Terkait Penyesuaian Honor Karyawan, Ini Kata Perumda Tirtawening

Penyesuaian honor

Terkait Penyesuaian Honor Karyawan, Ini Kata Perumda Tirtawening

BANDUNG, Prolite – Plt Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung Tono Rusdiantono buka suara terkait permasalahan penyesuaian honor yang belum dibayarkan kepada 132 karyawan.

Menurut Tono, sebenarnya untuk urusan pengajihan sudah dilakukan seperti biasa, hanya saja untuk penyesuaian honor setelah ke 132 karyawan tersebut diangkat memang belum dibayarkan.

Hal itu karena di Perumda Tirtawening tidak belum menganggarkan penyesuaian honor yang selisihnya berkisar Rp 500 juta per bulan. Belum lagi syarat dan ketentuan belum dilengkapi oleh 132 karyawan tersebut.

“Hasil analisa kami itu bukan honor, gaji, honor tidak pernah terlambat. 132 ini adalah penyesuaian honor dari kenaikan pangkat dari pegawai kontrak menjadi pegawai tetap, dan penyesuaian karir mereka di PDAM. Saya tegaskan bahwa 132 itu kemarin kita proses kita analisis, verifikasi dan lebih dalam ternyata tidak bisa dibayarkan di Mei dan Juni karena penetapan bulan April saat pak Sony kala itu karena anggaran belum tersedia,” ungkap Tono kepada wartawan ditemui, Selasa (29/7/2025).

Tono menerangkan penganggaran itu jika di Pemkot dilakukan tahun lalu 2024 untuk penggunaan tahun 2025. Namun setelah dicek ternyata penganggaran ini belum tersedia di rencana anggaran PDAM.

“Ini akan diproses dan akan dibayar tetapi melalui proses perubahan anggaran rencana kerja anggaran perubahan (RKAP), kita masukan 132 ini apabila sudah memenuhi syarat yang ditentukan ketentuan dan undang-undang. Semisal sudah 2 tahun di PDAM baru bisa diangkat. Rekom itu harus dilakukan sesuai peraturan direksi, nanti masuk anggaran perubahan berapa bisa dipenuhi saya masukan,” jelasnya.

Dan selama proses itu juga akan dilakukan evaluasi dan meminta kelengkapan kepada karyawan tersebut yang memang dirasa belum lengkap persyaratannya sehingga nanti bisa masuk anggaran.

“Saat ini kita sedang godok RKAP dan itu tidak mudah, ini perlu waktu. Ya jelas harus dibayarkan karena tercantum dan sudah ada SK, putusan nanti di perubahan anggaran plus kelengkapan. Jadi nanti kami bisa bayar yang 132 atau bisa kurang,” ucapnya.

“Ini harus disampaikan karena DPRD juga mendesak saya agar membayar, dan saya sudah konsultasi dengan BPKP termasuk inspektorat termasuk yang membidangi di PDAM, semua akan berproses secara sistematis mungkin nanti surat dari bagian SDM yang mengusulkan ke keuangan lalu ke SPI atau inspektorat, ini layak tidak dibayar baru setelah SPI ke saya, baru dibayarkan,” bebernya.

Masih kata Tono, selama menjadi dewan pengawas (Dewas) Perumda Tirtawening sepengetahuannya tidak ada laporan ke Dewas ataupun Kuasa Pemilik Modal (KPM) ada pengangkatan 132 karyawan tersebut.

“Memang selama menjadi dewas, saya tidak menerima laporan ada pengangkatan, jadi jangankan pak saya wali, saya pun tidak tahu. Ia sekarang akan evaluasi karena secara logika 2024 itu harus sudah ada dianggarkan untuk 2025 sudah ada RKAP ternyata belum ada, kalau saya bayar malah prosedur dan saya jadi bermasalah, seharusnya keputusan diakhir itu kan setelah anggaran tersedia bukan kebalik,” tuturnya mengakhiri.




Pansus 9 DPRD Kota Bandung Menilai Keberagaman Kehidupan Bermasyarakat Masih Kurang

Pansus 9 DPRD Kota Bandung Menilai Keberagaman Kehidupan Bermasyarakat Masih Kurang (dok).

