Pansus 14 DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Tentang Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual
Category: News
4 Desember 2025
Pansus 14 DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Tentang Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual
Prolite – Panitia Khusus (Pansus) 14 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual.
Dr. Agung Firmansyah Sumantri, dr., SpPD., KHOM., MMRS., FINASIM, sebagai anggota Pansus 14 DPRD Kota Bandung mendukung penuh dengan Raperda tersebut.
Ia juga menegaskan, regulasi ini tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasi orientasi seksual atau kelompok tertentu, melainkan menjadi wujud tanggung jawab negara dalam melindungi seluruh warga dari dampak kesehatan, kekerasan, dan perilaku seksual tidak sehat.
“Peraturan ini merupakan komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang sehat, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai agama, kemanusiaan, serta budaya Sunda yang luhur,” ujar Agung, politisi Fraksi NasDem itu.
Ia mengusulkan, perubahan istilah dari “penyimpangan seksual” menjadi “perilaku seksual tidak sehat” dalam Raperda ini merupakan upaya untuk menjadikan regulasi lebih humanis, ilmiah, dan relevan dengan nilai-nilai agama dan budaya masyarakat Kota Bandung.
Agung menambahkan, Raperda ini bukan lahir karena Kota Bandung dalam kondisi “darurat penyimpangan seksual”, melainkan karena adanya tren peningkatan perilaku berisiko dan dampak sosial yang mulai nyata di masyarakat, terutama di kalangan anak-anak, remaja, dan kelompok rentan.
“Pendekatannya bukan menghukum, tetapi melindungi dan mencegah. DPRD bersama Pemkot berupaya menata regulasi agar ada dasar hukum yang jelas dalam pendidikan moral, penguatan keluarga, dan penanganan perilaku menyimpang secara medis dan sosial,” jelasnya.
Kota Bandung Bersama Tangani Masalah Sampah, Kewilayahan dan Dunia Usaha Jadi Kunci Sukses
Category: News
4 Desember 2025
Kota Bandung Bersama Tangani Masalah Sampah, Kewilayahan dan Dunia Usaha Jadi Kunci Sukses
Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bertekad membereskan penanganan sampah di tengah keterbatasan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti.
Berdasarkan data yang diterima Humas Kota Bandung, timbulan sampah harian Kota Bandung mencapai ton per hari. Sementara kapasitas TPA Sarimukti saat ini hanya bisa menampung 938 ton per hari. Sehingga terdapat gap 554 ton per hari yang tidak dapat sepenuhnya dikirim ke fasilitas akhir dan harus dikelola di dalam kota.
Di sisi lain, hingga akhir kuartal 2025, Pemkot bersama kolaborator sektor swasta telah mengoperasikan infrastruktur pengolahan kota berprinsip 3R (Reduce – Reuse – Recycle) dengan capaian 207,58 ton per hari.
Walau sebagian sampah sudah bisa diolah di dalam kota, volumenya masih belum cukup untuk menyelesaikan seluruh sisa sampah yang tak bisa dikirim ke TPA, sehingga pemerintah kota memperluas wilayah penyelesaian ke level RW, kawasan komersial dan rumah tangga.
Untuk menekan gap tersebut, sebanyak RW kini diaktifkan sebagai simpul pengolahan organik. Masing-masing didukung oleh satu petugas pemilah dan pengolah dengan kapasitas olah 100 kg per RW setiap harinya.
Skema ini membuka potensi pengolahan mandiri hingga 159,7 ton per hari yang menjadikan RW bukan lagi unit administratif, melainkan garda terdepan pengurangan sampah dari sumbernya.
Humas Pemkot Bandung
Petugas RW fokus pada pemilahan dan pengolahan sampah organik agar tidak tertahan lama di TPS, memotong potensi bau, sekaligus menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan kebun warga di program Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis).
Selanjutnya, Pemkot juga mendorong 86,72 ton per hari dapat diolah langsung kawasan usaha seperti hotel, perkantoran, restoran, ritel serta rumah tangga melalui pengelolaan internal.
Dengan begitu, rantai olah kota dibangun melalui empat komponen kunci, yaitu infrastruktur kota, RW, kawasan usaha, dan rumah tangga, yang menjadikannya sebagai sistem kebersihan berlapis yang tidak lagi bertumpu pada satu poros penyelesaian.
Pada pos pengolahan residu besar yang tidak dapat ditangani oleh 3R hulu, kinerja insinerator diperkuat sebagai komponen hilir pengurangan volume besar namun tetap menjaga taat baku mutu emisi dan disiplin operasi.
Pemkot Bandung memastikan, penguatan insinerator dilakukan dengan orientasi tata kelola operasi, bukan substitusi dari edukasi 3R di sumber.
Transformasi tersebut diperkuat melalui orkestrasi tiga program sirkuler kota yang berjalan berkesinambungan:
1. Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) berfokus pada pengurangan dan pemilahan di sumber, serta pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan eco-enzyme.
2. Buruan SAE yaitu ruang pemberdayaan kebun kolektif dan keluarga berbasis pemakaian kompos dari hulu.
3. Dapur Dahsat merupakan program penguatan gizi keluarga dan pencegahan stunting dengan memanfaatkan hasil panen kebun warga dan pangan lokal.
Ketiganya membentuk mata rantai sirkular baru. Sampah organik yang dipilah warga kini diolah di RW menjadi kompos serta eco-enzyme.
Hasil olahan ini kemudian kembali masuk ke kebun keluarga atau komunitas sebagai pupuk alami untuk menyuburkan tanaman pangan.
Dari kebun-kebun tersebut, warga memanen pangan sehat yang bisa langsung dikonsumsi di rumah, dibagikan di lingkungan atau dimanfaatkan sebagai bahan pada program gizi keluarga.
Siklus ini pada akhirnya memperkuat asupan bergizi, menurunkan risiko stunting dan secara bertahap meningkatkan kualitas kesehatan keluarga di Kota Bandung.
Agar mata rantai sirkular ini berjalan optimal, ritme layanan kebersihan kota pun disesuaikan lebih awal.
Sementara itu, jam operasional penyapuan dimajukan ke pukul WIB, memastikan jalan dan gang bersih sebelum aktivitas warga dimulai.
Perubahan waktu ini bukan sekadar penyesuaian jam kerja, tetapi didesain untuk menekan dampak layanan yang sebelumnya beririsan dengan jam keberangkatan sekolah dan jam produktif warga.
Dengan ruang publik yang sudah bersih sejak pagi maka mobilitas warga menjadi lebih nyaman.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, keberlanjutan sistem kebersihan tidak hanya diukur dari tonase, tetapi dari pengalaman langsung yang dirasakan warga.
Mulai dari kebersihan jalan dan gang sejak pagi, berkurangnya bau di TPS, ritme pengangkutan dan pengolahan yang lebih baik, hingga manfaat yang kembali lagi ke keluarga melalui pangan sehat dan peningkatan kualitas kesehatan.
“Bandung butuh solusi yang sistemik, tegas, terukur, dan dirasakan manfaatnya langsung oleh warga. Kami perkuat layanan pengangkutan dan pengolahan di hilir, termasuk pengelolaan residu lewat insinerator dengan standar emisi yang terkendali,” ujarnya.
“Namun, kami juga transparan: masalah sampah tidak akan selesai hanya di fasilitas akhir. Itu sebabnya kami gerakkan RW sebagai barisan terdepan gerakan pilah dan olah dari rumah, dari gang, dari lingkungan terdekat. Ketika sampah organik diolah jadi kompos, kebun pangan tumbuh di pekarangan, dan gizi keluarga meningkat. Di situlah sistem sirkular kita benar-benar bekerja,” paparnya.
Farhan menyebut, penanganan masalah sampah di Kota Bandung bukan sekadar target tonase, melainkan soal kualitas hidup keluarga Bandung
“Dengan komitmen pemerintah yang kuat dan kolaborasi warga yang konsisten, insyaallah Bandung akan semakin bersih, sehat, dan lebih kuat,” ujar Farhan.
Pemerintah Kota Bandung optimis pendekatan multi-simpul ini akan secara bertahap menutup selisih kapasitas pengelolaan sampah di dalam kota, sekaligus memastikan sistemnya lebih berfokus pada kebutuhan warga.
Bukan hanya memindahkan sampah, tetapi juga mengelolanya dari sumber, mengurangi bau di TPS, menjaga ritme pengangkutan dan pengolahan agar tetap stabil, serta menghadirkan manfaat yang kembali langsung ke keluarga dan lingkungan.
Pola ini diharapkan memperkuat ketahanan kebersihan kota dalam jangka panjang.
Selain itu, Pemkot Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidip menegaskan komitmennya menjaga kelestarian sungai dengan memastikan bahwa pengelolaan sampah tidak dilakukan melalui pembuangan ke sungai dalam bentuk apa pun.
Semua hal yang dilakukan Pemkot Bandung berkaitan dengan pengelolaan dan penanganan sampah melibatkan aparat kewilayahan. Camat dan lurah merupakan wali kota diwilayahnya yg mempunyai kewenangan dan tanggung jawab dalam pengolahan sesuai aturan yg telah ditentukan.
Penting Bahas Raperda Tentang Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual di Kota Bandung
Category: News
4 Desember 2025
Penting Bahas Raperda Tentang Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual di Kota Bandung
Prolite – Nina Fitriana Sutadi, ., ., selaku anggota Panitia Khusus (Pansus) 14 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung angkat bicara perihal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang sedang disusun.
Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual di Kota Bandung sangat setuju jika diperhatikan dengan lebih serius.
Menurut Nina Fitriana Sutadi, dengan adanya perda sangat penting pasalnya khusunya di Kota Bandung kasus-kasus penyimpangan seksual seperti ini sangat meresahkan banyak orang.
Pentingnya masalah ini terlihat dari banyaknya laporan dari masyarakat serta temuan perilaku serupa di sekitar masyarakat.
Nina mengungkapkan, penyimpangan seksual bahkan mulai muncul di berbagai ruang publik dan lingkungan pendidikan di Kota Bandung.
“Banyak orang tua kini merasa cemas melihat perkembangan anak-anak yang menunjukkan pola pergaulan dengan indikasi penyimpangan yang kurang wajar,” ujarnya.
Sebagai ibu sekaligus legislator, Nina menilai fenomena tersebut dapat memengaruhi stabilitas keluarga.
“Saya sebagai ibu sangat takut. Anak-anak bisa tidak berkembang sebagaimana mestinya. Dalam keluarga itu ada peran ayah dan ibu. Kalau masuk ke perilaku menyimpang, bagaimana masa depannya?” katanya.
Nina menyebutkan bahwa sejumlah laporan masyarakat menunjukkan perilaku menyimpang ditemukan di tempat-tempat yang seharusnya menjadi ruang aman, seperti sekolah dan pesantren. Ia mencontohkan orang tua yang terkejut ketika mengetahui anaknya menjalin kedekatan dengan sesama jenis.
Meski demikian, Nina menekankan bahwa penyusunan Raperda ini tidak boleh mengarah pada kriminalisasi individu. Ia melihat beberapa pasal dalam draft awal justru belum fokus pada solusi, sehingga membutuhkan pembahasan lanjutan.
“Setelah saya lihat, masih banyak yang condong ke kriminalisasi, bukan pencegahan. Misalnya soal kewajiban pemeriksaan kepada siswa. Pertanyaannya, bagaimana jika justru pelakunya guru? Itu juga harus diatur,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak yang kerap menjadi korban sekaligus dituding sebagai pelaku. Menurut Nina, penyelesaiannya tidak boleh hanya sebatas mediasi antarkeluarga.
“Perempuan dan anak itu sering jadi korban tapi sekaligus dicap pelaku. Mereka harus dilindungi. Jangan hanya selesai dengan ngobrol sesama orang tua. Harus ada terapi dan pendampingan,” tegasnya.
Nina memastikan Pansus 14 masih berada pada tahap penguatan definisi dan penyempurnaan pasal-pasal krusial.
“Pertemuan terakhir pun baru membahas kerangka dasar. Masih banyak yang harus disempurnakan agar perda ini tepat sasaran,” ujarnya.
Pansus 13 DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Tentang Ketertiban Umum, Ketentraman serta Perlindungan Masyarakat
Category: News
4 Desember 2025
Pansus 13 DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Tentang Ketertiban Umum, Ketentraman serta Perlindungan Masyarakat
Prolite – Pembahasan Peraturan Daerah (Raperda) dilakukan oleh Dudy Himawan, SH selaku anggota Panitia Khusus (Pansus) 13 DPRD Kota Bandung.
Pembahasan raperda ini terkait dengan Ketertiban Umum, Ketentraman serta Perlindungan Masyarakat.
Dengan adanya regulasi baru ini maka diharapkan dapat menciptakan Kota Bandung yang jauh lebih dari aman, nyaman dan tertib.
Dudy Himawan, SH, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat bersama Satpol PP Kota Bandung untuk mendalami substansi perubahan dalam raperda tersebut. Namun, sejumlah pertanyaan mendasar belum menemukan jawaban.
“Ketika rapat Pansus yang hadir hanya Sekretaris Satpol PP sehingga belum bisa memberikan jawaban karena masih menunggu arahan dari Kepala Satpol PP,” ujar Dudy.
Menurut Dudy, salah satu isu yang menjadi sorotan adalah hilangnya pengaturan mengenai reklame. Pada Perda lama, ketentuan terkait penertiban reklame dicantumkan, namun dalam draf Raperda baru, poin tersebut tidak lagi dimasukkan.
“Hal itu menjadi pertanyaan tim Pansus tapi belum dijawab. Mungkin dari Pansus berasumsi bahwa reklame sudah diatur dalam Perda Reklame,” ujar Dudy.
Dudy menambahkan, Pansus 13 baru menggelar tiga kali rapat dan belum masuk pada pembahasan detail setiap pasal. Setelah pembahasan mendalam, pihaknya berharap dapat mengetahui dengan jelas urgensi perubahan Perda ini.
“Tim Pansus ingin menguji sejauh mana kemampuan Satpol PP dan alasan di balik perubahan ini,” kata Dudy.
Meski demikian, Dudy menegaskan bahwa Pansus akan mendukung perubahan regulasi selama tujuannya untuk kebaikan Kota Bandung.
Dudy berharap hadirnya aturan baru dapat semakin meningkatkan ketertiban, keamanan, dan ketentraman masyarakat.
Kemeriahan “SEMARAK AKHIR TAHUN” Persembahan Artotel Wanderlust Hadir di de Braga by Artotel
Category: LifeStyle
4 Desember 2025
Kemeriahan “SEMARAK AKHIR TAHUN” Persembahan Artotel Wanderlust Hadir di de Braga by Artotel
BANDUNG, Prolite — Dalam rangka memeriahkan akhir tahun 2025, Artotel Wanderlust hadir dengan program tahun baru Semarak Akhir Tahun dengan serangkaian program menarik yang mengangkat keanekaragaman budaya Indonesia namun tetap fun, playful, edgy dan artistik.
Rangkaian kemeriahan tersebut dapat dinikmati di de Braga by ARTOTEL yang memiliki 4 rangkaian program, antara lain Snooze & Stay yang berupa paket menginap eksklusif, Festive Feast yang merupakan program F&B dengan konsep unik, Wanderer Years Ahead berupa acara perayaan tahun baru dengan penuh warna dan pengisi acara yang seru, serta Perks & Perks yaitu pilihan merchandise Artotel Goods yang berkolaborasi dengan seniman kontemporer ternama Indonesia, Eddie Hara. Adapun program tersebut hadir di de Braga by ARTOTEL dengan detail sebagai berikut:
dok de Braga by Artotel
Snooze & Stay
Program Snooze & Stay merupakan paket menginap eksklusif selama 3 hari 2 malam dengan harga mulai dari dua jutaan, dirancang khusus bagi para tamu yang ingin menikmati perayaan akhir tahun dengan pengalaman yang nyaman, artistik, dan penuh sentuhan lokal. Menginap di de Braga by ARTOTEL berarti berada tepat di jantung kawasan Braga—area ikonik yang memadukan nuansa heritage, seni kontemporer, serta energi urban yang hidup hingga malam hari. Paket ini sudah termasuk sarapan eksklusif untuk dua orang, serta New Year’s Dinner spesial dengan rangkaian menu lengkap: mulai dari barbeque, teppanyaki, hingga kreasi kuliner khas chef yang disajikan hangat-hangat untuk menemani malam pergantian tahun. Setiap hidangan dirancang untuk menghadirkan cita rasa yang menggugah, sekaligus menciptakan momen kuliner yang berkesan.
Tamu juga berkesempatan menikmati keindahan Kota Bandung melalui pilihan wisata kota serta tiket Bandros yang membawa mereka berkeliling melihat pesona arsitektur, seni mural, dan keramaian Kota Kembang yang penuh warna. Pengalaman ini semakin lengkap dengan diskon 20% untuk Food & Beverage termasuk Room Service, fasilitas minibar, serta harga spesial untuk layanan laundry sebanyak 5 potong pakaian, sehingga tamu dapat menikmati kenyamanan penuh tanpa perlu repot memikirkan kebutuhan sehari-hari selama menginap. Dengan rangkaian fasilitas lengkap, lokasi strategis, serta suasana Braga yang eksotis dan penuh inspirasi, Snooze & Stay menjadi pilihan ideal bagi tamu yang ingin memulai tahun baru dengan pengalaman menginap yang bernilai, hangat, dan penuh gaya.
Festive Feast
Menghadirkan pengalaman bersantap yang penuh rasa, kehangatan, dan kreativitas khas de Braga by ARTOTEL. Sepanjang periode akhir tahun, tamu dapat menikmati rangkaian menu spesial yang disajikan melalui konsep all-day dining, menu tematik yang terinspirasi dari kekayaan kuliner Nusantara, hingga signature drinks yang diracik secara artistik oleh bartender B10 City Terrace Bar. Dalam program ini, de Braga by ARTOTEL menonjolkan hidangan ikonik Indonesia dengan sentuhan modern, tanpa meninggalkan cita rasa autentik. Tamu dapat menikmati berbagai olahan buntut—mulai dari buntut kuah hangat dan gurih, buntut bakar beraroma smokey, hingga buntut goreng renyah yang berpadu dengan sambal dan bumbu khas. Hadir pula Itiak Lado Mudo khas Sumatera Barat dengan pedas segar yang menggugah selera, serta bebek rempah dengan aroma Nusantara yang meresap hingga ke dalam dagingnya.
Untuk melengkapi pengalaman bersantap, tamu dapat menikmati minuman segar racikan bartender—mulai dari mocktails beraroma tropis hingga cocktails dengan sentuhan artistik—yang dapat dinikmati langsung sambil meresapi suasana eksotis Jalan Braga. Kombinasi makanan hangat, minuman yang menyegarkan, dan atmosfer heritage-modern Bandung menjadikan Festive Feast sebagai pengalaman kuliner yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan impresi mendalam bagi para tamu.
Wanderer Years Ahead
Sebuah perayaan malam Tahun Baru yang meriah, penuh warna, dan dikemas dengan konsep yang fun, urban, dan artistik khas de Braga by ARTOTEL. Sepanjang malam, tamu akan dimanjakan dengan rangkaian hiburan yang dirancang untuk menciptakan pengalaman pergantian tahun yang berkesan dan penuh energi. Tamu akan disuguhkan live music, DJperformance, dan countdown party yang menghidupkan suasana. Tahun ini, de Braga by ARTOTEL secara khusus menghadirkan special performance dari The Summer—membawa nuansa segar ala British Pop era dengan aransemen penuh groove dan warna ceria. Vibrasi musik yang nostalgik namun tetap modern ini menjadi highlight yang semakin memperkuat karakter acara sebagai perayaan urban yang stylish.
Acara juga akan dipandu oleh MC kondang asal Bandung yang siap membawa suasana semakin hidup dengan interaksi spontan, humor cerdas, serta kemampuan membangun hype sepanjang malam. Selain itu, tamu berkesempatan mendapatkan beragam hadiah menarik, termasuk voucher menginap di de Braga by ARTOTEL, menjadikan malam Tahun Baru tidak hanya meriah, tetapi juga penuh kejutan. Di tengah dekorasi bernuansa artistik dan atmosfer eksotis khas kawasan Braga, Wanderer Years Ahead menjadi destinasi ideal bagi para wanderer untuk menyambut tahun baru dengan semangat baru, optimisme, dan kenangan yang akan terus hidup dalam ingatan.
Perks & Perks
Program pilihan merchandise eksklusif dari Artotel Goods yang berkolaborasi dengan salah satu seniman kontemporer ternama Indonesia, Eddie Hara. Para tamu dapat membawa pulang karya seni dalam bentuk produk fungsional dan kolektibel, mulai dari apparel, totebag, hingga item edisi terbatas lainnya. Perpaduan desain unik dan karakter visual yang kuat menjadikan koleksi ini sebagai suvenir artistik penuh makna untuk menutup tahun dengan penuh inspirasi.
“Melalui program Semarak Akhir Tahun, kami ingin menghadirkan pengalaman bagi tamu kami yang tidak hanya merayakan pisah sambut tahun 2025 – 2026 namun dibalut dengan ragam budaya Indonesia di daerah setiap hotel kami berada. Kami berharap para tamu kami dapat mengakhiri tahun 2025 dengan suka cita dan penuh inspirasi untuk menyambut tahun yang baru. Lebih dari sekedar perayaan, rangkaian kegiatan ini juga merupakan bentuk apresiasi kami kepada tamu yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan Artotel Wanderlust sepanjang tahun”, ujar Yulia Maria, Director of Marketing Communications Artotel Group.
Artotel Wanderlust merupakan program loyalty program dari Artotel Group yang telah diluncurkan sejak tahun 2022. Berbagai macam keuntungan dapat dinikmati hanya dengan menjadi anggota Artotel Wanderlust. Dengan mengunduh aplikasi Artotel Wanderlust di Google Store (Android) atau Play Store (IOS), para tamu bisa mendaftarkan diri sebagai member Artotel Wanderlust secara gratis. Untuk para member, secara otomatis akan bisa mendapatkan diskon 10% untuk menginap, diskon 5 – 15% untuk F&B, serta Birthday Reward untuk member yang berulang tahun yaitu berupa diskon 50% untuk menginap. Disamping itu, member yang aktif bertransaksi pun akan dapat terus meningkatkan tier nya mulai dari Silver, Gold, hingga Black yang tentunya akan mendapatkan keuntungan lebih lagi dari tier sebelumnya, seperti gratis room upgrade, gratis late check-out, VIP treatment.
The Kamalaya Hotel Memiliki 3 Tipe Kamar dengan Pemandangan Asri dan Udara Sejuk Kota Bandung
Category: LifeStyle
4 Desember 2025
The Kamalaya Hotel Memiliki 3 Tipe Kamar dengan Pemandangan Asri dan Udara Sejuk Kota Bandung
Prolite – Lagi cari hotel dengan nuansa pemandangan asri Kota Bandung? The Kamalaya Hotel (ex The Kartipah) sangat cocok untuk di coba.
New Hotel di Kota Bandung yang menyajikan pemandangan yang asri serta memiliki udara yang sejuk menjadi daya tarik tersendiri.
Meski terletak di tengah Kota Bandung namun The Kamalaya Hotel (ex The Kartipah) memiliki semua kebutuhan yang dicari oleh para pengunjung yang akan menginap di sini.
dok
Dengan klasifikasi boutique hotel yang memiliki fasilitas :
Memiliki 24 Kamar tipe (superior dan deluxe) dengan design modern
7 kamar tipe Suite Room dengan design classic dan kolam renang privat
1 Meeting Room dengan smoking area di depannya
Lapangan Basket yg juga bisa digunakan untuk fun games dan olahraga lainnya
Garden Area dengan pepohonan yang rindang, cocok digunakan untuk outdoor event seperti wedding, gala dinner etc
Mushala dengan kolam ikan
Area Parkir yang luas
Dengan banyaknya fasilitas yang diberikan oleh The Kamalaya Hotel maka akan membuat nyaman tamu yang akan menginap di hotel kami.
Incoorporation with Tebu Hotel Group , The Kamalaya Hotel ini terletak di Jalan Ir H Juanda no 319B Kota Bandung.
Untuk info lebih lanjut bisa cek melalui Instagram kami @thekamalaya_hotel, atau untuk pemesanan bisa hubungi Sanov 08112495050 GM SALES & MARKETING.
Pemkot Bandung, TNI-Polri dan OKP Kompak Wujudkan Rasa Aman
Category: News
4 Desember 2025
Pemkot Bandung, TNI-Polri dan OKP Kompak Wujudkan Rasa Aman
Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama TNI-Polri, organisasi masyarakat (ormas), komunitas motor, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat berkomitmen memperkuat komunikasi dan kolaborasi demi menjaga stabilitas keamanan di Kota Bandung.
Komitmen tersebut disampaikan Pemkot Bandung dalam kegiatan silaturahmi yang digelar Kodim 0618/Kota Bandung, Rabu, 26 November 2025.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan kebebasan berserikat, berkumpul, dan berpendapat dijamin oleh Undang-Undang.
Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga ruang tersebut tetap kondusif melalui dialog dan saling pengertian.
“Kita berkumpul di sini sebagai bentuk komitmen dari pemerintah dan negara bahwa hak kita untuk berserikat, berkumpul, berpendapat dijamin oleh Undang-Undang Dasar,” ujar Farhan.
“Kota Bandung terbukti kondusif karena urang sering komunikasi lewat berbagai macam channel. Ku ngobrol mah insyaallah,” katanya menambahkan.
Farhan juga mengapresiasi kehadiran tokoh-tokoh senior organisasi masyarakat yang dinilai dapat menjadi jembatan komunikasi sekaligus pembina generasi muda.
“Ini bisa menjadi saluran komunikasi baik secara sosial maupun politik. Bandung ini kota yang sangat beragam. Dialog seperti ini sangat diperlukan,” ucapnya.
Sementara itu, Dandim 0618/Kota Bandung Kolonel Inf Robil Syaifullah menyebut, menjaga Kota Bandung kondusif bukan hanya tugas pemerintah dan aparat keamanan, tetapi tanggung jawab seluruh warga.
“Kota Bandung ini rumah kita bersama. Pentingnya kita saling memahami dan menjaga agar tetap kondusif. Ini bukan cuma tugas pemerintah daerah atau TNI-Polri, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai warga Kota Bandung,” kata Robil.
Ia mengajak seluruh ormas, komunitas, dan kelompok masyarakat untuk menjadi teladan dan pendingin suasana.
“Walaupun kita beda warna, beda organisasi, namun tetap harus bersatu membangun Bandung. Menjadi penengah, bukan pemicu,” ajaknya.
Robil juga menegaskan, komunikasi menjadi kunci penyelesaian persoalan sosial.
“Dengan mengedepankan komunikasi, tabayun, ngobrol sambil ngopi, banyak permasalahan bisa selesai dengan mudah,” tuturnya.
“Kita kuat kalau kita kompak. Kita aman kalau saling menjaga, dan kita maju kalau saling mendukung,” pungkas Robil.
Kegiatan silaturahmi ini dihadiri oleh sejumlah OPD Kota Bandung, Polrestabes Bandung, organisasi masyarakat (ormas), komunitas motor, mahasiswa, dan sejumlah elemen masyarakat sebagai ruang diskusi dalam menjaga kondusifitas Kota Bandung.
Pahami 6 Gejala Terinfeksi DBD dan Pahami Pencegahannya
Category: LifeStyle
4 Desember 2025
Pahami 6 Gejala Terinfeksi DBD dan Pahami Pencegahannya
Prolite – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bandung kali ini mengalami peningkatan, di tengah-tengah Bandung yang sering diguyur hujan.
Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi.
Namun ada yang perlu diperhatikan, pasalnya dalam kasus DBD kita tidak bisa anggap sepele jika terkena kasus demam berdarah.
Seseorang yang terkena demam berdarah dapat menimbulkan komplikasi serius dan bahkan dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat.
Oleh karena itu penting untuk kita semua memahami bagaimana gejala, penyebab hingga Langkah-langkah penanganannya agar tidak terkena DBD.
Seseorang yang terkena DBD akan menunjukan gejala demam tinggi, ruam, nyeri tubuh, dan pembengkakan pembuluh darah yang dapat mengarah pada pendarahan. Biasanya, DBD terjadi selama musim hujan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.
Palangkaraya
Gejala DBD umumnya muncul 4 hingga 10 hari setelah digigit nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue. Beberapa gejala umum yang sering terlihat pada penderita antara lain:
Demam Tinggi Mendadak: Salah satu gejala pertama yang muncul adalah demam tinggi mendadak, yang bisa mencapai 40°C.
Nyeri Otot dan Sendi: Rasa nyeri yang hebat pada otot, sendi, dan tulang belakang sering disebut sebagai “breakbone fever” karena rasa sakitnya yang menyerupai patah tulang.
Rash atau Ruam Kulit: Pada beberapa kasus, penderita dapat mengalami ruam kulit yang muncul beberapa hari setelah demam tinggi.
Mual, Muntah, dan Kehilangan Nafsu Makan: Gejala ini sering kali muncul bersamaan dengan demam tinggi.
Pendarahan: Dalam kasus yang lebih parah, pendarahan ringan bisa terjadi, seperti mimisan, gusi berdarah, atau perdarahan pada kulit yang tampak seperti bintik merah.
Kelelahan dan Kelemahan: Penderita DBD juga bisa merasa sangat lelah dan lemah.
Dalam kasus ini kita bisa mencegah tertularnya demam berdarah seperti memastikan tidak adanya genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes.
Bisa juga menggunakan obt nyamuk untuk terhindar dari gigitan nyamuk Aedes atau bisa juga melakukan foging di tempat-tempat yang berpotensi perkembangbiakan nyamuk.
DBD adalah penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi serius, namun dapat dicegah dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari tempat berkembang biaknya nyamuk, kita dapat membantu mengurangi angka penderita. Jika terkena kasus ini, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih parah. Waspada dan mari bersama-sama menjaga kesehatan dengan tindakan pencegahan yang sederhana namun efektif.
Dorong Investasi, Pemkot Bandung dan BEI Kolaborasi Bangun Galeri Bursa Efek
Category: News
4 Desember 2025
Dorong Investasi, Pemkot Bandung dan BEI Kolaborasi Bangun Galeri Bursa Efek
Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menandatangani kerja sama pembangunan Galeri Bursa Efek Indonesia (BEI) di Kota Bandung.
Penandatanganan tersebut dilaksanakan di sela-sela Bandung Investment Summit (BIS) 2025 “Beyond Growth Through Sustainable Synergy: Realizing Bandung’s Smart Future” di The Trans Luxury Hotel, Selasa 25 November 2025.
“Investasi warga Bandung di pasar modal masih sangat rendah. Padahal potensi keuangannya besar,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
BEI dan Pemkot Bandung menargetkan peningkatan literasi, kemudahan akses, serta tumbuhnya investor ritel baru.
“Dengan lebih dari 60 universitas, politeknik, dan sekolah tinggi, Bandung dinilai sebagai kota dengan konsentrasi talenta terbaik di Indonesia,” ujar Farhan.
“Kita punya semua yang terbaik. SDM kita unggul, perguruan tinggi kita lengkap, daya saing kita di atas rata-rata nasional,” imbuhnya.
Untuk mendukung hal itu, seluruh perangkat daerah juga tengah mengikuti pelatihan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Farhan mengatakan, Kota Bandung membutuhkan investor yang bukan hanya membawa modal, tetapi membawa solusi.
Oleh karenanya, sejak April 2024, Pemkot Bandung menerapkan strategi pertumbuhan yang agresif melalui sektor pariwisata, event, dan belanja lokal.
“Strategi ini berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi semester I/2025 menjadi 5,42 persen, lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya di angka 4,99 persen,” jelas Farhan.
Perlu diketahui, Bandung Investment Summit (BIS) 2025 ini merupakan acara puncak dari rangkaian trilogi inisiatif investasi
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric Muhamad Atthauriq, menyampaikan laporan resmi rangkaian trilogi investasi yang menjadi fondasi penyelenggaraan Bandung Investment Summit 2025.
Bandung Investor Day (27 Oktober 2025 — Jakarta)
* 5 proyek strategis ditawarkan
* Nilai investasi mencapai Rp1,007 triliun
* 67 calon investor hadir
* 32 statement of interest diterima.
Bandung Investment Forum (17 November 2025 — Bandung)
* Digelar di Hotel Aryaduta
* Mengangkat tema Green and Urban Land Development dan Urban Commercial Hub Rehabilitation
* 15 investor mengikuti sesi one-on-one meeting
* 7 statement of interest diterima
* Dilakukan eksekutif transaction meeting dengan Wali Kota
Bandung Investment Summit (25 November 2025 — Puncak Acara)
* Momen deklarasi investor yang menyatakan minat lanjutan
* Penegasan sinergi pemerintah–swasta–komunitas sebagai pilar ekonomi Bandung ke depan
* Menjadi tahapan final untuk mengubah minat menjadi komitmen dan pelaksanaan
Eric menuturkan, langkah ini merupakan respon terhadap dinamika ekonomi global yang menuntut kota-kota untuk proaktif membuka peluang investasi.
Pemkot Bandung Siapkan Tiga Langkah Darurat Atasi Krisis Sampah
Category: News
4 Desember 2025
Pemkot Bandung Siapkan Tiga Langkah Darurat Atasi Krisis Sampah
Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan tiga langkah darurat penanganan sampah untuk menjawab krisis pengolahan dan peningkatan volume timbulan sampah kota.
Kebijakan tersebut diungkapkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Ciateul, Senin 24 November 2025.
Farhan mengatakan, Bandung perlu bergerak cepat dan tidak bergantung semata pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Ini kedaruratan sampah. Maka kami meluncurkan tiga langkah darurat untuk mempercepat pengolahan, mengurangi timbunan, dan membatasi sampah yang keluar dari RW,” tuturnya di hadapan warga.
Langkah pertama yang disiapkan Pemkot Bandung adalah percepatan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemusnahan sampah, termasuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan penambahan 20 unit insinerator.
Mesin ini akan ditempatkan secara tersebar di wilayah kota sehingga residu dapat dimusnahkan langsung di tingkat wilayah, bukan hanya di TPA.
“Dengan insinerator, residu bisa dimusnahkan di wilayah. Tidak harus semua keluar kota,” jelas Farhan.
Langkah kedua adalah penambahan jam kerja dan jumlah penyapu jalan, terutama di titik peremajaan timbulan sampah harian. Penyapu jalan akan mulai bekerja sejak pukul WIB, lebih pagi dari jadwal sebelumnya. Dengan waktu kerja yang bertambah, jumlah tenaga kebersihan juga akan ditingkatkan.
“Karena jam kerjanya lebih pagi, jumlah penyapu harus ditambah. Memang butuh anggaran besar, tapi sangat mendesak,” ujarnya.
Langkah ketiga yang tidak kalah penting yakni perekrutan petugas pemilah sampah (Gaslah) di setiap RW. Gaslah bertugas memilah sampah rumah tangga minimal tiga kali seminggu dengan skema gaji yang sepenuhnya ditanggung Pemkot Bandung.
“Prinsipnya, satu RW satu petugas Gaslah. Gajinya seratus persen dari Pemkot. Tugasnya memastikan sampah organik habis di RW,” kata Farhan.
Program Gaslah juga mendorong setiap kelurahan memiliki titik pengolahan sampah organik. Untuk wilayah Ciateul, lahan pengolahan direncanakan berada di belakang TPST Kobana, memanfaatkan area milik pemerintah yang akan dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Badan Keuangan dan Aset Daerah.
“Sampah organik itu tidak akan diangkut. Habis di RW, diolah di kelurahan. Sampah yang diangkut hanya residu,” tambahnya.
Farhan menyebut, ketiga langkah darurat ini hanya akan berhasil jika warga ikut melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, bukan hanya mengandalkan fasilitas pemerintah.