Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Pancaroba Hingga Desember 2023

Ilustrasi pancaroba (halo pacitan).

Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Pancaroba Hingga Desember 2023

BANDUNG, Prolite – Kota Bandung sudah memasuki musim pancaroba setelah sebelumnya dilanda kemarau yang sangat panjang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem yang akan melanda Indonesia, akan terjadi pada bulan Oktober – Desember 2023.

“Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim pancaroba. Mulai dari hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta hujan es,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita.

Karena prediksian BMKG tersebut maka di minta kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di mana peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Nur Photo
Nur Photo

Arah angin bertiup sangat bervariasi, sehingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya.

Namun, secara umum biasanya cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan dan hujan menjelang sore atau malam hari.

Curah hujan saat musim pancaroba menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Karena itu BMKG menghimbau selalu kepada seluruh masyarakat untuk waspada untuk berhati-hati dan untuk masyarakat yang tinggal di perbukitan waspada longsor.

Lanjut, Dwikorita mengatakan BMKG memprediksi awal musim hujan 2023/2024 umumnya akan terjadi pada bulan Oktober – Desember 2023 yaitu sebanyak 477 Zona Musim (ZOM) atau 68,2 persen. Sementara puncak musim penghujan umumnya diperkirakan pada bulan Januari-Februari 2024, yaitu sebanyak 385 ZOM (55,1)

Dibandingkan dengan normal, lanjut dia, awal Musim Hujan 2023/2024 pada 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia diprediksikan MUNDUR sebanyak 446 ZOM (64%), SAMA 56 ZOM (8%), dan MAJU 22 ZOM (3%), semantara 50 ZOM (7%) sudah masuk musim hujan, 12 ZOM (2%) dengan musim hujan sepanjang 2023, dan 113 ZOM (16%) dengan tipe 1 musim sepanjang tahun. Sementara sifat hujan pada periode Musim Hujan 2023/2024 diperkirakan NORMAL 566 ZOM (80,9%), ATAS NORMAL sebanyak 69 ZOM (9,9%), dan BAWAH NORMAL 64 ZOM (9,2%).




Kemarau Panjang, Shalat Istisqo Digelar di Balai Kota Bandung

shalat istisqo

Kemarau Panjang, Shalat Istisqo Digelar di Balai Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Imbas kemarau panjang dan kekeringan di beberapa wilayah Kota BAndung, Pemkot Bandung menggelar Shalat Istisqo di Balai Kota, Senin (9/10/2023).

Shalat ini diikuti oleh Forkopimda dan berbagai element pemerintahan dan masyarakat yang dipimpin oleh Khotib Prof. Miftah Faridl dan sebagai Imam Munir dari MUI Kota Bandung.

Sekertaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menyampaikan pelaksanaan shalat istisqo  sebagai bagian ikhtiar kita sebagai manusia bermunajat kepada Allah SWT memohon ampunan apabila selama ini kekhilafan kesalahan itu selalu kita sebagai manusia melakukan seperti itu.

“Kita memohon ampunan sambil kita berupaya memohon kepada Allah SWT bahwa saat ini musim kemarau demikian panjang kita merasakan banyak sekali penderitaan penderitaan yang kita rasakan mungkin air juga semakin sulit, kemudian untuk keberlangsungan hidup kita juga tentunya air adalah keniscayaan,” ucap Ema.

Ema mengakui, ia melihat masyarakat sudah banyak mengalami kesulitan air, baik untuk air minum dan sebagainya.

“Makanya kita hari ini di bimbing oleh para ahli Alhmdulillah shalat di pimpin dari Kementrian Agama yang ada di Kota Bandung khatibnya shalat istisqo di pimpin langsung oleh ketua MUI Kota Bandung dan kita banyak di ingatkan supaya kehidupan kita ke depan lebih baik lebih banyak melakukan amal shaleh yang lebih baik,” tandasnya.

Pihaknya memperhatikan berbagai hal yang menjadi kebutuhan masyarakat supaya apa yang diharapkan masyarakat bisa diwujudkan melalui kegiatan ibadah hari ini yaitu melaksanakan shalat istisqo.

“Shalat Istisqo, shalat yang tidak bisa sembarangan, shalat yang tidak bisa dilaksanakan secara rutin tetapi ini ada ke khususan dan itu pun setelah berkoordinasi berkonsultasi baru hari ini bisa dilaksanakan sesuai dengan apa yang menjadi arahan para ahli,” bebernya.

