Bazar Murah Disdagin Kota Bandung Kembali Digelar, Terdekat Ada di Kecamatan Sukajadi

Bazar Murah Disdagin Kota Bandung Kembali Digelar, Terdekat Ada di Kecamatan Sukajadi (dok Pemkot Bandung).

Bazar Murah Disdagin Kota Bandung Kembali Digelar, Terdekat Ada di Kecamatan Sukajadi

Prolite – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung kembali menggelar bazar murah di 30 kecamatan. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Salah satu lokasi bazar murah terdekat adalah hari Senin 17 Februari 2025, berlangsung di Lapangan Sepak Bola Abra, Jalan Cipedes Tengah, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul WIB hingga WIB.

Selain di Kecamatan Sukajadi, bazar murah pada 17 Februari juga digelar di Kecamatan Coblong dan Batununggal.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Berbagai kebutuhan pokok tersedia dalam bazar ini, antara lain:

  1. Beras premium
    2. Minyak goreng
    3. Telur ayam
    4. Ayam frozen
    5. Daging sapi
    6. Bawang merah
    7. Bawang putih
    8. Aneka sayuran dengan harga serba

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Selain menjual bahan pangan dengan harga terjangkau, bazar murah ini juga menyediakan layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi masyarakat yang ingin mengurus legalitas usaha mereka.

Plt. Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin menyampaikan, program ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok.

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih hemat,” ujarnya.

Masyarakat Kota Bandung diimbau untuk datang dan memanfaatkan program bazar murah ini guna mendukung perekonomian lokal serta meningkatkan kesejahteraan bersama.

Jadwal Bazar Murah 2025 Sesi 1 :

– 17 Februari : Kecamatan Coblong, Batununggal dan Sukajadi.
– 18 Februari : Kecamatan Ujung Berung, Buahbatu dan Kiaracondong.
– 19 Februari : Kecamatan Cinambo, Lengkong dan Arcamanik.
– 20 Februari : Kecamatan Antapani, Andir dan Bojongloa Kaler.
– 21 Februari : Kecamatan Bandung Kulon, Gedebage dan Cibiru.

Informasi tambahan, untuk Kecamatan yang belum tercantum di sesi 1 akan diselenggarakan di sesi 2 yang akan berlangsung pada periode 10-14 Maret 2025 mendatang.




RAYAKAN CINTA DI DE BRAGA BY ARTOTEL BERTEMA ROMANSA BRAGA

RAYAKAN CINTA DI DE BRAGA BY ARTOTEL BERTEMA ROMANSA BRAGA (dok de Braga)

RAYAKAN CINTA DI DE BRAGA BY ARTOTEL BERTEMA ROMANSA BRAGA

BANDUNG, Prolite – Dalam rangka merayakan Hari Kasih Sayang, de Braga by ARTOTEL sebuah destinasi stylish yang kaya akan sejarah dan keanggunan, mempersembahkan “Romansa Braga”. Perpaduan sempurna antara sejarah dan romansa. Di sini, para tamu dapat menikmati intimate dinner dalam suasana klasik yang memancarkan kehangatan dan nostalgia Jalan Braga pengalaman eksklusif bagi pasangan yang ingin menikmati momen spesial di jantung kawasan heritage Jalan Braga. Dengan suasana yang penuh nostalgia dan nuansa romantis, mari rasakan intimate dinner serta menginap di hotel kami yang memadukan kehangatan klasik dengan sentuhan modern.

Rasakan pengalaman bersantap yang tak terlupakan di restoran kami yang elegan, ditemani alunan musik live yang menambah romantisme malam istimewa Anda. Kami menyajikan menu spesial yang dikurasi oleh chef berbakat kami, menghadirkan hidangan lezat yang menggoda selera :

Appetizer

Desire of Love – Grilled Chicken with Crispy Green Sundried Tomato, Crispy Smoked Bacon Grated Parmesan Cheese, Serve with Lemon Cream Sauce

Soup

Sprout of Love – Cappuccino Wild Mushroom Soup with Garlic Croutons.

