Warga Keluhkan Pelayanan di RSUD Bandung Kiwari, Edwin Senjaya Beri Komentar Tegas

Warga Keluhkan Pelayanan di RSUD Bandung Kiwari, Edwin Senjaya Beri Komentar Tegas (dok).

Warga Keluhkan Pelayanan di RSUD Bandung Kiwari, Edwin Senjaya Beri Komentar Tegas

KOTA BANDUNG, Prolite –  Masih ada warga Kota Bandung yang mengeluhkan terkait pelayanan yang diberikan RSUD Bandung Kiwari. Pimpinan DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, meminta Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari untuk memperbaiki kualitas pelayanan mereka terhadap masyarakat.

Terlebih Dinas Kesehatan maupun Bandung Kiwari telah diberikan gelontoran dana cukup besar dari pemerintah.

“Anggaran untuk Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun ini sebesar Rp1,56 triliun sementara Bandung Kiwari Rp250 miliar. Dengan anggaran sebesar ini harusnya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima,” ujarnya, di Gedung DPRD Kota Bandung.

Edwin menyampaikan, kenyataannya saat ini dewan masih menemukan masyarakat yang terkendala dengan pelayanan kesehatan di RSUD Bandung Kiwari. Bahkan, ada warga Kota Bandung yang mengeluh sulit mendapatkan kamar dan harus rela antre di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut lantaran kurang sigapnya petugas.

“Kami meminta RSUD Bandung Kiwari untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat tanpa membeda-bedakan. Seluruh warga Kota Bandung apapun latar belakangnya berhak mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” ucap politisi Partai Golkar itu.

Kang Edwin Senjaya menginginkan RSUD Bandung Kiwari sesuai namanya yang berarti “kekinian” bisa menjadikan Kota Bandung selalu terdepan dan responsif dalam mengantisipasi masalah kesehatan, serta berharap permasalahan yang menyangkut pelayanan kesehatan publik ini terus dibenahi.




Brother Chang Buka di Bandung, Hadirkan Pengalaman Kuliner Bernilai Cerita

Brother Chang Buka di Bandung, Hadirkan Pengalaman Kuliner Bernilai Cerita (dok).

Brother Chang Buka di Bandung, Hadirkan Pengalaman Kuliner Bernilai Cerita

BANDUNG, Prolite — Brother Chang, restoran baru yang mengusung perpaduan cita rasa Asia dengan kisah inspiratif tentang keluarga, kerja keras, dan harapan, resmi dibuka pada 22 Januari 2026 di Jl. Dipatiukur No. 73, Bandung. Brother Chang tidak sekadar menghadirkan pengalaman makan, tetapi juga narasi personal yang lekat dengan nilai-nilai keluarga Asia.

Terinspirasi dari sosok anak sulung dalam keluarga Asia, Brother Chang merepresentasikan tanggung jawab, kerja keras, dan pengorbanan. Perjalanannya dimulai dari dapur ke dapur di berbagai negara Asia, mulai dari pencuci piring di Singapura, asisten dapur di Malaysia, hingga menjadi koki di Vietnam. Setiap pengalaman membentuk karakter dan filosofi memasaknya.

Selama tinggal di Vietnam, bunga teratai (hoa sen) menjadi simbol penting dalam perjalanan Brother Chang, tumbuh dari lumpur namun mekar dengan indah, teratai melambangkan kekuatan, ketahanan, dan harapan yang menjadi nilai Brother Chang.

Rizki Oktaviani/Prolitenews
Rizki Oktaviani/Prolitenews

Lebih dari sekadar sosok, Chang dihadirkan sebagai simbol jiwa pekerja keras yang dekat dengan banyak orang: anak sulung sebagai tulang punggung keluarga, perantau yang berjuang memperbaiki hidup, dan individu yang bekerja dengan hati. Kita semua mengenal sosok seperti Chang dan dalam banyak momen, kita sendiri adalah Chang.

Hadir di Bandung, kota dengan karakter kreatif dan apresiasi tinggi terhadap pengalaman kuliner, Brother Chang menjadi ruang berkumpul yang hangat bagi keluarga, sahabat, dan kerabat dekat yang merefleksikan nilai-nilai Asia. Setiap hidangan yang disajikan tidak hanya menghadirkan cita rasa, tetapi juga membawa cerita yang berkaitan dengan filosofi Chang.

