70 % Pencemaran Udara Kota Bandung dari Transportasi

pencemaran udara kota bandung 2

Isu Pencemaran Udara, Ini Faktor Utama Kualitas Udara Kota Bandung di Ambang Batas Sedang

BANDUNG, Prolite – Isu pencemaran udara kian menarik perhatian masyarakat.

Kualitas udara Kota Bandung pun tak luput dari perhatian. Meski masuk dalam kategori kualitas sedang, tapi naik satu level lagi menyentuh angka kualitas pencemaran udara tidak sehat.

Hal tersebut diakui Kepala Seksi Pemantauan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Iren Irma Muti seusai Bandung Menjawab, Kamis 24 Agustus 2023.

Iren menyebutkan, dalam seminggu ke belakang, tingkat pencemaran udara Kota Bandung memang cukup tinggi, tapi masih dapat diterima manusia.

“Meski begitu, ini tetap menjadi perhatian kita karena jika dibiarkan makin lama bisa menuju ke arah tidak sehat. Saat ini statusnya sedang berdasarkan indikator partikulat PM 2,5,” ujar Iren.

Ia mengatakan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Bandung berada di angka 51-99. Posisi ini berada di ambang batas sedang.

Ia menerangkan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan kualitas udara di Kota Bandung memburuk. Sekitar 70 persen dikarenakan gas emisi transportasi.

pencemaran udara kota bandung 2

“Sumber pencemaran udara dari transportasi itu mencapai 70 persen. Sisanya adalah dari rumah penduduk seperti pembakaran sampah. Ada juga dari cerobong pabrik, cerobong genset dan lainnya,” paparnya.

Salah satu upaya yang dilakukan DLHK untuk menangani permasalahan tersebut adalah menanam pohon karena hanya tanaman yang bisa menghasilkan oksigen. Selain itu, para ASN di Kota Bandung juga diimbau minimal seminggu sekali melakukan bike to work.

“Ke depan juga akan ditingkatkan melalui rekan-rekan Dinas Perhubungan penggunaan kendaraan masal. Berbagai upaya juga sudah kita lakukan seperti menguji emisi kendaraan bermotor untuk penerapan kawasan emisi bersih itu sudah cukup signifikan,” akunya.

Ia menjelaskan, pihaknya terus menggaungkan kawasan emisi bersih. Program tersebut merupakan inisiasi pemilik kawasan untuk menjadikan lahan parkirnya bebas emisi.

Artinya kendaraan yang boleh parkir di kawasan tersebut harus yang lulus uji emisi dan ini harus diperbaharui setahun sekali.

“Jadi kalau ada kendaraan yang stikernya sudah tidak berlaku atau tidak memiliki stiker tidak diperbolehkan masuk ke kawasan emisi bersih,” ucapnya.

Selain itu, Iren mengimbau agar masyarakat baiknya menghindari tempat-tempat ramai yang banyak polusinya. Serta senantiasa memperbanyak minum air putih.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Sony Adam memaparkan, dari data kesehatan 6 bulan yang lalu sampai sekarang, penyakit ISPA di Kota Bandung tidak ada kecenderungan untuk naik.

“Ini sesuai dengan level yang masih bisa diterima manusia. Namun demikian, kita harus waspada karena jika naik satu level lagi, ini akan ada pada kondisi yang tidak sehat,” ungkap Sony.

Menurutnya ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mengurangi polusi di antaranya kurangi berkendara pribadi. Selain itu bisa juga dengan menanam pohon. Dinas terkait pun terus memantau kadar emisi kendaraan sehingga kalau tinggi akan ada rekomendasi yang diberikan.

“Secara individu bisa ditangani dengan memakai masker, menutup saluran pernapasan dengan sapu tangan atau masker manakala ada polusi yang mendadak tinggi,” katanya.

Jika seseorang terpapar udara tercemar, Sony menuturkan, respon pertama yang akan terjadi adalah batuk atau bersin. Ada pula yang matanya menjadi merah. Kemudian pada beberapa individu ada yang mengalami iritasi kulit.

“Tapi yang paling sering itu batuk dan bersin karena memang bagian dari mekanisme pertahanan tubuh,” ucap Sony.

Berbicara mengenai dampak dari pencemaran udara, Sony mengaku jika derajat kesehatan individu seseorang itu dipengaruhi oleh empat faktor. Pertama karena lingkungannya, termasuk dalam hal ini adalah polusi udara. Kedua, perilaku manusia.

