Resmi Dilantik, TP PKK Kota Bekasi Siap Berjuang Bersama

Resmi Dilantik, TP PKK Kota Bekasi Siap Berjuang Bersama (dok).

Resmi Dilantik, TP PKK Kota Bekasi Siap Berjuang Bersama

KOTABEKASI, Prolite – Ketua Tim Penggerak PKK se Provinsi Jawa Barat telah resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Aula Lantai 10 Gedung Baleka II Kota Depok. Pelantikan ini menjadi salah satu momen terbaik untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

Dwi Setyowati atau yang biasa dikenal Wiwiek Hargono Tri Adhianto dilantik secara resmi menjadi Ketua TP PKK Kota Bekasi periode 2025 – 2030 dan Ketua Dekranasda Kota Bekasi bersama Ketua TP PKK se Jawa Barat lainnya.

Wiwiek Hargono yang juga hadir bersama Istri Wakil Wali Kota Bekasi Wuri Handayani, berharap bisa berperan dalam membantu Pemerintah Kota Bekasi di segi apapun dan menjadi penyemangat bagi para pengurus serta dapat membawa warna baru.

dok
dok

“Saya dan Bu Wuri Handayani Bobihoe serta para kader PKK siap berjuang dalam membantu menunjang kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan dengan kepemimpinan yang berkelanjutan ini, yakin bisa memperkuat peran perempuan dalam pembangunan Kota Bekasi.” Jelas Wiwiek.

dok
dok

Ia berharap dengan adanya pelantikan bersama ini menjadi salah satu bentuk sinergitas dan kolaborasi. Bekerjasama dengan seluruh stakeholder termasuk TP PKK yang ada di Jawa Barat.

Dan di Kota Bekasi lanjut Wiwiek menyampaikan, kami akan lebih concern mensukseskan visi misi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang juga baru dilantik.

Selain pelantikan Ketua TP PKK Kota Bekasi, acara juga dirangkaikan rapat koordinasi Kabupaten dan Kota se Jawa Barat yang juga dihadiri oleh Wali Kota dan Bupati se Provinsi Jawa Barat, termasuk Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto hadir dalam rakor bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.




Bazar Murah 2025 Tahap 2 Dimulai, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Bazar Murah 2025 Tahap 2 Dimulai (dok Disdagin).

Bazar Murah 2025 Tahap 2 Dimulai, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Prolite – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menggelar Bazar Murah 2025 tahap kedua. Acara ini resmi dibuka pada Senin 10 Maret 2025 dengan antusiasme tinggi dari masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin menyampaikan, bazar murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang hari raya.

“Alhamdulillah, cuacanya mendukung dan warga sangat antusias. Terima kasih kepada jajaran kewilayahan yang telah membantu menyebarluaskan informasi mengenai bazar ini,” ujarnya.

Pada Senin 10 Maret 2025, bazar murah 2025 berlangsung di tiga kecamatan, yaitu Rancasari, Bandung Wetan, dan Bandung Kidul. Setiap harinya, bazar akan berpindah lokasi ke tiga kecamatan berbeda hingga batas waktu yang telah ditentukan.

dok Disdagin
dok Disdagin

“Kami menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok seperti beras SPHP dari Bulog, minyak goreng, daging ayam, gula, telur, cabai, bawang merah dan putih, serta berbagai sayuran dan tepung terigu. Ini juga menjadi momen sosialisasi agar masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau,” tambah Ronny.

Ronny menjelaskan, harga kebutuhan pokok di pasaran saat ini relatif stabil berdasarkan pemantauan di pasar tradisional seperti Caringin dan Gedebage.

“Ada lonjakan harga pada komoditas cabai, tetapi masih fluktuatif, bisa naik atau turun setiap harinya,” katanya. Ia memastikan bahwa stok pangan dalam kondisi aman hingga Idulfitri.

Ada pun daftar harga pada Bazar Murah 2025 sebagai berikut:
– Bawang Merah = / 0,5 Kg
– Bawang Putih = / 0,5 Kg
– Beras Premium merk Punokawan = / 3 Kg
– Minyak Goreng Premium merk Rizky =
– Tepung Beras = / Kg
– Ayam Negeri = / Kg
– Nugget = / Pack
– Kentang = / Kg
– Cabe Rawit Merah = / Kg
– Cabe Merah = / Kg
– Bombay = / Kg
– Cabe Kering, Tumbuk, Kemiri = Serba

Heni, salah satu warga yang hadir, mengaku senang dengan adanya bazar murah ini.