“Menu-menu di Brother Chang lahir dari perjalanan panjang mengelilingi dapur-dapur Asia. Melalui kehadiran Brother Chang, kami berharap dapat menghadirkan pengalaman dan warna baru dalam dunia kuliner Bandung, sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik setiap hidangan selalu ada cerita tentang usaha, pengorbanan, cinta, dan kerja keras,” ujar Wiem Kahyang Isha, Chef Brother Chang.

Melalui pembukaannya di Bandung, Brother Chang berharap dapat menjadi pengingat bahwa di balik setiap kesuksesan, selalu ada kisah keluarga, kerja keras, dan harapan yang tumbuh perlahan seperti bunga teratai yang mekar dari lumpur.

Media Contact:
Jl. Dipatiukur No. 73
Instagram: @brotherchangasia




Tim BPBD Kota Bandung Tanam 259 Pohon Gadog di Kawasan Pasirwangi dan Ujungberung

Tim BPBD Kota Bandung Tanam 259 Pohon Gadog di Kawasan Pasirwangi dan Ujungberung  (dok).

Tim BPBD Kota Bandung Tanam 259 Pohon Gadog di Kawasan Pasirwangi dan Ujungberung

KOTA BANDUNG, Prolite – Dua kawasan Pasirwangi dan Ujungberung dalam mitigasi dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung rawan bencana. Karenanya BPBD melakukan ratusan penanam pohon jenis gadog di dua lokasi tersebut.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, penanaman pohon ini langkah jangka panjang untuk mengurangi potensi bencana, khususnya banjir dan sedimentasi sungai.

“Di tahap pertama kami menanam sebanyak 259 pohon, kemudian tahap kedua sebanyak 140 pohon,” ujar Didi Ruswandi,

Lanjutnya, kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian mitigasi yang bertujuan untuk mengurangi risiko dari potensi bahaya yang sudah ada, seperti banjir dan sedimentasi yang masuk ke aliran sungai.

“Ini mitigasi dilakukan saat potensi bahayanya ada, tetapi dampaknya belum terlihat. Di Bandung ini potensi banjir ada, sedimentasi ke sungai juga ada,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanaman pohon menjadi salah satu cara alami untuk menekan laju sedimentasi dan meningkatkan daya serap air tanah. Namun proses ini membutuhkan waktu hingg pohon tumbuh dewasa dan manfaatnya benar-benar terasa.

“Proses natural seperti ini butuh waktu. Kita menunggu pohonnya tumbuh besar dan dewasa. Nantinya daya serap air akan meningkat dan sedimen yang terbawa ke hilir bisa berkurang,” ungkapnya.

Selain mitigasi jangka panjang, Didi juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana yang sudah berada di depan mata, terutama saat terjadi cuaca ekstrem.

“Seperti kemarin saat cuaca ekstrem, maka harus disiapkan langkah kesiapsiagaan, misalnya dengan pompa air dan peralatan lainnya,” katanya.

Melalui program penanaman pohon ini, BPBD Kota Bandung berharap ke depan Kota Bandung menjadi lebih hijau, memiliki daya resap air yang lebih baik, serta mampu menekan risiko banjir dan kerusakan lingkungan akibat sedimentasi.




KLH Larang Penyelesaian Masalah Sampah di Kota Bandung dengan Sistem Insenarator

KLH Larang Penyelesaian Masalah Sampah di Kota Bandung dengan Sistem Insenarator (dok).

KLH Larang Penyelesaian Masalah Sampah di Kota Bandung dengan Sistem Insenarator

KOTA BANDUNG, Prolite – Terkait larangan insenarator oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) petugas pengelola sampah di TPS3R Anugrah Siringgit (Kelurahan Derwati, Bandung), Ujang Siringgit mengaku kecewa. Pasalnya belum ada solusi tepat mengatasi sampah di Kota Bandung.

Selain itu Ujang tidak ingi mengorbankan kepercayaan masyarakat yang telah membuang sampah ketempatnya untuk dikelola dan dibakar melalui mesin insenarator tersebut.

