Libur Telah Tiba , 7 Rekomendasi Destinasi Wisata Menarik di Kota Bandung

Destinasi wisata menarik di Kota Bandung (Kompasiana).

BANDUNG, Prolite – Anda mencari destinasi wisata di Kota Bandung, tidak perlu risau selain dikenal dengan sebutan kota Fashion, Bandung juga menyediakan beragam wisata untuk yang mau berlibur.

Akhir pekan sudah datang para orang tua pasti ingin memberikan liburan menyenangkan bersama anak-anak.

Kota Bandung banyak menyediakan destinasi wisata yang pastinya seru untuk mengisi waktu libur bersama keluarga.

Berikut beberapa rekomendasi destinasi wisata di Kota Bandung:

  1. Orchid Forest Cikole

Orchid Forest Cikole merupakan destinasi wisata yang menyediakan taman konservasi anggrek di kawasan Lembang, Bandung. Dengan pemandangan hutan-hutan pinus yang menjulang tinggi, kawasan ini menawarkan juga menawarkan wahana Woodbridge, Orchid Castle, Pets Ventura. Tiket masuk ke destinasi ini adalah Rp40 ribu.

  1. Bandung Science Centre

Bastian
Bastian

Bandung Science Centre adalah destinasi yang cocok untuk berlibur sambil belajar. Di sini, anak bisa mendapatkan pengalaman interaktif sains dengan teknologi canggih. Terletak di kawasan Gegerkalong, tiket masuk BSC adalah sebesar Rp45 ribu.

  1. Museum Geologi

Humas Kota Bandung
Humas Kota Bandung

Mengenai hewan purba lebih dekat mungkin akan seru. Museum Geologi Bandung merupakan yang tertua, terlengkap, dan satu-satunya di Indonesia, bahkan terbesar di Asia Tenggara. Museum ini menyajikan banyak bentuk fisik jenis batuan, mineral, hingga fosil dinosaurus, dengan tiket masuk Rp3 ribu.

  1. Trans Studio Bandung

KSM Tour
KSM Tour

Trans Studio Bandung adalah tempat rekreasi indoor populer di Bandung yang menyediakan 20 wahana permainan seru, mulai dari wahana adrenalin hingga wahana edukasi. Harga normal tiket masuknya adalah Rp200-Rp300 ribu.

  1. Kebun Teh Rancabali

inews
inews

Di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung Selatan, ada kebun teh sudah ada sejak tahun 1870. Hamparan kebun teh seluas hektare ini bisa menjadi lokasi berlibur sambil berpiknik merasakan keasrian pegunungan Bandung. Dengan berkeliling di kawasan ini, wisatawan tidak dikenakan biaya apa pun.

  1. Saung Angklung Udjo

Humas Kota Bandung
Humas Kota Bandung

Untuk lebih mengenal budaya musik Sunda, bisa mengunjungi Saung Angklung Udjo yang terletak di Kecamatan CIbeunying. Di sana, pengunjung akan disuguhi pertunjukan seni angklung sekaligus bisa belajar bermain angklung. Tiket masuk ke sini adalah Rp60 ribu untuk anak dan Rp85 ribu untuk dewasa.

  1. Observatorium Bosscha

Wikipedia
Wikipedia

Observatorium Bosscha adalah salah satu destinasi edukasi dan bersejarah berusia tahun yang turut dipopulerkan dalam film ‘Petualangan Sherina’. Di sini, pengunjung bisa melihat kekayaan pusat ilmiah astronomi modern di Indonesia, melihat matahari menggunakan teleskop, hingga pameran astronomi, dengan tiket masuk Rp50 ribu per orang.

Bagaimana sudah ada rencana untuk mengajak keluarga untuk berlibur di akhir pekan ini. Semoga rekomendasi destinasi wisata kami bermanfaat untuk warganet semua.




Penting ! Hari Ini Ada Wisuda di 3 Kampus di Kota Bandung

Ilustrasi Wisuda (SHUTTERSTOCK).

BANDUNG, Prolite – Hallo wargi Bandung, karena wisuda hari ini Sabtu 9 Desember 2023 akan ada kepadatan di beberapa ruas jalan di Kota Bandung.

Untuk anda yang ingin bepergian lebih baik simak dulu artikel berikut agar terhindar dari kepadatan lalu lintas di beberapa titik.