“Faktor ketiga adalah pelayanan kesehatan. Lalu faktor keempat adalah genetika. Lingkungan berpengaruh 45 persen, perilaku manusia 30 persen, pelayanan kesehatan 20 persen, dan genetika 5 persen,” imbuhnya.




TPA Sarimukti Tutup Sementara, Bandung Resah Hadapi Krisis Sampah di Tengah Kota

TPA Sarimukti

BANDUNG, Prolite – Penutupan sementara TPA Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memiliki dampak signifikan terhadap pengangkutan sampah dari Kota Bandung.

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tersebut telah memaksa otoritas setempat untuk melakukan penutupan sementara guna penanganan dan pemadaman kebakaran.

Penutupan sementara TPA Sarimukti berdampak terhadap pelayanan pengangkutan sampah dari sejumlah daerah di wilayah Bandung Raya, termasuk Kota Bandung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi, menjelaskan bahwa situasi ini mengakibatkan terganggunya pelayanan pengangkutan sampah di daerah tersebut.

“Kebakaran ini bisa mengakibatkan situasi darurat sampah di Kota Bandung, terutama karena Kota Bandung masih mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti,” kata Dudy, saat memberikan konfirmasi pada Rabu (23/8/2023).

Pemerintah Kota Bandung Telah Atasi Situasi Kebakaran di TPA Sarimukti

Cr. antaranews

Kebakaran yang terjadi di zona empat TPA Sarimukti sejak Sabtu, 19 Agustus 2023, telah mengakibatkan kerusakan dan memerlukan upaya penanganan yang cepat.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Ema Sumarna, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah berusaha keras untuk mengatasi situasi kebakaran di TPA Sarimukti.

Pihaknya telah mengirimkan sejumlah mobil pemadam kebakaran untuk membantu upaya pemadaman di TPA Sarimukti.

Dalam aktivitasnya di Arcamanik pada Rabu, 23 Agustus 2023, Ema Sumarna menyatakan bahwa pihaknya telah menggerakkan Dinas Kebakaran untuk turun ke lokasi kejadian.

Upaya ini juga melibatkan kolaborasi dengan wilayah lain guna memadamkan api dengan cepat dan menghindari agar situasi kebakaran tidak berlarut-larut.

Ema Sumarna juga menyoroti potensi terjadinya darurat sampah yang lebih serius akibat adanya penahanan sampah yang tidak bisa diolah akibat kebakaran di TPA Sarimukti.

Ema Sumarna berharap bahwa upaya pemadaman kebakaran di TPA Sarimukti dapat dilakukan dengan cepat, sehingga tempat pembuangan akhir sampah tersebut dapat segera dibuka kembali.

Hal ini diharapkan agar Kota Bandung dapat kembali mengirimkan sampahnya ke TPA Sarimukti untuk diolah dengan normal.

Cr.

Selain itu, Ema juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi kepada camat dan lurah di wilayah Kota Bandung untuk berkolaborasi dengan masyarakat dalam upaya menekan volume sampah.

Di samping itu, dia juga mendorong agar masyarakat lebih aktif dalam mengelola dan memilah sampah mereka.

Konsep “Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan Sampah” (Kang Pisman) telah dijalankan dan diedukasi kepada masyarakat selama beberapa tahun.

Ema juga berharap agar konsep ini dapat lebih dipahami dan diterapkan secara lebih luas sehingga dapat mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke TPA Sarimukti.

Cr. wangibuminusantara

Dengan cara ini, diharapkan wilayah Bebas Sampah dapat dioptimalkan untuk mengelola sampah di tingkat lokal.




TPA Sarimukti Terbakar, Plh Wali Kota Bandung Tegaskan Warga Harus Pilah Sampah

TPA Sarimukti, darurat sampah

BANDUNG, Prolite – Hingga pagi ini, kondisi TPA Sarimukti masih dipenuhi kepulan asap pekat. Bara api masih menyala di balik sampah-sampah yang bertumpuk sejak Senin malam, 21 Agustus 2023.

Menanggapi hal itu, Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna mengaku telah mengerahkan bantuan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) untuk mempercepat proses pemadaman di TPA Sarimukti.