“Belanja jadi lebih murah dan lokasinya mudah diakses. Harapannya ke depan bisa ada lebih banyak stan dan pilihan barang, terutama saat menjelang Lebaran,” ujarnya.

Selain menjual kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, bazar ini juga menyediakan layanan konsultasi usaha, pendaftaran NIB, dan SIINAS bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai legalitas usaha mereka.

Bazar Murah 2025 tahap kedua berlangsung 10-14 Maret 2025 dengan lokasi sebagai berikut:

Senin, 10 Maret 2025:
– Kecamatan Rancasari – Halaman Kantor Kecamatan Rancasari, Jalan Santosa Asih No. 17 Bandung.
– Kecamatan Bandung Wetan – Kolong Jembatan Pasopati RW 15.
– Kecamatan Bandung Kidul – Kompleks Saptataruna (PU), Jalan Rana Kel. Kujangsari.

Selasa, 11 Maret 2025:
– Kecamatan Sumur Bandung – Depan Kantor Kecamatan Sumur Bandung, Jalan Lombok No. 6 Bandung.
– Kecamatan Cicendo – Lapang Parkir Alun-Alun Cicendo, Jalan Arjuna Husein Sastranegara.
– Kecamatan Sukasari – Halaman Kantor Kecamatan Sukasari, Jalan Gegerkalong Hilir, Bandung.

Rabu, 12 Maret 2025:
– Kecamatan Cibeunying Kaler – Taman Kunang-Kunang, Jalan Cikutra Baru Bandung.
– Kecamatan Cibeunying Kidul – Halaman Kantor Kecamatan Cibeunying Kidul, Jalan Sukasenang Raya No. 11 Bandung.
– Kecamatan Astana Anyar – Halaman Kantor Kecamatan Astana Anyar, Jalan Bojongloa No. 69 Bandung.

Kamis, 13 Maret 2025:
– Kecamatan Babakan Ciparay – Lapang Pasadena, Jalan Pasadena No. 7 Bandung.
– Kecamatan Panyileukan – Halaman Kantor Kelurahan Mekarmulya, Jalan Mekarmulya No. 26 Bandung.
– Kecamatan Mandalajati – Halaman Kantor Kecamatan Mandalajati, Jalan Pasir Impun No. 33 Bandung.

Jumat, 14 Maret 2025:
– Kecamatan Bojongloa Kidul – Lapang TVRI, Jalan Cibaduyut No. 269 Bandung.
– Kecamatan Regol – Taman Sawahkurung (di belakang Kelurahan Ciateul), Jalan Sawah Kurung Ciateul, Regol.
– Kecamatan Cidadap – Halaman Kantor Kecamatan Cidadap, Jalan Hegarmanah Tengah No. 1 Bandung.

Dengan adanya Bazar Murah 2025, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang bersahabat, serta menjaga stabilitas ekonomi menjelang perayaan Idulfitri.




Pemkot Bandung Gerak Cepat Tangani Longsor di TPU Nagrog, Delapan Makam Direlokasi

Pemkot Bandung Gerak Cepat Tangani Longsor di TPU Nagrog, Delapan Makam Direlokasi (dok Pemkot Bandung).

Pemkot Bandung Gerak Cepat Tangani Longsor di TPU Nagrog, Delapan Makam Direlokasi

Prolite – Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat menangani longsor yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog, Kecamatan Ujungberung, akibat hujan lebat pada Sabtu 8 Maret 2025.

Longsor dengan diameter sekitar 30 meter dan kedalaman 10 meter ini berdampak pada delapan makam di Blok E. Sebanyak 8 makam tersebut telah direlokasi ke tempat lebih aman.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang (Disciptabintar) Kota Bandung, Bambang Suhari bersama Camat Ujungberung, Abriwansyah Fitri dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan, Minggu, 9 Maret 2025.

