Silaturahmi Mengalir, Ride Makin Solid, Keseruan Ngariung Ride HABORA 2025

Silaturahmi Mengalir, Ride Makin Solid, Keseruan Ngariung Ride HABORA 2025 (dok Honda).

Silaturahmi Mengalir, Ride Makin Solid, Keseruan Ngariung Ride HABORA 2025

BOGOR, Prolite – Ratusan bikers pecinta Honda ADV yang tergabung dalam keluarga besar Honda ADV Indonesia (HAI) dari berbagai wilayah JABODETABEK berkumpul dalam kegiatan bertajuk “Ngariung Ride HABORA”. Acara yang digagas oleh HAI Regional Batavia (HAI Batavia) dan HAI Chapter Bogor Raya (HABORA) ini berlangsung pada Sabtu malam, 6 Desember 2025, dan diikuti kurang lebih 60 motor Honda ADV.

Mengusung tema “Ngumpul Bareng Community”, kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antar member HAI, sekaligus menikmati keseruan night ride bersama menyusuri sudut-sudut Kota Hujan.

Rangkaian acara dimulai di MotoGallery Cibinong. Di titik start ini, peserta juga mendapatkan promo eksklusif berupa potongan harga 15% untuk pembelian apparel. Setelah sesi persiapan dan kumpul, rombongan Honda ADV melanjutkan perjalanan menuju ikon lalu lintas Kota Bogor melalui rute SSA.

Sebagai komunitas pelopor keselamatan berkendara, keluarga besar Honda ADV Indonesia selalu menjalankan gerakan #Cari_Aman dengan mengenakan riding gear lengkap serta mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.

Dalam perjalanan, peserta melakukan pemberhentian di Tugu Kujang untuk dokumentasi dan mengabadikan momen kebersamaan. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Summarecon Bogor sebagai titik akhir kegiatan.

Perwakilan panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting dalam memperkuat hubungan antar anggota komunitas motor Honda . “Acara ini bukan sekadar berkumpul, tetapi mempererat rasa solidaritas antar komunitas. Kami senang acara berlangsung kondusif dan mendapat respons positif dari para peserta. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara rutin,” ujarnya.




Arbi Aditama dan Astra Honda Juara Asia ARRC AP250

Arbi Aditama

Buriram, Prolite – Fadillah Arbi Aditama mengunci gelar Juara Asia di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP)250.

Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT) itu meraih kemenangan gemilang pada race pertama putaran akhir ARRC 2025 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu (6/12). Kemenangan ini juga memastikan AHRT menjadi juara untuk kategori tim AP250 musim ini atas dominasi poin Arbi bersama Davino Britani.

Pebalap asli Purworejo, Jawa Tengah itu tampil luar biasa sejak awal balapan. Start di grid kedua, Arbi langsung memimpin di lap awal dan terus di berada di barisan depan. Bermodal performa stabil CBR250RR, Arbi terus menjaga ritme hingga di lap-lap akhir. Dia menunjukkan ketangguhan fisik dan kematangan mental untuk mempertahankan posisi pertama hingga garis finis.

Raihan 25 poin dari race 1 ini membuat posisi Arbi di puncak klasemen tidak lagi terkejar dengan total 196 poin. Gelar juara Asia direngkuhnya, meski balapan kelas AP250 masih menyisakan satu race lagi pada Minggu, (7/12).

”Balapan yang sangat luar biasa karena pertarungan rapat terjadi sejak awal. Beberapa kali bahkan saya sempat keluar dari racing line. Alhamdullillah, gelar juara Asia bisa saya kunci di race pertama ini. Terima kasih Astra Honda Racing Team, mekanik, seluruh tim dan masyarakat yang sudah memberikan dukungan luar biasa sehingga saya bisa tampil maksimal,” ujar Arbi.

Pebalap AHRT lainnya di kelas AP250, Davino Britani, juga menunjukkan penampilan luar biasa. Lulusan Astra Honda Racing School 2024 yang saat ini berusia 16 tahun itu menemani Arbi berada di barisan depan setelah start di posisi keenam. Silih berganti bertukar posisi sepanjang balapan dengan para pesaing, Davino akhirnya menyelesaikan race 1 ini di posisi ke-7.

”Saya mulai mendapatkan feeling bagus sejak masuk kualifikasi. Meskipun tidak mendapat posisi terbaik, tapi saya yakin bisa bertarung di barisan depan. Lepas start saya terus menekan. Namun justru di akhir lap balapan berjalan sangat rapat, saya kehilangan beberapa posisi. Bukan hasil yang diharapkan mengingat hampir sepanjang balapan saya tampil cukup kuat. Saya akan berusaha kembali di race 2 besok,” kata Davino.

Asa Juara SS600

Sementara itu, perjuangan Mohammad Adenanta Putra untuk memperbesar jarak dengan pesaing terdekat demi meraih gelar Juara Asia kelas Supersport (SS)600 dan mengawinkan gelar dengan kelas AP250 harus tertahan. Itu karena pebalap 21 tahun asal Magetan, Jawa Tengah tersebut terjatuh beberapa saat setelah race pertama dimulai. Start dari posisi ke-7, Adenanta kehilangan traksi pada lap pertama.