TPA Sarimukti
Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna Tegaskan Warga Harus Pilah Sampah

“Ini kita kembali antisipasi jangan sampai terjadi lagi yang namanya darurat sampah. Sampai pagi ini bara api masih ada. Kami sudah mengerahkan segenap kemampuan Diskar PB bersama dengan wilayah-wilayah yang memang memanfaatkan Sarimukti untuk pembuangan sampah,” jelas Ema, Rabu 23 Agustus 2023 saat ditemui di Sport Center Jabar.

Ia menambahkan, selain mengirimkan bala bantuan pemadam, pihaknya juga terus menggalakkan Kawasan Bebas Sampah (KBS) di seluruh RW se-Kota Bandung.

“Kepada camat dan Lurah harap edukasi masyarakat agar bijak untuk tidak memproduksi sampah yang berlebih. Kemudian KBS ini harus bisa dioptimalkan, artinya sampah harus selesai di wilayah,” ujarnya.

Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung rutin menyosialisasikan program Kang Pisman kepada masyarakat.

Ia berharap, dengan kejadian TPA Sarimukti bisa semakin membuat masyarakat lebih peka terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah.

“Saya melihat kemarin dari 154 KBS sekarang sudah bertambah menjadi 230 sekian, artinya ada progress walaupun target kita harus seluruh RW. Ini sedang terus kita dorong supaya terjadi percepatan KBS agar masyarakat benar-benar mampu menangani menyelesaikan sampah di wilayah,” imbuhnya.

Dampak Kebakaran TPA Sarimukti Terhadap Wilayah Kota Bandung

TPA Sarimukti

Sementara itu, Kepala Dina Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi mengatakan, kondisi TPA Sarimukti akan sangat berdampak terhadap pengangkutan sampah dan kebersihan di seluruh Wilayah Kota Bandung.

“Armada truk sampah sebanyak 188 unit sudah mengantri di Sarimukti. Namun, untuk menjaga keselamatan supir, maka diinstruksikan kembali ke Kota Bandung dengan kondisi membawa kembali sampah,” kata Dudy.

Untuk itu, DLHK Kota Bandung melalui UPT Pengelolaan Sampah menyusun langkah-langkah antisipasi dan penanganan potensi darurat sampah di Kota Bandung.

Di antaranya segera membuat surat edaran agar masing-masing RW kepada warganya terutama petugas roda tiga untuk menahan sampah dari rumah dan tidak dibuang ke TPS sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Masing-masing Koordinator Wilayah menyiapkan TPS sebagai Tempat Penampungan Besar/TPA di masing-masing SWK,” tuturnya.

Selain itu, Pemkot Bandung juga akan melakukan pendampingan dan mendorong kewilayahan untuk memulai mengimplementasikan KBS termasuk di kawasan berpengelola/komersial dan perkantoran pemerintah agar mandiri melakukan pengolahan sampah.




Disparbud Jabar: Peringatan West Java Festival 2023 Berlokasi di Gedung Sate dan Stadion Siliwangi

West Java Festival 2023 yang akan di selenggarakan dari tanggal 2-3 September 2023 (Ig @thewestjavafest).

Disparbud Jabar: Peringatan West Java Festival 2023 Berlokasi di Gedung Sate dan Stadion Siliwangi

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mengumumkan lokasi kegiatan West Java Festival 2023.

Event yang akan diselenggarakan pada tanggal 2 dan 3 Agustus 2023 mendatang bertempatan di Kawasan Gedung Sate dan Stadion Siliwangi Bandung.

Event West Java Festival 2023 yang diselenggarakan di kawasan Gedung Sate dan Stadion Siliwangi ini juga dimeriahkan dengan hiburan konser hingga karnaval yang akan berlangsung pada acara tesebut.

Pada 2 September, West Java Festival 2023 yang akan menjadi pesta rakyat terbesar di Jabar ini akan digelar di kawasan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

@thewestjavafest
@thewestjavafest

Sedangkan untuk tanggal 3 September akan diselenggarakan di Stadion Siliwangi yang berada di Jalan Lombok Kota Bandung.

“Catat tanggal dan jadwalkan di kalendermu — 2 September 2023 di Gedung Sate, dan 3 September 2023 di Stadion Siliwangi, Kota Bandung,” tulis keterangan unggahan di akun Instagram Disparbud Jabar, Minggu 20 Agustus 2023.

Dalam WJF 2023 yang akan diselenggarakan pada tanggal 2-3 September 2023 ini juga mengagendakan karnaval seni dan budaya, festival kuliner, bazar murah, serta konser musik yang diisi dari beberapa musisi yang kebanggaan Jabar.

