Wakil Wali Kota Bandung Pastikan Pemkot Segera Perbaiki Kirmir Pasar Ancol yang Ambruk

Wakil Wali Kota Bandung Pastikan Pemkot Segera Perbaiki Kirmir Pasar Ancol yang Ambruk (dok Pemkot Bandung

Wakil Wali Kota Bandung Pastikan Pemkot Segera Perbaiki Kirmir Pasar Ancol yang Ambruk

Prolite – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin meninjau lokasi longsor akibat kirmir jebol di Pasar Ancol, Kecamatan Regol, Selasa, 25 Februari 2025.

Perlu diketahui, kirmir Pasar Ancol ambuk pada Minggu 23 Februari 2025 malam. Peristiwa itu pun telah ditangani oleh tim Diskar PB.

Dalam kunjungannya, Wakil Wali Kota didampingi oleh jajaran terkait, termasuk Kewilayahan, TNI/Polri, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Perumda Pasar.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Alhamdulillah, kejadian ini tidak terlalu parah dan tidak ada korban jiwa. Namun, ada 11 pedagang yang terdampak. Saya melihat ada potensi longsor lebih lanjut di sisi kanan kirmir yang jebol, sehingga perlu langkah antisipasi,” ujar Kang Erwin di Pasar Ancol, Selasa, 25 Februari 2025.

“Diperkirakan perbaikan dapat selesai dalam lima hari jika kondisi aliran air tidak terlalu deras,” imbuhnya.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Menurut Kang Erwin, kejadian ini diduga akibat pengikisan air yang berlangsung lama serta kondisi bangunan dan kirmir yang sudah tua.

Oleh karena itu, ia meminta DSDABM untuk rutin mengontrol seluruh sungai di Kota Bandung guna mencegah kejadian serupa.

“Pak Didi (Kepala DSDABM) sudah memetakan UPT untuk mengecek sungai-sungai yang rawan longsor. Saat ini, proses pengkirmiran kembali dilakukan dengan metode yang lebih dalam serta menggunakan sistem cakar ayam sebagai langkah antisipasi,” tambahnya.

Selain itu, Kang Erwin menilai, Pasar Ancol perlu direvitalisasi, termasuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada di kawasan tersebut.

Untuk para pedagang terdampak, Kang Erwin telah meminta Perumda Pasar untuk segera menyediakan tempat sementara agar mereka tetap dapat berjualan.

“Kami ingin memastikan bahwa mata pencaharian mereka tetap berjalan. Jangan sampai pedagang kehilangan penghasilan selama perbaikan berlangsung,” tuturnya.

Di luar itu, Kang Erwin juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati.

“Saat hujan deras, sebaiknya hentikan perjalanan sampai kondisi membaik. Jangan keluar malam jika tidak ada keperluan mendesak, serta hindari nongkrong di sekitar selokan karena berpotensi menimbulkan musibah,” imbaunya.

 




Tinggal Menghitung Hari, Erwin Ajak Umat Muslim Bersiap Sambut Ramadan

Erwin Ajak Umat Muslim Bersiap Sambut Ramadan (dok Pemkot Bandung).

Tinggal Menghitung Hari, Erwin Ajak Umat Muslim Bersiap Sambut Ramadan

Prolite – Dalam hitungan hari, Bulan Suci Ramadan akan tiba. Butuh persiapan agar pelaksaaan bulan penuh ampunan ini menghasilkan yang terbaik bagi umat yang melaksanakan.

Atas hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengajak masyarakat untuk mempersiapkan bulan Ramadan dengan sungguh – sungguh.

Menurutnya, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus saja. Sebagai umat muslim perlu mengisi Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Selain salat wajib, kita juga tarawih, salat sunah, mengaji, itikaf dan sebagainya,” kata Erwin di Masjid Al Munajat, Kecamatan Batununggal, Senin 24 Februari 2025 malam.

Erwin mengungkapkan, setiap tahun bulan suci datang menghampiri umatnya. Tetapi, tidak semua meraih takwa yang dijanjikan oleh Allah SWT.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Hanya insan tertentu saja yang meraihnya yaitu orang yang melaksanakan ibadah dengan perencanaan yang matang. Maka harus punya perencanaan agar bisa meraihnya,“ ungkapnya.

“Salah satunya harus introspeksi hati, jangan ada dengki, sombong. Harus menjadi orang yang berilmu,” imbuh Erwin.