”Sayang sekali, saya harus tersingkir saat balapan baru saja dimulai. Tapi semua belum berakhir. Saya masih ada peluang untuk memperebutkan juara Asia kelas SS600 di race 2 besok. Saya akan lebih fokus dan berusaha maksimal meraih impian saya. Mohon doa dan dukungannya,” kata Adenanta.

Herjun Atna Firdaus yang juga berada di kelas SS600 menutup race pertama dengan finish di posisi ke-8. ”The Silent Boy” Rheza Danica Ahrens yang start dari posisi ke-6, juga terjatuh saat balapan berjalan 2 lap.

Hasil gemilang justru dicetak Andi Farid Izdihar, atau kerap disapa Andi Gilang, yang mampu naik podium ke-2 race pertama ARRC kelas ASB1000. Start dari posisi ke-4, pebalap senior AHRT ini terus berebut posisi hingga mengibarkan Bendera Merah Putih di atas podium.

”Balapan yang luar biasa. Selepas start saya bisa menjaga posisi di 5 besar, kemudian sempat tertahan di posisi 4. Saat jarak kembali rapat saya mencoba untuk menekan di 3 lap akhir. Sampai akhirnya saya finish di posisi ke 2. Race 2 saya akan kembali berusaha tampilkan performa terbaik saya,” kata Andi.

Race kedua ARRC 2025 seri terakhir akan berlangsung Minggu (7/12). Kelas AP250 akan berlangsung pukul WIB, disusul kelas SS600 yang akan dimulai pukul , dan terakhir ASB100 pada pukul . Balapan akan disiarkan langsung di Youtube dan Facebook Asia Road Racing.




Astra Honda Siap Melesat Cetak Sejarah Balap Asia Untuk Indonesia

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) berpeluang cetak sejarah balap untuk Indonesia dengan mengawinkan gelar juara Asia dalam dua kelas dalam satu musim. Peluang tersebut hadir melalui Fadillah Arbi Aditama di kelas AP250 serta Mohammad Adenanta Putra di kelas SS600 (dok).

Astra Honda Siap Melesat Cetak Sejarah Balap Asia Untuk Indonesia

JAKARTA, Prolite – Menghadapi putaran akhir Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand (5–7 Desember), pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT) berpeluang mencetak sejarah balap untuk Indonesia. Mengandalkan CBR series, tim yang sudah meraih gelar juara Asia Production (AP)250 sebanyak 4 kali dan juara Supersport (SS)600 1 kali, berpotensi menjadi tim pertama dari Indonesia yang mengawinkan gelar dua kelas tersebut dalam satu musim. Peluang tersebut hadir melalui Fadillah Arbi Aditama di kelas AP250 serta Mohammad Adenanta Putra di kelas SS600.

Klasemen sementara setelah berjalan lima seri di musim ini, Arbi kokoh memimpin klasemen kelas AP250 dengan 171 poin, atau unggul 36 poin dari pesaing terdekatnya. Sementara itu, Adenanta memuncaki klasemen kelas SS600 dengan 152 poin, dan hanya berjarak 8 poin dari posisi kedua.

Di kelas Asia Superbike (ASB)1000, Andi Farid Izdihar yang sementara berada di posisi ke-8 klasemen dengan 73 poin, tetap menunjukkan potensi kuat untuk menutup musim dengan prestasi membanggakan. Peluang ini kian menguat setelah ketiganya sama-sama meraih podium pada putaran sebelumnya di Sepang, Malaysia, beberapa waktu lalu.

Satu Langkah Menuju Gelar Asia

Dominan sepanjang musim, Arbi tampil konsisten dengan lima kemenangan dan menunjukkan performa stabil di setiap putaran. Keunggulan 36 poin membuat Arbi berada pada posisi strategis untuk mengunci gelar juara AP250 cukup dengan finish aman di dua race seri terakhir.

“Balapan kali ini menjadi ajang pembuktian. Raihan positif sepanjang musim ini tentunya ingin saya sempurnakan dengan gelar juara AP250. Tentu hal ini tidak akan mudah, tapi saya akan berusaha tenang dan tampil maksimal. Mohon doa dan dukungannya,” kata Arbi.

Sementara itu, Adenanta menjalani musim yang impresif dengan konsistensi podium dan kemenangan di beberapa putaran. Dengan selisih 8 poin dari rival terdekat, dua balapan di Buriram akan menjadi penentu. Catatan positif dari podium ketiga di race 2 Sepang semakin menambah kepercayaan diri pebalap Magetan ini.

“Tidak ada pilihan untuk tampil maksimal dan meraih poin penting. Ini kesempatan emas untuk menjadi juara Asia SS600. Semoga semuanya berjalan sesuai harapan saya, mempertahankan posisi puncak, dan membawa pulang gelar untuk Astra Honda dan masyarakat Indonesia ” ujar Adenanta.

Meski tak dalam perebutan gelar, Andi Gilang tampil kompetitif di kelas ASB1000. Podium ketiga di Sepang menjadi bukti kapasitasnya menantang para pebalap top Asia. Race final di Thailand akan menjadi kesempatan emas untuk mengunci posisi terbaik di klasemen.