Pansus 9 DPRD Kota Bandung Menilai Keberagaman Kehidupan Bermasyarakat Masih Kurang

Prolite – Anggota Pansus 9 DPRD Kota Bandung Dr. Uung Tanuwidjaja, S.E., M.M., menilai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Keberagaman Kehidupan Bermasyarakat masih kurang mendalam karena hanya membatasi peran pemerintah sampai tingkat kelurahan. Diharapkan, peran RW bisa diatur dalam peraturan wali kota.

“Anggota Pansus 9 mempunyai semangat yang sama. Tapi kalau lihat perda ini, masih kurang dalam karena cuma membatasi peran pemerintah sampai tingkat kelurahan. SeharAnggota usnya nanti turunan dari perda yakni perwal, mengatur fungsi dan RW dalam keberagaman kehidupan bermayarakat ini, karena yang berhadapan langsung dengan masyarakat itu RW. Kan sayang sekali kalau tidak dilibatkan, saya harap nanti masuk di perwal,” ujar Uung Anggota Pansus 9 DPRD Kota Bandung.

Untuk memperkaya raperda, Pansus sudah melakukan studi banding ke Semarang dan akan mencari data tambahan ke Salatiga. “Semarang, Salatiga dan Singkawang itu terbaik. Semarang juga bagus, karena jarang sekali konflik (SARA, red) mungkin ada khas budaya pesisir,” ungkapnya.

“Di sana banyak pedagang dari Arab, Cina dan jyga masyarakat lokal. Meski dulu pernah terjadi, tapi mereka punya semangat menjaga kerukunan,” sambungnya.

Menurutnya, di Kota Bandung letupan terkait SARA terjadi karena kurang komunikasi. Biasanya letupan ini soal ibasah, untul kesukian jarang terjadi.

“Yang trendi itu permasalahan rumah ibadah, masyarakat mungkin belum tahu cara pendiriannya, karena kalau kita lihat kota dan kabupaten lain berkomunikasi dengan baik,” ungkapnya

Uung mengakui di raperda ini tidak dibahas soal perizinan datau cara pendirian rumah ibadat. “Ini soal keragamanan secara global, seperti saling menghargai, toleransi, san lainnya,” ungkapnya.

Namun ia sangat menyayangkan tidak ada klausul sanksi dalam raperda tersebut. Dalam raperda ini hanya disebutkan bila setiap orang atau organisasi atau badan hukum dilarang melakukan tindakan intoleransi dan diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Tindakan intoleransi dan diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat diselesaikanzl secara musyawarah diawali di tingkat kelyrahan atau kecamatan.

“Tidak ada sanksi, harus musyawatah dulu. Kalau misalnya terjadi pelanggaran pidana diarahkan pada pihak aparat penegak hukum, tapi ditekankan musywwarah dulu,” jelasnya.

Raperda ini, kata Uung, hanya memiliki 10 bab dan 24 pasal. Diharapkan dengan kehadiran perda ini nantinya masyarakarlt bersatu dan memiliki toleransi tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.




Obrolan Berbuntut Makan – Sajian Berbalut Rempah dengan Suasana Heritage di de Braga by ARTOTEL

Obrolan Berbuntut Makan - Sajian Berbalut Rempah dengan Suasana Heritage di de Braga by ARTOTEL (dok de Braga).

Obrolan Berbuntut Makan – Sajian Berbalut Rempah dengan Suasana Heritage di de Braga by ARTOTEL

BANDUNG, ProliteBersiap menggoyang lidah para penggila kuliner ! de Braga by ARTOTEL mempersembahkan menu baru yang menggugah selera melalui peluncuran menu spesial bertema “Obrolan Berbuntut Makan.” Mengusung sajian legendaris khas Indonesia yaitu olahan buntut, sajian menu buntut terbaru yang bukan hanya kaya rasa, tapi juga sarat cerita dan cita rasa autentik Nusantara.

Empat olahan buntut spesial hadir untuk memanjakan penikmat kuliner sejati. Mengusung konsep sustain dari dapur hingga ke meja, seluruh bahan utama berasal dari peternak UMKM lokal serta rempah-rempah alami hasil olahan organik. Proses memasaknya pun dilakukan dengan minyak sawit sehat dan menggunakan gas CNG ramah lingkungan.

dok de Braga by Artotel
dok de Braga by Artotel

Nikmati Empat Rasa, Empat Cerita antara lain:

Buntut Bakar Balado – Sajian dengan bumbu balado khas yang meresap hingga ke serat daging. Rasa pedasnya yang membara dipadukan dengan aroma asap menggoda, menjadikannya pilihan tepat untuk penggemar cita rasa kuat.