Main Course

Potion No. 9- Pink Roasted Tenderloin, Prawn Termidor, Potato Beetroot, Served with Sautee Wild Mushroom and Cream Cheese Sauce

Nikmati pengalaman menginap yang mewah dalam suasana heritage yang menawan. Paket ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kehangatan bagi Anda dan pasangan. Dari mulai paket menginap 1 malam seharga IDR di studio 25 yang nyaman, hingga paket 1 malam seharga IDR di studio 35 yang elegant.

Dengan arsitektur khas kolonial yang dipadukan dengan kemewahan modern, de Braga by ARTOTEL di Jalan Braga menawarkan atmosfer yang sempurna untuk merayakan cinta.

Reza Farhan selaku General Manager de Braga by ARTOTEL berkomentar, “Kami dengan bangga menghadirkan ‘Romansa Braga’ sebagai pengalaman eksklusif menginap dan makan malam dalam suasana klasik yang menggabungkan keindahan sejarah heritage dengan kemewahan modern. Kami ingin setiap tamu merasakan suasana yang hangat, penuh cinta, dan tak terlupakan di hari istimewa ini.”

Jadikan Valentine ini lebih berkesan dengan pengalaman romantis di de Braga by ARTOTEL. Tempat terbatas, segera reservasi sekarang!




Pemkot Bandung Perkuat Digitalisasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Simonik

Pemkot Bandung Perkuat Digitalisasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Simonik (dok Pemkot Bandung).

Pemkot Bandung Perkuat Digitalisasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Simonik

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berkomitmen meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi publik melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot Bandung menggelar Rapat Koordinasi dan Harmonisasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Krisna Beach Hotel, Pangandaran, 12-14 Februari 2025.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan pemahaman terkait keterbukaan informasi serta pengelolaan Aplikasi Permohonan Informasi Publik (Simonik) guna meningkatkan akses informasi bagi masyarakat di era digital.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Darto mengatakan, informasi yang dikelola dengan baik menjadi aset berharga bagi masyarakat dan pemerintah.

“Informasi yang transparan dan akurat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pengambilan keputusan yang tepat bagi pemerintah,” ujarnya saat membuka acara, Rabu 12 Februari 2025.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Ia juga mengungkapkan, Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) nasional mengalami peningkatan pada 2024 menjadi 75,65, dengan Jawa Barat menempati peringkat pertama kategori “Baik” setelah naik dari 84,43 ke 85,22 berdasarkan penilaian Komisi Informasi Pusat.

“Pola hubungan pemerintah dengan masyarakat telah berubah. Kini masyarakat mengharapkan transparansi, interaksi dua arah, serta akses informasi yang cepat dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Untuk mewujudkan pelayanan informasi publik yang lebih transparan dan efisien, Pemkot Bandung telah meluncurkan aplikasi Simonik sejak September 2023. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan informasi secara online dengan sistem yang lebih cepat dan terdokumentasi dengan baik.

Sejak diluncurkan, jumlah permohonan informasi publik melalui Simonik mengalami lonjakan signifikan. Jika pada 2022 hanya ada 20 permohonan, maka pada 2024 jumlahnya meningkat drastis menjadi 327 permohonan.

“Setiap permohonan yang masuk adalah bukti harapan dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Oleh karena itu, layanan informasi publik harus diberikan dengan transparan, cepat, dan akurat,” ujar Darto.

Ia menyebut Pemkot Bandung terus mengembangkan inovasi berbasis digital untuk mendukung prinsip Full Paperless Service, full online (by system), dan No Contact Body dalam pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala Bidang Diseminasi Informasi Diskominfo Kota Bandung, Susi Darsiti, menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 77 Admin Simonik dari seluruh OPD, kewilayahan, BLUD, dan BUMD di Kota Bandung.

“Komitmen kita bersama adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya keterbukaan informasi,” ujarnya.

Selama rakor, peserta mendapatkan materi dari Ketua Komisi Informasi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarok, mengenai keterbukaan informasi di era digital, serta panduan layanan informasi publik yang disampaikan oleh Sub Koordinator Penguatan Keterbukaan Informasi Publik Diskominfo Kota Bandung, Yusuf Cahyadi.