“Seri pamungkas ARRC 2025 akan menjadi seri yang spesial. Saya akan berusaha maksimal untuk bisa menutup perjalanan yang berkesan dengan AHRT di sepanjang 12 tahun saya berkarir. Semoga saya mampu meraih hasil terbaik di seri ini,” ucap Andi.

Peluang juara ganda tahun ini merupakan buah kerja keras panjang pebalap dan tim. Konsistensi, kerja tim, dan kualitas CBR series menjadi modal kuat di seri terakhir ini.

Seri pamungkas ARRC akan dimulai dengan latihan bebas pada Jumat (5/12), dilanjutkan sesi kualifikasi pada Sabtu (6/12) mulai pukul 09:20 WIB hingga 11:50 WIB. Di hari yang sama, dilangsungkan Race I pada pukul 14:10 WIB (AP250), 15:00 WIB (SS600), dan pukul 16:00 (ASB1000).

Keesokan harinya, Minggu (7/12), race kedua akan berlangsung mulai pukul 13:30 WIB (AP250), 15:15 WIB (SS600), dan terakhir pukul 16:10 (ASB1000). Agenda balap ini bisa disaksikan langsung di Youtube ARRC.




Bukan Sekadar Mengemudi, Tapi Siap Mengantisipasi dengan Escape Route

Bukan Sekadar Mengemudi, Tapi Siap Mengantisipasi dengan Escape Route (dok Honda).

Bukan Sekadar Mengemudi, Tapi Siap Mengantisipasi dengan Escape Route

BANDUNG, Prolite – Memahami escape route atau jalur penyelamatan alternatif menjadi salah satu perilaku penting dalam berkendara aman. Dengan selalu menyiapkan ruang untuk menghindar, pengendara dapat lebih siap dalam menghadapi kondisi darurat yang bisa terjadi secara tiba-tiba di jalan raya.

Masih banyak pengendara yang fokus hanya pada kendaraan di depan dan kurang memperhatikan lingkungan sekitar. Padahal, situasi lalu lintas dapat berubah dengan cepat seperti kendaraan yang mendadak berhenti, pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang, hingga kendaraan lain yang berpindah jalur tanpa memberikan isyarat.

Apa itu Escape Route?
Escape route adalah jalur alternatif yang dipersiapkan pengendara sebagai langkah menghindar ketika muncul potensi bahaya. Jalur ini bisa berupa ruang kosong di sisi kiri atau kanan jalan, celah aman di antara kendaraan, ataupun area lain yang memungkinkan pengendara terhindar dari benturan.

Dengan kebiasaan ini, pengendara memiliki pilihan manuver yang lebih aman dan tidak terjebak pada satu arah saat kondisi darurat terjadi.

Mengapa Escape Route Penting?

Memberi ruang menghindar
Saat kendaraan di depan mengerem mendadak, pengendara dapat langsung mengalihkan motor ke jalur aman tanpa panik.

Meningkatkan kewaspadaan
Pandangan menjadi lebih luas dan aktif membaca kondisi sekitar, bukan hanya terpusat ke depan

Mengurangi risiko tabrakan beruntun
Mengandalkan rem saja tidak cukup. Dengan ruang alternatif, pengendara dapat menghindar ke samping dengan lebih aman.

Siap menghadapi kondisi tak terduga
Lubang jalan, hewan menyeberang, hingga kendaraan mogok dapat diantisipasi lebih efektif.

Cara Menerapkan Escape Route di Jalan Raya
– Amati area kiri dan kanan secara berkala untuk menemukan celah aman
– Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan
– Hindari posisi terlalu dekat dengan kendaraan besar karena memiliki blind spot luas
– Pastikan jalur yang akan dipilih aman dari pejalan kaki dan kendaraan lain
– Tetap tenang dan responsif dalam menilai situasi

Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, menyampaikan pentingnya kebiasaan ini dalam setiap perjalanan. “Escape route membantu pengendara memiliki lebih banyak pilihan saat kondisi darurat muncul. Langkah kecil ini sangat berpengaruh dalam mencegah kecelakaan dan memastikan pengendara bisa #Cari_Aman sampai tujuan.”

DAM terus mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku berkendara yang lebih antisipatif. Karena di jalan, keselamatan bukan hanya tentang skill mengemudi, tetapi juga kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk. Selalu siapkan jalur aman setiap kali berkendara.




MAXUS Indonesia Support Armada Premium Grab Indonesia

maxus

Kemitraan Strategis MAXUS-Grab Menghadirkan Layanan GrabExecutive Berbasis Kendaraan Listrik di Indonesia

Prolite – PT Indomobil Energi Baru (IEB), Agen Pemegang Merek MAXUS di Indonesia, bersama Grab Indonesia telah sepakat untuk bekerja sama melakukan kolaborasi.

Melalui kolaborasi ini, MAXUS akan menyerahkan 50 unit MAXUS MIFA 9 yang akan digunakan sebagai armada layanan eksklusif GrabExecutive. Langkah ini menandai komitmen kedua perusahaan dalam menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih nyaman, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

GrabExecutive sendiri merupakan layanan first-class terbaru dari GrabCar yang resmi diluncurkan pada November 2025. Layanan ini menghadirkan standar perjalanan premium yang mengutamakan kenyamanan, ruang kabin yang lebih lega, serta pengalaman berkendara eksklusif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas modern.

