Sodikin Anggota DPRD Kota Bekasi Menggelar Reses untuk Menampung Kebutuhan dan Persoalan Warga

Sodikin Anggota DPRD Kota Bekasi menggelar reses (dok).

Sodikin Anggota DPRD Kota Bekasi Menggelar Reses untuk Menampung Kebutuhan dan Persoalan Warga

Prolite – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Daerah Pemilihan IV, Sodikin, S.H., melaksanakan Reses III bersama warga Jln. Mawar Melati RT 05 RW 13, Kelurahan Jatirahayu. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat untuk membahas kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga setempat.

Dalam sesi penyampaian aspirasi,dan pembahasan pada reses tersebut
Di antaranya:

1. Perbaikan jalan berlubang
Warga menyoroti kondisi jalan yang rusak dan membahayakan pengguna. Sodikin, S.H. memastikan bahwa ia akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk percepatan perbaikan.

2. Pelatihan pembuatan kue bagi ibu rumah tangga
Pelatihan ini dinilai penting sebagai langkah peningkatan ekonomi keluarga. Sodikin, S.H. menyatakan kesiapan mendukung dan memfasilitasi program tersebut.

3. Pembahasan penguatan Koperasi Merah Putih
Koperasi dinilai perlu ditingkatkan perannya sebagai wadah ekonomi warga. Sodikin, S.H. mendorong peningkatan kapasitas pengelolaan dan akses permodalan.

4. Inisiatif budidaya lele di setiap RW
Sebagai peluang pemberdayaan ekonomi ia mengajukan gagasan pengadaan peternakan lele di tiap RW. Program ini diharapkan menjadi usaha produktif yang bisa dijalankan warga dengan modal terjangkau.

5. Pelatihan barista untuk pemuda/karang taruna
Program ini dirancang untuk membuka ruang kreativitas sekaligus mengarahkan anak muda pada kegiatan positif dan profesional di dunia kopi.

6. Pesan menjaga generasi muda dari narkoba
Sodikin, S.H. mengingatkan pentingnya peran bersama dalam melindungi anak muda dari ancaman narkoba dan mengajak masyarakat menguatkan lingkungan yang sehat dan produktif.

Di akhir kegiatan, Anggota DPRD Kota Bekasi dari Daerah Pemilihan IV menegaskan bahwa warga yang ingin menyampaikan aspirasi lebih lanjut dapat langsung menghubungi beliau ataupun melalui pengurus RT/RW setempat, sehingga setiap kebutuhan warga tetap dapat dipantau dan ditindaklanjuti.




Gelar Final Piala Presiden Bulutangkis 2025, Bukti Kota Bandung Pabrik Juara

Gelar Final Piala Presiden Bulutangkis 2025 (dok).

Gelar Final Piala Presiden Bulutangkis 2025, Bukti Kota Bandung Pabrik Juara

Prolite – Kota Bandung kembali menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi. Kali ini, Final Piala Presiden Bulutangkis 2025 digelar di GOR Kota Bandung, Jalan Jakarta, 12 – 15 November 2025.

Atas hal tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas terselenggaranya final turnamen ini di Kota Bandung.

Menurutnya, atmosfer dan sejarah bulutangkis di Bandung menjadi energi besar bagi para atlet muda.

“Kota Bandung selalu melahirkan juara. Di tempat ini, banyak anak muda dan para pelatih sudah merasakan bagaimana lapangan-lapangan di Bandung menjadi tempat lahirnya juara dunia,” tutur Farhan.

Ia juga memberikan selamat kepada seluruh atlet yang telah berjuang, baik yang menang maupun yang belum mendapatkan hasil terbaik.

“Selamat kepada para pemenang di kejuaraan Piala Presiden. Terima kasih kepada para pelatih dan keluarga yang sudah serius mendukung putra-putrinya. Fokuslah terus menjadi atlet terbaik di Indonesia, dan insyaallah suatu hari menjadi yang terbaik di dunia,” kata Farhan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) karena Bandung dipercaya menjadi kota terakhir dalam rangkaian penyelenggaraan Piala Presiden.

