Apa itu Dimsum? Simak Penjelasan dan Cara Mudah Membuatnya

Ilustrasi menu Dimsum yang lezat (Pergikuliner.com).

Prolite – Hallo wargi Bandung, apa kabar? Siang ini kami akan memberikan resep makanan Dimsum. Makanan yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga wargi Bandung kan.

Makanan yang terkenal di China itu kini sudah banyak di jual di Indonesia salah satunya di Kota Bandung yang terkenal dengan beragam kulinernya.

Dimsum awalnya adalah camilan penduduk China di wilayah Selatan termasuk Hong Kong yang banyak dihuni oleh orang-orang Kanton.

Arti dari Dimsum sendiri dari Bahasa Mandarin yang berarti menyentuh hati. Makanan yang satu ini biasa disajikan dengan ukuran yang kecil dan di oleh dengan cara di kukus.

Pada zaman dulu, dim sum disajikan di antara waktu sarapan dan makan siang yang disebut brunch dan dinikmati sambil minum the

Kepopuleran dimsum diperkirakan dimulai pada abad ke-19, di mana dimsum mulai hadir dalam daftar menu di banyak restoran.

Penyajian menu di restoran China cukup unik. Biasanya makanan yang satu ini akan disajikan dalam keadaan hangat di keranjang bambu.

Jika memesan berbagai jenis dimsum, restoran akan menyajikan makanan kukus terlebih dahulu, menyusul makanan yang di goreng sebagai penutup.

Bagai mana apa sekarang wargi Bandung sudah tau dari mana asal usul makanan asli dari China ini?

Ilustrasi shutterstock
Ilustrasi shutterstock

Kami akan memberikan resep dan cara mengolah Dimsum yang lezat, simak cara dan bahannya:

  • 20 lembar kulit pangsit atau kulit gyoza
  • 70 g wortel, parut

Isi Dimsum

  • 400 g daging ayam giling
  • 150 g udang kupas, cincang halus
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 1 sdm bawang merah goreng, haluskan
  • 1 batang daun bawang, iris tipis
  • 1 sdm tepung terigu
  • 3 sdm tepung sagu
  • 2 butir telur
  • 1 sdt penyedap rasa
  • ½ sdt merica putih bubuk
  • ½ sdt gula pasir
  • ½ sdt garam
  • 3 sdm minyak wijen
  1. Adonan : Aduk rata semua bahan adonan. Sisihkan. Panaskan dandang atau panci pengukus.
  2. Ambil selembar kulit pangsit, taruh 1 sdt adonan siomay di tengahnya. Lipat keliling sisi kulitnya, lalu beri parutan wortel ke atasnya. Ulangi proses serupa pada sisa bahan.
  3. Kukus dalam dandang panas selama sekitar 30 menit.
  4. Jika sudah matang sajikan dengan saus sambal.

Berikut tadi bahan dan cara membuat makanan khas China ini semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

 




Warga Gedebage Menolak Wilayahnya Dijadikan TPS

Warga Gedebage menolak wilayahnya dijadikan TPS sementara oleh Pemkot Bandung (Jabar Ekspres).

Warga Gedebage Menolak Wilayahnya Dijadikan TPS

BANDUNG, Prolite – Ada penolakan warga Gedebage karena diwilayahnya dijadikan tempat pembuangan sampah sementara (TPS), Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna kembali meyakinkan warga bahwa TPS itu bersifat sementara tidak selamanya.

Dan Ema meminta agar warga Gedebage mau berkorban sementara ini demi menangangi masalah sampah yang kian hari kian menumpuk hampir diseluruh titik jalan dan TPS.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Saya mohon masyarakat juga mau berkorban, ini kan karena kedaruratan. Kakau tidak ada TPS terus maunya gimana, kita pikirkan bahwa tiada hari tanpa memikirkan sampah. Tapi kita juga minta bagaimana masyarakat sadar selesaikan sampah organik di lingkungannya masing-masing dan yang residu diambil pemulung,” imbuh Ema di Balai Kota, Kamis (7/9/2023).