“Kami sangat bangga dapat bekerja sama dengan Grab Indonesia dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan untuk menggunakan MAXUS MIFA 9 sebagai armada layanan eksklusif GrabExecutive. Kerja sama ini memperkuat komitmen MAXUS untuk terus menghadirkan kendaraan yang mengutamakan kenyamanan, kualitas, dan keberlanjutan bagi seluruh pelanggan dan mitra bisnis kami,” ujar Chief Operating Officer PT Indomobil Energi Baru (IEB), Yudhy Tan, dalam suatu kesempatan di Jakarta.

Kemitraan ini menjadi tonggak penting bagi MAXUS di Indonesia dalam menghadirkan inovasi kendaraan listrik premium dan memperluas kehadiran merek di segmen mobilitas mewah yang semakin berkembang. Kehadiran MAXUS MIFA 9 sebagai armada GrabExecutive menegaskan kualitas, kenyamanan, dan keandalan MAXUS untuk memenuhi standar layanan transportasi premium first-class.

maxus

‘World of MAX’ – Menciptakan Pengalaman Premium dan Kepercayaan Jangka Panjang

MAXUS MIFA 9 mengusung filosofi World of MAX yang menempatkan pengalaman pelanggan sebagai pusat dari seluruh inovasi. Interior kabin dirancang dengan ruang yang lega dan tata letak yang memberikan keleluasaan gerak, menciptakan suasana perjalanan yang tenang dan nyaman. Kabin yang hening, kursi ergonomis, serta material berkualitas tinggi menghadirkan kesan first-class yang selaras dengan kebutuhan layanan GrabExecutive untuk memberikan perjalanan yang lebih eksklusif bagi para pelanggan.

Sejalan dengan itu, Halim Wijaya, Director of Grab Indonesia, menjelaskan bahwa, melalui GrabExecutive, kami ingin menjawab kebutuhan konsumen akan layanan transportasi premium yang berkelas serta memberikan ketenangan sejak awal perjalanan. Layanan ini kami hadirkan bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan dan eksklusivitas, baik untuk keperluan bisnis maupun perjalanan penting lainnya. GrabExecutive menawarkan pengalaman first-class ride experience yang penuh kemewahan dan ketenangan, dan MAXUS MIFA 9 menjadi pilihan kendaraan yang tepat untuk mendukung ekspansi kami di segmen layanan eksklusif ini berkat kenyamanan kabin, ruang yang luas, serta kualitas berkendara yang selaras dengan standar layanan kelas tertinggi.

GrabExecutive dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih tenang, luas, dan personal, menghadirkan kenyamanan yang konsisten bagi pengguna yang mengutamakan eksklusivitas. Melalui standar armada first-class dan profesionalitas pengemudi yang terkurasi, layanan ini menetapkan benchmark baru dalam ekosistem GrabCar untuk transportasi kelas atas di Indonesia.

Kenyamanan, Keamanan, dan Efisiensi bagi Operasional Grab Indonesia

Sebagai kendaraan listrik murni, MAXUS MIFA 9 menawarkan kombinasi kenyamanan, keamanan, dan efisiensi yang sangat sesuai bagi operasional layanan first-class Grab.

Kabin yang luas memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi penumpang, sementara captain seat pada baris kedua memperkuat kesan eksklusif. Fitur bantuan mengemudi, visibilitas yang optimal, serta sistem infotainment yang intuitif memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman bagi para pengemudi.

Dari sisi operasional, efisiensi energi kendaraan listrik membantu mengoptimalkan biaya operasional, sementara struktur kendaraan listrik yang minim komponen bergerak menjadikan biaya perawatan lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional. Di sisi lain, penggunaan armada listrik premium seperti MAXUS MIFA 9 juga memperkuat komitmen dan dukungan Grab Indonesia sebagai penyedia layanan transportasi yang responsif terhadap isu keberlanjutan dan peduli lingkungan. Nilai ekonomis dan citra positif ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang Grab dalam menyediakan layanan transportasi modern dan bertanggung jawab.

MAXUS MIFA 9 merupakan pilihan kendaraan yang tepat untuk mendukung ekspansi Grab di segmen layanan eksklusif. Kenyamanan kabin, fitur keamanan yang lengkap, dan efisiensi operasional yang ditawarkan MIFA 9 menjadi pilihan strategis bagi Grab untuk mendukung ekspansi GrabExecutive dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat terhadap layanan transportasi first-class yang ramah lingkungan.




Yayasan AHM Kolaborasi dengan Masyarakat Pekalongan Lestarikan Satwa Owa Jawa

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin (kiri keempat) memberikan bibit pohon kepada Komunitas SwaraOwa Sidiq Harjanto (kanan ketiga) dalam kegiatan Konservasi Owa Jawa (29/11) di Kawasan Hutan Petungkriyono dan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (dok).