Nasi Goreng Buntut Cabe Hijau – Nasi goreng gurih dengan potongan buntut lembut, diselimuti sambal cabe hijau yang menyegarkan dan pedas seimbang. Tekstur buntut yang juicy berpadu harmonis dengan nasi yang wangi dan penuh rasa.

Buntut Bakar Kecap – Cita rasa manis dan gurih dari kecap khas Indonesia menambah dimensi rasa yang lembut dan membekas. Cocok dinikmati dengan nasi panas dan sambal segar.

Buntut Goreng – Renyah di luar, empuk di dalam. Disajikan dengan sambal dan lalapan segar, menghadirkan pengalaman klasik namun tetap istimewa.

Menyantap hidangan buntut ini tak hanya soal rasa, tapi juga suasana. Bertempat di restoran de Braga by ARTOTEL, para tamu disambut oleh arsitektur bersejarah yang memadukan unsur kolonial dan kontemporer—ikonik seperti Jalan Braga itu sendiri.

Bayangkan menikmati semangkuk buntut hangat dalam suasana klasik, diiringi lampu-lampu temaram, suara musik kontemporer lembut, dan lalu lalang pejalan kaki di trotoar Braga. Bersama sahabat, keluarga, atau kolega, setiap obrolan jadi lebih hangat, setiap tawa terasa lebih lepas

Reza Farhan selaku GM de Braga by ARTOTEL menyampaikan “Menu ini bukan cuma soal makan, tapi tentang momen dan kenangan. Kami ingin para tamu menikmati kehangatan, cita rasa otentik, dan semangat lokal dalam setiap sajian.

Artotel Group melalui de Braga by ARTOTEL membuat pengalaman makan yang membalut rasa dengan cerita, membingkai kenikmatan kuliner dalam atmosfer kebudayaan lokal yang kuat. Sebuah pengalaman makan yang berbuntut bahagia.




Peraturan Study Tour, Farhan: Mangga Weh, Saya Tidak Melarang

Ilustrasi Study Tour (Radar CIrebon).

Peraturan Study Tour, Farhan: Mangga Weh, Saya Tidak Melarang

Prolite – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) keluarkan aturan terkait berbagai kegiatan di sekolah. Seperti study tour, outing class, wisuda, dan pendidikan karakter yang bekerja sama dengan jajaran TNI AD.

Hal ini diatur melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat Nomor: 42/ yang berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan. Baik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP/MTS SMA/SMK/MA/MAK dan SLB di seluruh wilayah Jabar.

Namun keputusan berbanding terbalik dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam hal ini ia tidak membatasi adanya kegiatan study tour.

Arti dalam hal tidak memtasi tersebut memperbolehkan asal dengan syarat pengawasan yang baik dari pihak sekolah.

Instagram Disdik Jabar
Instagram Disdik Jabar

Menurut Farhan, Kota Bandung sangat terbuka bagi sekolah asal mana pun yang bakal melakukan study tour. Farhan menegaskan agenda study tour tidak ada kaitan dengan nilai akademik bagi para siswa.

“Selama itu tidak ada hubungan dengan nilai akademik, ya silakan,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 21 Juli 2025.

Farhan menegaskan bahwa Pemkot Bandung bersifat terbuka dan tidak akan melarang sekolah yang ingin mengadakan study tour ke luar kota atau bahkan ke luar provinsi. Ia menyatakan bahwa Kota Bandung merupakan kota terbuka, sehingga tidak ada larangan keluar masuk wilayah dalam konteks kegiatan pendidikan.

Mangga weh, saya tidak bisa melarang, masa saya larang. Walaupun ada sebuah edaran yang dari Gubernur itu kan bilang enggak boleh keluar Jawa Barat, kalau Bandung sendiri, Bandung mah bebas. Bandung ini kota terbuka. Terbuka itu artinya masuk boleh, keluar juga boleh,” bebernya.