Pemilihan TPSS tersebut kata Ema, sudah disosialisasika ke beberapa tokoh masyarakat dan lokasinya pun jauh dari perkampungan serta lahan milik Pemkot.

Lanjut Ema saat ini sedang darurat sehingga jika tidak dibuang ke lokasi-lokasi tersebut bahaya. Sambil menunggu TPS pihaknya akan membeli 10 mesin pencacah sampah dan 2 loder.

TPA Sarimukti sendiri kata Ema di zona 2 dan 4 masih ada titik api. Sedang zona 1 dan 3 sudah padam. Karenanya Pemkot Bandung mendorong Pj Gubernur agar zona 1, zona 3, dan zona cadangan bisa dibuka secepatnya.

“Supaya sampah di Kota Bandung saat ini 7 8 ton belim terkirim bisa terselesaikan,” ucapnya seraya mengatakan siang ini pihaknya akan bertemu dengan Komandan Pusat Arteleri Medan, dengan harapan ada lahan bisa dijadikan TPS sementara.




Polri Gelar Operasi Zebra Serentak dari 4-17 September 2023, Simak 7 Jenis Pelanggaran

Operasi Zebra 2023 di gelar secara serentak mulai 4 September - 17 September 2023 (Instagram @ntmc_polri).

BANDUNG, Prolite – Operasi Zebra yang digelar oleh Korlantas Polri di selenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia sejak tanggal 4 September hingga 17 September 2023.

Operasi zebra yang diselenggarakan secara serentak ini juga dilakukan di Kota Bandung. Mengusung tema ‘Kamseltibcarlantas yang Kondusif Menuju Pemilu Damai 2023’.

Operasi yang digelar sebagai persiapan perhelatan akbar Pemilu yang akan berlangsung pada Febuari 2024 depan.

Dengan dimulainya Operasi yang dilakukan oleh Korlantas Polri bermaksud agar para pengendara di Kota Bandung selalu taat dan patuh pada peraturan berkendara.

Tribun Jabar
Tribun Jabar

Ada 7 Jenis pelanggaran lalu lintas yang akan di tindak pada Operasi Zebra 2023, yaitu:

  1. Melawan arus. Melanggar Pasal 287 UU LLAJ.
  2. Berkendara di bawah pengaruh alkohol. Melanggar Pasal 293 UU LLAJ.
  3. Menggunakan handphone saat mengemudi. Melanggar Pasal 283 UU LLAJ.
  4. Tidak menggunakan helm SNI. Melanggar Pasal 291 UU LLAJ.
  5. Mengemudikan kendaraan tanpa sabuk pengaman. Melanggar Pasal 289 UU LLAJ.
  6. Melebihi batas kecepatan. Melanggar Pasal 285 Ayat 5 UU LLAJ.
  7. Berkendara di bawah umur, tidak memiliki SIM. Melanggar Pasal 281 UU LLAJ.

Selain mengumumkan jadwal, NTMC Polri juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melengkapi dokumen sebelum berkendara.

Setelah melakukan operasi di hari kedua ini banyak pelanggar lalu lintas yang terjaring razia seperti yang dilakukan oleh petugas Satlantas Polres Cimahi satu persatu pengendara terjaring razia.

Kebanyakan pelanggar yang melanggar lalu lintas karena tidak menggunakan helm, serta kurang lengkapnya surat-surat kendaraan.

Tidak hanya dilakukan penindakan namun Satlantas Polres Cimahi memberikan sejumlah helm kepada penumpang motor yang tidak menggunakan helm.

“Operasi Zebra Lodaya akan menyasar para pengendara yang tidak memakai helm, tidak mempunyai SIM, knalpot brong dan lawan arus,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono.

Sementara itu titik lokasi dan jam sesuai dengan pantauan tahun-tahun sebelumnya biasanya diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu seperti jam berangkat sekolah pukul – WIB, jam makan siang – WIB, waktu pulang kerja – WIB, malam – WIB, dan dini hari – WIB.

 




Polusi Udara Kota Bandung Masuk Kategori Sedang , Pemkot Lakukan Proses Uji Emisi

Polusi Udara di Kota Bandung memasuki kategori sedang (detik).