Kepadatan lalu lintas yang terjadi pada hari ini karena adanya tiga Universitas yang menggelar acara untuk para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka pada akhir pekan ini.

Tiga kampus yang menggelar wisuda untuk seluruh mahasiswanya yang telah menyelesaikan pendidikan ini diantaranya:

  1. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Universitas UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan diikuti sekitar mahasiswa pada hari ini. Acara yang dilangsungkan di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan AH. Nasution, Cibiru, Kota Bandung pada pukul WIB.

  1. Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung

Wisuda yang Unikom Bandung yang diselenggarakan di Hotel Harris Festival Citylink Jalan Peta Kota bandung dimulai sejak pukul WIB. Untuk aacara kali ini rencananya akan dihadiri oleh Menkopolhukam Mahfud MD dan juga Mantan KASAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

  1. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI)

Sedangkan para mahasiswa ISBI Bandung berlokasi di Jalan Buah Batu Kota Bandung. Acara ini berlangsung sejak pukul WIB hingga selesai.

Dengan adanya acara di tiga kampus tersebut maka pasti akan ada kepadatan di beberapa ruas jalan di Kota Bandung.

Untuk para wargi bandung di minta menghindari tiga ruas jalan tersebut untuk terhindar dari kemacetan karena adanya para wisudawan dan wisudawati yang akan masuk maupun keluar dari tempat acara.




Solusi Ekonomi untuk Warga : Pasar Murah Bandung Telah Hadir di 30 Kecamatan!

Pasar Murah

BANDUNG, Prolite – Melalui langkah proaktifnya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung telah menyelenggarakan Pasar Murah di 30 Kecamatan mulai tanggal 20 November 2023 hingga 8 Desember 2023.

 

Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah, menggarisbawahi bahwa pasar murah tersebut diinisiasi sebagai bentuk langkah nyata untuk mengendalikan infansi atau kenaikan harga barang kebutuhan pokok di wilayah Kota Bandung.

“Pasar murah tingkat kecamatan akan diadakan pada tanggal 20 hingga 24 November, dan dilanjutkan pada 4 hingga 8 Desember 2023. Sementara itu, pasar murah tingkat kota dijadwalkan pada tanggal 11 hingga 12 Desember 2023,” jelas Elly di Balai Kota (9/11/2023).

Dalam pasar murah tingkat kecamatan, beberapa komoditas yang akan tersedia meliputi beras medium, beras premium, tepung terigu, gula pasir, telur ayam, ayam beku, dan berbagai produk grosir lainnya.

“Perbedaannya dengan operasi pasar adalah, jika operasi pasar lebih berfokus pada satu komoditas, misalnya beras. Sementara pada pasar murah, terdapat beberapa komoditas yang dapat dibeli dengan harga terjangkau. Misalnya, gas 3 kilogram dengan harga yang sesuai di pangkalan sebesar ,” terang Elly.

“Untuk beras, pembelian dibatasi, setiap orang hanya diizinkan membeli dua kantong. Satu kantong berisi 5 kg beras, dijual dengan harga , sehingga harganya menjadi Harga ini lebih rendah daripada di pasar, di mana harga beras medium sudah mencapai kisaran ,” ungkapnya.

Elly juga menyebutkan bahwa stok beras medium yang tersedia untuk pasar murah tingkat kecamatan adalah sebanyak 5 ton per kecamatan.

“Kami telah berkomitmen dengan Bulog Kota Bandung, untuk pasar murah tingkat kecamatan, alokasi beras medium adalah sebanyak 5 ton per kecamatan. Selain itu, masih tersedia juga komoditas lainnya,” ujar Elly.

Sementara itu, minyak curah dijual seharga per liter. Telur juga ditawarkan dengan harga yang terjangkau oleh toko-toko ritel, berkisar antara hingga

Ini lebih murah daripada harga di pasar yang sudah mencapai Komoditas lainnya, seperti gula, juga dijual dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kami meminta kepada para pemilik toko ritel yang berpartisipasi dalam Pasar Murah untuk menetapkan harga yang lebih murah daripada harga di tokonya. Beberapa toko ritel yang turut serta meliputi Superindo, Prama, dan Wilmar,” sebutnya.

Tak hanya itu, Pasar Murah juga menawarkan gas 3 kg yang hanya dapat dibeli dengan menyertakan KTP sesuai dengan kecamatan masing-masing.

