Ekonomi dan Wisata Halal di Kota Bandung Berkembang Baik

Farhan_Wisata Halal

Ekonomi dan Wisata Halal di Kota Bandung Berkembang Baik

BANDUNG, Prolite – Pengembangan ekonomi dan wisata halal di Kota Bandung diklaim Wali Kota Bandung masih berjalan baik dan tidak ada isu apa pun.

“Saya enggak mau orang salah menangkap, ya, karena saya pernah dituduh rasis. Pada prinsipnya, sertifikat halal itu sudah menjadi bagian dari perekonomian Indonesia. Itu sudah clear. Karena itu presiden membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal,” jelas dia.

Disinggung setiap pengusaha harus memiliki sertifikasi halal Farhan kembali menekankan bahwa sertifikasi halal ini merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari perkembangan ekonomi di Indonesia.

“Kalau mau tahu lebih banyak soal bentuknya dan kewajibannya seperti apa, silakan langsung ke badan sertifikasi halal. Kita punya kerja sama yang sangat kuat untuk membantu semua dunia usaha yang ingin mendapatkan sertifikasi halal,” ucapnya.




Pemkot Apresiasi SUCI Dua Belas Ramaikan Kota Bandung, 300 Peserta Ikut Berpartisipasi

Pemkot Bandung Apresiasi SUCI Dua Belas Ramaikan Kota (Jabarprov).

Pemkot Apresiasi SUCI Dua Belas Ramaikan Kota Bandung, 300 Peserta Ikut Berpartisipasi

Prolite – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi penyelenggaraan audisi Stand Up Comedy Indonesia Dua Belas (SUCI Dua Belas) yang meramaikan aktivitas seni dan hiburan warga di Balai Kota Bandung (31/1/2026).

Audisi yang digelar Kompas TV tersebut diikuti lebih dari 300 peserta yang memadati Ruang Serbaguna Balai Kota sejak pagi.

Muhammad Farhan hadir sebagai juri tamu dan menyapa langsung para peserta yang mengikuti seleksi di Balai Kota Bandung.

“Terima kasih ya, sudah ramaikan Kota Bandung,” ujar Farhan.

Ia berharap kompetisi ini menghadirkan hiburan sehat dan memberi ruang ekspresi kreatif bagi masyarakat.

“Pesan dari wargi Bandung mah hanya dua kata, kudu bodor,” kata Farhan disambut tawa penonton.

Peserta audisi menampilkan materi stand up comedy untuk memperebutkan kesempatan lolos ke tahap berikutnya.

Sejumlah peserta dinyatakan lolos dan memperoleh Golden Ticket menuju seleksi di Jakarta.

Peserta yang belum lolos menyebut pengalaman audisi memberi pembelajaran dan motivasi untuk terus berkarya.

Audisi ini turut menghadirkan komedian Abdel Achrian dan Indro Warkop sebagai juri.

Kegiatan tersebut menambah daya tarik Balai Kota sebagai ruang publik kreatif warga.

Pemerintah Kota Bandung menilai kehadiran ajang nasional berdampak positif bagi suasana kota dan ekonomi kreatif lokal.

 




Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Terus Lakukan Pembersihan dan Perbaiki Drainase

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Terus Lakukan Pembersihan dan Perbaiki Drainase (dok).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Terus Lakukan Pembersihan dan Perbaiki Drainase

KOTA BANDUNG, Prolite – Terkait cuaca saat ini Pemkot Bandung, disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat ini tengah melakukan pembersihan dan perbaikan drainase.

Dalam evaluasi siskamling siaga bencana di pemukiman, kata Farhan yang sudah banyak dilakukan perbaikkan dan pembersihan drainse.

“Yang kita perbaiki satu persatu tapi ada beberapa drainse sudah terkunci ya terutama yang tersambung langsung ke sungai-sungai bermasalah Cikapundung, Cidurian, dan lain-lain, problem nya adalah memang rata-rata drainase kita ini tidak ada yang berdiri sendiri semuanya tersambung sebagai sebuah jaringan yang nyambung juga ke sungai-sungai, nah untuk menangani sungai langsung kita nanti akan berurusan dengan bbws nah itu butuh waktu lama,” jelas Farhan di pendopo, Rabu 28 Januari 2026.

