NasDem Apresiasi Pemkot Bandung Atas Inisiasi Raperda Ketertiban Umum

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga

NasDem Apresiasi Pemkot Bandung Atas Inisiasi Raperda Ketertiban Umum

BANDUNG, Prolite — Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Bandung atas inisiatif penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat.

Menurut Rendiana, langkah Pemkot Bandung, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), telah menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan regulasi yang berpihak pada kepastian hukum, kemanfaatan, keadilan, keterbukaan, serta partisipasi masyarakat.

“Penguatan regulasi di bidang ketertiban umum bukan hanya untuk menertibkan aktivitas masyarakat, tetapi juga menjaga kualitas hidup warga, menciptakan rasa aman di ruang publik, dan memperkuat ketahanan sosial di tengah dinamika perkotaan yang kompleks,” ujar Rendiana dalam rapat paripurna DPRD Kota Bandung.

Ia menilai, penyusunan Raperda ini mencerminkan kesadaran pemerintah terhadap tantangan baru akibat urbanisasi, perkembangan teknologi, serta meningkatnya risiko bencana di wilayah perkotaan. Pendekatan pentahelix yang diatur dalam Raperda, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas masyarakat.

Empat Alasan Urgensi Raperda

Rendiana menjelaskan, Raperda ini mendesak untuk segera disahkan karena beberapa alasan utama:

  1. Dinamika Aktivitas Masyarakat. Tingginya mobilitas warga menimbulkan potensi gangguan ketertiban seperti kemacetan, kebisingan, dan penataan PKL yang belum tertib.
  2. Penyesuaian Regulasi. Diperlukan harmonisasi dengan aturan baru serta antisipasi terhadap penyalahgunaan teknologi.
  3. Penguatan Peran Linmas. Linmas berperan penting dalam menjaga keamanan lingkungan dan penanggulangan bencana.
  4. Amanat Undang-Undang. Berdasarkan Pasal 12 ayat (1) huruf e UU Nomor 23 Tahun 2014, ketertiban umum merupakan urusan wajib pemerintahan daerah.

Tantangan dan Peluang

Rendiana juga menyoroti tantangan di lapangan, seperti rendahnya kesadaran hukum masyarakat, keterbatasan personel Satpol PP dan Linmas, serta belum optimalnya koordinasi lintas OPD.

Namun, ia menilai masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan, terutama melalui penggunaan teknologi digital.

“Kota Bandung bisa memperkuat pengawasan berbasis teknologi seperti pemasangan CCTV, aplikasi pengaduan warga, hingga integrasi data dengan pusat komando Satpol PP. Kolaborasi dengan komunitas dan dunia usaha juga harus diperluas,” katanya.

Substansi dan Rekomendasi

Menurutnya, Raperda ini telah mengatur aspek penting mulai dari asas penyelenggaraan hingga penegakan hukum dan sanksi administratif yang adil.

Fraksi NasDem pun mengajukan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya:

  1. Mendorong edukasi hukum di sekolah, kampus, dan komunitas.
  2. Meningkatkan kapasitas Linmas dengan pelatihan dan peralatan modern.
  3. Mengoptimalkan sistem pengawasan digital terintegrasi.
  4. Menerapkan pendekatan restoratif terhadap pelanggaran ringan guna membangun kesadaran warga.

Rendiana berharap, Raperda ini dapat menjadi instrumen penting dalam menciptakan Kota Bandung yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya.

“Keterlibatan masyarakat menjadi kunci. Ketertiban tidak akan tercapai hanya dengan aturan, tapi dengan kesadaran kolektif untuk menjaga kota ini bersama-sama,” tutupnya.




Nasdem Resmikan Kantor Pemenangan Farhan – Erwin

Nasdem Resmikan Kantor Pemenangan Farhan – Erwin

BANDUNG, Prolite – Partai Nasdem resmikan kantor dan Sekertariat Pemenangan Bersama Calon Kepala Daerah M Farhan dan Erwin.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Kota Bandung Rediana Awangga mengatakan sekertariat Nasdem ini menempati lahan seluas meter. Dimana di dalamnya ada centre hall (aula tenga, red), ada kesekretariatan, lalu di belakang ada lapangan olahraga voli dan basket, ada juga klinik gratis.

“Terus ini aulanya juga bisa dipakai buat khitanan, buat kawinan oleh masyarakat tanpa dipungut biaya. Perkiraan biaya pembangunannya Rp 1,6 baru tahap awal totalnya sih kalau misalnya sampai semuanya mungkin sekitar 2,5 M kita perlu,” jelas Awang usai peresmian, Jumat petang (13/9/2024).

Pembiayaan sendiri diakui Awang dari sumbangan kader, para anggota dewan dan calon Wali Kota Bandung Farhan.

Awang menegaskan bahwa kantor sekertariatnya itu memang ingin digunakan bukan hanya oleh kader namun betul-betul masyarakat umum.

“Sekretariat yang inklusif yang memang tidak eksklusif hanya untuk kader tapi juga dapat digunakan oleh masyarakat umum. Jadi masyarakat umum terbiasa untuk beraktivitas, berdampingan dengan partai politik, salah satu partai Nasdem,” tuturnya.