Untuk itu juga, Erwin mengajak seluruh umat muslim di Kota Bandung untuk berlomba-lomba mencari pahala. Salah satunya dengan meningkatkan ilmu.

“Kita harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan bulan penuh suci ini, maka tingkatkan ilmu. Dengarkan serta rencanakan ilmu yang didapat sebaik mungkin agar ibadah selamat bulan Ramadan berjalan lancar,“ imbaunya.

 




Wakil Wali Kota Bandung Tinjau OPD di Balai Kota, Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Wakil Wali Kota Bandung Tinjau OPD di Balai Kota (dok Pemkot Bandung).

Wakil Wali Kota Bandung Tinjau OPD di Balai Kota, Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Prolite – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengunjungi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bagian di lingkungan Balai Kota Bandung, Senin 24 Februari 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kegiatan, fasilitas, serta mendorong optimalisasi pelayanan publik di kawasan perkantoran Balai Kota Bandung.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, para asisten daerah, serta perwakilan dari berbagai instansi.

Usai peninjauan, Erwin mengapresiasi semangat kerja para pegawai di lingkungan Balai Kota Bandung. Ia mengingatkan para ASN untuk bekerja ikhlas dan niatkan sebagai ibadah.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Alhamdulillah, setelah keliling melihat lingkup OPD, saya melihat semangat kerja yang sangat tinggi. Saya ingin mengingatkan bahwa bekerja di pemerintahan ini adalah ibadah, alat untuk masuk ke surga. Semua ASN di sini harus bekerja dengan mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujar Erwin.

Lebih lanjut, Erwin menyebut pentingnya kolaborasi antarinstansi serta peningkatan kualitas pelayanan publik, baik dari aspek sumber daya manusia maupun fasilitas pendukung.

“Saya berharap pelayanan publik ini harus lebih optimal. SDM harus semakin baik, dan ruangan-ruangan pelayanan harus nyaman. Bahkan, hal kecil seperti toilet harus diperhatikan agar masyarakat yang datang merasa nyaman,” tambahnya.

Erwin juga mengamati kondisi beberapa ruangan yang masih perlu perbaikan.

“Ada ruangan yang masih pengap dan panas. Jika memungkinkan, ruangan-ruangan ini perlu diperbaiki agar pegawai dapat bekerja dengan lebih nyaman dan pelayanan menjadi lebih maksimal,” katanya.

Selain itu, Erwin juga mendorong integrasi dalam pelayanan agar lebih efisien.

“Saya ingin semua pelayanan ini bisa menyatu, tidak terpisah-pisah, agar koordinasi lebih cepat. Jika masih ada lahan yang bisa dimanfaatkan, lebih baik dimaksimalkan,” ujarnya.

Ia berharap hal ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Bandung, dengan lingkungan kerja yang lebih baik dan sistem pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.




Pimpin Apel Perdana, Wakil Wali Kota Serukan Sinergi Wujudkan Visi Bandung Utama

Pimpin Apel Perdana, Wakil Wali Kota Serukan Sinergi Wujudkan Visi Bandung Utama (dok Pemkot Bandung).

Pimpin Apel Perdana, Wakil Wali Kota Serukan Sinergi Wujudkan Visi Bandung Utama

Prolite – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, memimpin apel perdana di Plaza Balai Kota pada Senin, 24 Februari 2025. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan visi misi Bandung Utama serta pentingnya sinergi, amanah, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Saya sampaikan bahwa visi misi Bandung Utama harus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Erwin.

Ia juga mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk selalu bekerja dengan niat ibadah dan bertanggung jawab.

Erwin juga mengingatkan lima prinsip Bandung Utama: Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis. Ia berharap ASN dapat menjadi pribadi yang unggul, transparan dalam programnya, memegang teguh amanah, terus berinovasi demi kemajuan kota, serta tetap menjunjung nilai-nilai keagamaan dalam bekerja.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Saya berharap ASN di Bandung menjadi yang unggul, transparan dalam setiap program, amanah seperti karakter Rasulullah, terus membawa kemajuan, serta tetap menjaga nilai-nilai agama dalam bekerja,” tambahnya.

Terkait persiapan menghadapi bulan Ramadan, Erwin meminta seluruh pihak untuk bersinergi dalam menekan inflasi dan menghindari pemborosan.