Tetapi untuk mempercepat maka kata orang nomer satu di kota Bandung ini akan melakukan penanganan drainase di titik pemukiman saja dulu. Dan yang paling penting pembersihan drainase di beberapa jalan-jalan utama seperti Ciateul, Leuwipanjang sampai ke Cipaganti.

“Itu kita lagi dibersih-bersihkan, cuaca hujan terus terjadi tapi tampaknya belum ada hujan yang besar. Mumpung belum hujan besar pembersihan drainase kita lakukan tiap hari, ratusan titiknya bersamaan kita lagi menguras tenaga aja,” ucapnya.

Disinggung antisipasi ketinggian air sungai Cikapundung naik. Kata dia,
Diskominfo kota Bandung sudah punya sensor, apabila didaerah hulu sudah mulai bunyi sensornya maka daerah hilir terkena dampak itu sudah langsung akan diungsikan.

Sensor itu berupa alarm dari command center nanti langsung diberitahukan ke petugas di lapangan.

“Hulunya dari atas Dago, Tahura. Kenapa perbaikan, karena banyak drainse yang rubuh terus penertiban karena banyak sekali brangkang dan drainase yang ditutup bangunan, seperti di Lodaya sudah dibongkar. Kalau mau lihat yang bagus itu di tengku angkasa itu beres beres,” ucapnya lagi.

Untuk Kawasan Bandung Utara (KBU), Farhan mengaku paling mengkhawatirkan, paling menegangkan sekarang di daerah Manglayang.

Disana ada tiga kecamatan yakni kecamatan Cibiru, Mandalajati, dan kecamatan Ujungberung yang deket jaraknya karena di kaki gunung.

“Ujungberung lagi fokus-fokus nya kemarin, Mandalajati berikutnya dan Cibiru berikutnya, kenapa ? Karena antisipasinya antara kaki gunung Manglayang dengan tiga kecamatan itu deket banget jaraknya, itu kita sangat khawatir itu kita jaga sama-sama, memastikan bahwa bupper yang kita punya, kan kita membeli dan membuka banyak sekali RTH tuh di Mandalajati dan Cibiru dan itu betul-betul terjaga pohonnya tidak ada yang ditebang dan lain-lain,” tegas dia.

RTH disana kata dia tidak berlatih fungsi, terlebih sejak dua tahun lalu sudah menambah RTH yang fokus di daerah Cibiru dan Mandalajati.

“Itu sejak mang Oded, itu semua nanam kearah sana. Beberapa tempat terbuka kan memang jadi makam tapi pohon-pohon nya masih tetap ada kok dimana-mana, insyaallah pohonnya masih ada walaupun masih mudah-muda masalahnya. Kalau di Manglayang iya potensi besar, makanya kenapa lebih khawatir karena jarak antara titik kritis dengan pemukiman warga kota Bandung dekat sekali,” ujarnya.

Selain pembersihan dan perbaikan drainase kata Farhan, Pemkot Bandung juga sedang menantikan jadwal modifikasi cuaca.

“Tadinya kita tanya ke lanud, apa yang bisa kita lakukan mengenai masalah modifikasi cuaca, tahu-tahu modifikasi cuaca itu dikoordinasikan oleh BNPB, nah kita sedang menunggu jadwal Bandung Raya itu akan kapan dilaksanakannya karena bagaimanapun juga di Prov Jabar ini banyak titik-titik harus dimodifikasi untuk masalah cuaca, kita masih menunggu,” tandasnya.




Wali Kota Muhammad Farhan Pastikan Taat dan Patuh Hukum

Wali Kota Muhammad Farhan Pastikan Taat dan Patuh Hukum (dok).

Wali Kota Muhammad Farhan Pastikan Taat dan Patuh Hukum

KOTA BANDUNG, Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan akan taat dan patuh terhadap penegakan hukum. Termasuk dalam kasus yang tengah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandung.

Farhan siap memberikan keterangan jika memang dibutuhkan oleh penyidik Kejari Kota Bandung. Kendati demikian, hingga saat ini, Farhan belum menerima surat pemanggilan dari Kejari Kota Bandung.

