Kondisi 711 Satwa Kebun Binatang Bandung Beraktivitas Normal dan Pakan Terpenuhi

Kondisi 711 Satwa Kebun Binatang Bandung Beraktivitas Normal dan Pakan Terpenuhi (Humas Pemkot Bandung).

Kondisi 711 Satwa Kebun Binatang Bandung Beraktivitas Normal dan Pakan Terpenuhi

Prolite – Buntut kisruh panjang kepemilikan dan pengelolaan Kebun Binatang Bandung antara swasta dan Pemerintah Kota Bandung kini sudah berakhir.

Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa lahan Bandung Zoo adalah milik sah Pemkot Bandung, diperkuat dengan sertifikat hak milik.

Bukan hanya itu beberapa waktu lalu simpang siur mengenai kondisi satwa di Kebun Binatang Bandung yang memprihatinkan.

Dengan ini pemkot Bandung menjelaskan bahwa kondisi satwa di Bandung Zoo menunjukan satwa beraktivitas normal dan kebutuhan dasar terpenuhi.

Satwa-satwa di dalam area kebun binatang dalam kondisi baik, aktif beraktivitas, serta tercukupi kebutuhan pakannya.

Petugas juga memastikan pemberian pakan berjalan sebagaimana mestinya dan perawatan rutin tetap dilakukan.

Demikian hasil pemantauan pada 24 Februari 2026. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi satwa tetap terjaga pasca pengamanan aset yang dilaksanakan pada 5 Februari 2026. Pemkot Bandung memastikan kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas.

Sebagaimana diketahui, terdapat 711 individu satwa di kawasan Kebun Binatang Bandung yang berada dalam pengawasan.

Dalam pemantauan terbaru, tidak ditemukan kondisi yang mengkhawatirkan terhadap satwa-satwa tersebut.

Kondisi lingkungan kandang terlihat bersih dan terawat. Aktivitas pemberian pakan serta pemeliharaan dilakukan sesuai jadwal yang berlaku.

Pemkot Bandung memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan satwa tetap dalam kondisi sehat dan terawat.




#1ThBandungUtama Sirkular Bandung Utama: dari Sampah Jadi Pangan, dari Pangan Jadi Harapan

#1ThBandungUtama Sirkular Bandung Utama dari Sampah Jadi Pangan, dari Pangan Jadi Harapan (dok).

#1ThBandungUtama Sirkular Bandung Utama: dari Sampah Jadi Pangan, dari Pangan Jadi Harapan

Prolite – Satu tahun perjalanan Program Sirkular Bandung Utama menandai babak baru transformasi lingkungan dan ketahanan pangan di Kota Kembang.

Melalui kolaborasi tiga program utama Kang Pisman, Buruan SAE, dan Dapur Dashat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghadirkan solusi terintegrasi dari hulu ke hilir, mengelola sampah, menanam pangan, hingga memenuhi gizi keluarga.

Program ini menggabungkan gerakan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan), inovasi urban farming Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis), serta Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) dalam satu ekosistem bernama Karasa.

Konsepnya sederhana namun berdampak besar, sampah organik diolah menjadi kompos, kompos digunakan untuk menanam bahan pangan, hasil panen dimanfaatkan dapur sehat, dan sisa dapur kembali masuk ke sistem pengolahan.

Wali Kota Muhammad Farhan menjelaskan, tantangan utama saat ini adalah pemerataan keberadaan Dashat di setiap RW. Karena itu, Pemkot Bandung memastikan minimal satu dapur sehat tersedia di setiap kelurahan.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Kalau Buruan SAE dan pengolahan sampah rata-rata sudah ada. Yang kita pastikan sekarang adalah Dapur Sehat Atasi Stunting di tingkat kelurahan,” ujarnya.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelurahan dengan keterbatasan lahan, terutama dalam pengelolaan sampah.

Pemkot Bandung menyiapkan skema khusus agar seluruh wilayah tetap bisa terlibat dalam sistem sirkular ini.

Program ini bukan sekadar konsep di atas kertas. Warga merasakan langsung manfaatnya.

Warga Kelurahan Mekarjaya, Opi S. Inayah mengungkapkan, Buruan SAE kini menjadi sumber pangan keluarga.