Penjabat Wali Kota Bandung Sampaikan Usulan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

Penjabat Wali Kota Bandung Sampaikan Usulan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah (dok Pemkot Bandung).

Penjabat Wali Kota Bandung Sampaikan Usulan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

Prolite – Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, menyampaikan usulan perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Selasa, 12 Februari 2025.

Dalam rapat Paripurna, Koswara menjelaskan, usulan perubahan ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Keuangan Daerah.

Evaluasi tersebut mengidentifikasi beberapa ketentuan yang perlu diperbaiki, di antaranya perubahan ketentuan umum, pajak barang jasa tertentu, pelayanan retribusi umum, tempat rekreasi, tarif retribusi dan beberapa lainnya.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Hasil evaluasi ini menunjukkan perlunya perbaikan dan penyesuaian peraturan pajak daerah agar lebih sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta kebutuhan Kota Bandung,” ujar Koswara dalam sidang yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bandung, Duddy Himawan menegaskan, perubahan ini dinilai mendesak, sehingga perlu dimasukkan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2025.

Nota kesepakatan antara Bapemperda dan Bagian Hukum juga telah disusun sebagai dasar dalam proses legislasi.

Dengan telah disampaikannya usulan perubahan ini, DPRD Kota Bandung akan melanjutkan pembahasan dalam agenda berikutnya.

Pandangan umum dari fraksi-fraksi terhadap usulan perubahan Raperda ini dijadwalkan akan disampaikan pada Senin, 17 Februari 2025.

Harapannya, usulan perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini dapat memberikan kepastian hukum dan mendukung peningkatan pendapatan daerah yang lebih adil dan berkelanjutan bagi masyarakat serta pelaku usaha di Kota Bandung.




Koswara: Kota Bandung Kondusif Pasca Pilkada, Siap Hadapi Transisi Kepemimpinan

Koswara Kota Bandung Kondusif Pasca Pilkada, Siap Hadapi Transisi Kepemimpinan (dok Pemkot Bandung).

Koswara: Kota Bandung Kondusif Pasca Pilkada, Siap Hadapi Transisi Kepemimpinan

BANDUNG, Prolite – Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran selama menjabat dari periode 20 September 2024-20 Februari 2025 mendatang.

Salah satunya adalah kesuksesaan dalam penyelenggaraan Pilkada 2024 di Kota Bandung.

Ia mengatakan, kondisi kota tetap aman dan kondusif, serta tidak ada sengketa hasil yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini menunjukkan proses demokrasi di Kota Bandung berjalan dengan baik dan mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Alhamdulillah, Kota Bandung tetap dalam kondisi kondusif usai Pilkada, tidak ada perselisihan hasil yang sampai ke MK. Ini bukti bahwa sistem dan mekanisme yang telah kita bangun selama ini berjalan dengan baik,” ujar Koswara di Balai Kota Bandung, Selasa, 11 Februari 2025.

Sebagai penjabat wali kota yang bertugas sejak September 2024, Koswara menegaskan, dirinya telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan kontribusi bagi Kota Bandung, meskipun masa jabatannya terbatas.

Fokus utamanya adalah memperbaiki regulasi, memperkuat mekanisme kerja birokrasi, dan memastikan pembangunan kota tetap

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

berjalan dengan baik.

 

Capaian Selama Menjabat

Sepanjang masa jabatannya, Koswara telah mencatat sejumlah capaian strategis, di antaranya:

  1. Penataan Regulasi dan Penguatan Birokrasi
    – Menyelesaikan sejumlah peraturan daerah dan kebijakan strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.
    – Memastikan jalannya program-program prioritas yang telah direncanakan sebelum masa transisi kepemimpinan.
  2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Sampah
    – Mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti, dari 170 ritase per hari menjadi 157 ritase.
    – Menegaskan kebijakan “tidak dipilah, tidak diangkut”, sehingga masyarakat didorong untuk lebih aktif memilah sampah dari sumbernya.
    – Memberikan sanksi tegas kepada pihak yang tidak mengelola sampah dengan baik, termasuk pengelola pasar dan kawasan perdagangan.
  3. Peningkatan Infrastruktur Transportasi
    – Melakukan kajian terkait pengaturan jam operasional untuk mengurai kemacetan, khususnya di sektor pendidikan, pemerintahan, dan komersial.
    – Mengupayakan percepatan pembangunan proyek Tol Dalam Kota (Bypass Urban Transport – BUTR) sebagai solusi jangka panjang transportasi Bandung.
  4. Penguatan Kolaborasi dengan Masyarakat
    – Mengembangkan pendekatan Bandung Kolaborasi, di mana pemerintah bekerja sama dengan komunitas dan pelaku usaha dalam berbagai program sosial dan pembangunan kota.

