Bunuh Teman Karena Tak Terima di Keluarkan dari Grup WA
Category: Daerah
3 November 2023
Bunuh Teman Karena Tak Terima di Keluarkan dari Grup WA
BANDUNG, Prolite – Aksi keji Toto Toiban (36) yang telah bunuh temannya hingga tewas di Kampung Bojong Malaka, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Minggu (29/10).
Korban yang di bunuh oleh temannya diketahui bernama Adrian alis Eboh (29) pemuda asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Pihak kepolisian menerima laporan kasus ini usai salah seorang warga menemukan jasad korban yang bersimbah darah.
Awal mula kejadian bunuh teman karena tersangka yang tidak terima karena di keluarkan dari grup Whatsapp.
Setelah pelaku mengetahui bahwa sudah dikeluarkan dari grup, lantas pelaku mendatangi korban untuk menanyakan apa maksud dan alasan korban mengeluarkan tersangka dari grup Whatsapp tersebut.
“Dan dari terungkapnya tersangka kami bisa amankan, tersangka mengaku sakit hati karena dikeluarkan dari grup WhatsApp,” kata Kusworo dikutip dari .
Tersangka yang sudah emosi ditambah korban yang memberikan jawaban kurang memuaskan, maka dari itu keduanya terlibat cekcok dan berkelahi.
Saat berkelahi pelaku yang sudah membawa senjata tajam yang sudah dibawanya dari rumah langsung menusukkan pisau kepada korban di bagian lengan dan dada korban.
Diketahui pisau yang di gunakan pelaku untuk menusuk korbannya itu memang setiap hari dibawa oleh pelau kemana-mana.
Korban yang meninggal di tempat karena luka tusuk di bagian dada hingga merobek jantungnya.
Menurut pengakuan tersangka, sebelum perkelahian terjadi tersangka sudah mencoba meminta maaf kepada korban namun balasan korban malah mengajaknya berkelahi.
Bahkan ketika tersangka berbalik badan hendak pulang namun korban tiba-tiba memukul tersangka.
Disitulah perkelahian terjadi hingga akhirnya tersangka menusuk korban di bagian dada dan lengannya.
Pelaku Penganiayaan Dokter Gigi Berhasil Diamankan pada Senin 23 Oktober 2023 Malam
Category: Daerah
3 November 2023
Pelaku Penganiayaan Dokter Gigi Berhasil Diamankan pada Senin 23 Oktober 2023 Malam
BANDUNG, Prolite – Pelaku penganiayaan dan pengancaman pembunuhan terhadap dokter gigi Vissi El Alexandra sudah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Setelah mendapatkan laporan terkait adanya penganiayaan yang di alami oleh dokter gigi petugas kepolisian dari Polrestabes Bandung langsung melakukan pengejaran terhadap terduka pelaku.
Tidak membutuhkan waktu lama pada hari Senin (23/10) malam pelaku SS berhasil ditangkap opleh pihak kepolisian saat berada di kediamannya.
Pelaku saat diamanakan terlihat mengenakan kaos berwarna putih tidak bisa berkutik saat pihak kepolisian mendobrak rumah pelaku.
Samuel Sunarya yang merupakan tersanga kasus penganiayaan sempat terlibat cekcok dengan warga sekitar saat hendak diamanakan oleh polisi.
Instagram Info Bandung Raya
“Kita berhasil mengamankan tersangka,” ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Agta Bhuwana Putra, Senin (23/10).
Samuel diketahui sempat bersembunyi di rumahnya ketika didatangi polisi. Peringatan agar menyerahkan diri yang disampaikan polisi tak digubris sehingga dilakukan upaya paksa oleh polisi dengan cara mendobrak pagar dan pintu rumah.
Agta mengatakan, Samuel ditemukan di lantai dua rumah bersama kedua orang tuanya. Sebagai tindak lanjut, pelaku akan dimintai keterangan lebih lanjut atas aksi penganiayaan kepada Vissi.
“Untuk perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan. Orang tuanya gak dibawa (ke kantor polisi), hanya mendampingi saja,” ungkapnya.
