Pemkot Bandung Siapkan Tiga Langkah Darurat Atasi Krisis Sampah

Pemkot Bandung Siapkan Tiga Langkah Darurat Atasi Krisis Sampah (dok).

Pemkot Bandung Siapkan Tiga Langkah Darurat Atasi Krisis Sampah

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan tiga langkah darurat penanganan sampah untuk menjawab krisis pengolahan dan peningkatan volume timbulan sampah kota.

Kebijakan tersebut diungkapkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Ciateul, Senin 24 November 2025.

Farhan mengatakan, Bandung perlu bergerak cepat dan tidak bergantung semata pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Ini kedaruratan sampah. Maka kami meluncurkan tiga langkah darurat untuk mempercepat pengolahan, mengurangi timbunan, dan membatasi sampah yang keluar dari RW,” tuturnya di hadapan warga.

Langkah pertama yang disiapkan Pemkot Bandung adalah percepatan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemusnahan sampah, termasuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan penambahan 20 unit insinerator.

Mesin ini akan ditempatkan secara tersebar di wilayah kota sehingga residu dapat dimusnahkan langsung di tingkat wilayah, bukan hanya di TPA.

“Dengan insinerator, residu bisa dimusnahkan di wilayah. Tidak harus semua keluar kota,” jelas Farhan.

Langkah kedua adalah penambahan jam kerja dan jumlah penyapu jalan, terutama di titik peremajaan timbulan sampah harian. Penyapu jalan akan mulai bekerja sejak pukul WIB, lebih pagi dari jadwal sebelumnya. Dengan waktu kerja yang bertambah, jumlah tenaga kebersihan juga akan ditingkatkan.

“Karena jam kerjanya lebih pagi, jumlah penyapu harus ditambah. Memang butuh anggaran besar, tapi sangat mendesak,” ujarnya.

Langkah ketiga yang tidak kalah penting yakni perekrutan petugas pemilah sampah (Gaslah) di setiap RW. Gaslah bertugas memilah sampah rumah tangga minimal tiga kali seminggu dengan skema gaji yang sepenuhnya ditanggung Pemkot Bandung.

“Prinsipnya, satu RW satu petugas Gaslah. Gajinya seratus persen dari Pemkot. Tugasnya memastikan sampah organik habis di RW,” kata Farhan.

Program Gaslah juga mendorong setiap kelurahan memiliki titik pengolahan sampah organik. Untuk wilayah Ciateul, lahan pengolahan direncanakan berada di belakang TPST Kobana, memanfaatkan area milik pemerintah yang akan dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Badan Keuangan dan Aset Daerah.

“Sampah organik itu tidak akan diangkut. Habis di RW, diolah di kelurahan. Sampah yang diangkut hanya residu,” tambahnya.

Farhan menyebut, ketiga langkah darurat ini hanya akan berhasil jika warga ikut melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, bukan hanya mengandalkan fasilitas pemerintah.




Wali Kota Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Pasar Cihapit Harga Stabil  

Harga Bahan Pokok di Pasar Cihapit tidak ada kenaikan (RRI).

Wali Kota Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Pasar Cihapit Harga Stabil

Prolite – Harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 di pasar yang ada di Kota Bandung terpantau masih dalam kondisi yang stabil.

Pemantauan ini dilakukan Pemkot Bandung pada Pasar Cihapit Kota Bandung dan menemukan hasil untuk harga masih dalam kondisi yang stabil.

Pemantauan ini dilakukan bukan hanya memantau harga bahan pokok saja namun Pemkot juga memastika kebutuhan pangan untuk masyarakat tetap aman hingga Natal dan Tahun Baru 2026 mendatang.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendampingi Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iekandar Zulkarnain, dalam peninjauan harga serta ketersediaan komoditas di Pasar Cihapit, Jalan Sabang (20/11).

Menteri Perdagangan menyampaikan sSecara keseluruhan harga sudah bagus.

“Beras SPHP , daging sapi sampai sesuai harga acuan, telur juga stabil di ,” ujar Budi dikutip dari Portal Jabarprovid.

Variasi harga terjadi pada komoditas cabai yang tercatat berada di kisaran hingga per kilogram di beberapa lapak pedagang.

“Ini karena musim hujan, produksi petani terganggu sehingga suplai menurun, tapi secara nasional harga rata-rata masih , jadi kenaikan hanya terjadi di beberapa wilayah,” kata Budi.