“Kami bisa menanam, memanen, dan hasilnya dimanfaatkan untuk dapur sehat. Ini gerakan yang terintegrasi dan sangat bagus,” ujarnya.

Senada, Lismawati merasakan kehadiran Dashat membantu pemenuhan gizi anak-anak.

“Dari hasil buruan lahir menu sehat untuk warga. Ini sangat menunjang penurunan stunting,” katanya.

Sementara itu, Ujang Mamat menilai, Kang Pisman membuat lingkungan lebih bersih dan tertata.

“Sampah organik dan non-organik sudah dikelola. Lingkungan jadi lebih nyaman,” tuturnya.

Salah satu contoh keberhasilan tampak di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rancasari.

Di wilayah ini, rantai sirkular berjalan utuh: sampah diolah jadi kompos, kompos menyuburkan kebun, hasil panen masuk dapur sehat, dan sisa dapur kembali dikelola.

Model ini membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari tingkat kelurahan dari halaman rumah, dari dapur warga, dari kepedulian bersama.

Satu tahun Sirkular Bandung Utama bukan sekadar angka. Sirkular Bandung Utama menjadi simbol kolaborasi, gotong royong, dan komitmen menghadirkan kemajuan nyata menjadikan Bandung lebih bersih, sehat, dan berdaya dari lingkungannya sendiri.




Wali Kota Bandung Salurkan Rp38 Miliar, Jaga Anak Tetap Sekolah

Wali Kota Bandung Salurkan Rp38 Miliar, Jaga Anak Tetap Sekolah

Wali Kota Bandung Salurkan Rp38 Miliar, Jaga Anak Tetap Sekolah

Prolite – Wali Kota Bandung memastikan siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menerima bantuan Program Rawan Melanjutkan Pendidikan tahun 2025 dengan total anggaran lebih dari Rp38 miliar sehingga anak dari keluarga rentan tetap bersekolah.

Dinas Pendidikan Kota Bandung mencatat siswa Sekolah Dasar menerima bantuan biaya personal dan perlengkapan dengan anggaran lebih dari Rp12 miliar.

Sebanyak siswa Sekolah Menengah Pertama memperoleh manfaat serupa dengan total anggaran lebih dari Rp26 miliar sehingga kebutuhan seragam, sepatu, dan alat tulis terpenuhi.

Nataly El Marco, siswa kelas 6 Sekolah Dasar Kemala Bhayangkara, menggunakan bantuan untuk membeli sepatu, seragam, ikat pinggang, dasi, dan topi sehingga dapat belajar dengan percaya diri.

“Rasanya bahagia terus, karena di rumah juga suka enggak ada kerjaan. Di sekolah bisa belajar, bisa ketemu teman, bisa dapat ilmu juga,” ujarnya.

Krisna Ananda Putra memanfaatkan bantuan untuk membeli seragam, topi, sepatu, dan alat tulis sehingga tetap semangat mengejar cita-cita menjadi kreator gim.

“Senang. Soalnya di rumah sedikit temannya, jadi di sekolah banyak. Sama bisa dapat ilmu juga,” katanya.

Gilang Adriansyah membeli perlengkapan sekolah dari dana Rawan Melanjutkan Pendidikan sehingga tetap nyaman belajar bersama teman-temannya.

“Senang karena bisa bersosialisasi, bertemu teman-teman, dan mencari banyak ilmu,” ucapnya.

Al Jenafat Odelayapi merasa lebih tenang berada di sekolah setelah memperoleh sepatu, baju, dan topi dari bantuan tersebut.

“Di rumah enggak ada teman,” katanya.

Wali Kota Bandung juga membangun ruang kelas baru dan merehabilitasi puluhan ruang belajar serta toilet sekolah sepanjang 2025 sehingga daya tampung bertambah dan lingkungan belajar lebih sehat.

Perbaikan sarana di berbagai Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama tersebut mengurangi kepadatan kelas sekaligus meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar.

Langkah Wali Kota Bandung ini memberi solusi nyata atas risiko putus sekolah akibat kendala ekonomi sekaligus memastikan anak belajar di ruang yang aman dan layak.




Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen, Farhan: Fiskal Bandung Sangat Sehat

Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen, Farhan Fiskal Bandung Sangat Sehat (mtro TV).

Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen, Farhan: Fiskal Bandung Sangat Sehat

BANDUNG, Prolite – Kota Bandung mencatatkan capaian ekonomi positif di awal 2026. Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung berada di atas 5 persen, mengikuti tren pertumbuhan Jawa Barat.

“Pertumbuhan ekonomi sekarang luar biasa. Itu pasti di atas 5 persen. Inflasi juga terkendali, di bawah 3 persen terus,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis 19 Februari 2026.

Tak hanya itu, angka kemiskinan ekstrem di Kota Bandung juga mengalami penurunan. Namun Farhan mengingatkan adanya risiko baru, yakni warga yang naik ke desil 6 sehingga tidak lagi mendapatkan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Meski demikian, ia memastikan sistem administrasi Pemkot Bandung sudah cukup rapi. Warga yang masih berada di desil 1 sampai 5 tetapi belum terdaftar sebagai PBI tetap dapat diupayakan masuk dalam skema bantuan, sembari menunggu masa transisi melalui program Universal Health Coverage (UHC).

Secara fiskal, Farhan menyebut kondisi keuangan daerah sangat sehat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat signifikan, bahkan di atas 15 persen, terutama dari sektor restoran.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pengelola restoran yang telah patuh membayar pajak 10 persen,” katanya.

Menariknya, meski tingkat hunian hotel secara umum menurun karena tren kunjungan pulang-pergi tanpa menginap, kontribusi PAD dari sektor hotel justru tetap meningkat. Kenaikan harga kamar dan dominasi hotel berbintang menjadi salah satu faktor.

Ke depan, Pemkot Bandung akan membangun ekosistem wisata yang lebih luas melalui festival, pertunjukan, dan event olahraga. Kota Bandung hampir pasti menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah dan pendukung Pekan Olahraga Provinsi.

“Ekonomi itu berputar dari event-event. Persib ramai, Satria Muda ramai. Itu jadi motor ekonomi,” ucapnya.

Dengan tren pertumbuhan yang stabil, inflasi terkendali, serta PAD yang meningkat, Farhan optimistis fondasi ekonomi Kota Bandung semakin kokoh, meski tetap diiringi kewaspadaan terhadap ketimpangan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah.




Jelang Ramadan, Dinsos Gelar Giat Gabungan Terhadap PPKS

Jelang Ramadan, Dinsos Gelar Giat Gabungan Terhadap PPKS

Jelang Ramadan, Dinsos Gelar Giat Gabungan Terhadap PPKS

BANDUNG, Prolite – Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung kembali menggelar kegiatan penjangkauan gabungan terhadap Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Sabtu 14 Februari 2026 dini hari.

Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari beuatifikasi untuk mengantisipasi meningkatnya PPKS di jalanan menjelang bulan Ramadan.

“Alhamdulillah ini adalah bagian dari kegiatan justifikasi sesuai arahan pimpinan. Hari ini kita melakukan kegiatan penjangkauan gabungan. Ini yang kedua kalinya, dan sesi ini menghadapi Ramadan,” ujarnya.

Penjangkauan dilakukan dalam dua regu. Regu pertama mulai bergerak pukul WIB dari kawasan Simpang Lima Bandung, menyusuri sejumlah ruas jalan dan berkumpul di Masjid Raya Bandung.

Sedangkan regu kedua memulai kegiatan dari Jalan Suniaraja dan berkumpul di Pendopo Kota Bandung atau Masjid Raya Bandung.

Dari sesi pertama, sekitar 50 orang terjaring dalam dua tim dan langsung menjalani proses asesmen oleh tim gabungan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

PPKS ini kemudian dikumpulkan untuk dibawa ke kantor tim asesmen guna penanganan lebih lanjut. Adapun tim gabungan melibatkan Dinsos, DP3A, KPAD, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, DPMKP, DPKP, DLH, DSDABM, serta Satpol PP Kota Bandung.