Pelaku diketahui sebelumnya telah mengirimkan pesan melalui media sosial Instagram pribadi Vissi dengan nada ancaman akan dibunuh.
Setelah itu pelaku yanjg langsung mendatangi tempat di mana sang dokter gigi bekerja di Paskal 23 Kota Bandung dan memaksa masuk.
Dalam video yang di unggah oleh tersangka melalui akaun Instagram pribadinya terlihat tersangka yang sempat terlibat cekcook dengan korban sambil menodongkan pisau lipat yang sudah tersangka bawa.
“Dia menerobos dan memaksa mendatangi di lantai 3,” sebutnya.
Saat bertemu Vissi, pelaku langsung mengeluarkan pisau, mengarahkannya ke leher Vissi.
“Benar-benar menempel leher,” ujarnya.
Pelaku pun dibawa ke luar ruangan kantor. Namun, serangan pada Vissi malah makin bertubi-tubi. Vissi mengaku sempat berupaya menahan serangan pisau hingga tonjokan.
Akibat penganiayaan yang dilakukan tersangka kepada Vissi kini ia mengalami luka memar dan luka sayatan karena benda tajam yang di bawa pelaku.
BEJAD ! Ayah Perkosa Anak Kandung Sebanyak 44 Kali Dalam Waktu 4 Tahun
Category: News
3 November 2023
BEJAD ! Ayah Perkosa Anak Kandung Sebanyak 44 Kali Dalam Waktu 4 Tahun
BOGOR, prolite – Aksi bejad sang ayah yang berinisial M (43) memperkosa anak kandungnya di Puncak Bogor Jawa Barat selama kurun waktu empat tahun.
Aksi bejad yang dilakukan sang ayah kepada anak kandungnya ini dilakukan saat sang istri atau ibu korban sedang pergi bekerja.
Ibu korban yang diketahui bekerja sebagai tukang urut panggilan sedangkan sang ayah yang merupakan tersangka bekerja sebagai tukang mencari rumput untuk makan ternak.
Aksi bejad perkosaan yang selalu di lakukan di sebuah saung dikebun teh tersebut terjadi sebanyak 44 kali.
Pemerkosaan terhadap anak kandungnya tersebut dilaporkan oleh sang istri atau ibu korban kepada pihak kepolisian setelah mengetahui anaknya yang terlihat murung. Setelah melaporkan aksi bejad kini pelaku sudah diamankan di Mapolres Bogor.
Kasat reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara mengatakan, tersangka M melakukan pemerkosaan sejak 2019 atau saat sang putri kandung berumur 14 tahun.
Menurut pemeriksaan awal tersangka M mengaku hanya belasan kali memperkosa anaknya namun setelah melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) anggota polisi mendapatkan 44 alat kontrasepsi yang di kubur tersangka di kebun cengkeh tersebut.
“M melakukan perbuatan bejat secara berulang kali dari 2019. Selama melakukan perbuatan itu dia pakai kondom, kontrasepsi, setelah dipakai terus dikubur. Hasil penyelidikan di TKP, kita gali di sekitar saung dan ditemukanlah kurang lebih ada 44 kondom bekas pakai,” ungkap Teguh kepada , Minggu (22/10).
Tersangka M yang selalu mengancam korban akan membunuh ibunya jika tidak mau menuruti kemauannya.
Pemerkosaan yang dilakukan tersangka kepada sang anak terakhir kali dilakukan pada Senin 9 Oktober 2023 kemarin pukul WIB di saung kebun cengkeh.
“Si ibu korban ini tidak ada di rumah, diajak lah anaknya untuk ke kebun itu untuk melihat perangkap landak. Sampai di kebun, anaknya disuruh masuk ke gubuk duluan. Setelah itu baru disusul sama bapaknya ini. Nah, saat di dalam, M mengancam supaya mau (berhubungan) sambil membuka baju,” ungkapnya.
