3 Peran Penting Family Time untuk Mental Health : Kuatkan Ikatan, Sehatkan Jiwa!

Family Time

Prolite – Dalam kehidupan yang serba sibuk saat ini, terkadang sulit untuk menemukan waktu yang cukup untuk mengadakan family time atau berkumpul bersama keluarga. 

Kegiatan sehari-hari seperti pekerjaan, sekolah, dan komitmen lainnya seringkali membuat kita terjebak dalam rutinitas yang membuat kita jarang memiliki waktu untuk bersama-sama. 

Namun, penting untuk diingat bahwa menghabiskan waktu bersama keluarga memiliki dampak positif yang signifikan pada kita.

Mengapa Family Time itu Penting?

Ilustrasi family time karaoke bersama – Freepik

  1. Membangun Hubungan yang Kuat

Waktu yang dihabiskan bersama keluarga membantu memperkuat ikatan emosional dan hubungan antar anggota keluarga. 

Hal memberi kita kesempatan untuk saling berbagi cerita, kegembiraan, dan tantangan yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan demikian, hal ini dapat meningkatkan rasa saling percaya, dukungan, dan rasa memiliki yang kuat di antara anggota keluarga.

  1. Meningkatkan Komunikasi

Ketika kita menghabiskan waktu bersama keluarga, kita memiliki kesempatan untuk berbicara satu sama lain tanpa gangguan luar. 

Ini memungkinkan kita untuk mendengarkan dengan lebih baik, memahami perasaan dan kebutuhan masing-masing, serta menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat. 

Komunikasi yang baik dalam keluarga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental.

  1. Menciptakan Kenangan Berharga

Momen-momen bersama keluarga seringkali menjadi kenangan yang paling berharga dalam hidup kita. 

Ketika kita menghabiskan waktu bersama-sama, kita menciptakan kenangan yang akan kita ingat sepanjang hidup. 

Hal ini dapat memberi kita rasa bahagia, kepuasan, dan kesejahteraan emosional yang berkelanjutan.

Manfaat Family Time Bagi Kesehatan Mental

Ilustrasi family time – Freepik

  1. Mengurangi Stres

Waktu bersama keluarga dapat menjadi waktu untuk bersantai dan menikmati kehadiran satu sama lain tanpa tekanan dari dunia luar. Ini dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan perasaan relaksasi dan kesejahteraan.

  1. Meningkatkan Kesejahteraan Emosional

Interaksi positif dengan anggota keluarga dapat meningkatkan mood dan menyebabkan perasaan bahagia dan terpuaskan. 

Dengan memiliki hubungan yang kuat dan mendukung dengan keluarga, kita merasa lebih diterima dan dicintai, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan emosional kita.

  1. Mengurangi Risiko Gangguan Mental

Studi telah menunjukkan bahwa individu yang memiliki hubungan yang kuat dengan keluarga mereka cenderung memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. 

Waktu bersama keluarga dapat menjadi pelindung yang kuat terhadap masalah kesehatan mental yang serius.

Ilustrasi keluarga yang bermain di pantai – Freepik

Meskipun aktivitas kita sangat sibuk, meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga adalah pengalaman yang berharga.

Hubungan yang kuat dengan keluarga dapat memberikan dukungan, kebahagiaan, dan perlindungan terhadap stres dan masalah kesehatan mental lainnya. 

Jadi, mari kita berupaya untuk membuat waktu bersama keluarga menjadi prioritas dalam kehidupan kita sehari-hari.




Kesehatan Mental Penting untuk Manusia

Prolite – Kesehatan mental merupakan hal penting dalam kehidupan manusia. Seringkali disebutkan mental pada masa anak-anak sangat mempengaruhi perkembangan jiwa seseorang hingga dewasa nantinya.

Sehat dilihat bukan hanya karena fisiknya saja tapi sehat juga harus dilihat dari jiwanya. Jika seseorang sakit jiwanya bisa berpengaruh juga pada fisik diantaranya seperti stroke, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Sebaliknya jika kondisi fisik yang sakit maka akan meningkatkan risiko gangguan mental pada seseorang. Oleh sebab itu penting bagi seluruh orang untuk menjaga kesehatan mentalnya.

Gangguan mental atau kejiwaan bisa dialami oleh siapa saja. Di Indonesia sendiri data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 melaporkan lebih dari 19 juta jiwa penduduk usia di atas 15 tahun mengalami masalah gangguan mental emosional, 12 juta jiwa penduduk usia di atas 15 tahun mengalami masalah depresi, dan 18 dari populasi mengalami psikosis atau skizofrenia.

Ada beberapa faktor yang dapat kita ketahui jika kita sudah mengalami gangguan mental seperti, gangguan dan perubahan pola tidur, sulitnya fokus, cemas berlebih, merokok dan minum alcohol berlebih.

Jika dirasa sudah ada tanda-tanda seperti di atas maka lakukan aktifitas fisik dan olahraga, berbicara dengan orang yang dipercaya atas masalah anada, atau terapkan pola makan sehat.

Tidak hanya itu, bersosialisasi serta menjaga hubungan baik pun perlu dilakukan. Menerima dan mensyukuri segala hal yang dimiliki, lakukan aktivitas yang digemari, menjaga kecukupan tidur dan istirahat serta mencari bantuan profesional jika diperlukan. (*/ino)