“Jadi memang ada rencana akan kita berikan untuk partai Nasdem lahan ini. Sekali lagi ini untuk umum, untuk masyarakat, boleh kapan saja. Selama masyarakat yang menggunakan tempat ini kita persilahkan kader ataupun di luar kader, tegasnya.

Ditempat yang sama Calon Wali Kota Bandung M Farhan mengatakan Sekertariat koalisi partai ini menjadi sangat penting. Karena tanpa koalisi partai Farhan dan Erwin tidak akan ada disitu.

“Untuk itu kami bersyukur bahwa pada akhirnya sebelum masa kampanye kita sudah mendirikan sekretariat bersama koalisi partai pendukung Farhan Erwin di Pilkada 2024,” ujar Farhan seraya mengatakan tempat tersebut merupakan kantor koalisi partai pertama di Indonesia.




Bangun Chemistry Koalisi Untuk Pilwalkot Bandung, Partai Nasdem Kunjungi PKS

koalisi nasdem-pks

Bangun Chemistry Koalisi Untuk Pilwalkot Bandung, Partai Nasdem Kunjungi PKS

BANDUNG, Prolite – Jelang Pilwalkot Bandung di tahun ini, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bangun chemistry koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara formal partai pimpinan Surya Paloh ini datang ke kantor PKS Kota Bandung Jalan Katamso.

Baik Nasdem maupun PKS mengaku pertemuan ini selain mencari chemistry, kecocokan juga ingin lebih dalam, saling memahami visi misi dalam rencana membangun kota Bandung ke depan yang akan dipimpin kader terbaiknya.

Namun demikian pertemuan ini bukan sebagai harga mati koalisi karena ke depan bisa berubah atau tetap bahkan koalisi bertambah dengan partai lainnya.

Ketua Nasdem DPD Kota Bandung Rendiana Awangga menyampaikan bahwa sebenarnya chemistry ataupun koalisi  Nasdem dan PKS sudah terjalin lama.

“Pertama memang bersama PKS sudah terjalin chemistry cukup lama baik di fraksi ataupun di pertemuan informal berapa waktu sebelumnya termasuk berjuang bersama pada saat Pilpres, kita sudah saling mengetahui kekuatan masing-masing,” ujar Awangga sapaan akrabnya, Senin (20/5/2024).

Bahkan Awangga mengaku optimis berkoalisi dengan PKS Pilwalkot Bandung akan dimenangkan.

koalisi nasdem-pks

Namun disinggung Nasdem memilih posisi wali kota atau wakil wali kota, ditegaskan Awangga saat ini tugas dan hasil pleno bahwa Nasdem untuk calon wali kota.

“Namun keputusan akhir ada di DPP. Dan sampai hari ini masih dua nama yang diajukan. Saya (Rendiana Awangga) dan Muhammad Farhan, keputusan seperti apa itu nanti,” tandasnya.

“Yang pasti kami kesini ingin membangun chemistry menyamakan visi misi memajukan kota Bandung dan memastikan siapa pun yang nanti ditetapkan memiliki peluang menang. Ini komunikasi pertama kami dilakukan dengan PKS,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Ketua DPD PKS Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama mengapresiasi kunjungan formal itu terlebih Nasdem hadir fullteam.

Ahmad mengaku ada chemistry atau kecocokan antara PKS dan Nasdem. Bahkan bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional 20 Mei diharapkan menjadi momentum yang baik

“Alhamdulillah ini pertemuan formal partai Nasdem ke PKS dan baru Nasdem silahturahmi formal ke kantor. Kami sangat bahagia, kami sepertinya memiliki chemistry banyak kecocokan mudah-mudahan berjodoh dihari kebangkitan ini dan akan bertemu syukuran berjodoh menang pilwalkot mendatang di bulan November,” harap Ahmad.

Hasil pertemuan itu akan dilaporkan ke DPW (Dewan Pengurus Wilayah) Provinsi Jawa Barat untuk kemudian ke DPP (Dewan Pengurus Pusat).

“Kami sudah konsultasikan ke DPW bahwa pertemuan hari ini dipersilahkan dan jika ada kesepakatan dipersilahkan nanti kami lapor lagi,” ujarnya.

Masih kata Ahmad sesuai instruksi DPP dan DPW, tetap menginginkan PKS untuk posisi wali kota atau Bandung 1 dan Nasdem no 2.

“Meskipun final dari DPP nanti dan sudah daftar ke KPU ya. Kita harus bangun terus komunikasi ini. Kami membuka komunikasi informal dengan siapapun namun yang formal baru Nasdem. Ini sebagai bukti keseriusan dan kami merasa cocok begitu pun kedua bakal calon wali kota kami. Kalau ada yang bergabung semakin kuat kan, sekarang saja 11 kursi + 6 kursi jadi 17 kursi. Kalau ada yang bergabung lagi sepakat kandidat, sesuai visi misi kita kenapa tidak, kan semakin kuat,” bebernya mengakhiri.