Di Hari Jadi ke 28, Kota Bekasi Masih Banyak Pekerjaan Rumah

Di Hari Jadi ke 28, Kota Bekasi Masih Banyak Pekerjaan Rumah (dok DPRD Kota Bekasi).

Di Hari Jadi ke 28, Kota Bekasi Masih Banyak Pekerjaan Rumah

KOTA BEKASI, Prolite – Kota Bekasi memperingati Hari Jadi usianya yang ke 28 tahun, Kota Bekasi terus berbenah menjadi kota modern dengan infrastruktur yang memadai. Kendati, di tengah kemajuan yang sudah dicapai masih banyak menyisakan persoalan klasik seperti banjir, sampah, macet dan pengangguran.

“Ini kita harus rayakan dengan bahagia atas prestasi – prestasinya, di mana kotanya semakin modern, semakin bagus infrastrukturnya,” kata Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, Senin (10/03/2025).

Politisi PKS ini menyebut, hingga kini persampahan tetap menjadi Pekerjaan Rumah (PR) dengan masih adanya tempat – tempat penumpukan sampah dan belum tercapainya Kota Bekasi kembali dapat meraih penghargaan Adipura.

“Itu harus dicapai. Kemudian, pendidikan kita itu harus semakin modern dengan adanya pendidikan yang lebih maju dan berkualitas. Begitu juga dengan layanan kesehatan, kita ingin seluruh pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit tipe D, RSUD Cam itu punya layanan kesehatan yang prima,”ujarnya.

Selain itu, kemacetan jalan dan tingginya angka pengangguran juga masih belum dapat teratasi. Oleh karenanya, ia meminta kepada pemerintah agar bisa memberikan solusi untuk mengurangi jumlah angka pengangguran yang ada.

“Pengangguran di Bekasi ini cukup tinggi, kita ingin ada pengembangan – pengembangan supaya angka pengangguran ini dapat ditekan. UMKM – UMKM diberlakukan supaya daya beli meningkat. Di hari ulang tahun yang ke 28 ini tentunya kita sudah mulai melihat wajah Kota Bekasi ini semakin hari, semakin baik,”imbuh Sardi.

Mengenai banjir, Sardi menuturkan terdapat dua faktor yang kerap menjadi penyebabkan banjir di Bekasi yakni, tingginya intensitas curah hujan maupun air kiriman dari hulu.

“Makanya kita ingin adanya pembangunan embung di sisi – sisi sungai yang memang itu berpotensi nanti jika debit air tinggi, itu ada embung yang mengatasi,”jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa tata ruang wilayah Kota Bekasi perlu dievaluasi dengan melibatkan seluruh stakeholder, dan hal itu dapat menjadi program walikota dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) 2025 – 2030 nanti.

“Nah, ini belum kita bahas tentang RPJMD, supaya tuntas persoalan infrastruktur dan khususnya persoalan banjir. Saya kira Walikota, kita berikan pesan agar semangat selalu untuk dapat merealisasikan janji – janji kampanye melalui visi – misinya yang dituangkan dalam RPJMD nanti,”pungkasnya.




HUT ke 28 Kota Bekasi, Dewan Eko Pramono Soroti Masalah yang Belum Teratasi

HUT ke 28 Kota Bekasi, Dewan Eko Pramono Soroti Masalah yang Belum Teratasi (istimewa).

HUT ke 28 Kota Bekasi, Dewan Eko Pramono Soroti Masalah yang Belum Teratasi

KOTA BEKASI – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke 28 ini menjadi kesempatan bagi pemangku kebijakan untuk merefleksikan perjalanan kota guna merumuskan langkah – langkah konkrit ke depan untuk menjadikan Bekasi sebagai tempat yang nyaman dan mensejahterakan warganya.

“Harapan kita semua sama, Bekasi menjadi tempat yang nyaman buat semua warganya, menjadi warga yang sejahtera, kecukupan,” kata Anggota DPRD Kota Bekasi, Raden Eko Setyo Pramono Kepada awak media, Senin (10/03/2025).