Bambang mengatakan, proses evakuasi makam dilakukan sesuai prosedur, dengan persetujuan ahli waris dan disaksikan langsung oleh mereka. Kedelapan jenazah dipindahkan ke Blok H sebanyak 2 jenazah dan ke Blok N sebanyak 6 jenazah.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Alhamdulillah, semua ahli waris menyetujui pemindahan makam ke tempat yang lebih aman. Mudah-mudahan hari ini cuaca mendukung sehingga proses evakuasi berjalan lancar,” ujarnya.

Bambang juga mengungkapkan, longsor ini diakibatkan oleh aliran air yang melintasi TPU Nagrog dan melewati Perumahan Gending Mas.

Selain merusak area makam, longsor juga mengancam satu bangunan musala dan toilet di TPU yang kini menggantung di tepi longsoran.

“Kami sudah berkoordinasi dengan DSDABM, dan hari ini petugas mereka melakukan peninjauan untuk segera menangani dampak longsor ini,” jelas Bambang.

Selain TPU Nagrog, Bambang mengatakan, saat ini peninjauan juga dilakukan di sejumlah TPU lain yang berpotensi terdampak longsor.

Dari 13 TPU yang diperiksa, beberapa di antaranya sudah mendapatkan penanganan, seperti TPU Cikutra dan TPU Sirnaraga, yang sebelumnya sempat mengalami longsor besar.

“Alhamdulillah, kirmir (penahan tanah) di TPU Cikutra dan Sirnaraga kini sudah lebih kuat setelah dilakukan perbaikan bersama DSDABM dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” ungkap Bambang.

Sementara itu, tujuh TPU lain yang dilintasi aliran sungai seperti Babakan Ciparay, Astanaanyar, Guburu, Malaer, Cibarunai, Cikutra, dan Nagrog akan terus dipantau untuk mengantisipasi potensi longsor.

“Insyaallah, kami akan terus memantau dan menangani agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya di TPU yang berisiko tinggi akibat gerusan air,” ungkapnya.

Salah satu ahli waris makam yang dipindahkan, Tina warga Kelurahan Pasanggrahan mengapresiasi upaya cepat Pemkot terutama Disciptabintar dalam merelokasi makam keluarga yang terancam longsor.

“Alhamdulillah terima kasih kepada Pemkot Bandung yang telah bekerja cepat memindahkan makam keluarga kami. Di sini kami ada dua makam, makam ibu dan bapak,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala UPT Daerah Aliran Sungai (DAS) DSDABM, Asep Suryana menjelaskan, proses perbaikan membutuhkan waktu lebih dari satu bulan mengingat kondisi tanah yang curam dan dalam.

“Penanganannya tidak bisa sekadar darurat karena ini sangat curam, sekitar 10 meter. Biasanya untuk longsor dengan tinggi 5-6 meter masih bisa ditangani dengan karung atau rucuk, tapi di sini tidak memungkinkan. Kami harus segera bertindak agar longsoran tidak melebar,” ujar Asep.

Saat ini, tim DSDABM telah meninjau lokasi dan akan segera melakukan tindakan teknis dengan alat yang memungkinkan, karena akses ke TPU Nagrog cukup sempit.

Di luar itu, Menjelang Idul Fitri, TPU Nagrog diperkirakan akan ramai oleh peziarah. Oleh karena itu, Camat Ujungberung, Abriwansyah Fitri mengimbau masyarakat untuk menggunakan kendaraan roda dua agar tidak terjadi kemacetan.

“Kami imbau warga yang ingin berziarah ke TPU Nagrog agar tidak menggunakan mobil, karena akses jalan menuju TPU ini cukup kecil dan hanya bisa dilalui motor. Ini demi kenyamanan dan kelancaran bersama,” katanya.

 




Belum Ditahan, KPK Harus Cekal Indra Iskandar Keluar Negeri

Belum Ditahan, KPK Harus Cekal Indra Iskandar Keluar Negeri (istimewa).

Belum Ditahan, KPK Harus Cekal Indra Iskandar Keluar Negeri

JAKARTA, Prolite – Usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan sarana kelengkapan rumah jabatan anggota (RJA) DPR RI pada tahun anggaran 2020 oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sekjen DPR RI, Indra Iskandar belum ditahan karena masih menunggu hasil total kerugian dari BPKP.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Hukum Pidana, Franciscus Lamintang mengaku sangat menyayangkan langkah KPK yang belum melakukan penahanan dengan alasan masih menunggu perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

Menurut alumnus Universitas Pakuan Bogor ini menuturkan meski masih menunggu hasil dari BPKP, seharusnya KPK melakukan penahanan karena dikhawatirkan tersangka yang ada dapat melarikan diri keluar negeri ataupun menghilangkan barang bukti dengan beragam cara.