Harga gas 3 kg ini ditetapkan sebesar , sementara di pasaran biasanya berkisar antara – . Untuk komoditas lainnya, tidak diperlukan KTP Kota Bandung sebagai syarat pembelian.

Berikut adalah jadwal Pasar Murah untuk setiap kecamatan yang masih ada dan akan segera diselenggarakan:

  1. Kecamatan Cinambo, 7 Desember 2023.
  2. Kecamatan Ujungberung, 7 Desember 2023.
  3. Kecamatan Bojongloa Kaler, 7 Desember 2023.
  4. Kecamatan Babakan Ciparay, 8 Desember 2023.
  5. Kecamatan Andir, 8 Desember 2023,
  6. Kecamatan Bandung Kulon, 8 Desember 2023.



RPKD, Radio Publik Kota Denpasar Berhasil Tarik Minat Masyarakat

RPKD

Ingin Tiru RPKD, Diskominfo Kota Bandung Bakal Kembangkan Radio Milik Pemkot

BALI, Prolite – Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Kota Denpasar, Dewa Rama menyampaikan bahwa di Kota Denpasar Provinsi Bali radio milik pemerintah RPKD (Radio Publik Kota Denpasar) berhasil menjadi radio yang diminati masyarakat.

Karena banyak menyampaikan informasi lalu lintas, bencana dan informasi lainnya.

Namun demikian, RPKD tidak menjadi saingan bagi radio-radio swasta.

“Untuk media memang kebetulan yang kami tangani di kominfo itu ada radio media online dan media sosial tapi kami memang bersinergi dengan prokopim yang ada di sekretariat wali kota jadi kebetulan karena prokopim masih mengelola urusan kehumasan jadi memang bekerja sama dengan media mainstream juga, jadi kami saling berkoordinasi dan berkolaborasi segala jenis pemberitaan kita kadang kadang menginformasikan kepada prokopim untuk bisa di angkat,” ungkap Dewa Rama disela menerima kunjungan balasan Diskominfo Kota Bandung, Selasa (5/12/2023).

RPKD

Masih kata Dewa selama setahun ini dari RPKD menerima aduan masyarakat sebanyak 1000 atau sejak 2013 hingga saat ini sekitar 15 ribuan pengaduan.

“Kalo untuk keluhan saat ini adalah tentang sampah karena kemarin yang isunya kemarin kita sedang membangun TPST kebetulan diresmikan oleh Bapak Jokowi juga, memang pada saat berjalannya itu menimbulkan bau di masyarakat, memang kita masih berkoordinasi dengan pihak ketiga yang sedang membangun tpst ini untuk bisa meminimalisir keadaan itu, sementara secara fungsi masyarakat menerima cuman memang baunya tidak sedap,” ucapnya.

RPKD

Ditempat yang sama Kadiskominfo Kota Bandung Yayan A Brilyana menyampaikan ingin mengembangkan radio di Kota Bandung milik pemerintah yaitu radio Sonata.

Kata Yayan, radio ada kekhususan yang gak disiarkan radio swasta dikarenakan pangsa pasar kurang.

“Kita yang ambil terkait budaya, disabilitas, tidak marketable,” ujarnya.

Namun sayangnya kendati sudah 2 kali kirim surat ke Kemenkominfo agar radio Sonata diberikan frekuensi ternyata belum ada jawaban dengan alasan sudah ada RRI.

“Semua persyaratan termasuk perda nya sudah dibuat. Kami harus berdekatan dengan digital ada ig, ada youtube. Kami ingin output sonata agar budaya kita gak ilang. Banyak pendengar nya dari orang orang migran pekerja luar negeri,” ucapnya lagi.

Karenanya Yayan akan kembali ke kominfo untuk kembali meminta ijin.

“Kami boleh tapi harus digital. Sementara ada khusus dari pendengar. Kami akan tetep berjuang agar sonata sebagai warisan leluhur bisa dimanfaatkan. Seperti kota kota lain,” tutupnya.




Isu Lingkungan Jadi Spirit Pembangunan Jangka Panjang Kota Bandung

Isu Lingkungan

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung serius menetapkan isu lingkungan sebagai spirit pembangunan jangka panjang dan berkelanjutan.

Hal ini tergambar dalam Fokus Grup Disscution (FGD) Rancangan Peraturan Daerah Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Raperda RPPLH) di Prime Park Hotel, Rabu 29 November 2023.