Koordinasi dengan asosiasi petani disebut telah dilakukan pemerintah untuk mempercepat pemulihan pasokan cabai.

Antisipasi peningkatan permintaan akhir tahun juga dilakukan untuk menjaga harga tetap stabil.

“Kalau permintaan naik, produksi juga harus naik, itu yang sedang kami dorong agar stok aman dan harga tetap stabil,” ujar Budi.

Komitmen menjaga stabilitas harga di Kota Bandung ditegaskan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melalui pengawasan yang diperkuat di lapangan.

Sidak berlangsung interaktif ketika Menteri Perdagangan beberapa kali memanggil pedagang untuk memastikan data harga langsung dari sumbernya.

Hasil pemantauan yang positif membuat pemerintah optimistis kebutuhan pokok warga Bandung tetap aman dari sisi ketersediaan dan harga sepanjang masa Nataru 2025.




Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi

Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi (dok).

Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mematangkan arah pengembangan Masjid Raya Bandung sebagai ruang ibadah yang aktif menghidupkan kegiatan seni budaya berbasis religi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, penguatan isi dan aktivitas masjid akan menjadi prioritas utama sebelum berbicara tentang aspek fisik bangunan.

“Hal yang paling penting dari masjid itu adalah isinya dulu. Ruang fisiknya sudah sangat luas, orang. Nah, bagaimana caranya energi ini bisa betul-betul terasa sampai . Jadi kita mesti banyak membuat kegiatan-kegiatan budaya berbasis religi,” ujar Farhan usai menghadiri kegiatan Karsa Asih Hari Lahir . Wiranatakusumah V di Masjid Raya Bandung, Minggu 23 November 2025.

Farhan menuturkan, Masjid Raya Bandung akan diarahkan sebagai corong nilai-nilai kebaikan, khususnya bagi wargi Bandung.

Hal ini sejalan dengan keberadaan dua menara masjid yang secara filosofis menjadi media penyiaran pesan kebaikan kepada masyarakat.

“Lewat kegiatan dan dua menara ini, kita ingin menjadikan Masjid Agung ini sebagai corong nilai-nilai kebaikan di Kota Bandung,” katanya.

Salah satu kegiatan yang akan kembali dihidupkan adalah festival bedug, yang disebut Farhan mulai jarang digelar di Kota Bandung. Ia akan berkomunikasi dengan Gubernur Banten untuk memperkaya konsepnya.

“Contohnya festival bedug. Itu sudah jarang di Bandung. Nanti ada Disbudpar akan bikin festival bedug di sini. Kami juga ngobrol dengan Pak Gubernur Banten karena salah satu bedug yang paling bagus se-Indonesia ada di Banten,” jelasnya.

Farhan menilai, pendekatan kebudayaan ini akan menjadi jiwa yang mengisi suasana khas Masjid Raya Bandung ke depan.

“Percuma kita bicara fisik apabila jiwanya tidak ada. Kita isi dulu jiwanya,” ucapnya.

Sembari mempersiapkan program-program tersebut, Pemkot Bandung juga fokus mengoptimalkan konsep yang sudah ada, termasuk menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan.

“Sementara ini dulu, ya. Kita lihat konsep yang sudah ada lalu kita optimalkan, terutama masalah kebersihan dan ketertiban di daerah,” kata Farhan.

Sedangkan mengenai pengerjaan kawasan Alun-Alun Bandung, yang terhubung langsung dengan area masjid, Farhan berharap penyelesaiannya dapat dirampungkan sesuai target.

“Mudah-mudahan selesai. Mudah-mudahan kita bisa merayakan tahun baru di sana,” ujarnya.

Sebagai informasi, kegiatan Karsa Asih Hari Lahir . Wiranatakusumah V dihadiri sejumlah pihak. Antara lain keluarga besar . Wiranatakusumah V termasuk Gubernur Banten, Andra Soni.

Dengan penguatan fungsi budaya dan religius, Pemkot Bandung berharap Masjid Raya Bandung tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang berkegiatan yang menggugah, membangun nilai, dan memberi energi positif bagi masyarakat.

 




Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota

Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani (dok).

Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota

Prolite – Kebahagiaan terpancar di Aula Kwarcab Kota Bandung, Jalan LLRE Martadinata, pada Sabtu, 22 November 2025, saat 105 siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani resmi diwisuda.

Selain itu, sebanyak 19 Duta Lansia Kota Bandung turut dikukuhkan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran lansia dalam pembangunan sosial di Kota Bandung.

Acara syukuran ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang membuka sambutannya dengan doa dan ungkapan syukur.

Ia menilai, kegiatan pemberdayaan lansia merupakan bagian dari teladan kebaikan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Pemkot Bandung
Pemkot Bandung

“Dasar dari setiap perbuatan baik adalah keimanan. Puncak keimanan itu adalah memberi manfaat bagi sesama manusia,” ujar Farhan.

Farhan mengatakan, kolaborasi lintas kelembagaan sangat dibutuhkan, mengingat isu lansia tidak bisa ditangani hanya oleh satu instansi.

“Ada empat kelompok rentan yang menjadi fokus kami: lansia, disabilitas, perempuan, dan anak-anak. Kalau kita bisa memberdayakan empat kelompok ini, maka masyarakat akan maju secara keseluruhan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyoroti pendekatan pembelajaran di Sekolah Lansia Bahagia, terutama pelatihan musik yang dianggapnya memiliki dampak positif besar bagi daya ingat dan kesehatan mental.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Banyak di antara kita yang baru belajar musik di usia senja, dan itu sangat mungkin dilakukan,” katanya.

Ia mengutip pesan seorang akademisi Universitas Indonesia, Dr. Bobby:
“Memberdayakan bukan memperkaya, tapi mengembalikan harkat dan martabat.”

Farhan juga menyinggung fenomena menurunnya kondisi fisik, emosi, dan daya ingat seiring bertambahnya usia.

Menurutnya, hal tersebut dapat diatasi melalui aktivitas positif, seperti yang dilakukan para siswa Sekolah Lansia Bahagia.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda 105 siswa dan pengukuhan 19 Duta Lansia Kota Bandung.

Para duta ini diharapkan menjadi motor penggerak inspiratif dalam komunitas masing-masing.

Acara berlangsung hangat, penuh keakraban, dan menjadi bukti bahwa Kota Bandung semakin serius mewujudkan diri sebagai kota ramah lansia, sekaligus kota yang mendorong warganya untuk terus berkarya sepanjang hayat.




Rekomendasi 5 Wisata Alam di Kota Bandung yang Cocok untuk Liburan Keluarga

Wisata alam tengah Kota Bandung bisa jadi rekomendasi liburan bareng keluarga dengan seru (Wikipedia).

Rekomendasi 5 Wisata Alam di Kota Bandung yang Cocok untuk Liburan Keluarga

Prolite – Liburan ke Kota Bandung bingung mau ke mana? Banyak tempat wisata alam terbuka yang cocok untuk mengajak keluarga anda untuk menikmatinya.

Selain dikenal dengan Kota seribu kuliner namun Bandung juga tak kalah banyak menyediakan wisata alam yang bagus dan wajib untuk di kunjungi.

Banyaknya tempat-tempat yang menarik di Kota Bandung tidak heran kalau banyak wisatawan yang menjadikan Kota ini menjadi tempat liburan di akhir pekan.

Kali ini kami akan memberikan rekomendasi tempat wisata alam yang sangat cocok untuk membawa keluarga anda liburan:

  1. Taman Hutan Raya Djuanda

Taman Hutan Raya Djuanda (Tahura Djuanda) hutan kota yang terletak di sebelah utara Kota Bandung sangat cocok untuk menghirup udara sejuk di tengah-tengah padatnya aktifitas perkotaan.

Berjarak kurang lebih 7 km dari pusat kota atau tepatnya di wilayah Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung dan sebagian masuk Desa Mekarwangi, Desa Cibodas, Desa Langensari, dan Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Tahura Djuanda dengan luas 526 ha memiliki beberapa tempat yang cocok untuk me time seperti penangkaran rusa, air terjun, Gua Belanda, Gua Jepang.

  1. Tebing Keraton

Java Wisata
Java Wisata

Tebing Keraton merupakan sebuah tebing yang berada di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda. Tidak susah untuk dapat mencapai puncak tebing keraton ini.

