Rekontruksi meninggalnya Anak Tamara Tyasmara Akan di Gelar Segera

Ilustrasi tewas anak Tamara Tyasmara (net).

Rekontruksi meninggalnya Anak Tamara Tyasmara Akan di Gelar Segera

Prolite – Rekontruksi atas kasus meninggalnya anak Tamara Tyasmara yang meninggal karena di tenggelamkan oleh Yudha Arfandi.

Menurut hasil rekaman CCTV yang berada di lokasi kejadian memperlihatkan Dante (6) tewas karena di tenggelamkan oleh YA sebanyak 12 kali.

Untuk memastikan lebih jelas kronologis meninggalnya anak Tamara Polda Metro Jaya bakal menggelar rekontruksi pada pekan ini.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan rekonstruksi di TKP. Iya dalam pekan ini,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam, Senin (26/2/2024).

Instagram
Instagram

Pihak kepolisian akan menggelar rekontruksi kasus meninggalnya bocah 6 tahun ini guna untuk mengumpulkan fakta-fakta terbaru dalam tewasnya dante.

“Nanti kami update lagi untuk kepastian tanggalnya ya, dalam waktu dekat ini akan dilakukan rekonstruksi untuk mengumpulkan fakta-fakta dan membuat kasus ini terang benderang. Prinsip utamanya tetap prosedural profesional dan proporsional,” papar Ade Ary.

Tersangka dalam kasus meninggalnya dante yakni Yudha Arfandi sudah dilakukan penangkapan di kontrakannya saat sedang tertidur.

Tersangka yang tidak bisa berkutik ketika di lakukan penangkapan dengan bukti CCTV yang sudah di pegang pihak kepolisian.

Yudha Arfandi sendiri merupakan kekasih dari Tamara Tyasmara yang merupakan ibu kandung dari korban.

Sebelumnya Tamara pun telah diperiksa oleh pihak Polda Metro Jaya pada Rabu 21 Febuari 2024.

Saat dirinya diperiksa pihak kepolisian ia juga turut menyerahkan bukti tambahan terkait kematian anaknya.

Untuk kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus meninggalnya Dante pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan.

Tamara dan Angger Dimas yang merupakan orang tua dari korban juga akan dilakukan pemeriksaan ahli Bahasa tubuh.




Aksi Perundungan Binus School Melibatkan 8 Orang yang Diketuai Agit

Aksi perundungan di Sekolah Internasional Binus School Serpong (Instagram).

Aksi Perundungan Binus School Melibatkan 8 Orang yang Diketuai Agit

Prolite – Dalam kasus perundungan yang terjadi di Sekolah Internasional Binus School Serpong terdapat sosok yang perperan kuat didalamnya.

Aksi bullying yang dilakukan sekelompok geng yang menamai Geng Tai hingga membuat korbannya harus di rawat di RS ternyata diketuai oleh Agit.

Dalam informasi yang beredar bahwasannya kelompok Geng Tai ini memang sering nongkrong di sebuah toko kecil yang berada di belakang sekolah.

Dikutip dari akun Instagram Lambe Danu, ibu korban turut membeberkan kegiatan dari Geng Tai ini.

“Mereka berkumpul di toko tersebut setiap hari sepulang sekolah untuk melakukan kegiatan menyimpang yang mungkin mengandung unsur kriminal, seperti kekerasan, merokok di bawah umur, dan vaping,” ungkapnya.

Twitter bospurwa
Twitter bospurwa

Lantas siapa sosok Agit ini?

Agit sendiri adalah anggota geng Tai yang duduk di bangku kelas 12.

Agit mengendalikan semua yang ada di geng.

Geng ini sudah berdiri selama 9 generasi.

Agit tersebut akan merekrut anggota untuk bergabung dengan geng-geng ini, dan imbalan untuk bergabung dengan geng-geng ini bervariasi, seperti ditawari uang untuk bergabung, memiliki akses ke tempat parkir dekat binus.

Namun imbalan utama yang membujuk orang untuk bergabung adalah STATUS di sekolah.

Di binus, anak laki-laki diketahui memiliki status hierarki yang lebih tinggi ketika mereka bergabung dengan geng,” tulisnya.

Namun ada beberapa peraturan yang harus di ikuti untuk seluruh anggota Geng Tai jika ingin terus bergabung.

Dalam keterangan tersebut calon anggota baru akan dikumpulkan di warung-warung, di mana para orang tsb akan mengambil kendali dan meminta mereka untuk melakukan perilaku menyimpang.