Menurutnya, momen HUT Kota Bekasi ke-28 ini harus dijadikan tolok ukur melihat ke belakang untuk mengevaluasi kekurangan di periode sebelumnya, dengan harapan Bekasi akan lebih baik lagi di bawah kepemimpinan Wali Kota Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Harris Bobihoe.

Kemudian, Politisi Gerindra yang juga menjabat Sekretaris Komisi IV ini juga menyoroti beberapa permasalahan klasik yang masih dihadapi Kota Bekas saat ini, seperti banjir, kemacetan, serta keberadaan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang banyak tersebar.

“Persoalan banjir, terus kemacetan yang memang belum terurai, terus banyak pengemis di pinggir jalan. Itu bukan hanya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) para pemimpin daerah, tapi PR kita semua,”terangnya.

Kesadaran warga masyarakat, menurutnya, juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan agar lebih baik. Selain itu, pemerintah melalui dinas terkait diharapkan dapat memberikan perhatian khusus dengan keberadaan para gelandangan dan pengemis di Kota Bekasi.

“Mereka juga harus kita edukasi bahwasanya kondisi itu tidak baik, dengan adanya mereka tetap mangkal di lampu merah, pinggir jalan, itu tidak baik. Saya berharap Dinas Sosial bisa punya cara bagaimana mengatasi hal – hal itu,”ujarnya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan kepada seluruh warga Kota Bekasi untuk bersama-sama menjaga dan membangun Kota Bekasi agar lebih baik, sesuai dengan motto Bekasi yang mengedepankan kesejahteraan dan kemajuan masyarakatnya.

 




Alit Jamaludin Serap Aspirasi Warga RW 06 Aren Jaya

Alit Jamaludin Serap Aspirasi Warga RW 06 Aren Jaya (istimewa).

Alit Jamaludin Serap Aspirasi Warga RW 06 Aren Jaya

KOTA BEKASI, Prolite – Anggota DPRD Kota Bekasi asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Alit Jamaludin gelar kegiatan jaring aspirasi warga ke-1 Tahun 2024, yang berlangsung di dua wilayah yakni, Rw 019 dan Rw 06 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, beberapa waktu lalu.

Dalam hal ini, dirinya menjelaskan warga dilingkungan tersebut mengeluh terkait banjir yang sering terjadi diwilayah Rw 06.

“Aspirasi masyarakat ya tidak lain, yaitu infrastruktur dan paling krusial adalah banjir yang disebabkan oleh saluran kali diwilayah tersebut karena belum pernah normalisasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu warga pun mengeluh terkait keberadaan kantor sekretariat Rw 06 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Ditengah cuaca ekstrem yang sering terjadi di Kota Bekasi memang dapat mengakibatkan berbagai macam masalah.

Pasalnya cuaca yang tidak menentu tersebut Alit Jamaludin memberikan peringatan akan bahaya penyakit dan banjir yang akan terjadi.

“Kantor sekretariat RW minta untuk di renovasi agar lebih representatif dan layak dan semua aspirasi akan saya tampung dan semoga bisa memperjuangkan serta memprioritaskan itu semua,” pungkasnya.




Adelia Sidik: Bantuan untuk Korban Banjir Berharap Pemkot Bagi Secara Merata

Bantuan untuk Korban Banjir Berharap Pemkot Bagi Secara Merata (istimewa).

Adelia Sidik: Bantuan untuk Korban Banjir Berharap Pemkot Bagi Secara Merata

KOTA BEKASI, Prolite – Bencana banjir yang menimpa Kota Bekasi kali ini cukup besar, Anggota DPRD Kota Bekasi, Adelia Sidik mengaku telah melakukan pemantauan di beberapa titik banjir di wilayahnya Dapilnya.

Dalam pantauannya di ketahui beberapa titik banjir yang berada di wilayah Dapilnya belum mendapatkan bantuan secara langsung .