“Jangan belanja berlebihan hingga mubazir. Kita juga harus menangani masalah sampah dengan lebih serius.,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan camat dan lurah untuk melibatkan pentahelix dalam penanganan sampah.

Selain itu, Erwin meminta dinas terkait segera menyelesaikan masalah jalan berlubang, pohon tumbang, dan lampu jalan yang mati.

“Kita bukan hanya sekadar pencitraan, tapi ujungnya harus ibadah,” katanya.

Menutup arahannya, Erwin mengajak semua ASN untuk mempersiapkan diri menghadapi Ramadan dengan mentalitas, ilmu, fisik, dan harta terbaik demi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.




Kejar Target 430 Ton Per Hari, Pemkot Bandung Segera Kick Off Penanganan Sampah

Kejar Target 430 Ton Per Hari, Pemkot Bandung Segera Kick Off Penanganan Sampah (dok Pemkot Bandung).

Kejar Target 430 Ton Per Hari, Pemkot Bandung Segera Kick Off Penanganan Sampah

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan memulai langkah penanganan sampah secara intensif pekan ini. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengatasi permasalahan, terutama setelah dihentikannya kerja sama pembuangan ke TPA Pasir Bajing.

Usai menggelar Rapat Kordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengungkapkan, ada tiga tahap penyelesaian masalah sampah, yaitu penanganan, pemulihan, dan penormalan.

“Pada tahap ini, yakni penanganan, ada titik-titik kumpul timbunan sampah di 136 lokasi yang harus segera dimusnahkan. Sampah dari titik kumpul akan dibawa ke TPS terdekat dan dimusnahkan dengan insinerator. Namun, pembuangan ke TPA Sarimukti masih tetap berjalan,” ujar Erwin di Kantor DLH Kota Bandung, Senin 24 Februari 2025.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Dari total timbunan sampah harian, sekitar 430 ton masih belum tertangani. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Bandung menargetkan pemusnahan 430 ton sampah per hari dalam tiga bulan ke depan.

Selain itu, upaya memperluas Kemitraan Bank Sampah (KBS) hingga 700 titik juga terus dikejar guna mengurangi jumlah sampah yang harus dikirim ke TPA.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Bandung, Dudy Prayudi mengakui, persoalan sampah masih menjadi tantangan utama. Pasalnya, sejak 3 Oktober 2024, kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti dikurangi dari 170 ritase menjadi 140 rit per hari.

Meski ada tambahan lima rit pada 8 Februari hingga 10 Maret 2025 (sehingga jatah ritase bertambah menjadi 145 rit), setelahnya jumlah ritase ini akan kembali turun ke 140 rit per hari. Sedangkan rata-rata produksi sampah Kota Bandung masih mencapai 154 rit per hari.

“Artinya, ada 14-15 ritase sampah per hari yang belum bisa terangkut ke TPA dan ini harus segera kami selesaikan,” jelas Dudy.

Berdasarkan data DLH Kota Bandung, rata-rata pengiriman sampah ke TPA Sarimukti sepanjang 1-22 Februari 2025 adalah 146 rit per hari, dengan rincian:
– 1–6 Februari: 155 rit per hari
– 7–13 Februari: 142 rit per hari
– 14–22 Februari: 143 rit per hari

Selanjutnya, untuk mengatasi keterbatasan kuota pengiriman sampah ke TPA, Pemkot Bandung menyiapkan beberapa langkah strategis, di antaranya:
1. Optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
2. Kerja sama dengan Mesin Olah Runtah (MOTAH) milik BBWS.
3. Pemusnahan sampah dengan MOTAH di Kota Bandung.
4. Pemusnahan sampah dengan mesin pirolisis di TPST Cicukang Holis dan Babakan Siliwangi.
5. Optimalisasi Bank Sampah.
6. Optimalisasi program magotisasi di tingkat kelurahan.
7. Penambahan RW KBS (Kemitraan Bank Sampah).

Sebagai pamungkas, Dudy juga menyebut kick off penanganan sampah Kota Bandung akan digelar beberapa hari ke depan. Meski begitu, DLH Kota Bandung akan mengkoordinir terlebih dahulu hal-hal teknis terkait kick off tersebut.

“Kami perlu berkoordinasi lebih lanjut. Akan kami update segera informasinya dalam beberapa waktu ke depan,” tutur Dudy.