“Menetapkan orang sebagai tersangka itu tidak mudah, barang bukti dan saksi juga harus mencukupi sesuai dengan acara pidana yang berlaku. Bila hanya menunggu perhitungan BPKP dikhawatirkan bisa melarikan diri atau mempersiapkan langkah yang membuat proses menjadi abu abu,” kata Franc dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Minggu (9/3/2025).

Pria yang memiliki karya tulis hukum pidana dan komunikasi ini pun meminta kepada KPK untuk mengeluarkan status cekal kepada Imigrasi untuk berjaga-jaga agar tidak ada potensi lari keluar dari Indonesia.

“KPK harus mengeluarkan surat cekal, karena Sekjen DPR sudah tersangka keberadaanya pasti akan terus dibutuhkan dalam proses dugaan tindak pidana korupsi,” paparnya.

Mantan anggota LBH Ampera Jakarta ini pun menambahkan, ketegasan dan kepastian KPK untuk menetapkan status tersangka Indra Iskandar sangat baik untuk isu pemberantasan korupsi, bagi citra parlemen.

“Hal ini mungkin baru gerbang utama, namun setidaknya ini langkah awal untuk berbenah atau bersih bersih anti korupsi di Parlemen,” pungkasnya.




Hadapi Ramadan dan Idulfitri, Pemkot Bandung Siapkan Langkah Stabilitas Harga

Hadapi Ramadan dan Idulfitri Pemkot Bandung pantau stabilitas harga pangan (dok Pemkot Bandung).

Hadapi Ramadan dan Idulfitri, Pemkot Bandung Siapkan Langkah Stabilitas Harga

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pendopo Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025 untuk mengevaluasi perkembangan inflasi dan kondisi makroekonomi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1446 H.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti pertumbuhan ekonomi kota Bandung serta langkah-langkah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan.

Pada tahun 2024, ekonomi Kota Bandung tumbuh sebesar 4,99%, sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,07%.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Ia mengungkapkan, selama ini laju pertumbuhan ekonomi masih berada di angka 5%, meski sebelum pandemi sempat mencapai 7% pada 2019.

Tiga sektor utama yang mendominasi pertumbuhan ekonomi adalah perdagangan sebesar 26,32%, industri pengolahan 18,29%, dan sektor informasi serta komunikasi 14,09%.

“Kami perlu melakukan analisis lebih dalam untuk melihat bagaimana Bandung bisa berkontribusi dalam target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada 2025-2029,” ujar Farhan.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya strategi agar ekonomi Kota Bandung dapat kembali tumbuh lebih tinggi.

“Apakah cukup pertumbuhan laju ekonomi di 5% atau bisa naik ke 6%? Kita harus mencari langkah konkret agar tidak tertinggal,” tambahnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Bandung pada Februari 2024 tercatat mengalami deflasi sebesar -0,50% secara tahunan (YoY), -0,73% secara bulanan (MtM), dan -1,61% sejak awal tahun (YtD). Namun, menjelang Ramadan, tren kenaikan harga bahan pokok mulai terlihat.

“Inflasi yang terlalu rendah juga berisiko karena masyarakat bisa meningkatkan belanja secara tiba-tiba, sehingga memicu lonjakan harga. Motor utama ekonomi adalah konsumsi, tanpa konsumsi ekonomi kota tidak akan tumbuh,” jelas Farhan.

Untuk itu, Pemkot Bandung akan memantau langsung di empat pasar utama pada Minggu pagi saat sahur guna melihat kondisi harga bahan pokok.

“Kami ingin tahu bagaimana dampak kebijakan pemerintah pusat dan apakah langkah-langkah efisiensi yang diambil sudah cukup efektif,” tambahnya.

Selain faktor ekonomi, Farhan juga menyoroti cuaca ekstrem yang terjadi sejak akhir Februari, yang berpotensi memengaruhi pasokan bahan pangan.