“Meski dilarang disini masih berjalan (pembakaran sampah dengan insenarator). Masalahnya saya tidak mau mengorbankan warga buang sampah kemana? Apa saya tolak disini? Suruh langsung buang ke Jalan Tol atau ke Sungai?,” tanya Ujang kepada wartawan.

Ujang menilai uji emisi dilakukan KLH terkesan terburu-buru. Padahal penggunaan mesin insenarator itu dirasa efektif.

“Masa uji emisi jam 11 malam, pagi udah mengeluarkan statemen, terus jenis apa yang dilarang itu, insenarator yang kecil itu yang mana? Apakah yang rumahan?,” tanyanya lagi.

Kata Ujang ditempatnya mesin pemusnah sampah sudah bisa menghabiskan sampah per hari 10 sampai 11 ton.

“Apakah itu termasuk yang kecil? Dan untuk solusi kota Bandung tidak ada lagi selain dimusnahkan. Ujung-ujungnya dari dulu itu TPA nya, Sarimukti, dulu Jelekong, yang longsor itu sampai memakan korban,” gerutunya.

“Nah sekarang Legoknangka. Legoknangka itu gak ada kepastian, maaf maaf itu gak ada kepastian, itu sarang korupsi para pejabat dulu jadi gak bakalan bisa dibuka. Kalau dibuka itu langsung makan korban, masalahnya jalannya itu cobalah survei langsung kesana gak bakalan ada yang bener semua kesana sarang korups,” tuturnya.

Ujang kembali menyebut bahwa insenarator l sudah skala besar karena sudah mampu menghabiskan sampah dari 12 RW Kelurahan Derwati dan 2 RW Kelurahan Majahlega

“Kalau yang wisang geni itu mah produk gagal, itu hitungan paling satu roda, paling lima kintal per hari, bisa dibuktikan. Saya dengan kenyataan merasa membakar sampah dengan mesin insenarator itu cukup efektif,

Ujang mengaku tidak setuju jika pengolahan sampah dengan mesin insenarator dihentikan.

“Apun alasannya atau siapapun meminta sampah ditarik lagi oleh DLHK saya tidak setuju tetap ingin pakai insinirator,” tegasnya.




Penataan Jaringan Fiber Optik di Kota Bandung Jadi Percontohan Daerah Lain Seperti Kota Cirebon

Penataan Jaringan Fiber Optik di Kota Bandung Jadi Percontohan Daerah Lain Seperti Kota Cirebon (dok).

Penataan Jaringan Fiber Optik di Kota Bandung Jadi Percontohan Daerah Lain Seperti Kota Cirebon

KOTA BANDUNG, Prolite – Penataan jaringan fiber optik melalui Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) rupanya jadi percontohan bagi daerah lain, salah satunya kunjungan kerja dan studi koordinasi pemerintah Kota Cirebon ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung.

Rombongan Pemkot Cirebon dipimpin Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, didampingi Kepala BPKPD Kota Cirebon Mastara, serta jajaran OPD teknis terkait, antara lain Dinas PUPR, DPRKP, dan unsur TPKPD.

Rombongan diterima langsung Sekretaris Diskominfo Kota Bandung Mahyudin bersama jajaran.

Ma’ruf menyampaikan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan langsung Wali Kota Cirebon.

Menurutnya, hal yang telah dilakukan Kota Bandung dalam penataan kabel fiber optik dinilai sangat berhasil, terutama pada ruas-ruas strategis seperti Jalan Dago, Riau, dan Buah Batu.

“Pak Wali Kota Cirebon langsung menugaskan kami untuk belajar ke Kota Bandung. Kami ditargetkan menata 17 ruas jalan. Karena itu kami ingin mendapatkan gambaran utuh, mulai dari inisiator awal, pola kerja sama, hingga regulasi yang digunakan,” ujar Ma’ruf.

Ia juga menyoroti dua pola yang berkembang di Bandung, yakni ducting yang dibangun langsung oleh pemerintah kota serta kolaborasi dengan BUMD atau asosiasi operator.

Selain itu, Cirebon ingin mengetahui respons asosiasi seperti APJII dan Apjatel ketika infrastruktur SJUT telah tersedia.