Dari atas tebing ini anda dapat menyaksikan indahnya pemandangan hijaunya hamparan Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda.

pada wisata alam ini juga menyajikan pemandangan terasa lebih indah lagi jika anda datang sebelum matahari terbit. Pada saat itu anda dapat menikmati suasana Kota Bandung yang masih berselimut kabut tebal.

Ditambah dengan keindahan matahari terbit di balik bukit yang ada di sebelah timur. Semua keindahan panorama alamnya ini memang paling pas, jika anda abadikan dengan kamera anda.

  1. Jendela Alam

Kompasiana
Kompasiana

Jendela Alam yang berlokasi di Lembang dengan hawa sejuk, tempat ini menawarkan konsep wisata edukasi yang menggabungkan hiburan dengan pembelajaran. Bukan hanya sekadar rekreasi, Jendela Alam juga memberikan pengalaman belajar langsung di alam.

Disini anak-anak dapat belajar alam seperti menanan sayuran hingga memanen hasil kebun. Bukan hanya itu disini anda juga dapat belajar mengenai jenis hewan, ada juga kolam renang, panahan hingga flying fox.

  1. Bukit Moko

INews
INews

Wisata alam berikutnya ada Bukit Moko merupakan destinasi wisata yang menawarkan ketenangan dengan hamparan perbukitan hijau serta panorama Kota Bandung yang memukau dari ketinggian.

Berada di ketinggian sekitar meter di atas permukaan laut, Bukit Moko menjadi salah satu titik tertinggi di Bandung, dari ketinggian wisatawan disuguhkan dengan pemandangan hijau dengan pepohonan rindang yang menciptakan suasana sejuk dan menyegarkan.

Sementara itu, pada malam hari, Bukit Moko menyajikan panorama gemerlap lampu Kota Bandung yang menambah suasana romantis.

Selain menikmati pemandangan, wisatawan juga dapat menjelajahi hutan pinus serta menyaksikan matahari terbit dan terbenam yang menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan.

Bagi yang ingin menikmati suasana lebih lama, tersedia area perkemahan yang memungkinkan wisatawan untuk menghabiskan malam di tengah alam.

  1. Lembang Park and Zoo

Tribunjabar
Tribunjabar

Lembang Park & Zoo, objek wisata yang jadi primadona di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Terdapat kurang lebih 350 ekor binatang dari jenis pisces, reptilia, aves, dan mamalia.

Beberapa hewan yang menjadi daya tarik wisatawan, yakni singa, harimau, beruang, zebra, kangguru, jerapah, dan masih banyak lagi hewan lainnya. Terdapat pula, atraksi yang sangat dinantikan oleh wisatawan yakni pertunjukan satwa.

Lembang Park Zoo menyajikan pertunjukan satwa yang menghibur serta edukatif. Para pengunjung bisa menyaksikan keahlian serta kecerdasan hewan-hewan itu.

Bagaimana sudah ada tujuan akan membawa keluarga anda liburan ke mana saat di Kota Bandung? Semoga rekomendasi diatas dapat menentukan pilihan liburan yang seru.




Pemkot Bandung Bertahap Angkut 500 Meter Kubik Sampah di TPS Pasar Ciwastra

Pemkot Bandung Bertahap Angkut 500 Meter Kubik Sampah di TPS Pasar Ciwastra (dok).

Pemkot Bandung Bertahap Angkut 500 Meter Kubik Sampah di TPS Pasar Ciwastra

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus melakukan upaya penanganan sampah di berbagai titik, termasuk di TPS Pasar Ciwastra yang saat ini mengalami penumpukan hingga mencapai sekitar 500 meter kubik.

Kondisi ini terjadi akibat tingginya volume sampah masuk dibandingkan sampah yang dapat diangkut setiap harinya.

Kepala Zona Kordoba, Ade Saepudin menjelaskan, TPS Pasar Ciwastra sudah berada pada kondisi over kapasitas.

“Kawasan tersebut ini over kapasitas, bisa sampai 500 meter kubik. Sampah yang masuk ke TPS lebih banyak dari yang keluar karena adanya kuota pengangkutan,” jelasnya di TPS Ciwastra, Jumat 21 November 2025.

Berdasarkan pantauan Humas Kota Bandung, terdapat 4 armada truk tronton yang saat ini melakukan pengangkutan secara bertahap.

