Warga Ujungberung Pertama Kalinya Ternak Nyamuk Wolbachia Cegah Penyebaran DBD

Ilustrasi nyamuk wolbachia (Pixabay).

Warga Ujungberung Pertama Kalinya Ternak Nyamuk Wolbachia Cegah Penyebaran DBD

BANDUNG, Prolite – Nyamuk Wolbachia yang sedang ramai karena bisa membasmi penyebaran nyamuk demam berdarah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menggelar On The Job Training Strategi dan Manajemen Implementasi Wolbachia untuk Kecamatan Ujungberung.

Pemerintah Kota Bandung akan mengimplementasikan inovasi nyamuk wolbachia ke dalam telur-telur nyamuk Aedes aegypti. Upaya ini baru akan diujicobakan di Kecamatan Ujungberung.

Kota Bandung juga termasuk daerah endemis DBD dengan kasus yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mengeluarkan keputusan, Kota Bandung merupakan 1 dari 5 kota percontohan untuk implementasi penanggulangan DBD berbasis teknologi wolbachia.

jabarprov
jabarprov

Adapun penerapan teknologi wolbachia adalah penyuntikkan bakteri wolbachia kepada telur nyamuk Aedes aegypti, sehingga menetas menjadi nyamuk dewasa.

Jika nyamuk tersebut menggigit pengidap virus demam berdarah, maka virus yang dihisap nyamuk akan mati dengan bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tersebut tidak akan bisa menyebarkan virus demam berdarah lagi ke tubuh manusia.

Kecamatan Ujungberung terpilih sebagai pilot project karena termasuk dalam 10 kecamatan dengan kasus DBD terbanyak di Kota Bandung tahun 2022. Selain itu, Kepala UPT Puskesmas Ujungberung pun telah mendapat pelatihan mengenai inovasi nyamuk wolbachia di Yogyakarta.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani menyampaikan implementasi bulan Oktober mendatang, sambil menunggu akan menitipkan telur nyamuk Aedes aegypti yang sudah menyuntikkan wolbachia ke dalam ember. Harapannya, nyamuk-nyamuk ini akan menggantikan nyamuk Aedes aegypti yang memiliki virus demam berdarah.

Lalu, nyamuk-nyamuk tersebut bisa kawin dengan nyamuk lokal untuk menghasilkan nyamuk lain yang otomatis sudah memiliki bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tidak akan bisa menjadi perantara virus dengue lagi.

“Telur-telur yang sudah disuntikkan wolbachia ini diproduksinya di lab entomologi atau lab serangga. Kota Bandung itu dapatnya dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Salatiga,” ungkapnya.

Ira menjelaskan, wolbachia sering ditemui dalam keseharian. Bakteri tersebut ada di dalam tubuh lalat buah, hewan-hewan kecil yang biasanya suka terbang di pisang atau buah-buahan.

“Di skema ini, nyamuk Aedes aegypti akan tetap ada untuk keseimbangan ekologis. Tapi dia sekarang sudah mengandung bakteri wolbachia supaya bisa menghentikan penyebaran virus dengue,” ucapnya.

Kota pertama yang mengimplementasikan inovasi ini adalah Yogyakarta. Dari penelitian dan implementasi nyamuk wolbachia di sana, kasus DBD bisa turun sampai 70 persen.

Meski begitu, Ira mengatakan, nyamuk wolbachia ini bukan berarti menggantikan seluruh upaya pencegahan DBD yang ada. Langkah-langkah sebelumnya akan tetap dijalankan, seperti 3M (menguras, menutup, dan mengubur), fogging sesuai indikasi, dan Gerakan Satu Rumah Satu Juru Jumantik.

Ke depannya, akan ada ember yang disebar se-Kota Bandung. Namun, untuk penyebarannya harus melihat dari peta udara dan satelit mengenai luas wilayah serta jumlah hunian. Sehingga tidak bisa disamaratakan jumlahnya tiap kecamatan.