– Humas Kota Bandung

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi mengatakan, pelaksanaan FGD bertujuan mengumpulkan masukan, saran dan pendapat terkait Rancangan Peraturan Daerah Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Raperda RPPLH).

“Isu lingkungan mulai dari degradasi lingkungan, kualitas udara dan limbah menuntut kita mencari solusi strategi. Raperda ini merupakan komitmen bersama untuk melindungi dan mengelola Lingkungan Hidup,” kata Dudy.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi – Humas Kota Bandung

 

 

Menurutnya, dengan aturan yang jelas tentang perlindungan lingkungan hidup dalam dinamika pembangunan berkelanjutan, akan menjadikan investasi jangka panjang dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam Raperda tersebut, kata Dudy, kebijakan RPPLH disusun berdasarkan hasil analisis tantangan utama dan isu lingkungan yang strategis meliputi acuan dan dasar dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah Kota Bandung.

Terdapat 2 strategi yang akan dibuat yakni strategi umum dan strategi implementasi. Serta akan ada tiga skenario RPPLH yang disusun menjadi 3 periode tahunan.

Skenario 10 tahun pertama, kata Dudy, ditujukan untuk penyelarasan perencanaan pembangunan dengan pelestarian dan perbaikan kualitas lingkungan hidup di Kota Bandung.

Selanjutnya, skenario 10 tahun kedua ditujukan untuk peningkatan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup melalui perbaikan lingkungan hidup dan pengembangan teknologi.

“Di 10 tahun terakhir ditujukan untuk peningkatan ketahanan lingkungan hidup dari tekanan pembangunan dan iklim,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pansus 7 DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi menyebut, tantangan pembangunan ke depan akan sangat sulit terutama terkait dengan isu lingkungan.

Ketua Pansus 7 DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi – Humas Kota Bandung

“Banyak isu strategis salah satunya isu kondisi air tanah, RTH, kemacetan, polusi udara air dan tanah supaya kebijakan relevan dengan pembangunan keberlangsungan keberlanjutan di Kota Bandung,” kata Yudi.

Harapannya, kata Yudi, RPPLH bisa masuk ke seluruh OPD yang punya kewajiban terkait pembangunan kota Bandung. Semua OPD harus mengacu pada RPPLH.

“Pentingnya aspek lingkungan hidup dalam rencana pembangunan kota yang berkelanjutan. Semoga ini menjadi momentum dan menjadi acuan kita untuk memastikan rencana pembangunan dan kebijakan kita dapat berpijak juga pada isu lingkungan,” ujarnya.

Sebagai informasi, FGD ini merupakan bagian dari pembahasan Raperda RPPLH Kota Bandung. Acara ini diikuti berbagai lapisan masyarakat mulai dari pemerintah, DPRD, Akademisi, dan masyarakat. (rob)**




Heboh ! Siswi SMAN 3 Bandung Alami Patah Tulang Usai Loncat dari Lantai 3 

Siswi SMAN 3 Bandung Loncat dari lantai 3 (Tribun Jabar).

Heboh ! Siswi SMAN 3 Bandung Alami Patah Tulang Usai Loncat dari Lantai 3

BANDUNG, Prolite – Heboh Sorang siswa SMAN 3 Bandung loncat dari lantai tiga sekolahnya pada Selasa (28/11) kemarin.

Insiden yang membuat geger satu sekolah itu terjadi sekitar pukul WIB dan tepatnya saat jam jeda pelajaran berlangsung.

Siswi kelas XI itu terjatuh dari lantai tiga ke kolam yang kering, belum diketahui apa motif yang dilakukan siswi tersebut hingga nekat untuk loncat dari lantai 3 SMAN 3 Bandung.

Menurut penjelasan pihak sekolah korban melakukan aksinya tersebut saat jam jeda pelajaran berlangsung.

Karena aksinya loncat dari lantai 3 sekolah itu kini korban mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.

Karena aksinya tersebut korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Halmahera, Kota Bandung untuk mendapatkan perawatan Insentif.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, anggota kepolisian bersama tim Infalis Polrestabes Bandung sudah berada di sekolah tersebut untuk melakukan penyelidikan.

Kapolsek Sumur Bandung, Kompol Rustandi, mengatakan, dalam peristiwa itu hanya ada satu korban dan mengalami patah tulang.

“Iya benar (ada kejadian tersebut), korban mengalami luka patah tulang,” ujar Rustandi.