“Banjir di beberapa wilayah produksi pangan nasional menjadi kekhawatiran tersendiri. Stabilitas harga harus dijaga agar tidak memberatkan masyarakat,” katanya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan program Buruan Sae yaitu mendorong masyarakat untuk menanam sendiri kebutuhan pangan seperti cabai dan bawang.

“PKK, DKPP, dan kewilayahan harus fokus pada komoditas-komoditas ini agar bisa menekan kekhawatiran harga di masyarakat,” imbuhnya.

Sebagai langkah strategis, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan sektor swasta untuk memastikan produksi dan distribusi berjalan efisien.

“Sinergi antar-stakeholder harus diperkuat, baik lintas sektor maupun lintas wilayah. Harapannya, masyarakat tetap bisa berbelanja dengan bijak dan tidak terpengaruh oleh isu kelangkaan sembako,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung, Tubagus Agus Mulyadi menambahkan, 94,01% kebutuhan pangan Kota Bandung dipasok dari luar kota, sehingga sangat rentan terhadap kenaikan harga akibat gangguan pasokan.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan harga pada akhir Februari, beberapa komoditas pangan mulai menunjukkan kenaikan, sementara inflasi bulanan untuk Kota Bandung tercatat 0,73%.

“Fluktuasi harga ini harus diantisipasi, terutama karena konsumsi masyarakat meningkat selama Ramadan dan Idulfitri,” katanya.

 




Pemkot Bandung Komitmen Bangun Kembali Rumah Warga Kelurahan Regol yang Terbakar

Pemkot Bandung Komitmen Bangun Kembali Rumah Warga Kelurahan Regol yang Terbakar (dok).

Pemkot Bandung Komitmen Bangun Kembali Rumah Warga Kelurahan Regol yang Terbakar

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen untuk membangun kembali rumah warga yang terbakar di Jalan Kota Baru 3 No. 67, RT 01, RW 04, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat meninjau lokasi kebakaran, Kamis 6 Maret 2025.

“Alhamdulillah, kami telah meninjau langsung lokasi rumah warga yang terbakar di Kelurahan Ciateul. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Erwin.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga dan menegaskan bahwa Pemkot Bandung hadir untuk membantu.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Ia telah berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa rumah-rumah yang terdampak akan segera diperbaiki dan kembali layak huni.

“Kami berkomitmen bahwa korban kebakaran ini harus kembali memiliki tempat tinggal,” katanya.

Erwin mengatakan, proses pembangunan kembali rumah warga akan segera dilakukan, meskipun tetap memerlukan tahapan administrasi. Dengan adanya Peraturan Daerah tentang Kemiskinan, Pemkot Bandung memastikan bahwa setiap warga berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Berdasarkan data yang diperoleh, kebakaran ini mengakibatkan lima rumah mengalami kerusakan dengan total 13 Kepala Keluarga (KK) dan 41 jiwa terdampak.

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta aparat kewilayahan telah bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan bagi para korban. Dinas Sosial Kota Bandung juga telah menggulirkan bantuan kedua, yang disalurkan secara berkala.

Selain itu, masyarakat sekitar, termasuk Karang Taruna, RW, dan para tetangga, turut serta membantu para korban dengan gotong royong.

Muhtar, salah satu warga yang rumahnya terbakar, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemkot Bandung.

“Bantuan dari pemerintah, Alhamdulillah, sudah diberikan. Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Kami hanya berharap agar rumah kami dapat dibangun kembali,” ujar Muhtar.

Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan para korban kebakaran ini dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang nyaman dan aman.




Ketua DPRD Kota Bekasi Tinjau Para Korban Banjir

Ketua DPRD Kota Bekasi tinjau para korban yang terdampak banjir di Kota Bekasi (Melansir).

Ketua DPRD Kota Bekasi Tinjau Para Korban Banjir

Prolite – Dr. Sandi Efendi, ., MM., Ketua DPRD Kota Bekasi meninjau langsung kondisi korban banjir dan memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang terkena dampak.

Ketua DPRD Kota Bekasi didampingi oleh anggota DPRD, Ibu Tanti Herawati, S.H dan Sekretaris DPRD kota Bekasi Lia Erliani melakukan peninjauan ke beberapa lokasi yang terkena dampak banjir, berikut beberapa titik lokasi banjir :
– Jl. Pondok Gede Permai, RT. 009/, Jatirasa, Kecamatan Jati asih, Kota Bekasi, Jawa Barat 17424
– RT. 002/, Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat

Dalam kesempatan ini, Sandi Efendi menyerahkan bantuan kepada korban banjir berupa makanan, minuman, dan alat kebersihan lainnya.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban korban banjir,” kata Sandi Efendi.