Koswara menuturkan, keberlanjutan program yang telah dirancang sangat penting agar Kota Bandung dapat terus berkembang.

Oleh karena itu, ia berharap pemimpin yang terpilih dalam Pilkada 2024 dapat melanjutkan kebijakan yang telah berjalan.

“Saya ingin memastikan bahwa pemimpin selanjutnya dapat meneruskan kebijakan yang telah kita bangun bersama. Kota Bandung memerlukan kesinambungan dalam pembangunan agar tidak terjadi ketidakkonsistenan yang bisa menghambat kemajuan,” ujarnya.

Koswara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah, serta masyarakat Kota Bandung yang telah mendukung berbagai program selama masa kepemimpinannya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menjalankan amanah ini. Saya berharap semua yang telah kita upayakan bersama mendapatkan ridho Allah SWT dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Bandung,” pungkasnya.




Pengelolaan Zona Taman di Kota Bandung Demi Ruang Hijau yang Tertata dan Nyaman

Pengelolaan Zona Taman di Kota Bandung Demi Ruang Hijau yang Tertata dan Nyaman (Pemkot Bandung).

Pengelolaan Zona Taman di Kota Bandung Demi Ruang Hijau yang Tertata dan Nyaman

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau (RTH) demi menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan bagi warganya.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus menjelaskan, Kota Bandung memiliki sekitar 2 juta meter persegi taman kota, yang dikelola oleh pemerintah dan pihak swasta. Pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga kualitas taman dengan berbagai strategi, termasuk evaluasi berkala dan revitalisasi taman yang sudah ada.

“Salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan taman adalah kesinambungan perawatan dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, kami juga mendorong edukasi publik agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga taman-taman yang ada,” ujar Luthfi saat siaran kolaborasi antara Radio Sonata dan Radio PR FM, Selasa 11 Februari 2025

Siaran ini juga menghadirkan sejumlah DPRD Kota Bandung dan sejumlah tantangan dan solusi dalam pengelolaan taman kota dibahas secara mendalam.

Luthfi  menyampaikan ada perubahan paradigma dalam desain taman kota. Jika sebelumnya banyak taman yang dipagari untuk mencegah kerusakan, kini taman lebih terbuka agar dapat dinikmati oleh masyarakat.

Hal ini juga membawa konsekuensi berupa peningkatan pengawasan dan pemeliharaan agar taman tetap berfungsi optimal.

“Keberlanjutan taman kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Mulai dari menjaga kebersihan, menghindari aksi vandalisme, hingga melaporkan jika ada fasilitas yang rusak,” ungkapnya.

Peningkatan jumlah dan kualitas taman di Kota Bandung tidak hanya berdampak pada keindahan kota, tetapi juga pada kesehatan lingkungan dan kesejahteraan warga.

“Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, DPRD, swasta, dan masyarakat, diharapkan Kota Bandung dapat mencapai target RTH yang ideal dan menghadirkan ruang hijau yang lebih nyaman serta tertata dengan baik,” tuturnya.

Sedangkan Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah menegaskan, DPRD terus menampung aspirasi masyarakat terkait kebutuhan RTH melalui program reses dan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

Kota Bandung saat ini memiliki cakupan RTH sekitar 12,8%, yang masih jauh dari target 30% sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang. Oleh karena itu, perlu strategi untuk memperluas dan mempertahankan keberadaan taman kota.

“Tantangan utama kita adalah keterbatasan lahan akibat pesatnya urbanisasi. Maka, perlu sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengidentifikasi aset-aset yang berpotensi dijadikan taman kota,” ujar Nunung.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Bandung lainnya, Yoel Yosaphat menekankan pentingnya perawatan taman yang sudah ada.