Rustandi belum menjelaskan penyebab korban nekat melompat dari atas gedung.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Bandung Ida Royani, masih belum bisa menjelaskan apa motif siswinya loncat dari lantai tiga.

“Nanti kami konferensi, kami sedang mencari data-data terlebih dahulu,” ujar Ida.




Dinkes Kota Bandung Meluncurkan Program Cerdiku untuk Kesehatan Remaja Putri

Dinkes Kota Bandung Meluncurkan Program Cerdiku untuk Kesehatan Remaja Putri (humas Pemkot).

Dinkes Kota Bandung Meluncurkan Program Cerdiku untuk Kesehatan Remaja Putri

BANDUNG, Prolite – Pemkot Bandung bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) mempunyai program Cerdiku untuk meningkatkan kesehatan remaja putri di Kota Bandung.

Memalui program Cerdiku (Cegah Stunting, Bebas Anemia, Remaja Putri Kuat) melalui program ini membuat bukti nyata untuk mencapai perubahan yang lebih positif.

Kesehatan masyarakat teruatama kesehatan remaja putri merupakan harapan masa depan bangsa Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan, remaja putri merupakan pilar utama pembangunan masa depan. Namun mereka sering kali menghadapi tantangan kesehatan yang serius, khususnya terkait dengan gizi.

“Stunting dan anemia adalah dua masalah gizi utama yang menjadi fokus Program Aksi Bergizi dan Cerdiku,” ucap Anhar dalam keterangan resminya, Selasa (28/11/2023).

Ilustrasi IDN Times
Ilustrasi IDN Times

Anhar menjelaskan, stunting merupakan masalah serius yang dapat menghambat perkembangan fisik dan kognitif remaja putri. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh defisiensi gizi jangka panjang, yang dapat berdampak pada kemampuan belajar, produktivitas, dan kesejahteraan umum.

Sedangkan Anemia, lanjut Anhar, adalah kurangnya sel darah merah yang sehat, merupakan masalah gizi lainnya yang seringkali dihadapi oleh remaja putri. Kekurangan zat besi dan vitamin tertentu dapat menyebabkan anemia, mempengaruhi daya tahan tubuh, konsentrasi, dan energi sehari-hari.

“Program Aksi Bergizi Kementerian Kesehatan telah muncul sebagai respons pemerintah pusat untuk mengatasi masalah gizi di seluruh Indonesia. Dengan fokus pada edukasi gizi, peningkatan akses terhadap makanan bergizi, dan pencegahan penyakit akibat gizi buruk, program ini bertujuan memberikan solusi menyeluruh,” jelasnya.

Anhar mengatakan, program Cerdiku ini mengambil langkah lebih jauh dengan mengkombinasikan upaya pencegahan stunting dan anemia. Berkolaborasi dengan Program Aksi Bergizi Kementerian Kesehatan, Cerdiku membawa pendekatan holistik untuk mengatasi tantangan gizi remaja putri.

“Melalui program ini, Cerdiku berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangan remaja putri. Program ini menyelenggarakan kegiatan langsung di sekolah-sekolah dan komunitas untuk memberikan informasi dan edukasi langsung kepada remaja putri,” tuturnya.

Melalui program ini membuktikan bahwa upaya pemerintah kota dan pusat dapat menciptakan dampak positif yang nyata pada kesehatan masyarakat.

Menurutnya, stunting dan anemia bukan hanya masalah kesehatan individual, melainkan tantangan bagi kemajuan bangsa. Program Aksi Bergizi dan Cerdiku adalah langkah menuju masa depan yang lebih sehat, membimbing remaja putri untuk mencapai potensi maksimal mereka.

“Penting bagi masyarakat untuk mendukung dan terlibat dalam inisiatif ini, karena hanya melalui kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat menciptakan perubahan yang berarti untuk generasi yang akan datang,” tandasnya.




Turunkan Angka Stunting 2023, Pemkot Bandung Optimis dan Terus Berupaya

Pemkot Bandung berupaya dan optimis untuk menurunkan angka stunting di tahun 2023 (bangung.go.id).

Turunkan Angka Stunting 2023, Pemkot Bandung Optimis dan Terus Berupaya

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Bandung.

Pasalnya, pada tahun 2023, Pemkot Bandung mengejar target prevalensi stunting sebesar 17 persen.