“Selama ini korban di bawah tekanan dan diancam, nah diketahuinya terakhir pada Senin 9 Oktober itu. Berawal dari kecurigaan si ibu yang melihat anaknya sering linglung dan kelihatan murung. Terus ditanya dan dijawablah, korban bilang sudah capek hidup, saya sudah capek sama kelakuan bapak. Dari situ lah semuanya baru terungkap, ibunya yang mengetahui pertama kali,” ucapnya.
BIADAB ! Bocah SD 7 Tahun Alami Pemerkosaan Hingga Tewas Oleh Pamannya
Category: News
3 November 2023
Jawa Pos Radar Semarang
Ilustrasi pemerkosaan ()
BIADAB ! Bocah SD 7 Tahun Alami Pemerkosaan Hingga Tewas Oleh Pamannya
SEMARANG, Prolite – Bocah SD berusia 7 tahun jadi korban pemerkosaan hingga merenggut nyawanya di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan polisi mendapatkan informasi dari dokter rumah sakit pada hari Selasa (17/10) malam ada anak yang meninggal dengan tidak wajar.
“Didapati ada korban anak meninggal dunia dengan kondisi tidak wajar di mana ditemukan luka pada bagian kemaluan dan bagian anus,” kata Donny di Mapolrestabes Semarang, Kamis (19/10).
Jawapos Radar Semarang
Awalmula bocah yang masih duduk di sekolah dasar ini di bawa oleh orang tuanya ke rumah sakit pada Selasa (17/10) namun setibanya di rumah sakit korban tiba-tiba meninggal begitu saja.
Setelah dilakukan pemeriksaan petugas menemukan ke janggalan karena ada luka tak wajar di kelamin dan anus korban. Setelah mengetahui adanya luka tak wajar tersebut sontak lansung melaporkan kejadian pemerkosaan tersebut ke pihak polisi.
Setelah laporan kematian tak wajar dari bocah 7 tahun tersebut polisi langsung melakukan interogasi kepada pihak keluarga.
Petugas kepolisian juga melakukan interogasi kepada beberapa tetangga untuk mendapatkan keterangan, menurut keterangan tetangga korban terlihat lemas dan tidak bisa duduk sebelum meninggal.
Jawapos Radar Semarang
Setelah beberapa keterangan sudah di kantongi oleh pihak polisi, kecurigaan mengarah kepada paman korban.
Pada saat yang bersamaan paman korban juga menghindari pemeriksaan dengan dalih mempersiapkan pemakaman korban. A kemudian ditangkap saat berada di permakaman.
Saat pemakaman korban keluarga di kagetkan dengan penangkapan paman korban yang di duga sebagai tersangka dari tewasnya korban yang berusia 7 tahun tersebut.
Menurut penyelidikan tersangka sudah melakukan aksi cabulnya sejak akhir Agustus hingga yang terakhir pada 14 Oktober 2023 kemaren.
Menurut keterangan pelaku ia tinggal serumah bersama lima anggota keluarga lainnya di Gayamsari, Kota Semarang.
Pelaku melakukan aksi bejadnya kepada bocah SD berusia 7 tahun di kamar kake korban saat rumah dalam keadaan kosong.
Awalnya korban dibekap oleh sang paman dan kemudian pelaku mlakukan tindakan tersebut di kamar kake korban saat rumah sepi, sudah sebanyak tujuh kali korban mengalami pemerkosaan dari sang paman.
Polisi masih terus menyelidiki kejadian tersebut. Korban ternyata juga diketahui dalam kondisi sakit. Kejahatan yang dilakukan oleh pamannya itu membuat kesehatan korban menurun. Hal itu membuat polisi belum menerapkan pasal pembunuhan terhadap tersangka.
Pelaku dijerat Pasal 76 E juncto Pasal 82 UU Perlindungan Anak. Pidana paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara. Kami tetapkan pasal pencabulan terhadap anak karena belum diketahui apa ada hubungannya kematian korban dengan aksi pelaku karena korban juga memiliki penyakit TBC, tunggu hasil dokter.