Yayasan AHM Kolaborasi dengan Masyarakat Pekalongan Lestarikan Satwa Owa Jawa

PEKALONGAN, Prolite – Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) bersinergi bersama komunitas peduli fauna primata owa meluncurkan Program Konservasi Owa Jawa di Kawasan Hutan Petungkriyono dan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Bertema “Titian Lestari: Koridor Kehidupan untuk Owa Jawa”, aksi kepedulian satwa ini menjadi bentuk konsistensi Yayasan AHM dalam pelestarian habitat flora dan fauna asli Indonesia yang sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

Dalam pelaksanaan Program Titian Lestari, Yayasan AHM menggandeng masyarakat sekitar Hutan Petungkriyono dan Lebakbarang, Pekalongan untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian satwa langka. Peluncuran program ini diselenggarakan pada Sabtu (29/11) dihadiri oleh Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Pekalongan Timur, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Dinas Kehutanan Jawa Tengah dan pimpinan daerah setempat. Program ini diharapkan menjadi kolaborasi pentahelix dalam menjaga pembangunan bangsa Indonesia yang berkelanjutan.

Kawasan Petungkriyono dan Lebakbarang dikenal sebagai rumah bagi sedikitnya lima jenis primata, termasuk Owa Jawa. Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan satwa primata endemik Pulau Jawa yang saat ini berstatus Terancam Punah (Endangered) berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Kawasan ini menjadi salah satu bentang alam penting bagi keberlangsungan populasinya, meskipun wilayah ini berada di luar kawasan konservasi dan menghadapi berbagai ancaman seperti fragmentasi habitat, perambahan hutan, dan aktivitas perburuan.

dok Honda
dok Honda

Kegiatan Yayasan AHM ini mengintegrasikan aspek pemulihan ekosistem hutan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan peran komunitas lokal dalam menjaga kelestarian alam. Rangkaian kegiatan Titian Lestari menghadirkan berbagai kontribusi masyarakat, seperti produksi dan penanaman bibit pohon lokal, perawatan kawasan tanam, edukasi konservasi bagi generasi muda dan pemasangan media informasi lingkungan. Selain itu, untuk penguatan ekonomi bagi masyarakat, Yayasan AHM mengembangkan produk berbasis hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan bersama masyarakat lokal yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT).

Sebagai bagian dari peringatan Hari Penanaman Pohon Indonesia yang jatuh pada 28 November, Yayasan AHM juga melakukan aksi penanaman pohon berjenis Kayu Sapi (Pometia spp.), Kayu Babi (Cryptorenia sp.), Kepayang (Pangium edule), dan Aren (Arenga pinnata) yang ditujukan untuk memperkuat habitat dan sumber pakan utama Owa Jawa. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam memperbaiki kualitas ekosistem dan menjaga konektivitas tajuk hutan yang sangat dibutuhkan oleh satwa arboreal seperti Owa Jawa.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin menyampaikan melalui program ini Yayasan AHM berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian Owa Jawa yang terancam punah, memperkuat habitat hutan, mendorong tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, serta menciptakan harmonisasi antara manusia dan alam demi keberlanjutan lingkungan hidup di masa depan.

“Kami hadir mengajak masyarakat luas dalam menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia dan keseimbangan ekosistem hutan. Konservasi tidak hanya tentang menjaga alam, tetapi juga tentang menguatkan peran masyarakat agar dapat tumbuh dan sejahtera secara berkelanjutan bersama lingkungannya,” ujar Muhib.

Program ini mendapatkan dukungan dari PT Suryaraya Rubberindo Industries, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Yutaka Manufacturing Indonesia, dan PT Musashi Auto Parts Indonesia dengan tujuan utama mendukung pelestarian keanekaragaman hayati serta pembangunan berkelanjutan.




Peringati Hari Guru, Yayasan AHM Apresiasi Dedikasi Guru Inspiratif

Peringati Hari Guru, Yayasan AHM Apresiasi Dedikasi Guru Inspiratif (dok).

Peringati Hari Guru, Yayasan AHM Apresiasi Dedikasi Guru Inspiratif

JAKARTA, Prolite – Memperingati Hari Guru, Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) memberi penghargaan bagi tenaga pengajar pada ajang Guru Inspiratif Astra Honda 2025 dari seluruh Indonesia. Apresiasi dan dukungan Yayasan AHM ini diberikan khusus bagi para guru yang telah berdedikasi dan inovatif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa secara berkelanjutan.

Ajang Guru Inspiratif Astra Honda 2025 mengusung tema “Langkah Guru Lentera Ilmu.” Sebanyak 633 guru dari berbagai wilayah di Tanah Air turut serta kegiatan ini. Mereka direkomendasikan oleh pengusul yang tersebar di 37 provinsi.

Puncaknya, Yayasan AHM memberikan apresiasi kepada 5 Guru Inspiratif Terbaik dalam mencerdaskan generasi masa depan dan menjadi teladan di dunia pendidikan Indonesia. Salah satu apresiasi untuk guru inspiratif ini diberikan secara langsung di MA Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Jawa Timur (26/11).