“Ini membuktikan Bandung layak diberi kepercayaan dan motivasi untuk terus membangun stadion serta fasilitas bulutangkis yang lebih baik,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, yang juga legenda bulutangkis Indonesia, turut hadir dan berbagi pengalaman.

“Dulu saya latihan di sini sebelum masuk Pelatnas. Latihan malam hari, bertanding di lapangan yang sederhana. Pagi sampai siang sekolah, sore sampai malam latihan. Tidak ada yang instan dalam olahraga,” ujar Taufik.

Ia menuturkan, fasilitas dan kompetisi penting, tetapi yang menentukan adalah proses latihan sehari-hari.

“Kemenpora memfasilitasi pertandingan, tapi yang menentukan masa depan adalah latihan konsisten. Untuk yang juara jangan cepat puas. Untuk yang kalah jangan kecil hati, latihan lagi dan terus semangat,” pesannya.

Taufik berharap, lahir bibit-bibit baru yang ke depan dapat memperkuat Pelatnas.

“Olahraga itu regenerasi terus. Saya tunggu ada yang berlatih di Pelatnas dan jadi yang terbaik di sana. Sistem pembinaan dan kompetisi yang baik adalah kunci generasi emas bulutangkis Indonesia,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Sri Wahyuni menjelaskan, Piala Presiden Bulutangkis 2025 digelar di 17 regional di seluruh Indonesia.

“Beberapa di antaranya Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, hingga Papua,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, total ada peserta yang mengikuti turnamen dari seluruh Indonesia. Penyelenggaraan final di Bandung berjalan lancar karena kolaborasi antarunit di lingkungan Kemenpora.

“Peserta merasa nyaman. Alhamdulillah, berkat gotong royong antar unit, seluruh peserta yang mengikuti final di Bandung dapat menikmati fasilitas secara gratis,” tuturnya.




DPRD Kota Bekasi Gelar Rapat Paripurna, Bahas Pembukaan Masa Sidang dan Anggaran APBD Tahun 2026

DPRD Kota Bekasi Gelar Rapat Paripurna, Bahas Pembukaan Masa Sidang dan Anggaran APBD Tahun 2026 (dok).

DPRD Kota Bekasi Gelar Rapat Paripurna, Bahas Pembukaan Masa Sidang dan Anggaran APBD Tahun 2026

BEKASI, Prolite – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi melaksanakan Rapat Paripurna pada hari Kamis, 13 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Bekasi, dimulai pukul WIB. Rapat penting ini diselenggarakan untuk membahas sejumlah agenda strategis, terutama yang berkaitan dengan kebijakan fiskal daerah untuk tahun anggaran mendatang.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan, R.S., ., M.H. Turut hadir lengkap unsur pimpinan DPRD Kota Bekasi, yaitu:
1. Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, ., M.M.
2. Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, S.E.
3. Wakil Ketua III DPRD Kota Bekasi, Puspa Yani, .
Selain itu, Rapat Paripurna ini juga dihadiri oleh perwakilan dari pihak Eksekutif, yakni Wakil Walikota Kota Bekasi, Dr. Harris Bobihoe.

Sesuai dengan undangan resmi, agenda yang dibahas dalam Rapat Paripurna kali ini mencakup tujuh poin utama:
1. Pembukaan
2. Penyampaian Pidato Pimpinan DPRD terkait Pembukaan Masa Sidang DPRD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2025.
3. Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bekasi tentang APBD Tahun Anggaran 2026.
4. Pembacaan Rancangan Keputusan DPRD Kota Bekasi tentang Penugasan Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi untuk membahas Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bekasi tentang APBD Tahun Anggaran 2026.
5. Penandatanganan Keputusan DPRD Kota Bekasi tentang Penugasan Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi untuk membahas Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bekasi tentang APBD Tahun Anggaran 2026.
6. Pembacaan Doa
7. Penutup

Agenda utama berupa Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026 menjadi fokus pembahasan, yang selanjutnya akan ditugaskan kepada Badan Anggaran DPRD untuk dikaji lebih lanjut.

