Mitos Tahun Baru: Apa Makna di Balik 12 Anggur dan Cium Pasangan Saat Countdown?

Prolite – Deretan Mitos Tahun Baru: Makan 12 Anggur hingga Cium Pasangan di Malam Pergantian Tahun

Tahun baru sudah di depan mata, guys! 🎉 Biasanya, selain pesta kembang api, makan-makan bareng keluarga, atau staycation sambil menikmati malam pergantian tahun, ada juga loh berbagai mitos yang bikin perayaan ini makin seru!

Mulai dari tradisi memakan anggur hingga larangan menyapu rumah, mitos-mitos ini jadi warna tersendiri dalam budaya tahun baru.

Tapi, benarkah semua mitos itu membawa keberuntungan? Atau cuma sekadar cerita turun-temurun? Yuk, simak deretan mitos tahun baru berikut ini. Siapa tahu ada yang pernah kamu lakukan!

1. Makan 12 Anggur di Bawah Meja: Jalan Menuju Jodoh?

Kalau kamu lagi galau soal asmara, mungkin mitos asal Spanyol ini bisa dicoba! Pada malam pergantian tahun, orang-orang Spanyol biasanya memakan 12 buah anggur dengan cepat, pas lonceng berbunyi tengah malam. Angka 12 ini melambangkan 12 bulan keberuntungan di tahun yang baru.

Yang bikin unik, ada juga versi lain di mana anggur ini harus dimakan di bawah meja supaya jodoh cepat datang. Meskipun terdengar aneh, banyak yang mengaku berhasil menemukan cinta setelah melakukan tradisi ini. Hmm, kira-kira kamu tertarik nggak buat coba?

2. Menyapu Rumah = Menyapu Rezeki?

Mitos yang satu ini cukup terkenal di berbagai budaya, termasuk Indonesia. Banyak yang percaya kalau menyapu rumah pada hari tahun baru bisa “mengusir” keberuntungan dan rezeki yang akan datang.

Tapi sebenarnya, rumah yang bersih justru bikin suasana lebih nyaman dan positif, kan? Jadi, daripada percaya mitos, lebih baik fokus menjaga kebersihan biar hidup makin teratur dan penuh energi positif di tahun baru.

3. Pakaian Baru Bawa Keberuntungan?

“Mau mulai tahun baru? Yuk, beli baju baru!” Mitos tahun baru ini sering banget kita dengar. Banyak yang percaya kalau mengenakan pakaian baru pas tahun baru bisa membawa keberuntungan.

Tapi, kenyataannya keberuntungan nggak ada hubungannya sama pakaian yang kamu pakai, loh. Keberuntungan lebih dipengaruhi sama usaha, sikap positif, dan kerja keras yang kamu lakukan sepanjang tahun. Meski begitu, siapa sih yang nggak suka tampil fresh di tahun baru? Kalau bikin happy, kenapa nggak?

4. Mengunjungi Orang Tua = Mendapat Berkah?

Di beberapa budaya, ada mitos tahun baru yang menyebutkan bahwa mengunjungi orang tua atau leluhur di hari tahun baru bisa mendatangkan berkah. Tradisi ini sering dikaitkan dengan nilai-nilai menghormati orang tua.

Meskipun nggak ada bukti ilmiah yang mendukung mitos ini, tapi mengunjungi orang tua jelas merupakan hal yang baik. Bukannya keberkahan datang dari tindakan baik yang kita lakukan sepanjang tahun? Jadi, yuk, tetap jaga hubungan dengan keluarga, nggak cuma saat tahun baru aja.

5. Membakar Sesuatu untuk Keberuntungan

Di beberapa daerah, tradisi membakar daun, kertas, atau barang tertentu pada malam tahun baru dianggap bisa mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.

Tapi ingat, pembakaran seperti ini bisa membahayakan kesehatan, lingkungan, dan menimbulkan risiko kebakaran. Jadi, daripada membakar sesuatu, kenapa nggak membakar semangat untuk mengejar mimpi di tahun baru aja? 😉

6. Keributan untuk Usir Roh Jahat

Kamu pasti udah familiar sama tradisi menyalakan petasan atau membunyikan lonceng di malam pergantian tahun. Selain bikin suasana makin meriah, tradisi ini juga dipercaya bisa menakuti roh jahat supaya pergi.

Tapi, hati-hati ya, Sobat! Banyak kecelakaan yang terjadi karena petasan. Jadi, pastikan kamu merayakan dengan aman dan tetap seru.

7. Cium Pasangan di Malam Tahun Baru

Mitos tahun baru yang satu ini paling romantis, nih. Katanya, mencium pasangan saat malam pergantian tahun bisa membawa keberuntungan untuk hubungan kalian di tahun baru.