Lebih lanjut, data Dinsos Kota Bandung menunjukkan hasil rekapitulasi penjangkauan mencatat total 79 PPKS yang terdata.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 53 gelandangan, 17 pemulung, 4 lansia, 2 penyandang disabilitas mental, dan 3 anak terlantar.

Dari sisi usia, 1 orang balita, 2 anak, 52 dewasa, dan 24 lansia. Sementara berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 68 orang laki-laki dan 11 perempuan.

Sebagian besar yang terjaring berasal dari luar Kota Bandung, dengan persentase sekitar 75 persen. Hingga pagi hari, sebanyak 77 orang telah difasilitasi untuk dikembalikan ke daerah asalnya.

Rencana tindak lanjut yang dilakukan antara lain pemeriksaan biometrik bagi PPKS yang tidak memiliki identitas oleh Disdukcapil, pemulangan warga luar Kota Bandung melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Sentra Wyata Guna dan Dinas Perhubungan Kota Bandung, serta layanan rehabilitasi sosial lanjutan dan pemberdayaan sosial bagi warga Kota Bandung, baik di dalam maupun di luar panti.

Yorisa juga memastikan bahwa kegiatan penjangkauan akan terus dilakukan secara rutin.

“Kegiatan ini akan terus rutin. Jangan sampai memberi ruang untuk adanya PPKS dan sudah tidak ada lagi kotoran manusia yang ditemukan,” tutur Yorisa.




Vaksin Gratis Hewan Peliharaan di Expo “Bangsawan”

Vaksinasi hewan peliharaan

DKPP Gelar Expo ” Bangsawan”, Vaksinasi Hewan Peliharaan Gratis

BANDUNG, Prolite – Trend memiliki hewan peliharaan cukup tinggi namun paham terkait kesehatan dan kebersihan hewan di masyarakat masih kurang. Oleh karena itu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kota Bandung menggelar ‘Expo Bangsawan (Bandung Jaga Kesehatan Hewan)’.

Dimana dalam kegiatan itu ada pemeriksaan dan pemberian vaksin bagi hewan peliharaan secara gratis, edukasi terkait berbagai penyakit hewan khususnya yang dapat menular ke manusia, serta pada acara berlangsung di Sport Center Arcamanik itu juga, DKPP melaunching kendaraan pemeriksa hewan peliharaan yang akan berkeliling ke seluruh wilayah Kota Bandung.

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar mengatakan kota Bandung sebagai kota yang besar, kota terbuka dan sangat rawan terhadap ulang alik atau perpindahan hewan yang otomatis kesehatannya harus dijaga, sebab dampaknya bisa dirasakan terutama terkait zonosis penyakit yang menular dari hewan peliharaan ke manusia.

“Itu penyakit menular yang harus diantisipasi, karena dampaknya besar, bahkan menurut penelitian hampir 50% Jenis penyakit yang ada di manusia, patogen itu disebabkan atau berasal dari hewan peliharaan. Seperti kita tahu ada flu burung, ada rabies, PMK (penyakit mulut dan kuku), itu semua dari hewan,” jelas Gin Gin, Sabtu 14 Febuari 2026.

Penyakit itupun berdampak terhadap hewan ternak, khusunya hewan pangan konsumsi. Di kota Bandung sendiri, hampir sebagian besar pangan datang dari luar kota, sehingga harus dipastikan pangan hewan ternak yang datang ke kota Bandung punya kualitas,mutu,dan kesehatan yang baik.

“Tentunya perlu kolaborasi antar pihak, antar komunitas, berbagai OPD, berbagai sektor. Makanya terlihat disini berbagai OPD mendukung, perguruan tinggi, komunitas pencinta hewan, peternak sampai ke pelaku yang lainnya,”jelasnya.

Untuk kasus hewan terkena rabies, kata Gin Gin sebetulnya kota Bandung hampir berpuluh-puluh tahun ini zero kasus alias tidak ada kasus ribies, begitupun secara administrasi kota Bandung sebetulnya aman. Tetapi secara umum dan nasional Kota Bandung masih dinyatakan waspada, karena kota Bandung sangat terbuka dengan daerah lain, terutama beberapa daerah tetangga masih ada kasus rabies maupun genosis, sehingga kota Bandung harus hati-hati.

