Tingkatkan Kualitas SDM, DBMSDA Kota Bekasi Gelar Pelatihan Informatika

DBMSDA

Tingkatkan Kualitas SDM, DBMSDA Kota Bekasi Gelar Pelatihan Informatika.

KOTA BEKASI, Prolite – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menggelar pelatihan informatika dan pemanfaatan media sosial bagi jajaran pegawai, Kamis (10/7), bertempat di ruang rapat kantor DBMSDA.

Pelatihan ini difokuskan pada penguatan kapasitas dalam penanganan pengaduan masyarakat serta penyusunan konten pemberitaan untuk publikasi kegiatan dinas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi komunikasi publik DBMSDA guna memperkuat transparansi dan pelayanan informasi kepada masyarakat.

Hadir sebagai narasumber, Muhammad Muchlis dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi. Ia memberikan pembekalan teknis kepada para pegawai di bidang publikasi dan dokumentasi media DBMSDA, termasuk perwakilan dari Diskominfostandi.

Dalam paparannya, Muchlis menjelaskan pentingnya penguasaan prinsip-prinsip dasar jurnalistik, terutama dalam menerapkan kaidah 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, dan How) dalam setiap penulisan berita dinas. Ia juga menekankan pentingnya ketepatan informasi serta konsistensi dalam penyampaian pesan publik oleh instansi pemerintahan.

Kegiatan pelatihan ini merupakan arahan langsung dari Kepala Dinas BMSDA Kota Bekasi, yang menekankan pentingnya peran setiap pegawai dalam mendukung publikasi kegiatan dinas secara efektif dan profesional.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara narasumber dan seluruh peserta pelatihan sebagai bentuk dokumentasi dan apresiasi atas partisipasi aktif para peserta dalam kegiatan In-House Training ini.

DBMSDA




Dinas Pendidikan Kota Cimahi Telah Melakukan Pelatihan PKW tahun 2023

Dinas Pendidikan Kota Cimahi Telah Melakukan Pelatihan PKW tahun 2023 (Evi Dian / Prolitenews).

Dinas Pendidikan Kota Cimahi Telah Melakukan Pelatihan PKW tahun 2023

CIMAHI, Prolite – Dinas Pendidikan Kota Cimahi bersama Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan,Kebudayaan,Riset dan Teknologi telah menutup program kecakapan wirausaha (PKW) tahun 2023.

Pelatihan yang di selenggarakan oleh secara resmi berlangsung di LKP Rifa yang bertempat di Jalan Terusan No 54 Kota Cimahi, Jawa Barat .

Pelatihan yang diikuti oleh 25 anak dengan keterampilan tata rias pengantin gaun panjang berkerudung.

Pelatihan PKW ini bukan hanya memberikan bekal ilmu tentang tata rias pengantin saja namun seluruh peserta akan mendapatkan bantuan modal awal untuk membuka usaha tatarias dan wedding.

Program yang merupakan bantuan dari Kemendikbud langsung yang bisa diikuti oleh LPK manapun hanya dengan mendaftarkan diri tanpa dipilih oleh oleh pemerintah.

Evi Dian / Prolitenews
Evi Dian / Prolitenews

Namun tetap untuk yang berhak mengikuti nantinya akan ditunjuk dari LPK pusat, disdik tidak ada ikut andil dalam pemilikan siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini.

Bu Maya Kasi Pembinaan Pendidikan Masyarakat menjelaskan “untuk para peserta yang mengikuti pelatihan bisa secara langsung mendaftar melalui lembaga-lembaga terkait jadi tidak dipilih oleh pemerintah”.

Disdik Kota Cimahi juga menjelaskan bahwa dirinya juga memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha untuk mensosialisasikan undang-undangan terbaru maupun ijin operasional.

Sebagai catatan bahwa ijin operasional lembaga harus di perpanjang selama 3 tahun sekali oleh Lembaga terkait.

Terakhir Dinas Pendidikan Kota Cimahi menyampaikan harapan dengan dilangsungkannya kegiatan seperti PKW ini akan lebih banyak lagi yang mendapat bantuan yang nantinya akan menarik para wirausaha untuk lebih giat lagi menggelar kegiatan serupa.