Amunisi Pemkot Bandung Tuntaskan Masalah Sampah Makin Lengkap

Amunisi Pemkot Bandung Tuntaskan Masalah Sampah Makin Lengkap (dok Pemkot Bandung).

Amunisi Pemkot Bandung Tuntaskan Masalah Sampah Makin Lengkap

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung semakin memperkuat strategi dalam menangani permasalahan sampah seiring peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025. Dengan tema “Kolaborasi untuk Indonesia Bersih”, HPSN tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kota Bandung.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menegaskan, persoalan sampah menjadi prioritas utama dalam kepemimpinan Farhan-Erwin. Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkot Bandung menerapkan tiga pendekatan utama: penanganan, pengendalian, dan penormalan.

Saat ini terdapat sekitar 135 titik kumpul sampah liar yang menjadi perhatian utama pemerintah.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Kami berupaya mengidentifikasi titik-titik ini dan memastikan sampah di sana diangkut ke TPST untuk dimusnahkan. Dari sekitar ton sampah yang dihasilkan setiap hari, masih ada sekitar 400 ton yang belum dapat diselesaikan. Kami berkomitmen untuk menuntaskan jumlah ini melalui berbagai upaya,” ujar Erwin di The Hallway Space, Pasar Kosambi, Sabtu 22 Februari 2025.

Menurutnya, sejumlah program yang telah berjalan, seperti maggotisasi, bank sampah, dan Kang Pisman, akan terus diperkuat. Selain itu, teknologi pengolahan sampah seperti Wisanggeni, Motah, dan Pyrolisis juga akan dioptimalkan.

Untuk itu, Erwin mengajak, peran aktif seluruh masyarakat dalam pengelolaan sampah, dimulai dari rumah dengan memilah sampah dan mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.

“Kebersihan adalah sebagian dari iman. Mari kita lakukan pengelolaan sampah dengan baik dan niatkan sebagai bagian dari ibadah kita,” pesan Erwin.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudi Prayudi menyampaikan, kegiatan ini melibatkan 108 peserta, termasuk anak-anak dari komunitas Bocil (Bocah Cilik Cinta Lingkungan). Ada pun hasil penimbangan sampah yang telah dipilah oleh para peserta, adalah sebagai berikut:

  1. Sampah organik: 50 kg
    2. Sampah anorganik: 15,2 kg
    3. Sampah residu: 33 kg

“Sampah organik yang telah dipilah akan diolah melalui rumah maggot dan komposter. Jika masih ada kelebihan, sampah akan disetorkan ke rumah maggot di dekat Pasar Kosambi,” ujar Dudi.

Ia juga menjelaskan, saat ini, 149 dari 151 kelurahan di Kota Bandung sudah memiliki rumah maggot. Setiap rumah maggot mampu mengolah hingga 1 ton sampah organik per hari.

Sampah anorganik akan disalurkan ke bank sampah. Kota Bandung memiliki Bank Sampah Induk serta sekitar 700 bank sampah unit yang tersebar di sekolah dan lingkungan pemerintahan.

Kota Bandung saat ini memiliki empat TPST yang beroperasi, yakni TPST Nyengseret, TPST Tegalega, TPST Babakan Siliwangi, dan TPST Batununggal.

Dalam waktu dekat, TPST Cicukang Holis akan mulai beroperasi pada April 2025, disusul TPST Gedebage pada November 2025. Dengan demikian, pada awal 2026 akan ada enam TPST yang berfungsi optimal.

“Berdasarkan perhitungan kami, jika semua TPST ini beroperasi dengan baik, maka sekitar 500 ton sampah per hari dapat dimusnahkan,” ucapnya.

Selain itu, Dudi juga menyampaikan, terdapat 15 lokasi TPS yang sedang dikaji untuk proses pemusnahan sampah melalui metode pembakaran termal. Hasil dari proses ini akan berupa abu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku batako atau media tanam.

“Kami akan segera melaporkan hasil dari berbagai upaya ini demi memastikan Kota Bandung semakin bersih dan bebas dari permasalahan sampah,” tutur Dudi.




Bedah Visi Bandung Utama, Farhan-Erwin Beberkan Pentingnya Pendidikan untuk Hadirkan Generasi Amanah

Farhan-Erwin Beberkan Pentingnya Pendidikan untuk Hadirkan Generasi Amanah (dok Pemkot Bandung).