“Penegak hukum memiliki hak dan kewenangan untuk memanggil siapa saja yang dianggap memiliki keterkaitan dalam perkara. Itu yang harus dihormati,” kata Farhan, Rabu 28 Januari 2026.

Farhan memastikan akan koorporatif jika keterangannya memang dibutuhkan dalam proses penegakan hukum.

“Tentu saya akan menghormati dan kooperatif jika keterangan dibutuhkan,” tuturnya




Pemkot Bandung Pastikan Kebijakan Kebun Binatang Bandung Berpihak pada 3 Aspek

Kebun Binatang Bandung (Jabarprov).

Pemkot Bandung Pastikan Kebijakan Kebun Binatang Bandung Berpihak pada 3 Aspek

Prolite – Permasalahan mengenai Kebun Binatang Bandung belakangan ini sempat mencuri perhatian public terutama warga Kota Bandung.

Beberapa waktu lalu Kebun Binatang Kota Bandung ini sempat tutup karena adanya beberapa permasalahan.

Namun kini diketahui Kebun Binatang sudah kembali dibuka untuk umum namun tidak dipungut tiket biaya tiket.

Seluruh warga Kota Bandung dapat berkunjung ke sini dengan memberikan sumbangan makan satwa atau dengan memberikan sumbangan dana seiklasnya.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Bandung memastikan untuk pembahasan mengenai masa depan Kebun Binatang dilakukan secara berhati-hati.

Dalam pembahasan tersebut pemerintah perlu mempertimbangkan aspek sejarah, lingkungan, serta kepentingan masyarakat.

Hingga saat ini, belum ada keputusan final terkait arah kebijakan pengelolaan kawasan tersebut.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan, Pemerintah Kota Bandung tengah melakukan kajian bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk memastikan kebijakan yang diambil berada dalam koridor kewenangan masing-masing pihak.

Kebun Binatang Bandung merupakan aset milik Pemerintah Kota Bandung, sementara pengawasan satwa dilindungi berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.

“Pembahasan ini tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut aset daerah, satwa dilindungi, serta kepentingan publik yang luas,” ujar Farhan.

Pemkot Bandung memastikan, selama proses kajian berlangsung, Kebun Binatang Bandung tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang dapat diakses masyarakat dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Keberadaan kawasan ini juga dipandang memiliki nilai historis dan ekologis yang perlu dijaga bersama.

Dalam kajian tersebut, terdapat beberapa opsi yang sedang dipelajari sebagai bahan pertimbangan kebijakan.

Opsi-opsi tersebut masih bersifat terbuka dan belum mengarah pada keputusan tertentu. Pemkot Bandung memastikan seluruh masukan, termasuk dari para ahli dan masyarakat, akan menjadi bagian dari proses penelaahan.

Farhan menambahkan, kebijakan yang akan diambil nantinya harus mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penghormatan terhadap nilai sejarah, serta kebutuhan masyarakat Kota Bandung.

“Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan jangka panjang kota dan warganya,” katanya.

Pemkot Bandung menyatakan, lahan Kebun Binatang Bandung merupakan aset milik Pemerintah Kota Bandung. Sedangkan kewenangan perizinan konservasi satwa berada di Kementerian Kehutanan.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemkot Bandung selama ini terus memastikan aspek kesejahteraan satwa tetap menjadi perhatian, termasuk pemantauan pemberian pakan serta koordinasi dengan kementerian terkait.

Pemkot Bandung berkomitmen untuk transparan dalam proses pembahasan dan membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak. Hasil kajian akan disampaikan kepada publik setelah melalui pembahasan bersama lintas sektor.

 




14 Ton Kabel Udara di Jalan Buahbatu Clear, Selanjutnya: Ruas Moh Toha dan Kopo

14 Ton Kabel Udara di Jalan Buahbatu Clear (dok Humas Kota Bandung).

14 Ton Kabel Udara di Jalan Buahbatu Clear, Selanjutnya: Ruas Moh Toha dan Kopo

Prolite – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terus bebenah kabel udara untuk penampilan Kota Bandung agar lebih terlihat lebih indah.

Kita semua tau bahwa banyaknya kabel-kabel yang membentang di jalan suka menjadi salah satu faktor kecelakaan karena tersangkut kendaraan.

