Masih Banyak Zona Merah Ojol di Kota Bandung, Catatan Penting Pemerintah
Category: Bisnis
September 13, 2024
Masih Banyak Zona Merah Ojol di Kota Bandung, Catatan Penting Pemerintah
Prolite – Setelah selesai permasalahan ojek pangkalan (Opang) dan ojek online (Ojol) di Pasir Impun Kota Bandung selesai dengan kesepakatan damai.
Sebelumnya sempat terjadi kesalah pahaman beberapa waktu lalu yang berakibatkan bentrokan kedua belah pihak.
Usai dilakukan mediasi dan kini Pasir Impun sudah memasuki zona hijau dari sebelumnya zona merah.
Namun sebenarnya di Kota Bandung untuk zona merah Ojol masih banyak tersebar di berbagai wilayah.
Namun, sejumlah warga mengungkap bahwa masih ada beberapa area di Bandung yang masi belum berstatus zona hijau.
Beberapa warganet menyebutkan untuk area Cipadung, Ciguruwik, Cijambe, Cinunuk masih belum berstatus zona hijau.
Dengan adanya zona merah untuk ojek online di rasa sangat mengganggu untuk masyarakat yang akan memilih moda transportasi.
Permasalahan bentrok antara ojek pangkalan dan ojek online memang bukan kali pertama banyak masalah yang ada di antara mereka dan belum pernah terselesaikan.
Salah satu masalahnya yakni perebutan penumpang yang sering terjadi diantara mereka.
Pasalnya Ojek Pengkolan sering memberhentikan ojek online yang akan memasuki wilayahnya dengan alasan mengantar penumpang hanya boleh sampai ojek pengkolan.
Bukan hanya itu saja namun kadang opang suka memalak uang kepada pengemudi ojek online yang akan mengantarkan penumpang ke wilayahnya.
Ketidak nyamanan itu yang membuat penumpang resah dan merasa tidak nyaman dengan keadaannya.
Masyarakat meminta kepada pemerintahan untuk segera menyelesaikan permasalahan yang sejak dulu tidak ada jalan keluarnya.
Keberanian Pengemudi Ojol : Berhasil Menyelamatkan Penumpang dari Penyanderaan
Category: Daerah
September 13, 2024
JAKARTA. Prolite – Seorang pengemudi ojol bernama Achmad Rifyannur (26) telah berhasil menyelamatkan penumpangnya yang bernama Gira dari penyanderaan komplotan penipu yang menyamar sebagai perusahaan lowongan kerja di Kota Bekasi.
Kronologi Awal Dari Sudut Pandang Pengemudi Ojol
Semua dimulai ketika pengemudi ojol yaitu Achmad menerima pesanan ojol dari seseorang bernama Gira dengan alamat di ruko Grand Central Galaxy, Bekasi Selatan, pada hari Selasa (25/7/2023) pagi.
Achmad menceritakan, “Awalnya, setelah saya selesai makan nasi kuning di daerah Galaxy, sekitar jam 8 pagi, saya mendapat order atas nama Gira. Jarak tempuhnya sekitar 800 meter untuk menjemput CS (customer).” ungkap Achmad saatdihubungi pada Kamis (27/7/2023).
Achmad merasa curiga dengan isi chat personal yang dikirim oleh penumpangnya. Alasannya adalah karena sang penumpang secara langsung mengungkapkan rasa ketakutannya ketika tengah berada di dalam ruko tersebut.
isi chat pengemudi ojol dengan penumpangnya – Cr.
Setelah membaca pesan dari Gira, Ahmad merasa bingung dan ingin mengetahui alasan di balik kegemetarannya dan niatnya untuk kabur.
Tak berlangsung lama, Gira pun segera memberikan penjelasan tentang kondisinya. Dia menceritakan bahwa saat itu dia berada di dalam sebuah ruko, sedang berusaha melamar pekerjaan.