Sikap itu disampaikan Farhan merespons berbagai pertanyaan dan kebingungan yang muncul di kalangan orang tua dan pihak sekolah mengenai boleh tidaknya melaksanakan study tour. Hal ini menyusul adanya edaran dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang membatasi kegiatan tersebut di luar wilayah provinsi.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkam kebijakan larangan study tour karena dinilai membebani orang tua siswa, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dedi menuturkan, bahwa banyak orang tua terpaksa berutang atau menjual barang berharga demi membiayai perjalanan study tour anaknya.




Pocari Sweat Run, Farhan: Lari Jadi Even Utama Kota Besar

Wali Kota Bandung Minta Maaf Terjadi Kemacetan Karena Pocari Sweat Run

BANDUNG, Prolite – Wali Kota Bandung M Farhan menyampaikan permohonan maafnya karena pada week end kali ini akan terjadi kemacetan akibat acara Pocari Sweat Run Indonesia di balai kota.

“Ya saya mohon ampun. Tapi yang pasti gini, tidak ada satupun event yang akan menyebabkan kemacetan. Itu aja lah,” ucap Farhan disela door stop, Jumat (18/7/2025).

Even lari sekarang kata Farhan adalah event utama di kota-kota besar. Seperti Bandung, Jakarta, Bali, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. 5 tempat tersebut memang betul-betul membuat even lari ini menjadikan salah satu event yang utama.

“Ke dua belas tahun Pocari Sweat Run ada di kota Bandung ini bisa menambah semangat orang-orang untuk ada terus di Kota Bandung. Kalau kita melihatnya sekarang dalam 2 hari pesertanya 15 ribu selama dari Kamis, Jumat, Sabtu itu ada juga event besarnya ini di Kiara. Kemudian hari Sabtu dan Minggunya itu ada event besarnya itu di seluruh Kota Bandung plus di Balai Kota. Artinya bisa melakukan semacam dorongan untuk perputaran ekonomi khususnya di sektor wisata itu nomor satu,” ujar Farhan.

Lanjut dia, pada event ada PR dari Kementerian Pariwisata dimana Pemkot Bandung harus mulai melakukan pengukuran yang lebih presisi.

“Maka saya minta kepada Pocari nanti tolong di-share ke kita data tentang profil peserta berapa banyak dari luar kota Bandung berapa banyak yang nginep dan nginepnya berapa lama, kira-kira rata-rata belanja di Kota Bandung per orangnya berapa. Nah Semakin kuat data itu, maka semakin besar juga kita bisa melakukan amplifikasi dari event-event seperti ini,” ucapnya.

Dampak positifnya kata dia, sudah pasti akan kejar untuk perekonomian. Tetapi ada juga warga masyarakat mungkin yang terdampak secara negatif.

“Yaitu terutama para pengguna lalu lintas. Nah, Anda lihat nih jalur-jalur ini sudah kita jaga sedemikian rupa lewat berbagai macam pengujian bahkan,” ucapnya.

Masih kata Farhan, pihaknya sudah lakukan rapat koordinasi pelaksanaan, plus akan bertemu dengan Kasat Lantas, Polrestabes Bandung, memastikan bahwa rekayasa lalu lintas tidak menimbulkan banyak kerugian, terutama untuk para pengguna jalan.

Farhan pun menyampaikan terkait untuk kebersihan akan melibatkan 6 kecamatan dan kurang lebih 16 kelurahan yang dilewati oleh jalur-jalur tersebut di mana para petugas kebersihannya sudah siap sehingga selesai acara, pelari lewat semua dibersihkan.

“Khusus untuk DLH, DLH akan melakukan pembersihan sampah dari sejak tengah malam-malam ini di sepanjang rute dan sepanjang jalan protokoler. Sedemikian rupa sehingga semua pelari akan merasakan experience hari yang paling menyenangkan di kota Bandung,” ungkapnya.

Farhan pun mengaku nyaman bahwa tim dari pemerintahan kota Bandung dan dari wilayah bisa menghadapi acara besarnya dengan sangat baik karena terbukti tanggal 9 Mei, tanggal 25 Mei konvoi Persib berhasil.

Ditempat yang sama Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati mengatakan event ini adalah tahun ke-12 dan tahun ini pihaknya meningkatkan lagi kolaborasi dengan Pemkot dan semua pihak yang terkait.