Bukan hanya itu banyaknya kabel udara yang terpasang di sepanjang jalan utama juga membuat tampilan  jalanan menjadi tidak rapih.

Beberapa waktu lalu Muhammad Farhan meraphkan kabel udara di sepanjang Jalan Buahbatu Kota Bandung.

Sekitar 14 ton kabel udara di sepanjang Jalan Buahbatu yang sudah diturunkan kini telah dibersihkan pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Humas Kota Bandung
Humas Kota Bandung

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Mahyudin mengatakan, pembersihan kabel di Jalan Buahbatu merupakan bagian dari rangkaian proses panjang yang dilakukan bersama para operator yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (A]jatel).

“Proses ini tidak instan. Sebelumnya kami melakukan normalisasi dan pembersihan jalur ducting, penurunan kabel, pengaktifan jaringan, hingga pengguntingan kabel udara dan pemotongan tiang. Saat ini sisa kabel dan potongan tiang ditransitkan sementara untuk kemudian diangkut,” ujar Mahyudin.

Ia menambahkan, percepatan pengangkutan dilakukan dengan mengerahkan seluruh kendaraan dan peralatan yang tersedia.

Hal ini dilakukan agar area bawah jalan juga bersih dan nyaman, tidak menyisakan tumpukan kabel.

“Insyaallah minggu kedua Januari ini sudah beres. Karena perlu percepatan, maka proses pengangkutan dilakukan tanpa henti sejak malam,” katanya.

Sementara itu, Ketua Apjatel Jawa Barat, Yudiana Arifin, menyampaikan bahwa penataan kabel di Jalan Buahbatu mencakup area sepanjang sekitar 3,4 kilometer di sisi kiri dan kanan jalan.

“Jumlah tiang yang ditertibkan di ruas Jalan Buahbatu mencapai sekitar 700 sampai 800 tiang, bahkan mendekati tiang. Sementara jumlah kabel udara yang diturunkan sebanyak 30 jalur dengan total berat kurang lebih 14 ton,” jelas Yudiana.

Ia menyebutkan, sebagian dari kabel seberat 14 ton tersebut saat ini berada di titik transit dengan berat sekitar 1,4 ton, dan seluruhnya diupayakan dapat diangkut dalam satu hari.

“Pengangkutan sudah dimulai sejak pukul WIB tadi malam dan terus berjalan sampai sekarang,” ujarnya.

Setelah penataan kabel di Jalan Buahbatu rampung, Pemkot Bandung bersama Apjatel akan melanjutkan penertiban kabel udara ke ruas jalan lain.

Adapun setelah Jalan Buahbatu, penataan akan dilanjutkan ke Jalan Mohammad Toha dan Jalan Kopo.

Pemerintah Kota Bandung telah memastikan, proses penurunan kabel udara di Jalan Buahbatu telah selesai dan kini tinggal tahap pembersihan akhir.




Viral Video Hinaan untuk Suku Sunda dan Viking, Farhan Kita Serahkan Semua Kepolisi

Sosok Adimas Firdaus yang melontarkan hinaan kepada suku sunda dan viking club (Instagram).

Viral Video Hinaan untuk Suku Sunda dan Viking, Farhan Kita Serahkan Semua Kepolisi

Prolite – Beberapa waktu lalu warganet dihebohkan dengan video siaran langsung yang berisi hinaan kepada suku sunda dan hinaan kepada viking clup (nama pendukung klub sepak bola Persib).

YouTuber Adimas Firdaus, yang juga pemilik akun Instagram Resbob, dilaporkan ke Polda Jabar lantaran diduga menghina suku Sunda. Ucapan tersebut dilontarkan saat dirinya melakukan siaran langsung di dalam mobil.

Dalam potongan video singkat berisi hinaan tersebut di lontarkan dengan tegas tentang kebencencian dan ketidak sukaan terhadap suku sunda.

Instagram
Instagram

“Viking an***, Viking an***. Bonek Viking sama aja, tapi yang an*** hanya Viking,” kata kata Resbob.

Usai melontarkan kebencian untuk pendukung club sepak bola Viking dia juga melontarkan hinaan kepada suku sunda.