Sekretaris Diskominfo Kota Bandung, Mahyudin menjelaskan, penataan jaringan fiber optik utilitas di Bandung memiliki perjalanan panjang.

Landasan hukumnya telah dimulai sejak Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 589 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan utilitas bawah tanah, yang kemudian diperkuat dan direvisi seiring dinamika lapangan.

Ia memaparkan tiga skema penyelenggaraan SJUT yang dapat dipilih pemerintah daerah:
1. Dibangun oleh Pemkot dan disewakan ke operator
2. Dikelola melalui BUMD
3. Kerja sama dengan asosiasi operator
“Dari tiga pilihan ini, kami menilai skema ketiga paling ideal. Pemerintah tinggal membangun komitmen, tidak perlu keluar biaya, dan hasilnya cepat dirasakan,” jelas Mahyudin.

Mahyudin menuturkan, keberhasilan Bandung bukan semata diukur dari jumlah ducting yang terbangun, melainkan dari keberhasilan menurunkan kabel udara yang selama ini membahayakan keselamatan dan merusak estetika kota.

Ia mengungkapkan, penertiban kabel semrawut pernah menjadi sumber berbagai insiden, termasuk kecelakaan lalu lintas akibat kabel menjuntai. Karena itu, penurunan kabel menjadi titik balik kebijakan pemerintah kota.

Program penurunan kabel fiber optik di Bandung mendapat respons luas dari masyarakat.

Salah satu unggahan penertiban kabel bahkan meraih lebih dari 4 juta penayangan di media sosial, jauh melampaui jumlah penduduk Kota Bandung yang sekitar 2,6 juta jiwa.

Data Diskominfo menunjukkan sekitar 82 persen warga Kota Bandung merupakan pengguna internet, menjadikannya kota dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di Indonesia.

Kunjungan kerja ini ditutup dengan peninjauan lapangan ke ruas-ruas yang telah berhasil dinormalisasi serta dialog langsung dengan asosiasi operator di kawasan Dago, sebagai pembelajaran langsung dari praktik di lapangan.




Hotel De Paviljoen Hadirkan Showcase Iftar “Ramadan Blessingss” dengan Menu Beragam dan Doorprize Akhir Ramadan

Hotel De Paviljoen Hadirkan Showcase Iftar Ramadan Blessingss dengan Menu Beragam dan Doorprize Akhir Ramadan (Rizki Prolitenews).

Hotel De Paviljoen Hadirkan Showcase Iftar “Ramadan Blessingss” dengan Menu Beragam dan Doorprize Akhir Ramadan

BANDUNG, Prolite – Menyambut bulan suci Ramadan, Hotel De Paviljoen dengan bangga menggelar Showcase Iftar bertajuk “Ramadan Blessings”, sebuah pengalaman berbuka puasa istimewa yang menghadirkan kekayaan cita rasa Nusantara dan internasional dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Acara showcase iftar ini turut dihadiri oleh rekan-rekan media, sebagai bentuk apresiasi sekaligus perkenalan rangkaian program Ramadan yang telah dipersiapkan secara khusus oleh Hotel De Paviljoen untuk para tamu.

Melalui tema Ramadan Blessings, Hotel De Paviljoen mengajak para tamu menikmati momen berbuka puasa dengan harga spesial nett/pax. Menariknya, terdapat promo Buy 1 Get 1 Free yang berlaku khusus pada minggu pertama Ramadan, memberikan nilai lebih bagi para tamu yang ingin berbuka bersama keluarga, sahabat, maupun kolega.

Rizki Oktaviani/Prolitenews
Rizki Oktaviani/Prolitenews

Tak hanya menikmati sajian berbuka, para tamu juga berkesempatan mendapatkan doorprize menarik yang akan diundi pada akhir periode Ramadan. Program doorprize ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi Hotel De Paviljoen kepada para tamu yang telah merayakan kebersamaan Ramadan bersama.

Dari sisi kuliner, Hotel De Paviljoen menyuguhkan rotasi menu yang berbeda setiap hari, sehingga menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang selalu baru. Beragam pilihan live cooking, menu buffet, aneka takjil, dessert, serta hidangan khas Ramadan dan Nusantara disajikan secara bergantian sepanjang minggu.