Bedah Visi Bandung Utama, Farhan-Erwin Beberkan Pentingnya Pendidikan untuk Hadirkan Generasi Amanah

Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya pendidikan dalam membangun generasi yang amanah dan berkarakter. Oleh karenanya, visi “Bandung Utama” salah satunya menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui sistem pendidikan yang berkualitas dan berbudaya.

Menurut Farhan, Bandung sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia harus memiliki sistem pendidikan yang tidak kalah dengan kota-kota lain.

“Kota Bandung itu punya perguruan tinggi terbaik di Indonesia, tentu saja harus ditopang oleh sistem pendidikan yang kuat,” ujarnya.

Farhan menyebut, pendidikan di Kota Bandung tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pembentukan karakter yang berbudaya.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Ia percaya bahwa pendidikan karakter akan melahirkan sumber daya manusia yang memiliki semangat amanah dalam bekerja, baik di sektor swasta maupun publik.

“Kami adalah putra-putri hasil didikan Kota Bandung. Dengan sistem pendidikan terbaik, insyaallah, Kota Bandung akan terus melahirkan pemimpin dan pengelola yang amanah,” tambahnya.

Dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidikan, Pemkot Bandung memastikan, SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan Pemkot Bandung, akan dikelola dengan baik agar memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga.

Sedangkan tingkat SMA, Pemkot Bandung akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi yang memiliki wewenang di tingkat tersebut. Kementerian Agama juga menjadi mitra penting dalam pengelolaan sekolah berbasis agama seperti madrasah dan pesantren.

Farhan juga menyoroti pentingnya inklusivitas dalam dunia pendidikan. Ia mengenang pengalamannya di tahun 1982 saat masih duduk di bangku SMP. Saat itu telah ada upaya mengintegrasikan siswa berkebutuhan khusus dalam kelas reguler.

“Program inklusivitas harus terus dikembangkan agar siswa disabilitas dapat beradaptasi dengan teman-temannya, dan sebaliknya, siswa non-disabilitas dapat memahami kondisi mereka,” jelasnya.

Dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang lebih baik, Pemkot Bandung juga tengah merintis kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan penerapan kebijakan berbasis data.

“Keberadaan perguruan tinggi di Kota Bandung harus memberi dampak luar biasa, baik dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, Farhan juga menegaskan bahwa isu bullying harus diberantas dengan cara yang tepat.

“Budaya kekerasan harus dihentikan. Kekerasan bukan solusi, justru menambah masalah,” ujarnya.

Ia percaya bahwa penegakan hukum harus tetap diutamakan, tetapi pembinaan sejak dini jauh lebih penting dalam mencegah berbagai perilaku negatif, termasuk bullying, narkoba, seks bebas, dan kecanduan digital.

“Sekolah harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan dini di semua bidang. Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan terus bekerja sama dengan sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengungkapkan, seorang pemimpin harus memiliki delapan karakter kepemimpinan yang sesuai dengan ajaran Rasulullah salah satunya adalah Amanah.

Erwin menjelaskan bahwa empat sifat dasar yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah Fathonah (cerdas), Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), dan Tabligh (menyampaikan kebenaran).

Fathonah (Cerdas), seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan dalam mengambil keputusan dan menjalankan amanah. Shiddiq (Jujur), kejujuran dalam ucapan dan tindakan menjadi prinsip utama kepemimpinan.

Amanah (Dapat Dipercaya), amanah yang diberikan masyarakat harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Tabligh (Menyampaikan Kebenaran), seorang pemimpin harus mampu menyampaikan mana yang hak dan mana yang batil.

Selain empat sifat dasar Rasulullah, Erwin juga menekankan pentingnya empat sifat kepemimpinan dalam kemasyarakatan, yaitu Adil, Tasamuh (Toleran), Tawajud (Berimbang dan Bijaksana), serta Berani Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Dengan delapan prinsip ini, Erwin berharap, kepemimpinan di Kota Bandung dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

“Pemimpin bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang tanggung jawab dan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di dunia maupun di akhirat,” harapnya.




Jelang Ramadan, Wakil Wali Kota Bandung: Belanjalah Sesuai Kebutuhan

Jelang Ramadan, Wakil Wali Kota Bandung Belanjalah Sesuai Kebutuhan (dok Pemkot Bandung).

Jelang Ramadan, Wakil Wali Kota Bandung: Belanjalah Sesuai Kebutuhan

Prolite – Menjelang Bulan Suci Ramadan, Pemerintah Kota Bandung terus berupaya agar harga bahan pokok tetap terjangkau dan stoknya tersedia.