Hal tersebut sangat disayangkan pasalnya lokasi yang ia sambangi sekarang belum ada pejabat daerah Kota Bekasi yang belum meninjau secara langsung.

Hal ini ia katakan seusai menemani Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat meninjau lokasi bencana di wilayah RW 05 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kamis (06/03).

“Sebenarnya memang kita sedih juga ya, karena memang fokus kita kan masih di Jatiasih PGP, Kemang IFI dan duren jaya. Saya berterimakasih sekali dengan Wakil Gubernur yang sudah mau menyempatkan hadir kesini karena sampai saat ini belum ada pejabat kesini padahal yang banjir bukan hanya di daerah sana tapi disini juga,” kata Ketua Komisi IV kepada media.

Lebih lanjut, politisi Golkar ini berharap bahwa pemerintah daerah Kota Bekasi tidak pilih kasih dalam memberikan bantuan atau meninjau lokasi bencanadi Kota Bekasi.

“Yang banjir bukan cuman di daerah sana saja tapi di daerah kami pun banjir gitu apalagi kalau di sepanjang Jaya ini itu kan di belakang Kemang Pratama yang jalannya bahkan tanggulnya bocor gitu,” katanya.

Ka Adel sapaan akrabnya juga menyebut bahwa ini ketiga kalinya ia menyambangi lokasi bencana tersebut dan berharap ada solusi jangka panjang dari Pemerintah Kota Bekasi agar keadaan serupa tidak kembali terjadi.

“Kesehatan makanan, alat kebersihan makanya tadi simbolisasi sama pak gubernur oleh pak wakil gubernur mengirimkan apa namanya karbol gitu, tapi kan yang pasti kita butuh sebenarnya solusi jangka panjangnya,” pintanya.




Tarawih Keliling Masjid An-Nur Rawalumbu, Wali Kota Katakan Tarling Sarana Komunikasi Antar Warga Dengan Pemerintah

Tarawih Keliling Masjid An-Nur Rawalumbu, Wali Kota Katakan Tarling Sarana Komunikasi Antar Warga Dengan Pemerintah (dok Pemkot Bekasi).

Tarawih Keliling Masjid An-Nur Rawalumbu, Wali Kota Katakan Tarling Sarana Komunikasi Antar Warga Dengan Pemerintah

Prolite – Kegiatan Tarawih Keliling malam ini berada di Masjid An-Nur Kelurahan Bojong Rawalumbu Kecamatan Rawalumbu dihadiri Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto didampingi Sekretaris Daerah, Junaedi, Ketua FKUB Kota Bekasi, Abdul Manan dan segenap dari Kepala Perangkat Daerah.

Tri sebutkan bahwa Tarawih Keliling ini selain menjadi momentum ibadah bersama juga merupakan sarana komunikasi bersama warga di wilayah.

dok Pemkot Bekasi
dok Pemkot Bekasi

“Usai Tarawih ini, dihadiri Kepala Dinas yang bisa menghubungkan langsung dengan warga, apa yang menjadi keluh kesah atau masukan di wilayah, saya kira selain ibadah juga bisa tau apa yang menjadi kendala di wilayah ini.” jelas Tri.

Wali Kota Bekasi sebutkan pada pekan lalu saat banjir, sempat meninjau di titik wilayah dengan luas tanah 3,5 Hektar yang akan direncanakan bangun Polder Air di Kecamatan Rawalumbu sehingga dapat mengurangi banjir di sekitar wilayah ini.

dok Pemkot Bekasi
dok Pemkot Bekasi

“Dipastikan Pemerintah hadir di tengah masyarakat, Pembangunan Polder Air ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak banjir di Rawalumbu, dan kita terus berupaya dalam hal membuat nyaman Kota tercinta ini.” tegas Wali Kota.

Selanjutnya, Tri ingat dengan janji saat kampanye untuk memberikan 100 Juta per RW yang guna nya untuk membangun infrastruktur di masing masing wilayahnya, dengan harapan bisa menjadi satu solusi apa saja yang bisa di pergunakan melalui dana tersebut untuk kelengkapan infrastruktur.