Di kewilayahan juga dilaksanakan istisqa dengan harapan doa dikabulkan. Namun dalam shalat istisqo ini Penjabat Wali Kota Bandung tidak hadir karena sedang sakit.

“Mohon maaf pak PJ hari ini sedang terganggu kesehatannya setelah ini pun saya akan menengok beliau mudah mudahan beliau secepatnya pulih dan kembali memimpin kota Bandung yang sama sama kita cintai,” ucapnya.

Wilayah yang tedampak kekeringan sendiri kata Ema, sebenarnya kalau disebut kekeringan seperti di daerah lain tidak tetapi persoalan masalah air minum memang terjadi karena Kota Bandung tidak memiliki air baku.

Terlebih air dari Perumda Tirtawening terbatas di atas 90 persen mendekati 100 persen dan itu tergantung daerah lain.

Kalau daerah lain sumbernya tidak ada, bisa maka sekarang ada keterbatasan dalam saluran baik untuk air minum dan mandi bagi masyarakat.

“Yah makanya hal yang paling utama bagi kita adalah air harus segera hadir melalui air hujan itu yang menjadi sumber utama baik itu sumber air baku yang ada di luar wilayah kota Bandung kemudian kita bagaimana kita memanfaatkan air hujan untuk memberikan daya dukung tambahan kebutuhan air minum air mandi yang menjadi kebutuhan kita semua tentunya masyarakat,” tegasnya.

Untuk bantuan air bersih sendiri kata Ema, pihak PDAM atau perumda Tirtawening selalu menyuplai dengan mobil tengki sebanyak 5 – 10 ribu liter.

Selain berkurangnya air bersih di musim kemarau inj Kota Bandung pun kini banyak terjadi kebakaran, seperti yang terjadi di pasar Kosambi.

“Wlau pun saya belum tau yang menjadi faktor penyebab tetapi alhmdulillah secepatnya bisa ditanggulangi mudah-mudahan hal ini kembali tidak terjadi. Saya minta kepada jajaran DKPB termasuk kepada lurah dan camat dan relawan kebakaran jadi mereka yang lebih optimal itu mengingatkan jangan sampai kendor kewaspadaan supaya tidak terjadi hal yang tidak diharapkan diantaranya bencana dari kebakaran,” tandasnya.




Menghadapi Musim Kemarau, Plh Wali Kota Bandung Tekankan 2 Hal Penting

prakiraan musim kemarau 2023

BANDUNG, Prolite – Akan memasuki musim kemarau, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Ema Sumarna, mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan selalu waspada terhadap potensi bencana alam.

Hal ini terkait dengan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Kota Bandung, yang mencatat suhu minimum Bandung telah mencapai 17 derajat celsius dalam 5 hari terakhir (14-18 Juli 2023), meskipun seharusnya memasuki musim kemarau.

Jaga Kesehatan dan Waspada Bencana Untuk Hadapi Musim Kemarau

Musim Kemarau
Foto : Humas Kota Bandung

“Kita merasakan ada perubahan iklim yang tidak seperti biasanya, dengan udara yang sangat dingin. Kemungkinan ini menandakan masuknya musim kemarau. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap menjaga kesehatan,” ujar Ema Sumarna dalam keterangannya di Balai Kota Bandung, pada Kamis, 20 Juli 2023.”

Selain itu, Ema juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran saat musim kemarau tiba.

Dalam upaya mengantisipasi hal tersebut, Ema Sumarna meminta Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin dapat terjadi.

Tindakan proaktif ini diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran dan membantu melindungi lingkungan dari ancaman yang bisa timbul selama musim kemarau.

“Kita saling berbagi untuk mengingatkan, biasanya dalam masa seperti ini, potensi kebakaran cukup tinggi. Untuk Diskar, diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi, terutama dengan terpaan angin yang lebih kencang,” ungkap Ema Sumarna.

Tak hanya itu, Ema juga memberikan instruksi kepada aparat kewilayahan untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai upaya mitigasi bencana.

“Para relawan di kewilayahan juga dapat dioptimalkan agar mereka dapat terus mengingatkan warga di sekitar,” tambah Ema Soemarna.

Dengan menggalakkan kesadaran dan kerja sama antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan risiko bencana kebakaran saat musim kemarau bisa diminimalisir dan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana alam dapat ditingkatkan.

Baca juga artikel berikut terkait informasi serupa :

BMKG : Ada 2 Faktor Suhu Udara di Bandung Terasa Lebih Dingin