“Jadi kita juga banyak sekali koordinasinya, tidak hanya 1-2 minggu ini, tapi sudah berbulan-bulan untuk memastikan semua rekayasa jalan dan juga rute yang kami lewati itu terkendali waktu event day-nya,” tuturnya.

Evaluasi dari tahun sebelumnya kata Wina sapaan akrabnya, tahun sebelumnya ada maraton dan memang waktu penyelenggaran lebih panjang. Untuk tahun ini tidak ada maraton dan waktu penyelenggaran akan lebih pendek.

“Kita juga memajukan jam mulai, jadi nanti hari Sabtu ada di jam 5, hari Minggu ada di jam 4. Harapannya mungkin jam 7 atau jam 8 itu sudah selesai semua acaranya dan sudah bisa dibuka lagi untuk kegiatan seperti biasanya,” tandasnya.

“Pada event ini total ada 15 ribu peserta yang akan mengikuti lomba lari, tapi yang datang ke Bandung tentunya peserta plus keluarga. Jadi untuk yang hadir ke Bandung akan lebih dari 15 ribu, tapi yang mengikuti lari ada total 15 ribu,” tuturnya.

Alasan utama memilih kota Bandung kata dia karena merupakan salah satu kota destinasi yang memang hawanya paling enak untuk pelari.

“Ya sejuk juga pastinya pelari juga seneng ya di Bandung juga selain untuk berlari ada kulinernya ada juga tempat-tempat yang bisa dilihat gitu ya jadi kita selalu memilih Bandung untuk spot turisme,” ucapnya.




Pansus 7 DPRD Kota Bandung bertugas membahas Raperda

Juniarso Ridwan, Pansus 7 DPRD Kota Bandung (dok).

Pansus 7 DPRD Kota Bandung bertugas membahas Raperda

BANDUNG, Prolite – Dengan diketuai Juniarso Ridwan, Pansus 7 DPRD Kota Bandung bertugas membahas Raperda Kota Bandung tentang Penyediaan, Penyerahan, dan Pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan.

Beberapa yang dibahas diantaranya:

Adanya penyesuaian dengan peraturan di atasnya. Seperti tata ruang, dan kebijakan di bidang pembangunan perumahan;
“Kami juga Kebutuhan yang terukur dan pasti tentang arah rencana PSU,” ujar Juniarso.

Selain itu, lanjut Juniarso, yang dibahas antara lain Pengaturan tahapan pembangunan komplek perumahan.

“Yang kami bahas dari mulai pembuatan rencana tapak (siteplan), kelatakan, ukuran luas, pelaksanaan dan waktu penyerahan PSU kepada Pemda,” tuturnya.

Point lain yang dibahas adalah Tata cara mekanisme perijinan, monitoring, dan langkah penyeselaian apabila terjadi ketidaksesuaian rencana tapak.

“Di dalam Raperda ini, kami juga membahas kemungkinan adanya langkah monitoring dan evaluasi sepanjang proses pembangunan,danya tim evaluasi dan waktu dilakukannya penyerahan PSU, dan Memberikan kepastian hukum atas penyerahan PSU kepada Pemda,” paaprnya.

Juniarso juga memaparkan, pihaknya membahas adanya jaminan ke depannya baik untuk para penghuni, pebgembang maupun Pemda atas kelangsungan PSU yang layak.
” Kemudian untuk kewajiban pengembang menyediakan lahan pemakaman punya dasar hukum yang lebih kuat, yaitu berupa perda,” tuturnya.

Halnya dengan sanki perda, jika terjadi pelanggaran adalah sanksi administratif, Berupa denda dan pencabutan izin usaha.
“Selama ini yang menjadi masalah pengembang sudah susah dicari, pailit dan kondisi PSU tidak layak,” terangnya.

Disinggung mengenai alasan dinuta Raperda ini, Juniarso mengatakan Pansus ini kaitan dengan Raperda tentang penyelenggaraan dan penyerahan PSU, untuk pemutakhiran aspek administrasi dan arahan legal sebagai pegangan operasional bagi Organisasi Perangkat Daerah dan stake holder terkait.

Dibuatnya raperda ini dengan harapan agar proses penyerahan PSU dari pengembang berjalan lancar dan tuntas.