Ira menuturkan, inovasi ini juga untuk mengurangi paparan kimia yang tidak sesuai indikasi. Sehingga lebih aman bagi lingkungan, masyarakat, juga secara ekonomis lebih murah. Sedangkan jika dibandingkan dengan fogging, lebih membutuhkan biaya untuk bensin dan obatnya.

“Kalau memang ini bisa diterapkan secara merata, harapannya angka kasus bisa turun karena virus dengue sudah tidak ada. Lalu, fogging juga bisa berkurang, sehingga dananya bisa dialihkan ke hal lain yang lebih penting,” imbuhnya.




Penyebaran Nyamuk Wolbachia di Indonesia Berguna Mengurangi Kasus DBD

Ilustrasi nyamuk wolbachia (Pixabay).

Prolite – Miliarder asal Amerika Serikat Bill Gates telah melakukan pengembangbiakan nyamuk wolbachia di Medellin, Kolombia.

Dalam bangunan bata berlantai dua itu para ilmuan bekerja berjam-jam di laboratorium yang lembab untuk bisa mengembang biakan nyamuk itu.

Dalam prosesnya para ilmuan yang melakukan pengembang biakan nyamuk harus memenuhi kebutuhan serangga saat mereka tumbuh dari larva hingga kepompong dewasa.

Ilmuan harus menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan untuk pengembang biakan jutaan nyamuk dengan terus menjaga suhu tetap tepat dan memberi banyak makanan ikan, gula dan darah.

Lantas apa manfaat dari nyamuk wolbachia? Simak penjelasannya berikut ini.

kementeriankesehatanRI
kementeriankesehatanRI

Dijelaskan bahwa, ternak nyamuk yang diproduksi di pabrik ini membawa bakteri bernama Wolbachia yang menghalangi mereka menularkan demam berdarah dan virus lainnya, seperti Zika, chikungunya dan demam kuning ke manusia.

Pesan mengenai manfaat perkembang biakan nyamuk ini ia sampaikan melalui blog resminya yang menyebutkan bahwa nyamuk ini tidak akan meneror penduduk setempat.

Melainkan nyamuk wolbachia akan membantu menyelamatkan jutaan nyawa manusia karena nyamuk ini akan mencegah berbagai penyakit.

“Saya telah menulis sebelumnya tentang nyamuk Wolbachia yang menakjubkan ini, termasuk tahun lalu ketika sebuah studi baru menunjukkan betapa efektifnya mereka dalam mencegah penyakit,” mengutip CNN Indonesia, Minggu (19/11/2023).

Sebelumnya penyebaran nyamuk ini sudah terbukti ampuh setelah uji coba di Yogyakarta.

“Uji coba acak yang terkontrol di Yogyakarta Indonesia mendapatkan fakta bahwa nyamuk pembawa Wolbachia mengurangi kasus DBD di kota itu sebanyak 77 persen dan pasien rawat inap DBD sebanyak 86 persen,” tulis Gates lagi.

Program Nyamuk Dunia yang memimpin upaya Wolbachia sekarang melepaskan nyamuk ini di 11 negara yaitu Brasil, Kolombia, Meksiko, Indonesia, Sri Lanka, Vietnam, Australia, Fiji, Kiribati, Kaledonia Baru, dan Vanuatu.

Program Nyamuk Dunia bertujuan untuk menyebarkan Wolbachia di antara nyamuk Aedes aegypti , nyamuk tropis yang menjadi inang demam berdarah, demam kuning, dan virus lainnya. (Malaria disebarkan melalui parasit yang dibawa oleh nyamuk Anopheles dan bukan merupakan fokus dari upaya Wolbachia).

Nyamuk ini akan dilepaskan untuk kawin dengan populasi nyamuk liar, menyebarkan bakteri Wolbachia yang disebut bisa menghalangi penularan demam berdarah dan penyakit lain yang dibawa nyamuk ke manusia.