Polusi Udara Kota Bandung Masuk Kategori Sedang , Pemkot Lakukan Proses Uji Emisi

BANDUNG, Prolite – Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna menegaskan bahwa polusi udara di Kota Bandung masuk kategori sedang.

Namun untuk rinciannya kata Ema media diminta bertanya ke kepala DLH. Pemkot sendiri melakukan upaya-upaya yang paling konkrit dan real yakni terus melakukan proses uji emisi.

“Uji emisi ini saya beharap masyarakat itu terbangun juga kesadaran, kita siap untuk proses melayani, tapi kalo kita mengejar-ngejar kan kita agak sulit terutama yang sudah bergerak di jalan raya. Padahal kita sudah menyiapkan datang saja ke DLH untuk bisa melakukan proses tersebut, tapi kalo misalnya ada permintaan, kita kan ada nih di pusat perbelanjaan, atau di kelompok mana pun saya pikir itu bisa, itu yang paling konkrit,” ucap Ema di Balai Kota, Rabu (6/9/2023).

Petugas melakukan uji emisi dalam acara Uji Emisi Gratis di Balai Kota Bandung (dok Pemkot Bandung).
Petugas melakukan uji emisi dalam acara Uji Emisi Gratis di Balai Kota Bandung (dok Pemkot Bandung).

Namun kata Ema, karena polusi udara prosesnya cukup panjang pihaknya akan kembali menggalakan gerakan penghijauan.

“Kemarin dirapat kerja camat saya sudah mintakan supaya mereka kembali melakukan gerakan itu, dan alhamdulillah kemarin ada beberapa camat diantaranya Sukajadi yang sudah melaksanakan lahan-lahan yang kosong untuk segera di optimalkan, tapi kalo untuk yang di jalan saya minta ini semua di koordinasikan,” ucapnya.

Hal itu karena dalam pemasangan kata Ema, harus pake strategi juga estetikanya yang bagus, pasalnya sekarang ini banyak dipasang atau ditanam hasilnya tidak sesuai sehingga harus di tebang lagi.
Ia mencontohkan di jalan Braga begitu di tanam kemudian pohon tersebut bengkok hingga masuk ke jalan dan itu menghalangi kendaraan.

Lanjutnya, dalam rangka hari perhubungan Ema ingin terus menggelorakan semangat untuk bike to work atau bersepeda demi untuk mengurangi polusi udara di Kota Bandung.

“Saya juga sedang mengevaluasi untuk nanti anak-anak sekolah anak SMA dan SMP bersepeda, ya saya tahu lah mungkin status sosial orang tuanya kemampuan ekonomi orang tua, ada rasa kekhawatiran orang tua, kalo pakai mobil mah aman, saya juga mengerti itu tapi mau sampai kapan seperti itu,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu kata Ema, tugas besar atau PR besar Pemkot Bandung adalah publik transportasi.
“Versi saya mudah-mudahan pendapat saya pun tidak terlalu jauh dengan pendapat umum, bahwa publik transport adalah keniscayaan. Dari sisi rancangan kebijakan kita sudah menyampaikan sejak tahun anggaran 2022 dengan nama programnya adalah trasnformasi dan transportasi, kita ingin menghilangkan semua yang namanya angkutan umum yang ada di kota, nanti di ganti dengan bis, yang tentunya bis nya nyaman, ber ac dengan tempat duduk yang sudah fix harus seperti itu, jangan ada lagi yang berjubel,” ungkapnya.

“Nah kalo sudah kenyamanan yang biasa membawa kendaraan pribadi, kalo publik transport nya bagus saya rasa mereka juga akan beralih secara bertahap tapi kan itu jangka panjang, jadi penghijauan, dengan meminimalisasi polusi udara kendaraan bermotor, itu bagian yang sedang kita gelorakan atau laksanakan, termasuk yang tadi yaitu perbaikan gas emisi di masing masing kendaraan bermotor yang ada di Kota Bandung,” paparnya.




PKS Bentuk Satgas Peduli Kelola Sampah , Tanpa Harus Diangkut ke TPS

PKS bentuk satgas untuk kelola sampah warga agar tidak perlu di angkut ke TPS (PKS).