Upaya kehati-hatian pemkot Bandung sendiri kata dia, diantaranya melakukan vaksin gratis bahkan secara rutin DKPP melakukan pemeriksaan gratis melalui klinik hewan maupun door-to-door ke wilayah.

“Jadi pada expo ini selain edukasi kesehatan dan kebersihan hewan, cara membuat kompos. Kita juga pembagian bibit tanaman sayur mayur hingga rempah, bibit ternak ikan dan ayam. Serta edukasi dari dinas pelayanan lain seperti Disdukcapil, Diskarmat , Bapenda, BJB, Dinkes, dan lainnya,” tuturnya.

Masih kata Gin Gin untuk ‘Bangsawan’ ini memang pertama namun sejak 2003 kota Bandung sudah membuat aplikasi ‘laman hati (Layanan manajemen kesehatan hewan terintegrasi)’. Dimana pihaknya bisa mendeteksi termasuk menerima laporan-laporan dari masyarakat terkait kesehatan hewan. Terlebih dari data hewan yang sudah divaksin DKPP itu menjadi deteksi awal yang dilakukan terhadap hewan.

“Kalau datang kita pastikan dulu kesehatannya kalau ternyata tidak memenuhi persyaratan atau kurang sehat kita berikan pengobatan dulu. Dan dari situ juga kita bisa mendeteksi termasuk meminta data tentang sejarah kesehatannya pernah sakit apa, jadi kita juga catat itu. Termasuk yang pasti kepemilikannya, dimana tempatnya tinggalnya,” tandasnya.

“Ini juga untuk menyebarkan, memetakan sebaran hewan yang ada di kota Bandung. Jadi yang sehat dilakukan vaksin,paling tidak per tiga bulan sekali kita akan kontrol dan mereka juga diharuskan untuk berkomunikasi bahkan mendatangi, mendaftarkan lagi untuk dilakukan pemeriksaan,sehingga mudah-mudahan bisa terkontrol,” ucapnya lagi.

Begitupun untuk hewan peliharaan yang sudah disterilisasi,pihaknya memberikan tanda khusus sehingga tahu dimana posisi, dan tingkat kesehatannya seperti apa. Termasuk isu penyakit hewan pun kerap muncul seperti PMK di beberapa tempat termasuk beberapa kejadian peristiwa digigit anjing.

“Itu mengindikasikan bahwa kewaspadaan itu harus ditingkatkan tapi kalau indikasi atau kejadian rabies atau zonosis di kota Bandung alhamdulillah. Termasuk seperti kasus terakhir kemarin yang sempat viral di warung muncang,kita sudah amati elama 14 hari Anjingnya dinyatakan sehat tidak tertular rabies sehingga tidak perlu pengobatan lebih lanjut. Begitupun untuk orang yang digitnya tidak terjangkit karena hewannya tidak rabies jadi terkendali,” tutupnya.




Pemkot Bandung Gelar Silaturahmi Tokoh Agama Menyambut Tahun Baru Imlek 2577

Pemkot Bandung Gelar Silaturahmi Tokoh Agama Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 (jabarprov).

Pemkot Bandung Gelar Silaturahmi Tokoh Agama Menyambut Tahun Baru Imlek 2577

Prolite – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Pendopo Kota Bandung saat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar silaturahmi tokoh agama dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tingkat Kota Bandung tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi simbol kuat harmoni antarumat beragama sekaligus perayaan keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Bandung.

Wakil Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia, Fam Kiun Fat dalam sambutannya mengajak hadirin memahami makna Imlek dari perspektif sejarah dan spiritual umat Konghucu.

Ia menjelaskan, penanggalan Kongzili berakar dari ajaran Nabi Kongzi yang lahir pada 551 sebelum Masehi, dengan sistem kalender yang mengikuti peredaran bulan dan musim.

Menurutnya, bagi umat Konghucu, Imlek bukan sekadar tradisi budaya, melainkan momentum keagamaan yang sarat nilai refleksi dan pembaruan diri.

