PKS Kecam Pembagian Alkohol di Ajang Lari Sweat Run Pocari: Dinilai Cemari Misi Hidup Sehat

Ajang Lari

KOTA BANDUNG, Prolite – Ajang lari Sweat Run Pocari 19-20 Juli 2025 lalu ternodai aksi bagi-bagi minuman beralkohol dikritik sejumlah pihak, diantaranya DPD PKS Kota Bandung.

Ketua DPD PKS Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama menanggapi beredarnya minuman beralkohol jenis bir yang didistribusikan oleh komunitas Free Runners Bandung (akun IG: @freerunners_bdg) dalam itu menyampaikan pernyataan sikap.

Disampaikan Ahmad, fraksi PKS mendukung terselenggaranya kegiatan yang mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif, seperti Pocari Sweat Run, yang rutin dilaksanakan di Kota Bandung dan terbukti memberikan dampak positif terhadap budaya kebugaran masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Namun demikian, fraksi PKS mengecam keras adanya distribusi minuman beralkohol dalam kegiatan tersebut, karena tindakan ini mencederai tujuan utama acara sebagai sarana membudayakan hidup sehat,” tegas Ahmad kepada wartawan.

Terlebih kata Ahmad hal itu melanggar ketentuan hukum yang berlaku, antara lain: Peraturan Presiden No. 74 Tahun 2013_ yang mengatur bahwa minuman beralkohol hanya boleh diedarkan di tempat-tempat tertentu seperti hotel, bar, restoran berizin, serta tempat lain yang ditetapkan oleh kepala daerah dengan syarat khusus.

“Lalu Peraturan Daerah Kota Bandung No. 11 Tahun 2010_ tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol, yang telah diperbarui melalui Perda No. 10 Tahun 2024,” jelasnya.

Masih kata Ahmad, karennya fraksi PKS mengimbau Pemerintah Kota Bandung dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kejadian ini secara serius guna menegakkan peraturan yang berlaku dan merespons keresahan masyarakat, khususnya mereka yang secara tidak sadar mengonsumsi minuman beralkohol pasca berolahraga.

Kemudian menghimbau penanganan yang tegas dan proporsional, baik untuk memberikan efek jera maupun untuk menegaskan bahwa minuman beralkohol bukanlah produk konsumsi bebas, terlebih di ruang publik yang terbuka bagi masyarakat umum lintas usia.

Lebih lanjut pihaknya berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi bersama bagi seluruh pihak yang terlibat, agar ke depan setiap event publik di Kota Bandung dapat berlangsung dengan tertib, sehat, dan tetap selaras dengan nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual yang dianut oleh mayoritas warga Kota Bandung.




Pemkot Berikan Sanksi Aksi Bagi-bagi Bir di Pocari Sweat Run 2025

Permohonan maaf usai viral bagi-bagi bir di acara Pocari Sweat Run 2025 (TribunJabar).

Pemkot Berikan Sanksi Aksi Bagi-bagi Bir di Pocari Sweat Run 2025

Prolite – Acara Pocari Sweat Run 2025 tercoreng karena viral adanya bagi-bagi munuman keras (miras) jenis bir saat ajang lari berlangsung.

Diketahui acara Pocari Sweat Run 2025 berlangsung pada 19-20 Juli 2025 di Kota Bandung, Jawa Barat kemarin.

Pemerintah Kota Bandung (Pemkot) segera memanggil dua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut yakni pihak perusahaan dan komunitas.

Usai viral video aksi bagi-bagi bir tersebar di media sosial akhirnya Freerunners Bandung dan Ruben Perwakilan dari Komunitas Pace & Place memohon maaf.

Pace & Place sendiri adalah agen wisata dan perjalanan untuk para pelari.

net
net

“Kami memohon maaf kepada pihak penyelenggara yaitu Pocari Sweat Run Indonesia 2025,” ucap Aji.

Kedua pihak mengakui bahwa kegiatan bagi-bagi bir di acara lomba lari tersebut tidak atas persetujuan pihak penyelenggara.

“Kami mengakui bahwa kegiatan membagi-bagikan minuman beralkohol di acara Pocari Run 2025 adalah inisiatif kami sendiri tanpa izin, tanpa sepengetahuan, dan juga tidak diketahui oleh pihak penyelenggara,” tutur Ruben.

Aji dan Ruben pun meminta maaf kepada seluruh pihak-pihak yang merasa dirugikan atas adanya aksi tersebut.

“Kami memohon maaf khususnya kepada warga Bandung dan seluruh masyarakat Indonesia yang dirugikan atas aksi kami di cheering zone Pocari Sweat Run Indonesia 2025,” ucap Aji.

“Kami juga memohon maaf kepada penyelenggara karena sudah menyebabkan kerugian dan kegaduhan. Kami juga memohon maaf kepada warga Indonesia, khususnya kepada warga Bandung yang telah dirugikan oleh aksi kami pada acaraPocari Sweat Run 2025,” tambah Ruben.

Kini, keduanya pun siap untuk mempertanggungjawabkan aksi mereka yang menuai polemik di kalangan masyarakat tersebut.

“Kami akan bertanggung jawab dan menerima semua konsekuensi atas apa yang kami lakukan di acara Pocari Sweat Run Indonesia 2025,” tutur Aji.

Usai membuat gaduh dan geram karena aksi bagi-bagi bir tersebut Pemerintah Kota Bandung ambil Langkah tegas untuk mereka.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya penegakan aturan. Pemkot sangat menyesalkan terjadinya hal demikian. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kelalaian dalam pengawasan kegiatan ini,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A. Brilyana, Kamis, 24 Juli 2025.

Yayan menjelaskan, dua pihak yang diduga melakukan pelanggaran dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan. Pemanggilan ini dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan.

Menurut Yayan, seluruh kegiatan publik di Kota Kembang harus tunduk dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Tujuan utama dari Perda ini adalah menjaga ketertiban dan keamanan umum, serta melindungi masyarakat dari dampak negatif penyalahgunaan minuman beralkohol.

Berikut rincian sanksi yang diterima komunitas lari:

  • Teguran tertulis dari Pemkot Bandung
  • Komunitas Pace and Place harus mengumuman pelanggaran di media masa berupa permohonan maaf secara terbuka dan juga pembayaran biaya paksaan penegak hukum sebesar Rp5 juta
  • Komunitas Freerunners harus membuat surat penyataan, permohonan maaf di media masa, dan dengan sukarela membersihkan Balai Kota selama dua minggu