Ia mengungkapkan, banyak taman yang kondisinya kurang terawat, mulai dari sampah yang berserakan hingga penerangan yang kurang memadai, yang dapat memicu tindakan vandalisme dan penyalahgunaan ruang publik.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan pemeliharaan taman berjalan optimal. Bahkan, kami berencana mengadakan pertemuan rutin dengan dinas guna memantau progres perbaikan dan pembangunan taman di Kota Bandung,” kata Yoel.




Buruan SAE Taruna 08 Panen Selada Hijau 92,07 Kg, Segar, Sehat, dan Bikin Bangga!

Buruan SAE Taruna 08 Panen Selada Hijau 92 (dok Pemkot Bandung).

Buruan SAE Taruna 08 Panen Selada Hijau 92,07 Kg, Segar, Sehat, dan Bikin Bangga!

Prolite – Suasana penuh semangat dan keceriaan menyelimuti Kelompok Buruan SAE Taruna 08 di Jalan Sapta Taruna Raya, Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Kamis 6 Februari 2025 lalu.

Pagi yang cerah menjadi saksi panen sayuran selada hijau dan salada bokor yang telah tumbuh subur di media tanam Organic Tower Garden (OTG). Hasilnya pun luar biasa—total 92,07 kg sayuran segar berhasil dipanen melalui Kelompok Buruan Sae Taruna 08.

Teriakan antusias dan senyum sumringah menghiasi wajah para anggota kelompok. Setiap helai daun selada yang dipetik terasa begitu istimewa, hasil dari perawatan penuh cinta dan ketelatenan selama beberapa minggu terakhir.

Tidak hanya sekadar memanen, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata, bercocok tanam itu mudah dan menguntungkan. Dengan menanam sayuran sendiri, kita bisa menikmati makanan sehat, bebas pestisida, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Salah satu anggota kelompok, Siti mengungkapkan rasa bangganya.  “Awalnya saya ragu, bisa nggak ya nanam sayur sendiri? Ternyata bukan cuma bisa, hasilnya malah melimpah! Rasanya puas banget bisa panen dari hasil kerja keras sendiri,” ujarnya dengan senyum lebar.

Selain itu, metode OTG yang digunakan juga terbukti efisien. Dengan sistem bertingkat, lahan yang terbatas bisa dimanfaatkan secara maksimal. Hasilnya? Sayuran hijau yang subur dan berkualitas.

Dengan adanya panen seperti ini, diharapkan semakin banyak warga yang terinspirasi untuk mulai menanam sendiri di rumah. Tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga untuk membangun kesadaran akan pentingnya pertanian perkotaan yang berkelanjutan.

Panen kali ini mungkin sudah selesai, tetapi semangat untuk menanam dan menjaga lingkungan tetap akan tumbuh. Karena menanam bukan hanya tentang hasil, tapi juga tentang kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan bumi kita.

Yuk, mulai menanam. Sehatnya dapat, lingkungannya pun selamat!




Bandung Menuju Kota Wakaf, Sejumlah Pihak Bersinergi Hadirkan Manfaat

Bandung Menuju Kota Wakaf (dok Pemkot Bandung).

Bandung Menuju Kota Wakaf, Sejumlah Pihak Bersinergi Hadirkan Manfaat

Prolite – Kota Bandung terus melangkah menuju visi sebagai Kota Wakaf dengan meluncurkan program Wakaf Hijau.

Sejumlah pihak, antata lain Pemerintah Kota Bandung, Kementerian ATR BPN Kota Bandung, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung beserta instansi terkait, bersinergi untuk memastikan optimalisasi pemanfaatan tanah wakaf agar memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Dalam acara peluncuran Wakaf Hijau, Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, memastikan, Pemerintah Kota Bandung mendukung penuh program ini. Ia optimis, dengan berbagai program yang dijalankan, Bandung dapat menjadi Kota Wakaf yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Kota Bandung memiliki banyak potensi, terutama dalam pemanfaatan sarana ibadah yang tersebar di berbagai lokasi. Namun, diperlukan penataan agar optimal dalam pemanfaatannya,” ujarnya di Kantor PC Nahdlatul Ulama Kota Bandung, Sabtu 8 Februari 2025.