Siap-Siap Pocari Sweat Run 2025 Hadir di Kota Bandung, Hindari Beberpa Ruas Jala Berikut!

Pocari Sweat Run 2025 hadir di Kota Bandung pada tanggal 19-20 Juli 2025 (Humas Kota Bandung).

Siap-Siap Pocari Sweat Run 2025 Hadir di Kota Bandung, Hindari Beberpa Ruas Jala Berikut!

BANDUNG, Prolite – Akhir pekan akan tiba sudah ada rencana akan pergi kemana? Pocari Sweat Run 2025 hadir di Kota Bandung bagi yang ingin berlibur ke Kota kembang ini catat beberapa ruas yang ditutup karena adanya event tahunan ini.

Lomba lari tahunan yang paling dinanti, Pocari Sweat Run 2025 segera digelar di Kota Bandung pada akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu, 19–20 Juli 2025.

Ribuan pelari dari berbagai daerah akan berkumpul di jantung kota untuk mengikuti lomba lari yang tahun ini dipusatkan di Balai Kota Bandung, menggantikan Gedung Sate yang sebelumnya menjadi titik utama.

Tahun ini, panitia membuka empat kategori lomba, yaitu 5K, 10K, Half Marathon, dan kategori anak-anak Kid Dash, yang akan memeriahkan suasana Bandung di pagi hari.

Catat Jadwal dan Rute Perlombaan Pocari Sweat Run 2025 yang akan digelar selam 2 hari tersebut.

Pelaksanaan lomba akan dimulai sejak dini hari, dan sejumlah ruas jalan akan ditutup total mulai pukul hingga WIB demi kelancaran dan keamanan peserta.

pocarisportid
pocarisportid

Sabtu, 19 Juli 2025 – Kategori 5K dan 10K:
Pelari akan melintasi:
* Jl. Merdeka
* Jl. Wastukencana
* Jl. Aceh (Masjid Al Ukhuwah)
* Jl. Pajajaran
* Jl. Cicendo
* Jl. LL. RE Martadinata (Riau)
* Jl. Ir. H. Juanda (Dago)
* Jl. Diponegoro
* Jl. Patrakomala
* Jl. Sumatera

Minggu, 20 Juli 2025 – Half Marathon:
Pelari akan menyusuri rute lebih panjang yang mencakup:
* Jl. Ir. H. Juanda
* Jl. Diponegoro
* Jl. Supratman
* Jl. Ahmad Yani
* Jl. Ibrahim Adjie
* Jl. Gatot Subroto
* Jl. Asia Afrika
* Jl. Banceuy
* Jl. Kebon Jukut
* Jl. Cicendo
* Jl. Wastukencana – Balai Kota

Rute Alternatif Bagi Pengendara

Guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, berikut rute alternatif yang direkomendasikan selama penutupan jalan berlangsung:

Sabtu, 19 Juli 2025:

* Dago → Kiara Artha Park: Jl. Dipatiukur – PHH Mustofa – Supratman – Ahmad Yani
* Dago → Asia Afrika: Flyover – Cihampelas – Wastukencana – Braga – Asia Afrika
* Dago → Stasiun Bandung: Flyover – Cihampelas – Pajajaran – Kebon Kawung
* Simpang Dago → TSM: PHH Mustofa – Ahmad Yani – Laswi – Gatot Subroto
* Cicaheum → Tol Pasteur: AH Nasution – PHH Mustofa – Surapati – Dr. Djundjunan

Minggu, 20 Juli 2025:

* Dago → Tol Pasteur: Wastukencana – Flyover Pasupati
* Dago → Kiara Artha Park: Surapati – PH Mustofa – Cikutra – Ahmad Yani – Kiaracondong
* Simpang Dago → Saparua: Dipatiukur – Surapati – Diponegoro – Lombok
* Pasteur → Cicaheum: Dr. Djundjunan – Flyover – PH Mustofa – AH. Nasution

Kantong Parkir Resmi Disediakan

Untuk menghindari parkir sembarangan di sekitar lintasan, panitia menyediakan sejumlah kantong parkir yang dapat digunakan oleh peserta dan masyarakat umum:

* Bandung Indah Plaza (BIP)
* Braga City Walk
* Bandung Electronic Center (BEC)
* Masjid Al Ukhuwah
* Taman Lalu Lintas

