Terungkap Alasan Pembunuhan ke-4 Ananknya di Jagakarsa , Cemburu Jadi Motif Utama

Terungkap Alasan Pembunuhan ke-4 Ananknya di Jagakarsa , Cemburu Jadi Motif Utama
Prolite – Aksi keji seorang ayah kandung yang melakukan pembunuhan ke empat anaknya di rumah kontrakannya di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan sudah diamkankan oleh pihak kepolisian.
Sebelumnya membunuh ke empat anaknya sang ayah terlebih dulu melakukan KDRT kepada sang istri hingga mengalami luka yang cukup serius.
Setelah itu sang ayah yang gelap mata menghabisi nyawa anaknya satu persatu dari anak yang paling kecil hingga anak yang paling besar.
Sesudah menghabisi keempat nyawa anaknya tersangka yang merupakan ayah kandungnya mencoba menghabisi nyawanya sendiri.
Namun kehendak berkata lain nyawa tersangka berhasil di tolong dan di bawa ke rumah sakit meski mengalami luka yang cukup serius.
Tersangka sudah menjalani perawatan insentif dan kini tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum.
Setelah di lakukan penyelidikan terhadap tersangka terkuak motif tersangka tega menghabisi nyawa ke empat sang buah hati.
Tersangka yang bernama Panca Darmansyah (41) mengaku tega menghabisi nyawa keempat anaknya karena terbakar api cemburu melihat pesan sang istri, D, dengan lelaki lain.
“Intinya saya cemburu dengan istri saya karena dia melakukan perselingkuhan, itu saja,” kata Panca dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (21/12).
Mulanya, dia melihat pesan sang istri dengan lelaki lain melalui WhatsApp. Karena penasaran, Panca menelepon laki-laki itu.
“Enggak lama, diblokir,” celetuk Panca. Setelah itu, Panca mengaku meretas Instagram sang istri dan melihat lebih jelas bahwa ada tiga orang yang diduga berhubungan intens dengan D.
“Enggak cuma satu orang aja. Ada kisaran tiga orang yang (chat-nya) seperti suami-istri,” lanjut dia.
Panca menyesal karena tidak ikut mati bersama anak-anaknya. Ia tepergok dan langsung diselamatkan saat mencoba bunuh diri usai membunuh keempat anak.
Kejadian pembunuhan yang dilakukan tersangka terjadi pada Minggu (3/12) namun baru terungkap pada Rabu sore (6/12).
Warga yang mencium bau busuk dari dalam kontrakan tersangka. Setelah melaporkan penemuan bau busuk yang menyengat itu polisi serat warga menemukan keempat anak Panca dan D dalam keadaan tewas di salah satu kamar. Keempatnya berinisial VA (6), S (4), A (3), dan As (1).
Karena perbuatan tersangka, kini Panca telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.