“Pokonya semua Sunda an***, semua orang Sunda an***,” imbuhnya.

Usai membuat resah semua suku sunda dan club viking Wali Kota Bandung Muhammad Farhan angkat bicara terkait masalah semua ini.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung penuh penegakan hukum dan meminta masyarakat untuk tidak terpancing provokasi.

Farhan menyebut, kasus penghinaan tersebut telah menjadi perhatian publik dan menyerahkan kepada penegakan hukum sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Masyarakat tidak perlu mengambil tindakan sendiri,” ujarnya.

Ia mengimbau, warga tidak boleh membalas dengan tindakan serupa maupun komentar yang dapat memperkeruh suasana.

Menurutnya, menjaga martabat bukan dengan kemarahan, tetapi dengan kedewasaan dalam bersikap.

“Orang Sunda punya karakter sopan, dan berbudaya. Jangan sampai kita ikut melakukan penghinaan. Tetap tenang, jangan terprovokasi,” ungkapnya.

Ia mengimbau agar masyarakat mempercayai proses hukum yang tengah berjalan.

“Biarkan aparat penegak hukum bekerja. Jangan ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas atau memicu kebencian,” ujarnya.

Farhan mengajak seluruh warga untuk menjaga persatuan serta menunjukkan sikap bijak di ruang digital.




Pemkot Bandung, TNI-Polri dan OKP Kompak Wujudkan Rasa Aman

Pemkot Bandung, TNI-Polri dan OKP Kompak Wujudkan Rasa Aman (dok Pemkot).

Pemkot Bandung, TNI-Polri dan OKP Kompak Wujudkan Rasa Aman

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama TNI-Polri, organisasi masyarakat (ormas), komunitas motor, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat berkomitmen memperkuat komunikasi dan kolaborasi demi menjaga stabilitas keamanan di Kota Bandung.

Komitmen tersebut disampaikan Pemkot Bandung dalam kegiatan silaturahmi yang digelar Kodim 0618/Kota Bandung, Rabu, 26 November 2025.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan kebebasan berserikat, berkumpul, dan berpendapat dijamin oleh Undang-Undang.

Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga ruang tersebut tetap kondusif melalui dialog dan saling pengertian.

“Kita berkumpul di sini sebagai bentuk komitmen dari pemerintah dan negara bahwa hak kita untuk berserikat, berkumpul, berpendapat dijamin oleh Undang-Undang Dasar,” ujar Farhan.

“Kota Bandung terbukti kondusif karena urang sering komunikasi lewat berbagai macam channel. Ku ngobrol mah insyaallah,” katanya menambahkan.

Farhan juga mengapresiasi kehadiran tokoh-tokoh senior organisasi masyarakat yang dinilai dapat menjadi jembatan komunikasi sekaligus pembina generasi muda.

“Ini bisa menjadi saluran komunikasi baik secara sosial maupun politik. Bandung ini kota yang sangat beragam. Dialog seperti ini sangat diperlukan,” ucapnya.

Sementara itu, Dandim 0618/Kota Bandung Kolonel Inf Robil Syaifullah menyebut, menjaga Kota Bandung kondusif bukan hanya tugas pemerintah dan aparat keamanan, tetapi tanggung jawab seluruh warga.

“Kota Bandung ini rumah kita bersama. Pentingnya kita saling memahami dan menjaga agar tetap kondusif. Ini bukan cuma tugas pemerintah daerah atau TNI-Polri, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai warga Kota Bandung,” kata Robil.

Ia mengajak seluruh ormas, komunitas, dan kelompok masyarakat untuk menjadi teladan dan pendingin suasana.

“Walaupun kita beda warna, beda organisasi, namun tetap harus bersatu membangun Bandung. Menjadi penengah, bukan pemicu,” ajaknya.

Robil juga menegaskan, komunikasi menjadi kunci penyelesaian persoalan sosial.

“Dengan mengedepankan komunikasi, tabayun, ngobrol sambil ngopi, banyak permasalahan bisa selesai dengan mudah,” tuturnya.

“Kita kuat kalau kita kompak. Kita aman kalau saling menjaga, dan kita maju kalau saling mendukung,” pungkas Robil.