Pada ajang ini, Yayasan AHM memilih sosok guru dari SMPN 1 Kokoda Imo, Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Bambang Heriyanto sebagai Terbaik 1 Guru Inspiratif Astra Honda, mendapatkan apresiasi 1 unit Honda PCX160 dan dana pembinaan Rp7 juta. Guru dari wilayah timur Indonesia ini mampu menjawab tantangan di sekolah terkait pembelajaran matematika bagi anak didiknya. Dengan tekad dan pendekatan kekinian, Bambang membuat media Pembelajaran Digital 3D Model Berbasis Etnomatematika Papua. Guru yang telah mengabdi selama 9 tahun pada dunia pendidikan ini juga berhasil mengharumkan Indonesia dengan mengantarkan anak didiknya meraih Gold Medal Mathematics Category dalam ajang World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2024.

dok Honda
dok Honda

“Saya ucapkan terima kasih kepada Yayasan AHM yang telah menyelenggarakan program ini. Apresiasi ini semakin memacu saya sebagai seorang pendidik di pedalaman Papua untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi secara nyata dalam dunia pendidikan dengan mencetak generasi unggul bagi bangsa”, ungkap Bambang.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan program ini menjadi momentum untuk mengapresiasi peran penting guru sekaligus memperkuat kompetensi mereka melalui inisiatif yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Program Guru Inspirasi Astra Honda kami hadirkan sebagai dukungan dan apresiasi untuk para pendidik agar mereka mendapatkan ruang, fasilitas, dan kesempatan untuk terus berinovasi dan berdedikasi untuk dunia pendidikan di Tanah Air”, ujar Muhib.

Rangkaian program Guru Inspiratif Astra Honda berlangsung pada periode Agustus – November 2025. Berbagai tahapan seleksi ketat dilakukan secara berjenjang di tingkat regional hingga nasional melalui proses sosialisasi, registrasi, pembuatan makalah dan materi video, hingga presentasi. Penilaian dilakukan secara komprehensif meliputi perjuangan dalam menjalani keseharian, dedikasi dan pengabdian, prestasi dan capaian yang diraih oleh para siswa didikannya dan prestasi guru.

Selain itu, inovasi yang dilakukan oleh guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, peranan sosial dan kepemimpinan di sekolah dan masyarakat sekitar juga menjadi poin penting dalam penilaian. Dalam rangkaian program, para guru juga dibekali pelatihan tentang kesehatan mental siswa, pembelajaran melalui Artificial Intelligence (AI), public speaking, dan berbagai materi lain yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

Apresiasi bagi guru inspiratif juga diraih oleh Fadolul Ghafur, dari MA Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Jawa Timur. Sebagai Terbaik 2, Fadolul berhak mendapatkan 1 unit Honda Vario160 dan dana pembinaan Rp5 juta. Terbaik 3 diraih oleh Edi Arham, ., dari SDN Lalowata, Konawe, Sulawesi Tenggara dengan membawa pulang apresiasi 1 unit Honda Stylo160 dan dana pembinaan Rp4 juta.

Yayasan AHM juga memberikan apreasi guru terbaik 4 yang mendapatkan 1 unit Honda Scoopy dan dana pembinaan Rp3 juta kepada Kapsia, .,Gr dari SMAN 2 Halmahera Timur, Maluku Utara. Posisi guru terbaik 5 diraih oleh Rizqiyawati, dari SMK Muhammadiyah Pekalongan, Jawa Tengah dengan apresiasi 1 unit Honda BeAT dan dana pembinaan Rp2 juta. Selain itu, Yayasan AHM juga memberikan dana pembinaan dengan total Rp10 juta bagi 5 pengusul pemenang guru terbaik dari kalangan masyarakat.

Dalam menjaga konsistensi dalam berkontribusi di dunia pendidikan sepanjang tahun 2025, Yayasan AHM menggelontorkan lebih dari Rp1,5 miliar beasiswa pendidikan yang disalurkan kepada 480 penerima manfaat dari berbagai wilayah di Indonesia. Beasiswa diberikan dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo. Beasiswa diharapkan dapat membantu para peserta didik dari berbagai jenjang dalam menjalani kegiatan belajar guna mencapai impiannya.




Veda dan Ramadhipa Tutup Musim 2025 di Eropa dengan Capaian Membanggakan

Veda dan Ramadhipa Tutup Musim 2025 di Eropa dengan Capaian Membanggakan (dok Honda).

Veda dan Ramadhipa Tutup Musim 2025 di Eropa dengan Capaian Membanggakan

JAKARTA, Prolite – Dua pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa menutup musim balap internasional 2025 dengan capaian membanggakan di ajang FIM JuniorGP dan European Talent Cup (ETC). Melalui perjuangan panjang di lintasan bergengsi Eropa, keduanya menempatkan pebalap Indonesia dalam level yang semakin tinggi di kancah balap dunia.

Veda Ega Pratama mengakhiri musim 2025 di posisi 10 besar klasemen FIM JuniorGP dengan total 70 poin. Capaian ini menjadi rekor baru bagi Astra Honda Racing Team, di mana Veda berhasil meraih enam finish Top 10 berturut-turut, prestasi yang belum pernah dicapai sebelumnya oleh pebalap Indonesia di ajang ini. Musim ini juga menjadi momentum penting bagi Veda yang tampil konsisten di baris depan dalam beberapa seri, termasuk dua kali start dari baris kedua grid, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam performanya.

Sementara itu, Ramadhipa menutup musim di posisi kelima klasemen European Talent Cup (ETC) dengan raihan 129 poin. Pada musim 2025 ini, sejak putaran awal Ramadhipa langsung meraih podium pada balapan pertamanya di Portugal. Pebalap asal Sleman, Yogyakarta ini pun konsisten bertarung di posisi tujuh besar dalam seri berikutnya.