Kegiatan ini digelar sekaligus guna merayakan pencapaian Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum dalam memimpin Jabar selama lima tahun terakhir.

“West Java Festival ini hasil karya dari team of teams. Jadi kita tidak menggunakan sistem birokrasi. West Java Festival ini jadi salah satu karya besar yang mana adalah di ujung kepemimpinan bapak gubernur dan wakil gubernur,” kata Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja pada Jumat 4 Mei 2023 lalu.




3 Tempat Pembuangan Sampah Berteknologi RDF, Bakal Dibangun

Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST)

Kota Bandung Dapat Bantuan Pembangunan 3 Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Berteknologi RDF

BANDUNG, Prolite – Kota Bandung mendapatkan bantuan terkait pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bantuan berupa Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) itu berada di 3 lokasi di Kota Bandung, diantaranya Nyengseret, Taman Tegalega dan Cicabe.

Pembangunan TPST – RDF yang dilaksanakan Balai Prasarana Permukiman (BPPW) Jawa Barat merupakan bagian dari Program Improvement of Solid Waste Management to Support Metropolitan and Regional Cities Project (ISWMP).

“Kita dapat bantuan dari Kementerian PUPR pada tahun ini 3 lokasi TPST di Kota Bandung, diantaranya berlokasi di Nyengseret, Taman Tegalega dan Cicabe,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudi Prayudi, di Balai Kota Bandung, Selasa 22 Agustus 2023.

Ia mengatakan, Tempat Pembuangan Sampah tersebut nantinya akan mengolah sampah dengan hasil menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

Pengelolaan sampah ini, lanjut Dudi dengan memodernisasi pembuangan limbah dengan memanfaatkan teknologi RDF menjadikan sampah sebagai sumber energi terbarukan untuk alternatif batu bara.

“TPST ini akan mengolah sampah salah satunya menjadi RDF sebagai bahan baku pengganti batu bara,” ungkapnya.

Untuk waktu pengoperasian, ia mengatakan, saat ini dalam agenda penunjukan pihak ketiga.

“Sampai Juni 2024 kontrak pembangunannya oleh Kementerian PUPR. Selama 10 bulan pendampingan setelah itu diserahkan ke kami (Pemkot Bandung) untuk dioperasikan dan di anggarkan pada APBD, ” ujarnya.

Untuk prototipenya, sudah dilakukan di TPST Cicukang Holis. Di tempat tersebut mampu mereduksi sampah menjadi 10 ton per hari.

“Prototipenya itu dioperasikan di Cicukang Holis. Hanya di sana itu baru 10 ton per hari saja. Kalau di 3 lokasi ini akan meningkat kapasitasnya sekitar 100 ton bisa terolah.

Sehingga bisa mengurangi sampah yang kita angkut ke Sarimukti,” tuturnya.

Ia mengakui, masih terdapat masyarakat yang menolak pembangunan (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST)), namun proses sosialisasi terus dilakukan. B

ahkan, Dudi menjelaskan pihak kewilayahan pun menbantu secara intens untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Ini proses sosialisasi sedang dilalukan oleh camat dan lurah, intens pendekatan. Hari ini RW, kemudian tokoh masyarakat mengajak kepada masyarakat untuk melihat TPST Cicukang Holis,” katanya.

“Boleh jadi pemahamannya belum sampai ke situ, jadi diperlihatkan seperti ini TPST yang akan dibangun. Itu bisa menjawab kekhawatiran selama ini, mereka belum paham berkaitan dengan pengolah sampah,” bebernya.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah harus meliputi berbagai aspek. Mulai dari regulasi, teknologi, pembiayaan hingga partisipasi masyarakat

“Intinya pengolah sampah ini harus ada beberapa aspek. Seperti regulasi, teknologi atau teknis operasional, pembiayaan dan partisipasi masyarakat. Ini harus jalan untuk pengelolaan sampah,” ungkapnya.

Terkait jenis sampah, ia mengungkapkan, teknologi baru bisa sampah apapun. Karena nanti di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) akan ada proses pemilahan.

“Sampahnya campur. Di situ ada proses pemilahan dulu, ada organik dan anorganik. Nanti organiknya bisa dijadikan magot, kalau food waste. Sampah lainnya bisa jadi bahan pencampur dengan bahan anorganik yang diolah menjadi bahan yang dinamakan RDF,” ujarnya.




