Pawai Budaya Rakernas Apeksi 2024, Kota Bekasi Ambil Bagian

Rakernas Apeksi 2024

Kota Bekasi Meriahkan Pawai Budaya Rakernas Apeksi 2024

BALIK PAPAN, Prolite – Pawai Budaya Rakernas Apeksi 2024 yang diselenggarakan di sepanjang jalan raya arteri depan Gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Kota Balikpapan berlangsung meriah, Rabu (05/06/2024).

Turut hadiri pada Rakernas Apeksi 2024 Wakil Presiden Terpilih Republik Indonesia 2024-2029, Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Pj. Ketua TP PKK Kota Bekasi, Yolla Kusuma beserta jajaran.

Rakernas Apeksi 2024

Pemerintah Kota Bekasi pun menjadi salah satu peserta dari rangkaian kegiatan pawai budaya rakernas ini yang memperlihatkan beberapa pakaian khas adat dan batik Kota Bekasi sendiri.

Pertunjukan berlangsung meriah dan disambut gembira oleh warga Kota Balikpapan, Pj. Ketua TP PKK Kota Bekasi, Yolla Kusuma mengatakan bahwasannya Kota Bekasi memiliki beragam pakaian khas khususnya batik dan kerajinan dari Kota Bekasi yang tentunya disediakan di stand Kota Bekasi.

“Saya beserta jajaran sangat mengapresiasi kegiatan ini dikarenakan ini merupakan salah satu ajang pameran budaya sekaligus memperkenalkan apa saja yang dimiliki oleh masing-masing daerah serta dapat menumbuh kembangkan UMKM yang ada di daerah lain khususnya Kota Bekasi, ” ujar Yolla

“Kami mempersiapkan seluruh peserta mulai dari pakaian hingga tarian yang kita miliki untuk dapat dipertunjukkan kepada seluruh warga masyarakat yang ada di Kota Balikpapan dan Alhamdulillah kami mendapatkan apresiasi yang begitu luar biasa di sini,” tutupnya.




Asia Africa Festival 2023 Siap Digelar Lebih Meriah Setelah Vakum Selama Pandemi

Asia Africa

BANDUNG, Prolite – Kabar gembira untuk warga Kota Bandung! Pemerintah Kota Bandung akan kembali menggelar “Asia Africa Festival (AAF)”!

Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, acara ini akan digelar pada 29 Juli 2023 mendatang. Event ini kini hadir kembali setelah sebelumnya vakum selama pandemi Covid-19.

AAF 2023 diprediksi akan menjadi lebih meriah daripada tahun 2020 lalu. Pasalnya, Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna, telah menyatakan bahwa kegiatan ini akan diikuti oleh peserta dari negara tetangga dan kabupaten kota lain.

Jadwal Asia Africa Festival Bandung 2023

Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna – Berita majalengka

“Melalui kegiatan ini, kita juga dapat memperkenalkan potensi yang ada di Kota Bandung. Akan ada 4-5 negara yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Semoga semuanya berjalan dengan baik,” ujar Ema pada Minggu (23/7/2023).

Gelaran AFF 2023 ini akan berlangsung hanya sehari, yaitu pada tanggal 29 Juli saja dan terjadwal dari pukul hingga WIB.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas selama acara berlangsung.

“Sudah dilakukan oleh Disbudpar dan Kepolisian. Sudah ada kesepakatan mengenai bagaimana pengalihan arus lalu lintas nanti. Saya juga tidak akan mengizinkan acara berlangsung hingga malam. Acara ini hanya berlangsung sampai pukul WIB. Hal ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjut Ema.

Persiapan Festival Sudah Mencapai 70%

Ratnarahayu Pitriyati – Humas Kota Bandung

Sementara itu, Kepala Bidang Produk Budaya dan Kesenian Pertama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Ratnarahayu Pitriyati, menjelaskan bahwa memasuki H-7 (tujuh hari sebelum acara) menjadi periode yang mendebarkan baginya sebagai penyelenggara teknis.

“Langkah yang sedang kami lakukan saat ini adalah memastikan kembali koordinasi dengan pihak kepolisian terkait arus lalu lintas di sekitar Asia Afrika. Sebab, ketika jalan ini ditutup, tentunya akan ada rekayasa lalu lintas antara kepolisian dengan Dishub Kota Bandung,” jelas Ratna.

Ratna juga menekankan bahwa Jalan Asia Afrika termasuk jalan strategis di Kota Bandung, sehingga saat jalan ini ditutup, perlu dilakukan pengalihan arus lalu lintas yang efektif.

JurnalMedia

Dari segi kesiapan, ia menyatakan bahwa pihaknya sudah siap sebesar 70 persen. Saat ini, sudah ada konfirmasi partisipasi dari beberapa negara yang akan ikut serta dalam acara tersebut.

Saat ini, sudah ada konfirmasi dari 4 negara yang akan berpartisipasi dalam acara ini. Negara-negara lainnya masih menunggu undangan resmi dari Kementerian Luar Negeri sebelum dapat mengkonfirmasi keikutsertaannya.