Sementara itu Kepala ATR/BPN Kota Bandung, Yuliana menilai pentingnya pengelolaan wakaf yang berkelanjutan. Ia menyebutkan, beberapa daerah di Indonesia, seperti Kota Padang, Kabupaten Gunung Kidul, Wajo, Siak, Tasikmalaya, dan Aceh Tengah, telah lebih dulu mengembangkan konsep Kota Wakaf.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Semoga Kota Bandung bisa menjadi yang berikutnya dengan semangat kolaborasi dalam mewujudkan Kota Wakaf Hijau,” tuturnya.

Yuliana juga menyoroti pentingnya pemberdayaan tanah wakaf sebagai bagian dari reforma agraria. Dalam sambutannya, ia menyebut ada sekitar bidang tanah wakaf yang telah bersertifikat di Kota Bandung, dengan tambahan 300 bidang yang sedang dalam proses sertifikasi.

“Jadi tidak hanya sertipikasi tanahnya, tetapi juga pemberdayaan masyarakatnya. Jika kita bisa mengoptimalkan 100 tanah wakaf saja, bisa dibayangkan seberapa besar dampak ekonominya,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Kemenag Kota Bandung, Abdul Rahim mengatakan, semua tanah wakaf di Kota Bandung terdata dengan baik.

Dari total lokasi tanah wakaf, sebanyak lokasi telah memiliki sertipikat, sementara ada beberapa tanah lainnya masih dalam proses sertipikasi.

“Kami siap mendukung program ini. Semua tanah wakaf di Kota Bandung tidak bermasalah secara legal, meskipun sebagian besar masih bersifat pasif, seperti digunakan untuk makam atau madrasah,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris PCNU Kota Bandung, KH Iik Abdul Kholik, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif Wakaf Hijau. Menurutnya, beberapa lokasi di Kota Bandung telah dijadikan lahan wakaf hijau, dan banyak pesantren yang juga dapat menjadi bagian dari program ini.

“Kami berharap tanah wakaf di Kota Bandung terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Ada pun Wali Kota Bandung terpilih 2025-2030, Muhammad Farhan yang hadir pada kesempatan ini menegaskan, wakaf harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi.

Ia mendorong pemanfaatan tanah wakaf agar lebih produktif dan memiliki dampak nyata bagi umat.

“Wakaf tidak hanya tentang status tanah, tetapi juga bagaimana tanah tersebut dimanfaatkan secara optimal. Penataan tata ruang yang lebih bertanggung jawab sangatlah penting,” ujarnya.

Farhan juga menyoroti pemanfaatan tanah wakaf di pesantren sebagai pusat edukasi, termasuk untuk program pengelolaan dan pemilahan sampah.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi Kota Wakaf. Optimalisasi tanah wakaf diharapkan tidak hanya membawa manfaat spiritual, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi warga Bandung.




Pemerintah Kota Bandung Dapat Tambahan 5 Ritasi ke TPA Sarimukti, Target Kembali ke 140 Rit dalam Sebulan

Pemerintah Kota Bandung Dapat Tambahan 5 Ritasi ke TPA Sarimukti (dok Pemkot Bandung).

Pemerintah Kota Bandung Dapat Tambahan 5 Ritasi ke TPA Sarimukti, Target Kembali ke 140 Rit dalam Sebulan

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapatkan tambahan kuota pembuangan sampah sebanyak 5 ritasi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dengan tambahan ini, ritasi harian Kota Bandung naik dari 140 menjadi 145 rit per hari selama satu bulan. Keputusan ini diambil setelah adanya Rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Pendopo Kota Bandung, Sabtu 8 Februari 2025.

Hal tersebut juga dituangkan dalam berita acara Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kota Bandung dan Cimahi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menjelaskan, sejak September 2024, Kota Bandung bersama Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat telah menyepakati pengurangan ritasi ke TPA Sarimukti untuk menjaga kapasitasnya.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Saat itu, Kota Bandung dikurangi dari 170 rit menjadi 140 rit per hari, sementara daerah lain juga mengalami pengurangan serupa.