“Akhirnya dia menjelaskan bahwa dia berada di dalam ruko sedang melamar kerja tetapi tempat tersebut diindikasi sebagai loker (lowongan kerja) penipuan,” jelasnya.
Mendengar cerita Gira, Ahmad langsung memahami situasi dan menyadari bahwa ada banyak kasus penipuan loker di ruko-ruko di sekitar tempat tersebut. Tanpa ragu, Ahmad mengambil tindakan cepat dan segera menuju tempat di mana Gira berada untuk menjemputnya.
Setelah tiba di depan pintu masuk ruko, Ahmad langsung berhadap-hadapan dengan dua atau tiga penjaga keamanan yang menatap wajahnya dengan tajam. Dengan tekad bulat, dia siap menghadapi segala kemungkinan yang mungkin terjadi.
“Saat itu, saya lillahi ta’ala saja. Saya siap untuk mengambil resiko apa pun,” ucap Ahmad.
Beruntungnya, situasi tersebut tidak berakhir dalam perkelahian fisik. Ahmad dengan cerdik dan tenang berhasil membawa Gira keluar dari ruko tersebut tanpa harus berselisih dengan para penjaga keamanan.
Saat dalam perjalanan mengantar penumpangnya untuk kabur dari lokasi, Ahmad tidak melepaskan pertanyaan. Dia ingin mengetahui secara kronologis bagaimana Gira bisa terjebak di dalam ruko dan menjadi korban dari penipuan loker tersebut.
Kronologi Dari Sudut Pandang Korban Melalui Pengemudi Ojol
sosok pengemudi ojol bernama Achmad – Cr. Tribunnews
Achmad mengungkapkan bahwa Gira, penumpangnya, berniat melamar pekerjaan di Kota Bekasi dan berangkat pagi-pagi buta dari kosannya di wilayah Jakarta Barat dengan menaiki kereta api.
Gira mengungkapkan bahwa dia mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan dari sebuah aplikasi pencari kerja online.
“Dia bilang sebelumnya ia melamar pekerjaan melalui Jobstreet, dengan nama perusahaan A dan lokasi di Jakarta, dan di Jobstreet disebutkan bahwa pelamar tidak dikenai biaya apapun,” jelas Achmad.
Namun, ketika dia menerima panggilan untuk wawancara, dia menyadari bahwa alamat dan nama perusahaan yang tertera dalam panggilan tersebut berbeda dengan informasi yang dia lihat di aplikasi Jobstreet.
“Alamat perusahaan tersebut ternyata berada di Bekasi dan nama PT-nya juga berbeda dari yang dia apply di Jobstreet,” tambahnya.
Gira mengungkapkan kepada Ahmad bahwa dia merasa seperti ditahan di dalam Ruko oleh HRD (Human Resources Department). Bahkan saat dia datang untuk melamar kerja, dia langsung dipaksa membayar Rp 1,5 juta sebagai biaya administrasi.
Meskipun takut, Gira berharap bahwa dengan membayar biaya tersebut, dia memiliki peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Akibatnya, dia merelakan uang sebesar Rp 350 ribu untuk membayar biaya tes.
Namun, kekecewaan pun datang karena tidak ada tes apapun yang dilakukan oleh pihak perusahaan terhadap para pelamar. Alih-alih mendapat peluang kerja, Gira bersama dengan para pelamar lainnya, dipaksa untuk naik ke lantai dua.
Di sana, HRD menjelaskan bahwa ada biaya administrasi yang bisa dicicil, tetapi mereka menekankan agar para pelamar membayar Rp 1,5 juta pada hari itu juga.
“Disuruh bayar Rp 1,5 juta hari ini harus ada. Kalau enggak ada, diperintahkan untuk pinjam uang ke orangtua, saudara, atau tetangga. Maka dari itu sebabnya kenapa customer saya mau kabur,” ujar Achmad.