DPRD Kota Bekasi Pertanyakan Komitmen BNPB Penanganan Pasca Banjir

DPRD Kota Bekasi Pertanyakan Komitmen BNPB Penanganan Pasca Banjir (dok DPRD Kota Bekasi).

DPRD Kota Bekasi Pertanyakan Komitmen BNPB Penanganan Pasca Banjir

KOTA BEKASI, Prolite – Rapat koordinasi antara Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maruara Sirait, serta anggota DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul dan H. Anton, menyoroti penanganan pasca banjir yang perlu dioptimalkan.

Dalam rapat yang berlangsung di Kantor BNPB, Jatiasih, disepakati bahwa BNPB Pusat akan mendanai penyewaan alat berat dan truk untuk mempercepat proses pembersihan material pasca banjir. Namun, realisasi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bekasi justru menggunakan anggaran sendiri dalam menjalankan proses tersebut, sementara bantuan dari BNPB Pusat tak kunjung terealisasi.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul, secara tegas mempertanyakan komitmen BNPB dalam menjalankan kesepakatan yang telah dibuat.

“Saya menyayangkan komitmen yang telah disepakati tidak diterapkan di saat warga sangat membutuhkan bantuan. Hingga kini, masih terdapat akses jalan yang tertutup lumpur serta fasilitas sosial dan umum seperti puskesmas dan sekretariat RW yang membutuhkan bantuan untuk pembersihan material pasca banjir,” _Imbuh Samuel Sitompul,Saat meninjau di wilayah Perumahan Jaka Kencana RW 04, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi._

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat masih berjuang dengan dampak banjir yang melumpuhkan aktivitas sehari-hari. Banyak warga berharap agar pemerintah daerah dan pusat segera mengambil tindakan nyata dalam membantu pemulihan infrastruktur serta fasilitas publik yang terdampak.

Diharapkan, BNPB Pusat segera menyalurkan bantuan sesuai kesepakatan untuk mempercepat pemulihan pasca banjir. Warga dan pemerintah Kota Bekasi kini telah berjuang menunggu realisasi janji yang telah disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut.




Prabowo Resmikan Stadion GBLA, Keren dan Bertaraf Internasional 

Prabowo Resmikan Stadion GBLA, Keren dan Bertaraf Internasional (dok Pemkot Bandung).

Prabowo Resmikan Stadion GBLA, Keren dan Bertaraf Internasional

Prolite – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) resmi diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangkaian peresmian serentak 17 stadion berstandar internasional di berbagai daerah di Indonesia.

Peresmian dilakukan terpusat di Stadion Delta Sidoarjo, Senin 17 Maret 2025. Sedangkan untuk titik-titik lainnya, mendengarkan arahan Presiden via daring.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa sepak bola adalah bagian dari harga diri sebuah bangsa dan berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan olahraga ini.

“Indonesia harus masuk ke Piala Dunia 2026! Itu adalah PR kita bersama,” ujarnya dengan penuh semangat.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Sedangkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menuturkan, pembangunan stadion ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola nasional yang lebih baik.

“Kita harus berani bermimpi menembus Piala Dunia, tetapi mimpi itu harus diiringi dengan kerja keras. Hari ini, kita melihat stadion-stadion yang luar biasa dengan penerangan dan rumput berkualitas tinggi. Sepak bola adalah olahraga dari rakyat, untuk rakyat,” ujar Erick.

Usai acara peresmian, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan rasa syukurnya atas peresmian ini. Menurutnya, pembangunan GBLA telah lama dinantikan dan sempat tertunda sejak 2020.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Alhamdulillah, hari ini stadion telah diresmikan oleh Bapak Presiden. Selanjutnya, kami akan melakukan pembicaraan lebih intensif untuk optimalisasi penggunaan stadion ini bersama PT Persib Bandung Bermartabat,” kata Farhan.