PKS Bentuk Satgas Peduli Kelola Sampah , Tanpa Harus Diangkut ke TPS

BANDUNG, Prolite – Kota Bandung sampai hari ini masih berkutat urusan kelola sampah. Karenanya Partai Keadilan Sejahtera membentuk satgas Peduli Kelola Sampah.

Menurut Ketua DPD PKS Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama, mereka (satgas)  bertugas mengedukasi dan menyosialisasikan berbagai cara kelola sampah organik sehingga sampah selesai di rumah tanpa harus diangkut ke TPS. Namun demikian pihaknya hanya menurunkan dua personel dari DPD selebihnya kader, simpatisan, dan masyarakat Kota Bandung yang mau menjadi relawan.

“Untuk relawan justru kita akan merekrut, kalau dari kader Insya Allah kita sudah minta dan sudah siap dua orang untuk menjadi relawannya,” jelas Ahmad disela penyuluhan pengolahaan sampah di DPD PKS Jl Katamso, Selasa (5/9/2023).

istimewa
istimewa

Pihaknya akan merekrut sekitar 30 orang merupakan perwakilan dari 30 DPC atau 30 kecamatan untuk dilatih melakukan kegiatan tersebut dilingkunganya masing masing.

“Dari masyarakat juga mudah mudahan bisa ikut serta, kita bisa lakukan pengelolaan sampah yang sebetulnya sederhana. Dimulai dari rumah di awali Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman) dulu, itu dilakukan secara masif oleh masyarakat. Itu akan mengurangi sampah secara signifikan di Kota Bandung,” harapnya.

Masih kata Ahmad selain program sosialisasi dan edukasi juga pembuatan lobang biopori diberikan secara geratis  begitupun program penyemprotan bioaktifator agar sampah mengungung tidak menimbulkan bau.

Untuk biopori sendiri, kata Ahmad alatnya hanya punya PKS namun dan PKS akan membantu melubangin.

“Penyemprotan yah kita geratis tapi tentu masih terbatas. Kita berharap program kang Pisman ini jangan hanya pada saat menghadapi darurat sampah saja mudah-mudahan di awali dari kami mulai ini harus menjadi kebiasaan harus menjadi habit kalau perlu kita zero west kita harus bebas sampah dan negara lain sudah lakukan hal ini dan cukup berhasil,” imbuhnya.

“Mudah-mudahan memang ini juga di dukung oleh pemerintah karena akan lebih power full lagi kalau di dukung oleh pemerintah terutama kebijakan kedua anggaran. Hotline nya  082115556151,” bebernya.

Untuk syarat pengajuan edukasi, sosialisasi, membuat lobang atau menyemprot bioaktifator, memang tidak ada, hanya salah satu lokasi yang  untuk penyemprotan bioaktifator bukan di TPS tetapi di jalan-jalan atau lokasi perumahan gang gang dimana tumpukan sampah berada.




Masalah Sampah di Kota Bandung Belum Usai, TPA Sarimukti Perlu Dikaji Ulang

Permasalahan sampah di Kota Bandung belum selesai (portalbandungtimur.com).

Masalah Sampah di Kota Bandung Belum Usai, TPA Sarimukti Perlu Dikaji Ulang

BANDUNG, Prolite – Permasalahana sampah di Kota Bandung belum usai, kini sebagian area di TPA Sarimukti sudah dibuka untuk penerimaan sanpah Bandung Raya.

Meski area TPA Sarimukti sudah dibuka kembali namun bukan berarti masalah sampah di Kota Bandung yang menumpuk sudah selesai, nyatanya masih banyak tumpukan sampah yang berserakan di pembuangan sementara di masing-masing wilayah.

Diketahui TPA Sarimukti beberapa waktu lalu mengalami kebakaran hebat selama sepekan lebih, karena masalah itulah TPA Sarimukti di tutup sementara.

Berdasarkan hasil rapat, ada zona darurat yang bisa digunakan untuk pembuangan sampah. Pembuangan pun sudah dibuka sejak Jumat (1/9) kemarin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Prima Mayaningtias menuturkan ada satu zona yang memungkinkan bisa digunakan untuk menampung sampah di Kota Bandung. Namun, kuotanya hanya untuk 8 ribu ton saja.

Media
Media

“Karena ada 3 zona yang kita anggap memungkinkan. Nah Dari ITB kemarin setelah melihat ke lokasi, kami masih ada sedikit space untuk ton yang bisa kita cari coba yang ada di zona satu diatas, itu jauh dari kebakaran tapi memang sedikit sekali space itu,” kata Prima saat dikonfirmasi.

Namun untuk rencana membuka kembali TPA Sarimukti memang ada namun perlu mengkaji ulang untuk kesiapan di lapangan.

Bahkan hingga kini Kepala Dinas Lingkungan Hidup masih belum menandatangani surat pengajuan untuk membuka kembali TPA Sarimukti.

Karena TPA belum kembali dibuka maka Pemerintah Kota Bandung putar otak. Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna bahkan terus berupaya agar aliran pembuangan sampah terus dilakukan dan tak menumpuk di TPS.

Dari 135 TPS di Kota Bandung, kini seluruhnya sudah mengalami overload. Tumpukan sampah pun mudah ditemukan. Ia juga menyayangkan sudah banyak titik penumpukan sampah di Kota Bandung oleh warga sekitar di tepi jalan.

“Saya mohon maaf karena mungkin banyak orang yang kurang nyaman selama beraktivitas di kota Bandung. Sebagaimana diketahui, saat ini Bandung sedang darurat sampah karena musibah,” kata dia.

“Hari ini alhamdulillah kami tadi berkomunikasi dengan Kasdam III/Siliwangi, Brigjen Agus Saepul bahwa di Pasir Impun ada lokasi yang mudah-mudahan bisa dimanfaatkan. Tadi petugas kami dan petugas dari Kodam sedang ke Pasir Impun, ada lokasi yang mudah-mudahan bisa kita manfaatkan sambil kita lakukan tindakan konvensional. Seperti penggalian lubang-lubang di aset Pemerintah Kota di Tegallega untuk mengubur sampah organik jadi untuk komposting,” tambah Ema.

Sejak Selasa (29/8), Pemkot Bandung juga telah menggali lubang-lubang untuk mengubur sampah organik sebagai bagian dari komposting di sana. Ia pun memastikan bahwa sampah anorganik tidak akan ditimbun di sana.




West Java Festival 2023 Digelar Lebih Meriah dari Tahun Sebelumnya

Event West Java Festival 2023 yang di selenggarakan di Gedung Sate Kota Bandung (iNews.com).

West Java Festival 2023 Digelar Lebih Meriah dari Tahun Sebelumnya

BANDUNG, Prolite – West Java Festival atau WJF 2023 yang di selenggarakan selama 2 hari ini diselenggarakan hanya untuk sekedar perpisahan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat.

Sebelumnya West Java Festival pernah di selenggarakan setiap tahun sejak 2019, namun untuk event tahun ini dinilai lebih meriah dari tahun sebelumnya.

Untuk kali ini WJF 2023 diselenggarakan sekaligus seremonial perpisahan Ridwan Kamil sebagai Gubernur.

Bahkan event ini dinilai pemborosan anggran hanya untuk seremonial perpisahan Gubernur Jawa Barat.

Untuk event WJF 2023 yang di selenggarakan pada hari Sabtu 2 September 2023 menghadirkan berbagai artis terkenal seperti Band Gigi hingga JKT 48.

Kedua bintang tamu yang kita ketahui bahwa memiliki tariff yang mahal untuk bisa mendatangkan keduanya.

Dewan Daerah Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Nandang Suherman menilai, WJF 2023 yang digelar sangat meriah merupakan tindakan kekanak-kanakan dan penghamburan anggaran.

Apalagi hingar-bingar event tahunan semenjak kepemimpinan Ridwan Kamil tersebut lebih meriah dari biasanya di ujung jabatan.

“Menurut bahasa anak zaman dulu. Oces teuing (terlalu kekanak-kanakan) di penghujung jabatan (Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar), menggelar event besar mengundang artis di tengah suasana kemarau seperti sekarang,” ujar Nandang, dikutip dari .