Kegiatan silaturahmi ini dihadiri oleh sejumlah OPD Kota Bandung, Polrestabes Bandung, organisasi masyarakat (ormas), komunitas motor, mahasiswa, dan sejumlah elemen masyarakat sebagai ruang diskusi dalam menjaga kondusifitas Kota Bandung.




Muhammad Farhan Ajak Generasi Muda Pahami Nilai dan Jati Diri Rupiah

Muhammad Farhan Ajak Generasi Muda Pahami Nilai dan Jati Diri Rupiah (dok).

Muhammad Farhan Ajak Generasi Muda Pahami Nilai dan Jati Diri Rupiah

Prolite – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak generasi muda untuk lebih mencintai dan memahami nilai rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam acara Rupawan: Rupiah dan Pahlawan yang digelar di Telkom University Convention Hall, Bandung, Jumat 7 November 2025.

“Anak-anak muda zaman sekarang itu hidup masa kecilnya jauh lebih mudah dibanding generasi kita dulu. Maka jangan harap mereka tangguh menghadapi kesusahan seperti dulu. Tapi di sisi lain, mereka punya cara berpikir yang lebih kreatif untuk mencari solusi,” ujar Muhammad Farhan.

Muhammad Farhan menilai, kunci memahami generasi muda adalah mengetahui kapan mereka merasa berguna.

“Kalau mereka lagi semangat bekerja, kasih kerjaan sebanyak-banyaknya. Mereka bisa bekerja tanpa kenal waktu. Tapi kalau lagi tidak cocok, alihkan dulu ke hal lain yang mereka suka,” jelas Muhammad Farhan.

Menurutnya, pola pikir anak muda perlu didekati dengan cara yang memiliki keterikatan dengan keseharian mereka.

“Buat anak-anak zaman sekarang, bukan soal informasinya penting atau tidak, tapi ‘relate’ enggak sama aku. Jadi kalau mau menanamkan nilai-nilai, tunjukkan dulu value-nya. Misalnya dalam rupiah, bukan cuma nilainya tapi juga kisah perjuangan di balik setiap gambar pahlawan,” jelasnya.

Farhan menambahkan, rupiah merupakan simbol identitas dan harga diri bangsa.

“Saya orang Indonesia, uang saya rupiah. Saya pernah ke negara yang tidak punya mata uang sendiri dan pakai dolar Amerika. Mereka melihat wajah George Washington di uangnya, bukan pahlawan mereka. Jadi wajar kalau di setiap lembar rupiah kita ada gambar pahlawan, karena itu identitas kita,” ungkapnya.

Pada sesi pembukaan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengajak generasi muda untuk meneladani semangat para pahlawan.

“Para pahlawan telah berjuang mengorbankan jiwa dan raga. Tugas kita hari ini melanjutkan perjuangan mereka dengan menjaga dan mengisi kemerdekaan lewat karya nyata,” ucapnya.

Erwan menyampaikan apresiasi atas kerja sama Bank Indonesia dan berbagai pihak dalam kegiatan Rupiah dan Pahlawan yang turut menanamkan semangat kebangsaan di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali mengajak masyarakat untuk semakin mencintai rupiah melalui gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

“Rupiah bukan sekadar alat tukar, bukan hanya angka di dompet atau saldo digital. Rupiah adalah simbol kedaulatan, pemersatu bangsa, dan wujud nyata kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.

Ricky juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung terhadap kegiatan edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah yang telah dilaksanakan 116 kali dengan total audiens lebih dari orang.

“Kami di Bank Indonesia akan terus menjaga nilai rupiah dan memastikan rupiah tersedia cukup di seluruh penjuru negeri. Bapak-Ibu dan adik-adik generasi muda dapat menjaganya dalam keseharian, baik di dunia nyata maupun digital,” ujarnya.

Acara Rupiah dan Pahlawan (Rupawan) yang digagas oleh Bank Indonesia ini berlangsung 6-7 November 2025.

Kegiatan ini juga diisi dengan edukasi soal rupiah bagi generasi muda dan juga dimeriahkan penampilan seru dari Manshur Angklung dan Rizky Febian pada hari kedua.