Imbas Penganiayaan , Hasil Otopsi Menyebutkan Luka Parah di Bagian Kepala Belakang dan Dada
Category: News
3 November 2023
Imbas Penganiayaan , Hasil Otopsi Menyebutkan Luka Parah di Bagian Kepala Belakang dan Dada
Prolite – Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sang kekasih tengah menjadi buah bibir di masyarakat.
Kenapa tidak pasalnya tersangka ini merupakan anak dari anggota DPR RI, semakin banyak deretan nama dari anak salah satu orang-orang penting melakukan kekarasan.
Setelah sebelumnya ada Mario Dandy yang merupakan anak dari anggota ditjen pajak yang bernama Rafael Alun Trisambodo.
Kini hadir lagi perlakuan sewenang-wenang dari anak orang-orang penting. Anak anggota DPR RI melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya hingga merenggut nyawanya.
Tersangka yang menganiaya kekasihnya ini diduga karena pertengkaran masalah orang ketiga dalam hubungannya.
Gregorius Ronald Tannur yang merupakan tersangka bertengkar dengan kekasihnya berada di bawah pengaruh minuman keras hingga akhirnya penganiayaan terjadi.
Menurut hasil pemeriksaan Dini Sera Afrianti korban diduga tewas karena penganiayaan yang dilakukan sang kekasih di salah satu club malam di Kota Surabaya.
Portal JTV
Jenazah Dini pun diketahui dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk menjalani autopsi. Tim Dokter Forensik RSUD dr Soetomo Surabaya, Renni Sumulyo pun mengungkapkan hasil autopsi yang dilakukan.
Ia mengungkapkan jika hasil pemeriksaan jenazah Dini Sera Afrianti (29) terdapat luka memar di bagian kepala belakang, iga, organ paru serta hati. Tak hanya itu saja, dalam pemeriksaan organ dalam, terdapat pula adanya resapan darah di otot bagian leher kanan dan kiri.
“Cukup banyak ya. Jadi kalau yang memar itu dari kepala belakang, dada hingga kaki. Tapi yang paling fatal memang ada di bagian kepala belakang sama dada,” ujarnya.
Bukan hanya itu saja namun Dini juga mendapatkan bekas ban yang ada di tangannya. Dugaan sementara korban bukan hanya dianiaya namun juga di lindas menggunakan mobil oleh tersangka.
Tersangka kini sudah diamankan oleh pihak kepolisian, menurut pengakuannya Ronald sempat panik saat sekuriti memberitahu bahwa sang kekasih sudah tidak bereaksi.
Pihak kepolisian juga menyebutkan jika Ronald yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka sempat melakukan CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation kepada korban. Hal ini dilakukan karena Ronald masih sayang terhadap sang kekasih.
Polrestabes Surabaya telah menetapkan Gregorius Ronal Tannur anak dari anggota DPR RI sebagai tersangka penganiayaan hingga menyebabkan Andin meninggal dunia. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce mengungkapkan jika tersangka terjerat pasal 351 ayat 3 KUHP dan atau pasal 359 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
“Tersangka dijerat pasal 351 dan atau 359 KUHP, tentang penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya orang. Status pelaku dari saksi ditetapkan sebagai tersangka, berdasarkan proses gelar perkara,” ujar Kombes Pasma di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (6/10).
Dalam konferensi pers yang digelar, pihak kepolisian juga telah menyita sejumlah barang bukti. Mulai dari pakai yang dikenakan pelaku dan korban saat kejadian, botol minuman hingga beberapa rekaman CCTV di sekitar area kejadian.
Ronald sendiri diketahui tengah dalam masa penahanan di mapolrestabes Surabaya dan masih akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Memalukan Anak Anggota DPR RI Aniaya Pacar Hingga Tewas
Category: News
3 November 2023
Memalukan Anak Anggota DPR RI Aniaya Pacar Hingga Tewas
Prolite – Aksi keji penganiayaan yang dilakukan oleh Gregorius Ronald Tannur yang merupakan anak anggota DPR RI.