Salah satunya dengan menggelar Gerakan Pangan Murah yang digagas oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kota Bandung.

Gerakan Pangan Murah kali ini digelar di Lapangan Tegallega Bandung, Minggu, 23 Februari 2025. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin pun menyempatkan diri meninjau Gerakan Pangan Murah.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Menurutnya, Pangan Murah tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah, tetapi juga berfungsi sebagai penyeimbang harga di pasaran.

Dengan adanya program ini, pedagang diharapkan tidak menaikkan harga secara berlebihan.

“Saat ini masyarakat sangat membutuhkan bahan pokok dengan harga yang wajar. Gerakan ini bisa menjadi solusi agar harga tetap stabil sesuai ketentuan yang berlaku,” harapnya.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam berbelanja, menghindari pemborosan, serta tidak membeli makanan secara berlebihan hingga berujung pada pemborosan dan limbah makanan.

“Jangan sampai makanan yang dibeli berlebihan justru terbuang dan menjadi sampah. Belanjalah sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Di luar itu, Kang Erwin mengajak warga Bandung untuk menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan dan kesiapan.

Kang Erwing mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan yang membawa beban, melainkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah.

“Mari kita sambut Ramadan dengan riang gembira. Persiapkan ilmu agar ibadah lebih maksimal, jaga kesehatan agar kuat menjalani puasa, dan siapkan harta untuk bersedekah,” pesannya.

Kang Erwin mendoakan agar warga Kota Bandung dapat menjalani Ramadan dengan penuh keberkahan serta berharap agar kota ini semakin maju dan warganya semakin sejahtera.

“Saya doakan warga Kota Bandung bisa berkecukupan dan bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dan maju kotanya bahagia warganya,” katanya.




Hadir Tarhib Ramadhan Wawali Bobihoe : DMI Konsisten Bina Ummat Dan Agen Penebar Kebajikan

Hadir Tarhib Ramadhan Wawali Bobihoe DMI Konsisten Bina Ummat Dan Agen Penebar Kebajikan (dok).

Hadir Tarhib Ramadhan Wawali Bobihoe : DMI Konsisten Bina Ummat Dan Agen Penebar Kebajikan

KOTABEKASI, Prolite – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe hadiri Tarhib Ramadhan yang diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia Kota Bekasi, kegiatan berlangsung di Masjid Ghoiru Jami Al Ja’fari, Jati Mekar, Jati Asih.

Hadir pada kegiatan tersebut Anggota DPRD Misbah, Anggota DPRD Ahmad Murodi, Kabag Kesra Agus Harpa, Ketua MUI KH Syaifuddin Siroj, Ketua DMI Kota Bekasi Jaelani serta Sekretaris Kecamatan Jatiasih Irob Ruhyadi dan jajaran.

Dalam sambutannya, orang nomor dua di Kota Patriot itu menyatakan kekagumannya terhadap DMI Kota Bekasi. Menurutnya DMI secara konsisten membina umat dan terus menjadi agen penebar kebajikan. Tentunya ini akan menciptakan suasana Kota Bekasi semakin nyaman, terlebih menjelang kehadiran Ramadhan.

dok DPRD Bekasi
dok DPRD Bekasi

Tak hanya itu, mantan Anggota DPRD Jabar yang murah tersenyum itu, juga mengimbau kepada jamaah untuk mengkokohkan jalinan keluarga untuk meraih berkah Ramadhan tahun ini.

“Bulan suci umat muslim akan segera tiba. Mari perbanyak amal ibadah dan tingkatkan ketaqwaan. Termasuk meningkatkan harmonisasi dalam keluarga,” ujarnya.

Ia juga berharap, seluruh masjid yang ada di Kota Bekasi menjadi pusat ibadah, edukasi dan kebersamaan umat. Mampu menjalani program- program sosial kemasyarakatan, serta kegiatan keagamaan lainnya.

Diakhir sambutannya Ia mengajak seluruh warga masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan selama Bulan Ramadhan. Menjadikan momentum Ramadhan untuk meningkatkan amal ibadah, kepedulian sosial serta memperkuat silaturahmi sesama anak bangsa.




Penyususnan Raperda Kota Bandung Terkait Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Penyususnan Raperda Kota Bandung Terkait Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (dok DPRD Kota Bandung).

