluruh warga untuk menjaga persatuan serta menunjukkan sikap bijak di ruang digital.