Namun, menjelang akhir Januari 2025, muncul kebutuhan tambahan ritasi karena masih ada sampah yang belum terangkut. Oleh karena itu, setelah koordinasi dengan Pj Gubernur Jawa Barat, disepakati adanya tambahan 5 rit untuk Kota Bandung.

“Kami memberikan tambahan 5 rit selama satu bulan, tetapi ini harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah Kota Bandung harus memastikan pengelolaan sampah di rumah tangga dan TPS berjalan optimal, sehingga pada 9 Maret 2025 bisa kembali ke 140 rit per hari,” ujar Herman.

Atas hal itu, Pj Wali Kota Bandung, A. Koswara menuturkan, tambahan ini harus dimanfaatkan dengan optimal oleh semua pihak.

“Sisanya harus dan wajib dikelola sendiri di sumber. Kami akan memperkuat pengolahan mandiri di 10 klaster, mulai dari rumah tangga hingga sektor komersial. Targetnya, sampah yang masuk ke TPA hanya residu yang tidak bisa didaur ulang,” katanya.

Konsep Zero Waste menjadi solusi utama dalam pengurangan sampah ke TPA Sarimukti. Meskipun tidak berarti nol sampah, program ini menargetkan maksimal hanya 20–30% sampah yang berakhir di TPA.

Namun, Koswara menegaskan, penerapan Zero Waste membutuhkan waktu dan perubahan budaya masyarakat.

Selain itu, optimalisasi berbagai sumber pengolahan sampah terus dikebut Pemkot Bandung, seperti optimalisasi TPST, pemanfaatan mesin Motah, bank sampah, rumah maggot dan penambahan RW KBS.

Pemkot Bandung juga bersama seluruh stakeholder, termasuk camat, lurah, dan masyarakat, terus didorong untuk mengoptimalkan pengolahan sampah.

Dengan kerja keras bersama, Koswara berharap jumlah ritasi bisa kembali ke 140 rit per hari sesuai target pada Maret mendatang.

 




Hari Pers Nasional, Pj Wali Kota Bandung: Media Adalah Pelita Bagi Masyarakat Menuju Indonesia Emas

Hari Pers Nasional 2025 (dok Pemkot Bandung).

Hari Pers Nasional, Pj Wali Kota Bandung: Media Adalah Pelita Bagi Masyarakat Menuju Indonesia Emas

Prolite – Memperingati Hari Pers Nasional tahun 2025, Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara menegaskan pentingnya peran pers dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa tantangan besar bagi dunia pers. Disrupsi informasi yang terjadi menyebabkan masyarakat dihujani oleh jutaan informasi setiap detiknya, termasuk berita bohong atau hoaks yang dapat menyesatkan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang tetap berpegang pada prinsip jurnalistik yang akurat, jujur, berimbang, dan bertanggung jawab.

“Pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang akurat, jujur, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujar Koswara dalam pernyataan resmi di Instagram @halobandung.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Ia berharap, pers tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta terus berperan aktif dalam mendidik, menghibur, mencerdaskan, mengontrol, mengoreksi, bahkan memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah dan berbagai pihak.

Dengan demikian, menurutnya, pers dapat menjadi cahaya penerang bagi masyarakat menuju cita-cita Indonesia Emas.

“Dengan demikian, pers dapat menjadi pelita bagi masyarakat menuju Indonesia Emas,” tambahnya.

Koswara juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jurnalis yang selama ini telah berjuang di garis terdepan dalam menjaga kebebasan pers yang berintegritas.

Menurutnya, kebebasan pers yang sehat dan bertanggung jawab adalah pilar utama dalam membangun masyarakat yang cerdas dan demokratis.

“Terima kasih kepada para jurnalis yang telah berjuang di garda terdepan dalam mewujudkan kebebasan pers yang berintegritas,” ujarnya.

Momentum Hari Pers Nasional 2025 ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen media untuk terus berkontribusi dalam memberikan informasi yang berkualitas, membangun optimisme, serta menjaga kepercayaan publik terhadap pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Selamat Hari Pers Nasional 2025!