DPRD Kota Bekasi berkomitmen untuk terus mendukung upaya penanggulangan banjir dan membantu korban banjir.




Silaturahmi Ulama dan Umaro, Sambut Ramadan dengan Sinergi Menuju Bandung Utama

Silaturahmi Ulama dan Umaro, Sambut Ramadan dengan Sinergi Menuju Bandung Utama (dok Pemkot Bandung).

Silaturahmi Ulama dan Umaro, Sambut Ramadan dengan Sinergi Menuju Bandung Utama

Prolite – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar acara Silaturahmi Ulama dan Umaro di Pendopo Kota Bandung, Rabu 26 Februari 2025. Acara yang berlangsung khidmat ini mengusung tema “Dengan Ramadan, Jadikan Bandung Kota yang Ramah, Aman, dan Agamis Menuju Bandung Utama.”

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang tengah menghadiri retreat kepala daerah di Magelang, memberikan sambutan melalui telekonferensi. Farhan menyebut, kolaborasi antara ulama dan umaro sangat penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera secara spiritual dan sosial.

“Ulama dan umaro adalah dua pilar penting dalam kehidupan masyarakat. Ulama menjaga moral dan akhlak, sementara umaro memastikan keberlangsungan pemerintahan yang adil. Dengan sinergi keduanya, Bandung dapat menjadi kota yang maju dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama,” ujar Farhan.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Pemkot Bandung telah mencanangkan beberapa program keagamaan yang akan mulai dijalankan pada bulan Ramadan mendatang. Beberapa program tersebut antara lain:

  1. Gerakan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di 30 kecamatan.
    2. Pembentukan Rumah Tahfidz dan Tahsin Al-Qur’an.
    3. Pelatihan peningkatan kualitas dai.
    4. Melanjutkan Sertifikasi tanah tempat ibadah.
    5. Optimalisasi zakat, infak, dan sedekah untuk kesejahteraan masyarakat.
    6. Safari Ramadan di 30 kecamatan dan Tarawih Keliling di 6 kecamatan.
    7. Penambahan Kampung Toleransi.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Farhan berharap, program-program ini dapat semakin memperkuat nilai-nilai keagamaan di Kota Bandung serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriyah, Farhan juga mengajak seluruh warga untuk menjadikan Bandung sebagai kota yang nyaman untuk beribadah dan mencari rezeki yang halal.

“Kami ingin memastikan bahwa selama Ramadan, Kota Bandung tetap kondusif, aman, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah,” tegasnya.

Selain program keagamaan, Farhan juga menyebut pentingnya peran ulama dan tokoh masyarakat dalam mengatasi masalah sampah di Kota Bandung.

Ia meyakini, dukungan dari para pemuka agama dapat membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita semua percaya bahwa dengan kesadaran yang tinggi, kita bisa mengelola sampah dengan baik, mencegah banjir, menjaga lingkungan tetap sehat, serta menghindari berbagai penyakit akibat sanitasi yang buruk. Ini semua demi kemaslahatan warga Kota Bandung,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Farhan menyampaikan harapannya agar Kota Bandung tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan religius. Ia juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh warga Bandung.

“Terima kasih kepada para ulama yang telah menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari dan menciptakan suasana Kota Bandung yang aman, tertib, kondusif, serta toleran. Selamat menyambut bulan suci Ramadan, semoga kita semua diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menjalani ibadah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin yang hadir langaung di Pendopo Kota Bandung mengungkapkan, sinergi empat pilar dalam menciptakan kota yang tenteram dan makmur yakni ilmunya para ulama, pemimpin yang adil, dermawannya orang-orang kaya, dan doa kaum fakir.

“Jika empat pilar ini bersatu, Bandung akan menjadi kota yang semakin baik,” kata Erwin.

Erwin menyebut ulama berperan dalam menjaga ketertiban dan kesejukan di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung program penanganan sampah dan pengendalian inflasi.