Menambah kehangatan suasana berbuka, para tamu juga akan ditemani live music setiap hari dengan penampilan spesial dari Siklus Music, yang menghadirkan alunan musik lembut dan menenangkan untuk melengkapi momen kebersamaan selama Ramadan.

Melalui Ramadan Blessings, kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menciptakan momen kebersamaan yang berkesan. Dengan variasi menu harian, promo menarik, serta program doorprize di akhir Ramadan, kami berharap para tamu dapat merasakan Ramadan yang lebih istimewa bersama Hotel De Paviljoen,

Hotel De Paviljoen mengundang seluruh tamu untuk merayakan kehangatan dan keberkahan Ramadan melalui pengalaman berbuka puasa yang istimewa dalam program Ramadan Blessings, di mana cita rasa, kebersamaan, dan suasana penuh makna berpadu dalam satu momen yang tak terlupakan.




Galeri Rasulullah: Sajikan Pendekatan Visual dan Interaktif Sejarah Islam di Nusantara

Galeri Rasulullah Sajikan Pendekatan Visual dan Interaktif Sejarah Islam di Nusantara (Humas Pemkot Bandung).

Galeri Rasulullah: Sajikan Pendekatan Visual dan Interaktif Sejarah Islam di Nusantara

Prolite – Berkunjung ke Galeri Rasulullah bisa jadi pilihan untuk mengenalkan tentang sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak.

Yang belum tau di mana Galeri Rasulullah berada? Di dalam Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung terdapat sejarah tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Galeri ini menghadirkan pengalaman wisata religi edukatif yang memadukan sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dengan teknologi modern. Galeri ini menyajikan kisah Rasulullah mulai dari masa pra-kenabian hingga penyebaran Islam di Nusantara dengan pendekatan visual dan interaktif.

Di dalam Galeri Rasulullah, pengunjung dapat menjelajahi beberapa zona utama yang disetiap zona nya membahas beberapa zaman kenabian.

Pada Zona Pra-Kenabian, pengunjung diperkenalkan pada gambaran kondisi Makkah sebelum Islam, kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW, Gua Hira, serta sejarah Kabah.

Sedangkan Zona Kenabian menampilkan perjalanan dakwah Nabi, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terbuka, peristiwa Isra Mi’raj, serta berbagai peristiwa penting seperti Perang Badar.

Selanjutnya, Zona Madinah mengulas perkembangan Islam setelah hijrah, termasuk Piagam Madinah dan proses persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Ansar.

Adapun Zona Akhir dan Nusantara menyajikan informasi mengenai penyebaran Islam di Jawa Barat dan Nusantara, peran tokoh-tokoh Islam Sunda, serta nilai-nilai toleransi dan akulturasi budaya Islam dengan kearifan lokal.

PRFM
PRFM

Untuk mendukung pengalaman belajar yang lebih mendalam, Galeri Rasulullah dilengkapi dengan berbagai teknologi seperti video mapping, diorama, layar interaktif, dan animasi visual.

Selain itu, tersedia pula replika benda-benda bersejarah, seperti replika gua, tempat peristirahatan Nabi, dan perlengkapan pendukung lainnya yang membantu pengunjung memahami sejarah secara lebih nyata.

Galeri Rasulullah juga memberikan nilai edukasi moderasi beragama dengan mengangkat pesan Islam yang damai, toleran, dan harmonis dengan budaya lokal. Hal ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah Islam sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai dalam kehidupan beragama.

Untuk berkunjung ke Galeri Rasulullah, pengunjung umumnya perlu melakukan pendaftaran melalui aplikasi Sapawarga. Meskipun demikian, akses masuk ke galeri ini tidak dipungut biaya.

Secara keseluruhan, Galeri Rasulullah Masjid Raya Al-Jabbar menjadi destinasi wisata religi modern yang tidak hanya menyajikan sejarah Islam secara komprehensif, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan relevan bagi berbagai kalangan masyarakat.




Cegah Stunting, Kecamatan Cicendo Luncurkan “Gasing”

Gasing Cegah Stunting

BANDUNG, Prolite – Bertekad cegah stunting, Kecamatan Cicendo Kota Bandung meluncurkan inovasi “Gasing” (Keluarga Siap Cegah Stunting).