Peserta diminta hadir paling lambat 60 menit sebelum waktu start. Jadwal lengkap lomba:
Sabtu, 19 Juli 2025

* 10K: Pukul WIB
* 5K: Pukul WIB
* Kid Dash 200m: Pukul WIB
* Kid Dash 100m: Pukul WIB

Minggu, 20 Juli 2025

* Half Marathon Wave 1: Pukul WIB
* Half Marathon Wave 2: Pukul WIB

Pemerintah Kota Bandung bersama panitia memohon maaf kepada seluruh warga atas potensi gangguan aktivitas, kemacetan, dan penutupan sejumlah ruas jalan utama selama pelaksanaan Pocari Sweat Run 2025.

Masyarakat diimbau untuk menghindari rute perlombaan, menggunakan jalur alternatif, serta merencanakan perjalanan dengan cermat.

Pocari Sweat Run 2025 tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol gaya hidup sehat dan kolaborasi antarwarga kota.

Event ini sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif dan ramah wisatawan.

Informasi lengkap mengenai rute, penutupan jalan, dan fasilitas lainnya dapat dipantau melalui kanal resmi Pocari Sweat Run dan Pemkot Bandung.




Keji ! Ditreskrimum Berhasil Bongkar TPPO, 24 Bayi Berhasil Ditemukan

Keji ! Ditreskrimum Berhasil Bongkar TPPO, 24 Bayi Berhasil Ditemukan (Tribatanews Polri).

Keji ! Ditreskrimum Berhasil Bongkar TPPO, 24 Bayi Berhasil Ditemukan

Prolite – Aksi keji tindak pidana penjualan orang (TPPO) oleh orang tidak bertanggung jawab berhasil di ungkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar.

Tidak tanggung-tanggung dalam kasus TPPO yang berhasil di ungkap Ditreskrimum ini ternyata jaringan Internasional.

Dalam kasus ini 24 bayi akan di jual ke Singapura, awal mula terbongkarnya kasus besar ini karena adanya laporan kasus penculikan yang terjadi di Jawa Barat.

“Untuk TKP awalnya di Bandung jadi dari perekrut di Bandung itu kita mendapatkan keterangan bahwa dia sudah pernah mengambil sebanyak 24 bayi,” kata Surawan dikutip dari Detikcom.

Surawan juga menjelaskan bahwa ada di Bandung juga terdapat lokasi penampungan bayi juga, namun dalam hal ini ia tidak menjelaskan dengan detal di mana lokasi penampungan bayi tersebut.

“24 bayi kemudian disetorkan ke penampung di Bandung, dirawat kemudian dari Bandung dibawa ke Jakarta kemudian dari Jakarta dibawa ke Kalimantan,” ujarnya.

Menurut Surawan, 12 tersangka yang diamankan memiliki peran masing-masing dalam kasus penjualan bayi ini. Untuk kronologi lengkap, 12 tersangka ini masih diperiksa secara maraton.

“Nah kalau awal mulanya kita kumpulkan keterangan lengkap dulu dari pada tersangka, saya belum bisa jawab sekarang kalau itu, tapi mereka ada yang berperan sebagai perekrut, ada yang merawat, ada yang menampung, ada yang membuat dokumen, ada yang kemudian membawa keluar negeri gitu,” jelasnya.

Disinggung apakah sindikat penjualan bayi ini ada namanya, Surawan sebut tidak ada.

“Gak ada nama sindikatnya sih, kalau inisialnya kemarin kan SH. atau LSH itu yang menampung di Potianak untuk dibawa ke Singapura,” pungksnya.




Senin 14 Juli Jam Masuk Sekolah Mulai Diterapkan Pemkot Bandung

Ilustrasi Jam Masuk Sekolah (iStockphoto).

Senin 14 Juli Jam Masuk Sekolah Mulai Diterapkan Pemkot Bandung

Prolite – Hari Senin 14 Juli 2025 merupakan hari pertama siswa di Kota Bandung memulai tahun ajaran baru, kebijakan jam masuk sekolah pun sudah sebagian besar diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Bandung.

Hari pertama masuk sekolah seluruh siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Dengan dimulainya tahun ajaran baru ini maka Pemerintah Kota Bandung mulai menerapkan sejumlah aturan terkait jam masuk sekolah dan kedisiplinan siswa.