Ia juga mengakui, wajah baru Stadion GBLA hari ini sudah jauh lebih baik. Hadirnya GBLA sebagai stadion bertaraf internasional, diharapkan dapat memicu semangat bagi Persib Bandung meraih juara back to back Liga 1 2024/25.

“Sudah keren banget, dong! Kan Persibnya mau juara. Maka dari itu, kita dukung terus, ya!” ajaknya.

Peresmian stadion yang berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur ini dihadiri oleh sejumlah legenda sepak bola Indonesia, seperti Widodo C. Putro, Eggy Maulana, Uston Nawawi, Anang Ma’ruf, Ahmad Bustomi, dan Arif Suyono. Tim nasional senior putra dan putri Indonesia turut hadir dalam momentum bersejarah ini.

Pembangunan dan peresmian 17 stadion ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur sepak bola Indonesia, khususnya pasca-tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.

Dengan adanya stadion berstandar FIFA ini, diharapkan sepak bola nasional semakin berkembang dan mampu bersaing di kancah internasional.

Berikut daftar 17 stadion yang diresmikan serentak:

Provinsi Sumatera Selatan
* Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang

Provinsi Banten
* Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang

Provinsi Jawa Barat
* Stadion Pakansari, Bogor
* Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi
* Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi
* Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung

Provinsi DI Yogyakarta
* Stadion Maguwoharjo, Sleman

Provinsi Jawa Tengah
* Stadion Jatidiri, Semarang
* Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara

Provinsi Jawa Timur
* Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang
* Stadion Surajaya, Lamongan
* Stadion Gelora Delta, Sidoarjo
* Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan
* Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik

Provinsi Kalimantan Timur
* Stadion Segiri, Samarinda

Provinsi Kalimantan Selatan
* Stadion Demang Lehman, Kabupaten Banjar

Provinsi Sulawesi Selatan
* Stadion B.J. Habibie, Parepare.




Peresmian Gedung Rawat Inap Klinik Pratama Griya Husada oleh Wali Kota Bekasi

Peresmian Gedung Rawat Inap Klinik Pratama Griya Husada oleh Wali Kota Bekasi (dok Pemkot Bekasi).

Peresmian Gedung Rawat Inap Klinik Pratama Griya Husada oleh Wali Kota Bekasi

KOTA BEKASI, Prolite – Wali Kota Bekasi, Dr Tri Adhianto secara resmi meresmikan gedung Rawat Inap Klinik Pratama Griya Husada di Bekasi Utara. Peresmian ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, H. Inayatulah, Camat Bekasi Utara Sumpomo Brama, serta jajaran pimpinan dan penanggung jawab Klinik Griya Husada.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi terus berkomitmen untuk mendukung hadirnya fasilitas kesehatan di tingkat pertama, baik yang dimiliki oleh pemerintah maupun pihak swasta.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat dengan mudah dan cepat memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai. Fasilitas seperti ini adalah ujung tombak pelayanan kesehatan yang penting bagi masyarakat,” ujarnya.

dok Pemkot Bekasi
dok Pemkot Bekasi

Ia juga menyampaikan harapan agar Klinik Pratama Griya Husada yang kini memiliki fasilitas rawat inap, dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

“Kami berharap klinik ini mampu memberikan pelayanan dengan profesionalisme, didukung oleh teknologi medis modern, namun tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keramahan, dan kepedulian terhadap pasien,” tambahnya.

dok Pemkot Bekasi
dok Pemkot Bekasi

Wali Kota juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan pengelolaan klinik tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam terwujudnya klinik ini. Semoga ini dapat menjadi fasilitas kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dengan mengucap Basmalah,
Wali Kota Bekasi kemudian meresmikan secara resmi Klinik Pratama Rawat Inap Griya Husada. Semoga dengan adanya fasilitas ini, kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bekasi dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, memberikan harapan baru, serta menjawab kebutuhan vital akan kesehatan.




Sugianto Nangolah : Aset Daerah Harus Dikelola Secara Optimal

DPRD Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja dari Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta (dok DPRD Pro Jabar).