Prestasi kembali diraih oleh pebalap berusia 15 haun ini dengan memenangi race 1 seri Prancis dan mengumandangkan Indonesia Raya di Sirkuit Magny-Cours. Itu adalah kemenangan perdana Kiandra dan Astra Honda di ETC. Puncak performanya terjadi di seri Barcelona awal November lalu, ketika dirinya mencetak kemenangan spektakuler setelah start dari posisi ke-24. Kemenangan ini menjadikannya pebalap Indonesia pertama yang berdiri di podium utama ajang ETC, sebuah torehan yang membanggakan dunia balap Tanah Air.

Putaran pamungkas musim ini digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, 22-23 November. Pada putaran terakhir tersebut, Veda tampil kuat di race 1 dan berhasil finis di posisi ke-10, namun mengalami insiden pada race 2 yang membuatnya gagal menyelesaikan balapan. Lalu Ramadhipa, yang juga tampil di sirkuit yang sama untuk putaran terakhir ETC, mengalami nasib serupa setelah terjatuh di penghujung lomba saat berjuang di barisan depan.

Bagi Veda, bersaing di FIM JuniorGP 2025 menjadi musim yang sangat penting. Setelah bekerja keras sepanjang tahun, hasilnya terlihat dari peningkatan yang dicapai, terutama pada beberapa seri terakhir. Dirinya pun mengaku banyak belajar sepanjang musim. Bekal yang sudah dikantongi akan dibawanya ke level berikutnya di ajang Moto3 World Championship bersama Honda Team Asia tahun depan.

”Saya sangat berterima kasih kepada Junior Talent Team karena sudah bersama-sama bekerja keras sepanjang tahun ini. Saya harus belajar lebih lagi tentang set up motor dan perlu meningkatkan gaya balap. Akhirnya, terima kasih kepada Astra Honda atas atas kepercayaan, dukungan, dan semua perjalanan yang sudah kami hadapi,” ujar Veda

Sementara Ramadhipa juga menyampaikan rasa syukur dan tekadnya untuk terus berkembang. Menurutnya, musim ini sungguh penuh tantangan, tapi juga memberikan banyak pelajaran dan pengalaman luar biasa. Kemenangan di Barcelona menjadi momen tak terlupakan, meski pada balapan pamungkas tidak berakhir seperti yang diinginkan.

”Saya sangat senang bisa menutup musim 2025, tetapi sayangnya saya juga sedikit kecewa karena terjatuh pada balapan terakhir. Untungnya, saya tidak mengalami cedera. Saya berterima kasih kepada tim yang sudah bekerja keras. Tahun depan saya akan mencoba mempersiapkan diri lebih baik. Terima kasih atas semua dukungan, dan kepada Astra Honda atas kepercayaannya kepada saya, sejak awal perjuangan di Eropa,” kata Rama.

Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning and Analysis AHM mengapresiasi capaian dua pebalap muda ini sebagai bukti nyata salah satu keberhasilan pembinaan balap berjenjang yang dilakukan Astra Honda.

”Kami mengapresiasi perjuangan Veda dan Ramadhipa di musim 2025 ini. Mereka memanfaatkan secara maksimal kesempatan yang mereka dapatkan dan telah menunjukkan semangat kompetisi yang tinggi, serta membuktikan bahwa pembalap muda Indonesia mampu bersaing di level internasional. Veda kini siap melangkah ke kejuaraan dunia Moto3 bersama Honda Team Asia, dan Ramadhipa juga terus menunjukkan progres yang luar biasa. Pencapaian mereka juga tak luput dari hasil kerja keras, disiplin, dan dukungan tanpa henti dari seluruh masyarakat Indonesia,” kata Andy.

Penampilan Veda Ega Pratama dan Ramadhipa di Eropa menegaskan komitmen AHM dalam mencetak generasi pebalap berprestasi internasional melalui jalur pembinaan yang terstruktur dan berjenjang. Dengan semangat Satu Hati Indonesia Juara, AHM terus membuka jalan bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk berkompetisi di ajang dunia dan membawa nama bangsa semakin berkibar di lintasan global.




Kesalahan Kecil Saat Berkendara yang Sering Menjadi Pemicu Kecelakaan

Kesalahan Kecil Saat Berkendara yang Sering Menjadi Pemicu Kecelakaan (dok Honda).

Kesalahan Kecil Saat Berkendara yang Sering Menjadi Pemicu Kecelakaan

Prolite – Banyak kecelakaan sepeda motor ternyata bukan disebabkan oleh kecepatan tinggi atau manuver berbahaya, melainkan berawal dari kebiasaan kecil yang kerap diabaikan pengendara. Hal-hal sepele ini dapat berubah menjadi risiko besar apabila tidak diperhatikan dengan baik.

Instruktur Safety Riding Center DAM, Ludhy Kusuma, menjelaskan bahwa perilaku pengendara sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan di jalan.

“Kecelakaan sering berawal dari kebiasaan kecil yang dianggap sepele. Jika pengendara lebih peka dan disiplin, banyak insiden dapat dicegah sejak awal. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus mengedukasi pengendara agar selalu mengutamakan ‘#Cari_Aman’,” ujar Ludhy.

dok Honda
dok Honda

Berikut kesalahan kecil yang paling sering menjadi pemicu kecelakaan:

1. Lupa Mematikan Lampu Sein
Lampu sein yang tidak dimatikan setelah berbelok dapat membuat pengendara lain salah memahami arah motor. Situasi ini sering berujung pada tabrakan, terutama di jalan ramai atau area persimpangan.