Penyususnan Raperda Kota Bandung Terkait Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Prolite – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bandung terkait Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sedang dilakukan penyusunan oleh Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Kota Bandung.

Pasal-pasal yang akan di terapkan pada Raperda Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan membahas tentang finalisasinya akan dilakukan dalam waktu dekat dengan mengundang tim hukum dari Provinsi untuk memastikan raperda sesuai dengan regulasi yang ada.

Dalam perjalanannya, penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Kota Bandung terkait Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini, Pansus 2 melaksanakan beberapa studi tiru diantaranya ke MPR RI dan Kementerian Pertahanan RI beberapa waktu yang lalu.

Ketua Pansus 2 DPRD Kota Bandung AA Abdul Rozak mengatakan, tujuan dibentuknya Pansus 2 ini karena adanya keresahan terkait terjadinya pergeseran pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila tidak lagi menjadi pedoman dan acuan dalam interaksi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila tidak lagi diletakkan sebagai dasar dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sehingga nilai-nilai Pancasila harus segera dikembalikan fungsinya dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya generasi muda sebagai penerus dan pilar bangsa Indonesia, diperlukan kehadiran negaramelalui pemerintah untuk meletakkan kembali prinsip-prinsip atau norma-norma hidup berbangsa dan bernegara, dan terjadinya kekosongan payung hukum yang mengatur tentang pendidikan atau memasyarakatkan Pancasila dan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan benegara bagi masyarakat dan penyelanggara negara.

“Kami ingin memastikan bahwa rekomendasi dan kebijakan yang dihasilkan oleh Pansus ini nantinya relevan, aplikatif, dan mampu menjawab tantangan di era globalisasi tanpa melupakan jati diri bangsa. Oleh karena itu, kami melihat pentingnya mempelajari pengalaman dari institusi-institusi seperti MPR RI dan Kemenhan,” ungkap AA Abdul Rozak.

Dalam kunjungannya tersebut, Ketua Pansus 2 Aa Abdul Rozak, ., ., didampingi oleh Wakil Ketua Pansus 2, Erick Darmadjaya, . ., dan para Anggota Pansus 2 Elton Agus Marjan, S.E., Agus Hermawan, ., dan Iqbal Mohamad Usman, ., S.H. serta didampingi oleh H. Bambang Sukardi selaku Kepala Badan Kesbangpol Kota Bandung, Aswin S. Utama Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Abdul Aziz selaku Bagian Hukum dan Sekretariat DPRD Kota Bandung.

Di MPR RI, Pansus 2 diterima oleh Sekjen MPR RI Wachid Nugroho, SIP, ., Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi dan Dennis Taufik Rachman, SH, M.H., Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi.

Sedangkan di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) diterima oleh Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Brigjen TNI G. Eko Sunarto.

Harapan atas adanya Panitia Khusus (Pansus) tentang Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan mencakup berbagai aspek, baik secara strategis maupun implementatif.

Hasil yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman untuk mampu merumuskan langkahlangkah dan peningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Dalam implementasi nyata harapannya pansus 2 ini dapat menghasilkan kebijakan yang memungkinkan implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, maupun budaya,” tambah Aa Abdul Rozak.

Selanjutnya untuk memperkokoh Persatuan Pansus diharapkan mampu merumuskan strategi untuk memperkuat wawasan kebangsaan di tengah ancaman disintegrasi, seperti intoleransi, radikalisme, dan separatisme.

Dalam kebijakan Pendidikan harapannya ada langkah konkret untuk memasukkan wawasan kebangsaan secara lebih masif dalam sistem pendidikan nasional.

Dalam mengatasi ancaman ideologi lain, dengan adanya Pansus diharapkan dapat diidentifikasi dan ditangani ancaman-ancaman ideologi transnasional yang bertentangan dengan Pancasila.

Sinergi antar lembaga Pansus dapat menjadi motor koordinasi antara lembaga negara, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas dalam menjaga keutuhan ideologi Pancasila.

“Pansus diharapkan melibatkan masyarakat dalam diskusi tentang ideologi dan wawasan kebangsaan, sehingga hasilnya lebih inklusif dan relevan. Kampanye Nilai Pancasila harapannya Pansus dapat menginisiasi program-program kampanye yang mendorong masyarakat untuk lebih memahami dan mengamalkan nilai Pancasila,” pungkasnya.