Meskipun cuma mitos, momen ini tetap jadi salah satu tradisi yang dinanti-nanti banyak pasangan. Buat kamu yang jomblo, jangan sedih! Kamu bisa mengganti tradisi ini dengan pelukan hangat dari keluarga atau sahabat terdekat.

Percaya atau Tidak, Semua Kembali ke Kamu!

 

Mitos-mitos tahun baru memang seru untuk dibahas. Tapi, yang perlu diingat adalah bahwa keberuntungan dan kebahagiaan nggak sepenuhnya bergantung pada tradisi atau mitos tertentu.

Kuncinya ada di usaha, sikap positif, dan doa yang kamu bawa sepanjang tahun. Jadi, yuk, jadikan tahun baru sebagai momen untuk memperbaiki diri, menciptakan resolusi yang realistis, dan menyebarkan energi positif ke orang-orang di sekitarmu.

Nah, di antara mitos-mitos tahun baru ini, ada nggak yang pernah kamu lakukan? Atau mungkin kamu punya tradisi unik lainnya? Share di kolom komentar, ya! Selamat menyambut tahun baru, guys! 🎆✨




Mitos atau Fakta? Merawat Luka Bakar dengan Pasta Gigi

Prolite – Dalam merawat luka bakar, ada mitos yang telah beredar lama tentang penggunaan pasta gigi sebagai solusi cepat. 

Namun, penting untuk memahami bahwa merawat luka akibat terbakar sesuatu bukanlah hal yang sepele, dan tindakan yang salah dapat mengakibatkan komplikasi serius. 

Artikel ini akan membongkar mitos seputar penggunaan pasta gigi dan memberikan panduan praktis tentang cara merawat luka bakar dengan benar.

Pasta gigi dan luka akibat terbakar – Freepik

Penggunaan Pasta Gigi untuk Merawat Luka Bakar Adalah Mitos!

Luka bakar dapat terjadi karena berbagai sebab dan memiliki tingkat keparahan yang berbeda. 

Faktanya, mengoleskan pasta gigi tidak benar-benar membantu, malah bisa membuat luka semakin parah.

Langkah-langkah yang tepat dalam merawat luka bakar ringan adalah sebagai berikut:

Ilustrasi perawatan luka yang tepat dengan penanganan dari doktek – Freepik

1. Mengalirkan Air Dingin

Saat mengalami luka ringan, langkah pertama adalah membilas area terkena dengan air dingin (bukan es) selama sekitar 20 menit. Setelah itu, bersihkan area tersebut dengan sabun dan air dingin.

2. Kompres Dingin

Kompres dengan kain bersih yang basah dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit dan pembengkakan. Periode penerapan kompres sebaiknya berkisar antara 5 hingga 15 menit. Hindari penggunaan kompres yang terlalu dingin, agar tidak mengiritasi luka.

3. Salep Antibiotik

Salep dan krim antibiotik membantu mencegah infeksi. Anda dapat mengoleskan salep antibakteri seperti Bacitracin atau Neosporin ke luka dan menutupinya dengan cling film, pembalut, atau kain steril yang tidak berbulu. Salep antibiotik ini dapat diperoleh berdasarkan resep dokter.

4. Lidah Buaya

Gel lidah buaya sering disebut sebagai penolong. Lidah buaya telah terbukti efektif dalam merawat luka bakar tingkat pertama hingga kedua karena sifat anti-inflamasi, peningkatan sirkulasi, dan kemampuannya menghambat pertumbuhan bakteri. 

Anda dapat mengoleskan gel lidah buaya murni yang diambil dari daun lidah buaya langsung ke area luka bakar.

Selain itu, Anda juga bisa membeli gel lidah buaya di toko, asalkan pastikan bahwa produk tersebut memiliki kandungan lidah buaya yang cukup tinggi dan tidak mengandung bahan tambahan seperti pewarna dan parfum.

5. Madu

Madu rasanya manis dan lezat, madu memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antijamur alami yang dapat membantu dalam penyembuhan luka bakar ringan ketika dioleskan.

6. Menghindari Paparan Sinar Matahari

Pastikan untuk melindungi area luka bakar dari sinar matahari langsung, karena kulit yang terbakar akan sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari. Gunakan pakaian yang melindungi area tersebut.

7. Tidak Mengupas Luka Lecet

Meskipun sangat gemas, biarkan luka lecet mengelupas dengan sendirinya. Mengoreknya bisa menyebabkan risiko infeksi.

8. Obat Pereda Nyeri Bebas Resep

Jika Anda merasa nyeri, gunakan obat pereda nyeri non-resep seperti ibuprofen atau naproxen sesuai petunjuk penggunaan.