Sesuai dengan surat edaran Gubernur Jawa Bart Dedi Mulyadi terkait peraturan jam masuk sekolah yang lebih pagi dari tahun ajaran kemain.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan sejumlah kebijakan baru tersebut diharapkan dapat menciptakan proses belajar yang lebih tertib dan mendukung kelancaran lalu lintas di pagi hari.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (detik).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (detik).

“Salah satu kebijakan utama yang akan mulai diterapkan pekan depan adalah pengaturan jam masuk sekolah berdasarkan jenjang pendidikan yaitu anak SD masuk pukul WIB, SMP masuk pukul WIB dan SMA masuk pukul WIB,” kata Farhan di Bandung, Senin.

Kata Wali Kota Bandung bukan hanya peraturan jam masuk yang diterapkan di seluruh siswa di Kota Bandung namun peraturan penggunaan telepon genggam oleh siswa di lingkungan sekolah juga akan diterapkan.

Dengan adanya penerapan peraturan penggunaan HP di lingkungan sekolah bertujuan agar siswa tidak terganggu konsentrasi saat belajar di kelas.

“Setiap sekolah wajib punya sistem yang memastikan HP tidak mengganggu proses pembelajaran. Misalnya, HP dikumpulkan saat pelajaran dimulai dan dikembalikan setelah selesai,” kata dia.

Peraturan yang terakhir terkait penggunaan kendaraan sendiri ke sekolah dilaran karen untuk menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas bagi para pelajar.

Kita semua tau kalua peraturan penggunaan sepeda motor hanya untuk yang memiliki SIM, sedangkan siswa SMA tidak semua sudah cukup umur dan memiliki SIM yang merupakan syarat berkendara.

Ia mengaku Pemkot Bandung telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan aturan ini dapat ditegakkan secara optimal.

Kita ingin orang tua merasa tenang, tidak perlu menunggu lama di sekolah, dan yang terpenting, anak-anak selamat dan tertib,” kata dia.

Sementara itu, pihaknya juga sedang menyusun kerangka pendidikan karakter yang sejalan dengan arahan dari Kementerian Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah.




Resmi Harga Gas Elpiji 3 Kg Naik menjadi Rp 19.000 per Tabung

Kenaikan harga gas elpiji 3 kg (metro).

Resmi Harga Gas Elpiji 3 Kg Naik menjadi Rp per Tabung

Prolite – Harga eceran gas elpiji 3 kilogram resmi mengalami kenaikan dari sebelumnya seharga Rp kini naik menjadi Rp per tabungnya.

Kenaikan harga elpiji ini karena adanya pengurangan subsidi dari pemerintah pusat untuk gas hijau yang diperuntukan untuk masyarakat miskin.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa stok elpiji tetap aman dan meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.

“Alhamdulillah, menurut data dari Disdagin, stok elpiji aman dan distribusinya lancar. Jadi tidak perlu panik,” ujar Farhan di Graha Manggala Siliwangi.

Farhan mengakui distribusi elpiji memang sempat tersendat karena adanya spekulan yang menahan pasokan barang. Pemkot Bandung pun tengah melakukan operasi pengawasan untuk menindak para spekulan.

Menurut Farhan, yang paling penting saat ini bukan semata penetapan harga, tetapi kelancaran distribusi barang agar masyarakat tetap bisa mendapatkan elpiji dengan mudah. “Warga umumnya lebih memikirkan ketersediaan barang. Mau harga berapapun, asal barangnya ada dan aman, itu yang utama,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa kenaikan harga energi, termasuk gas, sangat dipengaruhi oleh situasi global dan kondisi fiskal nasional. Permintaan gas terus meningkat, sementara subsidi tergantung pada kemampuan fiskal pemerintah pusat.

Farhan menyebutkan bahwa kenaikan harga gas elpiji dari menjadi berarti hampir 20 persen. Ia memastikan pihaknya akan terus melakukan patroli dan pengawasan untuk mencegah penimbunan oleh spekulan.

“Insya Allah, kita patroli setiap hari untuk pastikan tidak ada spekulan yang menahan barang. Kalau ada, akan kita tindak tegas,” ujarnya.