Dampak Kebakaran TPA Sarimukti, Timbulkan Potensi Penumpukan Sampah

dampak Kebakaran TPA Sarimukti, warag diharuskan kelola sampah

Antisipasi Dampak Kebakaran TPA Sarimukti, Plh Wali Kota Dorong Warga Kelola Sampah

BANDUNG, Prolite – Pasca Kebakaran TPA Sarimukti, Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna mendorong masyarakat untuk dapat mengelola sampah mulai dari sumbernya.

Salah satunya dengan menjadikan Kawasan Bebas Sampah (KBS) di wilayahnya masing-masing.

Hal tersebut juga untuk mengantisipasi dampak kebakaran di TPA Sarimukti.

“Saya harapkan para pengurus RT dan RW mengedukasi masyarakat untuk bisa menghadirkan sampah yang selesai di lingkungan,” kata Ema di Balai Kota Bandung, Selasa 22 Agustus 2023.

Ema menilai, kebakaran TPA Sarimukti berpotensi mengganggu ritasi sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti.

“Mudah-mudahan tidak terjadi hambatan untuk pembuangan sampah ke TPA. Artinya ada potensi penumpukan sampah di Kota Bandung,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, akselerasi Kawasan Bebas Sampah (KBS) baru di level RW harus ditingkatkan. Saat ini terdapat 234 RW yang berstatus KBS di Kota Bandung naik dari sebelumnya 154 RW

“Alhamdulillah ada progres dari 154 RW sekarang sudah diatas 234 RW KBS. Ini terus kita dorong dan agar Bandung menjadi zero waste city. Ini harus kita lakukan secara masif,” ujarnya.

Ema menyebut, KBS juga menjadi tolak ukur kinerja camat dan lurah. Semakin banyak KBS di wilayahnya maka semakin baik pula kinerjanya.

Terakhir, ia berharap kebakaran di TPA Sarimukti segera dapat ditangani dan tidak berulang, sehingga ritasi pembuangan sampah tidak terganggu.

“Mudah mudahan itu tidak meluas sehingga proses ritasi ke TPA tidak terganggu,” ujarnya.

Sebelumnya, Api melahap gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak Sabtu, 19 Agustus 2023. Hingga Senin, 21 Agustus 2023 api masih belum bisa dipadamkan.




Tolak Rencana Pembangunan TPST Cicabe, Warga Demo 

Demo TPST Cicabe

Tolak Rencana Pembangunan TPST Cicabe, Warga Demo

BANDUNG, Prolite – Tolak rencana pembangunan tempat pembuangan sampah terpadu TPST Cicabe, warga komplek City Garden Residence (CGR) melakukan aksi demo.

Ketua Paguyuban Warga CGR, Muhammad Arfan menjelaskan aksi demontrasi dilakukan karena rencana pembangunan TPST Cicabe akan dibangun persis di atas lereng pemukiman penduduk.

“Sebetulnya yang jadi masalah utama itu adalah pemilihan lahan dan proses kontruksinya. Kami menyuarakan kemana-mana termasuk ke Camat juga ini gimana maksudnya akan dibangun fasilitas dengan sekala pabrik, ada mesin yang bergetar disitu dengan beban ber ton-ton tapi di atas tanahnya labil dari struktur tanah juga tidak bisa,” jelas Arfan saat ditemui, Selasa (22/8/2023).

Warga Tolak Pembangunan TPST Cicabe, Diduga Tidak Sesuai Aturan - Ayo  Bandung

Aksi demontrasi itu dilakukan di depan kantor Pusat Daur Ulang Kota Bandung yang terletak di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati.

Arfan dan 175 kepala keluarga lain yang bermukim tepat dibawah rencana lokasi pembangunan TPST Cicabe khawatir kondisi bangunan yang berada di atas lereng ambruk dan menimpa rumah warga sekitar.

“Di Indonesia belum ada bagunan di atas sampah, artinya ini masih coba-coba dan belum ada analisa lanjut. Melihat ini, apakah kita mau di korbankan kalau stabilitasnya gagal longsornya pasti semua kesini yang meninggal kita juga,” tegas Arfan.

Selain posisi struktur tanah, Arfan dan ratusan warga lain khawatir pencemaran udara yang ditimbulkan ketika TPST Cicabe beroperasi dikemudian hari. Belum lagi, hilir mudik kendaraan berat di jalan yang relatif sempit menjadi hal lain yang menjadi poin keberatan warga sekitar.