Acara Rapat Paripurna ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, sebagai wujud komitmen dan semangat kebangsaan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dan pelayan publik.




Partisipasi Warga Jadi Tantangan Utama Pengelolaan Sampah di Kota Bandung

Partisipasi Warga Jadi Tantangan Utama Pengelolaan Sampah di Kota Bandung (dok).

Partisipasi Warga Jadi Tantangan Utama Pengelolaan Sampah di Kota Bandung

Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung saat ini bukan pada teknologi, melainkan pada partisipasi masyarakat.

“Tantangan saya sekarang ini dalam pengelolaan sampah bukan teknologi, tapi public participatory. Partisipasi masyarakat soal sampah itu masih sangat rendah,” ujar Farhan.

Hal tersebut disampaikan Farhan pada Talkshow INNOVIBES Vol. 3 dengan topik Circular Economy dan Masa Depan Kota Berkelanjutan di Innercourt ITB Innovation Park, Kawasan Summarecon Bandung, Kamis 13 November 2025.

Ia menyebut, dari RW yang ada di Kota Bandung, sejak program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan (Kang Pisman) diluncurkan sekitar tahun 2019 dan disusul oleh program Buruan Sae (Urban Farming), hanya sekitar 400 RW yang benar-benar menerapkan prinsip pengelolaan sampah dengan baik.

“Artinya masih ada lebih dari seribu RW yang belum disiplin dalam pengelolaan sampah. Padahal, kuncinya bukan di alat atau mesin, tapi di kesadaran warganya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung fenomena maraknya ketertarikan pada teknologi insinerator untuk mengolah sampah. Namun menurutnya, solusi utama tetap harus dimulai dari tingkat RW.

“Sekarang semua orang tergila-gila pada insinerator. Padahal, grand desain Kota Bandung adalah 30 persen sampah harus habis di RW. Harus habis di RW. Mau tidak mau, kita harus memastikan RW itu bisa mengolah sampah organik di wilayahnya masing-masing,” tutur Farhan.

Ia menjelaskan, sampah nonorganik yang tersisa bisa diolah menjadi bahan daur ulang seperti plastik, atau dimasukkan ke dalam Refuse Derived Fuel (RDF) bahan bakar alternatif dari residu sampah.

“Alhamdulillah di Cigondewah sudah ada industri pengolahan plastik yang besar. Tapi untuk RDF, produksi kita baru sekitar 10 ton. Kalau 60 ton, bisa terjadi tumpukan selama dua hari,” ungkapnya.

Farhan berharap masyarakat bisa lebih aktif dan konsisten dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, agar Kota Bandung benar-benar menuju kota yang bersih dan berkelanjutan.

“Kuncinya bukan di mesin mahal, tapi di kebiasaan kecil setiap hari. Kalau tiap RW bergerak, Bandung pasti bisa,” ucapnya.




Ketua DPRD Kota Bekasi Gelar Reses III: Serap Aspirasi Masyarakat untuk Pembangunan yang Lebih Baik

Ketua DPRD Kota Bekasi Gelar Reses III Serap Aspirasi Masyarakat untuk Pembangunan yang Lebih Baik (dok).

Ketua DPRD Kota Bekasi Gelar Reses III: Serap Aspirasi Masyarakat untuk Pembangunan yang Lebih Baik

BEKASI, Prolite — Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, ., M.M., melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di Masjid Ashuhada, Kota Bekasi. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari fungsi DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung guna memperkuat arah pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Dr. Sardi Efendi, ., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan reses menjadi momentum penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat. Melalui dialog dan tatap muka, masyarakat dapat menyampaikan berbagai masukan, keluhan, serta ide-ide terkait kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.

dok
dok

“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan warga. Semua aspirasi ini akan kami bawa ke dalam rapat-rapat pembahasan di DPRD untuk menjadi dasar kebijakan dan program kerja Pemerintah Kota Bekasi,” ujar Dr. Sardi Efendi dalam pidatonya.

Beragam aspirasi disampaikan warga dalam kegiatan tersebut, mulai dari perbaikan infrastruktur lingkungan, peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketua DPRD menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dicatat dan dijadikan bahan rekomendasi bagi Pemerintah Kota Bekasi.