Program ini menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah kewilayahan bersama dunia usaha dalam mempercepat penurunan angka stunting, khususnya di wilayah Kecamatan Cicendo, yang saat ini terus berupaya mencapai target bebas stunting.

Camat Cicendo, Siti Romlah menjelaskan, program Gasing merupakan inovasi lokal yang dikembangkan untuk memperkuat peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini.

Kegiatan berlangsung di Kantor RW 03 Kelurahan Husein Sastranegara, Jalan Abdul Rahman Saleh No. 34, Kota Bandung.

“Gasing ini adalah Keluarga Siap Cegah Stunting. Inovasi ini sejalan dengan Gerakan Keluarga Tanggap Stunting yang dicanangkan pemerintah pusat. Hari ini kami menerima CSR sebesar Rp25 juta dari Angkasa Pura Indonesia,” jelasnya usia peluncuran seraya penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Angkasa Pura Indonesia pada Senin, 19 Januari 2026.

Dana CSR tersebut dialokasikan untuk 27 balita sasaran stunting yang tersebar di enam kelurahan di Kecamatan Cicendo.

Khusus Kelurahan Husein Sastranegara, terdapat tujuh balita penerima manfaat.

Balita sasaran akan menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan selama 56 hari berturut-turut, dengan menu bergizi lengkap dan pengawasan ketat dari tenaga kesehatan.

Program ini didampingi oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung serta Puskesmas Pasir Kaliki dan Puskesmas Sukaraja.

Selain itu, ASN Kecamatan dan kelurahan juga turut berkontribusi dengan memberikan PMT penyuluhan kepada 18 balita lainnya, sebagai bagian dari edukasi gizi keluarga.

Siti Romlah mengungkapkan, dari hasil validasi data terakhir, Kecamatan Cicendo menunjukkan tren penurunan stunting yang cukup signifikan.

Sekitar 10 persen balita sasaran telah dinyatakan lulus stunting karena mengalami peningkatan tinggi dan status gizi yang membaik.

“Dari total 113 sasaran, kami optimistis tahun ini jumlahnya bisa turun menjadi sekitar 93. Ini hasil kerja kolaboratif antara kecamatan, kelurahan, puskesmas, kader, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa ekosistem penanganan stunting di Kecamatan Cicendo telah berjalan secara sirkuler melalui berbagai program pendukung, seperti Dapur Dahsyat, Buruan Sae, dan Kang Pisman, yang melibatkan lintas OPD dan partisipasi aktif warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, Anhar Hadian menjelaskan, persoalan stunting di Kota Bandung masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama.

“Data survei tahun 2024 menunjukkan angka stunting Kota Bandung meningkat dari 16,3 persen menjadi 22,8 persen. Ini tidak baik-baik saja, dan harus kita akui agar semua pihak terpicu untuk bergerak,” tegasnya.

Ia mengingatkan, survei stunting tidak melihat status administrasi kependudukan, melainkan kondisi faktual balita di lapangan.

Oleh karena itu, seluruh balita yang berdomisili di wilayah Kota Bandung harus tetap mendapatkan layanan, tanpa dibatasi KTP atau alamat administratif.

Sedangkan Business Support Department Head Bandara Husein Sastranegara, Haryo menyampaikan, bantuan CSR yang diberikan merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap isu kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting di wilayah sekitar bandara.

Ia menjelaskan, sejak proses penggabungan PT Angkasa Pura I dan II, perusahaan kini beroperasi dengan nama PT Angkasa Pura Indonesia dan membawahi sejumlah bandara dalam beberapa regional.

Bandara Husein Sastranegara masuk ke dalam Regional 1 bersama Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Kertajati.

“PT Angkasa Pura Indonesia memiliki kepedulian terhadap isu stunting. Kami memprioritaskan program CSR di wilayah ring satu bandara, termasuk Kecamatan Cicendo. Kami berharap melalui kolaborasi ini, angka stunting bisa ditekan hingga nol,” ujar Haryo.

Ia juga menuturkan, koordinasi program CSR akan dilakukan secara intensif melalui tim Business Support, khususnya untuk mendukung kebutuhan di tingkat kelurahan dan kecamatan.