“Sosialisasi sudah kami lakukan disampaikan akan keluar bau tapi seperti peuyeum. Bau tetap bau, juga tempat yang dilaluinya ini penuh dengan aktifitas warga akan dilalui sampah, berceceran air limbah. Ini yang kami tolak,” jelasnya.

Disisi lain, Arfan mengakui bersama warga lainnya mendukung pembangunan TPST Cicabe untuk bisa membantu mengurai permasalahan sampah di Kota Bandung. Hanya saja, tidak dilokasi yang saat ini ditentukan.

“Memang masalah sampah kami setuju dengan dibangun TPST. Kami hanya minta direlokasi tempat pembangunannya, kami dukung program Citarum Harumnya sangat mendukung, tapi untuk lokasinya kami minta direlokasi itu yang kami mohonkan,” tandasnya.

Sementar itu, warga menuntut agar rencana pembangunan TPST Cicabe dilakukan pengkajian ulang baik dari struktur bangunan yang berdiri di lereng hingga menuntut agar pembangunan TPST Cicabe dilakukan relokasi.




Tampak Lebih Rapih, 23 PKL Jalan Eyckman Ditata

PKL Jalan Eyckman

Jadi Lebih Rapi, Pemkot Bandung dan RSHS Tata PKL Jalan Eyckman

BANDUNG, Prolite – Sebanyak 23 PKL Jalan Eyckman (kawasan Rumah Sakit Hasan Sadikin/RSHS) ditata. Penataan ini dilakukan untuk menjaga aspek estetika, juga melancarkan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Para PKL Jalan Eyckman tersebut kini menempati ruang baru yang telah disiapkan RS Hasan Sadikin yang letaknya tidak jauh dari lokasi mereka berjualan sebelumnya.

Pelaksana Harian Wali Kota Bandung Ema Sumarna mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja sama Pemkot Bandung, RSHS, para PKL yang ditata, serta PT. Danone Indonesia dalam proses penataan ini.

“Kita bisa rasakan, arus lalu lintas di Jalan Prof. Eyckman lebih lancar. Tidak ada lagi hambatan (akibat PKL di sepanjang jalan). Hal ini perlu disyukuri dan harus kita jaga,” kata Ema usai meninjau PKL di Jalan Eyckman, Senin 21 Agustus 2023.

“Saya titip tidak ada lagi toleransi orang berhenti atau parkir, tidak boleh. Jalur ini harus lancar,” katanya menambahkan.

PKL Jalan Eyckman

Meski begitu, Ema menyebut penataan PKL Jalan Eyckman di kawasan lebih luas, seperti di persimpangan Jalan Eyckman – Jalan Sederhana, atau Jalan Sukajadi masih jadi pekerjaan rumah bersama.

Ia juga menjelaskan, dalam waktu dekat, penataan PKL akan dilakukan di kawasan Tegalega dan Basemen Alun-alun. Saat ini, berbagai koordinasi telah dilakukan Dinas Koperasi dan UKM.

“Dalam waktu dekat, kita bisa melihat lokasi Tegalega yang jauh lebih baik,” kata Ema.

Di tempat yang sama, Kepala Diskop UKM Kota Bandung Atet Dedi Handiman menjelaskan, ada 23 pelaku UKM yang telah ditata. Penataan ini merupakan kerja sama dengan beberapa pihak, yakni RSHS dan juga PT. Danone Indonesia.

Selain itu, ada 8 pelaku UKM (penjual kopi) di sisi selatan kawasan RSHS yang akan bergabung ke ruang yang telah disediakan tersebut.

“Insyaallah 8 pedagang akan masuk ke space yang ada. Selain itu, area taman ini kabarnya akan ditata oleh RSHS untuk nantinya jadi area tempat makan,” ujar Atet.




Belasan Sepeda Listrik Diamankan, Satlantas Polrestabes Bandung Gerak Cepat

Polrestabes Bandung melakukan penyitaan belasan sepeda listrik (pojoksatu.id).

Belasan Sepeda Listrik Diamankan Satlantas Polrestabes Bandung

BANDUNG, Prolite – Setelah Polrestabes Bandung melarang penggunaan sepeda listrik di jalanan Kota Bandung karena banyaknya laporan kecelakaan lalu lintas sepeda listrik.