Seperti meneriakkan nama, membelikan makanan untuk para penghasut dan mengikuti perintah yang mereka minta, namun yang terpenting bagi mereka, MEREKA HARUS DIHUKUM SECARA FISIK.

Mereka juga melecehkan calon anggota baru, untuk menunjukkan apakah mereka layak menyandang gelar anggota geng.

Bahkan dalam kejadian perundungan itu terjadi terdapat hingga 40 orang yang juga terlibat mereka memiliki peran masing masing bahkan ada yang hanya ikut menertawakan hingga merekam aksi perundungan terjadi.

Dikutip dari Instagram @berita_gosip, ada 8 nama pelaku yang memiliki peran dalam perundungan terjadi diantaranya:

  1. Kea**: Menyundut rokok, mukul hingg membakar tangan korban dengan korek api.
  2. Gav**: memukul, mengancam akan membunuh dan melecehkan serta menjambak.
  3. Ma**: memaki dan memukul
  4. Tom**: menendang kaki korban, menonjik perut dan memiting korban
  5. Zahr**: mengintruksi “kaderisasi’, push up, squat gendong orang, cubit dada 20x
  6. Legol**: mengikat di tembok pakai yali gorden, memegang tangan korban dari belakang
  7. Ela**: mencekik leher
  8. Ra**: memukul perut korban.

Karena aksi dari ke 8 tersangka kini korban harus mendapat perawatan di rumah sakit karena luka yang dideritanya.




Kasus Perundungan Binus School Serpong Menyeret 3 Anak Pesohor

Anak Vincent Rompies diduga terlibat dalam aksi perundungan (Instagram Vincent Rompies).

Kasus Perundungan Binus School Serpong Menyeret 3 Anak Pesohor

Prolite – Kasus Perundungan yang terjadi di sekolah Internasional Binus School Serpong melibatkan beberapa anak pesohor.

Sebelumnya sempat ramai unggahan dari akun media sosial Twitter yang menyebutkan salah satu tersangka merupakan anak dari host terkenal Vincent Rompies.

Kini viral netizen Twitter dengan akun @Yochi*** mengungkapkan dua nama yang merupakan anak dari pesohor yang terlibat dalam kasus tersebut.

Aksi bullying melibatkan anak Vincent Rompies (Twitter bospurwa).
Aksi bullying melibatkan anak Vincent Rompies (Twitter bospurwa).

“Leg*** anaknya Vincent, Tri*** Tobing anaknya dokter Edwin Tobing.”

“Ra*** anaknya presenter Arief Suditomo.”

“Sejauh ini yang bapaknya diketahui,” demikian cuitan akun itu.

Meski begitu, belum diketahui secara pasti kebenaran cuitan dari warganet X tersebut.

Meski dalam unggahan tersebut tidak menyebutkan secara rinci soal keterlibatan anak pesohor dalam kasus bullying yang terjadi di warung sebrang sekolah Binus School Serpong.

Pihak kepolisian telah menerima laporan atas kasus ini dan anak melakukan pemeriksaan atas kasus perundungan yang mengakibatkan korbannya masuk rumah sakit.

Perundungan diduga terjadi dua kali di waktu yang berbeda. Polisi akan menggali keterangan dari saksi-saksi seperti pihak korban dan keluarganya.

Dari pihak sekolah Binus Internasional School Serpong juga tidak tinggal diam pihaknya tengah dalam upaya memanggil siswa yang diduga terlibat dalam kasus ini termasuk anak dari seleb VR.

Pihak sekolah memanggil nama-nama yang diduga terlibat guna untuk mencegah hal serupa tidak terjadi lagi di wilayah sekolah Binus ini.

Setelah kasus ini mencuat pihak sekolah akan menindak tegas siswa yang terlibat dengan memberikan sanksi hukuman berat yakni drop-out atau dikeluarkan dari sekolah.




Memalukan Aksi Bullying Terjadi di Binus School Serpong , Anak Vincent Rompies Terlibat

Ilustrasi Bullying (katadata).

Memalukan Aksi Bullying Terjadi di Binus School Serpong , Anak Vincent Rompies Terlibat

Prolite – Kasus perundungan (bullying) kembali terjadi di kalangan anak sekolah, namun kasus kali ini menyeret nama sekolah Internasional yang ada di kawasan Jelupang, Serpong Utara, Tanggerang Selatan.

Kasus bullying seperti ini memang sering terjdi tak tanggung tanggung korban bahkan ada yang hingga merenggut nyawa.