“Sebetulnya target kita tahun 2023 itu 17 persen, dari balita kurang lebih sekitar 106 ribu,” kata Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, di sela-sela monitoring Posyandu Sakura 01 Kecamatan Sukasari, Kamis 23 November 2023.

Bambang menambahkan, Pemkot Bandung terus tancap gas untuk menurunkan angka stunting. Salah satu upayanya dengan rutin penimbangan hingga pengukuran balita.

“Ibu hamil atau orang tua bisa melihat perkembangan balita. Ini menjadi sebuah keunggulan, tentunya motivasi pemerintah untuk menurunkan ,” bebernya.

Ia mengungkapkan, kegiatan rutin di posyandu wajib untuk mengukur perkembangan anak. Sehingga bisa di monitor untuk ke depannya lebih baik.

“Ini lakukan monitoring di level posyandu. Melakukan kegiatan rutin, penimbangan dan sebagainya,” ungkap Bambang.

Bambang mengungkapkan, sejumlah program yang telah digulirkan Pemkot Bandung untuk menekan di antaranya Tanginas (Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat) dan Pangersa (Program Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Stunting).

Di tempat yang sama, Nutrisionis UPTD Puskesmas Sukasari, Arriska Amalia mengatakan, salah satu posyandu yang rutin berkegiatan yaitu Posyandu Sakura 01 Kelurahan Sukarasa.

“Hari ini ada sasaran balitanya 99 balita. Kegiatan ini Alhamdulillah partisipasi masyarakatnya bagus,” tuturnya.

Ia mengatakan, di wilayah kelurahan Sukarasa tercatat sekitar 6 persen yang beresiko.

“Di kelurahan ini, data bulan Agustus 2023, ada sekitar 6 persen dari posyandu disini,” ungkapnya.

Menurutnya, pencatatan manual dianalisis kembali menggunakan aplikasi e-penting sebagai deteksi awal.

“Pencatatan aplikasi e-penting dan manual terus kita lakukan.
Setelah dilihat di aplikasi masalah balita soal gizi, seperti pendek dan sangat pendek, hingga gizi kurang dan buruk. Selanjutnya, dilakukan konseling terhadap petugas kesehatan yang ada di posyandu,” ungkapnya.

Selain itu, dilakukan juga sosialisasi terkait penyuluhan stunting hingga pemberian makanan tambahan terhadap balita.

“Setiap bulan penyuluhan stunting, pemberian makanan tambahan balita, juga sosialisasi soal Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ungkapnya.




90% Warga Panjunan Berhasil Kelola Sampah

Panjunan

BANDUNG, Prolite – Kelurahan Panjunan Kecamatan Astana Anyar berhasil menjadi salah satu Kelurahan Kawasan Bebas sampah (KBS).

Lurah Panjunan Iya Sunarya menyampaikan warga masyarakat Kelurahan Panjunan sudah 90% Sudah disiplin melakukan memilah sampah.

“Alhamdulillah sudah dua hari tanggal 21 November dan rabu tanggal 22 November biasa 670 kg/hari sekarang sudah mencapai 1 ton/hari dari 6 RW dan 32 RT dari Jumlah rumah 1670 rumah dan jumlah penduduk 6567 Jiwa, rata-rata sampah organik rumah tangga 3 ton/hari,” ujar Iya usai menerima study tiru DLH Provinsi Aceh.

Masih kata Iya, agar warga disiplin memilahan sampah ini membutuhkan perjalanan yang cukup panjang selama 18 bulan.

Kata Iya, bukan tidak ada kendala dan tantangan tetapi dengan konsep terus menerus terjun ke masyarakat bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) menyampaikan pemahaman.

Karena ternyata masih banyak warga yang masih belum paham terkait regulasi atau perda No. 09 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah, pengurangan dan pemilahan sampah mulai dari sumber, artinya semua warga masyarakat yang memproduksi sampah harus bisa mengelolanya.

“Sehari yang memproduksi, alhamdulillah dengan konsep ngeureuyeuh nikreuh memilah sampah mimiti ti imah dan pengolahan sampah organik mengunakan mesin gibrik hasil sampah organik dijadikan Kompos, Magot dan eco enzim juga mol,” tutupnya.




Warga Ujungberung Pertama Kalinya Ternak Nyamuk Wolbachia Cegah Penyebaran DBD

Ilustrasi nyamuk wolbachia (Pixabay).