Kita lihat kondisi sekarang masyarakat Kota Bandung sedang mengalami dampak kemarau panjang ditambah fenomena elnino masyaratak sedang kesusahan air.

Bukan hanya itu namun petani banyak yang mengalami gagal panen dan masih adanya masyarakat yang belum sepenuhnya bangkit dari pandemi Covid-19.

“Itu lebih banyak hanya menyalurkan hasrat sesaat, menegaskan Gubernur Jabar kalau perpisahannya ingin direspons publik dalam suasana riang gembira. Tapi kenyataannya, masyarakat pinggiran saat ini sedang dalam suasana sulit,” katanya.

Alangkah baiknya jika anggrana yang di keluarkan untuk acara West Java Festival tahun 2023 ini di pergunakan untuk kepentingan pembangunan yang belum dilakukan Gubernur.




Masalah Sampah Berhasil Diselesaikan Oleh Warga RT 04 Kelurahan Arcamanik

Warga RT 04 Kelurahan Arcamanik Berhasil Menyelesaikan Masalah Sampah (Humas Pemkot).

Masalah Sampah Berhasil Diselesaikan Oleh Warga RT 04 Kelurahan Arcamanik

BANDUNG, Prolite – Berhasil menyelesaikan masalah sampah bahkan warga di RT 04 RW 09 Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik ini kekurangan sampah organik, membuat Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan ingun meninjau kegiatan pengolahan sampah disana.

“Kebetulan saya hari ini berkesempatan bertemu dengan warga di RW 10 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik,” ujar Tedy.

Tedy mengatakan sangat mengapresiasi warga yang mau menyiapkan lubang pembuangan sampah organik di lahan kosong di sekitar rumahnya. Sehingga bisa mengurangi produksi sampah di Kota Bandung.

“Apa yang dilakukan oleh warga di sini, sudah sesuai dengan program Pemkot Bandung untuk mengurangi masalah sampah dalam kondisi darurat sampah sekarang. Yaitu dengan membuat kubang untuk menimbun sampah organik,” paparnya.

Kepada seluruh warga Kota Bandung, Tedy menyampaikan harapannya, agar bisa mengolah dan memilah sampah sehingga menajdi kebiasaan. Hal ini yang sementara bisa dilakukan pemkot Bandung untuk mengurangi masalah sampah.

“Karena ini merupakan langkah yang paling efektif dan mudah untuk mengatasi darurat masalah sampah sekarang,” jelasnya.

Selain di RW 10, Tedy juga berkesmpatan melihat RW 09 Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik, di mana mereka mengolah sampah organik menjadi komoditi yang bisa dimanfaatkan, seperti menjadi eco enzim, sabun cuci dan lain sebagainya.

Lewat tempat yang diberinama Kampoeng Takakura, warga memamerkan bagaimana cara mereka mengolah sampah organik menjadi barang yang lebih berguna.

“Saya akan memberikan rekomendasi, agar banyak wilayah yang belajar ke Kampoeng Takakura ini. Sehingga di sini bisa dijadikan percontohan kan,” katanya.

Selain itu, baik warga RW 10 dan RW 09 mempunya mesin pencacah, yang bisa mengolah sampah menajdi bubur magot.

Bahkan untuk RW 09 kerap kekurangan sampah organik, sehingga harus meminta sanpah dari rumah makan setempat.

Hal itu dipertegas oleh Camat Arcamanik Willy Yudia Laksana, yang mengatakan bahwa warga Kelurahan Sukamiskin menggunakan lahan kosong bantaran Sungai Cironggeng, untuk temapat pengolahan sampah.

“Salah satu upaya pengolahan sampah yang dilakukan warga adalah dengan membuang sampah organik ke lobang yang digali di bantaran Sungai Cironggeng. Lubang yang digali sedalam dua metere tersebut sekarang sudah ada di beberapa titik. Khusus di RW 10 saja, ada sekitar 10 titik dan kami upatyakan akan bertambah dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Menurut Willy, kesadaran warganya dalam memilah dan mengolah sampah sudah sangat baik. Salah satu indikatornya, adalah berkurangnya tumpukan sampah di TPS di wilayahnya.