Sugianto Nangolah : Aset Daerah Harus Dikelola Secara Optimal

KOTA BANDUNG, Prolite – DPRD Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja dari Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dalam rangka studi banding terkait tata kelola aset daerah. Pertemuan ini menyoroti strategi optimalisasi aset sebagai langkah meningkatkan pendapatan daerah.

Dalam kunjungan kerja yang berlangsung di Ruang Musyawarah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat, Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Provinsi Jawa Barat Sugianto Nangolah menjelaskan bahwa optimalisasi aset menjadi krusial dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

dok DPRD Jawa Barat
dok DPRD Jawa Barat

“Jika aset tidak dapat dikelola dengan optimal, maka sumber pendapatan daerah menjadi terbatas. Contohnya, gedung bioskop peninggalan belanda di cimahi yang luas dan strategis, namun hanya disewakan seharga Rp600 juta, itu tentu tidak sebanding dengan nilai asetnya,” ucap Sugianto Nangolah, Kota Bandung, Kamis (13/03/2025).

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap BOT (Build Operate Transfer) seperti lapangan golf BGG (Bandung Giri Gahana) agar setoran kepada pemerintah dapat lebih optimal.

“Setiap aset yang dimiliki Jawa Barat harus dievaluasi untuk memastikan nilai ekonominya bisa dimaksimalkan untuk kepentingan daerah,“ tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, pembahasan juga mencakup optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bapemperda DPRD Jawa Barat berencana mengatur mekanisme Reward & Punishment bagi direktur BUMD.

“Direktur BUMD yang tidak mampu menyetor dividen harus siap mundur. Sebaliknya, jika mereka berhasil meningkatkan pendapatan, maka akan diberikan insentif tambahan,” jelasnya.

Melalui langkah-langkah ini, Bapemperda Jawa Barat optimis dapat meningkatkan efektivitas tata kelola aset dan BUMD untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih besar dan berkelanjutan.




Wali Kota Bekasi Hadiri Setijab Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat

Wali Kota Bekasi Hadiri Setijab Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat (dok).

Wali Kota Bekasi Hadiri Setijab Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat

BANDUNG, Prolite – Serah terima jabatan (Setijab) Kepala Badan Keuangan Perwakilan Provinsi Jawa Barat digelar pada hari ini di Kantor BPKP Provinsi Jawa Barat, dihadiri Pimpinan V BPK RI, Bobby Adhityo, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Anggota DPRD Provinsi Jawab Barat beserta jajaran Kepala daerah dari Provinsi Jawa Barat termasuk salah satunya Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Bertempat di auditorium Kantor BPKP Provinsi Jawa Barat acara serah terima jabatan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat dari Widhi Widayat kepada Eydu Oktain Panjaitan

dokumentasi
dokumentasi

Dedi Mulyadi dalam sambutannya mengatakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat harus membantu dan memgarahkan Bupati dan Wali Kota dikarenakan ada beberapa yang tidak berasal dari anggota DPRD, dan skala prioritas untuk kebutuhan dasar janji kepala daerah.

dokumentasi
dokumentasi

“kegiatan birokasi yang tidak dirasakan masyarakat lebih baik dijadikan infrastruktur, Provinsi Jawa Barat akan merubah pola tersebut untuk 3 tahun kedepan” ucap Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat haturkan banyak terima kasih dan ucapkan selamat kepada Kepala BPKP Jawa Barat yang telah promosi jabatan, dengan harapan saling terjalin sinergitas dan koordinasi agar Jawa Barat selalu menjadi yang istimewa.

Ia juga menyoroti mengenai ketidakadilan dalam sistem perpajakan diantaranya mengenai dampak industri banjir, pencemaran lingkungan dan alih fungsi lahan yang terjadi di Jawa Barat namum bayar pajaknya di Jakarta.

Usai itu, acara dirangkaikan dengan penandatanganan sertijab, penyerahan buku dan foto bersama dengan semua jajaran Kepala Daerah.