Dengan perawatan yang tepat, luka ringan biasanya sembuh dalam waktu satu atau dua minggu tanpa meninggalkan jaringan parut.

Ilustrasi – tribunnews

Memahami langkah-langkah yang seharusnya diambil dalam merawatnya dapat membantu mencegah risiko komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan. 

Penggunaan pasta gigi untuk merawat luka bakar telah terbukti sebagai mitos yang sebaiknya dihindari.

Jadi, ingatlah bahwa kesehatan kulit Anda sangat berharga, dan selalu konsultasikan dengan profesional medis jika menghadapi luka akibat terbakar yang serius atau jika Anda ragu mengenai perawatan yang tepat. 

Dengan pengetahuan dan tindakan yang benar, kita dapat menjaga kulit sehat dan memastikan penyembuhan yang efektif.




Jangan Keramas Saat Menstruasi! Mitos atau Fakta?

Keramas Saat Menstruasi

Prolite – Larangan untuk tidak keramas saat menstruasi apakah mitos atau fakta. Sebagian orang percaya jika keramas saat haid atau menstruasi dapat memicu munculnya penyakit.

Mitos seperti itu jelas tidak benar, pasalnya keramas saat haid justru dapat memberikan sejumlah manfaat baik bagi kesehatan tubuh. Tidak percaya, Mari simak penjelasannya?

Baca Juga : Tips Merawat Rambut Meski Menggunakan Hijab

Berikut ini fakta dari keramas saat haid atau menstruasi

  • Dapat memperbaiki suasana hati
  • Merilekskan otot dan meredakan kram
  • Membuat badan terasa lebih bersih dan nyaman
  • Dengan Keramas dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Baca Juga : Berat Badan Naik? Ini 8 Cara Mudah Menurunkan

Jadi, sudah jelas jika larangan keramas tersebut merupakan mitos belaka. Selain mitos keramas, ada juga yang mengatakan saat menstruasi dilarang mandi dengan air hangat. Mandi dengan air hangat atau dingin diperbolehkan saat menstruasi. Hal tersebut tidak menimbulkan dampak negatif pada kesehatan tubuh, atau siklus menstruasi.

Baca Juga : Ini Cara Cegah Obesitas pada Anak

Air hangat memang mampu melancarkan aliran darah dalam tubuh. Namun, hal tersebut bermanfaat untuk meredakan gejala kram perut saat menstruasi, serta menenangkan ketegangan pada otot. Perdarahan pun tidak akan berhenti saat kamu berendam dalam air. Perdarahan hanya berhenti sesaat karena vagina mendapat tekanan dari air yang menghalangi aliran darah. (*/ino)




Kedutan Pada Mata, Pertanda Apa?

JAKARTA, Prolite – Di masyarakat kita, masih banyak yang memercayai mitos yang diturunkan oleh para orang tua atau pendahulu kita. Salah satunya adalah kedutan pada mata atau sering di sebut mata kedutan.

Fenomena gerakan pada mata sebelah kiri adalah hal yang biasa terjadi pada kita, namun ada arti dari mitos yang beredar atau dipercaya pada fenomena tersebut adalah akan adanya pertanda baik atau bahkan sebaliknya.

Kepercayaan pada mitos tersebut berbeda-beda di setiap Negara. Misal di Indonesia, kebanyakan masyarakat mengartikan mitos tersebut adalah pertanda baik. Apabila kamu mengalami mata kedutan sebelah kiri, itu artinya kamu akan bertemu dengan sanak saudara jauh yang telah lama berpisah.

Namun berbeda dalam dunia medis. Medis menjelaskan fenomena gerakan kedutan pada mata disebut dengan istilah myokymia. Myokymia adalah kondisi yang terjadi dimana ketika otot-otot mata mengalami kejang berulang kali. Biasanya kejang yang terjadi pada otot mata tersebut hanya berlangsung beberapa saat atau menit saja, tapi kadang-kadang kejangnya otot mata ini ini bisa berlangsung selama berhari-hari atau bahkan lebih.

Penjelasan secara ilmiah, fenomena kekejangan yang terjadi pada otot-otot mata tersebut tidaklah berbahaya. Ini dapat terjadi karena seringkali dipicu oleh berbagai kegiatan sehari-hari, seperti kelelahan, kurang tidur, merokok, mengonsumsi kafein atau alkohol.

Selain itu, ketegangan mata akibat menonton televisi, bermain gadget, atau bekerja di depan layar komputer terlalu lama juga dapat memicu kedutan pada mata sebelah kiri.

Namun tidak perlu hawatir kamu bisa mengatasinya dengan cara beristirahat yang cukup dan kurangi asupan kafein atau alkohol. (*/ino)