“Walaupun memang ada tumpukan sampah di TPS, namun tidak sampai meluber. Itu menunjukkan bahwa masyarakat bisa mengolah sampah sendiri di rumah,” tambahnya.

Untuk kawasan bebas sampah (KBS) di wilayahnya, Willy mengatakan dari 54 RW yang ada di wilayahnya sudah 22 RW yang amsuk dalam kategori KBS.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah, bahkan targetnya bisa semua RW menajdi KBS,” terangnya.

Disinggung mengenaui upaya mengatasi kondisi darurat sampah di Kota Bandung, Willy mengatakan pihaknya tengah melakukan patroli sampah, di mana petugas dibagi menajdi tiga sift, dan memastikan tidak ads ampah yang dibang di jalanan.




Sebanyak 1.008 KK Terdampak Citarum Harum Dapat Bantuan Rp 6 Miliar dari Pemkot Bandung

Pemkot Bandung menyerahkan Bantuan Uang Sewa Rumah Tinggal Sementara bagi 1.008 KK Warga Terdampak Program Citarum Harum dengan total bantuan sebanyak Rp6.054.400.000 (Humas Pemkot).

Sebanyak KK Terdampak Citarum Harum Dapat Bantuan Rp 6 Miliar dari Pemkot Bandung

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyerahkan Bantuan Uang Sewa Rumah Tinggal Sementara bagi KK Warga Terdampak Program Citarum Harum dengan total bantuan sebanyak .

Para penerima tersebut tersebar di 5 Kecamatan yakni  Kecamatan Antapani, Arcamanik, Batununggal, Bojongloa Kidul dan Rancasari.

Bantuan tersebut diberikan langsung Plh Wali Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Kamis 31 Agustus 2023.

Atas hal itu, Ema mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada warga terdampak penataan bantaran sungai program Citarum Harum. Warga Terdampak menerima bantuan bervariasi mulai dari Rp1,8 juta sampai Rp7,2 juta.

Lahan tersebut, ujar Ema, telah disulap menjadi lahan terbuka yang produktif dan ruang publik bagi masyarakat seperti Ciko Arena 1 sampai 5 di Kecamatan Batununggal dan Cipamokolan Arena 1 di Kecamatan Rancasari.

Jabar Juara
Jabar Juara

“Paling utama dari lahan yang tidak produktif kita optimalkan dan itu bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat untuk kepentingan lain apakah itu untuk sarana pariwisata lokal apakah itu untuk berolahraga apakah itu untuk berkumpul warga masyarakat,” kata Ema

Ema menghaturkan terima kasih kepada warga masyarakat terdampak yang telah bersama membantu Pemerintah dalam penataan bantaran sungai program Citarum Harum. Ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi warga yang terdampak

“Mudah-mudahan ini benar-benar memberikan manfaat bagi warga masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Bandung Rizki Kusrulyadi mengatakan, bantuan sewa rumah tinggal sementara bagi warga Kota Bandung yang terdampak program cinta harum merupakan sebuah bentuk kolaborasi antara Lembaga legislatif dan eksekutif Kota Bandung dalam mewujudkan pelayanan dasar dalam urusan bidang perumahan.

Warga terdampak menerima bantuan langsung melalui transfer langsung melalui rekening Bank BJB.

“Sehingga ini tentunya akan langsung diterima kepada para penerima bantuan dari seluruh Kelurahan yang terdampak,” ujarnya

Atas hal itu, Ayo Suryono selaku warga terdampak Kelurahan Kebonlega Kecamatan Bojongloa Kidul mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot Bandung atas bantuan yang diberikan.

“Dengan cairnya bantuan ini sangat membantu kami, mudah mudah berlanjut jangan hanya setahun. Kami ucapkan banyak banyak terima kasih,” ungkapnya.




Patut Diapresiasi : Warga Kelurahan Sukamiskin Bandung Berhasil Selesaikan Masalah Sampah

Kelurahan Sukamiskin

BANDUNG, Prolite – Berhasil menyelesaikan masalah sampah bahkan warga di RT 04 RW 09 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik ini kekurangan sampah organik, membuat Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan ingin meninjau kegiatan pengolahan sampah disana.