Ia juga mengingatkan perjalanan panjang pengakuan hak-hak umat Konghucu di Indonesia yang kini semakin terbuka, serta mengapresiasi komitmen Kota Bandung dalam merawat toleransi.

“Keberagaman adalah kekuatan. Imlek mengajarkan kita untuk memulai tahun baru dengan semangat kebajikan dan persaudaraan,” ujarnya di Pendopo Kota Bandung, Selasa, (10/2/2026).

Fam Kiun Fat turut mengundang masyarakat untuk menikmati perayaan malam Imlek di kawasan Cibadak dan klenteng sebagai wisata religi dan budaya yang terbuka bagi semua kalangan.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai, silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen pemkot menjadikan Bandung sebagai kota inklusif dan toleran.

Ia mengingatkan, sejak akhir 2024, Pendopo rutin menjadi ruang doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan.

“Kota Bandung adalah rumah bagi semua. Kerukunan bukan hanya slogan, tetapi fondasi kehidupan sosial kita,” kata Farhan.

Ia juga menyampaikan rencana dukungan operasional bagi rumah ibadah lintas agama sebagai bentuk penguatan kehidupan beragama yang setara dan harmonis.

Dalam sambutannya, Farhan mengaitkan pentingnya toleransi dengan kerja kolektif menyelesaikan persoalan kota, terutama pengelolaan sampah.

Menurutnya, masalah lingkungan hanya bisa diselesaikan melalui partisipasi seluruh warga tanpa memandang latar belakang.

“Sampah adalah masalah bersama. Penyelesaiannya pun harus bersama-sama. Toleransi bukan hanya soal keyakinan, tapi kerja nyata untuk masa depan kota,” ucapnya.

Pemkot Bandung saat ini menjalankan program pemilahan sampah berbasis wilayah hingga kawasan zero waste sebagai bagian dari transformasi lingkungan kota.

Perayaan Imlek tahun ini mengusung semangat nasional Harmoni Imlek Nusantara, yang mendorong ekspresi budaya dan kreativitas.

Bandung, sebagai kota kreatif, didorong untuk menjadikan momen Imlek sebagai ruang kolaborasi seni, busana, dan budaya.

Farhan menyebut perayaan Imlek sebagai momentum mempererat persaudaraan sekaligus merayakan identitas keberagaman Indonesia.

“Bandung tumbuh dari kebersamaan. Perbedaan justru memperkaya kita,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis dari perwakilan komunitas Konghucu kepada Pemkot Bandung dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dilanjutkan foto bersama sebagai simbol persatuan lintas iman.




Ekonomi dan Wisata Halal di Kota Bandung Berkembang Baik

Farhan_Wisata Halal

Ekonomi dan Wisata Halal di Kota Bandung Berkembang Baik

BANDUNG, Prolite – Pengembangan ekonomi dan wisata halal di Kota Bandung diklaim Wali Kota Bandung masih berjalan baik dan tidak ada isu apa pun.

“Saya enggak mau orang salah menangkap, ya, karena saya pernah dituduh rasis. Pada prinsipnya, sertifikat halal itu sudah menjadi bagian dari perekonomian Indonesia. Itu sudah clear. Karena itu presiden membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal,” jelas dia.

Disinggung setiap pengusaha harus memiliki sertifikasi halal Farhan kembali menekankan bahwa sertifikasi halal ini merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari perkembangan ekonomi di Indonesia.

“Kalau mau tahu lebih banyak soal bentuknya dan kewajibannya seperti apa, silakan langsung ke badan sertifikasi halal. Kita punya kerja sama yang sangat kuat untuk membantu semua dunia usaha yang ingin mendapatkan sertifikasi halal,” ucapnya.




71 Ribu BPJS PBI di Kota Bandung Dicabut, Farhan: Sudah Masuk Desil 6 Sampai 10

Farhan_BPJS PBI_Wali Kota BAndung

BANDUNG, Prolite – Sebanyak 71 ribu peserta BPJS PBI di Kota Bandung dicabut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan hal itu karena ke 71 ribu peserta tersebut sudah terdaftar di DTSEN dan naik ke desil 6 sampai 10.