Kali ini kasus bullying kembali terjadi di kalangan pelajar diketahui korban yang merupakan siswa di Binus School Serpong hingga harus dirawat di rumah sakit.

Lokasi perundungan yang dilakukan oleh beberapa siswa Binus School Serpong terjadi di warung yang berada di sebrang Binus School Serpong.

Posisi warung yang berada di bawah dan harus masuk ke jalan kecing memang sangat jarang sekali terlihat oleh orang yang lalu lalang.

Aksi bullying melibatkan anak Vincent Rompies (Twitter bospurwa).
Aksi bullying melibatkan anak Vincent Rompies (Twitter bospurwa).

Kasus ini mencuat setelah akun media sosial X yang bernama @BosPurwa membagikan kisah perundungan oleh sekelompok siswa yang dinamai sebagai ‘Geng Tai’.

Dalam unggahan tersebut menuliskan bahwa aksi tak terpunji tersebut diduga melibatkan nama artis Vincent Rompies yang bernama Farrel Legolas Rompies.

Aksi keji ini memang sering dilakukan seniornya dalam Geng Tai kepada Juniornya.

Menurut kesaksian korban mendapatkan kekerasan fisik seperti di cekik , diikat ditiang, bahkan hingga di pukul dengan menggunakan kayu.

Bukan hanya itu korban juga sering sering diperintah untuk membelikan sesuatu oleh seniornya hingga di sundut rokok.

Kejadian tersebut sangat-sangat tidak terpunyi di tambah para pelaku ternyata masih berstatus pelajar.

Insiden kekerasan ini sudah ditangani oleh pihak Polres Tanggerang Selatan.

Binus Internasional School Serpong mengkonfirmasi adanya anak seleb inisial VR terlibat kasus perundungan ‘Geng Tai’.

Hal ini diakui oleh Corporate Marketing Communications General Manager Binus Group Haris Suhendar saat di konfirmasi awak media dikutip Tribunnews.

“iya (keterlibatan anak VR),” kata Haris.

Saat ini kata dia, pihak sekolah tengah dalam upaya memanggil siswa yang diduga terlibat dalam kasus ini termaksud anak dari seleb VR.

Meski tak menjabarkan secara rinci soal keterlibatan anak seleb itu dalam kasus perundungan ‘Geng Tai’, namun ia mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini.

Ia pun memastikan bahwa pihak sekolah, akan sepenuhnya memberi dukungan pada korban.

Tersangka yang terlibat bukan hanya anak dari VR diketahui ada beberapa anak pesohor lainnya yang juga ikut terlibat dalam kasus ini.




Ayah Dante Kesal Melihat Aksi Tersangka dalam CCTV

Angger Dimas bersama dengan sang anak Dante (Instagram anggerdimas).

Ayah Dante Kesal Melihat Aksi Tersangka dalam CCTV

Prolite – Angger Dimas yang merupakan ayah dari Raden Andante Khalif Pramudityo atau Dante, yang beberapa hari lalu meninggal karena tenggelam.

Diketahui Dante sapaan akrabnya meninggal akibat tenggelam saat berenang di Kolam Renang yang berada di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (27/1) lalu.

Karena meninggalnya sang anak ini banyak pertanyaan dari sang ayah karena diketahui anaknya ini bisa berenang.

Sangat tidak mungkin jika bocah 6 tahun tersebut meninggal karena tenggelam di kolam renang.

Usai melaporkan ke pihak kepolian atas tak wajar meninggalnya Dante, pihak kepolian mencari CCTV di lokasi kejadian.

Kolase Yutube
Kolase Yutube

Usai pihak kepolisian mendapatkan CCTV dan melakukan penyelidikan terlihat dengan jelas bahwasannya anak dari Angger meninggal karena di tenggelamkan.

Usai video CCTV terungkap sang ayah merasa kesal dan marah terhadap tersangka yang tega merenggut nyawa putra kesayangannya itu.

Tersangka yang berinisial YA diketahui merupakan kekasih dari mantan istri Angger.

Hingga saat ini pihak kepolian yang baru menetapkan satu-satunya tersangka yakni YA.

Masih dilakukan pendalaman lagi apakah ada tersangka lainnya yang juga ikut dalam kasus tenggelamnya putra dari Angger dan Tamara.

Pada saat ditemui di Polda Metro Jaya, Angger Dimas mengaku sudah melihat rekaman CCTV itu.

Ia merasa marah dan menganggap apa yang dilakukan YA, bukanlah perbuatan manusia.

“Sudah (melihat rekaman CCTV), dan ya itu bukan kelakuan manusia sih yang pasti, sangat sangat kelakuan mungkin manusia purba atau binatang,” kata Angger Dimas.

“Dan maaf gue pakai masker sekarang karena enggak bisa menahan emosi tapi satu sisi lega semua itu cepat. Dan kita masih akan terus telusuri lagi,” tambahnya.

Saat mendatangi Polda Metro Jaya tidak lupa Angger Dimas mengucapkan terimaksih kepada pihak Kepolisian Polda Metro Jaya karena telah mengungkap tersangka di balik meninggalnya sang buahati.

“Yang pasti mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang sudah bekerja dari pagi sampe pagi lagi, sama teman-teman media yang sudah support,” kata Angger Dimas.




Penjualan Anak SD kelas 6 Memasuki Babak Baru , 1 Tersangka Berhasil Diamankan

Ilustrasi penjualan anak di bawah umur ke pria hidung belang (NET).

Penjualan Anak SD kelas 6 Memasuki Babak Baru , 1 Tersangka Berhasil Diamankan

Prolite – Kasus penjualan anak perempuan di bawah umur memasuki babak baru, kali ini polisi berhasil menangkap satu lagi pelaku yang terlibat dalam penjualan anak di bawah umur.

Pelaku yang berhasil diamankan kepolisian merupakan salah satu yang ikut menjual anak di bawah umur ke pria hidung belang.

Perempuan yang masih bersekolah kelas 6 SD itu di jual oleh pelaku ke pria hiduyng belang melalui akun MiChat.

Aplikasi MiChat ini banyak di salah gunakan untuk tindak criminal seperti penjualan anak kepada pria hidung belang.

Tersangka yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian diketahui bernama Akhmadi M Kamall alias Kamal.

Tersangka berhasil diciduk polisi pada 8 Januari 2024 lalu karena hasil pengembangan penyelidikan.

Namun dalam kasus ini menurut keterangan tersangka tidak ikut meniduri korban hanya menjual korban melalui aplikasi saja.

Beda dengan dua tersangka lainnya yang sudah lebih dulu diamankan oleh kepolisian, mereka berdua bukan hanya menjual korban namun juga meniduri korbannya sebelum akhirnya korban di jual kepada pria hidung belang.

Atas perbuatannya, Akmal turut dijerat Pasal 81 jo 76D atau Pasal 76E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.

Kasus menghilangnya siswi kelas 6 SD tersebut sempat membuat geger warga sekitar, diketahui siswi tersebut menghilang selama 3 pekan.

Setelah 3 pekan menghilang akhirnya siswi tersebut ditemukan di sebuh apartemen di wilayang Kota Bandung.

Naasnya dua pria yang sebelumnya sudah berhasil diamnakan kepolisian lebih dulu tega menjual gadis di bawah umur kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per sekali kencan.




Kondisi David Ozora Kian Membaik Meski Belum 100%

Kondisi David Ozora usai alami penganiayaan (Youtube The Leonardo's).

Kondisi David Ozora Kian Membaik Meski Belum 100%

Prolite – Kondisi David Ozora kian membaikmeski belum dinyatakan sembuh seratus persen seperti sediakala.

Penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy kepada David Ozora membuat fatal kondisi korban.

Akibat penganiayaan tersebut ia sempat mendapatkan perawatan insentif di rumah sakit bahkan dintyakan koma beberapa hari.

Meski keadaannya belum kembali seperti sediakala namun kini ia sudah bisa berkomunikasi dengan baik di hadapan publik.

Hal ini terlihat saat David datang menjadi bintang tamu dalam podcast milik Onadio Leonardo alias Onad.

Saat datang dalam podcast saat itu terlihat David dengan kondisi yang jauh lebih membaik dari pada saat baru keluar dari rumah sakit.

Putra Jonathan Latumahina itu terlihat sudah pulih dan normal kembali. Namun, dia sempat mengatakan kepada Onad jika dirinya kerap kali tak lancar ketika berbicara alias belibet ketika diajak ngobrol.

“Bisa dibilang begitu (pulih) tapi mungkin masih 70 persen setelah koma,” ungkap David Ozora dikutip dari YouTube The Leonardo’s.

David juga mengaku sempat diejek teman-temannya karena kondisinya yang sempat mengalami koma. Namun, David tak merasa risih atau marah lantaran menganggapnya sebagai candaan semata yang justru menghiburnya.