Gregorius Ronald Tannur yang merupakan pacar korban yang bernama Sera Afrianti kini menjadi sorotan netizen.
Penganiayaan yang dialami Sera Afrianti merupakan perbuatan yang sangat keji pasalnya ia tewas di tangan kekasihnya sendiri.
Korban diketahui meninggal pada Kamis (5/10) dan ditemukan di sebuah klub malam Blackhole KTV di Surabaya.
Kasus tewasnya Sera Afrianti di tangan kekasihnya ini menjadi viral di media sosial, diketahui keduanya terlibat pertengharan sebelum akhirnya korban menglami penganiayaan.
Kronologis awal kejadian penganiayaan yang dilakukan Gregorius Ronald Tannur kepada korban yang merupakan kekasihnya, mereka berdua mendapatkan undangan undangan di VIP room sembari menenggak minuman keras.
Instagram Lambe Danu
Dalam kondisi mabuk mereka berdua terlibat cekcok di dalam ruangan hingga penganiayaan. Tidak berhenti sampai disitu saja.
Pemukulan berlanjut di luar ruangan, saat berada di parkiran basement Lenmarc Mall, wanita yang akrab di sapa Andin ini ditendang hingga tersungkur oleh Ronald.
Diketahui Gregorius Ronald Tannur bukan hanya melakukan pemukulan saja terhadap korban, namun korban diduga dilindas oleh mobil kekasihnya hingga terseret 5 meter.
Dugaan korban dilindas oleh mobil karena terdapat pula jejak ban mobil pada tubuh korban.
Setelah kejadian terjadi tersangka yang merupakan anak anggota DPR RI ini menghilang beberapa saat hingga akhirnya tersangka kembali ke VIP Room Blackhole KTV.
Menurut saksi dari satpam mall menuturkan bahwasannya tubuh korban sempat dimasukan ke bagasi mobil oleh pelaku.
Setelah tersangka memasukan korban ke dalam bagasi mobilnya lantas ia membawa korban ke apartemen milik tersangka yang berada di Orchard Tanglin, Pakuwon.
Bukan hanya satpam mall saja yang mengetahui tersangka menyimpan korban di dalam bagasi mobil. Beberapa orang sempat melihat Ronald mengeluarkan tubuh Andin dari salam bagasi mobil.
Bahkan beberapa orang yang melihat tubuh korban keluar dari bagasi mobil sempat menyarankan kepada tersangka untuk membawa korban ke RS National Hospital.
2 Pria di Bandung Mucikari Diamankan , Korban Dijual Lewat MiChat
Category: Daerah
3 November 2023
2 Pria di Bandung Mucikari Diamankan , Korban Dijual Lewat MiChat
BANDUNG, Prolite – Polisi berhasil mengamankan dua pria mucikari di Kota Bandung yang berinisial HAD dan DEP.
Keduanya berhasil diamankan oleh Polrestabes Bandung setelah usai menjual wanita perempuan kepada pria hidung belang.
Para tersangka mucikari menjajakan wanita kepada pria hidung belang melalui aplikasi MiChat.
Dari hasil penyelidikan HAD dan DEP didapati 5 wanita yang sudah dijual oleh kedua pelaku.
Tiga dari lima wanita yang jual ternyata diketahui masih berusia 17 tahun. Bahkan ironisnya tersangka HAD merupakan pacar RNF yang merupakan salah satu wanita yang dijual oleh kedua tersangka.
Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono mengatakan, dua muncikari itu ditangkap pada Sabtu 3 September 2023 di sebuah apartemen di Pasteur
“Penangkapan ini bermula dari adanya laporan masyarakat yang masuk ke kami. Setelah kami tindaklanjuti, 2 orang tersangka yang berstatus sebagai muncikari telah kami tangkap dan ada 5 korban yang kami amankan,” katanya, Selasa (3/10).
Kedua tersangka menjalankan aksinya menjual wanita kepada pria hidung belang melalui akun Michat dengan nama akun Amelia.