Farhan: Penanganan Gelandangan Butuh Pendekatan Manusiawi

Penanganan-Gelandangan-Tunawisma.jpeg

BANDUNG, Prolite – Penanganan tunawisma atau gelandangan serta penertiban ruang publik sangat penting dilakukan demi menjaga citra Kota Bandung.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memberi perhatian khusus terhadap orang-orang yang tidur di trotoar maupun di badan jalan, terutama di kawasan pusat kota. Kondisi tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum sekaligus berdampak pada citra kota di mata masyarakat dan wisatawan.

“Kawasan pusat kota merupakan etalase Kota Bandung yang menjadi sorotan banyak pihak. Karena itu, keberadaan gelandangan yang menempati ruang publik perlu ditangani secara serius, terencana, dan berkelanjutan,” ujarnya saat apel mulai bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (19/1/2026).

Namun kata dia, penanganan gelandangan tidak bisa dilakukan oleh satu perangkat daerah saja. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan unsur kewilayahan diminta untuk terlibat aktif dalam melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah masing-masing.

Ia meminta jajaran di lapangan untuk tidak membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut. Apabila masih ditemukan gelandangan di trotoar atau badan jalan, OPD dan kewilayahan diminta segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Koordinasi harus berjalan dengan baik agar penanganan dapat dilakukan secara tepat, baik dari sisi sosial maupun kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iskandar menuturkan, penanganan gelandangan harus mengedepankan pendekatan yang manusiawi, tanpa mengabaikan aspek ketertiban umum dan kenyamanan ruang publik.

Pemerintah Kota Bandung, kata dia, berkomitmen untuk terus menjaga ketertiban ruang publik sekaligus memastikan kelompok rentan mendapatkan penanganan yang sesuai dengan aturan dan prinsip kemanusiaan.




Superflu, Wali Kota Bandung Minta Warga Tetap Tenang dan Jaga Kesehatan

Ilustrasi Superflu (RRI).

Superflu, Wali Kota Bandung Minta Warga Tetap Tenang dan Jaga Kesehatan

Prolite – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi isu Superflu yang belakangan ramai diperbincangkan. Hingga saat ini, belum ada kasus Superflu yang terkonfirmasi di Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat Siskamling Siaga Bencana ke-71 di Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Coblong, Senin, 12 Januari 2026.

Menurutnya, informasi yang beredar perlu disikapi secara rasional dan berbasis data medis. Ia menyebut, hingga kini baru terdapat satu pasien yang diduga terinfeksi Superflu dan tengah menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin (RSHS). Namun, pasien tersebut memiliki komorbid berat atau penyakit bawaan berisiko tinggi.

“Pasien yang diduga itu memiliki penyakit penyerta serius seperti gangguan jantung, diabetes melitus, dan penyakit degeneratif lainnya. Jadi, ini perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan kepanikan,” kata Farhan.

RSUD Koja
RSUD Koja

Farhan menegaskan, bagi masyarakat yang tidak memiliki penyakit penyerta, langkah paling penting saat ini adalah menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh, bukan justru terfokus pada ketakutan berlebihan.

“Selama kita sehat dan tidak memiliki penyakit degeneratif, tidak perlu panik. Jaga pola hidup sehat, makan bergizi, istirahat cukup dan olahraga,” jelasnya.

Meski demikian, Farhan menyampaikan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial dan ingin melakukan langkah pencegahan tambahan, vaksinasi flu dapat menjadi pilihan. Ia menyebut, Bio Farma menyediakan beberapa jenis vaksin flu yang dapat diakses secara mandiri.

“Di Bio Farma tersedia vaksin flu dan vaksin dengue. Ini bukan program pemerintah, jadi memang berbayar. Tapi bagi yang ingin, silakan langsung datang ke klinik Bio Farma,” ujarnya.

Farhan juga memastikan, Pemerintah Kota Bandung terus berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dan pemerintah pusat untuk memantau perkembangan isu kesehatan secara cermat.

“Kami akan menyampaikan informasi resmi dan akurat. Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan tapi tetap waspada dan disiplin menjaga kesehatan,” pungkasnya.