Farhan: Bandung Adalah Kota Penuh Cerita Keajaiban

Farhan Bandung Adalah Kota Penuh Cerita Keajaiban (dok Pemkot).

Farhan: Bandung Adalah Kota Penuh Cerita Keajaiban

Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan Kota Bandung memiliki kekayaan cerita yang luar biasa, yang mampu menjadi identitas, sumber inspirasi, hingga penggerak ekonomi kreatif.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Cerita Fest: Bandung Kota Cerita di Micro Library Alun-alun Bandung, Sabtu 28 Juni 2025.

“Bandung ini penuh dengan cerita keajaiban. Bahkan hal-hal kecil yang dulu dianggap sepele, ketika didokumentasikan dan disampaikan kembali, bisa menjadi warisan budaya yang sangat berarti. Kita harus mulai dari sini,” ujar Farhan.

Menurutnya, perpustakaan dan kearsipan tidak boleh lagi dianggap tempat yang sunyi dan membosankan. Justru sebaliknya, keduanya harus menjadi ruang publik yang hidup dan interaktif.

dok Pemkot
dok Pemkot

“Perpustakaan harus menjadi tempat bertemu, berdiskusi, dan berbagi cerita. Ini bukan akhir dari era membaca, tapi awal dari era berbagi pengalaman dan memori,” katanya menambahkan.

Farhan juga menyoroti pentingnya pengumpulan arsip, seperti buku tahunan SMA se Kota Bandung, sebagai bagian dari identitas kolektif warga. Ia mendorong agar arsip-arsip pribadi dan sejarah komunitas turut dikumpulkan dan diceritakan kembali.

“Siapa sangka orang yang ada di ‘yearbook’ SMA 30 tahun lalu, kini menjadi profesor atau tokoh penting. Cerita-cerita ini punya kekuatan luar biasa,” jelasnya.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Kegiatan Cerita Fest menjadi ajang peluncuran program “Bandung Kota Cerita” yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam pelestarian arsip dan pengembangan literasi berbasis narasi.

Rangkaian acara meliputi diskusi panel, mini workshop, showcase duta cerita, walking tour sejarah, serta peluncuran program Child Dreams dan Jalan Cerita Soekarno.

Lebih lanjut, Farhan mengingatkan pentingnya pengarsipan digital sebagai landasan perlindungan hak cipta dan penguatan ekonomi kreatif.

Ia mencontohkan pentingnya data resmi dalam konteks klaim royalti karya musik, agar seniman dapat dilindungi secara hukum.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Cerita itu bisa jadi fakta, lalu jadi data, dan pada akhirnya bisa bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Maka semua harus terdokumentasi dan didigitalisasi,” tutur Farhan.

Sementara itu Kepala Disarpus Kota Bandung, Dewi ‘Kenny’ Kaniasari, menyebut, program ini merupakan langkah awal untuk memperkuat peran arsip dan perpustakaan sebagai penggerak budaya literasi dan pariwisata edukatif di Kota Bandung.

“Cerita-cerita dari masyarakat akan kami kumpulkan, dikurasi, dan diarsipkan. Kami juga menggandeng komunitas hingga mitra internasional agar cerita Bandung bisa dikenal lebih luas. Bahkan, produk UMKM pun kini dilengkapi barcode yang bisa di-scan untuk mengakses kisah di balik produknya,” ujar Kenny.

Ia juga memastikan komitmen Disarpus untuk mengintegrasikan proses dokumentasi, digitalisasi, dan promosi dalam satu ekosistem budaya yang kolaboratif.

“Kami ingin membuat perpustakaan menjadi tempat yang hidup dan relevan. Semua orang bisa menjadi bagian dari cerita Kota Bandung,” tambahnya.

Cerita Fest: Bandung Bercerita dihadiri oleh perwakilan komunitas literasi, tokoh budaya, perwakilan Kedutaan Besar Singapura, serta mitra internasional dari Temasek Foundation dan Human Library.

Kegiatan ini berlangsung hingga sore hari, tersebar di beberapa titik seperti Pendopo, Kantor Disarpus Kota Bandung di Jalan Seram, serta Micro Library Alun-alun Bandung. Kegiatan pembukaan acara ini dapat anda saksikan melalui kanal YouTube Diskominfo Kota Bandung