Diketahui para pelaku memasang tarip untuk wanita yang dijualnya dengan harga Rp 400-700 ribu untuk durasi satu jam.
Saat dilakukan penggerebekan di apartemen tersangka berhasil mengamankan RNF yang sebagi pacar tersangka dan empat wanita lainnya.
Korban 4 Wanita lainnya diantaranya KS (17), TA (17), VO (17) dan ST (20). Jadi total korban wanita yang dijual tersangka terdapat 5 korban.
“Korban ada lima, salah satu korban pacar tersangka. Barang bukti disita ada sepuluh buah kondom, pelumas, handphone dan screen shoot percakapan dari kasus itu,” kata dia.
Polisi juga berhasil mengamankan 10 buah alat kontrasepsi hingga beberapa unit ponsel yang diduga dipakai untuk melakukan transaksi dengan pria hidung belang.
Kedua pelau diketahui kerap berpindah-pindah apartemen, Kini keduanya telah di tetapkan sebagai tersangka mucikari.
Sedangkan untuk kelima korban yang dijual oleh kedua mucikari ini hanya dijadikan sebagai saksi dan sudah di kembalikan ke orang tua masing-masing.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, HAD dan DEP dijerat Pasal 2, Pasal 11 dan Pasal 12 Undang-undang No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta Pasal 88 Jo Pasal 76 Undang-undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara.
Korban Begal Diduga di Minta Uang Rp 1 Juta Saat Buat Laporan Kepolisian
Category: Daerah
3 November 2023
Korban Begal Diduga di Minta Uang Rp 1 Juta Saat Buat Laporan Kepolisian
Prolite – Sudah jatuh tertimpa tangga pribahasa itu mungkin sangat cocok diberikan kepada seorang perempuan yang mengalami begal di kawasan Hegarmanah, Jalan Setiabudi, Kota Bandung.
Dalam unggahan di salah satu akun TikTok menceritakan kisahnya mengalami pembegalan pada Jumat 22 September 2023 pada pukul WIB.
Setelah kejadian pembegalan dan tersangka berhasil membawa kabur motornya, korban berusaha untuk melaporkan kejadian tersebut ke polsek Sukasari.
Namun ternyata yang di dapatkan oleh korban bukanlah perlindungan dari pihak kepolisian, namun justru korban dimintai uang jalan oleh pihak kepolisian.
Korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi setelah korban iseng mencari motornya melalui media sosial Facebook.
Ada satu motor yang dijual melalui akun Facebook yang terlihat sangat mirip dengan motor yang korban yang di bawa oleh tersangka begal.
Posisi motor yang di jual berada di Garut, maka dari itu ia mencoba untuk melapor kepihak kepolisian dengan menunjukan hasil pencariannya melalui akun Facebook tersebut.
Tribun Jabar
“Setelah diceritakan kronologinya, pas mau cabut nihhhh TIBA uang bensin&makan cenah,” tulis salah satu akaun TikTok @mutiaraputri.
Namun menurut pengakuannya korban hanya mempunyai uang Rp 200 ribu, namun pihak polisi menolak diberiuang hanya Rp 200 rbu dengan menyebutkan kurang.
Korban bukan hanya kehilangan satu unit motor saja namun ia juga kehilangan tas gendongnya yang berisi KTM UPI Bandung, SIM A dan SIM C, Kartu ATM, dan STNK Asli.
Setelah viral pengakuan korban di TikTok Polsek Sukasari memberikan penjelasan terkait viralnya pengakuan tersebut.
Polsek Sukasari membenarkan terdapat laporan pengaduan dari seorang perempuan yang menjadi korban begal di Jalan Setiabudi, Kota Bandung. Namun, terkait permintaan sejumlah uang yang dilayangkan oleh petugas kepada korban dinilai terdapat salah komunikasi.
“Iya, benar (ada pelaporan). Tapi mungkin antara penyidik dan dia (korban) itu salah komunikasi,” ucap Kapolsek Sukasari Kompol Darmawan saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/9/2023).