Peduli Warga Lingkungan, WEGE dan de Braga by Artotel Berikan Pelatihan 34 Milenial Tata Kelola Hotel

Pelatihan perhotelan de braga by artotel 2

Peduli Warga Lingkungan, WEGE dan de Braga by Artotel Berikan Pelatihan 34 Milenial Tata Kelola Hotel

BANDUNG, Prolite – Kepedulian Corporate Social Responsibility (CSR) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA) dan de Braga by Artotel kepada masyarakat Braga, dengan mengadakan pelatihan tata kelola hotel.

Selama ini perusahaan yang berdiri terkadang melupakan warga sekitar atau ada istilah perusahaan maju tapi warganya terpinggirkan, sehingga sering kali terjadi salah paham.

Untuk menghindari dan meminimalisir anggapan tersebut ‘de Braga by Artotel’ mengadakan pelatihan tata kelola hotel. Pelatihan diberikan kepada 34 anak anak remaja notabene warga jalan Braga yang masih sekolah atau lulus SMA/SMK.

Pelatihan itu merupakan bentuk keberlanjutan (sustainibility) dari program kepedulian (Corporate Social Responsibility (CSR)) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA) kepada masyarakat Braga.

Pelatihan perhotelan de braga by artotel 3

Head of PR and CSR PT WEGE Firlan, berharap program ini berkelanjutan dan nantinya berdampak positif bagi perusahaan juga masyarakat.

“Kita bikin seperti ini dari sisi pemberdayaannya ada, knowledge dan skill nya kemudian membuka kecamatan menemukan talent – talent baru di bidang perhotelan hospitallity, mereka nantinya akan masuk ke perhotelan, mungkin gak di de Braga by Artotel mungkin di sekitaran sini,” jelas Firlan usai pelatihan digelar di Meetspace AB lantai 2 de Braga by Artotel Kota Bandung, Minggu (9/7/2023).

“Dengan seperti itu, kita merubah mindset mereka ya bahwa bisnis perhotelan ini menarik, mereka sudah punya skill, basic yang nanti bisa ditingkatkan lagi di level berikutnya,” ujarnya.

Program ini, kata dia berkelanjutan, seperti sudah dilakukan tahun 2019 lalu revitalisasi gang Cikapundung, teras braga dan co-working space.

“Kami terus bina teras Braga lalu dikelola secara mandiri bahkan sampai mereka mendirikan koperasi sehingga bisnis teras Braga bisa berjalan. Program ini juga bisa berdampak bagi perusahaan dan masyarakat sehingga menimbulkan efek yang terus menerus ya jadi gak sesaat ini doang,” harapnya.

Pelatihan perhotelan de braga by artotel

Untuk kemudian dimasa depan kata Firlan, keinginan mereka dibidang perhotelan akan terwujud. Pihaknya sendiri memberikan stimulus dan membuat sistemnya, supaya nanti sesuai harapan.

Masih kata Firlan, setelah pelatihan, para peserta terus didampingi bahkan diajak bila ada even.

“Kedepan misal over okupansi, kita bisa memberdayakan mereka, karena mereka sudah punya basic, istilahnya magang lah. Kita punya tahapannya sampai mereka bisa berkarir di sini atau menciptakan talent -talent baru. Apalagi menurut Disbudpar 40% kontribusi pendapatan di Kota Bandung itu dari pariwisata dan sangat besar berbisnis di hospitallity ini,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama Agil Ahnaf (19) warga RW 08, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung mengaku antusias mengikuti pelatihan ini.

Bahkan dia berharap ke depan bila ada lowongan kerja di de Braga by Artotel, dia bisa masuk menjadi karyawannya.

“Saya baru tahu ada ternyata ada lomba housekeeping, harus bisa dibawah 5 menit, itu cepat dan keren. Dan ternyata dibalik tamu tidur ini ada hal tidak mudah dan seribet itu, ada hal yang harus dipatuhi, displin, pakaian, rambut,” ujar lulusan 2021 SMK itu.

“Alhamdulilah juga kita warga diikutsertakan jadi peserta ini ya. Harapannya nanti ada recruitment, kita diterima. Jangan yang jauh aja nanti malah jadi terlambat kerja. Warga juga kan ada SDM yang mumpuni apalagi kalau dilatih dulu, daripada yang jauh datang telat terus,” ujar Agil yang juga mengaku sudah dua bulan putus kontrak kerja di sebuah distro baju.