Merasa tertipu dan terjebak di dalam Ruko, Gira mengambil inisiatif dengan memesan ojek online agar bisa kabur dari situasi berbahaya tersebut.
Awalnya, ketika ditanya oleh komplotan penipu, Gira menyatakan bahwa dia sedang memesan makanan melalui ojek online dan meminta izin untuk keluar dari Ruko. Namun, usaha tersebut gagal karena para komplotan melarangnya untuk meninggalkan tempat tersebut.
Tidak menyerah, Gira mencari cara lain untuk melarikan diri. Dia berpura-pura meminta izin untuk pergi ke toilet yang terletak di lantai satu Ruko, sambil mengatur rencana dengan Ahmad untuk menjemputnya di depan pintu Ruko.
Begitu dia mengetahui bahwa Ahmad sudah ada di depan pintu, Gira segera berlari dari dalam toilet menuju pintu keluar, dan dengan bantuan Ahmad, mereka berhasil kabur dari Ruko yang berlokasi di Kota Bekasi tersebut.
Kecerdikan Gira serta keberanian Ahmad yang merupakan seorang pengemudi ojol dalam situasi yang menegangkan ini berhasil menyelamatkan Gira dari bahaya dan penipuan yang mengancamnya.
Kisah ini menunjukkan pentingnya berhati-hati dan bijaksana dalam menghadapi situasi yang tidak aman. Tetaplah berhati-hati terhadap penipuan lowongan kerja yang sedang marak terjadi saat ini.
Mari kita apresiasi pengemudi ojol ini sebagai bentuk penghargaan atas keberaniannya. Kita juga ucapkan terimakasih kepada para pengemudi ojol yang telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik untuk membantu para penumpangnya.
Artis Bobby Joseph Ditangkap Usai Menggunakan Narkotika Golongan 1
Category: News
September 13, 2024
Artis Bobby Joseph Ditangkap karena Menggunakan Tembakau Sintesis
JAKARTA, Prolite – Lagi-lagi kabar mengejutkan datanh dari kalangan artis kini Bobby Joseph ditangkap satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan.
Artis kelahiran tahun 1991 ini ditangkap karena telah menggunakan narkotika golongan I.
“Dia menggunakan,” kata Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jaksel Kompol Achmad Ardhy saat dihubungi, Senin (24/7/2023).
Ardhy mengatakan Bobby juga mengakui bahwa dia pemilik tembakau sintetis yang diamankan pihak kepolisian. Namun pihak kepolisian masih mendalami sejak kapan dia mulai menggunakan barang tersebut.
Sebelumnya Bobby Joseph pernah di tangkap pada Desember 2021 lalu saat melakukan transaksi pembelian sabu di Kalideres Jakarta Barat.
Barang bukti yang di temukan saat penangkapan berupa sabu seberat 0,49 gram yang di sembunyikan dalam sebungkus rokok.
Diketahui Bobby memulai karirnya di dunia acting pada tahun 2007 dalam sinetron Candy bersama Terry.
Namun berjalannya waktu pria keturunan Prancis Indonesia itu vakum pada tahun 2019 karena kekurangan job. Hingga akhirnya memilih untuk bekerja sebagai supir ojek onlineselama beberapa bulan.
Kini dikabarkan ia mempunyai usaha di bidang kuliner dan property di Bali.
Setelah sekian lama tidak ada kabar Bobby muncul di depan publik membawakan kabar yang menghebohkan netizen.
Ia di tangkap dikediamannya di Cinere, Depok pada Jumat 21 Juli 2023 malam dengan barang bukti 0,46 gram tembakau sintesis atau juga biasa disebut sinte.
Pihak kepolisian, lanjut Ardhy, sudah melakukan uji laboratorium terkait barang bukti yang ada. Hasilnya positif barang bukti itu tembakau sintetis.
“Barang bukti tembakau sintetis, sudah dilakukan proses cek lab. Dan positif, itu tembakau sintetis,” ujarnya.