Lebih lanjut, David menjelaskan dampak yang masih dirasakannya lantaran mengalami diffuse axonal injury akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Dandy. David masih sulit memahami pelajaran di sekolahnya meskipun terbilang mudah.

“Sekarang masih ada sisa-sisanya (efek) Di sekolah, pun belum bisa nangkep pelajaran, segampang apapun sampai sekarang,” sambungnya.

David juga mengaku apa yang dilakukan Mario kepadanya tak meninggalkan rasa trauma yang mendalam di hatinya. Terlebih dia selalu mendapat dukungan dari keluarga terutama sang ayah yang mati-matian mencari keadilan untuk putranya itu.

David juga mengaku sudah tak menaruh dendam kepada Mario Dandy. Ayahnya sendiri yang mengajarkannya untuk tak menyimpan dendam. Meski demikian, perasaan jengkel masih menyelimutinya ketika mengingat peristiwa itu.




Viral ! Aksi Pengeroyokan 6 Fotografer Jalanan ke Pengunjung di Kawasan Asia Afrika

Ilustrasi pengeroyokan (detik.com).

Viral ! Aksi Pengeroyokan 6 Fotografer Jalanan ke Pengunjung di Kawasan Asia Afrika

BANDUNG, Prolite – Aksi pengeroyokan di lakukan oleh enam pria di duga fotografer kawasan Asia Afrika, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Dalam video CCTV yang tersebar di media sosial memperlihatkan salah seorang pengunjung di kawasan Asia Afria.

Terlihat enam orang yang di duga fotografer jalanan yang berkali-kali melakukan pemukulan, menendang hingga menginjak-nginjak korban yang sudah tergeletak di trotoar.

Aksi pemukulan yang terjadi pada Selasa dini hari pukul WIB, video rekaman CCTV yang di unggah oleh akun Instagram @kitasemuaadalahpenolong.

Pengunggah juga menyertakan keterangan dalam video yang di unggahnya.

Instagram kitasemuaadalahpenolong
Instagram kitasemuaadalahpenolong

“Fotografer apa gangster? Bandung pariwisatanya dibikin ga kondusif gara-gara ulah fotografer yang mengeroyok pengunjung di Jalan Braga, Alun-Alun Bandung. Citra Bandung yang santun lama lama terkikis, belum lagi masalah tata kotanya yang macet di mana-mana, lalu kalau ada hujan banjir. Semoga Bandung kembali pulih. Kembali santun. Kembali sejuk. #kitasemuaadalahpenolong”, tulis pengunggah.

Warganet merasa miris atas kejadian pengeroyokan yang terjadi bel;um lama ini di lakukan oleh yang duga fotografer jalanan.

Kapolsek Sumur Bandung Kompol Siswo Tarigan saat dikonfirmasi mengatakan, petugas telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Dari saksi didapat keterangan, kejadian berawal saat seorang oknum juru foto berinisial AY memoto pengunjung berinisial KH. Karena pengunjung tidak terima difoto, akhirnya terjadi cekcok,” jelasnya.

Awal mula pengeroyokan karena pengunjung yang tidak terima di foto oleh seorang oknum juru foto, dari situlah cekcok bermula.

Bahkan seorang pengunjung sempat awalnya mencekik dan mendorong fotografer jalan tersebut ke tembok.

Namun fotografer lainnya yang melihat tidak terima sontak mengeroyok pengunjung tersebut.

Akibat pengeroyokan tersebut fotografer dan pengunjung mengalami luka memar di beberapa anggota tubuh.

Kedua belah pihak sudah menyatakan berdamai mengakui kesalah pahaman satu sama lain dan tidak akan melakukan laporan.




Polisi Berhasil Amankan 5 Tersangka Pengeroyokan di Rancaekek

Lima tersangka pengeroyokan berhasil diamankan (Tribunjabar).

Polisi Berhasil Amankan 5 Tersangka Pengeroyokan di Rancaekek

BANDUNG, Prolite – Pengeroyokan seorang pemuda hingga mengakibatkan korban meninggal di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terjadi pada Sabtu (30/12).

Pengeroyokan yang terjadi pada 30 Desember lalu tepatnya pukul WIB dilakukan oleh lima orang tersangka hingga mengakibatkan korbannya meninggal dunia.

Kepala Polresta Bandung Komisaris Besar Polisi Kusworo Wibowo menjelaskan bahwa berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku pengeroyokan.