Kini giliran belasan unit sepeda listrik disita oleh pihak kepolisian disejumlah titik di Kota Bandung.

Polrestabes Bandung dalam keterangan resminya menyebutkan, beberapa waktu lalu telah dilakukan sosialisasi tentang larangan penggunaan sepeda listrik di jalan raya berdasarkan Permenhub Nomor 45 Tahun 2020.

Setelah itu, penertiban terhadap kendaraan yang berkeliaran di jalan raya Kota Bandung mulai dilakukan oleh Tim Polrestabes Bandung.

Ilustrasi
Ilustrasi

“Satlantas Polrestabes Bandung melakukan penertiban penggunaan sepeda berdaya listrik di jalan raya,” tulis keterangan resmi Polrestabes Bandung.

Karena penggunaan di jalanan melonjak dan pengendara adalah anak di bawah umur maka dari itu Polrestabes Bandung melakukan penyitaan.

Dalam kurun waktu dua pekan Satlantas berhasil menyita belasan sepeda yang berdaya listrik yang berkeliaran di jalanan Kota Bandung.

Kasat Lantas Polrestabes Bandung Kompol Eko Iskandar menyatakan, penyitaan dilakukan penyitaan terhadap pengguna oleh anak-anak maupun orang dewasa yang tidak sesuai dengan Pasal 4 dan Pasal 5 ayat (3) Permenhub Nomor 45 Tahun 2020.

“Sesuai dengan sosialisasi penggunaan kendaraan ini yang sudah kami lakukan di awal, kali ini sudah disita belasan yang digunakan di jalan raya,” jelasnya.

Setelah melakukan penyitaan nantinya pemilik kendaraan akan dipanggil untuk memberikan pertanggungjawaban di Mapolrestabes Bandung.

“Kendaraan yang sudah disita akan dipanggil pemiliknya ke kantor kemudian membuat surat pernyataan yang menyebutkan bahwa tidak akan mengulangi mengoperasikan kendaraan di luar ketentuan sesuai yang tercantum dalam Permenhub Nomor 45 Tahun 2020,” ungkap Kompol Eko.

 




Kuliner Viral Yuk ! Ada Dimsum Bakar Harga Rp 16.000di Kota Bandung

Menu best seller yang ada di Halaman terakhir yaitu dimsum bakar bumbu pedas manis (Instagram @halamanterakhir).

BANUNG, Prolite – Kuliner Yukk! Dimsum Bakar merupakan kuliner viral yang ada di Kota bandung dan wajib untuk di cicipi saat libur seperti ini.

Tidak ada habis-habisnya membahas kuliner di Kota Bandung. Banyak makanan yang viral dan menggugah selera untuk di nikmati.

Salah satunya kuliner Dimsum, mungkin nama Dimsum di kalangan pecinta kuliner sudah tidak asing lagi.

Banyak juga tempat kuliner Dimsum Bakar tersebar di seluruh penjuru Kota Bandung.

@halamanterakhir
@halamanterakhir

Menu makanan yang satu ini berasal dari China yang berbahan dasar daging ayam atau udang. Menu ini biasanya di nikmati sebagai menu sarapan maupun cemilan.

Cara penyajian Dimsum dengan cara dikukus namun kali ini kami akan memberikan olahan Simsam yang beda seperti biasanya.

Apa bedanya? Ya biasanya dimsum di masak dengan cara dikukus kali ini diolah dengan cara dibakar.

Ya benar di bakar Kuliner yang satu ini menjadi viral karena cara pengolahan yang beda dari yang lainnya.

Dilansir dari aku TikTok @kulinerjuara, tempat dimsum bakar viral dan terenak di Kota Bandung salah satunya adalah di Halaman Terakhir.

Lokasi Halaman Terakhir terletak di Jalan Terusan Ciliwung Kota Bandung.

Selain unik dan enak, dimsum bakar ini menjadi favorit warga Bandung karena harganya yang murah.

Untuk harga yang diberikan di halaman Terakhir berkisar Rp , dengan harga yang murah kamu sudah mendapatkan dimsum bakar dengan ukuran yang besar.

Meski harganya murah namun untuk keknyangan dan kenikmatan tidak perlu di ragukan lagi.

Menu dimsum bakar yang tersedia sangat beragam. Mulai dari dimsum ayam, udang, nori, kepiting, hakau, bakpao, dan kuotie goreng.