Silaturahmi diawali dengan Salat Ashar berjemaah dan dihadiri peserta. Mereka di antaranya unsur Forkopimda, Pj Sekda, Kementerian Agama, pengurus MUI, para kepala OPD, camat, serta tokoh agama dan masyarakat.

Acara ini juga diisi tausiah oleh Ketua MUI Kota Bandung, KH. Miftah Faridl yang mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan semangat ibadah selama Ramadan.

Silaturahmi ulama dan umaro ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam menyongsong Ramadan dengan penuh keberkahan. Bandung siap menjadi kota yang lebih ramah, aman, dan agamis demi terwujudnya Bandung Utama.




Pemkot Bandung dan Melbourne Australia Gelar Food Waste Challenge 2025, Yuk Segera Daftar

Pemkot Bandung dan Melbourne Australia Gelar Food Waste Challenge 2025, Yuk Segera Daftar (dok Pemkot Bandung).

Pemkot Bandung dan Melbourne Australia Gelar Food Waste Challenge 2025, Yuk Segera Daftar

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pemkot Melbourne Australia berkolaborasi mengembangkan solusi untuk masalah sampah makanan yang terukur dan dapat diimplementasikan dengan baik secara lokal maupun global.

Atas hal tersebut kedua instansi ini menggelar Melbourne – Bandung Food Waste Challenge 2025. Kegiatan ini sebagai salah satu implementasi tindaklanjut kerja sama yang tertuang pada Memorandum Of Understanding (MoU) pada bulan April 2024.

Melbourne – Bandung Food Waste Challenge 2025 sebuah inovasi yang didesain untuk menangani masalah sampah makanan dengan memanfaatkan kreativitas dari masyarakat Bandung dan Melbourne.

Kegiatan Melbourne – Bandung Food Waste Challenge 2025 pun dilaksanakan secara bersamaan dengan diluncurkan di Kota Melbourne pada 26 Februari 2025.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Kota Bandung merasa bangga menjadi mitra pemerintah kota Melbourne dalam mencapai zero food waste. Sebagai kota metropolitan, Bandung dan Melbourne sama – sama memiliki permasalahan sampah makanan,” ujar Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain pada Launching Melbourne – Bandunfg Food Waste Challenge 2025, di Auditorium Balai Kota Bandung, Rabu 26 Februari 2025.

Ia mengungkapkan, statistik menunjukkan, Indonesia merupakan produsen sampah makanan terbesar kedua di dunia, sekitar 13 juta ton sampah makanan terbuang setiap tahun.

Iskandar mengungkapkan, nilai makanan yang terbuang mencapai 5 persen dari produk domestik bruto. Sementara di Australia, sampah makanan yang terbuang senilai 3,36 miliar dollar australia.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup tahun 2022, di Kota Bandung, dari sekitar ton sampah harian, 44,5 persennya adalah sampah makanan atau setara 667,5 ton per hari.

“Hari ini kita tidak hanya membicarakan masalah tetapi solusi. ‘Melbourne – Bandung Food Waste Challenge 2025’ adalah wujud nyata kolaborasi antar dua negara sahabat yang bertujuan menemukan solusi inovatif dan praktis mengatasi persoalan sampah makanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga mahasiswa, pelaku usaha, peneliti, start-up, dan masyarakat umum. ultimate goals- nya adalah zero food waste.

“Berkaca dari Kota Melbourne, ada gerakan yang namanya ‘Garbage Butler’ atau ‘pelayan sampah’, yang mana pegiat dan komunitas sepeda mengumpulkan sampah fogo (food and garden organics) dari restoran – restoran di sana,” tuturnya.

“Secara karakteristik kotanya, Melbourne dan Bandung memiliki kesamaan, yakni banyak hotel dan restoran yang menghasilkan sampah makanan setiap harinya. melbourne bahkan pernah tercatat sebagai kota tertinggi penghasil sampah makanan di Australia,” ungkap Zul sapaan akrabnya.

Melalui kompetisi ini, lanjut Zul diupayakan mendorong inovasi di tiga sektor utama yaitu hospitality (katering), pasar, dan maskapai penerbangan.

Ketiga sektor ini memiliki kontribusi besar dalam menghasilkan sampah makanan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi.