Oleh karena itu, pihak penyelenggara akan memaksimalkan partisipasi dari negara-negara yang sudah terkonfirmasi. “Bagaimanapun juga ini merupakan hajat pertama yang cukup lumayan besar setelah pandemi,” ujar Ratna.

Selain negara-negara, ada juga 13 komunitas yang akan berpartisipasi dalam pawai di sepanjang Jalan Asia Africa. Total peserta pawai berjumlah 250 orang.

Mereka akan mengenakan pakaian khas dari masing-masing negara yang mereka wakili, sehingga akan menjadi sebuah perwakilan kultural yang menarik.

Selain itu, terdapat juga 6 kabupaten kota lainnya yang berminat untuk ikut serta dalam acara Asia Africa Festival ini, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menyambut event tersebut.

Dia juga memastikan bahwa acara yang akan digelar ini akan dimulai dari pukul WIB hingga sebelum waktu Magrib. Artinya, saat azan Magrib berkumandang, semua kegiatan akan berakhir.

Hal ini dilakukan untuk menghindari situasi yang terlalu ramai jika acara masih berlangsung hingga malam hari. Penyelenggara menganggap penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan semua peserta.

Ia juga menambahkan, salah satu tujuan utama dari penyelenggaraan AAF adalah untuk memperkenalkan kembali Konferensi Asia Africa yang pernah berlangsung di Bandung pada tanggal 18-24 April 1955.

“Mengingatkan juga kepada masyarakat jika Kota Bandung ini juga punya sejarah dulunya, ada momen penting saat itu. Ini juga bisa mempererat negara-negara inisiasi Asia Afrika dan melakukan historical work,” ucapnya.




Memukau ! Rakernas XVI Apeksi 2023 Dimeriahkan Karnaval dan Pawai Budaya

Apeksi

Pertunjukkan Pesona Bekasi Keren Meriahkan Perayaan Karnaval dan Pawai Budaya Rakernas XVI Apeksi

MAKASSAR, Prolite – Sebagai salah satu rangkaian acara dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Pemerintah Kota se- Indonesia (Apeksi) 2023 di Kota Makassar, digelar Karnaval dan Pawai Budaya yang merupakan persembahan spesial malam puncak Rakernas di area Pantai Losari, Kota Makkassar, Rabu malam (12/07)

Karnaval dan Pawai Budaya menghadirkan berbagai penampilan kebudayaan khas masing-masing 97 kota yang hadir di dalam rangkaian Rakernas XVI Apeksi 2023.

Dalam kesempatan tersebut, Kota Bekasi menghadirkan pertunjukkan Pesona Bekasi Keren, yakni sebuah pertunjukkan seni tari kreasi tradisional Betawi maupun nasional dengan tema Mertamorfosa Budaya Bekasi.

apeksi

Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto bersama istri, Wiwiek Hargono beserta seluruh rombongan yang berjumlah kurang lebih 35 orang, turut serta dalam pawai tersebut yang juga mengikutsertakan para _ performers_ dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi yang menampilkan Tari Topeng Tunggal Kota Bekasi, Tari Ronggeng Beken, penampilan kostum hias, serta para peserta pawai membentangkan kain batik khas Kota Bekasi, kostum boneka besar Bang Bek dan Mpok Asi sebagai maskotnya Kota Bekasi, dan juga menampilkan fashion dari daur ulang sampah.

Spesial dipersembahkan juga oleh Kota Bekasi dalam Pawai dan Karnaval Budaya Rakernas XVI Apeksi 2023, yakni lagu pengiring pawai berjudul Sahabat Sejati yang merupakan ciptaan istri Plt. Wali Kota Bekasi, Wiwiek Hargono.

Dengan mengenakan pakaian khas Betawi, yakni pangsi untuk laki-laki dan encim untuk perempuan, Tri Adhianto beserta istri dan seluruh peserta pawai terlihat antusias mengikuti pawai dan disambut baik oleh warga sekitar yang menonton langsung.

“Malam ini, di pawai dan karnaval budaya yang megah dan meriah, merupakan sebuah wujud semangat kami dalam mempersembahkan serta memperkenalkan kebudayaan dari Kota Bekasi yang tentunya bukan hanya Kotanya yang maju, tetapi kebudayaannya tetap lestari dan insya Allah, pariwisatanya pun semakin maju,” ucap Tri.

apeksi

Makna Metamorfosa atau Perubahan Budaya pada tema pawai menandakan wujud keindahan budaya Kota Bekasi yang semakin keren dengan segala perkembangan dan inovasinya.

“Kebudayaan di Kota Bekasi semakin beragam dan kekinian menyesuaikan perkembangan era. Hal tersebut dapat terlihat dari pemanfaatan daur ulang sampah menjadi kostum atau fashion yang memiliki daya tarik tersendiri dan bernilai ekonomis yang selaras disajikan melalui penampilan-penampilan kebudayaan tradisional sebagai kreatifitas para pelaku seni di Kota Bekasi yang disajikan ke khalayak lebih luas sampai ke Kota Makassar di even Apeksi,” pungkas Tri.