“Desil itu kan 1 sampai 10. Desil 1 sampai 5 itu miskin dan dapat BPJS PBI. Tapi orang kan enggak mau miskin selamanya dong, maka dia juga berhak untuk naik.

Ketika DTSEN menunjukkan kelompok desil 5 sudah naik ke desil 6, maka dengan sendirinya hak untuk mendapatkan PBI-nya hilang. Itu konsekuensinya,” jelasnya.

“Lalu bagaimana dengan yang masih belum mendapatkan? Kita sudah melakukan rekonsiliasi data, 72 ribu penerima baru atau pemulihan sudah didaftarkan ke BPJS PBI. Tapi proses administrasinya tidak serta-merta langsung jadi, butuh waktu beberapa hari. Nah, ketika proses administrasi pemulihan BPJS PBI inilah terjadi kekosongan,” ujar Farhan.

Ketika terjadi kekosongan itu maka aka diganti sementara waktu dengan UHC.

“Jadi misalnya saya tadinya penerima PBI, lalu masuk desil 6 dan ingin memulihkan kembali, itu butuh waktu beberapa hari. Dalam waktu itu, kalau tiba-tiba saya sakit berat, saya boleh datang ke rumah sakit dan menyatakan ingin menggunakan UHC. Itu harus dilayani. Syaratnya cuma satu KTP-nya Kota Bandung,” tegasnya.

Farhan mengingatkan kalau sampai ada rumah sakit menolak pasien miskin dengan alasan UHC, maka jika rumah sakit negeri sanksinya akan dipecat sedang rumah sakit swasta sanksinya cabut izin.




Pembangunan BRT, Wali Kota Akan Berkomunikasi Dengan Semua Yang Terdampak

Bus Rapid Transit _ BRT

Farhan: Pembangunan BRT Akan Menimbulkan Konsekuensi Yang Berat

BANDUNG, Prolite – Pembangunan Bandung Rapid Transportasi (BRT) Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku harus menghadap terlebih dulu ke Dirjen Perhubungan Darat, kemudian komunikasi dengan warga yang terdampak.

“Baik itu di sepanjang jalan dari Ahmad Yani sampai ke Cibereum, Rajawali sampai ke Tegalega, hingga Pasar Baru. Itu juga sering dilaksanakan sekarang,” ujarnya seraya menyampaikan koordinasi ini cukup seru.

Farhan pun menyampaikan ingin melihat gambar teknisnya terlebih dulu. Pasalnya bagaimanapun BRT itu akan membawa risiko kemacetan dan ketidaknyamanan yang sangat berat.

“Ini saya peringatkan, pembangunan konstruksi BRT akan membawa konsekuensi ketidaknyamanan dan kemacetan yang sangat berat. Jadi kita harus mampu menanggungnya bersama-sama,” tuturnya.

Namun demikian Farhan mengaku belum menemukan strateginya hanya saja ia akan berkomunikasi dengan semua orang yang terdampak.

“Karena banyak yang membayangkan sekarang masih lancar-lancar saja. Tiba-tiba separuh jalan ditutup, baru protes. Kita akan cari solusi. Saya masih membuka komunikasi dengan banyak calon investor yang akan membangun gedung-gedung parkir. Kalau hanya itu satu-satunya solusi, memang enggak ada cara lain,” paparnya.

Disinggung nasib juru parkir saat banyak lokasi parkir kata Farhan juru parkir tersebut akan bekerja dilokasi parkir.

“Kalau cuma kompensasi dikasih tiga bulan, terus bulan keempat gimana. Nah itu yang harus kita pikirkan,” tegasnya.

Masih Farhan yang terdampak tidak hanya parkir tapi banyak yang lain. Karenanya kita harus memastikan jangan sampai BRT ini pembangunannya tidak menimbulkan kenyamanan.

“Lalu setelah terjadi, ternyata banyak yang harus menyesuaikan diri dan jadi repot. Nah ini yang harus kita kelola lewat sebuah rekayasa sosial,” tutupnya.

Termasuk pihaknya sedang komunikasi dengan pedagang kaki lima. Kata Farhan, beberapa sudah mencapai kata sepakat, tapi kepastiannya nanti akan disampaikan sekaligus oleh Dinas KUKM.