“Misalnya, di sektor katering kita bisa mengembangkan sistem pengelolaan makanan sisa yang lebih efisien. Di pasar, kita bisa memanfaatkan teknologi untuk mendistribusikan makanan yang masih layak konsumsi kepada yang membutuhkan. Di maskapai penerbangan, kita bisa mengurangi food waste dengan sistem pemesanan makanan yang lebih presisi,” bebernya.

Sebagai informasi, adapun peserta challenge yaitu masyarakat Kota Bandung dan Melbourne, baik mahasiswa, pelaku usaha, peneliti, startups, memiliki solusi inovatif yang berkomitmen pada keberlanjutan.

Para peserta akan bekerja sama dalam tim untuk mengembangkan solusi inovatif dalam tema pengurangan sampah di sumbernya, redistribusi pangan, daur ulang dan ekonomi sirkular serta pendidikan masyarakat.

Pendaftaran untuk kegiatan ini telah dibuka sejak tanggal 3 Februari – 14 Maret 2025. Selama 8-10 minggu, tim akan mengikuti lokakarya, pendampingan dari pakar industri dan mengembangkan prototipe dalam mengatasi limbah makanan.




Pemkot Bandung Kick Off Perbaikan Jalan, Warga Bisa Laporkan Jalan Berlubang Hubungi Nomor Ini

Pemkot Bandung Kick Off Perbaikan Jalan, Warga Bisa Laporkan Jalan Berlubang Hubungi Nomor Ini (dok Pemkot Bandung).

Pemkot Bandung Kick Off Perbaikan Jalan, Warga Bisa Laporkan Jalan Berlubang Hubungi Nomor Ini

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bertekad meningkatkan kualitas infrastruktur demi kenyamanan dan keselamatan warga. Tekad tersebut diwujudkan dalam program perbaikan jalan di Jalan Ibrahim Adjie dan Jalan Nyland sebagai langkah awal dalam penanganan infrastruktur jalan di Kota Bandung, Rabu, 26 Februari 2025.

“Kami tidak ingin ada lagi jalan berlubang yang membahayakan masyarakat. Infrastruktur menjadi salah satu skala prioritas kami agar warga Bandung bisa tinggal dengan nyaman,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Erwin saat membuka program perbaikan jalan.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Dalam program ini, Pemkot Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah menyiapkan unit reaksi cepat untuk menindaklanjuti laporan warga terkait jalan berlubang, trotoar rusak, serta infrastruktur lain yang membutuhkan perbaikan.

“Warga yang menemukan jalan rusak dapat langsung melaporkannya melalui hotline DSDABM di 0821 2333 5304 atau langsung ke instagramnya di @,” jelas Kang Erwin sapaannya.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Ia menyampaikan, jika dalam 2-3 hari tidak ada tindak lanjut, mereka bisa menyampaikan keluhan langsung dalam program Jumahan, yaitu sesi diskusi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota setiap hari Jumat setelah Salat Jumat.

Selain perbaikan jalan, Pemkot Bandung juga berfokus pada berbagai aspek pendukung infrastruktur, seperti:

  1. Penerangan Jalan Umum (PJU)
    Jika ada lampu jalan mati, warga bisa langsung melaporkannya ke hotline Dinas Perhubungan (Dishub) di 0811 2022 3399 dan instagram @.
  2. Perawatan Pohon dan Ruang Hijau
    Jika ada pohon tumbang atau menghalangi akses rumah, masyarakat dapat menghubungi hotline Dinas Perumahan di 0812 2241 2484 dan Instagram @, Kawasan Permukiman (DPKP).
  3. Perbaikan Jalan dan Pengelolaan Sungai
    Pemkot Bandung juga meminta DSDABM untuk menyisir sungai-sungai yang rawan longsor atau mengalami kerusakan infrastruktur, seperti kirmir yang jebol.

Kang Erwin menegaskan, program ini bukan hanya seremonial, tetapi akan berlanjut setiap hari sebagai bagian dari upaya membangun Bandung yang lebih baik.

“Kami ingin menjadi pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kemaslahatan masyarakat Kota Bandung. Tidak ada program 100 hari, karena kami akan bekerja setiap hari untuk memastikan kemaslahatan warga,” tuturnya.

Dengan adanya program ini, masyarakat diharapkan bisa lebih aktif berpartisipasi dalam pengawasan dan pelaporan kondisi infrastruktur di lingkungannya, sehingga perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.