Ia menegaskan petugas di lapangan tidak meminta uang sepeser pun kepada korban hingga saat ini. Darmawan menilai terdapat komunikasi yang keliru antara kedua belah pihak.
“Kami pun tidak meminta sepeser pun sampai detik ini, gak minta uang sepeser pun, mungkin salah komunikasi karena mungkin anggota ini kan tempatnya jauh di Cihanjuang, mungkin anggota menyampaikan jauh atau apa,” kata dia.
Ia menyebut Propam Polrestabes Bandung saat ini tengah meminta klarifikasi kepada petugas yang bersangkutan. Ia mengaku akan segera memberikan perkembangan terbaru terkait hal tersebut.
Aksi Kejam Murid Bacok Guru di Madrasah Aliyah Demak
Category: News
3 November 2023
Aksi Kejam Murid Bacok Guru di Madrasah Aliyah Demak
DEMAK, Prolite – Seorang guru di sebuah sekolah madrasah aliyah di Pilangwetan, Kebonagung, Demak, Jawa Tengah Ali Fatkurrohman dibacok siswanya saat berada di dalam kelas.
Pembacokan yang dilakukan oleh salah seorang murid sekolah dasar madrasah aliyah terjadi pada saat sangguru selsai membagikan soal ujian semester tepatnya pada hari Senin (25/9) pukul WIB.
Sang guru yang mengalami luka di bagian leher dan tangan kanan karena terkena senjata tajam yang di lakukan oleh seorang muridnya.
Bahkan Kapolsek Kebonagung SKP Suwondo membenarkan untuk kejadian pembacokan yang dilakukan salah seorang murid terhadap sang guru terjadi di Madrasah Aliyah.
mitrapost
“Ada seorang guru dibacok muridnya. Jadi saat itu juga penjaga piket langsung meluncur ke TKP,” jelasnya dikutip dari .
Pelaku yang melakukan hal keji kepada gurunya tersebut diketahui berinisial AR.
Kejadian bermula ketika sang guru yang baru saja selesai membagikan soal ujian kepada murid-muridnya, tiba-tiba tersangka AR langsung mengeluarkan celurit yang di sembunyikan di balik baju tersangka.
Setelah pelaku mengeluarkan sejumlah celurit dalam balik bajunya lalu tersangka langsung menebaskan kebagian leher dan tangan kanannya di depan siswa lainnya yang berada di kelas tempat kejadian berlangsung.
Saat kejadian terjadi sontak memebuat murid-murid yang berada di dalam kelas berteriak bahkan ada beberapa siswa yang jatuh pingsan karena kaget kejadian tersebut.
Setelah membacok, AR langsung keluar dari ruangan kelas dan kabur. Saat ini polisi juga masih melakukan pengejaran.
“Hasil olah TKP ditemukan sebuah arit (celurit) yang dibawa pelaku untuk melakukan pembacokan terhadap gurunya. Barang bukti ditemukan di lapangan depan sekolah,” kata Suwondo.
Suwondo mengatakan guru yang menjadi korban pembacokan langsung dibawa ke Rumah Sakit Gubuk lalu dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kondisinya sempat kritis.
Tidak perlu waktu lama pihak Kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku dan kini pelaku AR yang merupakan murid kelas X sudah berhasil di tangkap oleh pihak polisi.
Menurut penyelidikan sementara pelaku AR melakukan aksinya karena pelaku merasa tidak puas dengan hasil nilai yang diperolehnya dalam penilaian tengah semester.
Diketahui yang menjadi korban kekejaman siswanya merupakan guru olahraga dan kesiswaan Madrasah Aliyah.
Nasabah Pinjol AdaKami Bunuh Diri , OJK Panggil Perusahaan AdaKami
Category: News
3 November 2023
Prolite – Geger seorang nasabah dari salah satu pinjol AdaKami yaitu perusahaan penyedia layanan teknologi finansial (Fintech) atau yang sering di sebut pinjol.
Kejadian memilukan tersebut ramai di media sosial X oleh akun @rakyatvspinjol pada hari Minggu 17 September 2023.
Menurut penuturan yang dibagikan oleh @rakyatvspinjol, nasabah yang mengakhiri hidupnya berinisial K ini memiliki pinjaman uang di pinjol AdaKami.
Nominal awal yang di pinjam oleh korban sebanyak Rp 9 ,4 juta, namun korban harus mengembalikan pinjaman tersebut sebesar Rp 18 – Rp 19 juta rupiah.
Karena jumlah yang harus di kembalikan oleh korban sangatlah besar, K mengaku mengalami kesulitan untuk membayar pinjaman dan bunga keterlambatannya.
Saat K tidak bisa mengembalikan pinjaman tersebut lantar terror penagih utang atau yang sering di kenal dengan Debt Collector mulai bermunculan.
Foto Dok Polsek Kanor
Teror pertama bermula dari Debt Collector yang melakukan panggilan terus menerus ke kantor korban hingga akhirnya K di pecat.
Korban diketahui bekerja sebagai pegawai honorer di salah satu kantor pemerintahan.
Korban di pecat dengan alasan mengganggu kinerja operator telpon. Tidak berhenti sampai disitu terror berlanjut, korban K kerap menerima dengan order fiktif GoFood.
Dalam satu hari 5-6 order fiktif GoFood yang datang kerumahnya untuk memaksa korban membayar orderan tersebut.
Teror dari Debt Collector pinjol AdaKami terus berlanjut hingga akhirnya korban mengakhiri hidupnya pada Mei 2023 lalu.
Setelah kepergian korban K, Debt Collector AdaKami tidak berhenti begitu saja terror terus berlanjut ke keluarga korban.
Meski pihak keluarga telah menyampaikan kepada pihak AdaKami bahwa korban K telah meninggal, namun pihak yang di duga Debt Collector tidak mempedulikan hal tersebut meski sudah di lampirkan surat kematian.
Saat korban K mengakhiri hidupnya di temukan sepucuk surat yang di tulis oleh K sebelum sempat mengakhiri hidup. Dalam Surat tersebut K menuliskan “AdaKami telah merusak hidupnya”.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil perusahaan pinjol AdaKami
Usai viral bunuh diri yang dilakukan nasabah pinjol AdaKami karena terror Debt Collector yang sudah merusah hidupnya.
Kini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil perusahaan Peer to Peer (P2P) Lending PT Pembiayaan Digital Indonesia atau dikenal sebagai Pinjol Adakami pada Hari Rabu (20/9).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari mengkonfirmasi bahwa pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan AdaKami pukul WIB.
Meski begitu, Kiki belum bisa merincikan pokok bahasan yang akan disampaikan saat pertemuan tersebut.
“Nanti ya setelah ada hasil klarifikasinya,” tuturnya.
Dalam kesaksiannya, AdaKami memberikan pinjaman dengan bunga 0,4% per hari dan biaya admin 100%. Dengan modus itu, AdaKami ditengarai melakukan penetapan bunga terselubung.
Selain itu, pihak Debt Collector AdaKami juga disebu meneror korban dengan cara yang tidak manusiawi. Teror itu berlanjut ke keluarga dan kerabatnya bahkan setelah korban telah meninggal dunia.
Sebelumnya, Brand Manager Adakami Jonathan Kriss mengatakan saat ini pihaknya telah menerima laporan terkait proses penagihan desk collector (DC) AdaKami dan berkomitmen untuk melakukan penyelidikan dan menyelesaikan keluhan yang disampaikan.
“AdaKami turut prihatin mendengar kabar berita tersebut, saat ini pihak kami telah menghubungi pemilik akun @rakyatvspinjol untuk meminta keterangan lebih lanjut dan masih mencoba mengumpulkan fakta agar dapat melakukan investigasi lebih mendalam,” ungkap Jonathan dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa, (19/9).
Saat ini, Jonathan menambahkan, pihaknya juga berusaha untuk mendapatkan nama korban ataupun keluarga korban yang diceritakan untuk dapat dilakukan konfirmasi dan investigasi secara menyeluruh.