Kelima terduga pelaku yang berhasil diamankan diantaranya berinisial RP (55), RS (20), SS (24), SS (38), dan AK (23).

Korban meninggal setelah di keroyok secara bersama-sama oleh kelima pelaku dengan disaksikan oleh warga sekitar hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Kronologi kejadian saat korban berinisial A memasuki rumah seorang warga bernama Jelita dan tidak berselang lama korban terlibat perselisihan dengan Jelita.

“Pada saat itu ada keributan. Putri dari Jelita berteriak minta tolong sehingga warga sekitar keluar dari rumahnya masing-masing dan mendekat ke arah teriakan tersebut,” kata Kusworo.

Pada saat warga mendatangi rumah tersebut, tampak Jelita dalam kondisi luka parah di bagian kepala. Korban A yang merasa panik dengan teriakan anak Jelita, langsung bersembunyi di balik mobil hingga ditemukan oleh lima pelaku yang langsung mengeroyoknya hingga tewas.

“Saat korban ditarik keluar dari persembunyiannya dan dianiaya oleh para pelaku, pada saat itu ada salah satu warga yang mengaku aparat mengimbau warga agar menghentikan pemukulan dan menyerahkan kepada pihak berwajib. Namun, nyawa korban A sudah tidak tertolong,” kata Kusworo.​​​​​​​

Para pelaku yang menganiaya korban hingga tewas tersebut diduga karena merasa kesal terhadap korban.

Pihak kepolisian akan meminta keterangan Jelita setelah menjalani perawatan karena luka di bagian kepalanya.

Karena kasus ini kelima terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.




Terungkap Alasan Pembunuhan ke-4 Ananknya di Jagakarsa , Cemburu Jadi Motif Utama

Tersangka panca yang tega melakukan pembunuhan terhadap ke 4 anaknya (kumparan).

Terungkap Alasan Pembunuhan ke-4 Ananknya di Jagakarsa , Cemburu Jadi Motif Utama

Prolite – Aksi keji seorang ayah kandung yang melakukan pembunuhan ke empat anaknya di rumah kontrakannya di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan sudah diamkankan oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya membunuh ke empat anaknya sang ayah terlebih dulu melakukan KDRT kepada sang istri hingga mengalami luka yang cukup serius.

Setelah itu sang ayah yang gelap mata menghabisi nyawa anaknya satu persatu dari anak yang paling kecil hingga anak yang paling besar.

Sesudah menghabisi keempat nyawa anaknya tersangka yang merupakan ayah kandungnya mencoba menghabisi nyawanya sendiri.

kompas
kompas

Namun kehendak berkata lain nyawa tersangka berhasil di tolong dan di bawa ke rumah sakit meski mengalami luka yang cukup serius.

Tersangka sudah menjalani perawatan insentif dan kini tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum.

Setelah di lakukan penyelidikan terhadap tersangka terkuak motif tersangka tega menghabisi nyawa ke empat sang buah hati.

Tersangka yang bernama Panca Darmansyah (41) mengaku tega menghabisi nyawa keempat anaknya karena terbakar api cemburu melihat pesan sang istri, D, dengan lelaki lain.

“Intinya saya cemburu dengan istri saya karena dia melakukan perselingkuhan, itu saja,” kata Panca dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (21/12).

Mulanya, dia melihat pesan sang istri dengan lelaki lain melalui WhatsApp. Karena penasaran, Panca menelepon laki-laki itu.

“Enggak lama, diblokir,” celetuk Panca. Setelah itu, Panca mengaku meretas Instagram sang istri dan melihat lebih jelas bahwa ada tiga orang yang diduga berhubungan intens dengan D.

“Enggak cuma satu orang aja. Ada kisaran tiga orang yang (chat-nya) seperti suami-istri,” lanjut dia.

Panca menyesal karena tidak ikut mati bersama anak-anaknya. Ia tepergok dan langsung diselamatkan saat mencoba bunuh diri usai membunuh keempat anak.

Kejadian pembunuhan yang dilakukan tersangka terjadi pada Minggu (3/12) namun baru terungkap pada Rabu sore (6/12).

Warga yang mencium bau busuk dari dalam kontrakan tersangka. Setelah melaporkan penemuan bau busuk yang menyengat itu polisi serat warga menemukan keempat anak Panca dan D dalam keadaan tewas di salah satu kamar. Keempatnya berinisial VA (6), S (4), A (3), dan As (1).

Karena perbuatan tersangka, kini Panca telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.