Warga Ujungberung Pertama Kalinya Ternak Nyamuk Wolbachia Cegah Penyebaran DBD

BANDUNG, Prolite – Nyamuk Wolbachia yang sedang ramai karena bisa membasmi penyebaran nyamuk demam berdarah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menggelar On The Job Training Strategi dan Manajemen Implementasi Wolbachia untuk Kecamatan Ujungberung.

Pemerintah Kota Bandung akan mengimplementasikan inovasi nyamuk wolbachia ke dalam telur-telur nyamuk Aedes aegypti. Upaya ini baru akan diujicobakan di Kecamatan Ujungberung.

Kota Bandung juga termasuk daerah endemis DBD dengan kasus yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mengeluarkan keputusan, Kota Bandung merupakan 1 dari 5 kota percontohan untuk implementasi penanggulangan DBD berbasis teknologi wolbachia.

jabarprov
jabarprov

Adapun penerapan teknologi wolbachia adalah penyuntikkan bakteri wolbachia kepada telur nyamuk Aedes aegypti, sehingga menetas menjadi nyamuk dewasa.

Jika nyamuk tersebut menggigit pengidap virus demam berdarah, maka virus yang dihisap nyamuk akan mati dengan bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tersebut tidak akan bisa menyebarkan virus demam berdarah lagi ke tubuh manusia.

Kecamatan Ujungberung terpilih sebagai pilot project karena termasuk dalam 10 kecamatan dengan kasus DBD terbanyak di Kota Bandung tahun 2022. Selain itu, Kepala UPT Puskesmas Ujungberung pun telah mendapat pelatihan mengenai inovasi nyamuk wolbachia di Yogyakarta.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani menyampaikan implementasi bulan Oktober mendatang, sambil menunggu akan menitipkan telur nyamuk Aedes aegypti yang sudah menyuntikkan wolbachia ke dalam ember. Harapannya, nyamuk-nyamuk ini akan menggantikan nyamuk Aedes aegypti yang memiliki virus demam berdarah.

Lalu, nyamuk-nyamuk tersebut bisa kawin dengan nyamuk lokal untuk menghasilkan nyamuk lain yang otomatis sudah memiliki bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tidak akan bisa menjadi perantara virus dengue lagi.

“Telur-telur yang sudah disuntikkan wolbachia ini diproduksinya di lab entomologi atau lab serangga. Kota Bandung itu dapatnya dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Salatiga,” ungkapnya.

Ira menjelaskan, wolbachia sering ditemui dalam keseharian. Bakteri tersebut ada di dalam tubuh lalat buah, hewan-hewan kecil yang biasanya suka terbang di pisang atau buah-buahan.

“Di skema ini, nyamuk Aedes aegypti akan tetap ada untuk keseimbangan ekologis. Tapi dia sekarang sudah mengandung bakteri wolbachia supaya bisa menghentikan penyebaran virus dengue,” ucapnya.

Kota pertama yang mengimplementasikan inovasi ini adalah Yogyakarta. Dari penelitian dan implementasi nyamuk wolbachia di sana, kasus DBD bisa turun sampai 70 persen.

Meski begitu, Ira mengatakan, nyamuk wolbachia ini bukan berarti menggantikan seluruh upaya pencegahan DBD yang ada. Langkah-langkah sebelumnya akan tetap dijalankan, seperti 3M (menguras, menutup, dan mengubur), fogging sesuai indikasi, dan Gerakan Satu Rumah Satu Juru Jumantik.

Ke depannya, akan ada ember yang disebar se-Kota Bandung. Namun, untuk penyebarannya harus melihat dari peta udara dan satelit mengenai luas wilayah serta jumlah hunian. Sehingga tidak bisa disamaratakan jumlahnya tiap kecamatan.

Ira menuturkan, inovasi ini juga untuk mengurangi paparan kimia yang tidak sesuai indikasi. Sehingga lebih aman bagi lingkungan, masyarakat, juga secara ekonomis lebih murah. Sedangkan jika dibandingkan dengan fogging, lebih membutuhkan biaya untuk bensin dan obatnya.

“Kalau memang ini bisa diterapkan secara merata, harapannya angka kasus bisa turun karena virus dengue sudah tidak ada. Lalu, fogging juga bisa berkurang, sehingga dananya bisa dialihkan ke hal lain yang lebih penting,” imbuhnya.