Kegiatan reses ini juga menjadi ajang silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan warga dalam mewujudkan Kota Bekasi yang maju dan sejahtera.




H. Suryo Harjo, Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Serap Aspirasi Warga Dapil II di Kecamatan Medan Satria

H. Suryo Harjo, Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Serap Aspirasi Warga Dapil II di Kecamatan Medan Satria (dok).

H. Suryo Harjo, Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Serap Aspirasi Warga Dapil II di Kecamatan Medan Satria

BEKASI, Prolite – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, H. Suryo Harjo, sukses menggelar kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di wilayah Kecamatan Medan Satria pada hari Minggu, 9 November 2025, mulai pukul WIB.

Kegiatan reses yang merupakan agenda wajib anggota dewan untuk bertemu langsung dan menyerap aspirasi konstituennya ini disambut antusias oleh puluhan warga setempat, perwakilan tokoh masyarakat, dan pengurus lingkungan.

dok
dok

Dalam sambutannya, H. Suryo Harjo menyampaikan pentingnya forum reses sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Beliau menegaskan reses adalah momen krusial bagi anggota dewan untuk mendengar langsung apa yang menjadi keluhan, harapan masyarakat di Dapil II, khususnya di Medan Satria dan kebutuhan mendesak masyarakat dan aspirasi yang Bapak/Ibu sampaikan akan ditindak lanjuti dan perjuangkan di rapat-rapat komisi maupun paripurna DPRD Kota Bekasi.

H. Suryo Harjo berkomitmen akan menindaklanjuti dengan mengawal usulan tersebut agar terakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belangan Daerah (APBD) Kota Bekasi tahun mendatang. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat.

Kegiatan reses ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian informasi mengenai mekanisme pengaduan masyarakat kepada anggota DPRD.




Dorong Edukasi Sanitasi Lingkungan, Farhan Sebut Pentingnya Septic Tank Komunal

Dorong Edukasi Sanitasi Lingkungan, Farhan Sebut Pentingnya Septic Tank Komunal (dok).

Dorong Edukasi Sanitasi Lingkungan, Farhan Sebut Pentingnya Septic Tank Komunal

Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai septic tank komunal merupakan hal penting untuk menjaga sanitasi lingkungan Kota Bandung. Dengan septic tank komunal, warga tak lagi mencemari lingkungan dengan limbah domestik.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana Edisi ke-34 di Kelurahan Cibadak, Rabu 12 November 2025.

Dalam dialog bersama lurah, pengurus RW, dan perwakilan instansi, Farhan menyoroti masih adanya rumah di bantaran Sungai Citepus yang belum memiliki septic tank komunal.

Ia menyebut septic tank komunal tidak akan mencemari sumur di sekitar permukiman. Sebaliknya, fasilitas ini justru menjaga kebersihan sungai dan juga sumber air di lingkungan tersebut.

“Ini masalah edukasi. Kita harus jelaskan bahwa septic tank justru mencegah pencemaran, bukan sebaliknya. Sangat tidak masuk akal ketika menganggap bahwa buang kotoran ke sungai lebih bersih daripada septic tank komunal,” kata Farhan.

Ia menilai, kesadaran warga menjadi kunci utama dalam membangun lingkungan yang sehat.

Menurut Farhan, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga perlu memastikan pemahaman masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sanitasi aman.

“Kita harus turun menjelaskan langsung agar masyarakat mengerti dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.

Selain menyoroti sanitasi, Farhan juga membahas persoalan akses air bersih di kawasan padat penduduk.

Berdasarkan laporan PDAM, distribusi air di wilayah Cibadak masih dilakukan secara bergiliran dua hari sekali karena keterbatasan sumber air baku.

“Kota Bandung memang belum memiliki sumber air baku sendiri. Saat ini cakupan layanan PDAM baru sekitar 47 persen, dengan kebocoran mencapai 40 persen. Ini tantangan besar yang harus diatasi bersama,” kata Farhan.