Setiap truk tronton mampu mengangkut 25–28 meter kubik sampah sekali jalan, sehingga proses penanganan membutuhkan waktu dan pengaturan ritme pengangkutan.

Ade menuturkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Peran serta masyarakat menjadi sangat penting.

“Kami mohon bantuan masyarakat. Jangan hanya mengandalkan pemerintah kota. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga, dari RT dan RW,” ujarnya.

“Pilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau dijual. Sisanya baru dibuang sebagai residu ke TPS,” imbuhnya.

Ia mengatakan, tanpa pemilahan dari sumbernya, TPS mana pun akan terus kewalahan.

“Kalau semuanya langsung dibuang begitu saja, pemerintah kota akan tetap kewalahan. Kita harus ubah cara kelola sampah mulai dari rumah,” ucap Ade.

Pemkot Bandung mengajak seluruh warga untuk berkolaborasi menjaga kebersihan lingkungan dengan membiasakan pemilahan sampah, mengurangi sampah harian, dan mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat wilayah.




Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”

Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI (dok).

Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”

Prolite – Industri tekstil Indonesia kembali tampil sebagai pusat perhatian dalam seminar bertajuk Indonesia: Sustainable Sourcing Hub For Textile, Apparel, and Beyond yang digelar di Melbourne Australia, Kamis, 20 November 2025.

Seminar Ini menjadi penutup dari rangkaian Global Sourcing Expo (GSE) 2025 dan menghadirkan diskusi strategis mengenai peluang rantai pasok tekstil antara Indonesia dan Australia.

Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin menyebut, kesiapan pelaku industri kecil menengah (IKM) Kota Bandung untuk memperluas pasar ekspor, terutama melalui kemitraan manufaktur dengan pelaku industri kreatif Australia.

“Bandung secara historis merupakan jantung ekosistem tekstil dan garmen Indonesia, dari hulu hingga hilir,” ujar Ronny.

Menurutnya, peluang pasar Australia semakin terbuka melalui IA-CEPA, meningkatnya minat terhadap produksi etis, serta kebutuhan order skala kecil berkualitas tinggi.

Hal itu dinilai selaras dengan keunggulan IKM Bandung yang menguasai produksi kreatif, desain, pewarnaan alami, hingga small-batch premium untuk pasar internasional.

Pada sesi utama, Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono menyebut, Indonesia memiliki daya saing yang kuat dalam rantai pasok global.

Ia menjelaskan, nilai ekspor tekstil Indonesia meningkat dari USD 9,1 miliar pada 2020 menjadi sekitar USD 11 miliar pada 2024.

Meski menghadapi tantangan seperti tarif tinggi di pasar AS dan kompetisi produk murah impor, Indonesia tetap memiliki keunggulan berupa infrastruktur industri, tenaga terampil, dan kapasitas produksi besar. Kolaborasi dengan Australia dinilai penting untuk meningkatkan daya saing bersama.

Konsep “Designed in Australia, crafted in Indonesia” kemudian menjadi gagasan utama dalam diskusi. Menurut Dubes, Indonesia menawarkan efisiensi produksi dan pengalaman manufaktur, sementara Australia memiliki kekuatan pada kemampuan desain dan orientasi ekspor yang meningkat.

Dengan kerja sama ini, Australia dapat mengembangkan produk unggulan dengan biaya kompetitif, sementara Indonesia mendapatkan peningkatan nilai tambah pada kapasitas industrinya.

Potensi kolaborasi semakin relevan mengingat industri tekstil Australia menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2020, Australia mengekspor sekitar USD 230 juta produk tekstil, dan angka itu melonjak menjadi hampir USD 500 juta pada 2024.

“Peningkatan ini dapat menjadi titik temu, di mana kedua negara memperkuat daya saing bersama, bukan saling berkompetisi,” ujarnya.

Ia optimis, Indonesia–Australia dapat menciptakan model produksi masa depan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi kedua negara bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan penciptaan daya saing bersama di pasar global.

“Bekerja bersama bukan hanya akan meningkatkan efisiensi, tetapi juga menciptakan masa depan industri tekstil yang lebih kreatif, berkelanjutan, dan kuat secara global,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang buyer Australia, Ahmad Roesdy menilai, Indonesia menawarkan keseimbangan antara kapasitas produksi, kualitas, dan kepatuhan etis. Para pelaku industri Australia dinilai semakin membutuhkan mitra yang tidak hanya efisien, tetapi juga memiliki standar keberlanjutan.

“Kami melihat Indonesia bukan hanya pemasok, tetapi mitra strategis untuk membangun rantai pasok yang etis dan inovatif,” ujarnya.

Seminar tersebut menyimpulkan bahwa kerja sama Indonesia–Australia bukan lagi peluang, tetapi langkah strategis untuk membangun rantai pasok tekstil yang kompetitif, berkelanjutan, dan berorientasi ekspor.

Kota Bandung menempatkan diri sebagai motor utama dalam misi tersebut, membawa industri kreatif lokal melangkah ke pasar global.




Wujudkan Zero Stunting, Pemkot Bandung Ajak Warga Mendukung Program Dashat

Ilustrasi Stunting (Instagram).

Wujudkan Zero Stunting, Pemkot Bandung Ajak Warga Mendukung Program Dashat

BANDUNG, Prolite – Permasalahan stunting memang sangat penting untuk di perhatikan dan di atasi pada suatu wilayah seperti di Kota Bandung.

Dalam hal ini Pemerintah Kota Bandung memastikan untuk seluruh anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Upaya ini dilakukan pemerintah melalui berbagai program yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Banyaknya program yang sudah dikeluarkan oleh Pemkot Bandung untuk mencegah stunting diantaranya Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, kesehatan anak harus menjadi gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Humas Kota Bandung
Humas Kota Bandung

“Kita semua tentu berharap anak-anak di Kota Bandung tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Pemerintah terus berupaya, tapi keberhasilan ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat,” jelasnya dikutip dari Humas Pemkot Bandung, Selasa (18/11).

Menurut Farhan, masyarakat dapat berperan mulai dari menjaga lingkungan, memanfaatkan hasil pangan dengan bijak, hingga ikut mendukung tersedianya dapur sehat di wilayah masing-masing.

“Lingkungan yang bersih, pengelolaan pangan yang baik, dan kebiasaan makan sehat adalah langkah sederhana yang punya dampak besar. Warga bisa mulai dari rumah masing-masing,” ucapnya.

Program Dashat berasal dari anggaran Pemkot Bandung dan diprioritaskan untuk mendukung Bayi di Bawah Dua Tahun (Baduta), balita, serta ibu hamil berisiko stunting.

Masa baduta sebagai periode emas atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.

Farhan menilai, keberlanjutan Dashat di tingkat kelurahan sangat penting untuk mencapai target kota.

“Harapan kami, setiap kelurahan yang memiliki Dashat bisa terus aktif mengolah dan menyediakan makanan sehat bagi keluarga berisiko stunting. Kalau kita konsisten, Bandung bisa menjadi Kota Zero New Stunting,” ujarnya.

Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat, Kota Bandung optimistis dapat menurunkan anak terdampak dan memastikan generasi masa depan tumbuh lebih sehat dan berkualitas.




Rapor Data Kota Bandung Melesat: Nilai EPSS Naik, Layanan Publik lebih Tepat Sasaran

Rapor Data Kota Bandung Melesat: Nilai EPSS Naik, Layanan Publik lebih Tepat Sasaran (dok).

Rapor Data Kota Bandung Melesat: Nilai EPSS Naik, Layanan Publik lebih Tepat Sasaran

Prolite – Upaya Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat tata kelola data membuahkan hasil menggembirakan. Nilai Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Kota Bandung mencapai 3,04 pada tahun 2024 dan masuk kategori Baik.

Capaian ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kualitas pelayanan publik di Kota Bandung ke depan akan semakin berbasis data dan lebih tepat sasaran.

Kenaikan nilai EPSS tersebut menjadi salah satu poin yang disampaikan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Mahyudin, saat membuka Bandung Data Festival (BDF) 2025.

Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah, terutama para Pengelola Data (Pedasi).

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kehadiran serta dedikasi Pedasi sepanjang tahun ini. Dengan tugas harian yang padat, bapak ibu tetap aktif mengelola data statistik, mengikuti bimbingan teknis, dan memastikan kualitas data yang makin matang,” ujar Mahyudin.

“Berkat perjuangan semua, Kota Bandung berhasil meraih nilai 3,04 dan masuk kategori Baik pada EPSS 2024, serta meraih penghargaan terbaik pada Perhelatan Satu Data Jawa Barat 2024 untuk kategori pemanfaatan data,” katanya menambahkan.

Sedangkan Kepala Bidang Data dan Statistik Diskominfo Kota Bandung, Rina Karlina memastikan komitmen Diskominfo Kota Bandung dalam menjalankan peran sebagai wali data.

Ia juga memaparkan berbagai program yang dilakukan sepanjang 2025 dalam memastikan integrasi dan standardisasi data berjalan optimal.

“Seluruh upaya ini dilakukan agar tata kelola data Kota Bandung semakin terstandar dan terintegrasi, sekaligus menjadi dasar bagi pemberian apresiasi kepada Pedasi berprestasi,” ujarnya.

Selain mencatat pencapaian di bidang statistik, BDF 2025 juga menjadi panggung apresiasi bagi para Pedasi terbaik dari berbagai perangkat daerah.

Mereka dinilai konsisten menjaga kualitas data dan berkontribusi besar dalam menguatkan ekosistem Satu Data Kota Bandung.

Sejak diinisiasi pada 2024, Bandung Data Festival menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan pengelolaan data Kota Bandung selama satu tahun terakhir.

Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kota Bandung memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Pengelola Data (Pedasi) yang telah bekerja optimal dalam mewujudkan tata kelola data yang semakin terstandardisasi, terintegrasi, dan berkualitas.

Bandung Data Festival 2025 dapat terselenggara dengan baik berkat dukungan dan kerja sama dari Bank BJB.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan kuat agar pengelolaan data di Kota Bandung semakin baik pada tahun-tahun mendatang, sehingga data yang dihimpun semakin akurat, bermanfaat, dan berdampak nyata bagi masyarakat.




GSE Melbourne 2025 Buka Peluang Ekspor Baru Produk Kota Bandung

GSE Melbourne 2025 Buka Peluang Ekspor Baru Produk Kota Bandung (dok).

GSE Melbourne 2025 Buka Peluang Ekspor Baru Produk Kota Bandung

Prolite – Kesempatan ekspor produk kreatif Bandung semakin terbuka luas setelah mengikuti Global Sourcing Expo (GSE) Melbourne 2025, yang digelar 18–20 November 2025 di Melbourne Convention & Exhibition Centre. Pameran internasional ini mempertemukan ribuan buyer, importir, dan distributor dari Australia, Asia Pasifik, hingga Eropa.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin menyampaikan, beberapa buyer sudah menunjukkan ketertarikan terhadap produk Bandung sejak awal pameran.

Ia menilai, potensi kerja sama dengan pasar Australia sangat besar karena kebutuhan pasar yang cocok dengan karakter produk lokal.

Australia memiliki daya beli tinggi dan pasar konsumsi yang luas untuk produk tekstil, kerajinan, dan homeware. Hal ini membuat keikutsertaan pelaku IKM Bandung menjadi langkah strategis dalam memperbesar peluang ekspor.

Ronny menjelaskan, beberapa pelaku usaha Bandung yang kembali berpartisipasi di tahun ini telah memiliki pengalaman menjalin transaksi dengan buyer Australia.

Keikutsertaan kembali membuktikan produk asal Bandung memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan negara lain.

Sebanyak sembilan pelaku usaha Bandung menampilkan produk yang sudah teruji kualitasnya dan siap bersaing secara global. Produk tersebut dikurasi untuk memenuhi standar ekspor, mulai dari kualitas bahan hingga keberlanjutan produksi.

Pemerintah Kota Bandung menargetkan, GSE 2025 dapat menghasilkan peningkatan transaksi perdagangan internasional, sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif yang aktif menembus pasar dunia.

Dengan antusiasme buyer dan dukungan pemerintah, peluang ekspor Bandung ke pasar Australia dinilai semakin terbuka dan menjanjikan untuk jangka panjang.

Sementara itu, Konjen RI Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, menuturkan, buyer cenderung mengambil keputusan setelah melakukan evaluasi pascapameran, sehingga proses follow-up menjadi kunci keberhasilan.

Ia menyebut dukungan penuh pemerintah Indonesia baik perwakilan di Melbourne maupun Canberra untuk membantu pelaku usaha dalam proses negosiasi bisnis dan perluasan pasar.

Ia berharap peserta Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperoleh kontrak ekspor berkelanjutan.