“Kebetulan saya hari ini berkesempatan bertemu dengan warga di RW 10 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik,” ujar Tedy.

Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, tinjau kegiatan pengolahan sampah – Cr.

Tedy mengatakan sangat mengapresiasi warga Kelurahan Sukamiskin yang mau menyiapkan lubang pembuangan sampah organik di lahan kosong di sekitar rumahnya. Sehingga bisa mengurangi produksi sampah di Kota Bandung.

“Apa yang dilakukan oleh warga di sini, sudah sesuai dengan program Pemjkot Bandung untuk mengurangi dampak sampah dalam kondisi darurat sampah sekarang. Yaitu dengan membuat lubang untuk menimbun sampah organik,” paparnya.

Kepada seluruh warga Kota Bandung, Tedy menyampaikan harapannya, agar bisa mengolah dan memilah sampah sehingga menjadi kebiasaan. Hal ini yang sementara bisa dilakukan pemkot Bandung untuk mengurangi masalah sampah.

“Karena ini merupakan langkah yang paling efektif dan mudah untuk mengatasi masalah darurat sampah sekarang,” jelasnya.

Warga Kelurahan Sukamiskin Mengolah Sampah Dengan Berbagai Cara

75 persen warga Kelurahan Sukamiskin telah berhasil olah sampah di rumahnya masing-masing – Cr. Humas Kota Bandung

Selain di RW 10, Tedy juga berkesempatan melihat RW 09 Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik, di mana mereka mengolah sampah organik menjadi komoditi yang bisa dimanfaatkan, seperti menjadi eco enzim, sabun cuci dan lain sebagainya.

Lewat tempat yang diberi nama Kampoeng Takakura, warga memamerkan bagaimana cara mereka mengolah sampah organik menjadi barang yang lebih berguna.

“Saya akan memberikan rekomendasi, agar banyak wilayah yang belajar ke Kampoeng Takakura ini. Sehingga di sini bisa dijadikan percontohan,” katanya.

Selain itu, baik warga RW 10 dan RW 09 mempunya mesin pencacah, yang bisa mengolah sampah menjadi bubur magot.

Bahkan untuk RW 09 Kelurahan Sukamiskin ini kerap kekurangan sampah organik, sehingga harus meminta sanpah dari rumah makan setempat.

Budi daya magot di Kelurahan Sukamiskin, Bandung – Cr.

Hal itu dipertegas oleh Camat Arcamanik Willy Yudia Laksana, yang mengatakan bahwa warga Kelurahan Sukamiskin menggunakan lahan kosong bantaran Sungai Cironggeng, untuk temapat pengolahan sampah.

“Salah satu upaya pengolahan sampah yang dilakukan warga adalah dengan membuang sampah organik ke lubang yang digali di bantaran Sungai Cironggeng. Lubang yang digali sedalam dua meter tersebut sekarang sudah ada di beberapa titik. Khusus di RW 10 saja, ada sekitar 10 titik dan kami upayakan akan bertambah dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Menurut Willy, kesadaran warganya dalam memilah dan mengolah sampah sudah sangat baik. Salah satu indikatornya, adalah berkurangnya tumpukan sampah di TPS di wilayahnya.

“Walaupun memang ada tumpukan sampah di TPS, namun tidak sampai meluber. Itu menunjukkan bahwa masyarakat bisa mengolah sampah sendiri di rumah,” tambahnya.

Untuk kawasan bebas sampah (KBS) di wilayahnya, Willy mengatakan dari 54 RW yang ada di wilayahnya sudah 22 RW yang amsuk dalam kategori KBS.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah, bahkan targetnya bisa semua RW menajdi KBS,” terangnya.

Disinggung mengenai upaya mengatasi kondisi darurat sampah di Kota Bandung, Willy mengatakan pihaknya tengah melakukan patroli sampah, di mana petugas dibagi menajdi tiga sift, dan memastikan tidak ada sampah yang dibuang di jalanan.