2. Terlalu Dekat dengan Kendaraan Besar
Berkendara terlalu dekat dengan bus atau truk membuat pengendara masuk ke area blindspot. Motor menjadi tidak terlihat sehingga risiko terserempet atau tertabrak meningkat tajam.

3. Menggunakan HP Saat Berkendara
Mengecek pesan, melihat notifikasi, atau sekadar melirik layar dapat mengalihkan fokus dan memperlambat refleks. Sekali saja perhatian terpecah, pengendara bisa kehilangan kendali dan memicu kecelakaan.

4. Terburu-buru Tanpa Memperhatikan Situasi Sekitar
Keinginan cepat sampai membuat sebagian pengendara mengambil keputusan berbahaya, seperti menyalip sembarangan atau memaksa masuk celah sempit. Perilaku terburu-buru menjadi salah satu penyebab utama insiden di jalan.

5. Mengabaikan Safety Check Sederhana
Hal kecil seperti tidak mengecek tekanan ban, kondisi rem, atau lampu kendaraan sering diabaikan. Padahal, ban kurang angin atau rem tidak pakem bisa menyebabkan motor oleng dan sulit dikendalikan.

Ludhy menambahkan, “Keselamatan bukan hanya soal keterampilan berkendara, tetapi juga soal kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Semakin disiplin kita terhadap hal-hal kecil, semakin besar peluang untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” ujarnya.




Pentingnya Pahami Peran dan Tugas Petugas Touring untuk Perjalanan yang Aman

Petugas Touring

Pentingnya Memahami Peran dan Tugas Petugas Touring untuk Perjalanan yang Aman

Prolite – Dalam kegiatan touring kelompok, keamanan dan kenyamanan peserta selalu menjadi fokus utama. Kelancaran sebuah touring tidak hanya bergantung pada kemampuan berkendara, tetapi juga pada koordinasi yang solid antar petugas yang memiliki tugas dan peran masing-masing.

Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, menyampaikan bahwa pemahaman struktur petugas touring perlu dipahami oleh seluruh peserta agar perjalanan berlangsung lebih tertib dan minim resiko.

“Setiap petugas memiliki fungsi yang saling melengkapi. Ketika semua peran berjalan sesuai tugasnya, touring akan berlangsung lebih aman, nyaman, dan tentu semakin mencerminkan semangat #Cari_Aman bagi seluruh peserta,” ujar Ludhy.

1. Road Captain: Pengarah Utama Rombongan

Road Captain adalah pemimpin barisan. Ia bertanggung jawab mengatur alur perjalanan, seperti:

  • Menyampaikan informasi rute, titik rawan, dan aturan touring saat briefing.
  • Menentukan kecepatan dan jarak aman antar motor.
  • Memastikan semua peserta memahami kode komunikasi.
  • Mengambil keputusan cepat jika terjadi perubahan kondisi di jalan.

Menurut Ludhy, “Road Captain harus mampu menjaga ritme perjalanan agar seluruh rombongan tetap terkoordinasi.”

2. Officer: Pendukung Operasional dan Komunikasi

Officer menjadi penghubung antara petugas dan peserta. Perannya antara lain:

  • Mendampingi petugas dokumentasi.
  • Menyediakan kebutuhan tambahan peserta, seperti air minum atau informasi rute.
  • Menjembatani komunikasi antara Road Captain, Sweeper, dan tim lainnya.

3. Sweeper: Penjaga Ketertiban di Barisan Belakang

Sweeper berada di posisi paling belakang dan memastikan tidak ada peserta yang tertinggal. Tugas lainnya meliputi:

  • Memastikan barisan tetap utuh.
  • Mengarahkan peserta yang keluar jalur.
  • Memberikan laporan kondisi belakang kepada tim depan jika terjadi hambatan.

4. Medkit: Penanganan Kesehatan Saat Darurat

Medkit berperan penting untuk menjaga kondisi kesehatan peserta:

  • Memberikan pertolongan pertama jika terjadi insiden.
  • Memantau kesiapan fisik peserta, terutama di jalur panjang atau medan sulit.

5. Mekanik: Penjaga Kesiapan Motor Peserta

Peran mekanik memastikan kendaraan peserta tetap dalam kondisi optimal:

  • Menangani gangguan teknis atau kerusakan motor selama perjalanan.
  • Memberikan rekomendasi solusi jika terjadi kendala yang lebih berat.

Ludhy menambahkan, “Motor yang sehat adalah kunci touring yang nyaman. Kehadiran mekanik membuat peserta merasa lebih tenang selama perjalanan.”

DAM mengingatkan bahwa selain memahami peran petugas touring, peserta juga wajib mengenakan perlengkapan berkendara lengkap seperti helm, jaket, sarung tangan, sepatu, dan protektor tambahan.

“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Dengan memahami peran masing-masing petugas, perjalanan rombongan menjadi lebih aman dan penuh kebersamaan,” tutup Ludhy.

Selalu #Cari_Aman dalam setiap perjalanan.