Di hadapan para lurah dan pengurus RW, Farhan juga mengingatkan pentingnya peran warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Kegiatan Siskamling Siaga Bencana ini juga dimanfaatkan untuk meninjau berbagai isu sosial lainnya, mulai dari penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hingga pelaksanaan program Dapur Dahsat dan kepesertaan BPJS Kesehatan di tingkat RW.

Melalui forum Siskamling, Pemkot Bandung terus mendorong kolaborasi warga, perangkat daerah, dan mitra kerja dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan tangguh bencana.




Persib x Pemkot Bandung Hadirkan JAJAP: Cara Baru Nikmati Sejarah Klub Sambil Keliling Bandung dengan Bandros

Persib x Pemkot Bandung Hadirkan JAJAP (dok).

Persib x Pemkot Bandung Hadirkan JAJAP: Cara Baru Nikmati Sejarah Klub Sambil Keliling Bandung dengan Bandros

Prolite – Persib Bandung berkolaborasi dengan Pemkot Bandung meluncurkan program tur wisata edukasi baru bernama JAJAP, yang merupakan singkatan dari “Jalan-jalan Persib”.

Program ini mengajak Bobotoh dan masyarakat umum untuk menelusuri jejak sejarah klub kebanggaan Jawa Barat ini menggunakan bus ikonik Bandros.

Manager Business Development Persib, Ansyah menjelaskan, program yang diinisiasi oleh Wali Kota Bandung ini telah diluncurkan sejak 25 Oktober lalu. Antusiasme masyarakat pun dinilai sangat tinggi.

“Jajap itu jalan-jalan Persib yang bekerja sama dengan Dishub, tepatnya Bandros,” ujar Ansyah dalam wawancaranya.

Berbeda dengan rute Bandros biasa, tur JAJAP dirancang khusus untuk para penggemar sepak bola.

Menurut Ansyah, sekitar 70% dari konten perjalanan ini didedikasikan untuk menceritakan sejarah Persib.

“Dari mulai berdiri sampai di kejayaannya,” tambahnya.

Program ini beroperasi dengan jadwal keberangkatan setiap dua jam. Ansyah menegaskan bahwa bus akan tetap berangkat sesuai jadwal meskipun belum terisi penuh.

“Tapi tidak menutup kemungkinan jika sebelum jadwal keberangkatan sudah penuh, kita bisa langsung berangkat,” ucapnya.

Ansyah pun mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung dan mengenal lebih dalam sejarah klub kesayangan mereka.

Antusiasme ini juga dirasakan langsung oleh para pengunjung, salah satunya adalah Rifky. Ia mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya mengikuti JAJAP.

“Seru banget, kaya saya bisa lihat dimana aja sih titik bersejarah bagi bobotoh dan juga persib gitu,” ungkap Rifky.

“Harganya pun worth it ya buat pengalaman yang di dapet, sama tadi juga sambil liat-liat baju sama apparel persib di lantai 2 sekalian beli tiketnya juga gitu di sana,” imbuhnya.

Rifky juga menyampaikan harapannya untuk program ini ke depan.

“Semoga sih dibanyakin lagi ya busnya jadi bisa lebih rame lagi yang ikut jajap ini gitu. Pesannya sih buat semua bobotoh gitu harus nyoba pengalaman jajap ini gitu, karna kita bisa ketemu bobotoh lain plus nambah temen,” tuturnya.

Bagi warga Bandung dan wisatawan yang ingin merasakan pengalaman unik ini, berikut adalah informasi lengkap untuk mengikuti tur JAJAP:

  •   Operasional: Setiap hari pukul , , , & WIB (Kecuali PERSIBDAY)
    •    Tiket: per orang
    •    Pembelian Tiket: Kasir Persib Store (Graha Persib Lt.2), Jln. Sulanjana No. 17, Bandung.



Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas Wilayah : Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Roadshow Forkopimda di Kecamatan Medan Satria

Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas Wilayah Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Roadshow Forkopimda di Kecamatan Medan Satria (dok).

Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas Wilayah : Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Roadshow Forkopimda di Kecamatan Medan Satria

BEKASI, Prolite – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, ., M.M.,turut serta menghadiri kegiatan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah  Kota (Roadshow Forkopimda) yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi pada Kamis ( 13/11/2025).

Acara yang berfokus pada upaya peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat untuk menjaga kondusifitas wilayah ini dilaksanakan di Kecamatan Medan Satria pada Kamis, 13 November 2025, mulai pukul WIB hingga selesai.

“Pentingnya sinergi antara seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan aparatur wilayah. forum seperti Roadshow Forkopimda ini penting untuk mempererat koordinasi dan komitmen bersama, guna memastikan setiap sudut Kota Bekasi tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya,” ungkap Effendi.

Dia juga mengapresiasi atas inisiatif Kesbangpol dalam mengadakan kegiatan yang secara langsung menyentuh wilayah kecamatan, sehingga permasalahan keamanan spesifik di tingkat akar rumput dapat didiskusikan dan dicarikan solusinya secara cepat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Bekasi dan Forkopimda untuk memastikan stabilitas daerah, khususnya menjelang agenda-agenda strategis kota. Ini merupakan komitmen DPRD Kota Bekasi hadir menandakan dukungan penuh lembaga legislatif terhadap setiap program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan rasa aman masyarakat Kota Bekasi,” tuturnya




Ketua Fraksi Golkar Soal Pencabutan WiFi Gratis, Segera Panggil Diskominfostandi

Ketua Fraksi Golkar Soal Pencabutan WiFi Gratis, Segera Panggil Diskominfostandi (dok).

Ketua Fraksi Golkar Soal Pencabutan WiFi Gratis, Segera Panggil Diskominfostandi

BEKASI, Prolite – Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, menegaskan akan memanggil Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) untuk meminta penjelasan resmi mengenai terhentinya layanan internet gratis (WiFi) dari Pemerintah Kota Bekasi. Langkah ini diambilnya setelah menerima keluhan dari masyarakat mengenai pemutusan layanan tersebut.

Komitmen itu disampaikan Sarwin, yang juga merupakan Ketua Fraksi Golkar Solidaritas, dalam acara reses jaring aspirasi di RW 07, Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, pada Minggu (9/11/2025) malam. Dalam pertemuan tersebut, pihak pengurus RW setempat menyampaikan keluhannya atas matinya jaringan WiFi gratis.

“Nanti kita akan panggil Diskominfo untuk menjelaskan itu kenapa, karena memang kita sempat kaget juga. Tiba-tiba pemerintah daerah eksekutif itu melakukan pencabutan WiFi gratis,” ujar Sarwin di lokasi acara.

Ia menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima dari Ketua RW setempat, pencabutan program WiFi gratis diduga terkait dengan adanya program Rp100 per RW. “Pokoknya lebih jelasnya nanti kita akan melakukan klarifikasi atas penjelasan itu kenapa dicabut WiFi gratis,” tambahnya.

Sarwin mengakui bahwa manfaat WiFi gratis sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya warga Kota Bekasi. Ia menduga, pemutusan layanan ini mungkin dilatarbelakangi kekhawatiran akan penyalahgunaan, seperti untuk permainan judi slot atau hal negatif lainnya.

“Memang kan manfaat dari WiFi gratis ini banyak yang dirasakan sama masyarakat. Dan memang ada juga sih mungkin anggapan ada takut disalahgunakan… Jadi mungkin ada pertimbangan-pertimbangan seperti itu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Komisi I, yang juga bermitra kerja dengan Diskominfostandi tidak mendapatkan informasi resmi mengenai pencabutan ini. “Kita Komisi I mendapatkan info pencabutan WiFi gratis tahu-tahu saya baca di media, bahwa pemerintah daerah melakukan pencabutan WiFi gratis,” kata Sarwin.

Selain keluhan mengenai WiFi gratis, dalam reses tersebut Sarwin juga menerima sejumlah aspirasi lain dari masyarakat. Aspirasi yang masuk antara lain usulan penambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga Bantargebang, pemenuhan sarana kesehatan, dan kebutuhan pembangunan infrastruktur untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri.